Someone You Love Part 6


image

Someone You Love | Part 6

Tittle : Someone You Love

Author : rna_ryeong9/KimNana ©

Cast  : ♥Cho Kyuhyun

            ♥Kim Nana

Genre : Romance, NC17+, Chapter

Notes  : semakin aneh nih ff 😀 😀 sorry ya readers akan adanya typo dan bahasa yg kurang baku ( walau aneh readers tetep beri komentar untuk ff ini agar aku semakin semangat nulisnya. Sedikit info kalo ff ini konfliknya ringan, seringan bulu ayam yang terbang ^^hehehe jadi, para readers yg mengharapkan konflik berat kusarani berhenti baca sblum kalian kecewa. Mungkin lain waktu aku bikin cerita lain dengan konflik yg lebih berat dari ini.

No BASH, No PLAGIAT okey!

Semoga kalian ga mual ya, baca dipart ini… 😀

Kediaman Cho Family’ massion

Sekarang mereka berdua, pasangan yang hari ini baru terikat pada suatu hubungan serius. Tengah berada dalam ruangan yang bisa disebut, tempat dimana semua orang menikmati makannya itu. Ruang Makan.

Setelah memberantakkan dapurnya ketika pria itu memulai memasak untuk kekasihnya, yang ingin makan hasil masakannya. Dan kini mereka sudah berada dalam ruangan yang sama.

Duduk saling berhadapan dengan jarak yang cukup jauh karena dihalangi oleh meja terbuat dari kayu mahoni yang kokoh berukuran panjang, tengah berdiri nyaman disana.

Pria itu yang tak lain adalah Cho Kyuhyun sedang menunggu pendapat kekasihnya akan hasil yang ia masak tadi.

“Bagaimana rasanya sayang?? Apa tidak enak…??”  gumamnya ragu saat dirinya melihat gadisnya mengkerutkan dahinya. Pria itu harap-harap cemas mendengar jawaban seperti apa akan hasil masakan pertamanya ia buat.

“Emmm…, tidak seperti bayanganku…, masakanmu enak sekali Kyu…, walau pasta yang kau buat kurang pedas dilidahku. Tetapi keseluruhan semuanya sempurna tidak mengecewakan!! Priaku ternyata bisa melakukan apa saja! Gomawo sayang!!” puji Nana sambil menyeruput lahap pasta buatan Kyuhyun. Sampai bibirnya berlepotan oleh saus dari pasta tersebut.

Dengan sigap pria itu mengusap bibirnya menghilangkan noda merah disana dengan ibu jarinya. Lalu,  noda pada ibu jarinya ia hapus dengan mulutnya. Tanpa ada rasa jijik disana.

“Pelan-pelan kalau makan sayang…makananmu tak akan lari dari hadapanmu?” tuturnya memperingati gadisnya dan dijawab dehaman olehnya.

“Ngomong-ngomong dimana yang lain? Kenapa disini sepi sekali??” tanyanya mengedar pandangan keseluruh penjuru ruangan rumah mewah milik keluarga Cho. Namun, tak ada seorang pun di rumah ini selain mereka berdua.

“Molla? Kurasa mereka pergi keluar dan aku tidak tahu mereka kemana?” ujarnya santai dan kembali menatap wajah kekasihnya yang masih fokus pada acara makannya.

“Jangan melihatku terus. Habiskan makananmu itu!” sinis Nana dalam melahap pastanya, tanpa menatap Kyuhyun yang mendengus malas tepat ke arah sosok gadis yang sangat ia cintai.

Selesai mereka menghabiskan pastanya hingga tak terisa dalam piring masing-masing. Nana beranjak dari duduknya seraya mengambil piring kotor mereka. Lalu menuju tempat wastafell yang berada di dapur.

Nana memakai sarung tangan karet yang berwarna merah muda. Menghidupkan air krannya sebelum ia mencuci piring dan semua peralatan masak yang kotor. Akibat ulah tangan Kyuhyun.

Tiba-tiba lengan seseorang melingkar dari belakang. Saat ia baru memulai mencuci piring kotor. Tahu-tahu sosok besar dengan perut berisinya. Melingkarkan kedua lengannya pada pinggul Nana. Yang tengah memegang piring kotor pada tangan kirinya.

