But, I Love You Part 14


 

Title    : BUT, I LOVE YOU (Chapter 14)

Cast     :

  1. Cho Kyuhyun
  2. Shin Yoora
  3. Shim Changmin
  4. Lee Hyukjae

Author : Jeje

Genre  : Chapter, NC21+, Romance, Yadong.

Holla, long time no see my beloved reader. I’m BILY’s writer, I would like to say thank you very much for every comments and likes on the last chapter. I didn’t think that two last chapter will make you all ‘dumb-dumb’ and curious like that. And last, I would like to say sorry because I can’t update early, I was so busy. Ok, I don’t want to talk too much. So, this is the story…

 

-=JJ=-

 

Tokyo, Jepang 2002.

 

Jepang. Sudah seminggu penuh Hyukjae berada di negara kecintaannya ini, namun ia masih belum dapat melupakan kejadian yang menimpa Yoora minggu lalu. Hatinya tetap tidak tenang meski ia sudah mempercayai Changmin untuk mengurus semuanya. Hatinya terus bertanya-tanya, apakah semua akan berjalan lancar? Bagaimana jika Changmin tidak dapat menangkap pelakunya?

 

Suara benturan ponsel dengan meja yang dibuat oleh Hyukjae memenuhi ruangan itu. Ia terlihat santai dan lenggang meski sebetulnya ada setumpuk dokumen di ujung meja yang menanti untuk diperiksa. Matanya yang seakan kosong hanya menatap bagaimana ujung ponsel itu membentur meja dan menciptakan bunyi yang konstan, terus begitu sejak beberapa saat lalu.

 

Fikiran pria itu melayang-layang. Dia gelisah, jelas karena kasus Yoora belum selesai. Ini bahkan sudah seminggu, namun ia belum mendapat satupun kabar baik dari Changmin maupun Kyuhyun. Ia sadar, ia bukan siapa-siapa dan tidak terlalu penting untuk dikabari perihal kelanjutan kasus Yoora. Namun bukankah setidaknya ia berhak tau? Ia bahkan yang menemukan Yoora pertama kali. Tidak adakah yang berniat memberikan kabar tentang itu? Ia hanya terlalu bingung jika harus menghubungi Changmin atau bahkan Kyuhyun, apa yang harus dia katakan jika Changmin atau Kyuhyun justru curiga dengan rasa khawatir Hyukjae yang begitu berlebihan?

 

Hyukjae tak tahu harus bagaimana ia melampiaskan seluruh rasa khawatirnya. Menemui Yoora? Tidak mungkin, alasan apa yang akan ia berikan pada Kyuhyun? Padahal Hyukjae belum lama mengenal Yoora. Lagi pula, Yoora hanya mantan pegawainya dan semua orang tahu bahwa Hyukjae adalah pimpinan yang cukup tak acuh pada para pegawainya. Bagaimana bisa ia tiba-tiba terlihat sangat peduli? Bahkan hanya untuk seorang mantan pegawai.

 

Walau bagaimana pun Hyukjae berfikir, ia hanya memiliki satu cara untuk melampiaskan seluruh rasa penasaran dan khawatirnya. Ya, ia harus melakukannya sendiri agar ia tak perlu merasa gelisah seperti ini. Bukannya ia tidak mempercayai Changmin atau Kyuhyun, namun mereka seakan terlalu lambat. Bahkan yang ia tahu, Kyuhyun selalu memiliki koneksi yang luas. Namun semua ini justru terasa semakin aneh saat seminggu sudah berlalu, namun tak ada kabar satupun mengenai kelanjutan kasus.

 

Sebelum itu, ia harus memastikan satu hal. Hyukjae menghentikan kegiatan membenturkan ponselnya, pria itu dengan cepat menghubungi seseorang di Korea sana.

 

-=JJ=-

 

Seoul, 2002.

 

Kyuhyun menatap Yoora dari kejauhan, hari sudah menjelang sore namun wanita itu masih terlihat nyaman duduk disana. Ia baru saja datang dan menemukan kamar Yoora kosong, dengan segala ketakutannya, ia segera menghubungi suster khusus Yoora. Namun begitu suster itu mengatakan Yoora berada di taman sejak dua jam yang lalu, ia kembali menjadi tenang. Tanpa fikir panjang ia segera melesat ke taman tersebut, meski sudah merasa tenang, namun ia harus tetap memastikan bahwa Yoora memang benar berada disana.

 

Melihat Yoora yang terlihat nyaman disana, membuat Kyuhyun mengurungkan niatnya untuk menghampiri wanita itu. Pria itu justru asyik sendiri memandangi punggung dari seorang wanita yang akan melahirkan anaknya. Tanpa disadari, bibirnya melengkung mengukir sebuah senyuman yang pernah menghilang.

 

Dua hari lalu, Changmin mengatakan bahwa perkembangan Yoora cukup baik, namun ia tidak dapat memprediksikan apapun. Yoora terlihat cukup baik saat melihat Kyuhyun kembali, berbanding terbalik dengan perkiraan Changmin bahwa Yoora akan histeris saat melihat Kyuhyun. Maka dari itu, semua ini justru terlalu aneh.

