SIDE OF LOVE CHAPTER 1


image

Author : Princess Evil Clouds



Tittle : Love is Punishment.



Category: Romance, Mature.



Cast: Cho Kyuhyun, Lee Hana.



Author’s note:  Hai … saya kembali lagi dengan new ff long chapter, semoga kalian tidak pernah bosan dengan FF saya yang masih belum sempurna ini.  Yang tanya kelanjutan The Darknees lust, entah saya mau lanjut kirim atau tidak.  Sebenarnya saya sudah buat sampai end, tapi ada seseorang yang chat saya dan mengatakan FF itu tidak masuk akal. Sejak saat itu aku berpikir ulang untuk melanjutkan atau tidak.  Baiklah, itulah sedikit curhatan dari saya ^^. Terima kasih untuk para reader yang kasih kritik dan saran sehingga membuat saya terus belajar memperbaiki kesalahan saya. Dan untuk Admin saya ucapkan banyak terima kasih yang sudah mempost karya saya. I hope God always blessing you.



Disclaimer: This story is mine, but character not mine. OOC, typo(s), NOT REAL, this story just for entertaint. If you don’t like, don’t read ^^.



Happy reading all.



Apakah rasa dendam kelak akan berubah menjadi rasa cinta?  Ataukah malah sebaliknya membuatmu jatuh hingga ke lembah yang paling terdalam.

Rambut coklat, mata hitam legam, dan tubuh yang sexy berisi. Itulah yang ada di benak Cho Kyuhyun saat melihat sosok cantik bak seorang Aprodhite di depannya. Lelaki tampan dan berkulit putih itu benar-benar tidak bisa mengalihkan pandangannya barang sejenak saja. Senyum manis selalu dia perlihatkan, mungkin saja bisa membuat perempuan yang sedang menatapnya juga ikut terpesona.

“Apakah kau benar-benar ingin menjalin kerja sama dengan perusahanku, Nona Lee Hana?” Kyuhyun bertanya dengan nada pelan sekaligus sopan. Perempuan yang dipanggil Nona Lee tadi kembali tersenyum manis. Namun, senyum miring terukir di hati perempuan itu.

“Bukankah di dalam surat perjanjian sudah dijelaskan.” Suara Hana terdengar sombong membuat Cho Kyuhyun semakin penasaran dengan sosok cantik yang masih duduk itu.

“Ya Tuhan, aku benar-benar tidak memerhatikan itu karena begitu terpesona akan kecantikanmu.” Kyuhyun berusaha menggoda Hana, entah mengapa dia tertarik pada perempuan itu dan ingin terus menggodanya. Cho Kyuhyun tahu jika Hana adalah perempuan yang dikenal sinis dan sombong, banyak relasi bisnisnya yang mengatakan hal tersebut. Ternyata memang benar, dia telah membuktikan semua dasas-desus itu. Tapi bukankah yang sombong dan arogan itu terkesan lebih menawan, pikir  Cho Kyuhyun.

Mendengar kata-kata yang terdengar sedang berusaha merayunya, Lee Hana hanya tersenyum miring. Cih, kau memang perayu ulung Cho Kyuhyun, kau masih bisa merayuku padahal jelas-jelas kau sudah memiliki seorang kekasih, batin Lee Hana.

“Kau memang lelaki yang pandai merayu, Cho Kyuhyun.”

Cho Kyuhyun terkekeh pelan, dia berdiri lalu berjalan mendekat ke arah Hana. Dia kemudian mencondongkan tubuhnya hingga jarak sekian senti. Lelaki itu memenjarakan Hana dalam kungkungannya, perempuan itu tidak bisa mundur karena punggungnya terbentur sandaran kursi.

“Memangnya kenapa jika aku memang seorang perayu?” Aroma mint menguar dari bibir Kyuhyun, merasuk begitu cepat memenuhi indra penciuman Lee Hana. Hal tersebut membuat perempuan itu semakin tertantang untuk menggoda lelaki itu lebih lanjut, hingga pada akhirnya dia akan menjatuhkan seorang Cho Kyuhyun hingga lembah yang paling terdalam.

“Kau tidak takut jika kekasihmu mengetahui sifatmu yang sesungguhnya?” Cho Kyuhyun terdiam sesaat, menelaah setiapkata yang diucapkan Lee Hana barusan. Ya, Kyuhyun akui dia memang memiliki seorang kekasih tapi sang kekasih selalu sibuk dengan dunia fashion yang sedang digelutinya. Jadi, apakah salah jika dia mencari pelarian sementara.

“Dia tidak akan tahu. Karena begitu sibuk dengan dunianya sendiri.” Cho Kyuhyun kembali berdiri, ada nada penuh kekecewaan dalam suaranya. Lee Hana yang sadar akan perubahan di wajah Cho Kyuhyun tersenyum miring, kemudian dia juga ikut berdiri. Memegang bahu lelaki itu dengan pelan, membuat Cho Kyuhyun sedikit tersentak akan perlakuan Lee Hana.

