Long Love Story Part 1


image

Author : Intan Choi

Title : Long Love Story, Part 1

Category : Nc,Yadong, Romance, Chapter.

Cast : Choi Siwon

            Kim Jira

            Lee Donghae

Author Note : Hallo…. Aku datang lagi, karena kemarin banyak yang meminta Sequel.. Jadi aku bawakan SEQUEL JOURNEY OF LOVE … semoga kalian masih ingat ya sama cerita yg itu,  TERIMAKASIH untuk kalian yang udah mau nyempetin waktu baca ceritaku yang kemarin.. Untuk yang baru pertama baca ini, Silahkan baca dulu Journey Of Love, cari aja di sini.. Pasti ada… Sequel ini udah pernah aku publish di akun Wattpad pribadiku, jadi kalau tanda baca banyak salah, terus ada kalimat yang gak enak atau typo yang nyelip HARAP MAKLUM.. karena saya MALAS edit.. MAKASIH juga buat ADMIN FNC yang selalu post Ff saya.. HAPPY READING!!!

  Busan adalah sebuah kota pelabuhan dan metropolitan di sebelah tenggara Korea Selatan. Dengan populasi sekitar 4.000.000 jiwa, Busan adalah kota kedua terbesar di Korea Selatan setelah Seoul dan salah satu dari 3 pelabuhan tersibuk di dunia. Busan terletak di muara Sungai Nakdong, yang mengalir sepanjang 700 km dari pedalaman Semenanjung Korea.

   Disinilah wanita berparas cantik dan bertubuh mungil tinggal, wanita itu mencoba peruntungan di kota busan. Wanita itu sibuk mengurusi keluarganya dan juga sebuah usaha kecil-kecilan yang dia bangun dari hasil tabungan nya selama bekerja di seoul.

  Sudah empat tahun dia menetap di kota busan. meninggalkan semua kenangan indah dan kenangan pahitnya dari kota seoul, meninggalkan ke dua sahabatnya dan juga pekerjaan nya. 

  Rumah yang berada dekat dengan pesisir pantai ini, mempunyai halaman yang sangat luas. Halaman rumah itu dia sulap menjadi kedai makanan, di  bantu oleh ibu dan ayahnya.

   Wanita yang bernama Kim Jira itu memulai usahanya di kota busan.Selama empat tahun usaha mereka semakin membaik, banyak pengunjung dari dalam negri maupun turis yang pada saat berkunjung ke kota busan mereka selalu mampir ke kedai makanan milik Jira.

  Jira sangat beruntung mempunyai rumah dekat dengan pantai, selain mendapatkan pemandangan pantai yang indah. Jira juga bisa menghasilkan uang untuk menghidupi keluarganya.

******

  Seorang anak perempuan berusia tiga tahun, berparas cantik dan mempunyai lesung pipi ketika dia sedang tersenyum. Berlari sambil menggendong boneka kesayangan nya.

  Anak kecil itu memeluk kaki Jira dengan erat, Jira yang sedang membersihkan seluruh meja di kedainya terkejut karna ulah anak kecil itu.

   ” Eomma, cepat telfon appa. Kenapa sampai sekarang dia belum datang juga.” rengek anak kecil itu, Jira tersenyum melihat anaknya yang sedang merajuk.

  ” Sebentar sayang, Eomma sedang sibuk.” ucap Jira.

  Anak kecil yang bernama Kim Hana merucutkan bibirnya yang mungil, dia merajuk kepada sang eomma. Hana duduk di bangku dan menyandarkan kepalanya di atas meja.

  ” Boneka yang cantik, tolong telfon Appaku. Karna Eomma tidak mau membantuku.” ucap Hana, Jira tersenyum melihat tingkah laku anaknya.

  ” Kenapa Appaku yang tampan itu belum datang juga, kemana dia? Apakah Appaku di makan ikan-ikan yang berada di pantai ini.” celoteh Hana kepada boneka yang berada di hadapan nya.

  Jira yang sudah selesai membereskan meja, berjalan mendekati anaknya. Jira duduk di samping Hana dan memeluk buah hatinya. Hana tetap merucutkan bibirnya, karna ibunya belum menuruti ke inginan nya untuk menelfon sang ayah.

  Jira yang melihat anaknya merajuk. Dengan gemasnya dia menciumi Hana dan menggelitik tubuh Hana, hingga membuat Hana tertawa dan menjerit meminta ampun.

  ” Eomma curang, aku sedang marah dengan Eomma.” ucap Hana.

  ” Anak cantik tidak boleh marah-marah.” jawab Jira sambil mencium gemas pipi gembul Hana.

  Walaupun usia Hana masih tiga tahun, tetapi pertumbuhan Hana sangat cepat. Dia sudah lancar berbicara di usai tiga tahun, tidak seperti anak lainnya. yang masih berbelit jika berbicara.

   ” Eomma, cepat telfon Appa. Aku rindu dengan Appa.” rengek Hana, Jira hanya menggelengkan kepalanya saja melihat tingkah manja Hana.

  ” Baiklah, Eomma akan menelfon Appamu.” Jawab Jira sambil mengambil ponselnya di saku celana, Hana dengan wajah yang berbinar menanti Jira untuk menelfon sosok lelaki yang sangat di cintainya itu.

  ” Oppa, apakah kau sibuk? ada seorang gadis kecil yang ingin berbicara denganmu.” Ucap Jira sambil menelfon seseorang di sebrang sana.

” Tidak, berikan saja ponselmu. Aku juga ingin berbicara dengannya.”Jawab Donghae.

   Jira memberikan ponsel berwarna gold itu kepada Hana, Hana tersenyum manis menerima ponsel Jira.

   ” Appa, kapan kau pulang? aku merindukanmu.” Ucap Hana.

  ” Appa juga merindukanmu, sayang. Nanti sore Appa pulang.” jawab Donghae.

  ” Cepat Appa, Eomma selalu melamun karna Appa tak pulang-pulang.” Ucap Hana polos, Jira menoleh ke arah Hana. Lalu dia memasang wajah cemberut.