 

Kyuhyun sendiri merasa hal positif itu bukanlah pertanda baik. Yoora tidak baik-baik saja, namun sepertinya wanita itu menahannya. Menahan gejolak takut saat melihatnya, menahan rasa benci di dalam lubuk hatinya. Walau bagaimanapun, Kyuhyun menyadari bahwa ia pernah hampir membunuh Yoora beserta anaknya. Bagaimana bisa wanita itu tetap baik-baik saja setelah semua ini?

 

Changmin pernah mengatakan bahwa Yoora sejujurnya merasa takut dengan dirinya, namun wanita itu justru menampik seluruh ketakutannya dengan modal kepercayaan bahwa apa yang dilakukan Kyuhyun pasti memiliki alasan. Ya, memang benar, namun itu hanyalah sebuah alasan yang tak berdasar. Bagaimana jika Yoora tahu nanti? Apakah wanita itu akan tetap bersamanya?

 

Getar ponsel dalam sakunya membuat Kyuhyun mengalihkan tatapannya dari Yoora. Pria itu mengambil ponsel tersebut dan menatap layarnya lama. Sebuah panggilan dari ayahnya. Haruskah ia menerima panggilan tersebut? Hatinya menjadi bimbang, belum pernah sekalipun ia mengabaikan panggilan dari pria yang selama ini telah membesarkannya, namun bisakah sekali ini saja ia mengabaikannya? Terlalu beresiko jika ia berani untuk menjawab panggilan tersebut saat ini.

 

Panggilan itu hanya dibiarkan Kyuhyun hingga berakhir dengan sendirinya, begitu terus hingga tiga panggilan tak terjawab. Biarlah, sekali ini saja ia ingin egois dan melupakan segala-galanya. Ia ingin normal dan menikmati kehidupannya bersama Yoora, biarlah seperti mimpi. Meski sekejap namun Kyuhyun akan mengingatnya sebagai hal terindah yang pernah ia miliki.

 

Pria itu memasukkan ponselnya ke dalam saku dan berjalan perlahan menghampiri Yoora. Terlihat wanita itu masih sangat fokus entah melihat apa hingga tak menyadari bahwa Kyuhyun telah berdiri di belakangnya.

 

Pria itu terkekeh tanpa suara, terlintas sebuah ide di kepalanya. Ia sedikit menunduk lalu membawa tangannya menutup mata Yoora. Tubuh wanita tersentak. Kyuhyun tahu bahwa Yoora terkejut, namun anehnya Yoora tidak memekik dan meronta. Namun justru wanita itu hanya berkata dengan datar, “Cho Kyuhyun, ini benar-benar kekanakkan.”

 

Dengan kikuk Kyuhyun melepas tangannya, disaat yang bersamaan Yoora juga menoleh ke belakang. “Kau tahu itu aku?” tanya Kyuhyun kebingungan sementara Yoora hanya mengangkat bahunya dan kembali menghadap depan.

 

Ya! Shin Yoora, kau tak menjawabku?!” Pria itu dengan kesal menghalangi pandangan Yoora dengan tubuhnya. Yoora mendongak, “Ya! Kau sedang apa, huh?” Yoora tak mau kalah, bisa-bisanya Kyuhyun tiba-tiba datang dan mengganggu kesenangannya. Ia mendorong tubuh Kyuhyun ke samping agar tidak menutupi apa yang sedang ia lihat, namun apalah daya, ia hanya bisa mendorong Kyuhyun sedikit. “Ya! Cho Kyuhyun, minggir!” teriaknya kesal, ia menatap Kyuhyun dengan mata yang melebar. Memperlihatkan bahwa ia tidak sedang main-main.

 

Mendapat tatapan seperti itu bukannya membuat Kyuhyun takut, pria itu justru merasa heran dengan Yoora. Tidak biasanya Yoora seperti ini. Hatinya bertanya-tanya, apa yang sedang wanita itu lihat? Bunga? Suster? Pasien? Atau…ah! Pasien yang tampan? Mata Kyuhyun membulat saat hal itu terfikir dalam otaknya. Dengan cepat ia menoleh ke belakang namun yang ia lihat hanya bola yang menggelinding ke arahnya.

 

Kyuhyun menatap bola itu hingga berhenti tetap di depan sepatunya. Ia hanya menatap bola itu, tanpa berniat mengambilnya. Hanya beberapa detik sebelum ia kembali ingat tentang tujuannya berada disini, Shin Yoora. Ia segera menoleh kembali ke arah wanita itu namun sialnya, wanita itu sudah tidak berada disana.

 

Kyuhyun segera mengedarkan pandangannya guna mencari keberadaan Yoora saat ini. Dan pria itu kembali bernafas lega saat menemukan Yoora sedang bersama dengan anak kecil. Sepertinya anak itu baru saja terjatuh jika dilihat dari bajunya yang kotor. Wanita itu terlihat mengusap air mata anak tersebut, lalu tersenyum manis padanya dan bagai sihir ajaib anak itu langsung tersenyum juga. Kyuhyun tahu senyum wanita itu menular, ia bahkan pernah merasakannya. Merasakan sihir ajaib Shin Yoora.

 

Wanita itu terlihat bangkit dan membawa anak itu ke arah Kyuhyun. Ia menggenggam tangan anak itu kuat seakan menunjukkan bahwa semua akan baik-baik saja karena ia akan menjaganya. Kyuhyun jadi berfikir, apakah Yoora akan seperti itu juga pada anak mereka nanti? Apa Yoora akan selalu memegang tangan anak mereka serta melindungi dan menyayanginya? Oh tentu saja Cho Kyuhyun, disini hanya kau saja yang masih bimbang dengan anakmu sendiri!