“Dari sorot matamu kau menyimpan kekecewaan yang sangat mendalam.”

Cho Kyuhyun menatap Hana dengan lamat-lamat, mata gadis itu terlihat teduh. Entah dorongan dari mana Cho Kyuhyun mulai mendekatkan wajahnya ke wajah perempuan itu. Lee Hana tertawa dalam hati saat bibir seorang Cho Kyuhyun menempel di bibirnya. Tidak ada penolakan yang dilakukan oleh Lee Hana, bibir Cho Kyuhyun mulai bergerak pelan. Melumat, merasakan rasa bibir gadis yang ada di depannya.

Lidah Kyuhyun mulai menggoda dan terus mengecup dengan lembut, Lee Hana mencengkeram kuat-kuat kemeja milik Cho Kyuhyun. Lee Hana yang awalnya hanya berniat menggoda kini malah ikut terbuai, karena dorongan hasrat kodratinya perempuan itu mengalungkan kedua tangannya di leher lelaki itu. Kobaran api gairah semakin menyala di antara kedua anak manusia itu. Kemudian merekaberdua berpelukan di tengah pagi yang masih segar itu. Lee Hana mendorong tubuh Cho Kyuhyun, dia kembali menatap mata lelaki itu cukup lama.

“Ini tidak boleh terjadi.” Hana menggelengkan kepala sambil menekankan kedua tangannya di dada. Jantung perempuan itu berdetak kencang seperti genderang yang sedang ditabuh. Dia tidak tahu kenapa hal ini bisa terjadi, tujuannya adalah membalas dendam kenapa Cho Kyuhyun. Namun, dia sepertinya terpesona akan sosok lelaki yang masih berdiri dengan tatapan memuja.

. “Tidak,” ujar Lee Hana lagi, dia membalikkan tubuhnya. Tapi sebelum perempuan itu melangkah tangan Cho Kyuhyun menarik pinggang perempuan itu.

“Apa maksudmu dengan tidak?” Suara Cho Kyuhyun masih terdengar serak akibat gairah yang belum tersalurkan. Lee Hana belum berani menatap wajah lelaki itu, karena dia takut hatinya akan goyah dan pada akhirnya tidak bisa membalaskan dendam saudara-saudaranya.

“Ini tidak benar Cho Kyuhyun.” Kata-kata itu terdengar angin lalu bagi Cho Kyuhyun, dia masih berusaha menggali alasan kenapa Lee Hana tiba-tiba saja seperti orang ketakutan.

“Jadi biarkan aku pegi,” sambungnya lagi, akan tetapi Cho Kyuhyun masih belum juga melepaskan tangannya dari pinggang Hana. Dia malah menarik tubuh perempuan itu hingga tubuhnya benar-benar menempel pada tubuh Hana.

“Sebentar lagi,” bisik Cho Kyuhyun tepat di telinga Hana, bulu halus di tengkuk Hana meremang akibat ulah Kyuhyun yang semakin tak terkendali. Dengan kurang ajarnya lelaki itu malah meniup telinga Hana yang membuat perempuan itu mau tidak mau mendesah pelan. Cho Kyuhyun terkekeh pelan, menyadari perempuan dalam dekapannya mulai bergairah.

Ciuman Kyuhyun semakin merambat ke mana-mana bahkan lelaki itu mulai berani mengecup leher jenjang milik Lee Hana hingga menimbulkan jejak basah di sana.

“Sssthhh … Ch-Cho Kyuhyun.” Hancur sudah pertahanan Lee Hana saat mendesahkan nama Cho Kyuhyun, perempuan itu merasakan lelaki itu tersenyum di sela-sela ciumannya. Tidak mau semakin terbuai oleh gairah yang diakibatkan ulah lelaki mesum itu, Hana mendorong keras tubuh Kyuhyun hingga membuat lelaki yang masih dikuasai akan gairah itu mundur beberapa senti.

“Wajahmu memerah. Kau juga menikmatinya, bukan?” tanya Kyuhyun dengan nada menggoda, entah kenapa kata-kata lelaki itu barusan membuat pipinya terasa panas.

“Menikmati katamu?” sangkal Lee Hana, hal tersebut malah memancing jiwa liar Kyuhyun untuk semakin menggoda perempuan itu.  Dia berjalan mendekat ke arah perempuan itu lagi. Rupanya kau ingin bermain-main denganku Cho Kyuhyun, batin Hana. Benar saja tangan Kyuhyun kembali menarik pinggang Hana, tubuh mereka menempel erat bahkan Hana dapat merasakan sesuatu yang keras menekan perutnya.

“Kau merasakan ini?” Ucapan Kyuhyun yang terkesan vulgar membuat pipi Hana menjadi merona, dan Kyuhyun semakin menyukainya.

“Tentu saja aku bisa merasakan ularmu yang ingin lepas dari kandangnya.” Hana berkata dengan sinis berusaha menetralisir jantungnya yang semakin berdetak tak menentu, dia harus bisa mengendalikan diri agar tidak terjebak dalam jebakannya sendiri.