   ” Benarkah? Eomma pasti sangat merindukan Appa, sampaikan salam Appa. Appa juga merindukan eommamu.” Jawab Donghae meledek.

   Hana tertawa mendengarkan ucapan Donghae. Jira menatap tajam Hana, Jira yakin, mereka pasti sedang  membicarakan nya.

  ” Eomma, Appa merindukan Eomma.” ucap Hana pelan.

  Jira mencubit pipi gembul anaknya, lalu mendekatkan bibirnya ke arah ponsel yang di pegang Hana.

  ” Oppa, jangan berbicara yang tidak-tidak.” Ucap Jira kesal.

  Donghae tertawa dengan keras mendengar suara Jira yang berpura-pura marah. Hana menjauh dari Jira, Jira berdecak kesal melihat tingkah laku anaknya.

   ” Eomma, merajuk Appa.” gurau Hana.

  ” Nanti Appa akan mencium Eomma. Agar tidak merajuk lagi.” Jawab Donghae, Hana mengangguk mendengarkan perkataan Donghae.

  ” Appa, jangan lupa belikan aku boneka lagi. Dan cepatlah pulang, aku ingin tidur denganmu.” rengek Hana.

” Iya sayang, Appa pasti akan pulang nanti. Sekarang berikan ponselmu kepada eomma, Appa ingin berbicara dengannya.” Ucap Donghae, Hana dengan cepat memberikan ponselnya kepada Jira.

   ” Ada apa Oppa?” tanya Jira.

  ” Jira-ya, kau baik-baik saja? aku sudah mencarikan lokasi yang bagus untuk restoranmu. Aku juga sudah membeli rumah dekat dengan restoranmu .” tutur Donghae.

  ” Aku baik-baik saja, terimakasih Oppa. Apa kau pulang hari ini?” tanya Jira.

  ” kau merindukanku?” gurau Donghae, wajah Jira memerah mendengarkan perkataan Donghae.

  ” Jangan menggodaku Oppa.” rengek Jira, Donghae tertawa terbahak-bahak dari sebrang sana.

   ” kau ini sudah mempunyai anak, masih saja malu-malu denganku.” gurau  Donghae.

  ” Aku akan tutup telfon nya sekarang juga.” kesal Jira.

   ” sekarang aku tau, darimana Hana mendapatkan sifat merajuknya itu.” ucap Donghae.

  ” Yak! Oppa. Aku marah denganmu.” kesal Jira

   ” maafkan aku sayang, nanti aku akan pulang. Tunggu aku, esok kita akan pergi melihat restoranmu dan rumah barumu. Setelah itu kita akan mengajak Hana jalan-jalan. Aku ingin membelikan dia mainan lagi.” ucap Donghae.

   ” Jangan terlalu memanjakan nya Oppa, nanti dia menjadi anak yang nakal. Aku tidak ingin kau memanjakan nya terus-menerus. Dia harus di ajarkan hidup mandiri dari sekarang, Oppa.” tutur Jira.

  ” Tetapi dia masih kecil, Jira. Wajar jika aku memanjakan nya.” Jawab Donghae.

   ” Seterah kau sajalah Oppa. Jika nanti dia merajuk denganmu, dan kau tidak bisa mengendalikan nya. Jangan meminta bantuan kepadaku.” ucap Jira kesal, Donghae hanya tertawa saja  mendengarkan ucapan Jira.

  ” Cemburu heum? Nanti akan ada saatnya aku akan memanjakanmu juga. Jira-ya.” jawab Donghae mengejek, Jira berdecak kesal.

  ” Jika sudah tidak ada lagi yang ingin di bicarakan, aku tutup sekarang juga Oppa. Kedaiku mulai ramai, hati-hati di jalan nanti.” ucap Jira.

  ” Baiklah, sampai nanti. Aku mencintaimu.” Jawab Donghae.

   Jira tidak menjawab perkataan Donghae tadi, dia langsung mematikan ponselnya dan berjalan menghampiri pelanggan yang sudah duduk untuk memesan makanan kepada Jira.

   Jira memulai kesibukan nya di kedai makanan miliknya, sedangkan Hana sudah berada di dalam rumah. bermain bersama bonekanya, Nyonya Kim dan Tuan Kim pun sibuk membantu Jira karna kedainya mulai ramai di datangi para pelanggan.

*****

   Seorang pria sibuk membulak-balikan semua berkas yang berada di atas mejanya, Ceo yang mempunyai wajah tampan dan lesung pipi ketika dia sedang tersenyum itu. tidak bisa konsentrasi dengan pekerjaan nya.

  Tubuhnya memang berada di gedung Hyundai Corporation yang terletak di kota seoul, tetapi pikiran nya entah berada di mana. Ceo itu seperti kehilangan separuh jiwanya.

   Sudah empat tahun dia tidak mempunyai semangat hidup, pria yang bernama Choi Siwon itu sangatlah hancur. Wajahnya di penuhi bulu-bulu lebat di sekitar rahang, dan juga matanya selalu sembab seperti orang yang tidak pernah tidur.

  Memang, sekarang ini Siwon mempunyai segalanya. Dia mempunyai perusahaan terbesar di korea, mempunyai banyak aset-aset yang begitu fantastis jika di nominalkan.

  Tetapi, dia tidak mempunyai sesuatu yang hatinya butuhkan. Hatinya membutuhkan seseorang yang dulu selalu membuatnya bahagia, seseorang yang sangat mengerti hatinya. Seseorang yang sangat dia cintai setengah mati.

  Namun karna sifat pengecutnya, seseorang itu pergi meninggalkan nya. meninggalkan hatinya, Siwon mengusap kasar wajahnya. Sudah empat tahun dia sibuk mencari tau dimana keberadaan wanita yang sampai detik ini masih dia klaim menjadi miliknya.

  Tetapi usahanya sia-sia, dia tidak menemukan satu petunjuk pun tentang wanita itu. Penyesalan memang selalu datang terlambat, dan sekarang Siwon merasakan penyesalan itu.