 

“Ikuti noona ya! Ahjussi, bisakah aku mengambil bolaku?” Ucapan Yoora membuat Kyuhyun seketika tersadar. Wanita itu sudah ada di hadapannya dengan anak kecil tadi. “Kau harus katakan itu.” Lanjutnya lagi.

 

Anak kecil itu menunduk dan menautkan kedua tangannya, “Ahjussi, bisakah aku mengambil bolaku?” cicitnya mengikuti ucapan Yoora. Kyuhyun tertawa kecil saat memahami situasi itu. Apa yang Yoora lihat dan mengapa anak ini berada disini. Sial, ini benar-benar menggelikan.

 

Kyuhyun menyetarakan tingginya dengan anak tersebut lalu ia mengusap kepala anak itu, “Kau bilang apa? Aku tidak mendengarmu.” Ucapnya sambil tersenyum dengan hangat. Bukan bermaksud jahat, ia hanya ingin mengajarkan anak itu supaya menjadi pribadi yang berani.

 

“Aku..Ahjussi…bisakah aku mengambil bolaku?” ucapnya lagi dengan nada yang sama.

 

Kyuhyun menatap Yoora dan wanita itu hanya tersenyum seakan menyerahkan semuanya pada Kyuhyun. Maka dari itu, Kyuhyun mengangkat dagu anak itu lalu menatapnya dengan wajah marah yang dibuat-buat. “Apa yang kau inginkan anak kecil?” ucapnya dengan suara yang terdengar aneh di telinga Yoora. Pria ini benar-benar.

 

“Aku…aku…” anak itu terlihat akan menangis sebentar lagi. Namun Yoora segera membisikkan sesuatu, “Kau jangan takut, paman ini sebenarnya penakut. Kau tidak boleh takut dengan paman yang penakut seperti itu. Suaramu harus lebih besar, tatap matanya dengan lembut, lalu memintalah dengan sopan. Jika ia tidak memberikannya, suaramu harus lebih besar lagi, lalu katakan ‘itu punyaku’. Mengerti?”

 

Anak itu terlihat berfikir sebentar lalu segera menghapus air matanya. Ia menatap Kyuhyun lebih berani lalu dengan lantang ia berkata, “Ahjussi, boleh aku mengambil bolaku?” pintanya dengan tangan yang mengepal kuat.

 

“Bola? Bola ini?” tanya Kyuhyun sambil menunjuk bola yang berada di dekat kakinya. Anak itu mengangguk, namun Kyuhyun tidak akan memberikannya dengan mudah. “Memang ini punyamu?” tanya Kyuhyun dengan wajah yang lebih meyakinkan lagi.

 

Wajah anak itu semakin memerah, namun Yoora menggenggam tangan anak itu dengan lembut. Ia bahkan tersenyum meyakinkan saat anak itu menoleh padanya, meminta pertolongan. Katakan yang tadi aku bilang, ucap Yoora tanpa bersuara. Anak itu ragu, namun pada akhirnya ia menatap Kyuhyun kembali, “Ahjussi, itu bolaku! Lihat aku menamainya, LEE-JAE-WON!” ucap anak itu lantang. “Tolong berikan padaku, ahjussi!” lanjutnya.

 

Kyuhyun berpura-pura takut, lalu dengan cepat menyerahkan bola itu kepada anak yang ia ketahui bernama Jaewon. “Ini bolamu, aku minta maaf karena menahan bolamu.” Ucap Kyuhyun dengan suara kecil. Anak itu tertawa kecil lalu tanpa diduga ia memeluk Kyuhyun, “Terima kasih ahjussi. Ahjussi, lain kali kau tidak boleh berwajah seperti itu. Kau jelek dan menakutkan. Kau harus tersenyum! Arraseo?” ucap anak itu dengan polos. Kyuhyun tertegun mendengar penuturan anak itu, entah mengapa kata-kata itu menyentuh lubuk hatinya yang paling dalam.

 

Noona, terima kasih” Jaewon memeluk Yoora sebentar sebelum kembali bermain di taman seperti tadi.

 

Yoora menatap Kyuhyun yang masih berada di posisi yang sama dan menatap ke arah Jaewon dengan tatapan kosong. Alis Yoora bertaut, “Kyuhyun-ah” panggil Yoora namun Kyuhyun masih terdiam. “Cho Kyuhyun!” panggilnya yang kedua kali. Kyuhyun segera menoleh ke arah Yoora dan baru menyadari bahwa ia masih pada posisi yang sama. Ia segera berdiri dan memalingkan wajahnya dari Yoora.

 

“Kyuhyun-ah, kau kenapa?” tanya Yoora dengan polos. Ia memang tidak tahu apa-apa, ia bahkan tidak menyadari bahwa Kyuhyun seperti itu akibat ucapan Jaewon beberapa menit yang lalu.

 

“Tidak, tidak apa-apa. Ayo kita kembali ke kamar—ya! Aku baru sadar kau tidak memakai kursi roda dan—ya Tuhan! Shin Yoora! Kau kemanakan infusmu?” baru saja sedetik Yoora merasa kagum dengan akting Kyuhyun, namun pria itu dengan secepat kilat kembali pada mode Kyuhyun yang biasanya.

