Toujours Part 1


 

Author : CharlotteD’

Tittle   : Toujours ? (Chapter 1)

Category  : NC-17, Yadong, Romance, Family life, Chapter

Cast :

Cho Kyuhyun

Yoon Jieun

Shin Dahye

Lee Donghae

 

Other Cast : Find it by yourself ^^

Halo~ Annyeong haseyo~ Ini pertama kalinya aku publish FF. So, pasti banyak kekurangannya. Mohon maaf kalau ceritanya ngebosenin dan kurang menarik. Mohon maaf juga apabila ada kesamaan nama tokoh ataupun jalan cerita. Happy reading and enjoy the story yaa teman-teman~ Hati-hati typo bertebaran~

 

 

~~*~~

 

“Perpisahan itu ibarat hujan di sore hari, walaupun kita tak dapat melihat sang matahari namun kita akan terpukau oleh keindahan sang pelangi. Kita tak mampu menolak pesonanya dan bukan sebuah duka yang tersisa namun sebuah asa untuk kembali berjumpa”

 

“Pertemuan dan perpisahan adalah hal biasa dalam kehidupan, tanpa pertemuan maka tidak akan ada perpisahan. Perpisahan juga akan membuka peluang untuk pertemuan yang lain”

 

Seoul, South Korea

 

Pagi buta di Seoul telah banyak mobil yang berlalu lalang , orang orang mulai beraktivitas seperti biasanya setelah beristirahat semalaman. Nampak di depan sebuah bar seorang pria keluar dengan setelan yang dibilang jauh dari kata rapi, pria itu terlihat sangat mabuk

 

“Ya! Aku belum selesai minum , Sialan !” pria itu berteriak kepada seorang pegawai bar yang membopongnya menuju mobil, pegawai itupun hanya bisa meminta maaf kepada sang pria karna ini memang sudah pagi dan bar harus segera ditutup.

 

“Sialan!” pria itu segera menjalankan mobilnya dengan kecepatan penuh. Terdengar suara deringan ponsel , di layar ponsel itu tertera nama seseorang yang mengubunginya ‘J’  . Pria itu segera mengangkat panggilan tersebut

 

Donghae-ssi kau dimana? Urusanmu belum selesai ?

 

Suara seorang wanita diseberang telepon. Pria yang diketahui bernama Donghae itu hanya mendesah malas meladeni panggilan tersebut dan langsung memutus panggilan secara sepihak.

 

~~*~~

 

Dari kejauhan terlihat mobil Porsche Carrera GT berjalan menembus jalanan kota seoul yang sudah cukup padat, sang pengemudinya adalah seorang wanita dengan setelan branded  ya jika dilihat orang pasti akan langsung tahu bahwa dia adalah seorang wanita penggila belanja.

 

“Ah benarkah? Oh Ya Tuhan aku sangat menginginkan tas itu , berapapun harganya akan kubeli” ucap wanita itu kepada seseorang di telepon .

 

Oh sadarlah Shin Dahye! Bukankah kau terlalu banyak menghabiskan uang suamimu itu ? dasar wanita gila belanja!!” ucap seseorang di seberang telepon dan langsung memutusnya.

 

“Untuk apa aku punya suami yang kaya raya tapi uangnya tidak kugunakan, itu bodoh namanya”

 

Dahye tertawa kecil sambil melihat kukunya yang sudah sangat cantik dengan polesan Nail art-nya yang baru, Ia terlalu asik memandangi kukunya sampai ia tak fokus meyetir dan tak sadar bahwa ada mobil lain yang datang berlawanan arah dengannya dengan kecepatan tinggi. Dahye menyadari itu ia segera membanting stirnya namun sayang , kecelakaan tidak dapat dihindari.

 

BRAK!!! Benturan bagian depan kedua mobil itu terdengar sangat nyaring, hingga siapapun yang mendengarnya pasti akan sangat terkejut.

 

Busan, South Korea

“Ap- Apa?” Jieun menutup mulutnya saking terkejut, setelah menutup telepon dia segera menyambar tas dan mantelnya lalu pergi ke stasiun untuk menemui suaminya yang kecelakaan di Seoul.

 

“Ibu mau kemana? Ada apa?” tanya gadis berumur sekitar 13 tahun itu.

 

“Jian sayang, ibu harus pergi sebentar menemui ayahmu, kau tetap disini bersama nenek” setelah mengucapkan kalimat singkat itu kepada anaknya Jieun segera pergi.

 

~~*~~

 

Seoul University Hospital

Dimana suamiku? Pasien bernama Lee Donghae?!” Jieun berteriak panik di depan meja administrasi RS , pegawai RS berkata bahwa Donghae masih di tangani di UGD dan memberikan Jieun sebuah form untuk data wali pasien.

 

“Pasien bernama Shin Dahye” suara berat itu– Jieun merasa sangat mengenalnya.Jieun menghentikan tangannya yang sedang menulis kemudian melanjutkannya lagi.

 

“Ya, dia istri saya” Jieun menghentikan lagi gerakkannya dan menggeleng dengan cepat. Jieun menegakkan badannya dan menyerahkan form kepada pegawai RS, Dan ketika dia berbalik dia melihat sosok pria bersuara berat itu , saat melihatnya dunianya seolah berhenti , ia membelalakkan matanya kaget. Orang yang selama ini dia kubur dalam ingatannya, orang yang pernah dia sayangi , orang dari masa lalunya dan orang yang tak pernah ingin ia temui lagi. Sekarang malah berada di hadapannya, dekat bahkan sangat dekat. Orang itu–

 

“Cho Kyuhyun”

 

Kyuhyun sama kagetnya dengan Jieun, tidak menyangka dia akan bertemu lagi setelah sekian lama. Kyuhyun menatap mata Jieun lekat, ada sorot kerinduan didalamnya. Oh sadarlah Cho Kyuhyun! Kau sudah memiliki istri. Menatap mata Jieun membuat dia menerawang jauh ke 15 tahun yang lalu disaat semuanya masih indah dan- Kyuhyun seketika tersadar dari lamunannya. Jieun telah pergi

 

Jieun memegangi dadanya yang terasa sangat sesak, nafasnya terengah engah. Mengapa rasa ini masih ada, Ya Tuhan! Ini sudah 15 tahun lamanya. Apa sebegitu mempengaruhnya kah Kyuhyun di dalam hidupnya hingga dia sulit melupakannya. Apakah dia-

 

“Astaga suamiku!” Jieun tersentak kemudian berlari menuju kamar rawat suaminya, Lee Donghae.

 

Jieun menghampiri Donghae perlahan, suaminya sudah bangun dari tidurnya.

 

“Darimana saja? Kenapa lama sekali” tanya Donghae dengan suara parau. Jieun duduk di tepian ranjang dan memberikan segelas air kepada Donghae. Dengan nada sedikit takut Jieun menjawab

 

“Jarak Seoul dan Busan Cukup Jauh”

 

“Belikan aku makanan” mendengar perintah itu Jieun segera bangkit dari duduknya dan bergegas pergi ke cafetaria rumah sakit untuk membeli makanan.

 

Sambil menunggu makanan yang ia pesan, Jieun memutuskan untuk bersantai dan meminum kopi sebentar. Dia menghirup aroma kopi dan aromanya langsung menyejukkan pikirannya. Ia menyesapnya perlahan.

 

“Boleh aku duduk disini?” itu– suara Cho Kyuhyun.