  Setiap hari dia hidup dalam bayang-bayang wanita yang bernama Kim Jira. Siwon tidak bisa melupakan wanita yang di cintainya.

  walaupun dia sudah mempunyai seorang istri yang cantik dan kaya. Wanita yang sesuai dengan kriteria orang tuanya, tetapi hati dia tidak bisa menerima wanita yang bernama Cho Hyesun. Hatinya tidak bisa sedikitpun mencintai Cho Hyesun.

  Siwon melemparkan semua berkas-berkas yang berada di hadapan nya. Dia merindukan Jira, dia ingin Jira berada di samping nya. Menemani hari-harinya. Siwon menyesal tidak memperjuangkan Jira.

  ” Aku merindukanmu.” Gumam Siwon sambil melihat foto Jira di ponselnya.

  ” Apakah kau bahagia dengan nya?” racau Siwon.

   Siwon menarik nafas sedalam mungkin, lalu dia hembuskan perlahan-lahan. Berharap rasa sesak di dadanya hilang sedikit. Tetapi usahanya sia-sia. Dada bidang nya semakin perih seperti di sayat benda tajam.

   Siwon bangkit dari duduknya dan berjalan keluar dari kantornya. Jika sudah begini, Siwon hanya perlu memenjarakan dirinya di dalam apartement yang dulu dia tempati bersama Jira.

  *******

  Donghae yang sedari tadi sibuk dengan restoran nya, kini lelaki itu berjalan keluar dari restoran nya. Siang ini dia akan berangkat ke busan, untuk menemui dua wanita yang sangat dia cintai.

  Perjalanan ke busan memakan waktu empat jam, karna itulah Donghae memutuskan untuk pergi sekarang. Karna dia sudah berjanji dengan gadis kecilnya untuk pulang sore nanti.

  Donghae yang sudah sibuk menyetir dia mengingat pesan gadis kecilnya, kemudian Donghae menepikan mobilnya di depan toko boneka. Lalu Donghae berjalan keluar dari mobilnya memasuki toko itu.

  Sesampainya di dalam toko. Donghae membelikan boneka tady bear yang sangat besar, karna Hana hanya mempunyai boneka yang ukuran nya sedang saja.

  Jadi Donghae memutuskan untuk membeli yang lebih besar, agar bisa di jadikan guling tidur untuk Hana. Donghae membayar boneka besar itu, lalu dia berjalan keluar menuju mobilnya.

  Sesampainya di mobil. Donghae memasukan boneka berukuran jumbo itu kedalam mobilnya. Kemudian dia menyalakan mesin mobilnya dan menginjakkan pedal gasnya.

   Mobil berwarna hitam itu menelusuri jalan kota seoul, Donghae sudah tidak sabar ingin bertemu dengan kedua wanita yang sangat dia cintai.

  ******

   setelah para pelanggan sedikit demi sedikit berkurang, Jira menyiapkan makanan untuk Hana. Karna sekarang sudah waktunya jam makan siang, biarlah kedainya nyonya kim dan tuan kim saja yang mengurus.

    Jira membawa makanan yang dia masak di kedai, Jira berjalan ke dalam rumah nya. Jira meletakkan  makanan itu di meja makan, kemudian Jira mencari Hana di kamarnya.

     ” Hana-ya. Sudah waktunya makan siang.” Ucap Jira.

   Hana yang sedari tadi sibuk bermain dengan bonekanya. Bocah kecil itu menoleh ketika mendengar suara Jira yang memanggil nya.

     ” Aku bereskan bonekaku dulu, Eomma.” Jawab Hana, Jira berjalan mendekat ke arah Hana. Lalu menggenggam tangan mungil Hana dan mengajak nya keluar dari kamar.

      ” Nanti saja, Biar Eomma yang bereskan. Sekarang waktunya makan.” Ucap Jira sambil berjalan, Hana tersenyum sambil  menganggukkan kepalanya mendengar ucapan Jira.

   Sesampainya di meja makan. Jira mengambil semangkuk nasi dan ikan goreng yang dia masak tadi, kemudian Jira menyuapi Hana.

    ” Eomma, juga makan. Jangan menyuapiku terus.” ucap Hana.

    ” Iya sayang, telan dulu makananmu. Baru boleh berbicara, nanti kau tersedak.” Jawab Jira, Hana hanya tersenyum saja mendengarkan perkataan Jira. Mereka berdua pun makan dengan nikmat.

    Setelah selesai makan siang bersama Hana, Jira membereskan semua piring kotor yang berada di meja makan nya. Kemudian dia berjalan untuk mencuci semuanya.

      ” Eomma, aku ingin memakan buah jeruk ini.” Teriak Hana.

      ” Sebentar sayang, nanti akan Eomma kupaskan untukmu.” Jawab Jira.
    Hana yang mendengarkan ucapan Jira dia hanya menganggukkan kepala nya saja, Hana berjalan menuju ruang keluarga dan menyalakan televisi.

    Jira yang sudah selesai mencuci piring, dia mengambil buah jeruk dan mangkuk kecil. dia membawa buah itu ke ruang keluarga. Karna Hana berada di sana.

     ” Eomma, Halmeoni dan Harabeoji tidak makan siang?” Tanya Hana.

     ” Halmoeni dan Harabeoji sudah makan siang, Sayang. mereka makan di kedai tadi.” Jawab Jira lembut, Hana hanya menganggukkan kepalanya saja.

     Hana membaringkan tubuhnya, dan meletakkan kepalanya di atas paha Jira. Jira mengusap dengan lembut kepala Hana dan menciumi kening Hana.

      ” Hana-ya, ini Eomma sudah kupaskan buah jeruknya.” Ucap Jira, Hana menggelengkan kepalanya.

      ” Hana mengantuk, Eomma. Hana ingin tidur saja.” Jawab Hana.

      ” Kau ini, kalau ingin tidur di kamar sayang.” Ucap Jira.

       ” Hana lelah, Eomma. Kalau ada Appa, pasti Appa akan menggendongku.” Jawab Hana sambil merucutkan bibirnya.

       ” Anak Eomma kenapa manja sekali? Baiklah, Eomma akan menggendong Hana sampai ke kamar.” ucap Jira, Hana tersenyum. Lalu merentangkan tangan nya seperti bayi yang ingin di gendong.

