Just Because Part 4


 

Author             : KeyNana

Tittle               : Just Because …

Category         : NC17, Romance, Drama, Chapter

Cast                 :

  • Kim Ki Bum a.k.a Key
  • Choi Na Ri
  • Park Jin Young

Other Cast :

  • Other Shinee Member
  • Kim Tae Hyung
  • Park Ji Min

Happy Reading ..
I hope you like this …:)

 

Sampai saat ini tidak ada kabar dari Key, dia sama sekali tidak menemui ataupun menghubungi Choi Na Ri yang masih berstatus menjadi kekasihnya. Sudah 3 hari lebih tetapi tidak ada kabar apapun darinya, ini menyakitkan untuk Choi Na Ri. Baginya lebih baik Key datang dan memarahinya seperti sebelumnya. Jika Key hanya diam tanpa memberikan kabar sedikitpun padanya, ini hanya akan membuatnya menunggu.

Karena kesal akan hal itu maka ia pustuskan untuk menghubungi Key terlebih dahulu. Diraih ponselnya dan menekan angka 1, Key selalu yang pertama untuknya bahkan dipanggilan cepat diponselnya. Panggilannya terhubung tetapi tidak ada jawaban semakin membuat Choi Na Ri kesal dicampur dengan khawatir. Dia masih menunggu jawaban dari Key namun yang ia dapat hanya sebuah suara perempuan lain yang meminta untuk mengirim pesan itu membuatnya semakin frustasi.

Seperti yang diminta wanita itu Choi Na Ri mengirimkan pesan untuk Key “Oppa, mengapa kau sangat sulit aku hubungi, kau marah? Kau ingin putus denganku? Oppa, apa kau tidak bisa percaya padaku. Kau tahu, aku hanya menyukaimu. Tolong hubungi aku, lebih baik kau datang dan memarahiku bahkan kau bisa menamparku tetapi jangan seperti ini, Hmm..”dia mencurahkan semua yang ada dalam pikirannya lewat pesan yang ia kirimkan pada Key berharap Key akan membalasnya.

 

***

Sebuah mobil Oulim motors spirra bewarna hitam pekat tua ini terparkir disebuah rumah yang tak cukup luas namun tak juga buruk. Tak lama mobil itu berhenti keluarlah seorang pria yang dengan mantel tebalnya, dia menghembuskan nafasnya dalam ketika menatap rumah itu. Tanpa ragu lagi, dia berjalan lurus masuk ke halaman rumah yang terlihat alami karena disana banyak tumbuhan yang hidup. Ketika sampai di depan pintu dia langsung menekan bel rumah dan tak menunggu lama sang pemilik rumah sudah membukakan pintunya.

Seorang wanita yang tak lagi muda terlihat begitu terkejut ketika melihat pria yang kini berada di hadapannya. “Apa kabar, Eommonim” terdengar begitu akrab pria itu memanggilnya dengan panggilan ‘Eommonim’. Wanita paruh bayah ini tidak mengatakan apapun, dia hanya menatap kearah pria yang berada dihadapannya ini.

Key, setelah menyelesaikan pekerjaannya di Seoul sore tadi dia langsung pergi dengan mobil pribadinya menuju Busan, tempat tinggal Choi Na Ri. Kedatangan Key malam-malam seperti ini tentu saja membuat Ibu Choi Na Ri terkejut begitupun dengan Ayahnya. Dan kini Key sudah duduk bersama kedua orang tua Choi Na Ri yang terus menatap kearah Key.

“Katakan, ada urusan apa kau datang malam – malam?” Tanya Ayah Choi Na Ri dengan tegas dengan logat busan yang khas, Choi Go Nam.

“Maafkan saya sebelumnya karena datang malam-malam tanpa memberitahu kalian terlebih dahulu.” Ucap Key begitu sopan. “Abeonim, Eommonim. Saya datang untuk meminta maaf atas nama penggemar saya. Saya tidak tahu harus melakukan apa lagi,Choi Na Ri terluka karena saya. Saya benar-benar minta maaf.” Key mengatakan itu dengan menundukkan kepalanya.

“Kau datang jauh-jauh kemari hanya untuk ini?” Tanya Ibu Choi Na Ri terkejut sementara Key hanya diam.

“Bagaimana denganmu.  kau percaya pada siapa?” Tanya Choi Go Nam

“Sebelumnya Nari sudah memberitahu saya tentang pria itu, mereka hanya berteman.” Jawab Key.

“Rencananya besok aku akan pergi Seoul untuk membawa Nari pulang.” Ucap Choi Go Nam yang membuat Key terkejut, tak bisa dihindari lagi kini Key benar-benar menatap kedua mata Choi Go Nam “Mendengar dia dicaci maki bahkan ditampar membuatku sakit, dari dia lahir sampai sekarang kami belum pernah memukulnya tetapi siapa mereka yang berani menyentuh putriku.” Tak bisa dielak lagi bahwa Choi Go Nam benar-benar marah.

“Maafkan saya.” Key terus saja meminta maaf dengan menundukkan kepalanya hormat.

“Sebenarnya apa yang kau suka dari Nari, bukankah teman-temanmu lebih cantik darinya? Mengapa kau harus memilih Nari?” Tanya Choi Go Nam yang sedari dulu tidak terlalu setuju dengan hubungan mereka.

“Saya tidak bisa menjawab itu, Abeonim karena saya tidak tahu jawabannya. Saya hanya menyukai Nari dan dia selalu membuatku nyaman.” Jawab Key.

“Berhentilah memanggilku Abeonim, apa kau berencana menikahi putriku?” Tanya Choi Go Nam terdengar risih dengan panggilan Key kepadanya.

“Tentu saja.” Tanpa ragu lagi Key menjawab pertanyaan Choi Go Nam membuat pria tua ini terkejut sementara Ibu Choi Na Ri yang selalu mendukung pilihan putrinya hanya tersenyum.

Aigoo… Kau bahkan tidak ragu mengatakannya.” Ucap Choi Go Nam

“He he… maka dari itu tolong jangan bawa Choi Na Ri pergi dari Seoul, biarkan dia menyelesaikan sekolahnya terlebih dahulu.” Ucap Key memohon.

“Semua tergantung denganmu.” Ucap Choi Go Nam lalu pergi begitu saja membuat Key bingung, dia tidak mengerti apa maksud dari jawaban Choi Go Nam.

Eommonim, tolong jangan bawa Choi Na Ri” Mohon Key kepada Ibu Choi Na Ri

“Tidak. Kau tenang saja.” Ucap Ibu Choi Na Ri tersenyum

Key hanya tersenyum lalu berkata “Maafkan aku Eommonim, karena aku Na Ri terluka lagi.”