 

“Ya” jawab Jieun setengah berbisik, ia sangat gugup saat ini.

 

“Ad…ada ap–“

 

“Bagaimana kabarmu?” Kyuhyun menyela ucapan Jieun yang terdengar gagap. Kyuhyun menatap Jieun dengan intens dengan menopangkan dagunya diatas tangan kanannya. Jieun bergerak gelisah ditempat duduknya. Kyuhyun yang menyadari itu hanya tersenyum tipis.

 

“Kau masih saja sama seperti dulu” ucap Kyuhyun diiringi senyuman manis dimana orang yang melihatnya pasti akan langsung lemas tak berdaya, begitupun dengan Jieun saat ini. Kakinya sudah lemas bagaikan jelly karena melihat senyum manis pria itu.

 

*FLASHBACK ON

Seoul University, 2000.

 

“Ya Cho Kyuhyun! Jangan hanya menatapnya saja. Kalaukau suka datatanglah langsung padanya dan nyatakan perasaanmu!”

 

Kyuhyun langsung tergagap saat ia tertangkap basah sedang memperhatikan seorang gadis yang sedang asik menggambar dibawah pohon oak yang rindang. Kyuhyun sudah sangat tertark padanya sejak pertama kali ia melihatnya, gadis itu memiliki mata coklat yang indah, kulit seputih susu, rambut hitam legam sebahu, bibir yang semerah darah, dan proporsi badan yang cukup tinggi untuk ukuran gadis seusianya. Kyuhyun tau segalanya tentang gadis itu. Namanya, tanggal lahirnya, alamat rumahnya, hobinya, bahkan hal hal tentangnya yang tidak penting sekalipun.

 

“Yoon Jieun” Kyuhyun bergumam pelan. Yoo Jieun adalah gadis yang satu kampus dengannya. Dia berada di fakultas seni, ketertarikannya terhadap seni membawanya untuk mendalami seni sampai ke perguruan tinggi. Dia selalu bermimpi akan menjadi designer terkenal suatu hari nanti. Hal itulah yang membuat dia berusaha keras belajar untuk mengejar mimpinya.

 

Kyuhyun tersenyum tipis saat melihat Jieun tersenyum di sela-sela kegiatan menggambarya. Rambut hitamnya tersapu angin hingga menampilkan lehernya yang jenjang. Kyuhyun menggeram tertahan melihat pemandangan yang dinilainya sangat ‘indah’ itu. Namun senyumnya luntur disaat ada seorang pria yang dengan beraninya menghampiri Jieun.

 

“Kau lihat itu pewaris Cho? Kau kalah telak dengan si Lee Donghae itu!”

 

“Sialan. Lee Hyukjae! Kau.Terlalu.Berisik.” Kyuhyun menekankan setiap katanya, membuat pria bernama Lee Hyukjae itu bergidik ngeri. Tatapan tajam Kyuhyun seolah mengulitinya hidup-hidup.

 

Kyuhyun hampir hilang kesabarannya saat melihat Jieun tertawa lepas bersama Donghae, karna yang Kyuhyun tau Jieun itu jarang memiliki teman, gadis itu terkesan dingin dan tertutup, bahkan tersenyum pun sangat jarang. Tapi apa yang ia lihat saat ini? Gadis itu malah tertawa lepas bersama seorang pria. Oh astaga! Kyuhyun ingin sekali menyeret gadis itu dan mengatakan bahwa Jieun adalah miliknya. Hanya milik Cho Kyuhyun!

 

Keasabarannya benar benar berada diambang batas disaat Donghae dengan seenak jidatnya mengacak rambut Jieun dengan gemas. Nafasnya memburu dan tangannya mengepal kuat-kuat.

 

“Ya Cho Kyuhyun! Kendalikan dirimu, jangan membuat masalah” ucap Hyukjae mencoba untuk menenangkan Kyuhyun. Dia tidak mengindahkan perkataan Hyukjae sama sekali

 

“Persetan!”

 

Dengan tergesa gesa Kyuhyun menarik tangan Jieun, menjauhkan Jieun dari jangkauan Lee Donghae. “Ya!!! Apa yang kau lakukan?” Jieun mencoba memberontak namun Kyuhyun tetap menarik Tangan Jieun degan kasar dan membawanya entah kemana.

 

Kyuhyun menghempaskan tubuh Jieun ke tembok rooftop kampus. Kyuhyun memenjarakan tubuh Jieun diantara kedua tangan kekarnya. Nafas mereka berdua terengah engah.

 

“Siapa kau? Mengapa seenaknya saja menarikku? Aku bukan barang!” bentak Jieun setelah berhasil menormalkan nafasnya. Jieun mendorong dada Kyuhyun untuk menjauh darinya, tapi usaha itu sia sia karena tenaga Kyuhyun jauh lebih besar darinya.

 

“Lepaskan aku sialan!” maki jieun sambil terus memukul dada Kyuhyun. Kyuhyun masih mencoba menormalkan nafas dan detak jantungnya yang saat ini sangat diluar batas normal. Ia takut jika Jieun akan mendengar suara detak jantungnya saking kerasnya.

 

“Hey tenang dulu” Kyuhhyun memegang kedua bahu Jieun dan menatapnya lekat. Dia bingung mengapa Jieun tdak mengenalnya. Hampir semua gadis di kampus ini mengenal Cho Kyuhyun, si calon pewaris ‘Cho Enterprise Holding Inc’ perusahaan milik ayahnya.

 

“Kau tidak mengenalku?” Jieun mendorong dengan kuat tubuh Kyuhyun untuk menjauh darinya

 

“Apa hubunganmu dengan Lee Donghae?” tanya Kyuhyun lagi, setelah tak mendapat respon atas pertanyaannya yang pertama.

 

“Apa maumu? Katakan saja”

 

Jieun menatap Kyuhyun tajam. Dia heran mengapa pria ini tiba tiba menariknya dan bertanya apakah dia mengenalnya. Hey! Jieun adalah gadis yang dingin dan tertutup- ah dan juga anti sosial. Jadi dia tidak akan mau berurusan dengan hal-hal yang menurutnya tidak penting. Dia hanya mementingkan belajar, belajar dan belajar untuk meraih mimpinya. Karena Jieun sadar, dia bukan seorang gadis yang lahir dari keluarga kaya raya.

 

Kedua orang tuanya telah bercerai sejak ia masih kecil, ia tinggal di sebuah rumah kecil bersama ibunya di Busan. Dia harus berusaha mati matian agar nilainya tidak turun dan beasiswanya dicabut, karena dia ingin membahagiakan ibunya. Gadis itu harus merelakan masa mudanya yang harusnya indah dan penuh warna tapi malah dia habiskan hanya untuk belajar.

 

“Kau. Itu. Milikku”

 

Kyuhyun menekankan setiap kalimat yang diucapkannya, kedua tangannya menangkup pipi Jieun, gadis pujaannya. Ah sial, aroma gadis ini sangat memabukkan. Kyuhyun mengumpat dalam batinnya. Pandangan Jieun terkunci pada mata hitam milik Cho Kyuhyun yang sedang menatapnya begitu memuja. Ah tidak-tidak, Jieun kau harus menjauh. Pria ini sangat berbahaya. Dewi batinnya berteriak menyadarkan. Jieun mengerjapkan matanya berkali-kali.entah mengapa menatap pria ini membuat akal sehatya hilang entah kemana. Apakah pria ini memiliki sihir atau semacamnya?. Itu sangat tidak mungkin. Tapi entah mengapa tatapan pria ini membuatnya begitu nyaman.