     Jira menggelengkan kepalanya melihat tingkah manja Hana, lalu dia menggendong buah hatinya dan berjalan menunu kamar Hana. Jira merebahkan Hana di ranjang nya dan mengusap-ngusap lembut rambut Hana.

     Hana pun tertidur sambil memeluk erat sang Eomma. Jira yang melihat Hana sudah tertidur, dia melepaskan pelukan Hana. Lalu mencium pipi gembul Hana dan berjalan keluar dari kamar Hana.

     *****

    Jira duduk di bangku kayu yang berada di kedainya. Nyonya Kim pun berjalan mendekati Jira, dan duduk di bangku itu.

      ” Kau benar ingin kembali ke seoul?” tanya Nyonya Kim.

     ” Ya Eomma, aku akan mencoba membuka restoran ayam goreng dan soju di sana. Doa’kan aku, Eomma. Semoga usahaku di sana lancar, aku harus menambah usaha lagi untuk tabunganku menyekolahkan Hana nanti.” jawab Jira.

      ” Baiklah, jika itu memang sudah keputusanmu. Eomma hanya bisa mendoakan yang terbaik saja untuk kalian.” ucap Nyonya Kim.

    ” Terimakasih untuk selalu ada di sampingku, Eomma. Aku dan Hana pasti akan mengunjungi kalian nanti.” Jawab Jira sambil memeluk nyonya Kim.

      ” Eomma pasti akan merindukan cucu kesayangan, Eomma. Kau harus sering-sering pulang.” perintah nyonya Kim, Jira hanya menganggukkan kepalanya saja di pelukan nyonya Kim.

      ” Kapan kalian pindah?” Tanya tuan Kim, yang sudah duduk di samping anak dan istrinya.

       ” Seminggu lagi, Appa. Besok aku dan Donghae oppa akan melihat restoran dan rumahnya dulu.” Jawab Jira.

       ” Appa berharap, kau tidak pernah bertemu lagi dengan lelaki itu disana.” Ucap Tuan Kim dengan wajah yang dingin, Jira meringis mendengarkan perkataan yang keluar dari bibir Tuan Kim.

        ” Jira-ya, sebaiknya kau lihat putrimu sana. Apakah dia sudah bangun tidur atau belum.” Perintah Nyonya Kim untuk mengalihkan pembicaraan ini, Jira menganggukkan kepalanya saja. Dan berjalan ke dalam rumahnya.

     ” Kau ini, kenapa berbicara seperti itu!” Ucap Nyonya Kim kesal.

     ” Aku hanya berharap anak dan cucuku tidak akan tersakiti. Semoga saja tuhan tidak menuliskan takdir anak kita untuk bertemu Lelaki brengsek itu!” Jawab Tuan Kim dingin.  

    Nyonya Kim hanya menggelengkan kepalanya saja melihat emosi sang suami, Tuan Kim pun berjalan keluar dari kedainya menuju ke pantai. Dia perlu menenangkan dirinya.

      ******

     Di sebuah apartement yang mewah,  ada seorang pria yang sedang meringkuk seperti janin di dalam kamar apartement itu. Pria itu adalah Choi Siwon, sedari pagi dia hanya berdiam diri seperti orang gila di dalam kamar ini.

   Bahkan Siwon mengabaikan semua panggilan telfon dari ayah mertuanya yang sibuk mencarinya. Karna ada sebuah pertemuan penting dengan klien yang harus Siwon datangi.

   Siwon sangat rindu dengan wanitanya. Dia menyesal karna tidak memperjuangkan wanitanya sedikit pun, dan sekarang dia hanya bisa menyesali kebodohan nya itu.

     Siwon pikir, dia bisa melupakan Jira. Ternyata dugaan dia salah. Semakin dia mencoba melupakan Jira, semakin besar pula kerinduan nya kepada wanita itu. Siwon sungguh merasakan ke hancuran yang sangat dalam.

     ” Maafkan aku.. Maafkan aku…” Gumam Siwon sambil memeluk bantal yang biasa Jira pakai.

   Dan untuk yang kesekian kalinya Siwon seperti itu jika dia merindukan wanita yang bernama Kim Jira. Entah sampai kapan dia akan bersikap seperti orang bodoh.

   *******

    Setelah menempuh perjalanan selama empat jam kurang, kini Lee Donghae sudah sampai di busan. Donghae memarkirkan mobil mewahnya yang berwarna hitam itu di depan kedai milik Jira.

    Donghae keluar dari mobilnya, dan berjalan memasuki kedai untuk menyapa nyonya Kim dan tuan Kim yang sedang sibuk membereskan kedainya. karna hari sudah sore, sudah waktunya mereka menutup kedainya.

    ” Selamat sore Eomeonim, Abeonim.” sapa Donghae.

      Nyonya Kim dan tuan Kim menoleh ke suara yang memanggilnya. Tuan Kim menunda pekerjaan nya yang sedang mencuci piring kotor itu, begitupun nyonya Kim. Mereka berdua berjalan menghampiri Donghae.

      ” Hae-ya. Kau baru sampai, Nak.” Ucap Nyonya Kim, Donghae hanya menganggukan kepalanya saja menjawab pertanyaan nyonya Kim.

    ” Minumlah dulu, kau pasti lelah. Menyetir mobil berjam-jam.” perintah tuan Kim.

      ” Tetimakasih, Abeonim.” Donghae meminum air mineral yang di berikan tuan Kim tadi.

     ” Masuklah, Jira pasti berada di kamar Hana. Dari siang tadi mereka berdua tertidur, bangunkan sana.” Ucap nyonya Kim.

       ” Baiklah, aku masuk kedalam dulu. Eomeonin, Abeonim.” Pamit Donghae.

    Tuan Kim dan nyonya Kim hanya menganggukkan kepalanya saja. Donghae berjalan memasuki rumah Jira, untuk bertemu wanita yang sangat dia cintai itu.

  *****

       Sesampainya di kamar Hana. Donghae tersenyum melihat pemandangan indah, dia bahagia melihat kedua wanita yang sangat dia cintai itu tertidur dengan lelap.