“Hey, tuan Cho? Apa kau tidak lihat aku sedang apa? Lepaskan lenganmu dariku?” usirnya dengan mengerakkan badannya agar pria itu mau melepaskan lengannya pada pinggul Nana.

Kyuhyun yang notabennya keras kepala, tak ingin menuruti Nana. Ia semakin mengeratkan lengannya pada pinggul Nana dan menaruh kepalanya pada bahu gadis itu. Mengendus cerukan leher Nana. Menghirup feromon gadisnya yang sangat ia gilai. Aroma bayi.

“Biarkan seperti ini dan lanjutkan apa yang kau kerjakan. Jangan pedulikan aku?” pria itu mengeduskan hidungnya pada leher Nana. Dan menyuruh Nana melanjutkan mencucinya. Dengan mendengus Nana melanjutkan mencuci piringnya. Tak memperdulikan Kyuhyun yang berada dibahunya.

Seperkian detik, Kyuhyun menganggunya dengan melumat lehernya yang terbuka. Hingga Nana mendesah tertahan saat Kyuhyun dengan kurang ajarnya meremas bokong berisinya dibalik dress yang ia pakai. Lalu Nana membalikkan tubuhnya, setelah ia selesai mencuci semuanya.

Nana mengambil salah satu tangan Kyuhyun yang tadi meremas pantat berisinya. “Tangan ini nakal sekali!! Aku harus mengajarkan sopan santun untuknya!!” selorohnya sambil menepuk tangan ‘nakal’ Kyuhyun. Menatap wajah Kyuhyun yang juga menatapnya dengan wajah tak bersalahnya.

“Caranya bagaimana??” tanya Kyuhyun geli. Pria itu menunggu jawaban gadisnya itu, dengan nada yang mengoda.

“Mungkin?? Dengan cara mengigitnya sampai tanganmu berdarah?!” sadisnya, bersiap mengigit tangan tersebut. Namun, dengan cepat pria itu menarik tangannya pada genggaman Nana.

Menatap horor wajah Nana, saat gadis itu tersenyum menakutkan. Membuat diri Kyuhyun mencoba memundurkan tubuhnya dari incaran Nana.

“Apa kau kanibal?! Bagaimana bisa kau melakukan itu padaku? Jika aku mati akan ulahmu bagaimana??” ucap Kyuhyun berlebihan. Dan semakin memundurkan tubuhnya saat gadis itu mulai mendekatinya.

“Apa gigitanku berbisa. Sampai kau mati karena terkena gigitanku.”

“Bisa saja…, gigimu memang mengandung racun…” tuduhnya dengan menyeringai.

“Kalau kau bilang begitu. Aku semakin ingin mengigitmu. Mendekatlah. Aku akan memberimu gigitan secara eksklusif.” Nana berjalan maju selangkah ke arah Kyuhyun. Tapi, pria itu mundur, saat Nana semakin mendekatkan diri pada tubuhnya.

Pria itu takut akan keseriusan Nana yang ingin mengigit giginya hingga berdarah.

“Wae? Kau takut? Tenanglah gigitanku tak akan berasa? Mungkin kau akan langsung mati disaat itu juga!” seringainya menakuti pria itu yang sudah terpojok oleh lemari dapur.

Tubuh gadis itu semakin mendekat pada tubuh berisinya. Menatap Kyuhyun dengan senyum mengerihkan. Membuat diri Kyuhyun menciut seketika.

“Yaak! Berhenti disana. Kubilang berhenti…!!” teriak Kyuhyun takut dan mencoba memundurkan tubuhnya untuk menjauhi tubuh sang ‘gadis kanibal’.

Nana tak peduli akan teriakan dari Kyuhyun. Ia tetap mendekatkan tubuhnya pada tubuh berisi Kyuhyun. Setelah jarak diantara mereka terkikis, kini gadis itu meraih tangan Kyuhyun dan mengenggamnya.

Tiba-tiba ia menarik tangan Kyuhyun dengan kuat, hingga tubuh Kyuhyun tertarik ke depan pada tubuh gadis itu. Bibir Kyuhyun langsung bertabrakan dengan bibir gadis itu. Saat Nana dengan sengaja menyatukan bibir mereka.