“Aku tidak menyangka jika bicaramu juga bisa seperti itu.” Hana semakin jengah dengan rayuan yang diucapkan oleh Kyuhyun, dia memutar otak agar bisa pergi dari ruangan ini dan menjalankan memikirkan misi selanjutnya.

“Katakan apa yang kauinginkan, Cho Kyuhyun?” Cho Kyuhyun tersenyum penuh kemenangan dalam hati dia bersorak, padahal sebenarnya Lee Hana telah memulai jebakkannya untuk membalas dendam.

“Aku ingin kita menjalin sebuah affair.”

Jadi ini yang kauinginkan Cho Kyuhyun, baiklah aku akan mengikuti permainanmu. Lalu kau akan terjebak dalam permainanku juga, batin Hana.

“Bagaimana jika kekasihmu mengetahui akan hal ini?”

“Akan kupastikan dia tidak akan tahu, Sayang.” Cho Kyuhyun kembali memagut bibir Hana dengan lembut, lidah mereka kembali beradu saling membalas satu sama lain. Saling menyesap, dan membuat gairah mulai merayap menyelimuti diri mereka. Hana segera melepaskan ciuman yang berlangsung kurang dari lima menit itu, dilihatnya wajah Kyuhyun yang terlihat kecewa.

“Masih banyak waktu.” Hana mengedipkan sebelah mata sebelum akhirnya perempuan itu mengambil tas yang ada di kursi, dan meninggalkan ruang milik Cho Kyuhyun. Sebelum perempuan itu sampai ambang pintu Kyuhyun kembali memanggilnya.

“Bagaimana kalau kita mulai hubungan ini dengan makan bersamaku?” Kyuhyun berusaha menawarkan.

“Apakah ini sebuah tawaran kencan?”

“Bisa dikatakan seperti itu.”

Lee Hana kembali mengeluarkan senyum manisnya, dia berjalan pelan ke arah Cho Kyuhyun. Mengalungkan lengannya pada leher lelaki itu, jari perempuan itu mulai menelusuri setiap jengkal wajah milik Cho Kyuhyun. Mendapat perlakukan seperti itu, mata lelaki itu terpejam menikmati sentuhan Lee Hana yang terasa begitu lembut hingga membuat saraf-sarafnya menjadi lemah seketika.

“Aku bertanya sekali lagi padamu, Cho Kyuhyun,” bisik Hana, “kau yakin ingin bermain-main denganku?”

Mata Cho Kyuhyun yang semula terpejam kini mulai terbuka, menatap mata perempuan yang ada di depannya. Menatap mata hitam itu dengan tatapan teduh, seakan-akan ada magnet yang menariknya untuk terus tertuju pada mata itu.

“Apa ada kebohongan di mataku?” tantang Kyuhyun.

Kini giliran Lee Hana yang menatap mata teduh milik lelaki di depannya perempuan itu mulai terhipnotis olah tatapan mata lelaki itu. Dengan perlahan Cho Kyuhyun mulai mendekatkan wajahnya, sadar apa yang akan dilakukan lelaki itu. Lee Hana menolehkan wajah ke arah samping, sehingga bibir milik Cho Kyuhyun hanya menyentuh pipinya

“Kau ingin menggodaku?” Cho Kyuhyun bertanya dengan nada menggoda.

“Apa aku terlihat menggoda di matamu?”

“Kau akan semakin menggoda jika telanjang bersamaku.” Tatapan mata Cho Kyuhyun semakin intens, Lee Hana menyadari jika lelaki itu mulai dikuasai akan hasrat. Dengan sengaja tangan perempuan itu mulai menyentuh bagian bawah milik lelaki itu. Menggeram pelan, itulah yang dilakukan Cho Kyuhyun. Dia tidak menyangka jika perempuan yang masih di pelukannya berani menyentuh bagian pribadi miliknya.

“Apa yang kaulakukan, Sayang?” Tangan Kyuhyun menarik tangan Lee Hana yang masih bertengger di bagian pribadi milik lelaki itu, kemudian dia mengecup jari-jari perempuan itu dengan lembut.

“Jika sudah waktunya kau pasti melihatnya,” tambah Cho Kyuhyun lagi, Hana pura-pura mendengus kesal dengan ucapan Kyuhyun. Sementara lelaki itu tidak tahu jika wajah perempuan di pelukannya penuh akan kepura-puraan.

“Dan aku tidak sabar menantinya.”  Cho Kyuhyun mengecup bibir Hana singkat, kemudian mengecup mata perempuan itu.

“Kau wanita yang berbeda yang pernah aku temui.”