“Tak perlu meminta maaf karena kau juga terluka.” Ucap Ibu Choi Na Ri bijaksana membuat Key hanya terdiam “Kau pasti terkejut melihat foto itu, apa kau benar-benar percaya padanya?” Tanya Ibu Choi Na Ri

“Sebelumnya foto itu ada kami sudah bertengkar karena lelaki itu. Saya sempat melihat mereka berdua.” Jawab Key jujur

“Benarkah? Kau cemburu rupanya.” Goda Ibu Choi Na Ri

“Tentu saja, pria itu tampan terlebih lagi dia calon dokter.” Ucap Key

Aigoo… Kim Ki Bum. Kau tak perlu cemas, jika Choi Na Ri sudah menyukai seseorang dia tidak akan dengan mudah menyukai pria lain lagi bahkan jika kau memutuskannya akan sangat sulit untuknya bisa kembali.” Jelas Ibu Choi Na Ri

“Benarkah seperti itu?” Tanya Key

Ibu Choi Na Ri hanya menganggukkan kepalanya sebelum mengatakan “Maka dari itu, aku mohon kau jangan menyakitinya. Mengerti Ki Bum-ah?”

“Tentu, aku akan selalu bersamanya.” Ucap Key tersenyum lebar “Terimakasih Eommonim” ucapnya kembali tersenyum.

“Apa kau sudah makan?” Tanya Ibu Choi Na Ri kembali

“Belum, setelah selesai suting saya langsung datang kemari.” Jawab Key malu

“Apa kau mau aku buatkan Yooboo Joomeoni?” Tawarnya

Aah… tentu saja mau Eommonim. Saya sangat merindukan masakan anda.” Ucap Key penuh semangat

“Benarkah, tunggulah sebentar. Aku akan memasaknya untukmu.” Terlihat sangat jelas jika Ibu Choi Na Ri sangat menyukai Key yang selalu ia panggil Ki Bum, Ki Bum-ah.

Key masih tersenyum ketika Ibu Choi Na Ri pergi ke dapur. Dia hanya menunggu seraya melihat – lihat rumah ini yang sudah beberapa kali ia datangi, entah itu bersama Choi Na Ri ataupun sendiri. Jika Key pergi ke Busan untuk liburan ataupun suting dirinya menyempatkan untuk datang menemui kedua orang tua Choi Na Ri. Mungkin karena sifat sopan santun Key membuat Ibu Choi Na Ri begitu menyukainya bahkan Choi Go Nam yang dulu begitu menentang hubungan putrinya kini perlahan mulai menyukai Key.

“Aku merindukanmu.” Lirihnya ketika melihat foto Choi Na Ri yang berada di bangku dan setiap dinding rumah ini.

Ya.. Ki Bum, malam ini kau akan menginap bukan?” Tanya Choi Go Nam yang tiba-tiba datang membuat Key sedikit terkejut sehingga dia tidak bisa mengatakan apapun “Kau bisa bermain baduk (permainan korea jika di indonesia seperti permainan catur)?” Tanya Choi Go Nam

“Saya sering memainkannya bersama ayah saya tetapi itu sudah sangat lama.” Jawab Key

“Ikut aku dan bermain denganku malam ini.” Pinta Choi Go Nam yang membuat Key tak bisa menolaknya sehingga dia hanya pergi mengikuti langkah kaki Choi Go Nam.

Sudah dipastikan bahwa malam ini Key tidak akan pulang ke Seoul. Dia akan menginap dirumah Choi Na Ri, Busan.

***

Pria ini kembali memperlihatkan kehebatannya, pintar dalam belajar sudah banyak orang yang mengetahui tetapi tak banyak yang mengetahui jika dia juga pintar didapur. Kemampuan memasaknya tak kalah dengan tangan wanita, masakannya benar-benar lezat. Seperti biasanya Park Jin Young selalu membuat sarapan untuknya sendiri sebelum dirinya pergi kuliah. Tetapi kali ini Park Jin Young membuatnya menjadi dua porsi mengingat bahwa Park Ji Min berada di apartemen-nya saat ini.

Permohonan Park Ji Min kali ini dituruti oleh sang kakak semenjak dirinya keluar dari rumah sakit Park Jin Young langsung membawanya ke apartemennya tanpa mengetahui keadaan yang sebenarnya pada kedua orang tua mereka. Dia hanya mengatakan bahwa untuk sementara Park Ji Min dia yang mengurusnya. Mengetahui bagaimana Park Ji Min selalu bisa saja lolos dari pengawasan orang tuanya dan sadar bagaimana sikap tegasnya Park Jin Young ketika mengurus Park Ji Min membuat kedua orang tuanya percaya dengan ucapan Park Jin Young tanpa mengkhawatirkan masalah lainnya.

Dengan wajahnya yang masih membengkak dan kedua mata yang belum sepenuhnya terbuka tak lupa rambut yang berantakkan, Park Ji Min keluar dari kamar dan langsung membuka kulkas untuk mengambil minum itu kebiasaannya ketika bangun pagi pertama yang ia lakukan adalah minum air putih begitu pula dengan Park Jin Young.

Hyung… kau masak apa hari ini?” Tanya Park Ji Min duduk di meja makan memperhatikan punggung Park Jin Young yang sibuk dengan masakannya

“Makan saja yang ada nanti.” Jawab Park Jin Young

Hyung… buatkan aku japchae, aku menginginkannya tetapi rasanya harus sama seperti buatan Ibu. Aku merindukannya.” Pinta Park Ji Min

“Jika kau merindukan Ibu pulanglah. Kau pikir aku akan menuruti kemauanmu dengan mudah.” Balas Park Jin Young tanpa melihat kearah Park Ji Min karena dirinya masih sibuk dengan pisau dan beberapa sayuran.

Aisshh… aku akan pulang ketika wajahku kembali tampan.” Ucap Park  Ji Min

Memar diwajahnya memang sudah mulai menghilang beberapa hari lagi wajah tampannya akan kembali. Park Ji Min yang terlihat bosan melihat Ponsel Park Jin Young yang berada di sudut meja, dia melihat sang kakak yang masih sibuk menyiapkan sarapan pagi secara diam-diam Park Ji Min mengambil ponsel dan memainkannya.