    Donghae membaringkan tubuhnya di samping Hana, lalu dia mengelus dan mencium pipi gembul Hana. Hana yang merasakan sapuan di pipinya, dia terbangun dari tidurnya.

      ” Appa. Kau sudah sampai.” Ucap Hana senang. ” Baru saja, Appa sampai.” Jawab Donghae sambil menciumi pipi gembul Hana.

      ” Aku merindukanmu, Appa.” ucap Hana manja. ” Appa juga merindukanmu, sayang.” Jawab Donghae.

       ” Appa, mana boneka yang aku pesan tadi?” tanya Hana. ” Ada di dalam mobil. Appa lupa membawanya.” Jawab Donghae.

     Jira yang sedari tadi tertidur, dia terbangun karna mendengarkan suara Hana dan Donghae yang sedang berbicara.

     ” Oppa, kapan kau sampai?” Tanya Jira terkejut. ” 30 menit yang lalu, aku sampai.” Jawab Donghae.

   ” Kenapa tidak membangunkanku.” Ucap Jira. ” Aku lihat kau sangat kelelahan, aku tidak tega untuk membangunkanmu.” tutur Donghae.

   Jira hanya merucutkan bibirnya saja, mendengarkan perkataan Donghae tadi. Jira bangkit dari tidur nya, lalu dia berjalan mengambil handuk hana.

    ” Hana-ya, sudah sore. Waktunya mandi.” perintah Jira.

   Hana yang sedari tadi memeluk tubuh Donghae. Gadis kecil itu melepaskan pelukan nya dan menoleh ke arah Jira.

     ” Baiklah Eomma.” Jawab Hana. 

“Appa, aku mandi dulu.” Ucap Hana.

    ” Siap, tuan putri.” Jawab Donghae.

   Hana berlari keluar dari kamarnya menuju toilet, Jira pun mengikuti langkah kaki Hana.

    *****

    Hari sudah malam, matahari pun sudah di gantikan posisinya dengan bulan dan bintang. Di sebuah rumah sederhana yang terletak dekat pesisir pantai, ada sebuah keluarga yang sedang asik berbincang-bincang di ruang makan rumah itu.

     Karena sudah waktunya jam makan malam, semua keluarga tuan Kim  berkumpul di meja makan. banyak makanan yang tersaji di meja makan keluarga itu.

     Ada bulgogi, kimchi, bibimbap, japchae dan sannakji. Nyonya Kim sengaja memasak banyak menu makan malam ini untuk Lee Donghae.

      ” Hae-ya, makanlah yang banyak.” perintah Nyonya Kim.

     Jira yang sedari tadi sibuk menyuapi Hana, dia tersenyum saja melihat Donghae di paksa menghabiskan makanan sebanyak ini oleh ibunya.

     ” Appa pasti berubah jadi gemuk, jika harus menghabiskan makanan ini.” Celoteh Hana.

     ” Memang kenapa, kalau Appa gemuk?” tanya Donghae.

      ” Kalau Appa gemuk, Eomma pasti tidak akan mau di peluk dengan Appa.” Gurau Hana.

    Semua yang ada di ruang makan tersebut, tertawa mendengarkan celotehan Hana. Dan mereka semuapun makan dengan nikmat.

     ******

      Hana dan Donghae sudah berbaring di ranjang yang berada di dalam kamar Hana. Mereka akan tidur bersama malam ini.

      ” Appa, boneka tady bear itu besar sekali.” ucap Hana.

  ” Hana tak suka? Appa sengaja membelikan nya yang besar. Untuk menemani Hana tidur, jika Appa tidak pulang.” jawab Donghae.

    ” Hana suka, Appa. Terimakasih.” Ucap Hana sambil mengecup pipi Donghae.

    ” Sama-sama, sayang.” Jawab Donghae membalas ciuman Hana.

  Dengan jahil nya Donghae menggelitik tubuh Hana. Hingga membuat gadis kecil itu tertawa kencang.

   Jira yang sedari tadi berada di dapur. Kini dia sudah berada di dalam kamar  Hana, dia menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Donghae dan Hana.

      ” Aaaiisshh… Kalian ini, jika sudah bertemu bercanda terus. Tidur, besok kita harus pergi ke seoul pagi-pagi.” Perintah Jira.

      Donghae dan Hana tertawa melihat Jira yang pura-pura marah. Lalu hana menarik tangan Jira dan menyuruhnya merebahkan tubuhnya di samping Hana.
   Jira dan Donghae berbaring sambil memeluk tubuh mungil Hana, mereka bertiga tertidur dan memulai menjelajahi alam mimpinya masing-masing.

    ******

    Matahari sudah menampakkan dirinya, sinar cahayanya menembus jendela kamar seorang gadis mungil yang masih tertidur lelap. Jira mengerjapkan matanya, dia berjalan keluar dari kamar Hana untuk membersihkan tubuhnya.

   Sementara Donghae dan Hana masih tertidur lelap, sambil memeluk satu sama lain. Jira memasuki toilet yang berdinding warna biru laut itu, lalu dia menyalakan air shower. lewat guyuran air shower itulah dia membersihkan tubuhnya selama lima belas menit.

    Hana yang tertidur, gadis kecil itu terbangun. Dan menciumi pipi Donghae, Donghae yang merasakan sapuan pada pipinya,  dia membuka matanya perlahan-lahan.

      ” Selamat pagi, Appa.” Sapa Hana dengan senyuman manisnya.

     ” Pagi, sayang.” Jawab Donghae menciumi pipi gembul Hana.

    Hana terkekeh mendapatkan ciuman dari Donghae, gadis kecil itu berdiri dan berlari keluar dari kamarnya. Meninggalkan Donghae seorang diri di dalam kamarnya.

    *****

     Hana berjalan ke ruang makan untuk menyapa kakek dan nenek nya, yang sedang asik berbincang di meja makan.

   ” Selamat pagi, Halmeoni, Harabeoji.” Sapa Hana riang.

      ” Pagi, cucuku.” jawab tuan Kim yang sedang membaca koran paginya.

   Nyonya Kim tersenyum dan menggendong Hana untuk mengajaknya sarapan. Jira yang sudah selesai membersihkan tubuhnya, dia berjalan menghampiri keluarganya.