Kyuhyun membulatkan matanya dengan aksi Nana yang terbilang agresif. Ia belum percaya akan ciuman tiba-tiba Nana.

Apalagi gadis itu melumat dan mengigit bibirnya. Sebelum ia menjauhkan bibirnya dari sana.

Pria itu masih mempertahankan wajah terkejutnya. Tetapi wajah terkejutnya tak bertahan lama, karena detik berikutnya ia langsung melahap bibir ranum gadisnya penuh gairah.

Bahkan kini tubuh mereka tak ada jarak sedikitpun untuk menghentikan ciuman mereka.

Mendorong tubuh Nana ke belakang. Menuju ke arah meja makan. Setelah sampai Kyuhyun dengan enteng membawa tubuh Nana dalam gendongannya.

Tanpa ada niatan untuk menghentikan ciuman mengebuh mereka. Kedua kaki indah Nana, ia lingkarkan pada pinggang Kyuhyun dengan erat.

Pria itu pun menaruh tubuh Nana pada meja makan yang kosong, yang tingginya hanya sebatas pinggulnya. Mengingat tinggi gadisnya terlalu jauh dari tingginya. Setinggi lengan bagian siku atasnya saja.

Pria itu terus meluaskan ciumannya ke arah lain. Menuju leher jenjangnya yang mengoda iman. Menurut Kyuhyun.

Melumatnya seduktif, hingga suara decapannya terdengar keseluruh ruangan. Yang hening tanpa ada seorang pun yang mengintrupsi kegiatan panas mereka.

Tangan gadis itu tidak tinggal diam. Tangan tersebut ia larikan pada rambut belakangnya. Mengelus tiap helaian surai lembut prianya. Seakan menyuruh Kyuhyun memperdalam lumatannya pada leher jenjang Nana.

Wajah Kyuhyun ia miringkan, untuk lebih luasa menjangkau bibir gadisnya. Setiap inci ukiran bibirnya ia lumat dengan lembut. Memberikan getaran aneh yang merasuki jiwa mereka. Perasaan cinta yang sangat mengebuh dan mendambah.

Seperkian menit mereka saling melumat, akhirnya Kyuhyun menghentikan peraduannya bersama cintanya.

Gadis itu tersenyum manis, menerima sapuan halus Kyuhyun pada wajahnya dengan mata memuja. Mengecup bibir tebalnya berulang kali, hingga Kyuhyun terkekeh akan prilaku gadisnya. Yang terlihat gemas dengan bibirnya.

“Ada yang ingin kukatakan denganmu?” selorohnya tiba-tiba membuat Kyuhyun menaikan dahinya bingung. Lalu, tak lama ia mengiyakan ucapan gadisnya yang baru saja menjadi kekasihnya, setelah menunggu waktu yang tepat untuk menjadikannya sebagai rekan hidupnya yang akan memulai hari-hari bahagia bersama, dengan mengangguk disertai bibirnya yang menyatu hingga menjadi sebuah senyuman yang manis nan indah. Bagi orang yang melihatnya. Akan terpesona pada ketampanan seorang Cho Kyuhyun.

“Bisakah hubungan kita…, jangan sampai didengar oleh keluargaku maupun keluargamu dulu?? Aku belum siap menerima pendapat mereka tentang hubungan kita ini.” Kedua tangannya mengusap tengkuk Kyuhyun yang sedikit berkeringat. Menghapus embun diwajahnya yang mulus, hanya ada beberapa lubang kecil dibagian pipi kirinya bekas jerawat yang pernah tumbuh disana, menghapusnya dengan halus penuh kasih sayang.

Sesekali, wajahnya menatap wajah tampan prianya untuk memastikan raut macam apa yang ia tunjukkan akan pendapatnya tentang hubungannya pada keluarga besar mereka.

Terlihat, raut wajahnya tak suka akan keinginan gadisnya, yang ingin menyembunyikan hubungan mereka pada pihak keluarga masing-masing.

“Wae? Apa kau ragu denganku? Jika iya, aku minta maaf…” sedihnya, wajahnya langsung ia tundukan. Entah kenapa… mendengar itu, hatinya terasa sakit sekali. Ia bahkan tak mampu memandang mata jernihnya itu, saat ia mengatakan ‘maaf’ padanya.