“Kita lihat apakah Park Jin Young memiliki rahasia.” Lirihnya yang langsung membuka pesan line Park Jin Young “Banyak sekali pesan dari wanita yang masuk tetapi tidak ia baca, dasar brengsek.” Lirihnya

“Mari kita lihat dari pesan yang paling banyak.” Ucap Park Ji Min lalu menekan nama Eunha untuk membuka pesan yang dikirimnya untuk Park Jin Young sudah 65 pesan yang ia kirim untuk Park Jin Young namun tak ada satupun pesan yang dibalas oleh Park Jin Young bahkan sampai sekarang Park Jin Young tidak menerima permintaan pertemanan dari Eunha, Park Ji Min mulai membacanya.

“Sudah jelas dia sangat menyukai Hyung.Yaa.. nuna kau salah mencintai lelaki, Park Jin Young tidak akan melihatmu karena dia buta pada wanita.” Lirih Park Ji Min seraya melihat foto profil Eunha dia sedikit terkejut “Aku pikir pernah melihatnya.” Pikirnya dan langsung melihat home line milik Eunha, Park Ji Min ingin melihat foto Eunha dengan jelas “Benar, aku pernah melihatnya 2 hari yang lalu.” Ucap Park Ji Min.

Hyung… apa kau mengenal Eunha?” Tanya Park Ji Min

“Bagaimana kau tahu tentang dia?” Tanya Park Jin Young

“Dari pesan yang dia kirim untukmu.” Jawab Park Ji Min yang tentu saja membuat Park Jin Young terkejut dan langsung membalikkan badannya dengan santai Park Ji Min menunjukkan ponsel miliknya kini berada di tangannya “Yaa… untuk apa kau membuka pesanku.” Park Jin Young langsung menghampiri Park Ji Min dan mengambilnya.

“Aku hanya penasaran” Ucap Park Ji Min acuh sementara Park Jin Young hanya mengernyitkan dahinya kesal “Tapi Hyung, aku pikir aku pernah melihat dia beberapa hari lalu di daerah sini.” Ucap Park Ji Min membuat Park Jin Young tertarik buktinya dia menatap Park Ji Min seduktif seraya bertanya “Siapa yang kau lihat?”

“Eunha, aku melihatnya di depan apartemen dia sedang melihat kearah apartemen ini terus menerus.” Jawab Park Ji Min

“Apa kau yakin?” Tanya Park Jin Young

Eoh, sangat yakin. Yaa… balaslah pesannya dengan begitu dia tidak akan penguntitmu.” Jawab Park Ji Min yang mendapatkan tatapan tajam dari Park Jin Young “Dia menyukaimu. Untuk apa dia berada disini jika bukan karenamu, Hyung.” Jelas Park Ji Min sementara Park Jin Young hanya terdiam.

Aahh… aku harus mandi sekarang, cepat selesaikan masakanmu hyung aku tidak mau pergi sekolah jika tidak sarapan.” Pinta Park Ji Min lalu pergi begitu saja meninggalkan Park Jin Young yang masih terdiam memegang ponselnya.

Entah apa yang ada di pikirannya saat ini, dia hanya berfikir apakah dia adalah otak dari semua skandalnya bersama Choi Na Ri. Ini sangat masuk akal jika benar Eunha yang melakukan itu semua, pikirnya. Dia menghembuskan nafasnya dan kembali pada masakannya yang hampir selesai.

***

Semenjak skandalnya bersama Park Jin Young tersebar, Choi Na Ri tak bisa pergi kuliah dengan semangat seperti sebelumnya terlebih lagi Key sama sekali tidak menemuinya ataupun menghubunginya. Dia merasa bahwa Key mengabaikannya, bagaiman tidak ia berfikiran seperti itu. Key tidak menemuinya ataupun menghubunginya, pesannya bahkan panggilannya diabaikan oleh Key bahkan dirinya sempat menghubungi Minho dan menanyakan kabar Key hanya jawaban ‘Dia baik-baik saja, kau tak perlu mengkhawatirkanya’ seperti itu yang ia dapatkan. Ini membuatnya frustasi, dia tidak tahu bagaimana hubungannya saat ini. Putus atau tidak? Dia tidak tahu.

Sesampainya dikelas Choi Na Ri hanya langsung duduk namun tak lama kemudian ponselnya bergetar. Choi Na Ri terkejut karena Ibunya menghubunginya, iapun segera menerima panggilan itu.

Eomma, ada apa?” Tanya Choi Na Ri

“Bagaimana kabarmu?” Tanya Ibunya

“Aku, ahh aku baik-baik saja.” Jawabku seraya tersenyum kecil

“Na Ri-ah… apa kau tahu dimana Ki Bum sekarang?” Tanya Ibunya membuat Choi Na Ri terdiam sejenak lalu menjawabnya “Ahh… mengapa Ibu menanyakan Oppa, tentu saja dia sedang bekerja.” Dia berbohong.

“Benarkah?” Goda Ibunya

“Tentu saja, Ibu tahu jika Oppa idola yang sangat sibuk.” Jawab Choi Na Ri meyakinkannya

“Kau sudah mulai berani berbohong pada Ibu, Na Ri-ah.” Ucap Ibunya yang membuat Choi Na Ri hanya terdiam, apakah dia ketahuan? “Dia ada disini.” Ucap Ibunya

Choi Na Ri membulatkan kedua matanya dan bertanya “Apa maksud Ibu?”

“Ki Bum datang tadi malam dan menginap dirumah.” Jawab Ibunya

Oppa?” Choi Na Ri sulit mempercayainya, bagaimana bisa ia percaya jika Key ada di Busan sementara panggilannya tak pernah di angkat oleh Key.

“Dia sedang mandi sekarang, kau tahu Ayahmu terlihat senang dengan kedatangan Ki Bum.” Ucap Ibunya yang hanya dibalas Choi Na Ri lirih “Benarkah?”

“Dia datang untuk minta maaf. Ki Bum meminta maaf atas nama penggemarnya, aku pikir dia memang lelaki yang dapat dipercaya. Jangan kau sia-siakan dia, jika kau menyiakannya Ibu akan memarahimu, mengerti?” Choi Na Ri terdiam mendengar ucapan dari Ibunya dia tak tahu harus mengatakan apa lagi ketika Ibunya sangat menyayangi Key sementara dirinya tidak tahu bagaiman hubungannya saat ini bersama Key.

“Baiklah, sepertinya Ki Bum sudah selesai mandi. Ibu harus menyiapkan sarapan untuknya sebelum dia pergi. Jaga dirimu baik-baik.” Ucap sang Ibu mengakhiri panggilannya.

