Someone You Love Part 5


image

Someone You Love | Part 5

Tittle : Someone You Love

Author : rna_ryeong9/KimNana ©

Cast  : ♥Cho Kyuhyun

            ♥Kim Nana

Genre : Romance, NC17+, Chapter

Notes  : semakin aneh nih ff 😀 😀 sorry ya readers akan adanya typo dan bahasa yg kurang baku ( walau aneh readers tetep beri komentar untuk ff ini agar aku semakin semangat nulisnya.

No BASH, No PLAGIAT okey!

Kini lagu yang dinyanyikan oleh Kyuhyun berganti dengan adanya instrumen yang mengalun indah. Dan itulah kesempatan Kyuhyun untuk mengutarakan sesuatu pada gadis itu.

Sebelum mengutarakannya. Ia meminta sahabatnya untuk mengambil alih lagu tersebut. Lewat kedipan matanya.

Mengerti akan kedipan itu, Jung Yong Hwa mulai melanjutkan nyanyiannya tadi yang diambil oleh Kyuhyun.

Mengiringi Kyuhyun untuk mengungkapkan perasaannya lagi dihadapan gadis yang sangat ia cintai.

Uri seoro saranghaneun sa iga dwel gireul, jabeun duson yeongwonhi nohji anheul kkeoya.

Bara boneun neoye nunbit soge haengbokhan misoman itgil barae~

Tangannya ia ulur menggapai tangan lembut Nana. Mengenggamnya dengan penuh perasaan.

Lalu ia memulai membuka suara yang sejak tadi bungkam karena ia ingin melihat raut wajah gadis di depannya terlebih dulu. Dengan mendekatkan microfon pada mulutnya.

“Aku sudah menunggu waktu yang tepat untuk bisa mengatakannya lagi padamu. Seperti sekarang ini pada tanggal 4 maret. Aku memberanikan diri mengutarakan perasaanku padamu. Di hari yang sangat spesial bagiku. Aku ingin mengatakan. Apa kau mau bersamaku? Membuat kebahagiaan bersama setiap harinya dengan penuh cinta. Hingga orang yang melihat kita iri akan kemesraan yang kita buat. Jujur aku merencanakan ini sudah jauh hari. Dan aku gugup untuk mengatakannya. Gugup karena takut akan di tolak kedua kalinya olehmu. Aku mencintaimu Na-yah. Apa kau ingin menjadi kekasihku untuk selamanya?” ucapnya penuh cinta dengan mengecilkan nada suaranya diakhir perkataannya penuh cinta. Nana mengangguk terharu ke arah Kyuhyun dengan mengukir senyum.

Kyuhyun membelalakkan mata sangking terkejutnya. Ia masih belum percaya dengan meremas kuat tangannya, meminta wanita itu berbicara.

“Ya Kyuhyun, aku bersedia menjadi kekasihmu!!” ujar Nana dengan nada yang lumayan keras. Agar pria di depannya ini mendengar apa yang diucapkan dan tidak memintanya mengulang lagi. Karena suasana disini cukup berisik saat pria itu mengungkapkan perasaannya.

Semua orang, terutama fans wanita yang memang lebih banyak disini berteriak layaknya ada lomba saja.

Siapa yang paling keras menjeritnya maka ia akan juara. Seperti itulah yang terjadi disini. ^^

Dengan cepat Kyuhyun memeluk tubuh Nana erat. Sampai gadis itu bersusah payah untuk bernafas dan meminta di lepaskan. Kyuhyun yang menerima pukulan kecil di punggung belakangnya, melepaskan rengkuhannya dan tersenyum.

Uri seoro saranghaneun sa iga dwel kkeoya, akkyeo jugo, pyeonhi gidaemyeon dwe.

Beberapa saat kemudian ia mengangkat dagunya dengan lembut setelah menatap wajah cantik gadisnya cukup lama. Lalu dia menempelkan bibirnya pada bibir ranum Nana. Mencium bibirnya dengan penuh perasaan.