Cepat-cepat gadis itu mengeleng tak setuju. “Lihat aku? Bukan maksudku meragukanmu…, hanya saja aku malu dengan mereka. Tiba-tiba saja kita menjalin hubungan seperti ini. Aku memintamu jangan bilang pada mereka untuk beberapa waktu saja. Setelah aku siap dengan mereka, kita umumkan hubungan kita pada mereka. Jika mereka mengetahuinya terlebih dulu sebelum kita memberitahu. Ya, tidak apa-apa. Apa kau mengerti maksudku? Kenapa kau sedih dan minta maaf padaku. Aku sayang denganmu dan cintaku hanya untukmu saja. Jadi, kau tak perlu sedih, heum??” ucapnya panjang lebar pada Kyuhyun yang menatapnya dengan senyum. Pria itu masih diam saja, saat sebelumnya Nana mengangkat wajahnya dengan tangannya diawal ucapannya.

“Benarkah? Kau tidak meragukanku?” gumamnya memastikan. Menatap wajah nana dengan polos. Gadis itu mengeleng cepat, lalu mencium bibir tebalnya dan mengecup leher bersihnya sebentar. Pria itu melongo tak percaya akan ciuman tiba-tibanya.

“Tidak Cho Kyuhyun, aku tidak akan pernah meragukanmu maupun hubungan kita. Terkecuali? Jika itu dirimu yang meragukanku??” ujarnya dengan terkekeh diakhir kalimat dan pria itu menggeleng cepat. Sangking cepatnya mungkin kepalanya akan lepas, apabila Nana tak menangkap rahangnya cepat. Lalu gadis itupun tersenyum melihat tingkah Kyuhyun yang terlewat kekanakan sekaligus mengemaskan dimatanya.

“Baiklah. Aku percaya. Lalu, kenapa kau tidak ingin hubungan kita diketahui oleh keluarga kita?” gumamnya percaya, seraya membawa tubuh Nana dalam gendongannya. Serentak gadis itu mengalungkan tangannya pada leher pria itu dan mengaitkan kedua kakinya pada pinggangnya. Tiba-tiba Kyuhyun membawa tubuh Nana menuju kamarnya yang berada di lantai atas.

“Sudah kubilang aku malu Cho Kyuhyun!! Dasar telinga siput?” sunggutnya kesal dan memukul bahu lebarnya berkali-kali.

“Heh?? Apa siput punya telinga? Setahuku hewan kecil nan lamban itu tak mempunyai telinga. Jika ingin mengarang untuk menghinaku… lebih baik mengarang yang tepat sayang…” kekehnya. Lalu mencubit pipinya dengan sayang. Serentak gadis itu memalingkan wajahnya dari tatapan jail Kyuhyun. Setelah pipi mulusnya terlepas dari tangan jail Kyuhyun.

Perlahan Kyuhyun menaiki tangga dengan hati-hati, menatap wajah cantik Nana yang berada di depan matanya.

Melihat bibir gadis itu yang mengerucut lucu. Ia tak tahan untuk tidak menciumnya. Ia tahu jika gadisnya kesal lantaran ia mencibirannya tadi.

Tersenyum ke arahnya sebelum ia mencium bibirnya sekilas. Pria itu tertawa saat ia melihat wajah gadisnya semakin cemberut. Lalu tak lama gadis itupun ikut tertawa bersamanya.

Di tempat yang berbeda. Lebih tepatnya pada kediaman keluarga Kim. Kepala keluarga di rumah besar ini sedang berkutat dalam ponselnya. Tuan Kim mengatik-ngatik ponselnya terus menerus ketika ia mencoba menelpon salah satu anak tersayangnya yang tidak diangkat.

Sudah 5 menit yang lalu beliau mencoba menelpon putri kesayangnya. Tetapi tidak diangkat olehnya. Membuat Tuan Kim sangat mengkhawatirkan Nana yang sedari tadi belum pulang dari sekolahnya, hingga tengah malam.

Tak biasanya putrinya pulang terlambat seperti ini. Jika memang Nana pulang terlambat. Ia selalu mengabari keluarganya. Tapi ini, tak ada sedikitpun pesan singkat ataupun telepon darinya.

Sebenarnya dimana putri nakalnya itu? ‘batinya frustasi.