Lee Hana menatap wajah Kyuhyun lagi, dalam hati dia ingin menampar lelaki di hadapannya. Wajah lelaki itu penuh dengan kepalsuan, dan darah lelaki itu mengalir darah seorang lelaki kejam tak berkeperimanusiaan. Sudah pasti hatinya juga seperti sang ayah. Hana mencengkeram pinggiran rok, berusaha menahan emosi yang akan memuncak. Beberapa jam yang lalu dia terpesona akan ketampanan seorang Cho Kyuhyun, tapi mulai detik ini tidak.

Dia harus mensugesti dirinya agar tidak terpesona, misi utamanya adalah menghancurkan semua milik Cho Kyuhyun. Membuat mereka berlutut di kakinya, bahkan jika perlu membuat semua yang berhubungan dengan Cho Kyuhyun menjadi pengemis jalanan.

“Jangan menatapku seperti itu atau kau mulai terpesona pada ketampananku?”

Lee Hana terdiam sambil memikirkan kata-kata yang akan diucapkan selanjutkan pada lelaki yang terus menatapnya dengan tatapan lapar. Kau memang  lelaki hidung belang seperti di luaran sana, Cho Kyuhyun. Sepertinya aku juga harus menggunakan sedikit hatiku untuk menjebakmu, pikir Lee Hana.

“Bagaimana aku tidak terpesona menjalin sebuah affair dengan lelaki yang ‘panas’ sepertimu.” Kata-kata yang diucapkan Lee Hana terdengar merdu di telinga Cho Kyuhyun, kedua anak manusia itu kemudian terkekeh pelan. Namun, tawa yang Lee Hana tunjukkan Cho Kyuhyun adalah sebuah kebohongan. Semua itu dilakukan semata-mata agar mendapat kepercayaan dari lelaki mesum itu.

“Ya Tuhan aku tidak menyangka jika kau adalah perempuan yang ‘panas’ juga.” Kyuhyun mengedipkan sebelah matanya, membuat Hana tersenyum kecut. Ingin rasanya dia mencukil mata lelaki itu, mata itu juga yang pernah menatapnya dengan tatapan hina di masa lalu.

“Kau lupa akan janjimu untuk makan bersamaku. Jika kita terus dalam posisi seperti ini, kita bisa kelaparan.” Lee Hana berusaha mengalihkan pembicaaraan, karena merasakan tubuhnya yang semakin tidak terkendali saat berdekatan dengan Cho Kyuhyun.

“Padahal aku ingin berlama-lama di sini. Well jika kau ingin makan aku tidak bisa memaksa.” Cho Kyuhyun menjauhkan diri dari Lee Hana, dia berjalan pelan ke arah laci dan mengambil kunci mobilnya.

“Kita akan makan  di mana?” tanya Lee Hana sekedar basa-basi.

“Bagaimana jika makan di rumahku saja. Aku akan meminta pelayan untuk menyiapkan makanan untuk kita.”

“Terserah padamu saja.”

Mereka berdua keluar dari ruangan itu saling bergadengan tangan, para karyawan Cho Kyuhyun menatapnya dengan tatapan biasa. Karena mereka sudah tahu tabiat atasannya yang terkenal sebagai player. Setelah sampai di tempat parkir tiba-tiba Cho Kyuhyun menarik tangan Hana, membawa perempuan itu masuk ke dalam mobilnya.

“Kenapa aku harus naik mobilmu, Cho Kyuhyun?” Lee Hana bertanya dengan nada tidak suka.

“Aku ingin kita bersama di dalam satu mobil. Agar nanti aku bisa mengantarkanmu pulang nantinya,” tukas Kyuhyun, sementara Hana hanya memutar bola mata malas. Kelakuan lelaki yang duduk di sampingnya semakin kurang ajar saja.

“Terserah padamu saja, Cho Kyuhyun.” Lee Hana kembali pasrah karena tidak ingin berdebat dengan lelaki itu.

Lee Hana kembali mengeluarkan senyum penuh kepura-puraan, dan Cho Kyuhyun pun mulai mengemudikan mobil miliknya. Sepanjang perjalanan menuju rumah lelaki itu, tangan  Kyuhyun dan Hana saling bertautan. Rasa hangat dari sentuhan tangan lelaki mengalir bersama darah Hana, membuat hati perempuan itu juga ikut menghangat.

Ayolah, Lee Hana apa yang kaupikirkan. Buang jauh-jauh perasaan anehmu itu. Jika tidak kau yang akan  semakin terlena oleh rayuan Cho Kyuhyun dan kau tidak akan bisa membalaskan dendammu di masa lalu, pikir Hana sambil melamun.  Karena sibuk dengan lamunannya sendiri, perempuan itu tidak sadar jika mobil yang dikemudikan oleh Cho Kyuhyun sudah sampai di mansion mewahnya.

“Sudah sampai.” Ucapan Cho Kyuhyun membuyarkan lamunan Lee Hana, perempuan itu langsung melepaskan seat belt lalu turun dari mobil. Pandangannya tertuju pada bangunan mewah yang berdiri megah di hadapannya. Tangan perempuan itu mulai terkepal, kilasan akan kejadian masa lalu mulai berputar di otakknya.