 

“Aku tidak—ya! Cho Kyuhyun, apa yang kau lakukan?!” Yoora sontak berteriak saat pria itu menggendongnya dengan tiba-tiba dan oh Tuhan! Ini di taman rumah sakit! Banyak orang yang melihatnya seperti ini. Ini sungguh memalukan!

 

Ya! Cho Kyuhyun turunkan aku!!!” raungnya lagi, ia bahkan menggoyang-goyangkan badannya agar Kyuhyun menurunkannya. Namun seakan tuli Kyuhyun tidak menggubris ucapan Yoora, pria itu terus berjalan meninggalkan taman rumah sakit.

 

“Diam atau aku akan menjatuhkanmu.” Ucapnya singkat namun bagai mantra ajaib Yoora segera terdiam dan mengalungkan tangannya dengan erat. Yang selama ini ia pelajari, Kyuhyun tak pernah main-main dengan ucapannya.

 

-=JJ=-

 

Changmin menatap Yoora dengan khawatir. Ia baru bisa memperlihatkan ekspresi seperti itu setelah memastikan Kyuhyun pergi dari ruangan ini. Hari ini Shin Yoora dijadwalkan pulang karena kondisinya sudah cukup stabil—setidaknya secara fisik. Sesungguhnya Changmin masih merasa khawatir, bagaimana Yoora bisa seperti itu? Wanita ini terlalu tenang untuk seseorang yang hampir kehilangan nyawanya.

 

“Kau yakin akan pulang bersama Kyuhyun?” tanya Changmin untuk kesekian kalinya.

 

Yoora tersenyum dengan tenang, “Ya. Lagipula, bukankah kau sendiri yang mengatakan bahwa Kyuhyun ingin berubah? Aku percaya itu, aku akan mempercayainya. Namun jika itu terlalu sulit, bisakah aku meminta bantuanmu?” tanya Yoora dengan hati-hati. Ia sendiri yang memutuskan untuk kembali bersama Kyuhyun, namun ia justru masih merasa takut apabila hal buruk akan terjadi lagi, maka dari itu ia ingin memastikan bahwa Changmin berada di pihaknya—yah meskipun hanya membantu, tak perlu membelanya.

 

Changmin mengangguk dengan antusias, “Tentu saja. Kau bisa menghubungiku kapan saja, bahkan di tengah malam sekalipun. Jujur saja, ini terlalu beresiko, namun aku juga ingin mempercayai Kyuhyun. Dia berubah terlalu jauh, namun aku percaya bahwa ia masih memiliki sisi malaikat dalam dirinya.” Ia berusaha memilih kalimat sebaik mungkin agar menenangkan Yoora.

 

“Aku tahu” jawab Yoora begitu yakin.

 

“Ah ya, sepertinya Kyuhyun akan membawamu ke rumahnya. Aku dengar, ia tidak kembali ke apartment sejak kau berada di rumah sakit.”

 

-=JJ=-

 

Yoora menatap rumah yang berdiri dengan megahnya di antara rumah-rumah lainnya. Rumah itu terlihat arogan sehingga membuat rumah-rumah di sekelilingnya menjadi terlihat kecil, padahal Yoora tahu bahwa ini adalah kawasan elite yang tidak memungkinkan bahwa rumah-rumah yang ada di sekitar sini berukuran kecil.

 

“Ini rumahmu?” tanya Yoora takjub begitu mobil itu memasuki gerbang rumah yang dikaguminya.

 

Kyuhyun tak menjawab, ia hanya memarkirkan mobil itu dengan sempurna lalu keluar dan membukakan pintu untuk Yoora. Yoora turun dengan mata yang masih berbinar, ia benar-benar memimpikan bisa tinggal di rumah yang seperti itu dan hari ini Kyuhyun membuatnya menjadi kenyataan.

 

Tanpa banyak berkata, Kyuhyun membawa barang-barang Yoora dari rumah sakit ke dalam. Ia meletakkannya asal di sofa dan beralih ke arah Yoora yang tengah mengagumi arsitektur rumah ini.

 

“Kau suka?” tanya Kyuhyun yang langsung membuat Yoora terkejut setengah mati.

 

Ya! Kau gila? Kau membuat jantungku hampir saja terjun ke perut.” Pekik Yoora kesal, namun kesal itu segera hilang saat ia kembali menatap satu per satu dekorasi yang ada disana.

 

“Rumah ini sepi sekali. Ku fikir kau tinggal dengan ayahmu, huh?” tanya Yoora kebingungan. Meski jarang melihat, namun Yoora tahu bahwa Kyuhyun memiliki ayah yang dulu selalu pulang sebulan sekali.

 

Kyuhyun terdiam mendengar pertanyaan Yoora, dengan dingin ia berkata, “Ia tidak tinggal disini. Ia berada di rumah utama.”

 

Ye?!” Yoora terpekik, tak ia sadari kata-kata Kyuhyun yang dingin itu, ia bahkan terlalu terkejut bahwa rumah utama yang beberapa kali Kyuhyun bicarakan bukanlah disini. Ia sudah berfikir bahwa tempat ini adalah rumah utama, namun Kyuhyun baru saja menyangkalnya. Jadi, ini…

 

“Ini rumah kita. Aku membangunnya sejak lama, namun tak pernah ku tempati karena terlalu besar untuk ditinggali sendiri.” Jelas Kyuhyun yang membuat mata Yoora melebar.