“Appa. Bagaimana? Apa Nana sudah bisa dihubungi?” seloroh Ryeowook, yang datang dari kamarnya. Pria itu tak kalah cemasnya dengan Tuan Kim. Bahkan ia sudah mencoba menelpon pada kedua sahabat adiknya itu, dan hasilnya nihil. Kedua sahabat adiknya mengatakan kalau Nana sudah pulang sekolah, sejak bell pulang berbunyi. Setelah itu mereka tidak tahu lagi.

“Tidak Wook-ah. Sebenarnya dimana dia? Kenapa anak itu sulit dihubungi. Aku takut jika terjadi sesuatu padanya?” gumamnya cemas.

“Tenanglah appa… Nana pasti baik-baik saja.” ucap Ryeowook menenangkan ayahnya.

Pasti kalian bertanya dimana ibunya? Kenapa nyonya Kim tidak ikut khawatir saat putrinya belum pulang dari sekolah. Jawabannya adalah karena beliau berada di Hongkong untuk urusan bisnis. Salah satu sahabatnya yang berada di Hongkong meminta dibuatkan gaun olehnya, untuk acara pertunangan anaknya. Memang beliau seorang desainer terkenal di Korea Selatan, bahkan ke macan negara. Jadi tak heran jika sahabatnya mempercayakan gaun untuk pertunangan putrinya.

Maka dari itu beliau kurang menau tentang putrinya yang belum pulang dari sekolahnya.

Andai saja nyonya Kim berada di Seoul bisa dipastikan beliau akan melaporkan ke polisi disaat itu juga. Sangking khawatirnya terhadap putri kesayangannya itu.

Tidak peduli akan aturan pihak kepolisian, yang mengharuskan menunggu 24 jam setelah Nana menghilang, untuk menghubungi kepolisian.

Dan mereka… maksudnya Tuan Kim dan Ryeowook tidak berniat untuk mengabari sang nyonya besar di  rumah ini. Jika putri kesayangannya belum kembali dari rumah hingga tengah malam.

Menghindari kekhawatiran berlebihan dari Hyena. Nyonya besar dirumah ini, sekaligus ibu bagi kim bersaudara. Karena mereka tahu watak dari nyonya Kim jika menyangkut anak-anaknya. Bisa diyakini nyonya Kim akan langsung terbang ke Seoul hanya mengkhawatirkan anaknya yang belum pulang, apalagi ini menyangkut putri kesayangannya.

“Kita tunggu saja appa? Jika Nana belum juga pulang dan menghubungi kita. Kita laporkan saja pada polisi.” usulnya dan menyuruh tuan Kim untuk duduk santai di sofa.
.
.
.

Ada sebuah ruangan yang cukup luas. Disini terdapat berbagai interior klasik nan mewah khas pria. Menghiasi ruangan yang bisa disebut kamar tidur. Beberapa foto yang berbeda gaya maupun tempat, tengah terpajang setiap sisi tembok yang berwarna abu-abu yang lebih dominan disini. Apalagi ada sebuah bingkai besar yang tergantung di dinding atas ranjang.

Dalam isi bingkai itu terdapat kertas putih yang sudah diisi oleh goresan pensil yang cukup membuat orang terkagum akan karya mengagumkan itu. Selain, hasil karya mengagumkan itu, yang membuat orang terkesima akan hasil salah satu pelukis terkenal asal paris yang terkenal akan menara Eiffel yang dijuluki kota cinta. Objek yang dilukislah yang menarik perhatian seseorang.

Dalam lukisan itu ada wajah pria tampan yang memiliki sejuta pesona yang tak bisa dihindari. Kedua sudut bibirnya ia tarik ke atas hingga memperlihatkan gigi indahnya. Sebuah senyuman merekah yang tampak dalam lukisan itu, yang mampu menjukir balikkan perasaan beberapa wanita yang melihat lukisan itu. Menatapnya dengan memuja akan pesona sosok Cho Kyuhyun yang tak bisa dihindari.

Sesosok tubuh mungil yang tengah berjongkok di bawah tempat tidur. Entah, apa yang ia cari sampai ia memasukkan tubuhnya di bawah ranjang, hingga setengah badannya kini sudah masuk dalam bawah ranjang tersebut. Gadis itu yang masih belum menemukan benda yang ia cari, semakin memasukkan tubuhnya yang tersisa.