Mata Lee Hana tak henti-hentinya menatap mansion mewah milik Cho Kyuhyun. Ada perasaan sesak yang mulai menyelimuti hatinya, mansion ini bisa berdiri megah karena kekejaman seorang Cho Young Hwa.  Melihat kekaguman di wajah Lee Hana, Cho Kyuhyun berjalan mendekat kemudian mengecup pipi perempuan itu dengan singkat.

Lee Hana yang tidak menyadari kedatangan Cho Kyuhyun sedikit tersentak akibat ulah lelaki itu. Dia mendengus kesal dan menonjok perut lelaki itu walau tidak keras. Namun, reaksi Cho Kyuhyun seperti anak kecil yang dipukul temannya, lelaki itu pura-pura meringis kesakitan.

“Kenapa kau memukulku?” tanya Cho Kyuhyun dengan nada tidak terima, begitu pun dengan nana. Perempuan itu malah kembali memukul lengan lelaki itu dengan sangat keras, dan membuatnya benar-benar meringis kesakitan.

“Jangan menyentuhku sembarangan, kau mengerti!” Perempuan itu memberikan tatapan tajam ke arah Cho Kyuhyun. Melihat kekesalan di wajah Hana, lelaki itu malah tersenyum manis membuat perempuan yang masih berdiri di dekat Kyuhyun itu bertambah semakin kesal.

“Wajahmu akan terlihat semakin cantik jika kau marah seperti ini.” Lee Hana kembali memutar bola mata malas, entah kenapa rayuan Cho Kyuhyun semakin membuatnya merasa jengah.

“Berhenti merayuku, Cho Kyuhyun!”

“Baiklah, aku akan berhenti merayumu jika kau memberiku satu ciuman.” Kyuhyun memberikan tantangan pada Hana semata-mata karena dia ingin menikmati manisnya rasa bibir perempuan itu.

“Mimpi saja!”

Entah kenapa setiap kata-kata tajam yang diucapkan Lee Hana malah membuat Cho Kyuhyun semakin tertantang untuk menyentuh perempuan itu. Dengan berani lelaki itu menarik pinggang Hana dan memeluknya begitu erat.

“Apa yang kaulakukan, Cho Kyuhyun. Lepaskan aku!” Lee Hana terus memberontak berusaha melepaskan tangan kokoh Kyuhyun yang semakin erat memeluk pinggangnya.

“Berikan aku satu ciuman saja,” pinta Cho Kyuhyun dengan nada memohon.

“Tidak akan,” tukas Lee Hana.

“Well, maka aku juga tidak akan melepaskanmu.” Lelaki di dekatnya benar-benar keras kepala. Baiklah, Lee Hana satu ciuman untuknya bisa merubah segalanya untukmu Perempuan itu tersenyum dalam hati. Dengan gerakan pelan Lee Hana mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Cho Kyuhyun. Namun, tidak disangka lelaki itu menyambar begitu cepat bibir milik Lee Hana.

Keduanya kembali berciuman begitu panas, tanpa memedulikan para pelayang Cho Kyuhyun yang melihat aksi mereka dari dalam rumah. Lidah keduanya saling membelit, bibir mereka saling menyesap seolah-olah mereka sedang memakan makanan yang paling terlezat di dunia. Keduanya mengakhiri ciuman itu setelah napas kedua anak manusia itu mulai terengah.

“Kau bisa membunuhku, Cho Kyuhyun,” ujar Hana dengan nada tajam.

“Bukankah tadi kau juga menikmatinya?” Cho Kyuhyun mengedipkan sebelah mata, hal tersebut malah membuat wajah Lee Hana terlihat merona.

“Hentikan rayuanmu itu. Lebih baik kita cepat masuk, aku sudah kepanasan.”

Oke, Princess.” Cho Kyuhyun mengandeng tangan Lee Hana saat mereka memasuki mansion mewah itu. Begitu mereka di dalam mansion, mata perempuan itu menelusuri setiap sudut ruang mansion tersebut. Semua perbotan di dalam mension itu sangat mewah pastinya juga mahal. Mata Hana mulai berlinang, cepat-cepat dia mulai menyeka air matanya sebelum Kyuhyun tahu.

“Kita akan menunggu di ruang kerjaku. Selagi menunggu pelayan selesai menyiapkan makanan.” Lee hana hanya mengangguk, pikirannya mulai berkecamuk. Rasa sesak mulai melanda hatinya, dia dan Kyuhyun berjalan ke ruang kerja milik lekai itu yang berada di lantai dua.

Lee Hana masih enggan mengalihkan pandangannya, dia mengamati setiap sudut ruangan yang dibangun begitu mewah. Rasa benci semakin kuat saat dia melihat lukisan besar yang tergantung di dekat pintu kerja Cho Kyuhyun. Di sana dia melihat Cho Kyuhyun, sang ibu, kakaknya, dan yang terakhir Cho Young Hwa. Lelaki kejam yang sudah menghancurkan segalanya. Dia menarik napas dala-dalam menetralisir emosi yang kian memuncak.