 

“Kau milikku. Yoon Jieun” dengan cepat Kyuhyun metutup bibir Jieun dengan bibirnya, melumatnya perlahan, mengecapnya dan merasakan bibir Jieun. Sial! Ini sangat manis. Kyuhyun menggeram tertahan ditenggorokannya. Entah mengapa Jieun menikmati ciuman ini yeah meskipun dia tidak berusaha membalasnya. Setelah mengumpulkan semua kesadarannya, Jieun langsung mendorong Kyuhyun dan berlari meninggalkan pria itu sendirian di rooftop kampus. Kyuhyun menyeringai dan mengusap bibirnya dengan ibu jari setelah melihat punggung Jieun menghilang di balik pintu.

 

*FLASHBACK OFF

 

Jieun mengeratkan genggamannya pada pegangan cangkir, dia bingung harus berkata apa. Setelaah lima belas tahun lamanya pria itu sekarang berada di hadapannya. Jieun berdehem pelan untuk menetralkan suaranya dan meletakkan cangkir yang ia pegang di atas meja.

 

“Aku baik, seperti yang kau lihat” Jieun berusaha sebisa mungkin untuk tidak menamgis dan memeluk pria yang ada dihadapannya ini. Sebesar apapun ego dan rasa bencinya tetap saja tidak bisa mengalahkan rasa rindu dihatinya yang sudah terpendam selama lima belas tahun. Kyuhyun tersenyum tipis dan menatap Jieun tepat di mata coklatnya.

 

“Kau terlihat lebih kurus”

 

“Apa maumu?”

 

“Aku hanya ingin menyapamu Jieun-ah, sudah lama sekali kita tidak–“

 

“Baiklah aku permisi Kyuhyun-ssi, suamiku menunggu”

 

Jieun berlari meninggalkan Kyuhyun sendirian di Cafetaria, tidak- ini salah, ia seharusnya sudah melupakan Kyuhyun sejak dulu, tapi mengapa rasa rindu ini mendesak keluar saat bertatapan dengan pria itu.

 

Kyuhyun memasuki ruang rawat inap VIP itu dengan perlahan, dilihatnya istrinya sudah sadar dari pingsannya.

 

“Oh Cho Kyuhyun kau sudah datang, ada yang harus aku bicarakan denganmu” ucap Shin Dahye sambil fokus menatap pantulan wajahnya di cermin yang ia pegang.

 

“Apa? Kau ingin mobil baru?” Kyuhyun mendudukkan dirinya dengan nyaman disofa yang berada di seberang ranjang Dahye. Ia mengambil majalah lalu membolak baliknya tanpa membacanya, pikirannya sedang menerawang jauh. ‘Yoon Jieun’ ah lagi lagi wanita itu.

 

“Itu salah satunya, dan juga aku ingin melakukan operasi plastik”

 

“Mengapa? Kau sudah bosan dengan wajahmu itu hm?”

 

“Bukan begitu, hanya saja ada goresan di wajahku dan aku tidak nyaman melihatnya”

 

Mendengar itu Kyuhyun menghembusakan nafasnya kasar, lagi-lagi istrinya meminta sesuatu yang menurutnya sangat tidak penting. Hanya sebuah goresan kecil yang bahkan tidak terlihat, tapi istrnya meminta untuk operasi plastik. Memang uangnya itu berlimpah, tapi bukan berarti istrinya bisa meminta apa saja padanya.Ia sudah tau bahwa Dahye mau menikah dengannya hanya demi harta dan ketenaran. Sejak awal mereka berdua memang tidak saling mencintai. Status pernikahan mereka hanyalah pernikahan bisnis semata. Kyuhyun sudah tak tahan lagi, ia menatap Dahye dengan tajam.

 

“Lakukan semaumu” ‘dan aku akan segera mengirimkan surat cerai padamu’ lanjut Kyuhyun dalam batinnya.

 

 

Busan, South Korea

Salah satu kota terpenting di Korea Selatan dan dikenal sebagai ‘Kota Pelabuhan’. Keindahan pantai Kota Busan sudah tak diragukan lagi, banyak orang yang terpesona akan keindahan kota ini. Sama halnya seperti seorang pemuda bernama Jaehyun yang sedang terduduk sambil menikmati semilir angin di dermaga pantai. Rambut kecoklatannya terlihat berantakan karena tertiup anginyang cukup kencang namun ia tak memperdulikan itu, toh tidak akan mengurangi kadar ketampanannya pikirnya. Sesekali ia menghembuskan nafasnya berat dan mengumpat dengan pelan.

 

“Sial! Dad sungguh tega padaku, aishh~” Jaehyun mengacak rambutnya kasar. Ia sedang jengkel kepada ayahnya karena telah ‘mengasingkannya’ ke kota ini. Mengapa tidak sekalian saja ayahnynya itu mengirimnya ke Korea Utara, pikirnya. Ya meskipun itu adalah salahnya sendiri karena berulah di sekolah dan akhirnya dihukum oleh ayahnya.

 

Klik!

 

Suara bidikan kamera. Jaehyun menengokkan kepalanya saat mendengar itu. Dilihatnya seorang gadis sedang berdiri di belakangnya dengan kamera digital yang menggantung di lehernya. Sesekali gadis itu menyelipkan rambut ke belakang telinganya karena rambut panjangnya tersapu oleh hembusan angin. Jaehyun berdiri dan mensejajarkan tubuhnya dengan gadis itu.

 

“Kau memotretku?” gadis itu menatap Jaehyun heran. Dan sedetik kemudian tersenyum miring,

 

“Kau pikir kau itu model?”

 

“Aku tau aku ini tampan tapi jika kau mau memotretku kau harus meminta izin dulu padaku”

 

Gadis itu tak menanggapi ucapan Jaehyun dan kembali berkutat dengan kameranya. Jaehyun tiba-tiba merampas camera tersebut.

 

“Ya! Apa yang kau lakukan?” Gadis itu merebut kembali cameranya.

 

“Kau ingin fotoku kan? Akan kuberikan secara eksklusif” Jaehyun merebut kamera itu lagi. Dan seterusnya mereka saling merebut kamera hingga akhirnya berhenti disaat kamera digital itu tercebur ke laut dengan mengenaskan. Gadis itu menatap Jaehyun dengan tatapan yang sulit diartikan. Jaehyun menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

 

“Akan kubelikan yang baru” ucapnya diiringi cengiran yang sangat lebar.

 

“Sudahlah”

 

“Ayolah~ jika tidak aku akan merasa sangat bersalah padamu” Jaehyun menggoyang pelan lengan gadis itu.

 

“Cukup minta maaf saja padaku”

 

“Apa?”

 

“Kau tuli?”

 

“Ba– baiklah Aku minta maaf” Gadis itu tersenyum. Hampir saja Jaehyun jatuh terjungkal saking terpesonanya. Tak menyangka jika gadis itu mempunyai senyum yang sangat manis.

 

“Siapa namamu?” Jaehyun sepertinya telah jatuh ke dalam pesona gadis itu dengan segala kesederhanaannya. Bukankah aneh disaat ada seseorang yang merusak barang pribadimu tapi kau tidak marah dan malah menyuruh orang itu untuk meminta maaf. Gadis itu sangat sederhana menurut Jaehyun.