Namun, sebelum ia memasukkan tubuhnya, kakinya sudah ditarik oleh seseorang. Membuat tubuhnya ikut terseret olehnya.

“Yaaakk…aishh…!! Apa yang kau lakukan Cho Kyuhyun!!” teriaknya kesal. Orang yang menarik kakinya dengan kasar, tanpa rasa bersalah sedikitpun pria itu melipatkan kedua tangannya pada dadanya.

“Seharusnya aku yang bilang seperti itu? Apa yang kau lakukan disana? Tidak tahukah disana sarangnya debu. Jika kau berada disana badanmu akan gatal-gatal!” runtuknya dingin. Ia khawatir tentang kesehatan gadis itu yang terlalu lama berada dalam kolong ranjang. Walau kamarnya sudah bersih dari debu. Tetap saja ia khawatir akan kesehatannya.

“Tidak seharusnya kau menarik kakiku seperti itu. Apa aku hewan yang bisa seenaknya kau tarik begitu saja. Aish…, kau menyebalkan. Aku membencimu!” sungutnya penuh emosi. Berujar tanpa melihat ke arahnya. Ia kesal. Bagaimana bisa seorang yeoja seperti dirinya ditarik layaknya hewan kurban. Pikirnya. Dasar tidak prikemanusian. ^^

“Hey, kau marah? Aku tidak bermaksud seperti itu. Aku marah karena kau berada di bawah sana. Apa yang kau lakukan disana? Sampai kau tak peduli akan kesehatanmu…, sayang?!” ucapnya mencoba menahan amarahnya. Takut gadis itu semakin kesal dengannya.

Apa dia tak tahu? Kyuhyun melakukan itu demi kebaikannya. Meski itu terlalu kejam untuk dilakukannya.

Sedikit kesal gadis itu mengadahkan jarak pandangnya pada sosok menyebalkan itu. Matanya pun saling bertemu dengan matanya. Tak lama wajahnya ia palingkan ke samping.

Membuat Kyuhyun menghembuskan nafasnya panjang, sebelum berujar. “Coba lihat aku?? Jangan marah lagi. Maafkan aku. Aku memang salah menarikmu  seperti tadi. Tetapi itu untuk kebaikanmu juga. Aku tak ingin kau sakit. Apa yang kau cari, biar aku saja yang mencarinya.” ucapnya kesekian kalinya menanyakan apa yang dilakukan oleh gadis itu.

Kyuhyun berjongkok menyamakan tinggi badanya pada Nana yang duduk bersilah di lantai. Menatap wajah masam Nana dengan tatapan rasa bersalah.

“Aku mencari ponselku. Aku sudah mencari keseluruh ruangan tapi tidak ada. Maka itu, aku mencoba mencarinya di bawah ranjang. Siapa tahu ponselku jatuh disana.” tuturnya menjelaskan dengan nada bersahabat.

“Kau yakin ada disana? Setauku sejak kau turun dari mobil, kau tidak membawa tas sekolahmu tadi?”

“Benarkah?? Berarti ponselku ada di dalam mobil. Araseo, aku akan mengambilnya.” ucapnya beranjak dari duduknya. Belum sempat melangkah keluar sudah dicegat oleh Kyuhyun lagi. Membuat langkahnya terhenti.

“Biar aku saja yang mengambil tas mu. Mandilah dan ambil bajuku yang pas untuk kau pakai tidur. Tidak mungkinkan kau akan memakai seragammu untuk tidur.” ujarnya menjelaskan saat ia menangkap kerutan pada alis Nana yang bingung akan ucapannya. Mengerti maksudnya, gadis itu mengangguk.

Lalu Kyuhyun keluar dari kamarnya dan menuju pada mobilnya yang terpakir manis di halaman rumahnya yang luas. Sedangkan, gadis itu bersiap untuk mandi dan mengambil beberapa pakaian Kyuhyun untuk ia pakai.

Berjalan santai ke arah salah satu ruangan yang menyediakan pakaian pria. Disana ada beberapa pakaian sesuai musim dan jenis yang berbeda. Pakaian casual khas pria, kemeja, kaos oblong, sweter, jas resmi, dan juga beberapa pakaian bermerek lainnya yang berjejer disana.