 

Wanita itu segera menguasai dirinya kembali, lalu berkata dengan canggung, “E-eiy, itu namanya ini rumahmu, bukan rumah kita. Kau yang membuang uang untuk membangunnya, bukan kita.” Ungkap Yoora.

 

Kyuhyun  menatap Yoora datar lalu berkata dengan cepat, “Tapi desainnya disesuaikan dengan angan-angan yang pernah kau ceritakan.”

 

Yoora tertegun. Jadi…Kyuhyun masih mengingatnya?

 

-=JJ=-

 

Cermin itu menampilkan seluruh tubuh Yoora yang polos tanpa sehelai benangpun. Memang, Yoora menyadari hampir banyak hal yang berubah dalam dirinya, namun entah mengapa ia masih merasa sama saja. Tubuhnya tidak gemuk seperti apa yang ia bayangkan dulu saat membayangkan ia hamil. Pipinya masih terlihat wajar padahal dulu ia pernah berfikir ia akan seperti monster bakpao saat hamil. Ini masih wajar, bahkan terlalu wajar. Apakah akan baik-baik saja?

 

Ia menyimpan banyak kekhawatiran dalam dirinya setelah kejadian tersebut. Ia takut, bayinya tidak akan tumbuh sempurna akibat kejadian tersebut, atau bahkan ia takut bayinya akan segera meninggalkannya. Memang belum, tapi akan. Siapa yang tahu? Ia menjadi ketakutan sendiri dengan dasar masalah sepele, tubuhnya tidak berubah banyak.

 

Inikah yang dimaksud dengan kekhawatiran Changmin?

 

Yoora mengusap perutnya yang sudah sebesar bola sepak. Hatinya bergetar, merasa takut bahwa ini bukanlah ukuran yang seharusnya. Apakah tidak terlalu kecil? Apakah ia akan baik-baik saja di dalam sana? Yoora bertanya-tanya dalam hati.

 

Tiba-tiba pintu terketuk lalu disusul dengan suara Kyuhyun yang memanggilnya, “Shin Yoora” Pria itu baru saja kembali setelah hampir seharian berada di kantor, meninggalkan Yoora sendirian di dalam rumah sebesar ini. “Shin Yoora, kau di dalam?” panggil Kyuhyun lagi.

 

Berbanding terbalik dengan Yoora yang tenang di dalam kamar mandi, Kyuhyun justru merasa kelimpungan di luar. Ia yakin Yoora berada di dalam, namun mengapa wanita itu tidak membuka pintu atau bahkan hanya menyahut memberitahukan bahwa ia memang berada di dalam. Kyuhyun hanya takut bahwa Yoora melakukan hal yang tidak-tidak di dalam sana.

 

“Shin Yoora, jika kau di dalam jawanlah.” Panggil Kyuhyun sekali lagi, namun masih tetap tidak ada suara. Terlalu tenang, bahkan untuk ukuran orang yang sedang berganti baju di dalam.Kyuhyun menghitung dalam hati sampai tiga, jika Yoora tidak membuka pintu ini, Kyuhyun akan mendobraknya. Apapun itu, ia sangat khawatir.

 

1

 

2

 

3—

 

Baru saja Kyuhyun ingin mengatakan tiga, tiba-tiba terdengar kunci yang terbuka dari dalam lalu muncullah Yoora yang—Mata Kyuhyun melebar lalu ia segera mengalihkan matanya ke arah manapun, asal tidak ke arah Shin Yoora yang tidak mengenakan sehelai benangpun saat ini. Saat sadar itu tidak berpengaruh apapun, Kyuhyun segera membalikan tubuhnya sehingga memunggungi Yoora.

 

Ya! Yoo, apa yang kau lakukan? Kenapa tidak berpakaian?” tanya Kyuhyun terdengar gugup, dahinya bahkan sudah mengeluarkan keringat.

 

“Mandi, apalagi?” tanya Yoora santai.

 

Kyuhyun terkejut mendengar jawaban Yoora yang kelewat santai. Apa wanita ini sudah gila? Yoora bukan tipikel seberani itu, mengapa ia bisa tiba-tiba jadi seperti ini? “Kenapa kau keluar tanpa mengenakan pakaian?” tanya Kyuhyun lagi.

 

Yoora mengernyit namun sedetik kemudian ia ingat mengapa ia keluar dengan seperti ini. “Ada yang ingin ku tanyakan, ayo masuk!” Dengan cepat, Yoora menyambar tangan Kyuhyun dan menariknya ke dalam kamar mandi. Kyuhyun yang tidak siap hanya ikut tertarik ke dalam kamar mandi, ia bahkan tak mampu memprotes apapun.

 

Yoora membawa Kyuhyun berdiri di hadapan cermin yang tadi ia pakai. Dengan ekspresi yang sama seperti tadi, ia bertanya pada Kyuhyun, “Lihat, apa tubuhku berubah? Selain perut ini, apakah ada yang berubah?”