 

“Lee Jian, kau?”

 

“Aku Jaehyun, Cho Jaehyun” mereka berjabat tangan.

 

~~*~~

 

“Nenek aku pulang” Jian memasuki rumah kecil yang ditempati oleh nenek dan ibunya. Sudah 3 tahun lamanya ia tinggal di Busan karena permintaan ayahnya, ia juga tidak mengerti mengapa ayahnya menyuruh ia dan ibunya untuk tinggal di Busan sedangkan ayahnya tinggal di Seoul dan hanya mengunjunginya satu sampai dua kali saja dalam sebulan.

 

“Makan malam, Lee Jian” Nenek Jian yang akrab dipanggil sebagai Nyonya Yoon itu sedang sibuk menata peralatan makan untuk ia dan cucunya. Terdapat berbagai macam lauk pauk di atas meja.

 

“Makan yang banyak cucuku” Jian mengangguk dan menyumpitkan banyak makanan kedalam mulutnya.

 

“Kapan ibu akan pulang?” ucap Jian dengan mulut yang masih penuh makanan, Nyonya Yoon hanya tertawa pelan sambil menggelengkan kepalanya melihat tingkah cucunya itu. Sifatnya sangat mirip dengan ibunya semasa kecil dulu.

 

“Besok ibumu akan pulang, lanjutkan makanmu”

 

Seoul University Hospital

“Apa kau masih akan terus menghukumnya?”

 

“Ya. Aku tak mau punya anak pembangkang, biarkan saja dia sampai dia sadar”

 

“Apa kau tidak kasihan padanya Cho Kyuhyun? Dia sendirian di Busan!” Dahye merasa khawatir karena anaknya, Jaehyun sendirian di Busan. Ia takut terjadi apa apa pada anak laki-lakinya itu. Ia mengutuk suaminya karena sudah tega ‘mengasingkan’ anaknya sendiri hanya karena ia berkelahi di sekolah. Sungguh Cho Kyuhyun seperti seorang diktator. Suara telepon menginterupsi perdebatan mereka.

 

“Ya” Kyuhyun membuka suara

 

“…”

 

“Baiklah aku akan segera kesana” Kyuhyun menutup teleponnya dan melenggang pergi begitu saja tanpa menatap Shin Dahye yang notabene adalah istrinya. Ia sudah terbiasa seperti itu, 14 tahun pernikahan mereka tapi tidak pernah ada setitikpun rasa cinta yang muncul. Menurut Kyuhyun sekali pernikahan bisnis ya pernikahan bisnis tidak bisa melibatkan cinta dan harus tetap begitu selamanya. Anak? Oh itu hanya kewajibannya sebagai seorang anak. Jika saja orang tua Kyuhyun tidak mendesaknya untuk memiliki seorang anak, mungkin sampai saat ini pernikahan mereka tidak akan pernah dikaruniai seorang anak.

~~*~~

 

Cho Enterprise Holding Inc

 

Kyuhyun turun dari mobilnya, ia mengenakan setelan jas berwarna abu-abu. Sebelum ke kantor ia menyempatkan diri ke Mansion-nya untuk mengganti pakaian. Semua orang menunduk hormat saat berhadapan dengan Cho Kyuhyun sang pemimpin perusahaan. Sejak 8 tahun yang lalu ayahnya telah menyerahkan kedudukan tertinggi di perusahaan ini kepada putranya.

 

“Mulai rapatnya” Ruang rapat itu seketika menjadi hening disaat sang Presdir memasuki ruangan dan menduduki kursi kebesarannya. Kyuhyun memperhatikan ucapan para bawahannya dengan seksama. Isi rapat itu membahas tentang kendala Cho Enterprise di bidang hiburan. Artis dari perusahaan mereka cukup banyak namun mereka kekurangan staff.. Terlebih lagi bulan depan akan diadakan event tahunan Cho Enterprise, kekurangan staff seperti ini akan sangat menghmbat jalannya event tahunan tersebut.

 

“Untuk staff kami sudah menemukannya Presdir, hanya saja ada satu kekurangan lagi” Kyuhyun menaikkan sebelah alisnya.

 

Designer, kami membutuhkan designer karna project event kita tahun ini adalah Fashion Show

 

“Baiklah, cari kandidat terbaik. Biar aku yang mengurus sisanya” setelah mengucapkan kalimat itu Kyuhyun bangkit dari duduknya dan segera meninggalkan ruang rapat tersebut. Itu berarti keputusan Kyuhyun sudah bulat, tidak ada yang bisa mendebatnya lagi. Hey siapa yang berani mendebat seorang Cho Kyuhyun? Jika kau berani mendebatnya sedikit saja maka berarti kau sudah siap untuk kehilangan pekerjaanmu. Begitulah prinsip sang Presdir.

 

~~*~~

 

“Besok kau sudah bisa pulang, Donghae-ssi” Ucap Jieun sambil membereskan alat makan yang barusan mereka gunakan untuk makan malam. Mendengar itu, Donghae hanya mengangguk dan setelahnya tak memberi respon apapun.

 

“Pulanglah ke Busan, Jian pasti merindukanmu” Donghae menatap Jieun dengan tajam, ia tak suka diperintah terlebih oleh istrinya sendiri yang menurutnya sangat menurunkan harga dirinya. Tapi jika dia pikir, dia memang sudah lama tidak mengunjungi putrinya di Busan. Ia terlalu sibuk akan urusannya di Seoul sehingga melupakan anaknya.

 

“Aku ingin dia mendapat pendidikan yang terbaik di Seoul”

 

“Kau punya hak apa Yoon Jieun!!!” Donghae menatap Jieun nyalang, amarahnya sudah tak bisa ia tahan lagi.

 

“Tapi aku ib–“

 

PLAK!

 

Satu tamparan mengenai pipi mulus Jieun, meninggalkan bekas merah yang begitu nyata di pipi sebelah kanannya. Jieun tak dapat membendung air matanya lagi, hilang sudah pertahanannya. Donghae menjambak rambut Jieun membuat wanita itu mau tidak mau mendongakkan kepalanya. Wajahnya memerah dan basah karena air mata, nafasnya terdengar putus-putus. Sebisa mungkin ia menahan isakannya.

 

“Setelah ini jangan pernah menginjakkan kaki ke Seoul, kau ingat itu!”

 

Donghae menghempaskan tubuh Jieun begitu saja hingga membuatnya jatuh tersungkur di lantai rumah sakit yang dingin. Sungguh ia sudah tak tahan lagi dengan kisah rumah tangga yang sudah 14 tahun ini ia jalani. Ia tidak kuat dengan sikap suaminya yang selalu berlaku kasar padanya. Ia tidak mengerti mengapa Donghae selalu bersikap berlebihan ketika ia membahas tentang Seoul. Sudah lama ia memikirkan perpisahan, namun ia sangat menyayangi anaknya ia tak mau jika putrinya merasa sedih bahkan terpuruk karena perceraiannya dan Donghae.

 

~~*~~

 

Hari mulai berganti, matahari mulai menampakkan dirinya menggantikan tugas sang bulan untuk menyinari dunia. Menampakkan pemandangan indah di langit Seoul dengan warna jingga kemerahan. Burung-burung mulai bernyanyi untuk memulai hari yang cerah ini.