Tanpa memperdulikan orang-orang yang menjerit histeris saat ia mulai melumat bibirnya dengan lembut. Bahkan ia juga tak mendengar suara merdu sahabatnya yang sudah berhenti bersuara.

Memang tadinya Yong Hwa berniat melirik sebentar ke samping. Untuk memastikan temannya itu tidak ditolak menta-menta oleh wanita yang sedang duduk berhadapan dengan Kyuhyun, yang berlutut di depannya.

Namun, kesalahan fatalnya adalah telah menoleh ke samping dan bisa melihat kejadiaan yang sangat luar biasa dimatanya.

Bagaimana tidak terkejut? Jika melihat temannya sedang mencium atau melumat wanita yang baru menjadi kekasihnya itu di depan umum pula.

‘Astaga dasar evil mesum! Apa bocah itu lupa ada dimana mereka sekarang? Ckck’ batin pria berlesung pipi berdecak akan ulah sahabatnya.

Tetapi itu tak bertahan lama, karena sesaat kemudian bibirnya tersenyum melihat sahabatnya itu bahagia dengan pasangannya. Lalu pria itupun melanjutkan bait terakhirnya sebelum istrumennya benar-benar berhenti. Lebih tepatnya berakhir.

Neoreul boneun naye du nun bitchi, malhago isseo, neol saranghae~

“Gomawo sayang! Aku janji akan selalu ada untukmu, membahagiakanmu dan mencintaimu sepanjang masa hidupku. Saranghae…” Kyuhyun melepaskan ciumannya, lalu mengusap wajah Nana dengan lembut dan berjanji akan selalu membahagiakan gadis itu. Selamanya.

Terlepasnya ciuman Kyuhyun pada Nana. Berakhirlah lagu yang dinyanyikan Yong Hwa. Setelah itu Kyuhyun membantu tubuh Nana untuk berdiri.

“Hey sobat, terima kasih atas batuanmu ini.” seloroh Kyuhyun sambil menepuk bahu sahabatnya dengan sungkan.

“Jangan berterima kasih? Aku tidak butuh hanya ucapan terima kasih darimu atas bantuanku ini. Kau tidak lupakan apa yang kau janjikan padaku! Aku akan menunggu janjimu itu? Awas kalau kau mengikarinya?!!” Ultimatumnya membuat Kyuhyun tertawa. Nana yang bingung sebab kenapa pria di sebelahnya yang baru menjadi kekasihnya itu tertawa akan ultimatum sang idola.

Nana masih memperhatikan mereka berdua. Memicingkan dahinya hingga alisnya bertautan. “Janji apa yang kalian maksud?” bisiknya di telinga Kyuhyun.

“Bukan apa-apa. Ini hanya urusan lelaki. Kau tak perlu tahu okey?”

“Ck! Terserahlah ayo kita turun aku sudah malu sejak tadi. Apalagi saat kau melakukan ‘itu’ padaku. Di mana aku harus menutup mukaku?” paraunya sambil melirik sedikit ke arah belakang yang dipenuhi ribuan manusia.

Kyuhyun menyeringai, “Melakukan apa sayang? Hey kenapa kau menutup wajahmu!” godanya saat Nana menutup wajahnya dengan kedua tangan. Gadis itu mendengus menahan kesal, lalu mengadahkan wajahnya ke atas hingga ia bertemu mata intimidasi dari Kyuhyun. Tak lupa pula senyum mengodanya, yang terpantri pada wajahnya.

Jangan lupakan tangan gadis itu yang sudah memukul dada Kyuhyun. “Apa kita akan bertengkar disini. Dihari pertama kita menjadi pasangan kekasih? Jika tak ingin aku menarik semua perkataanku tadi. Lebih baik kita pergi dari sini!” ancamnya sebelum ia meninggalkan Kyuhyun yang tercengang pada perkataan gadis yang sudah turun dari atas panggung.