 

Kyuhyun meneguk ludah saat matanya menangkap bayangan dirinya dan tubuh polos Yoora di dalam cermin. Ini gila, mengapa ia berada dalam situasi seperti ini? “T-tidak banyak, me-memangnya kenapa?” balas Kyuhyun, ia berusaha sebaik mungkin untuk tidak memandang cermin, apalagi memandang langsung pada objeknya.

 

Wajah Yoora semakin muram, “Benar kan. Aku tahu itu, ini tidak baik. Benar-benar buruk!” ungkap Yoora dengan wajah yang sudah memerah, mungkin sebentar lagi ia akan menangis.

 

Mendengar perkataan Yoora, Kyuhyun segera menoleh ke arah wanita itu. Wanita itu terlihat menunduk menahan air matanya. “Yoo, kau kenapa, huh?” tanya Kyuhyun sambil mengangkat dagu Yoora dengan lembut.

 

Mata wanita itu sudah memerah, siap menumpahkan bulir-bulir air mata yang ia tahan sejak tadi. “Ku fikir ini tidak baik, wanita hamil tidak ada yang sekurus diriku. Mereka terlihat gemuk dan sehat, sedangkan aku kurus seperti tulang terbalut kulit. Aku harus bagaimana? Apakah dia baik-baik saja di dalam sana? Apakah ia tergencit karena ruang yang sempit? Apakah dia akan mati? Apakah—“ Kyuhyun langsung membungkam mulut Yoora dengan bibirnya. Wanita itu sudah meracau terlalu jauh, Kyuhyun bahkan tak ingin mendengar apa-apa lagi dari mulut wanita itu.

 

“Dia akan baik-baik saja. Kau ingat, Changmin mengatakan ia masih baik-baik saja di dalam sana.” Ucap Kyuhyun setelah melepaskan ciumannya. Ia membawa Yoora ke dalam pelukan hangatnya, lalu mengusap punggung wanitanya agar kembali tenang.

 

“Tapi kenapa aku tidak seperti wanita hamil lainnya?” tanya Yoora menuntut, tangisnya semakin kencang saat di pelukan Kyuhyun. Wanita itu bahkan tak peduli apabila kemeja suaminya basah.

 

“Aku akan tanyakan pada Chaerin noona, atau mungkin aku akan menyuruhnya ke sini jika kau mau. Kita bisa menanyakannya dan mencari solusinya bersama, bagaimana?” Kyuhyun meminta kesepakatan, yang terpenting saat ini adalah menenangkan Yoora terlebih dahulu. Sepertinya inilah yang selama ini menjadi hal yang selalu dikhawatirkan Changmin. Tidak terlihat reaksinya pada Kyuhyun, namun ketakutan bahwa janinnya tidak baik-baik saja.

 

Yoora hanya mengangguk lemah pertanda setuju dengan kesepakatan yang ia buat dengan Kyuhyun. Sedangkan Kyuhyun yang merasakan kondisi Yoora melemah, semakin merasa khawatir. Dengan cepat ia menggendong Yoora ke dalam kamar dan meletakkan ke tempat tidur. Ia segera memakaikan Yoora pakaian hangat lalu dengan cepat meraih ponselnya untuk menghubungi Chaerin—dokter kandungan Yoora.

 

-=JJ=-

 

Chaerin terlihat baru saja keluar dari kamar Yoora saat Kyuhyun selesai membuat susu untuk Yoora. Ia menatap Chaerin dengan khawatir, berharap tak ada hal buruk yang terjadi pada Yoora. Demi Tuhan! Belum genap satu bulan wanita itu meninggalkan rumah sakit, mengapa harus terjadi hal seperti ini?

 

“Kondisinya fisiknya baik, namun sepertinya psikologisnya lemah Kyuhyun. Ia merasa takut dengan hal-hal kecil yang seharusnya tidak perlu ditakutkan. Bobot bayi kalian memang kecil, namun masih terbilang normal. Berat badan Yoora juga sebetulnya normal untuk ukuran wanita hamil. Memang terlihat sangat kurus, tapi itu masih bisa diatasi. Seharusnya ia tak perlu sekhawatir itu, semuanya baik-baik saja. Sepertinya kau harus menghubungi Changmin.” Jelas Chaerin panjang lebar, bahkan sebelum Kyuhyun menanyakan apapun.

 

Kyuhyun menatap Chaerin dengan risau, ia takut terjadi sesuatu hal yang buruk pada Yoora. Mungkin sekarang tidak apa-apa, tapi nanti? Bagaimana jika nanti hal ini akan menguasai Shin Yoora? Kyuhyun tidak bisa membayangkan jika Yoora akan terus seperti ini hingga nanti mungkin saja kondisi fisiknya akan memburuk.

 

“Aku akan membantu semampuku. Sekarang aku harus pulang, aku memberinya obat penenang tadi. Tak masalah, aku memberinya yang aman untuk janin. Kau harus menjaganya, jangan biarkan ia memikirkan tentang bagaimana kondisi bayinya. Sampai jumpa.” Begitu saja Chaerin pamit, bahkan Kyuhyun tak banyak merespond. Ia hanya terlalu terkejut dengan apa yang dikatakan Chaerin. Ini diluar ekspektasinya.

 

Kyuhyun membuka pintu kamarnya dengan perlahan dan terlihatlah Yoora yang sedang tertidur pulas di ranjangnya. Kyuhyun tersenyum kecil, Yoora terlihat seperti bayi saat tidur seperti itu. Tak pernah berubah bahkan sejak Kyuhyun pertama kali mengenalnya dulu.