Choi Na Ri tetap terdiam memegang ponselnya. Dia masih tak percaya dengan perkataan sang Ibu yang mengatakan bahwa Key datang ke Busan untuk meminta maaf. Dia merasa kesal tetapi juga senang, dia kesal karena Key bisa pergi ke Busan tetapi tidak kepadanya sedangkan dia senang karena dia dekat dengan keluarganya.

Satu persatu Mahasiswa mulai memasuki kelas, Park Jin Young yang sudah datang sedari tadi hanya memperhatikan seisi kelas, entah apa dan siapa yang ia tunggu. Setelah hampir semua Mahasiswa sudah mengisi kelas, Park Jin Young berdiri sebelum ia pergi dari bangku Park Jin Young melihat diseklilingnya, entah apa yang saat ini dia cari. Merasa tidak menemukan apapun Park Jin Young menatap kearah Eunha yang berada didekatnya, pria yang tak pernah mendekatinya terlebih dahulu inipun menghampiri Eunha membuat gadis ini merasa gugup.

“Eunha-ah.. bolehkan aku pinjam ponselmu? Ponselku hilang, kau memiliki nomorku ‘kan?” Tanya Park Jin Young begitu lembut, Eunha tak bisa mengatakan apapun lagi kecuali memberikan ponselnya pada Park Jin Young.

Park Jin Young tersenyum seraya mengatakan “Terimakasih.” Tentu saja sikap ramah Park Jin Young membuat Eunha melayang karena ini kali pertama dia mendapatkan senyuman dari pria yang ia sukai.

Park Jin Young tampak fokus dengan ponsel Eunha, dia tidak sedang melakukan panggilan tetapi dia membuka galeri ponsel milik Eunha. Dia mencari sebuah foto, mungkin ini karena perkataan Park Ji Min tadi pagi yang mengatakan bahwa dirinya pernah melihat Eunha berada di apartemennya membuat Park Jin Young berfikir bahwa Eunha yang menyebarkan foto-fotonya bersama Choi Na Ri di internet.

Ahh… kok tidak ada ya, apa aku meninggalkannya dirumah?” Park Jin Young bertanya seorang diri ia lakukan agar Eunha tak curiga sementara Eunha terus tersenyum padanya.

Setelah cukup lama ia mencari foto-foto itu akhirnya dia menemukannya dan benar dugaannya bahwa Eunha yang melakukan itu semua. Park Jin Young tersenyum, Eunha yang melihatnyapun bertanya “Apa kau menemukannya?”

Eoh aku menemukannya.” Jawabnya yang kembali mendapatkan senyuman dari Eunha

“Bisa kau jelaskan ini?” Tanya Park Jin Young memperlihatkan fotonya bersama Choi Na Ri yang tentu saja membuat Eunha terkejut.

“Park Jin Young, bagaimana ….” Lirih Eunha tak percaya

“Apa alasanmu melakukan ini pada kami?” Tanya Park Jin Young dengan suara yang lebih keras dari sebelumnya membuat seisi kelas menoleh kearahnya.

“Jelaskan padaku selagi aku masih mau mendengarkanmu.” Pinta Park Jin Young terdengar kasar membuat seisi kelas bertanya-tanya. Choi Na Ri yang melihatnyapun menghampiri Park Jin Young dan bertanya “Park Jin Young, ada apa ini?”

“Minta maaflah padanya, dia yang paling terluka disini.” Park Jin Young mengabaikan pertanyaan Choi Na Ri dan masih menekan Eunha untuk mengaku.

“Park Jin Young” Lirih Choi Na Ri yang tak mengerti apa yang sedang terjadi disini.

“Baiklah aku akan mengaku. Yaaa… Choi Na Ri aku yang melakukannya.” Ucap Eunha seraya beranjak dari tempat duduknya membuat suasana menjadi semakin menarik bagi yang hanya melihatnya.

Choi Na Ri hanya menatap Eunha dengan mengernyitkan dahinya, sepertinya Choi Na Ri tidak paham dengan pengakuan Eunha.

“Aku mengikuti kalian berdua dan aku juga mengambil gambar kalian setelah aku mendapatkannya aku mengunggahnya di internet. Berita itu aku yang melakukannya.” Jelas Eunha yang membuat Choi Na Ri terkejut begitupula dengan kelas, mereka semua mulai berbisik.

Yaak… Eunha, kau tidak cukup menyakiti Choi Na Ri dulu. Kau benar-benar brengsek ya” Bukan Choi Na Ri tetapi Kim Ye Na langsung memarahi Eunha.

“Mengapa kau melakukannya, apa salahku sehingga kau begitu membenciku?” Tanya Choi Na RI

“Aku melakukan semuanya karena aku tidak ingin kau dekat dengan Park Jin Young!” Jawab Eunha

“Hanya karena itu kau hampir merusak hubunganku dengan Key. Kau tahu, sampai sekarang dia tidak menemui ataupun menghubungiku yaakk jika Key memutuskanku karena berita bodoh yang kau buat itu aku tidak akan tinggal diam.” Ini kali pertama Choi Na Ri mengatakan penuh dengan tekanan membuat suasana semakin menegang.

“Benarkah, baguslah jika Key melakukan itu. Lagipula berita itu benar ‘kan?” Eunha kembali memancing kemarahan Choi Na Ri

“Jaga mulutmu. Ahh… jika kau bicara soal apartemen ya memang kita satu apartemen. Aku tinggal dilantai 4 sedangkan Park Jin Young tinggal dilantai 2 karena itu kita sering pergi bersama terlebih lagi kita satu kelompok dan foto di cafe yang kau ambil, apakah kita terlihat sedang pacaran? Kau tidak lihat buku-buku yang ada di meja?” Choi Na Ri menjelaskannya, inilah maksud dari Park Jin Young dengan menunggu seisi kelas datang karena dia ingin semua tahu jika berita itu adalah kebohongan.

“Eunha, jangan hidup seperti ini. Kau tahu, Park Jin Young sangat membenci wanita sepertimu.” Ucap Choi Na Ri yang semakin membuat Eunha kesal.

“Di gedung yang sama, kalian pasti pernah masuk ke kamar yang sama pula ‘kan?” Tanya Eunha kembali

“Kau tidak menyerah rupanya. Aku belum pernah sama sekali masuk ke kamarnya begitupun sebaliknya, kau tidak percaya apa aku harus meminta CCTV disana?” Jawab sekaligus bertanya Choi Na Ri membuat Eunha terdiam

“Choi Na Ri seharusnya kau menamparnya karena dia juga kau mendapatkan tamparan dari penggemar Key.” Ucap salah satu mahasiswi

“Tidak, itu hanya akan membuatku terlihat kekanakan.” Ucap Choi Na Ri lalu pergi kembali ke bangkunya

Waaa… Choi Na Ri, aku tidak menyangka kau bisa seperti ini.” Ucap Kim Ye Na sementara Choi Na Ri hanya diam dan kembali fokus pada bukunya

“Park Jin Young .. aku ….” Lirih Eunha

“Berhenti mengangguku, kau orang pertama yang membuatku terlihat buruk.” Ucap Park Jin Young lalu kembali pada bangkunya.