 

“Aku akan ke bawah untuk mengurus kepulanganmu, Donghae-ssi” Jieun meletakkan tas yang berisi pakaian Donghae diatas tempat tidur. Donghae sudah rapi dengan kemejanya bersiap untuk meninggalkan rumah sakit. Selang beberapa saat, Donghae mendapat panggilan masuk.

 

“Ya?” Donghae membuka suara, air mukanya berubah sumringah setelah mendapat panggilan tersebut.

 

“…”

 

“Tentu aku baik baik saja”

 

“…”

 

“Ya, aku akan menyusul. Sampai jumpa”

 

Setelah menutup teleponnya, Jieun masuk dan langsung menghampiri Donghae.

 

“Ayo, kita pulang” Jieun hendak mengamit lengan Donghae namun langsung ditepis olehnya. Hatinya mencelos mendapat perlakuan seperti ini dari suaminya sendiri. Sudah tiga tahun belakangan ini sifat Donghae mulai berubah menjadi lebih kasar. Bahkan tidak pernah sekalipun Donghae bersikap baik padanya ataupun pada anaknya. Ia merasa bagai orang yang terbuang, atau bahkan wanita simpanan–Jieun menggeleng keras menampik semua pikiran buruk itu. Ia menggigit bibirnya keras menahan desakan air mata yang ingin keluar. “Tidak, jangan sekarang” batin Jieun berteriak mengingatkan.

 

“Kau pulang sendiri, aku masih punya urusan disini”

 

Setelah mengucapkan itu, Donghae langsung berlalu meninggalkan Jieun tanpa menoleh sedikitpun. Sedetik kemudian tangisnya pecah, ia menangis terisak sambil memegangi dadanya yang terasa sangat sesak. Demi Tuhan, ia sudah tak kuat lagi. Jika Donghae memang sudah tak mengharapkannya lagi, untuk apa ia masih mempertahankan status pernikahan ini.

 

Rasanya akan percuma saja jika mereka tetap melanjutkan ikatan pernikahan tanpa ada keharmonisan di dalamnya. Jieun lelah, benar-benar lelah menghadapi semua ini. Ia kembali mengingat saat yang lalu dimana Donghae dengan sangat romantisnya menjanjikannya sebuah komitmen dan entah mengapa ia dengan mudah menerimanya.

 

“Kau sangat bodoh Yoon Jieun”

 

~~*~~

 

Cho Enterprise Holding Inc

 

Kyuhyun berdiri menghadap jendela besar di ruangannya, tangannya ia masukkan ke dalam saku celananya. Ia terlihat sangat dingin dan angkuh. Kyuhyun menatap dengan serius orang-orang yang berlalu lalang melewati kantornya. Ia menghembuskan nafasnya kasar.

 

“Dimana kau?” gumamnya pelan, bahkan sangat pelan sehingga mustahil orang lain akan dapat mendengarnya.

 

“Presdir?” Kyuhyun dibuat terkejut oleh seorang pria yang seenak jidatnya memasuki ruangannya. Ia sudah tau siapa orang ini, hanya dia yang berani bertindak sesukanya meskipun Kyuhyun adalah atasannya.

 

“Henry Lau” geram Kyuhyun kepada pria itu.

 

“Ya Cho Kyuhyun” sahut pria itu dengan santai, tidak ada sorot gugup ataupun ketakutan dimata pria berwajah bayi itu.

 

“Asisten kurang ajar, jika saja kau bukan sepupuku– Brengsek”

 

“Jangan terlalu banyak mengumpat, tidak baik untuk kesehatanmu” Henry berniat mengingatkan meskipun hal yang dia sampaikan tidak ada hubungannya sama sekali. Kyuhyun hanya bisa mendesah pelan menghadapi kelakuan sepupunya ini.

 

“Rapat sepuluh menit lagi, Presdir”

 

Henry menunduk hormat kemudian keluar dari ruangan sang presdir. Ini yang Kyuhyun suka dari Henry, meskipun kepribadiannya sangat-sangat menyebalkan tapi jika soal pekerjaan maka ia akan menjadi orang yang profesional dan bertanggung jawab.

 

Kyuhyun kembali larut dalam lamunannya, kembali teringat akan gadis dari masa lalunya- ah atau mungkin sekarang ia telah menjadi wanita. Wanita yang selalu membuatya tersenyum, wanita yang dingin tetapi selalu tersipu ketika ia puji, wanita yang membuatnya gila saat ia merindukan sosoknya, wanita yang pernah menjadi bagian dari hidupnya.

 

Tapi, itu semua hanya ada di dalam masa lalunya yang telah terkubur 15 tahun lamanya. Ia tak menyangka akan bertemu kembali dengan wanita masa lalunya yang ia kira tak akan pernah menginjakkan kakinya lagi di negeri ini. Ia teringat dimana wanita itu memutuskan untuk pergi darinya diiringi oleh tangisan haru dari keduanya. Kyuhyun tersadar dari lamunannya dan mengusap wajahnya gusar.

 

“Yoon Jieun”

 

~~*~~

 

Jian berjalan menyusuri pinggir pantai sembari menuntun sepedanya, di dalam keranjang sepeda itu penuh oleh bunga Azalea berwarna merah muda. Jian bersenandung pelan sesekali menyunggingkan seyuman indahnya. Orang tuanya akan pulang hari ini, tentu saja ia merasa sangat senang. Sudah lama sekali rasanya ia tak bertemu oleh ayahnya yang sangat ia sayangi itu.

 

Lee Donghae dimata Jian itu bagaikan besi yang selalu melindunginya dalam keadaan apapun, bagaikan lilin di kala gelap yang meneranginya agar ia tak sendirian dalam kesunyian. Hidup terpisah dari ayahnya membuatnya merasakan sedikit kehilangan dan rasa rindu yang teramat besar. Ia sudah tak sabar ingin bertemu ayahnya dan memeluknya seerat mungkin untuk menumpahkan segala kerinduannya selama ini. Jian melanjutkan nyanyiannya.

 

I want my unborn son to be like my daddy

 

I want my husband to be like my daddy

 

There is no else like my daddy

 

And I thank you for loving me~

 

“Suara yang bagus, eh?” Jian tersentak kaget mendengar suara laki-laki di belakangnya. Nafasnya tercekat saat melihat Jaehyun sedang menatapnya dengan kedua tangan yang dimasukkan kedalam sakunya.

 

“Kita bertemu lagi” Jian menyunggingkan senyum manisnya, jujur ia merasa senang bisa bertemu kembali dengan Jaehyun karna selama hampir tiga tahun ia tinggal di Busan, ia hanya memiliki sedikit teman.

 

“Kau tinggal disini?” Jian menjawabnya hanya dengan anggukan kepala. Jaehyun memicingkan matanya yang sontak membuat Jian bingung.

 

“Ada apa?”

 

“Kau pasti berbohong kan? Dialekmu tidak seperti orang Busan” tuduh Jaehyun dan hal itu membuat Jian tertawa terbahak-bahak.

 

“Aku baru tiga tahun tinggal disini” Jaehyun hanya ber-oh ria mendengar penjelasan Jian. Ia melirik keranjang Jian yang penuh dengan bunga dan menatapnya penasaran.

 

“Ini bunga Azalea” ucap Jian yang menyadari tatapan penasaran dari Jaehyun. Ia baru saja memetiknya dari kebun tempat pamannya menanam buah jeruk. Sejak dulu, Jian sangat menyukai bunga dan ia bermimpi untuk bisa menjadi seorang Florist juga mempunyai toko bunga miliknya sendiri.