      ” Hey, mandi dulu baru sarapan.” Perintah Jira kepada Hana.

       ” Baiklah, Eommaku yang cantik.” Jawab Hana, Jira hanya menggelengkan kepalanya saja mendengarkan perkataan putrinya.

     Hana berlari memasuki toilet. Jira mengikuti langkah kaki Hana, karna dia akan membantu Hana membersihkan tubuhnya.

  Donghae yang sedari tadi tertidur di kamar Hana, kini dia terbangun dan sudah berada di ruang makan.

     ” Hae-ya, jika kau ingin mandi. Pakai saja toilet yang satu lagi, toilet yg ini di pakai Hana.” Ucap Nyonya Kim

    ” Baiklah, Eomeonim. Aku mandi dulu, karna kita bertiga akan pergi ke seoul pagi ini, untuk melihat rumah dan restoran.” Jawab Donghae.

  Nyonya Kim hanya menganggukkan kepalanya saja, Donghae berjalan ke toilet yang berada di dekat kedai Jira untuk membersihkan tubuhnya.

    *****

    Selesai dengan sarapan paginya, mereka bertiga sudah siap untuk pergi ke Seoul. Hana yang memakai dress selutut berwarna pink itu, terlihat sangat cantik. Gadis kecil itu sudah berjalan memasuki mobil mewah Donghae.

    Donghae dan Jira berpamitan untuk pergi ke Seoul kepada ke nyonya Kim dan Tuan Kim. Hari ini mereka akan mengecek rumah baru dan restoran yang akan di tempati Jira.

    Jira dan Donghae memasuki mobil yang berwarna hitam itu, mobil hitam itu berjalan keluar dari pekarangan rumah Jira untuk menyusuri Jalan kota Busan ini.

    Perjalanan busan ke seoul memakan waktu selama empat jam, Hana yang berada di kursi penumpang bagian belakang. Dia sibuk bermain dengan boneka kesayangan nya.

    ” Semoga kau suka dengan rumah yang aku pilih nanti.” Ucap Donghae.

  ” Terimaksih, Oppa. Aku pasti suka.” Jawab Jira.

     ” Eomma, Appa. Apakah kita akan pergi ke mall nanti?” Tanya Hana, Jira berdecak mendengarkan perkataan Hana.

   ” Iya sayang, nanti kita pergi ke mall. Hana boleh memilih apapun yang Hana mau.” Jawab Donghae.

      ” Yeay… Terimakasih Appa.” jawab Hana.

   ” Nanti aku akan pergi beli ice cream, aku akan beli lolypop dan juga aku akan membeli boneka pororo.” Celoteh Hana. 

   Jira hanya menggeleng saja mendengarkan perkataan Hana. Sedangkan Donghae sibuk menahan tawanya.

    Perjalan mereka bertiga, dari busan ke seoul di sibukan dengan mendengarkan celotehan Hana yang sangat polos.  sesekali Donghae meledek Hana dan itu sukses mebuat Jira sakit kepala, karna melihat tingkah laku mereka berdua.

    *****

    Tak terasa waktu sudah menunjukkan jam 12.00 siang, mereka bertiga sampai di lokasi restoran Jira. Jira melihat sekeliling restoran nya, selain lokasi yang strategis, bangunan restoran yang cukup besar ini pun sangat cocok untuk dia membuka restoran ayam goreng.

    ” Kau suka? Aku mendapatkan potongan harga, waktu membeli tempat ini.” cerita Donghae.

      ” Suka sekali, Oppa. Terimakasih” Jawab Jira.

       ” Aaiisshh.. Jangan berterimakasih terus, aku bosan mendengarkan nya.” ucap Donghae.

      ” Hana juga bosan berada disini,  katanya akan pergi ke mall.” Sambung Hana.

   Jira dan Donghae kompak menoleh ke arah Hana. Hana yang sedang duduk di bangku kayu, berlari melihat Jira dan Donghae seperti orang yang ingin  memangsa nya.

    Mereka bertiga pun bermain kejar-kejaran di dalam gedung yang masih kosong itu. Jira menangkap tubuh hana lalu menggelitik tubuh mungil Hana, Donghae yang melihat pemandangan indah itu berjalan mendekati ke dua wanita yang sangat dia cintai itu.

   Donghae menggendong tubuh mungil Hana, lalu tangan nya menggengam erat tangan halus Jira. Mereka bertiga keluar dari gedung restoran itu, untuk menuju mall yang berada di kota Seoul ini.

    *****

     Sesampainya di parkiran mall, Donghae keluar dari dalam mobil. Lalu membukakan pintu untuk Jira, kemudian membuka pintu bagian belakang. Donghae menggendong Hana keluar dari mobilnya.

     Mereka bertiga berjalan memasuki  mall tersebut. Dengan Hana yang berada di dalam gendongan Donghae dan  tangan Donghae yang satunya menggenggam erat tangan Jira.

     ” Oppa, sebaiknya kita makan siang dulu. Sudah lewat dari jam makan siang, Hana pasti lapar.” Ucap Jira.

     ” Baiklah, kita mencari restoran.” Jawab Donghae.

       ” Appa, turunkan aku. Aku ingin berjalan saja.” Ucap Hana, Donghae tersenyum lalu menurunkan Hana dari dalam gendongan nya.

     Jira dan Donghae menuntun Hana agar tidak hilang dari pengawasan mereka berdua. Karna Hana sangat senang berjalan seorang diri jika dia melihat sesuatu yang cukup menarik baginya.

      *****

  Jira yang melihat toko baju khusus anak-anak. Dia berhenti di depan toko baju itu, Donghae menggelengkan kepalanya melihat Jira yang berhenti. Jika sudah begini, Donghae sangat tau apa yang akan Jira lakukan.

     ” Oppa, kita mampir kesini sebentar. Aku ingin membelikan Hana dress itu.” ucap Jira.

     ” Aku tak suka dress itu, Eomma. Aku ingin membeli ice cream.” Tolak Hana.

  ” Nanti sayang, beli ice cream nya. Sekarang kita ke dalam dulu” Ucap Jira.