Sementara Eunha hanya terdiam mematung melihat semua orang yang tertuju padanya dengan tatapan sulit ia jelaskan. Semua hanya terlihat memandangnya rendah.

***

Kini Choi Na Ri dapat keluar dengan tersenyum karena nama baiknya di kampus sudah mulai kembali. Choi Na Ri pergi keluar bersama Kim Ye Na, mereka berjalan bersama untuk pulang sementara Park Jin Young hanya berada di belakang mereka.

Tiba-tiba saja langkahnya terhenti ketika melihat seseorang berdiri disamping mobil mewahnya yang juga kini menatap kearahnya. Choi Na Ri terdiam ditempat begitu pula dengan yang lain.

Choi Na Ri menundukkan kepalanya, dia menangis. “Choi Na Ri cepatlah kesana, Key Oppa sudah menunggumu.” Pinta Kim Ye Na

Kedatangan Key membuatnya terkejut kali ini. Tentu saja ia terkejut sudah beberapa hari Key tidak menemuinya. Pria tampan ini masih terdiam namun selanjutnya ia berjalan kearah Choi Na Ri.

Key berdiri tepat dihadapannya, dia mengangkat dagu Choi Na Ri agar dia bisa melihat wajah gadisnya yang ia rindukan. Tanpa mengatakan apapun lagi Key hanya menyeka air matanya sementara Choi Na Ri hanya menatap kedua mata Key.

“Ayo pulang.” Ajak Key dengan menggandeng tangan Choi Na Ri membawanya masuk kedalam mobil.

Kedatangan Key dan perlakuan manisnya pada Choi Na Ri membuat semua orang yang melihatnya iri namun mereka tersenyum dan tak banyak dari mereka yang mengambil gambar ataupun vidio mereka berdua. Sementara Park Jin Young hanya terdiam melihat kepergian mereka karena hanya itu yang bisa ia lakukan.

Didalam mobil tidak ada yang memulia pembicaran, baik Key maupun Choi Na Ri. Gadis ini hanya diam dan terus menundukkan kepalanya dengan jari-jari yang ia mainkan sendiri. Dia terlihat takut tetapi tidak yang jelas dia tidak tahu harus mengatakan apa. Sementara Key, dia hanya diam dalam seribu bahasa. Pria ini hanya fokus menyetir.

Perlahan Choi Na Ri menoleh melihat wajah tampan Key dan dengan lirih memanggilnya “Oppa.

“Nanti, kita bicara nanti.” Tanpa mau mendengarkan perkataan Choi Na Ri, Key meminta Choi Na Ri untuk diam.

Gadis ini hanya menurut, dia diam dan hanya melihat keluar jendela mobil.

Meskipun dirinya diam tak mengatakan sepatah katapun tetapi sebenarnya dalam hatinya dia mengkhawatirkan gadisnya yang sudah lama tak ia temui terlebih lagi penyebab yang membuat mereka tak bisa saling bertemu. Dia merindukan Choi Na Ri, sangat merindukannya tetapi jika dirinya datang dihari itu maka dia tidak akan bisa berfikir dengan tenang dan hanya akan keributan yang entah bagaimana ujungnya yang dia takutkan hanya jika hubungannya akan berakhir hanya dengan rumor itu.

Key menahan dirinya untuk tidak menemui ataupun menghubungi Choi Na Ri semata-mata dirinya ingin menenangkan dirinya sendiri terlebih dahulu. Key berada dalam posisi yang membingungkan, dia harus memilih antara kekasih dan penggemarnya. Ketika mengetahui salah satu penggemarnya menampar kekasihnya dia marah tetapi disisi lagi jika dia memihak kepada Choi Na Ri akan banyak yang membicarakannya dan Shinee juga akan terkena imbasnya. Semua pemikiran itu membuatnya harus menjauh dari Choi Na Ri terlebih dahulu.

Bahkan Lee Daepyo-nim datang padanya dan memintanya untuk memperbaiki semuanya, dia benar-benar menekannya tentang nama baik Shawol. Key hanya diam saat itu karena dirinya tidak tahu apa yang harus dia lakukan.

Akhirnya Key berfikir untuk menemui kedua orang tuanya terlebih dahulu dan meminta maaf akan lebih baik sebelum dia menemui Cho Na Ri maka dari itu dia pergi menemui kedua orang Choi Na Ri yang untungnya mereka menerima Key dengan baik. Dan kini Key bisa menemui kekasihnya.

Setelah Choi Na Ri membuka pintu apartemen-nya Key langsung masuk terlebih dahulu meninggalkan Cho Na Ri dibelakang yang kembali menutup pintunya. “Oppa mau …

Key membungkam mulutnya dengan bibirnya, dia menciumnya. Cho Na Ri terkejut dan berusaha menolak tetapi tangan Key dengan spontan mencekal lengannya lalu ditarik pinggangnya agar lebih dekat. Key terus menciumnya menekan bibirnya pmeskipun Choi Na Ri tetap berusaha menolak tetapi penolakannya membuat Key semakin menekan bibirnya. Keymencurahkan semua kerinduannya lewat ciumannya, tak sedikit air matanya terjatuh.

Key merasa jika Choi Na ri mulai diam tak menolaknya ataupun membalasnya, Key memberanikan untuk melepas tangannya dari cekalannya sebelumnya pada lengan Cho Na Ri, dipegang rahang pipinya untuk memperdalam ciuman mereka, Key mulutnya dan mulai melumat bibir atas maupun bawahnya secara bergantian sementara Choi Na Ri hanya diam namun menikmati permainannya terbukti dia menutup kedua matanya sekarang.

Setelah beberapa menit, Choi Na Ri mulai menolakku kembali kali ini bukan karena tidak ingin dicium tetapi dia mulai kehabisan nafas, dia membutuhkan oksigen maka dari itu Key melepaskan tautan bibirnya dan meninggalkan bunyi decakan akibat dari pelepasan bibir kami yang basah.