Secara cepat. Ia mengejar Nana yang masih di tengah tangga tersebut. Menarik lengannya lembut dan mendekapnya sangat erat, seakan tak mau kehilangan gadis itu karena kebodohannya barusan.

“Mian, kenapa kau jadi sensitif sekali. Kajja… kajja… kita kembali ke tempat semula. Karena acaranya belum selesai.” kekehnya ketika mendapati wajah murung gadis di dekapannya.

Selama acara berlangsung Kyuhyun tak henti-hentinya, mendekap tubuh Nana dengan perasaan yang gembira.

Meski tubuh Nana terkadang bergerak tak beraturan. Ketika sang idola mulai menyanyikan lagu selanjutnya dan berteriak sangat keras saat sang idola menebar ciuman jauhnya pada para fansnya. Namun, pria itu tak terganggu sama sekali akan hal itu.

Malah ia semakin gencar menarik tubuh Nana semakin dekat padanya saat wanita itu mulai menjauhinya.

Kini mereka sudah berada di backstage tempat dimana peristirahatan para personil CNBLUE.

Mereka melangkah beriiringan dengan tangan bertautan. Seakan tak ingin kehilangan masing-masing.

Di depan mata mereka terlihat pintu besar yang kokoh terpajang disana dengan tulisan hangul. Lalu mereka memasuki ruangan itu.

Tiba-tiba dua pasang yang berbeda genre itupun terkejut, atas kejutan orang-orang yang ada diruangan ini. Memberi selamat hubungan mereka yang baru saja terikat.

“Selamat~ untuk kalian…, semoga kaitan hubungan kalian tetap terikat terus sampai kejenjang pernikahan ya…!” seseorang menghampiri mereka yang masih memakai baju panggungnya tadi.

“Gomawo oppa…, hahaha…, lihat saja nanti oppa…??” kekeh Nana saat member yang paling naif dan jahil itu membahas soal pernikahan.

Kyuhyun yang melihat gadisnya menjawab enteng itu hanya mendengus kesal.

Dengusan pria itu terdengar di telinga Nana. Maka itu ia berpura-pura bingung air muka Kyuhyun yang terlihat kesal.

“Ada apa denganmu?” Kyuhyun mengeleng cepat saat ditatap bingung oleh Nana. Sedangkan, Nana tak bisa menahan senyum gelinya.

Sepulang dari konser mereka berdua kini menghabiskan malam indahnya di dalam mobil dengan melihat keindahan Han River.

Awalnya mereka ingin keluar dan menghirup udara Sungai Han yang sejuk dan melihat secara dekat kembang api yang menyala itu. Namun, mereka urungkan saat salah satu dari mereka terlelap tidur sejak perjalanan tadi.

Kyuhyun tersenyum melihat wajah polos gadisnya yang tengah tidur. Dengan perlahan dirinya melepas seatbelt yang terpasang di tubuhnya. Lalu merendahkan kursi penumpang agar gadisnya lebih nyaman dengan posisi tidurnya.

Pria itu juga beranjak dari kursi kemudi dan melepas seatbelt- nya. Lalu ia keluar dari sana sekedar membeli minuman untuk mereka, menuju Mini Market yang tidak jauh dari sana.

Setelah sudah disana. Kyuhyun mengambil beberapa kaleng soda dan minuman Coffe. Lalu ia juga membeli makanan ringan untuk mereka. Selesai membayar dengan cepat Kyuhyun menuju mobilnya yang berisi makhluk paling cantik tengah tidur disana.

Perlahan ia menutup pintu kemudinya agar putri tidur itu tidak terbangun. Lagi-lagi Kyuhyun tak bisa menahan senyumnya ketika dihadapkan oleh wajah Nana.

Merasa bosan Kyuhyun pun membuka ponselnya dan bermain game disana. Posisi tubuhnya yang menyamping menghadap tepat ke arah wajah gadis itu.