 

Dengan perlahan, Kyuhyun meletakkan gelas susu itu di nakas. Lalu mengambil tempat di samping Yoora sepelan mungkin agar wanita itu tidak terbangun nantinya. Ia menatap Yoora agak lama sebelum membawa wanita itu ke dalam dekapannya.

 

“Semoga ini hanya sementara Yoora. Kau akan baik-baik saja, begitupun dia.” Ungkapnya. Kyuhyun mengecup dahi wanita itu, “Selamat tidur..” ucapnya sebelum menutup mata dan menyusul Yoora ke alam mimpi.

 

-=JJ=-

 

Seoul, 2002

 

Tak terasa, tiga bulan berlalu dengan cepat. Musim dingin telah berlalu dan kini bunga-bunga mulai tumbuh kembali. Seperti halnya kehidupan Yoora dengan Kyuhyun. Sepertinya, dingin itu telah berlalu meninggalkan bunga yang mulai bertumbuh seiring bertambahnya waktu.

 

Kyuhyun tersenyum, memandangi Yoora yang tengah sibuk membuat sarapan untuknya. Wanita itu sudah membaik setelah Changmin dan Chaerin bekerja sama merawat mereka. Meski tidak mudah, namun mereka tetap berusaha melakukan yang terbaik untuk kesembuhan Yoora. Hingga kini, istrinya sudah tidak mengalami ketakutan yang berlebihan seperti saat itu.

 

Kandungan Yoora juga semakin membaik, saat usia 5 bulan mereka bersama untuk melakukan USG. Selain menjadi salah satu metode agar Yoora percaya bahwa bayinya baik-baik saja, mereka juga memeriksa apakah janinnya tumbuh semakin baik atau tidak. Untunglah, janin itu tumbuh dengan sangat baik dan cukup kuat, setidaknya untuk bertahan 4 bulan lagi. Dan seperti yang ada di mimpi Kyuhyun saat itu, bayinya berjenis kelamin laki-laki. Kyuhyun merasa, tak ada yang lebih sempurna selain ini. Semoga Tuhan memberikan kehidupan yang baik untuknya dan Yoora selamanya.

 

“Yoo, sepertinya aku tidak bisa pulang cepat malam ini.” Ungkap Kyuhyun sambil mendudukan dirinya di meja makan. Yoora menoleh sekilas sebelum kembali pada masakannya, “Tidak apa, aku akan menyuruh Chanmi kemari.” Jawab Yoora.

 

Akibat kejadian tiga bulan yang lalu, Kyuhyun tak pernah membiarkan Yoora tinggal di rumah sendirian. Maka dari itu, ia menyuruh Chanmi—adik Shim Changmin juga Chaerin—untuk menemani Yoora. Ini berawal dari usul Changmin yang akhirnya disetujui oleh Kyuhyun. Lagi pula, Chanmi adalah anak yang cerewet sehingga dapat membangun suasana hati Yoora. Setidaknya, Chanmi dapat menghibur istrinya selama ini. Dan jika dilihat, Yoora menyukai keberadaan Chanmi. Mereka cepat sekali akrab, bahkan terkadang Kyuhyun merasa terlupakan.

 

“Besok tidak pergi sekolah?” tanya Kyuhyun sambil menyantap makanan yang baru saja Yoora berikan.

 

Yoora mengambil tempat di hadapan Kyuhyun setelah semua masakan telah siap dan ikut menyantapnya bersama Kyuhyun, “Kurasa hari ini hingga beberapa hari kemudian dia libur, kau tahu, anak kelas 3 tengah mengadakan ujian kelulusan.” Jawabnya. Kyuhyun hanya mengangguk mengiyakan sebelum kembali menyantap masakan Yoora dengan khidmat hingga selesai.

 

“Aku pergi. Jika ada apa-apa, segera hubungi aku.” Pinta Kyuhyun. Pria itu menunduk dan mencium kening Yoora sebelum memasuki mobil dan pergi ke kantor.

 

-=JJ=-

 

“Ya sudah, tak apa. Kau bisa datang setelah urusanmu selesai, Chanmi-ya.” Ucap Yoora pengertian. Chanmi baru saja menghubungi bahwa ia ada urusan mendadak yang harus diselesaikan. Ia bilang tidak lama, mungkin hanya satu sampai dua jam. Yoora hanya mengiyakan saja, sepertinya—dari nada suara Chanmi—itu adalah urusan yang sangat penting.

 

“Eonni yakin tidak apa-apa?” tanya Chanmi lagi mencoba memastikan. Sejujurnya ia sedikit khawatir karena akan datang terlambat, namun urusan ini benar-benar tidak dapat ditinggalkan.

 

“Iya tidak apa-apa, kau cepatlah selesaikan urusanmu. Jika kau terlambat, awas saja.” Ancam Yoora tidak bersungguh-sungguh. Ia hanya mencoba mencairkan suasana, sepertinya Chanmi terdengar tidak yakin dan sangat khawatir.