Dia menatap Key dengan intens. “Maafkan aku Oppa. Foto itu benar ada tetapi mengenai aku selingkuh itu bohong.” Ucapnya yang menjelaskan mengenai beritanya pada Key sementara pria ini hanya diam karena mungkin ini memang harus dia lakukan “Kami berada di Cafe bukan untuk makan ataupun ngobrol tetapi kami sedang membahas soal tugas, Profesor memberikan tugas dan membagi kelompok dan kebetulan kami satu kelompok.” Jelasnya lagi

“Kenapa cuma kita berdua karena sebelumnya Park Jin Young sudah memberikan tugas pada anggota kelompok lainnya. Kita tahu bahwa kita satu apartemen jadi kita putuskan untuk mengerjakannya bersama tetapi pada akhirnya aku meminta tugasku sendiri karena aku memiliki janji denganmu, melihatmu di SBS.” Dia menjelaskan dengan detail, membuat Key menahan senyumannya.

“Aku mengatakan sebenarnya, tolong jangan salah paham. Aku tidak menyukai pria lain selain kamu Oppa, sungguh.” Ucapnya, Key menatap kedua matanya mencari kebohongan disetiap kata-katanya tetapi nihil, dia tidak menemukannya.

Oppa… jangan diam saja, tolong katakan sesuatu.” Pintanya dengan memegang tangann Key

“Apa yang harus aku katakan?” Tanya Key membuatnya terlihat bingung “Untuk apa kau mengirimkanku pesan dan berfikir aku akan memutuskanmu, apa itu maumu?” Tanya Key yang langsung dijawab dengan menggelengkan kepala seraya berkata “Tidak, aku tidak ingin putus denganmu.”

Key tak bisa menahannya lagi, ditarik kembali tangannya dan membawanya masuk kedalam kamarnya. Choi Na Ri sedikit terkejut dan juga takut karena Key langsung menutup pintu kamar dan menatapnya seduktif “Ada apa denganmu, apa yang ingin kau lakukanOppa?” Tanyanya berjalan mundur sementara Key terus mendekat kearahnya.

“Apa tidak boleh, aku hanya ingin memilikimu.” Ucap Key yang semakin membuatnya ketakutan.

Oppa…” Dia memanggil Key namun terdengar memohon.

Key menatap dengan berjalan mendekati Choi Na Ri membuat gadis ini ketakutan, dia takut jika Key akan kehilangan akal dan melakukan sesuatu yang tidak diinginkannya. Choi Na Ri terus berjalan mundur dan dengan sigap Key kembali menarik pinggang Choi Na Ri ketika gadisnya akan terjatuh diatas Ranjang membuat Choi Na Ri dengan spontan juga memeluk tubuh Key agar tidak terjatuh.

Key tersenyum menatap wajah Choi Na Ri yang kini sudah mulai memerah tanpa basa-basi Key menciumnya kembali. Kini lebih cepat dan juga sedikit kasar membuat Choi Na Ri kesusahan untuk melepaskannya. Key semakin memperatkan pelukannya dan memperdalam ciumannya. Setelah dirinya puas bermain dengan bibir Choi Na Ri, Key turun keleher jenjang milik Choi Na Ri bahkan saat ini Key dengan berani sudah melepas mantel Choi Na Ri dengan tangan kanannya “Oppaa… ah.. apa yang kau lakukan, tolong lepaskan aku.” Pinta Choi Na Ri sedikit mendesah akibat sentuhan bibir Key dilehernya.

Key tidak mendengarkannya lagi kini dia hanya sibuk melepaskan mantelnya sendiri setelah lepas secara perlahan Key menidurkan Choi Na Ri diranjang. Choi Na Ri hanya menatap Key yang berada diatasnya saat ini membuka satu persatu kancing kemejanya membuat Choi Na Ri menelan ludahnya sendiri “Apa kau benar-benar akan melakukan ini padaku?” Tanya Choi Na Ri

“Jika ini satu-satunya cara agar aku bisa memilikimu, akan aku lakukan.” Jawab Key yang kembali mendekat tetapi Choi Na Ri memiringkan kepalanya menghindar dari ciuman Key “Nikahi aku kalau begitu.” Ucap Choi Na Ri yang membuat Key terdiam.

Perlahan Key menjauh dari Choi Na Ri dan tak lagi menindihnya. Key duduk ditepi ranjang lalu disusul oleh Choi Na Ri “Mengapa sulit sekali memilikimu?” Tanya Key

“Mengapa sulit sekali meyakinkanmu?” Choi Na Ri ikut bertanya dengan pertanyaan yang berbeda membuat Key menoleh kearahnya dan menatapnya begitupun dengan Choi Na Ri.

Oppa” Lirihnya lalu menggenggam tangan Kiri Key dan berkata “Kau sudah memilikiku meski bukan tubuhku tetapi hatiku sudah sepenuhnya kau miliki, aku tidak akan mudah jatuh cinta pada orang lain. Aku tidak peduli sebarapa tampan Park Jin Young, seberapa pintarnya dia karena aku hanya menyukaimu, aku mencitaimu Oppa.”

“Berhentilah cemburu dan membuatku takut. Jika kita melakukan ini kau orang pertama yang akan terkena dampaknya. Bagaimana jika media tahu, agensi tahu dan aku belum siap untuk melakukannya.” Ucap Choi Na Ri

“Mereka tidak akan tahu, apakah disini ada CCTV?” Tanya Key

“Ada apa denganmu Oppa, mengapa kau seperti ini sebelumnya kau tidak pernah mendebatkan ini. Kita sudah berjanji jika kita akan pacaran secara sehat.” Ucap Choi Na Ri

Key menundukkan kepalanya dan berkata “Aku takut kehilanganmu, aku pikir jika aku melakukannya kau tidak akan pergi dariku.”

Oppa, kau benar-benar tidak bisa mempercayaiku.” Lirih Choi Na Ri, Perlahan Choi Na Ri membawa Key untuk menatapnya dan tiba-tiba ia mengatakan “Baiklah, jika itu maumu ayo kita lakukan itu.” Key terkejut mentapnya “Tetapi setelah itu nikahi aku, bagaimana?” Tanya Choi Na Ri dan kembali membuat Key terdiam.

“Lihat, kau tidak bisa menjawabku?” Tanya Choi Na Ri

“Baiklah, ayo kita lakukan itu dan ayo kita menikah.” Jawab Key yang membuat Choi Na Ri terkejut tanpa mengatakan apapun lagi Key kembali menidurkan Choi Na Ri di ranjang. Key menatap dalam kedua mata Choi Na Ri yang sedari tadi tak lepas menatapnya, dengan lembut Key membelai wajah Choi Na Ri membuat pemiliknya menutup kedua matanya.