 

“Apa artinya? Setiap bunga pasti memiliki arti”

 

“Bunga Azalea memiliki arti keikhlasan, kesabaran dan kesederhanaan. Bunga ini juga mampu memberikan kesan indah dan memancarkan aura kesejukan”

 

Jaehyun menatap Jian takjub, tak menyangka jika gadis itu dapat menjelaskan dengan lengkap tentang arti sebuah bunga. Ini membuatnya semakin menaruh kekaguman pada Jian. Senyuman indahnya sealu membuat hatinya berdesir. Rasanya ia tak ingin meninggalkan Busan jika setiap hari bisa bertemu Jian seperti ini.

 

“Ada apa?” Jian menatap Jaehyun heran, laki-laki ini tak memberikan respon apapun dan hanya termenung di tempatnya. Jian tertawa kecil kemudian menepuk bahu Jaehyun dengan keras yang langsung mendapat tatapan membunuh dari Jaehyun yang sedang meringis sambil memegangi bahunya.

 

“Ayo aku antar pulang” Jaehyun menaiki sepeda Jian dan menyuruh gadis itu untuk duduk di belakang, Jian menggeleng pelan.

 

“Tidak apa-apa Cho Jaehyun, aku bisa sendiri”

 

Sesampainya dirumah, Jian langsung meloncat senang saat melihat ibunya sudah pulang. Matanya menelisik mencari keberadaan ayahnya namun nihil, ayahnya tak ada.

 

“Dimana ayah?” tanya Jieun dengan matayang berkaca-kaca. Sungguh ia sangat merindukan ayahnya. Jieun menahan tangisnya menatap kesedihan anaknya.

 

“Ayahmu sedang sibuk, maaf ibu tidak bisa mengajaknya kesini”

 

Jieun mengerti bagaimana perasaan putrinya, bagaimana sakitnya menahan rindu. Putrinya masih sangat membutuhkan sosok ayah yang mau membimbingnya dan menuntunnya untuk menghadapi kerasnya hidup suatu hari nanti. Namun yang ia dapat hanyalah kehampaan, tidak ada sosok ayah yang selalu mendampinginya, tidak ada sosok ayah yang mengajarinya banyak hal baru. Ayahnya terlalu sibuk dengan urusannya sendiri hingga melupakan anak mereka satu-satunya.

 

“Sudah, ayahmu pasti akan kesini nanti” Jieun mencoba menenangkan putrinya yang masih terisak di pelukannya. Jian mendongakkan kepalanya dan berusaha menghentikan laju air matanya.

 

“Nah, sekarang tersenyumlah”

 

Jian memaksakan bibirnya untuk tersenyum, ia tak ingin ibunya merasa bersedih karenya dirinya. Ia harus kuat demi ibunya.

 

~~*~~

 

A few days later

 

Kyuhyun mempersilakan sekertarisnya untuk masuk ke ruangannya, ia sedang duduk dengan angkuh di kursi kebesarannya berkutat dengan tumpukan dokumen yang harus ia teliti dan ditandatangani. Menyuruh sekertarisnya untuk bicara tanpa mengalihkan pandangannya dari dokumen yang sedang ia teliti.

 

“Ini beberapa designer yang lolos seleksi, Presdir”

 

Sekertarisnya menyerahkan data beberapa designer beserta foto dan produk fashion yang pernah mereka rancang. Kyuhyun mengangguk singkat dan menyuruh sekertarisnya untuk segera meninggalkan ruangannya. Ia mengambil data tersebut kemudian membacanya dengan seksama, raut wajahnya nampak terkejut namun sedetik kemudian kembali normal dengan seringai tipis yang mencurigakan. Ia meraih ponselnya lalu mendial beberapa nomor.

 

“Ya, ini aku”

 

“…”

 

“Urus semuanya”

 

“…”

 

“Baik”

 

Kyuhyun menutup teleponnya diiringi senyuman tipis yang membuat kadar ketampanannya bertambah berkali kali lipat. Ia melirik jam tangan mahal di pergelangan tangan kirinya. Sudah pukul lima sore, ia bergegas meinggalkan kantor.

 

~~*~~

 

“Ada apa dengan Cho Kyuhyun? Dia terlihat senang” tanya Lee Hyukjae setelah menandaskan segelas Sampagne dan menikmati rasa hangat yang menjalar ditenggorokannya. Tak mendapat respon atas pertanyaannya Lee Hyukjae menolehkan kepalanya kearah temannya itu. Namun apa yang ia lihat justru membuatnya menggeram kesal.

 

Temannya tampak asik berciuman panas dengan salah satu wanita di club itu, tangannya meraba bagian dalam paha mulus wanita yang ada di pangkuannya dan menaikkan mini dressnya sebatas pinggang hingga menampakkan celana dalam berwarna merahnya. Wanita itu mendesah pelan saat ciuman pria itu berpindah ke lehernya, meninggalkan beberapa jejak disana.

 

“mhhh”

 

“KIM HEECHUL!! SIALAN!!” teriakan Hyukjae mengalahkan dentuman music Club yang sangat keras. Wanita itu segera menjauhkan diri dari pangkuan Kim Heechul dan merapikan penampilannya yang terlihat sangat berantakan. Heechul menatap Hyukjae dengan pandangan kesal yang dibuat-buat.

 

“Apa urusannya denganku jika Kyuhyun terlihat senang? Hah?”

 

“T– Tidak ada, lanjutkan kegiatanmu”

 

“Bisakah kalian diam?” Kyuhyun mengalihkan tatapannya yang sedari tadi hanya fokus pada ponselnya. Mendengar itu, kedua temannya bungkam tak berani bersuara. Lebih baik mereka diam daripada harus mati di tangan seorang Cho Kyuhyun.

 

Kyuhyun menyesap Red Wine-nya perlahan, menikmati wangi yang menyeruak ke indra penciumannya. Ia sama sekali tidak berminat untuk bermain dengan salah satu wanita penghibur malam ini dan tak juga berminat untuk pulang ke kediamannya bersama dengan istrinya. Ia tersenyum samar, tidak bisa mengekspresikan perasaannya saat ini. Tapi yang pasti, ia merasa sangat senang.

~~*~~

 

Jieun mendongak menatap gedung pencakar langit di depannya yang bertuliskan ‘Sky Entertainment’ di tempat inilah Jieun akan melanjutkan karirnya sebagai designer setelah vakum selama kurang lebih 3 tahun. Ia nekat mengambil pekerjaan di Seoul meskipun ia tahu bahwa suaminya tidak akan suka, tapi itu urasan nanti dan yang terpenting sekarang Jieun telah mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan dirinya.

 

Jieun berjalan menuju ruang rapat, ia akan diperkenalkan kepada seluruh pegawai di Sky Entertainment. Ia terlihat anggun dengan mengenakan Blouse berwarna merah mudadan rok pensil biru muda selutut bermotif bunga. Ia merapikan tatanan rambut panjangnya yang ia gerai bebas. Ia merasa sangat gugup saat ini. Setelah memasuki ruang rapat, ia disambut oleh beberapa orang yang membungkuk hormat padanya. Seorang pria yang duduk di kursi tertinggi tampak tersenyum menyambut kehadirannya.