“Itu foto keluargamu?” tanya Lee Hana sambil menunjuk lukisan itu, Cho Kyuhyun hanya tersenyum masam.

“Ya. Dia adalah foto keluargaku.”

“Di mana Ayah dan Ibumu?” Lee Hana masih penasaran dengan keluarga Cho Kyuhyun.

“Ayah sudah meninggal satu tahun yang lalu. Ibu berada di Busan semenjak kematian Ayah, dan Kakakku sedang kuliah di luar negeri.” Saat mengucapkan semua itu, wajah Cho Kyuhyun terlihat begitu sedih. Akan tetapi itu semua tidak membuat hati Lee Hana tergugah sedikit pun. Jadi Cho Young Hwa sudah mati, baguslah. Jadi aku tinggal balas dendam pada kalian semua. Aku benar-benar bersumpah mulai detik akan menghancurkan semua yang berhubungan dengan Cho Kyuhyun batin Lee Hana.

Lee Hana tersenyum tipis, dia mendekat ke arah Cho Kyuhyun. Menarik lelaki itu ke dalam pelukannya, mengusap punggungnya dengan erat. Tanpa Kyuhyun sadari perempuan itu sedang tersenyum miring yang begitu mengerikan.

“Jangan sedih, ada aku di sini.”

Cho Kyuhyun melepaskan pelukan Lee Hana, menyaka air mata yang sedikit mengalir di sudut mata. Lelaki tersenyum bahagia mendapat perlakuan seperti ini dari affair-nya. Semenjak satu tahun yang lalu, Han Yoomi tidak lagi memerhatikan kondisi lelaki itu.  Jadi apakah dirinya salah jika mencari sandaran dari perempuan lain.

“Terima kasih,” bisik lelaki itu parau, sambil menatap mata Lee Hana  dengan dalam. Merasa debaran di dadanya mulai berulah akibat tatapan teduh milik Cho Kyuhyun, perempuan itu berusaha mengalihkan situasi.

“Bukankah tadi kau ingin menunjukkan ruang kerjamu?”

“Astaga aku sampai lupa.”

Mereka berdua segera masuk ke dalam ruang kerja Cho Kyuhyun, di sana  Lee Hana melihat ada rak buku besar yang hampir terisi penuh oleh ratusan buku. Ruang itu juga terasa nyaman, selain ada meja kerja di sana juga ada sebuah sofa berukuran besar yang biasanya digunakan untuk tiduran.

“Ruang kerjamu sangat besar,” kata Lee Hana dengan nada sedikit memuji.

“Kautahu, aku adalah lelaki gila kerja.”

Lee Hana berjalan pelan mengelilingi ruang kerja milik Cho Kyuhyun, dia berjalan ke arah rak buku. Tangan perempuan itu mulai menyentuh satu-persatu buku-buku yang tertata rapi dan menujulang tinggi. Tanpa Hana sadari Kyuhyun mendekat, lelaki itu menuduk untuk menciumnya. Hingga kedua bibir anak manusia itu benar-benar menyatu.

Cho Kyuhyun beraroma mint, lelaki itu terasa liar. Tangan Hana menyelinap ke rambut Kyuhyun. Sementara bibir lelaki itu mulai mengecup leher Hana dengan lembut. Erangan lapar milik keduanya mulai menggema memenuhi ruangan itu, Kyuhyun menggesekkan giginya pada leher Hana. Mengigitnya pelan dan menimbulkan gelenyar aneh pada diri perempuan itu. Suara ketukan pintu membuat mereka menghentikan aktivitas panas mereka.

“Sial,” desis Cho Kyuhyun tajam, lelaki itu menuju arah pintu dan membuka pintu tersebut, dia melihat pelayannya tengah berdiri dengan wajah yang sedikit ketakutan.

“Ada apa?” Cho Kyuhyun bertanya dengan nada arogan, semakin membuat pelayan wanita itu ketakutan.

“Masakan yang Anda minta tadi sudah siap dihidangkan, Tuan.” Pelayan itu mengatakan dengan nada yang sangat sopan.

“Baiklah aku akan segera turun.”

Lee Hana pun juga ikut mendekat ke ambang pintu, dia tersenyum ramah pada pelayan wanita itu. Pelayan itu membalas senyum kepada Hana.

“Apakah makanannya sudah siap?” tanya Hana dengan lembut, pelayan wanita itu mengagguk pelan.

“Ayo, kita turun.” Cho Kyuhyun menggandeng tangan Hana, pelayan yang melihat itu tidak mengatakan apa-apa. Walaupun dia tahu jika tuannya sudah memiliki kekasih, dia tidak berhak mencampuri urusan sang tuan. Begitu mereka sampai di ruang makan, semua jenis makanan mewah sudah tersaji di meja itu.

“Kau ingin berpesta,” sindir Lee Hana.