   Donghae hanya bisa menghela nafas nya saja, melihat perdebatan ibu dan anak ini. Hana dan Donghae pun mengikuti langkah kaki Jira masuk ke dalam toko itu.

    Jira sibuk memilih dress untuk Hana fan sesekali dia menanyakan pendapat Donghae, hingga membuat Donghae pusing memikirkan jawaban nya. Karna Donghae tidak tau sama sekali tentang fashion para wanita.

    Ketika Donghae dan Jira sedang asik dengan kegiatan memilih nya. Hana yang sedari tadi duduk di bangku penunggu yang ada di dalam toko itu, dia  keluar dari toko itu. Karna Hana melihat carnval badut yang sedang berkeliling di mall ini, Hana mengikuti badut itu seorang diri.

    *****

   Ceo yang  mempunyai wajah tampan itu, sedang berada di salah satu Departement store nya. Ceo itu meninjau mall nya setiap bulan, dan Sekaranglah jadwal Ceo itu untuk meninjau Hyundai Department store ini. 

    Ceo yang bernama Choi Siwon itu bekerliling melihat gedung ini, dan mengecek semua pegawai yang bekerja disini.

  Semua pengunjung menatap kagum kepadanya, jas hitam dan kemeja biru yang dia pakai sangat membuat dirinya terlihat lebih gagah dan tampan.

    Siwon berhenti di depan seorang gadis kecil,  yang memakai dress berwarna pink dan memegang boneka itu yang sedang menangis seorang diri.

   Siwon berjalan mendekati gadis kecil itu, lalu duduk di samping gadis kecil itu. Gadis kecil yang berwajah cantik itu menoleh ke arah pria yang sedang mengusap kepalanya.

    ” Hei, kenapa menangis.” tanya Siwon pelan.

    ” Hikss.. Hikss… Hiksss… Eom-ma, Appa-” jawab gadis kecil itu terbata-bata.
    ” Jangan menangis, gadis manis. Ceritakan kepadaku, apa yang terjadi.” ucap Siwon sambil mengusap air mata gadis kecil itu.

   Hana yang sedari tadi menangis, dia berhenti karna Siwon mengusap air matanya dengan lembut.

   Hana tersesat di mall ini, dia tidak bisa menemukan keberadaan Jira dan Donghae. Karna Hana terlalu asik mengikuti carnaval badut yang dia lihat tadi. 

      ” Eomma, Appa. Mereka hilang Ahjussi, Hikss..Hikss..” cerita Hana sambil menangis.

   Siwon ingin tertawa mendengarkan penjelasan gadis kecil yang ada di hadapan nya ini, tetapi dia urungkan niatnya untuk tertawa.

     ” Bagaimana mungkin orang tua nya hilang, yang ada kau yg hilang.” Gumam Siwon pelan sambil memegang perutnya untuk menahan tawa.

      ” Siapa namamu? Ahjussi akan membantumu mencari ke dua orang tuamu.” Jawab Siwon, Hana tesenyum mendengarkan perkataan Siwon tadi. Dia senang karna ada yang mau membantunya.

      ” Namaku Kim Hana. Tolong carikan Eommaku, Ahjussi.” Ucap Hana pelan. 

   ” Baiklah, mari ikut Ahjussi. Aku akan membantumu mencarikan kedua orang tuamu.” Jawab Siwon sambil berdiri dan merentangkan tangan nya agar di gengam oleh Hana.

      Hana ragu ingin menggenggam tangan Siwon, karna dia selalu ingat pesan Jira. Jangan pernah mau menerima ajakan dari orang asing, tetapi karna melihat Siwon tersenyum manis padanya. Hana menggenggam tangan Siwon.

     Siwon yang merasakan genggaman tangan Hana, tiba-tiba hatinya bergejolak. Ada getaran lain pada saat Hana menggenggam tangan nya, tetapi secepat mungkin dia tepis perasaan aneh itu.

   Siwon berjalan bersama dengan Hana  menuju ruang informasi, untuk mengumumkan ke beradaan Hana.  para pengawal Siwon yang berseragam Hitam pun mengikuti langkah kaki Siwon dan Hana.

    *****

  Jira yang kehilangan jejak Hana, dia menangis seperti orang gila. Dia menyesal karna lalai menjaga buah hatinya. Sedangkan Donghae sibuk mencari-cari Hana dan menenangkan Jira yang menangis histaeris.

     Jira menubruk setiap kerumunanan orang-orang  yang sedang melihat pertunjukkan badut itu, berharap dia menemukan Hana di kerumunan orang itu. Tetapi Hana tidak ada di sana.

    Jira menangis sambil memukul kepalanya sendiri, Donghae yang melihat Jira hilang kendali dia memeluk Jira dengan erat dan berusaha menenangkan Jira.

   ” Kita berpencar, kau cari di lantai ini. Aku di lantai atas, jangan berbuat bodoh. Kita harus tenang, agar Hana bisa  di temukan.” Ucap Donghae menenangkan Jira.

    Jira menganggukkan kepalanya menjawab perkataan Donghae, lalu mereka berdua berpencar. Donghae mencari di lantai Tiga, sedangkan Jira mencari di lantai Dua.

  Jira mencari-cari Hana, di setiap sudut mall ini. Dia berharap anak nya hanya tersesat saja di mall ini, tidak di culik seperti bayangan dia.  Ketika sedang mencari-cari Hana, Jira mendengarkan pengumuman yang menyebutkan nama anaknya.

    ” Informasi Orang tua yang Hilang. ada anak gadis kecil berusia tiga tahun,  memakai dress berwarna pink dan memegang boneka yang bernama Kim Hana, sedang mencari orang tuanya. Harap orang tua tersebut datang ke ruang informasi.”

  Jira yang mendengarkan pengumuman itu, dengan tergesa-gesa berjalan menuju ruang informasi yang berada di lantai satu.
 
  Para pelanggan yang ada di mall ini tertawa mendengarkan pengumuman itu, sebab baru kali ini ada yang mengumumkan kehilangan orang tua.