 

“Selamat datang Nona Yoon” ucap pria itu sambil mengulurkan tangannya, Jieun membalas uluran tangan tersebut.

 

“Ya terimakasih Tuan– “ Jieun menyipitkan matanya, sungguh bodoh ia tidak tahu nama pria yang ia perkirakan adalah atasannya. Dewi batinnya menyeringai sambil menertawakan kebodohannya.

 

“Henry Lau” pria itu melepas jabatan tangannya kemudian segera memulai rapat.

 

“Perkenalkan ini Designer baru kita, nona Yoon Jieun” merasa namnya disebut Jieun pun langsung bangkit dari duduknya dan menunduk hormat kepada semua orang di ruang rapat.

 

“Dia yang akan memimpin tim tata busana, aku mohon kerjasama kalian dan Nona Yoon, aku ingin kau membuat konsep untuk acara tahunan ini dan jika sudah siap kau bisa mempresentasikannya kepada kami semua. Aku harap secepatnya”

 

Henry menatap Jieun penuh harap, Jieun tahu bahwa ia akan sangat diandalkan disini. Jadi ia harus melakukan yang terbaik untuk perusahaan dan untuk semuanya. Jieun mengangguk mengerti dan rapat pun berakhir.

 

Jieun memasuki ruangan barunya mulai menata meja dan meletakkan beberapa barang pribadinya. Mulai sekarang ia akan menanggung beban yang cukup berat dengan menjadi seorang ketua tim, menyandarkan punggungnya di sandaran kusi ia mendesah pelan. Ia teringat suaminya, apa yang akan ia lakukan nanti jika suaminya itu mengetahui keberadaannya dan sudah pasti bahwa suaminya akan marah besar padanya.

 

Jieun memejamkan matanya dan sedetik kemudian membuka matanya lagi. Bayangan pria itu –Cho Kyuhyun– kembali muncul. Akhir-akhir ini Kyuhyun memang cukup sering hadir di mimpinya semenjak pertemuan itu, pertemuan singkat yang tanpa disengaja. Seharusnya ia telah melupakan pria itu, namun yang terjadi sekarang adalah Kyuhyun yang semakin menghantui pikirannya. Pengaruh Kyuhyun cukup besar terhadap dirinya dan juga hatinya.

 

Alam bawah sadarnya mengingatkan bahwa ia tidak boleh jatuh ke dalam pesona seorang Cho Kyuhyun lagi, sudah cukup ia merasakan sakit di masa lalu. Namun hati kecilnya tidak bisa berbohong, ia masih mengharapkan pria itu. Ia merindukan saat-saat kebersamaan mereka yang penuh dengan canda tawa. Meskipun singkat tetapi meninggalkan bekas yang cukup dalam di hatinya.

 

Sudah cukup, ia memantapkan hatinya bahwa sebesar apapun pengaruh Kyuhyun terhadap hidupnya ia tak akan goyah. Ia sudah bahagia hidup bersama putrinya dan ia yakin bahwa Kyuhyun juga telah bahagia bersama keluarga barunya.

 

Miss Yoon, ini berkas referensi yang anda minta” kedatangan asistennya membawa Jieun kembali kealam sadarnya. Menariknya kembali kepada kenyataan yang harus ia hadapi apapun yang terjadi. Jieun menganggukan kepalanyasingkat dan meraih berkas itu.

 

“Ya, terimakasih” ia tersenyum ramah kepada asistennya. Sekarang ia harus mulai berpikir bagaimana konsep pakaian yang akan ia buat nanti.

 

~~*~~

 

“Apa dia sudah masuk kerja?” Kyuhyun menelpon seseorang sambil melakukan kegiatan favoritnya yaitu melihat pemandangan kota dari jendela besar di ruangannya.

 

Ya, dan dia sangat cantik Hyung”

 

“Sialan Henry Lau, dia milikku” Kyuhyun mengeraskan rahangnya.

 

Terdengar suara tertawa Henry yang sangat nyaring, Kyuhyun menjauhkan ponsel dari telinganya kemudian mendekatkannya lagi disaat suara tawa itu sudah tak terdengar.

 

Kau tidak ingin menemuinya?”

 

“Nanti, disaat yang tepat” – dan secepat mungkin aku akan menjadikannya milikku, lagi –lanjut Kyuhyun dalam batinnya dan memutuskan panggilannya.Kyuhyun tersenyum tipis  membayangkan bagaimana hidupnya nanti jika bersama dengan wanita pujaannya. Tetapi, kenyataan menamparnya begitu keras kembali teringat akan masa lalu yang membuatnya merasa sangat bersalah.

 

Tiba-tiba pintu ruangannya terbuka lebar, ia menatap malas seseorang yang muncul dibalik pintu. Seorang wanita cantik mengenakan setelan branded dari ujung kepala sampai ke ujung kakinya –Shin Dahye-, Dahye membuka kacamata hitamnya dan mendudukan dirinya dengan nyaman di sofa yang ada dalam ruangan Kyuhyun.

 

“Ada apa?”

 

“Aku akan berangkat ke London sore ini” Kyuhyun menaikan sebelah alisnya, ekspresi wajahnya terlihat datar.

 

“Aku tak melarang. Jika kau sudah selesai, silahkan keluar”

 

Dahye memasang wajah tak suka dan jengah terhadap sikap dingin dan angkuh Kyuhyun. Dan secepat mungkin keluar dari ruangan Kyuhyun.

 

~~*~~

Jieun melirik jam tangan di lengan sebelah kirinya, sudah jam pulang kantor. Ia merapikan mejanya dan segera meninggalkan ruangannya.

 

“Sudah ingin pulang, Miss?”  tanya anggota timnya saat Jieun melewati meja mereka, Jieun mengangguk pelan dan keluar dari ruangan itu.

 

Hari sudah mulai gelap dan diluar sedang hujan deras, Jieun merutuki kebodohannya ia lupa membawa payung. Halte bis lumayan jauh dari gedung ini, bagaimana caranya ia bisa pulang ke apartment-nya yang beberapa hari lalu ia beli..

 

Jieun nekat menerobos hujan deras melindungi kepalanya dengan tasnya, beruntung bis segera datang dan ia bisa dengan cepat sampai ke apartement.

 

Jieun bersenandung pelan sambil mengeringkan rambutnya, ia baru selesai membersihkan tubuhnya setelah tadi kehujanan. Ia mengambil sekaleng bir dari kulkas dan mempersiapkan peralatan menggambarnya.

 

Ia mendudukan dirinya dengan nyaman di atas karpet dan mulai menggambar beberapa design pakaian. Ia sesekali mengetuk-ngetukan pensilnya diatas meja dan meneguk birnya perlahan. Ia merasa puas melihat hasil kerjanya, yah meskipun ia hanya bisa membuat dua design pakaian. Ia melirik jam dindingnya sekilas, sudah pukul 1 pagi matanya sudah mulai lelah dan ia harus berangkat kerja besok. Ia memutuskan untuk beristirahat dan pergi tidur.

 

Jieun telah rapi dengan pakaian kerjanya, ia mengenakan kemeja hitam dipadukan dengan rok selutut berwarna merah muda. Ia mengikat rambutnya menjadi kuncir satu hingga menampakkan leher jenjangnya,ia meraih tas tangannya dan bergegas pergi ke kantor.