Gadis yang tengah tidur itu. Mengeliatkan tubuhnya pelan dan membuka matanya secara perlahan. Setelah matanya membulat sempurna, gadis itu sudah disuguhkan panorama malam yang indah di Sungai Han.

Walau gadis itu tak bisa melihat dengan jeli karena kaca jendela mobil menghalangi penglihatannya akan keindahan Sungai Han. Dengan mengerutkan hidungnya ia menoleh menyamping  dan matanya bertatapan langsung pada mata lelah Kyuhyun yang masih memenggang ponselnya.

Awalnya Kyuhyun merasakan pergerakkan dari gadis itu yang mengeliat tak nyaman, ia pun menatap lekat ke arah gadisnya. Hingga Nana membuka matanya dan melihat ke arah luar kaca jendela mobil. Kyuhyun masih menatap ke arah Nana, lalu gadis itu menyadari keberadaannya dan tersenyum padanya.

“Mian, pasti kau bosan menungguku tidur?” sesalnya.

Pria itu menggelengkan kepalanya dan tersenyum. “Aku suka melihat wajahmu yang tidur. Terlihat polos dan lucu.” lalu tangannya mencubit pipi tembam Nana dengan gemas.

Nana cemberut saat Kyuhyun mencubit pipinya hingga sakit. “Yaak, sakit Kyu… lepaskan tanganmu”

Nana yang tak terima akan cubitannya, membalas tindakan Kyuhyun. Tetapi tangannya belum menyentuh wajah pria itu, tangannya sudah di cekal oleh Kyuhyun dan menjauhkan tangan itu agar tak mencubit pipinya.

Nana yang tak ingin menyerah begitu saja, ia memakai tangan satunya untuk menjangkau pipi Kyuhyun. Lagi-lagi tangannya dicekal oleh Kyuhyun dengan tangan satunya yang tadi mencubit pipi Nana.

“Kau curang. Kau seenaknya mencubitku dan kau tak ingin  kucubit!! Lepaskan Kyu!” protesnya berusaha melepas diri dari cengkraman kedua tangan Kyuhyun.

Kyuhyun tertawa lepas dan masih menahan tangan Nana. “Shireooo… jika kau mau menciumku aku akan melepaskanmu?” tawarnya dengan nada mengoda.

Mendengus. Itu yang dilakukan Nana sekarang dengan mata tajamnya hingga mampu menusuk pada retina mata terdalamnya. Namun pria itu tak peduli akan tatapan tajamnya. Malah ia tersenyum lebar. Apapun itu tatapan Nana, baginya hanya ada tatapan penuh cinta untuknya.

“Araseo, tapi tutup matamu dulu baru aku menciummu”

“Untuk apa menutup mata segala? Jika aku menginginkan ciuman darimu” dahi Kyuhyun mengkerut bingung dan ada rasa curiga.

“Tutup saja matamu. Aku bukan minta kau terjun ke jurang. Cepat lakukan!” tanpa banyak bicara ataupun protes. Kyuhyun dengan segera menutup matanya rapat. Setelah memastikan tak ada cela untuk Kyuhyun melihat.

Kedua jarinya ia rapatkan dan ia arahkan pada bibirnya  lalu meludah sedikit disana. Kedua jarinya yang basah itu, ia tempelkan pada bibir Kyuhyun. Hingga Kyuhyun mendapat ciuman tak langsungnya itu.

Gadis itu menahan tawanya ketika Kyuhyun mengernyit bingung. Sudah jelas pria itu merasakan ada yang janggal.

“Dasar gadis nakal! Kau mau bermain-main denganku rupanya…” gumamnya dengan seringgai dan langsung menarik tubuh Nana dalam jangkauannya yang masih menutup matanya itu. Hingga Nana bisa merasakan material lembut mengenai bibirnya. Lagi. Gadis itu serentak membulatkan matanya akan ciuman tiba-tiba Kyuhyun.