 

“Eonni aku janji akan datang tepat waktu. Sudah dulu ya, nanti aku telepon lagi jika sudah selesai.” Panggilan berdurasi beberapa menit itupun berakhir. Yoora hanya dapat menggelengkan kepalanya saat mengingat Chanmi yang begitu khawatir, namun gadis itu juga tidak bisa meninggalkan urusannya. Mau bagaimana lagi, Yoora hanya bisa membiarkan gadis itu menyelesaikannya. Lagi pula ia tak masalah sendirian, ia baik-baik saja.

 

Mengetahui Chanmi yang terlambat datang, akhirnya Yoora memutuskan untuk menunda membuat kue. Yoora sudah berjanji akan mengajarkan Chanmi membuat kue hari ini, namun sayangnya gadis itu terlambat. Yoora hanya berharap bahwa waktunya cukup nanti.

 

Yoora baru saja ingin memasuki kamarnya saat bel rumahnya berbunyi. Dahinya berkerut, siapa yang datang sepagi ini? Seingatnya, Kyuhyun pernah bilang bahwa yang tahu rumah ini hanya Shim bersaudara. Tidak mungkin Chanmi, apalagi Changmin dan Chaerin yang sibuk bekerja. Apa Kyuhyun? Tanyanya dalam hati. Namun daripada terus menebak hal yang tidak pasti, ia akhirnya berjalan ke arah intercom untuk melihat siapa yang datang.

 

Dahi Yoora mengernyit dalam saat ia hanya mendapati punggung seorang pria yang berada di layar intercom. Punggung pria itu terlihat tidak asing, namun Yoora tidak mendapati satu ingatanpun tentang punggung siapa itu. Akhirnya, setelah berfikir sebentar, ia memutuskan untuk membuka pintu itu.

 

Nugu—

 

“Shin Yoora!”

 

seyo?”

 

-=JJ=-

TBC

Only One Chapter Left.

#DontForgetUsTooFast.

The Last Question, choose one :

#KyuRa

#HyukRa

#MinRa

94 thoughts on “But, I Love You Part 14

  1. duhh nyesek banget sih hidupnya yoora. aku kasihan dan nggak bisa bayangin kalau aku ada di posisi dia. tapi tetep bersyukur kalau aku di posisi yoora bisa deket kyuhyun oppa. kwkwkwk. abaikan aja ini hanya impian di siang bolong. kwkwkw

    Disukai oleh 1 orang

  2. Mf br sempet comment di chap ni…
    Akhirnya ceritanya bisa ku pahami…
    Ceritanya mantaps thor…
    Btw, jangan bilang yg dtg itu ayhny kyu .. Duuhhh…
    Kenapa sih kyu n yoora ga mau bernostalgi gitu… Kn kyu tau kalo selama ini yoora juga menderita 😭
    .
    Fighting authorr 😊😊😊

    Disukai oleh 1 orang

  3. Siapa yang dateng ???
    Siapa yang dateng ???

    Hyuk kah ???
    Atau siapa ???

    😮
    Keadaannya udah mulai baik toh hubungan mereka ber2 ?? Tapi apa bakalan ada masalah yang datang lagi ???
    Semoga aja authornya kaga buat masalah yang pelik sesudah inii :3

    Disukai oleh 1 orang

  4. Akhirnya
    Sekian lama di tunggu
    Muncul juga ff ini
    Kangen ama ceritanya

    Wah hubungan khuhyun ama yoora semakin baik
    Lalu siapa yg datang kerumah yoora ya?
    Eunhyuk kah?

    Disukai oleh 1 orang

  5. Itu siapa lagi yang dateng? Semoga bukan orang jahat deh:( semoga kyu terus kek gini, seneng bacanya, jadi senyum-senyum sendiri:v
    Btw aku pilih KyuRa donggggs pastinyaaa.
    Yaudah thor semangat lanjutin ff kerennya😻 ditunggu bangettttt kelanjutannya. Hwaiting!

    Suka

  6. Waahhh akhirnya ffnya keluar juga makin penasaran ini sama kelanjutannya semoga yoora sama kyuhyun oppa tambah baik lagi dan gak ada yang ganggu hubungan mereka lagi aminnn semangat autjir buat next partnya fighting 😍😍😘😘😘😚😚😚💪💪💪💪👏👏👏👏👏 aku menanti karya dan aku suka karya mu

    Suka

  7. Hai hai kakak long time no see. Seneng banget akhirnya dilanjut jg. Oh ya kalo ditanya milih siapa, udah jelas aku milih #kyura dong. Haha secara gitu :D. Mudah”an kali ini kyu gak labil deh kya kmre”. Ntu kira” siapa ya yg dateng, kalo emang bapak tirinya kyu bisa bahaya dong. Uda ah segitu aja, smpe ktmu di part selanjutnya.

    Suka

  8. Kyuhyun beneran mau berubah kan ya??? Die ga cuma berubah sesaat karna Yoora hamil?
    Lalu gimana ama HyukJae??? Gimana kalo die tau kalo pelaku nya Kyuhyun??? Huwaaaaa ga sabar deh. Di tunggu lanjutan nya ya kakaaaa ga sabar mecahin misteri Yoora ama siapa di masa depan 😘😘😘

    Suka

  9. seneng bgt kyu udh berubh n perhatian sama yoora, bhkan dia bwa yoo ke rmh yg desainnya sesuai dgn keinginan yoora jaman dlu, sweet bgt >.< kyknya itu ayahnya kyu deh, semoga ga jahat sama yoora dia T.T

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s