Pilihannya jatuh pada kaos oblong kebesaran milik Kyuhyun, lengannya yang panjang berwarna putih dengan gambar ‘Winnie The Pooh’ berserta sahabatnya yang berwarna merah muda sedang berpelukkan. Kaos itu cukup untuk menghangatkan tubuhnya nanti. Lalu ia mengambil salah satu celana pendek milik Kyuhyun.

Setelah memilih ia langsung masuk ke kamar mandi dan membawa pakaian Kyuhyun untuk ia pakai.

Berselang lamanya Nana pun keluar dari sana, dengan tubuh yang lebih segar. Seragamnya sudah berganti dengan pakaian santai yang ia pinjam pada Kyuhyun.

Berjalan santai ke arah kaca besar yang ada di sudut kirinya. Tangan kanannya sudah memegang handuk putih yang sudah tersedia di kamar mandi. Mengeringkan rambutnya yang sudah basah, rambutnya tadi ia cuci memakai shampo milik Kyuhyun yang beraroma maskulin.

Selama ia mengeringkan rambutnya. Tiba-tiba seseorang membuka pintu kamar. Tampaklah Namja tampan yang sudah masuk dalam kehidupannya. Namja itu adalah Kyuhyun sedang membawa segelas susu putih di tangannya.

“Minumlah. Supaya tidurmu nyenyak.” Kyuhyun mendekatkan segelas susu pada Nana.

“Taruh saja di meja. Aku masih mengeringkan rambutku.”

“Sini kubantu dan kau minumlah.” perintahnya meraih handuk di tangan gadis itu, setelah menyodorkan segelas susu padanya. Lalu ia meminum susu tersebut perlahan, dengan Kyuhyun yang mengeringkan rambutnya.

Selesai minum susu yang dibuatkan Kyuhyun. Kini matanya menatap Kyuhyun dari cermin. Pria itu masih berkutat pada rambutnya yang hampir sudah kering.

“Dimana ponselku. Apa benda itu sudah ketemu?” tanyanya masih melihat Kyuhyun dari cermin. Pria itupun melihat wajah Nana disana juga. Tersenyum ke arahnya lalu memberikan ponsel di tangannya pada Nana.

Secepat kilat gadis itu mengambilnya dan membuka layar tersebut. Hingga matanya melotot tak percaya dan rasa takut menyerbunya.

Bagaimana tidak takut? Lihatlah semua pangilan tak terjawab dari Appa- nya sudah 50 kali tak terjawab olehnya. Apalagi kakaknya yang juga menelponnya dan pesan singkat darinya yang sama menanyakan,
‘kau dimana?’
‘Kenapa tidak pulang??’
‘Apa yang kau lakukan? Kenapa kau tidak pulang? Appa sangat mengkhawatirkanmu. Cepat hubungi kami!’

Astaga! Ia lupa mengabari, jika malam ini tidak pulang karena ia akan menginap di rumah Kyuhyun.

Serentak, tubuhnya menjauhi dari Kyuhyun. Membuat sang empunya bingung dengan Nana. Gerakan cepat ia pun menekan ikon menelpon pada nomer Appanya. Lalu menaruh ponselnya pada telinganya.

Apa yang terjadi?, pikirnya bingung.

“Waeyo?”

Nana membalikkan tubuhnya dan menghadap ke arah pria itu. “Oh… aku lupa menghubungi keluargaku, jika aku akan menginap disini. Dan tentunya aku tidak akan mengatakan sejujurnya.” gumamnya, membuat Kyuhyun bingung maksud diakhir ucapannya.

“Yoboseo…, Nana-ah nan eodiya…kenapa tidak pulang? ” ujar Tuan Kim dari seberang.

“Mianhae Appa. Tidak menghubungi kalian. Karena aku sekarang menginap di rumah temanku. Maaf membuat kalian khawatir??” sesalnya dan meratapi kebodohannya. Kyuhyun pun tahu maksud dari perkataan Nana, semenit yang lalu ‘yang tidak mengatakan sejujurnya’.