Ketika Key ingin kembali menciumnya Choi Na Ri menahan dada Key dengan bertanya “Apa kau benar-benar akan melakukannya?”

“Mengapa kau masih bertanya?”

“Karena kau juga tidak yakin.” Jawaban Choi Na Ri kembali membuat Key terdiam “Saat pertama kau menciumku, kau menangis aku bisa merasakannya.” Ucap Choi Na Ri membuat Key mengernyitkan dahinya “Kau marah padaku, kau khawatir denganku dan kau merindukanku. Kau tidak ingin aku terluka tetapi jika kau melindungiku orang lain juga akan terluka jika kau membiarkanku kau takut aku akan pergi, benar?” Tanya Choi Na Ri membuat Key kembali beranjak dari tidurnya dia berdiri menatap keluar jendela sementara Choi Na Ri tetap duduk di tepi ranjang.

“Sebenarnya aku melihatmu dengan Park Jin Young ditaman malam itu, dia menyentuh pipimu dan kau hanya diam itu membuatku marah mengapa kau diam saja?” Tanya Key

“Kau benar, mungkin saat ini kau adalah kekasihku tetapi bagiku kau selalu terlihat jauh dimataku. Aku tak bisa melakukan apapun ketika kau terluka bahkan aku tak bisa menjagamu itu membuatku semakin kesal. Aku ingin menemuimu, aku ingin menemui mereka, aku ingin memarahi kalian semua mengapa kalian melakukan ini padaku?” Key mencurahkan semuanya yang ada dibenaknya

“Dan kau benar lagi, tentang keraguan. Ingin menikah denganmu itu memang benar tetapi mengapa aku rasa jika aku akan sulit untuk bisa menikah denganmu? Bukan karena kau tetapi pihakku. Aku seperti memiliki dua keluarga dan dua kekasih. Jika aku ingin menikah aku harus mendapat persetujuan dari keluargaku dan juga agensi bahkan jika keluargaku setuju belum tentu agensiku menyetujuinya.”

“Jika aku benar aku akan segera menikahimu aku harus memikirkan perasaan penggemarku. Mereka akan senang melihatku menikah atau mereka akan membenciku dan menyebutku pengkhianat? Aku tidak tahu itu.” Jelas Key panjang lebar, mendengar ucapan Key membuat Choi Na Ri berjalan dan mendekatinya dan memeluknya dari belakang.

“Aku baik-baik saja, kau tak perlu mengkhawatirkanku dan tetaplah melihat mereka. Mereka yang membuatmu seperti ini, kau tak boleh mengabaikan mereka hanya karena aku.” Ucap Choi Na Ri

“Apa yang kau bicarakan, apa kau ingin aku meninggalkanmu?” Tanya Key melepas pelukan Choi Na Ri dan menghadapnya.

“Ini juga membuatku bingung Oppa, semua menyalahkanku dan ini juga sulit untukku.” Jawab Choi Na Ri

“Kau benar-benar ingin putus denganku?” Tanya Key serius

“Tidak, aku mencintaimu tetapi aku tidak ingin menyulitkanmu dan juga penggemarmu. Aku tidak ingin hubungan kalian renggang hanya karena aku.” Jawab Choi Na Ri

“Berhenti berbicara omong kosong, kau menakutiku.” Ucap Key menyentuh kedua pipi Choi Na Ri

“Lalu apa yang harus kita lakukan? Aku ingin kembali dekat dengan penggemarmu tetapi mereka terasa jauh sekarang” Ucap Choi Na Ri menundukkan kepalanya

“Semua akan kembali seperti dulu, aku janji aku akan membuat kalian bahagia Hmmm. Kau hanya perlu tetap disisiku, mengerti?” Tanya Key lalu memeluk Choi Na Ri penuh dengan kasih sayang, Choi Na Ri pun membalasnya menghirup bau wangi di tubuh Key, dia bisa menyentuh kulit ditubuhnya karena kemejanya yang terbuka.

“Aku merindukan bau tubuhmu.” Dengan spontan Choi Na Ri mengatakan itu membuat Key tersenyum dan semakin mengeratkan pelukannya.

“Maafkan aku sudah membuatmu takut.” Ucap Key tak ada jawaban apapun dari Choi Na Ri gadis itu hanya semakin mengeratkan pelukannya.

***

Terlihat begitu lelah, Park Ji Min berjalan seraya menendang kaleng bekas yang berada didepannya. Dia terus menendangnya kedepan itu dia lakukan setelah turun dari bis sepulang ia sekolah. “Apakah itu sebuah bola?” Tanya seorang gadis dari belakangnya membuat adik Park Jin Young menghentikan langkahnya dan membalikkan badannya untuk melihat siapa gadis yang bertanya padanya. “Nuna” Spontan ia memanggil gadis itu dengan sebutan Nuna mengingat dia adalah teman Park Jin Young tentu saja gadis itu lebih tua darinya, Choi Na Ri.

Choi Na Ri tersenyum lalu mendekat kearah Park Ji Min dan mengambil kaleng itu seraya berkata “Seharusnya kau membuangnya ke tempat sampah.” Dan membuang kaleng bekas itu ke tempat sampah membuat Park Ji Min sedikit malu dengan mengatakan “Aku juga akan melakukannya.” Choi Na Ri hanya tersenyum lalu berjalan terlebih dahulu.

“Sepertinya kau baru belanja” Tebak Park Ji Min  ketika dia melihat kedua tangan Choi Na Ri penuh dengan barang belanjanya.

Eoh.. aku baru dari supermarket” Ucap Choi Na Ri

“Sepertinya kau akan masak besar, apakah ada pesta?” Tanya Park Ji Min

“Tidak, ini hanya untuk stok dirumah.” Jawab Choi Na Ri kembali tersenyum

Ah..” Park Ji Min menganggukkan kepalanya mengerti

“Lukamu sudah hilang.” Ucap Choi Na Ri

Ahh.. benar, aku belum mengucapkan terimakasih dengan benar padamu.” Ucap Park Ji Min menghentikan langkahnya dan membuat Choi Na Ri yang sedari tadi berada di sampingnya ikut menghentikan langkahnya “Terimakasih sudah menolongku waktu itu.” Ucap Park Ji Min dengan sopannya ia membungkukkan badannya pada Choi Na Ri membuat Choi Na Ri merasa malu dan mengatakan “Aaissshh…apa yang kau lakukan, aku hanya kebetulan melihatmu.” Membuat Park Ji Min tersenyum lalu kembali melanjutkan perjalanan mereka masuk ke apartemen.