“Ya. Aku ingin merayakan hari jadi kita.” Lee Hana hanya bisa merutuk dalam hati, dia ingin segera pulang. Karena jika bedekatan dengan lelaki mesum itu jantungnya semakin tidak terkendali.

“Ayo, duduk.” Mereka berdua segera duduk, belum ada beberapa menit suara bel rumah mulai terdengar. Pelayan Cho Kyuhyun yang mendengar itu langsung membuka pintu.  Seorang perempuan cantik tengah berdiri dengan tas penu belanjaan.

“Aku ingin bertemu dengan Cho Kyuhyun. Tadi aku ke kantornya, sekretarisnya mengatakan jika dia sudah pulang.” Pelayan itu cukup lama untuk menjawab pertanyaan dari tamu perempuan itu.

“Tuan Cho sedang makan,” jawab pelayan itu ragu, perempuan itu masuk sebelum mendapat izin dari pelayan tersebut, karena perempuan tersebut sudah terbiasa keluar masuk mansion Cho Kyuhyun.

“Cho Kyuhyun!” panggil perempuan itu dengan sedikit terkejut, dia melihat kekasihnya sedang makan bersama perempuan lain. Bahkan dia juga mengenal perempuan itu.

“Han Yoomi.” Cho Kyuhyun sedikit tergugu, melihat sang kekasih berdiri dengan tatapan penuh tanda tanya. Akan tetapi, Han Yoomi tidak menaruh curiga sedikit pun walau hatinya menolak.

“Lee Hana kau juga di sini?” tanya Han Yoomi, Cho Kyuhyun kembali terkejut melihat sang kekasih terlihat mengenal affair-nya.

“Kalian saling mengenal?” tanya Cho Kyuhyun pada keduanya. Baik Lee Hana maupun Han Yoomi tersenyum, Yommi kemudian bergabung dengan mereka berdua.

“Ya, karena Lee Hana menanamkan saham di butiq-ku.”

Cho Kyuhyun benar-benar tidak menyangka jika akan menjalin hubungan dengan perempuan yang keduanya saling mengenal. Dia menelan ludah susah payah melirik ke arah Lee Hana yang sedang tersenyum penuh arti.

“Kaumasak banyak sekali?” tanya Han Yoomi memulai basa-basi.

“Aku sedang marayakan sebuah hubungan. Maksudku, Lee Hana menjalin kerja sama dengan perusahaanku.” Hampir saja Cho Kyuhyun salah bicara, dan untung saja lidahnya bisa dikendalikan.

“Ayo, makan bersama,” ajak Cho Kyuhyun pada Yoomi.

“Tidak Cho Kyuhyun, sepertinya aku harus segera pulang. Aku sudah terlalu lama keluar.” Mendengar kata-kata Lee Hana membuat Cho Kyuhyun terdiam, dia berpikir mungkin perempuan itu merasa canggung karena kedatangan Han Yoomi. Jika Lee pulang sekarang aku tidak akan tahu di mana rumah perempuan itu batin Cho Kyuhyun bergejolak.

“Maafkan aku Cho Kyuhyun, sepertinya aku juga tidak bisa. Tadi aku hanya mau mampir dan memberikan bahan makanan ini untukmu.”

Baguslah dengan begitu dia bisa mengantarkan Lee Hana pulang dan mengetahui rumah perempuan itu pikir Cho Kyuhyun dengan tersenyum miring.

“Padahal aku sudah menyiapkan makanan ini.” Cho Kyuhyun mengatakan dengan nada pura-pura sedih.

Lee Hana menyahut tiba-tiba, “Kau bisa memberikan makanan ini pada anak-anak panti asuhan.” Cho Kyuhyun mengangguk setuju.

“Kalau begitu aku pulang dulu, karena harus mengurus beberapa gaun yang akan ditampilkan di pementasaan di London besok,” jelas Yoomi pada Cho Kyuhyun.

“Kau akan ke London?” tanya Cho Kyuhyun.

“Iya, Cho Kyuhyun. Maafkan aku tidak bisa menemanimu besok di acara pembukaan resort barumu.” Ada sedikit gurat kesedihan di wajah Yoomi sat mengatakan hal itu, tapi beda halnya dengan Cho Kyuhyun. Lelaki itu malah tersenyum bahagia mendengar sang kekasih sibuk dengan urusannya.

“Tidak apa-apa. Tapi jaga kesehatanmu.”

Han Yommi pun beranjak dari rumah Cho Kyuhyun, begitu pula dengan Lee Hana. Tapi baru beberapa langkah perempuan itu dihentikan oleh Kyuhyun.

“Aku akan mengantarmu pulang.” Lee Hana tersenyum manis, sepertinya Cho Kyuhyun benar-benar tergila-gila akan dirinya.

“Baiklah jika kau tidak keberatan.”

Mereka berdua masuk ke dalam mobil Cho Kyuhyun, hati lelaki itu sangat bahagia karena bisa mengantar perempuan yang mulai disukainya.