 

Hari masih cukup pagi, Jieun memutuskan untuk sarapan sebentar di salah satu Café di dekat kantornya. Ia memesan Belgian Waffle dan Chrysanthemum Tea, menu yang menurutnya sangat cocok untuk dinikmati pada pagi hari. Ia duduk di dekat kaca, menikmati tehnya sambil memandang keluar. Terdengar deringan loceng dari pintu masuk café, ia menatap sekilas pintu itu lalu melanjutkan kegiatannya.

 

“Nona Yoon” merasa terpanggil, Jieun mendongakkan kepalanya. Seorang pria bersetelan rapi tengah berdiri dihadapannya, menatapnya dengan intens.

 

“Cho– Kyuhyun” jawab Jieun tersendat, betapa terkejutnya ia mengetahui bahwa Kyuhyun yang menghampirinya. Pria itu sangat tampan dengan mengenakan kemeja hitamnya dibalut oleh jas dengan warna senada. Kyuhyun duduk dengan nyaman di hadapan Jieun yang membuat wanita itu bergerak tidak nyaman dalam duduknya.

 

“Apa kabar?” Kyuhyun membuka suara.

 

“Aku baik”

 

Kyuhyun mengangguk paham, ia tak sedikitpun mengalihkan pandangannya dari Jieun.

 

“Kau tinggal di sekitar sini?”

 

“Ya” Suara Jieun hampir terdengar bergetar, ia mati matian menahan diri untuk tidak melompat ke pelukan pria di hadapannya ini.

 

“Aku senang melihatmu lagi, Yoon Jieun” Kyuhyun tersenyum tipis. Tuhan, jika terus begini maka bisa dipastikan bahwa Jieun akan langsung melompat ke pelukan Kyuhyun, oh bahkan ke pangkuannya mungkin?

 

“Aku juga Cho Kyuhyun” pandangan mereka bertemu, kedua manik berbeda warna itu beradu dan saling menatap dalam seolah sedang menumpahkan semua kerinduan yang sangat menyiksa. Mereka seakan mengarungi lautan masa lalu dan kembali pada saat mereka bersama, saat dimana semuanya masih indah, bahagia dan begitu manis. Namun sekarang itu semua hanya sebuah kenangan yang akan terus terukir dalam di hati mereka seolah kenangan itu adalah sebercak tinta permanen yang tak akan bisa terhapus.

 

Jieun yang lebih dulu memutus pandangan mereka, wanita itu tak ingin kembali jatuh ke dalam pesona seorang Cho Kyuhyun.

 

“Maaf Cho aku harus segera pergi”

 

Jieun bangkit dari duduknya, begitupun dengan Kyuhyun yang berniat menahan kepergian Jieun. Ia meraih pinggang ramping Jieun dan mendekatkan wajahnya. Ia membisikkan sesuatu di depan telinga Jieun.

 

“Jangan tinggalkan aku, lagi” ucap Kyuhyun yang hampir terdengar seperti bisikan, tersirat nada kerinduan di dalamnya. Ia mengecup pelipis Jieun ringan, bahkan seringan bulu yang membuat Jieun meremang dan Kyuhyun kemudian menjauhkan tubuhnya.

 

“Sampai jumpa, Miss Yoon”

 

Kyuhyun meninggalkan Jieun yang tertegun, ia masih kaget dengan apa yang baru saja terjadi. Sangat cepat, bahkan sangat cepat. Ia memegang dada kirinya mencoba menormalkan detak jantungnya yang berdetak sangat cepat, nafasnya tersengal-sengal.

 

“Kau yang meninggalkanku, Cho Kyuhyun”

 

TBC

 

Kkk~ terima kasih sudah membaca, mohon kritik dan sarannya yaa teman-teman~

See you^^

84 thoughts on “Toujours Part 1

  1. Jieun cepet cerai dong sama donghae, dan kyuhyun juga cepet cerai sama dahye, kyknya dahye bersikap seperti itu cuma mau menarik perhatian kyuhyun doang, tp nyatanya kyuhyun nggak tertarik hahaha
    Kyknya jian bukan anak kandung jieun deh

    Suka

  2. Udh ad part 2ny jd mo bc yg k 1 dl 😊
    Crtany mnarik,mreka udh pny psgan msg2 tp msh terikat ms lalu dan bikin pnasaran sm ms lalu mreka

    Suka

  3. Whooaa baru part prtama tp udh dibikin naksir😍 apalagi sm cho kyuhyun❤ lanjut terus thoorrr smanggaat💪💪 bakal jd ff yg ku tunggu” trs kelanjutan nya😍

    Suka

  4. Hhhmmm
    Masih teka teki hubungan mereka di masa lalu?
    Trus knp donghae berubah sifat nya ya ?
    Jgn sampe anak mereka lee kian & cho jaehyun saling jatuh cinta
    Sedangkan ortu mereka masih saling punya perasaan

    Suka

  5. Orangtuanya lagi baper ketemu lagi setelah 15 tahun. Anak2nya mulai naksir2an. Ckckck alamat konflik nih. Tapi seruu..
    Pengen tahu 2 orangtua yg dulu saling mencintai kenapa sampai berpisah? Dan juga kenapa sikap donghae kasar banget sama istri dan anaknya???

    Suka

  6. Seruuu.. ..
    Kyuhyun dan jieun yang udah punyaa pasangan masing2

    Dan anak2 mereka yg tampak nyaaa akan saling menyukai di next part nyaaaa.. ..

    Uiihhh ga sabaar buat part 2 nyaa

    Suka

  7. Gw suka sama ide ceritanya, suka bgt semoga cpt dilanjut ya thorr..
    Kenapa Donghae jadi berubah perilakunya ke Jieun? Apa dia selingkuh ya?
    Semoga akhirnya mereka berdua bisa bersatu lagi
    Btw, kayaknya anaknya Jieun sama Kyuhyun juga sama2 suka deh, kalo sampai kayak gitu gimana nasibnya Jieun sama Kyuhyun nanti?
    Fighting buat next part !!!

    Suka

  8. .huaa pngen tau part selanjutnya . . .
    .ktmu lagi dg perasaan yg sma?_? Astaga! Benar” jodoh mereka
    .qu selalu suka gaya kyu oppa yg dingin n diktaktor,,
    .kok kyaknya hae oppa selingkuh ya?
    .eiy terus apa kabarnya jian dan jaehyun?
    .haduch makin penasaran
    .keep writing. . .!

    Suka

  9. Keren…..ketemu cinta dr 15 thn yg lalu…betul2 cinta sejati,,,,klo d fikir kayakx Donghae selingkuh dehhh…Ok d tunggu chapter berikut….

    Suka

  10. kan kah cinta lama bersemi kembali ah knp sikap donghae kasar sm istri nya sendiri apa ada faktor lain yg mengubah kepribadian donghae
    trus klo anak nya donghae sm kyu saling suka wadw akan kah d tunggu next chap nya

    Suka

  11. Apakah dulu Jieun dan Kyu oppa pny hub spesial, bukannya dr dulu jieun dekat dgn donghae oppa suaminya skrg ya, jangan2 donghae oppa selingkuh sampai2 dia menyuruh jieun dan jian anak mrk u tinggal di busan, selain jieun Kyu oppa juga pny masalah keluarga krn ia cukup jengah dgn sikap istrinya dan smp saat ini ia tdk pernah mencintainya krn mrk menikah krn bisnis, tp anak mrk berdua jian dan jaehyun temenan di busan, ditunggu bgt kelanjutannya chingu

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s