Pria itu merengkuh tubuhnya agar dirinya lebih dekat lagi. Mencium bibir Nana penuh kelembutan dan penuh cinta.

Tak ada halangan untuk mereka melumat bibir masing-masing meski jarak mereka terhalang oleh stir kemudi. Mereka seakan tak peduli dan terbuai oleh sensansi romantis yang mereka ciptakan.

Perlahan bibir Kyuhyun turun ke lehernya. Mengecupnya pelan, sebelum bibirnya berpindah ke dagu gadis yang tengah memejamkan matanya dengan tangannya yang sudah melingkar dibalik leher Kyuhyun.

Beberapa saat kemudian Kyuhyun melepas tautannya. Lalu menatap wajah terengah Nana yang bersemu merah dan mengambil oksigenya yang ia renggut.

“Cantik…” seloroh Kyuhyun tanpa henti memandang wajahnya penuh kagum.

Lega rasanya ia bisa memiliki Nana dalam dekapannya. Ada binar kebahagian pada wajahnya. Hingga siapapun yang melihatnya disangka orang gila karena terus menerus tersenyum tanpa lelah.

Jangan ditanya lagi ekspresi macam apa yang dikeluarkan oleh Nana. Saat Kyuhyun menatap memuja wajahnya. Membuatnya malu sama tatapan Kyuhyun. Menunduk. Itulah cara untuk menghindari sorot mata Kyuhyun yang seakan mengulitinya. Walau bukan itu maksud Kyuhyun.

“Apa kau lapar?” Kyuhyun bertanya pada Nana dan mengambil kantong belanjanya yang ia taruh dibelakang kursi penumpang.

Menatap wajah Nana sambil membuka kantong belanjaannya dan membongkar isinya. “Tadi aku membeli minuman kaleng dan makanan ringan untuk menemani kita melihat Sungai Han. Apa kau mau sosis ini atau kripik kentang.” lanjutnya menyodorkan sosis dan kripik kentang dihadapan Nana, yang berada dalam genggaman kedua tangannya.

Gadis itu, mengetuk telunjuk tangan kanannya pada dagunya dengan memicingkan sebelah matanya. Seolah dirinya berpikir untuk memecahkan rumus matematika yang tersulit, yang tidak mudah mendapat jawaban yang benar dengan cepat. Kyuhyun yang melihat Nana berpikir keras, hanya untuk memilih makanan yang mau ia makan. Mengeleng-gelengkan kepalanya.

“Kurasa sosis yang kau pegang itu lebih menarik perhatianku. Aku mau makan itu saja” tangannya ia todongkan pada Kyuhyun. Meminta pria itu memberinya sosis tersebut.

Dengan senyum gelinya, pria itu memberi sosis pada kekasihnya. “Setelah kau makan aku antar kau pulang?” ucapnya tersenyum saat Nana mengambil sosisnya dengan antusias. Mengelus pipi tembamnya dengan sayang.

“Pulang?” wajah polosnya terlihat ketika bertanya pada ajakan Kyuhyun. Tentunya Kyuhyun mengangguk, tak mengerti maksud ucapan gadisnya.

“Iya apalagi? Ini sudah waktunya aku mengantarmu pulang. Atau… kau ingin pergi ke suatu tempat lagi sebelum kita pulang?” Nana sibuk memakan sosisnya dengan lahap, sampai ukuran sosis itu tinggal setengah.

Gadis itu menatap Kyuhyun sambil mengunyah sosis yang berada dalam mulutnya itu. Hingga kedua pipinya mengembung lucu. Lalu dia menggelengkan kepalanya.

“Aniahh… hanya saja…. aku malas pulang ke rumah….” lalu Nana memakan semua sosisnya yang tinggal setengah ke mulutnya.