“Di mana rumahmu?” tanya Kyuhyun penasaran.

“Di kawasan Samseong-dong,” jawab Lee Hana singkat, mata Cho Kyuhyun membelalak tak percaya dengan ucapan perempuan itu.

“Bukankah itu salah satu perumahan yang mewah?”

“Ya. Kau benar.”

Satu jam berlalu dengan begitu cepat, mereka berdua telah sampai di rumah Lee Hana. Benar saja rumah perempuan itu terlihat begitu mewah dan klasik.

“Ternyata benar dugaanku, rumahmu begitu mewah.” Lee Hana tersenyum manis dia lalu melepaskan seat belt. Saat akan turun, perempuan itu dihalangi oleh Cho Kyuhyun.

“Kau akan hadir di pembukaan resort baruku, kan?”

“Aku tidak bisa janji Cho Kyuhyun.” Raut wajah Cho Kyuhyun berubah menjadi masam, Lee Hana segera mengakalinya dengan memberi sebuah kecupan di bibir lelaki itu.

“Aku akan datang,” ujar Lee Hana sebelum akhirnya keluar dari mobil, Cho Kyuhyun menyentuh bibinya. Dalam sehari ini sudah beberapa kali dia mencium bibir perempuan itu. Sepertinya aku benar-benar tertarik padamu, Lee Hana-ssi.

-o0o-

Lee Hana tidak langsung masuk ke dalam rumahnya, melainkan masuk ke paviliun yang berada di belakang rumah. Dia membuka pintu paviliun itu, ruangan cukup gelap karena sebagaian gorden tidak dibuka. Perempuan itu berjalan ke arah sebuah kamar, dia melihat seorang lelaki paruh baya tengah memandang jendela.

“Paman sudah makan siang?” tanya Hana dengan nada pelan, lelaki itu membalikkan tubuhnya dengan memutar kursi roda yang dipakainya.

“Aku dengar dari salah satu orang kepercayaanmu, kau menjalin kerjasama dengan Cho Kyuhyun.” Bukannya menjawab pertanyaan Lee Hana, lelaki paruh baya itu malah mengajukan pertanyaan.

“Ya, apa aku salah?”

“Kau tidak berniat balas dendam, bukan?” Lelaki paruh baya itu masih terus memberondong Lee Hana dengan berbagai pertanyaan.

“Apa Paman lupa, kelakuan mereka di masa lalu,” tukas Lee Hana.

“Aku tidak lupa, tapi kau tahu terkadang rasa dendam akan membuat kita semakin tenggelam ke jurang kebencian,” kata lelaki paruh baya itu, “dan kelak itu semua juga yang akan menghancurkanmu secara perlahan.”

Lee Hana menelaah, setiap kata yang diucapkan lelaki yang disebut paman itu. Tapi  ego mengelahkan rasa empati dalam hati gadis itu.

Maafkan aku Paman, aku tidak bisa melupakan betapa kejamnya Cho Young Hwa pada hari itu.

TBC ^^

Bagaimana ceritanya hancur, absurd atau pengen muntah?   Saya cuma mau berterima kasih pada para Admin yang mempost FF saya dan juga para readers yang mau membaca FF saya yang tak masuk akal ini. Untuk para readers jangan lupa untuk kritik dan sarannya agar dapat memperbaiki tulisan saya ke depannya. Sekali lagi terima kasih banyak untuk para admins.

75 thoughts on “SIDE OF LOVE CHAPTER 1

  1. Apa yg lakuin appa kyu sampe hana benci bgt sma keluarga kyu…
    Awal2 baca udah di suguhi sama yg panas2😂😂😂
    Hampir aja ketahuan kyu ngejalin affair sma hana d belakang yoomi
    Lanjut eon ffnya

    Suka

  2. Part awal aja udh saling tergoda 😂 ati2 hana, ntar gagal balas dendamnya😂

    Apa yg dilakui appanya kyu ya, sampe hana benci banget sama appanya kyu? Padahal pamannya udh ngelarang hana untuk balas dendam

    Suka

  3. Apa yg sbnrnya terjdi dimsa lalu? Apa kyu appa membuat kwlrga hanna mdrta? Bangkrut? Atw pengkhianatan? Duh pnsran bgt. Lanjut bca part 2 heheh

    Suka

  4. Gw penasaran, sebenernya apa yg udah di lakuin keluarga cho sama Kel.Lee hana sampai2 dia mau balas dendam.
    Kira2 apa ya penyebabnya,Ditunggu kelanjutannya.

    Suka

  5. Salam kenal, 😁o ya karya u slalu ok dan anti mainstrem kog idenya … kalo ada yg blang gak masuk akal ya namanya juga fantasi dan fiksi 🤔tetep semangat ya berkarya 😺

    Suka

  6. Emang apa yg dilakukan appa kyuhyun di masa lalu, koq ampe segitunya bencinyaa Hana ke keluarga Cho…ampe niat bgt mo balas dendam

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s