   *****

    Hana duduk di samping Siwon sambil memakan lolypop yang di belikan Siwon tadi, lalu dia berjalan mendekat ke arah Siwon dan duduk di atas pangkuan Siwon.

     ” Ahjussi, Hana takut.” Ucap Hana sambil memeluk tubuh Siwon.

   Siwon terkejut merasakan pelukan  Hana. gadis kecil itu menenggelamkan wajah nya di dada bidang Siwon, ada rasa yang mengganjal setiap kali Siwon bersentuhan dengan Hana.

      ” Jangan takut, Gadis manis. Ada Ahjussi disini, sebentar lagi pasti orang taumu datang menjemput.” Jawab Siwon sambil memeluk erat tubuh mungil Hana, Hana menganggukkan kepalanya menjawab perkataan Siwon.

     ” Ahjussi, kau sangat tampan.” Ucap Hana, Siwon tertawa mendengarkan perkataan Hana.

    ” Kau juga sangat manis, Hana-ya.” jawab Siwon.

     ” Ahjussi, kita sama. Kau mempunyai lesung pipi juga.” tutur Hana sambil memegang pipi Siwon yang di tumbuhi bulu-bulu.

     ” Iya, kau benar. Berarti kita jodoh.” jawab Siwon asal.

  Hana mengkerut kan keningnya. Dia tak mengerti ucapan Siwon. Lalu Hana kembali menenggelamkan dirinya di dada bidang Siwon, memeluk erat tubuh kekar Siwon.

     ******

     Seorang wanita yang terlihat kacau, membuka kasar pintu ruang informasi yang berada di mall ini. Wajahnya sangat berantakan, karna air mata yang mengalir deras di matanya.

   Tanpa sadar wanita itu, berjalan menuju gadis kecil yang sedang memeluk seorang pria itu. Wanita itu tidak memperdulikan sekitarnya, dia hanya terfokus melihat buah hatinya yang sedang meringkuk memeluk seseorang.

    Wanita itu mendekat dan memeluk sang anak, tanpa sadar dia juga memeluk seorang pria yang sedang memangku anaknya.

   Siwon membeku melihat wanita yang ada di hadapan nya. Mata dia berkaca-kaca melihat wanita yang tanpa sadar memeluk tubuhnya, entah perasaan apa yang dia rasakan sekarang. Siwon seperti keledai dungu melihat wanita yang selama ini dia cari ada di hadapan nya.

    Mata Siwon memanas, dan tanpa di sadari lelehan cairan bening yang sedari tadi dia tahan untuk keluar. Kini cairan itu keluar dari sudut matanya, membasahi wajahnya yang di tumbuhi bulu-bulu lebat di sekitar rahang nya.

  ” Jira-ya. Kim Jira.” ucap Siwon parau.
 
  Jira yang sedari tadi sedang menangis memeluk Hana, kini dia terdiam membisu ketika ada suara yang sangat dia kenali memanggil namanya.

   Tubuhnya gemetar mendengarkan suara itu, tangan nya yang sedari tadi mengusap lengan kekar sang pria yang memanggilnya. Kini tangan itu terkulai lemas ketika mendengarkan suara itu.

     Dengan keberanian yang dia punya dia menolehkan kepalanya perlahan-lahan ke atas. Untuk melihat dan memastikan jika dugaan nya salah.

   Tetapi ketika dia menatap dua bola mata yang berwarna coklat itu.Tubuhnya tersungkur, dan detik itu juga Jira menyesali keputusan nya kembali ke seoul.

#TBC

    

38 thoughts on “Long Love Story Part 1

  1. Dulu pernah punya akun tapi aku lupa akun ku, udah lama gk baca ff disini, tambah keren ceritanya dan banyak ff yg judulnya menarik oengen baca lagi. cerita ini bikin penasaran dan pengen ngebaca lagi sampek tau kronologinya.

    Suka

  2. sepertinya konfliknya akan panjaaaang
    bagaimana perasaan donghae ya kalau jira balik lagi ke siwon, mana hana manggilnya udah appa lagiii

    Suka

  3. Hana anak Jira sama Siwon? Tapi kok marganya Kim? Trus Donghae? Suami Jira gitu? Atau teman? Tapi Jira sama keluarganya kelihatan deket banget ama Donghae. Aduh, efek ga tau awal ceritaa

    Suka

  4. Kayakx hana itu anak siwon deh…
    knapa jira ma siwon bs pisah ya…
    dan knapa hana manggil donghae ayah….
    pdahal hana margax kim…
    jd binggung ndiri…
    hana itu, ada hubungan apa jg ama donghae…

    Suka

  5. Duh kok kyak”nya si hana anaknya siwon deh, kalo anak donghae harusnya marganya lee dong. Kalo emang anak siwon, ayo won perjuangin hana sm jira jgn sampe mereka lepas. Berharap endingnya jira sm siwon. Smpe ktmu di nextnya.

    Suka

  6. Knp hrs donghae ama siwon sih perbandingan cowo ny???aq kn jd galauuuuuuu😯 mestinnya hana anaknya siwon yes….. yg jd penasran mah hub donghae ama jira… klo udh sm” menikah ap iy si jira mw clbk ama siwon sih??? Ap hrs saling ceraii😠 kesian pangeran ikan donnk hehhehe

    Suka

  7. Jira sma donghae udh nikah apa belom sebenernya? Terus hana anaknya siapa, anaknya donghae apa siwon.
    Masih banyak teka tekinya, alurnya juga bagus ga terlalu cepet plus jelas.

    Suka

  8. Apa benar hana anaknya siwon dan jira???

    Aku semakin menerka2 yg terjadi deh.. jangan lama2 ya kak.. jdi kepo sama anaknya jira, gimana ceritanya donghae ketemu sm jira, dn apa yg terjadi pada siwon dan jira??

    Fighting kak

    Suka

  9. Jangan2 hana anak siwon, apa yg dibperbuat siwon di masa lalu sampai jira dan keluaganya benci sma siwon, agak rumit conflik nya kalo beneran hana anak siwon karna di sisi lain siwon jg sdh punya istri, berharap siwon blum punya anak sm istri nyaaaa,,,, di tunggu next nya….

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s