Kyuhyun yang melihatnya pun langsung mendekatkan wajahnya ke arah sosis tersebut. Serentak tubuh Nana membeku seketika saat nafas hangat Kyuhyun menyerpai wajahnya. Membuat bibir mungilnya tak mampu untuk melanjutkan memasukkan sosis sepenuhnya ke dalam mulutnya.

Bibir pria itu terus mengigit perlahan sosis yang berada pada mulut gadisnya hingga jarak mereka semakin menipis. Tinggal tunggu waktu saja bibir Kyuhyun menjangkau bibirnya.

Sepekian detik pun akhirnya bibir Kyuhyun sudah menyatu bersama bibir Nana, yang masih mengunyah sosis tersebut.

Gadis itu mencoba menghentikan Kyuhyun. Mendorong tubuhnya menjauh dari jarak tubuhnya. Tetapi kekuatannya tak sebanding dengan tenaga yang seukuran Cho Kyuhyun yang memang lebih kuat.

Gadis itu risih dengan ciuman tiba-tibanya. Bukannya ia tak suka. Melainkan dia masih memakan sosis tersebut. Jadi, ia menolak ciumannya itu.

Tanpa peduli rengekan Nana yang meminta menjauhkan tubuhnya. Melumat bibirnya perlahan, diiringi mengunyah sosisnya. Setelah sosis yang ia kunyah tadi telah masuk ke dalam kerongkonganya dan meluncur turun pada perutnya.

Merengkuh tubuh gadis dalam dekapannya. Tangannya ia usap pada punggung gadisnya seraya bibirnya terus bergerak lembut diatas bibir mungilnya nan lembut.

Sepontan tangan Nana membelai lengan pria itu dengan lembut. Sedangkan tangan satunya ia taruh pada leher belakang Kyuhyun. Mengeratkan rengkuhannya pada leher Kyuhyun saat prianya membelitkan lidah mereka, ketika gadis itu membuka mulutnya mendapati Kyuhyun mengigit bibirnya sampai ia mendesah tertahan. Maka kesempatan itu Kyuhyun menyatukan lidah mereka dan menari bersama disana.

Tangan Kanan Kyuhyun. Mengelus rambut Nana dengan sayang. Mengecup bibir manisnya yang memiliki rasa Strawberry saat ia menyecapnya. Lalu Kyuhyun melepaskan tautannya yang ia akhiri mengecup lama dahi gadisnya.

Sudut bibirnya tak hentinya mengulum senyum, yang mampu memompa detak jatung gadis yang ditatap oleh Kyuhyun dengan keras. Semburat merah tengah  melingkupi wajah sang kekasih, gadis cantik yang selalu memasuki alam mimpi indahnya ketika ia menutupkan matanya hingga terlelap.

“Kyu…Kyuhyun…jangan menatapku seperti itu. Aku malu…??” gugupnya saat matanya tak sengaja menatap Kyuhyun yang terus menatap dirinya. Pipinya yang sudah memerah semakin memerah, saat pria itu mengodanya.

“Untuk apa malu cintaku…, aku tidak akan mengalihkan tatapanku padamu. Jadi sekarang tatap mataku. Kau harus terbiasa sama tatapan memujaku ini…” dengan gemas ia menarik pelan hidung mancungnya.

Lagi-lagi Nana menunduk malu. Ketika Kyuhyun menyebutkan ‘cintaku’ padanya. Sebelum Nana menunduk Kyuhyun mengangkat dagunya hingga mereka saling memandang. Hening. Mata jernih mereka saling menembus kelubang terdalamnya.

Pikiran dan jiwa mereka seakan berkelana dari tubuh masing-masing.

Entah? Apa yang mereka pikirkan hingga mereka tak mampu membuka mulut masing-masing. Yang bisa dipastikan disini adalah mereka tak ingin menghancurkan moment romantis yang mereka buat. Dengan pertengkaran kecil yang selalu mereka debatkan dan pertengkaran hal sepele sekalipun yang tak perlu mereka debatkan.