“Rumah teman? Temanmu yang mana? Tadi kakakmu sudah menelpon kedua sahabatmu itu dan mereka bilang tidak tahu kau dimana. Lalu sekarang kau menginap dimana”

Mampuslah kau Kim Nana. Harus menjawab apa sekarang. Tidak mungkin ia berkata jujur, kalau ia menginap di rumah Kyuhyun. Sahabat kakaknya. Bisa-bisa hubungan mereka terungkap.

“Emm…, temanku kan banyak Appa, tidak mungkin aku memiliki dua teman saja. Seperti Hye Seul dan Hyunki. Baiklah aku tutup teleponnya…woam…aku sudah mengantuk. Tak perlu mencemaskanku. Aku baik-baik saja disini. Selamat malam Appa. Saranghae Appa!” ucapnya berbohong dan dengan cepat memotong ucapan Appanya yang ingin mengatakan sesuatu sebelum ia beralasan mengantuk.

“Baiklah, tidurlah sayang. Nado saranghae putri kecil Appa!”

Dan… akhirnya ia bisa bernafas lega. Ia pun tak berani berbohong terlalu lama pada Appa tercintanya itu.

Kyuhyun mendekat pada Nana. Lalu mengalungkan tangannya pada pinggangnya dari belakang. “Sudah selesaikan menelponnya. Kajja, kita tidur sekarang.” ajaknya mengecup pipi kirinya dari belakang. Gadis itu mengangguk setuju. Mendorong tubuh Nana pelan ke arah ranjangnya. Kini mereka sudah berselonjoran di atas ranjangnya dengan nyaman, saling memeluk satu sama lain.

Tiba-tiba salah satu dari mereka melepaskan diri dari rengkuhannya. Membuat sang pria harus menatap bingung pada tingkah gadisnya.

Di lihatnya gadis itu berjalan ke arah pintu kamarnya cepat dan terdengar suara pintu dikunci. Ternyata ia mengunci pintu tersebut. Tapi untuk apa.

“Wae? Kenapa pintunya di kunci sayang?” Gadis itu langsung menatap Kyuhyun, saat mendengar suaranya.

Tersenyum polos ke arah Kyuhyun. “Untuk berjaga-jaga, jika ada orang yang masuk ke dalam kamarmu.” kekehnya innocent. Lalu ia berlari ke arah ranjang dan masuk dalam rengkuhan dekapan Kyuhyun lagi.

“Dasar. Tidurlah besok pagi kau sekolah?” Mencubit pipi tembamnya lalu mengecup dahinya sayang.

“Araseo. Kau juga tidurlah…chu….saranghae oppa!”  Untuk pertama kalinya ia memanggil Kyuhyun dengan sebutan ‘oppa’. Jangan tanyakan ekspresi macam apa yang ditujukan untuk Kyuhyun. Mendengar kata ‘oppa’ dari bibirnya.

“Astaga! Ini pertama kalinya kau memanggilku ‘oppa’, betapa senangnya aku mendengarnya. Bisakah kau memanggilku seperti itu saja. Bukankah aku lebih tua darimu?” pinta Kyuhyun menatap wajah cantiknya.

“Shireo, aku lebih suka panggil namamu ketimbang ‘oppa’.” tolaknya. Seketika itu wajah Kyuhyun berubah murung.

“Terserah kau saja. Aku mencitaimu Na-yah” gumamnya berbisik tepat di telinga Nana. Lalu ia mencium bibir ranumnya lama dan melepaskan bibir Nana yang diakhiri lumatan kecil.

“Nado, saranghae.” gumamnya sambil merapatkan tubuhnya pada dekapan Kyuhyun dengan nyaman dan penuh kehangatan.
.
.
.

***

TBC

Kurasa di part ini panjang sekali yey…  mungkin kalian semua mual bacanya :v :v okey ini masih belum konflik ya readers mungkin ff ini bakal panjang seperti sinetron ^^hehehe sampai jumpa kembali~ paiy paiy :*

37 thoughts on “Someone You Love Part 6

  1. Hahahahh…. gak masalah panjangnya kek sinetron yg jlas masalahnya gak muter2 kek di sinetron aja…
    Jadi nana msjh sekolah ya…. ??

    Suka

  2. Eoh ???
    Nana agresif amat yak ??? :3

    Tapi ko malah bekstrit gitu sih sama keluarga ??? :/

    Ko malu juga ???

    Aduh, gimana sih pemikiran c’Nana ini ??? -_-

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s