Maka itu mereka memilih diam untuk menyampaikan perasaan masing-masing lewat retina mata.

“Emm…kalau kau tidak mau kuantar pulang?? Lalu mau kemana?” ucap Kyuhyun mengernyit bingung. Bertanya akan jawaban Nana yang menyuarakan protes ketidakinginannya pulang ke rumah. Sebelum acara memakan ‘sosis’ dimulai.

“Molla? Ke rumahmu mungkin?” ucapnya asal, tanpa menatap wajah seringai pria itu yang mulai muncul kepermukaan lagi.

“Heemm… sepertinya seseorang ingin menginap di rumahku rupanya.” bisiknya seduktif pada salah satu telinga Nana. Mengodanya. Membuat sang empuhnya tercekat oleh nafas hangat  Kyuhyun yang mulai menjalar keseluruh tubuhnya.

Padahal nafas prianya hanya mengenai wajahnya saja. Tetapi membuat semua angota tubuhnya merinding oleh bisikan seduktifnya.

“Jika itu maumu…aku turuti…lalu kita bisa tidur bersama nantinya.” lanjutnya, posisi pria itu tetap sama seperti tadi. Mendengar kelanjutan pria itu dengan air muka garangnya ia menatap Kyuhyun tak percaya.

“Ck… bisa tidak kau jangan kepedean dulu?? Belum tentu aku bilang mau ke rumahmu untuk menginap dan tidur bersama mu.” dengusnya tak suka dengan penuturan prianya dan Kyuhyun tertawa saat Nana mendelik tajam ke arahnya.

Hening beberapa detik…

“Buatkan aku makanan hasil masakanmu sendiri!!” pintanya dengan wajah innocentnya. Suaranya mengema di dalam mobil tersebut. Saat suasana dalam mobil hening.

Jangan tanyakan ekspresi macam apa yang ia tujukan akan permintaan gadisnya. Mata dan mulutnya mengangah lebar seiring permintaan gadis itu.

Terkejut. Pastinya? Jangankan memasak makanan. Memegang kompor pun tak pernah, meski hanya untuk membuat air hangat atau membuat ramen sekalipun. Ia pasti akan menyuruh Kang ajhumma, pembantu rumah tangga yang di pekerjakan oleh kedua orang tuanya, untuk membuat itu semua.

Jadi dirinya tak pernah menyentuh yang namanya kompor atau alat memasak lainnya.

Dan sekarang? Gadisnya meminta hal yang tidak mungkin ia lakukan. Lebih tepatnya tidak bisa mengabulkan keinginan kekasihnya ini.

“Ak…aku…tidak bisa..mem…” belum sempat dirinya memprotes permintaan kekasihnya. Gadis itu mendelik tajam sebelum…

“Aku tidak ingin mendengar protesmu lagi!! Kau HARUS BUATKAN MAKANAN UNTUKKU!” perintah telaknya pada Kyuhyun. Menekan kalimat akhirnya. Membuat si pria hanya diam lalu tak lama mengangguk pasrah.

***

Berhenti disini dulu ya… sampai ketemu di part selanjutnya~ (

38 thoughts on “Someone You Love Part 5

  1. Duhhhh baru jadian juga
    Udh mau minta masakin

    Yg sabar ya kyu
    Haha

    Namany jg baru jadian
    Pasti yg cwok yg tertekan
    Tertekan tp bahagia kan

    Suka

  2. Aduuhhha
    Dekdekan bacanyaaa

    Soalnya dari kemarin moment suit mulu Kyu sama Nana :3
    Tar tau² udah gini engingenngggg

    Bakalan ada konflik yang gak k duga dehh :3

    Suka

  3. So sweet bngt aq pikir kyuhyun akn dtolak tpi trnyata dterima, psangan yg lgi kasmaran bngt hehehe…
    Dtunggu next part nya ya

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s