“Apa kau baik-baik saja Nuna?” Tanya Park Ji Min membuat Choi Na Ri bingung “Beritamu dengan Hyung?” Jelas Park Ji Min

Ahh.. Itu, ya… awalnya tapi sekarang aku baik-baik saja.” Jawab Choi Na Ri

“Syukurlah” Ucap Park Ji Min yang membuat Choi Na Ri kembali tersenyum padanya begitupun dengannya. Seraya masuk kedalam Lift bersama.

 

“Aku pulang.” Teriak Park Ji Min masuk kedalam apartemenPark Jin Young.

Park Ji Min hanya melihat kearah Park Jin Young yang selalu sibuk dengan buku-bukunya, lalu ia berjalan menuju meja makan dengan bertanya “Apa menu hari ini Hyung?”

“Tidak ada” Jawab Park Jin Young santai dan benar Park Ji Min tidak menemukan apapun di meja bahkan satu butir nasipun tidak ada disana.

Aahh…Hyung mengapa kau tidak membuatkan sesuatu untukku. Apa kau ingin membuatku kelaparan?” Tanya Park Ji Min mengeluh

“Pulanglah, Ibu akan memasak untukmu.” Ucap Park Jin Young

Aahh… Kau melakukan ini dengan sengaja ‘kan, agar aku bisa cepat keluar dari sini.” Park Ji Min kesal

“Jika kau tahu itu mengapa kau masih disini. Lukamu sudah sembuh.” Ucap Park Jin Young tanpa menyangkalnya dan tetap fokus pada buku-bukunya.

Aish.. aku tidak mau pulang. Buatkan aku makanan Hyung, adikmu ini benar-benar lapar.” Pinta Park Ji Min mendekat dan duduk disamping Park Jin Young

“Jangan ganggu aku. Di dapur ada ramyeon buatlah sendiri.” Ucap Park Jin Young

“Apa. Aku tidak mau ramyeon, aku ingin nasi, daging Ahh… Hyung” Tolak Park Ji Min dengan merengek pada kakaknya namun seperti biasanya Park Jin Young acuh pada adiknya dan terus membaca bukunya

Aiissh…. aku harap Na Ri Nuna mau memberikanku sepotong daging.” Ucap Park Ji Min dengan memanyunkan bibirnya. Mendengar nama Choi Na Ri disebutkan oleh Park Ji Min, membuat Park Jin Young menatapnya.

“Apa maksudmu?” Tanya Park Jin Young

Aigooo…. sedari tadi aku merengek minta makanan padamu tapi kau tidak pernah melihatku dan sekarang aku hanya menyebutkan nama CHOI NA Ri kau langsung melihatku, Chaamm.” Park Ji Min terlihat kesal

Park Jin Young dibuat salah tingkah olehnya namun ia tetap bertanya “Ya… apa maksudmu?”

“Tadi aku bertemunya dijalan dan sepertinya dia dalam keadaan suasana yang benar-benar baik, dia selalu tersenyum tidak seperti sebelumnya yang selalu murung. Dia pulang dari supermarket, dia membeli banyak makanan bahkan dia membeli banyak daging. Aku akan sangat bersyukur jika dia memberikanku sedikit.” Harap Park Ji Min sementara Park Jin Young hanya terdiam menatap kedepan mengabaikan Park Ji Min yang kini kesal disampingnya.

Setelah membeli beberapa bahan yang akan digunakan untuk menyiapkan makanan untuknya maupun untuk Key yang saat ini masih tidur dikamarnya, Choi Na Ri langsung membwanya kedapur untuk segera memasaknya. Baru sampai didapur tiba-tiba bel apartemennya berbunyi membuatnya mau tak mau harus kembali untuk membukakan pintu.

Choi Na Ri terlihat begitu terkejut ketika mengetahui siapa yang datang. Choi Na Ri tidak percaya bahkan tidak pernah membayangkan jika mereka akan datang ke apartemen-nya. Dia hanya menatap wajah mereka satu persatu tak percaya dengan memanggil “Oppadeul…” entah ada tujuan apa Shinee datang menemuinya.

Annyeonghasseo, Choi Na Ri-ssi” Sapa mereka menundukkan kepalanya yang spontan membuat Choi Na Ri langsung sedikit membungkukkan badannya.

Ah… silahkan masuk.” Terlihat begitu canggung Choi Na Ri mempersilahkan mereka masuk sementara mereka hanya tersenyum lalu masuk satu persatu.

Oh.. itu bukankah sepatu Key?” Tanya Taemin yang menyadari sepatu Key berada disana.

“Apakah Key disini?” Tanya Onew

Aah… Iya, Oppa ada disini.” Jawab Choi Na Ri

“Lalu dimana dia sekarang?” Tanya Minho yang mencari keberadaan Key

Ahh.. dia masih tidur.” Jawab polos gadis ini yang membuat mereka sedikit terkejut, pikiran mereka menjadi tak jelas saat ini “Duduklah, aku akan membangunkannya terlebih dahulu.” Ucap Choi Na Ri, mereka tak mengatakan apapun dan langsung duduk sementara Choi Na ri langsung masuk kedalam kamar untuk membangunkan Key yang masih tidur.

Dilihat Key masih tertidur pulas dengan memeluk guling. Choi Na Ri menghampirinya seraya berkata “Oppa bangunlah diluar ada teman-temanmu” dia mengoyakkan tubuhnya tetapi dia tidak bergeming sedikitpun “Oppa…”dia terus mengoyakkan tubuhnya sampai mendapatkan respon dari Key.

Dan akhirnya Key bergerak, perlahan ia membuka kedua matanya dan melihat kearah Choi Na Ri “Bangunlah, diluar ada teman-temanmu ayo temui mereka.” Ucap Choi Na ri

“Siapa yang kau maksud?” Tanya Key lirih

“Ayo bangun, kau akan terkejut nanti.” Jawab Choi Na Ri yang berusaha membangunkan tubuhnya.

“Cium aku.” Pinta yang membuatnya terkejut “Oppa!!”

“Cium dulu baru kita keluar.” Ucapnya yang langsung menutup kedua matanya dan memanyunkan bibirnya kedepan. Choi Na Ri tak bisa melakukan apapun lagi selain menurutinya, dia langsung menciumnya dengan cepat “Ayo cepat bangun.” Pinta Choi Na Ri semetnara Key hanya tersenyum.

Mereka keluar bersama untuk menemui Shinee. Para pria tampan ini terlihat terkejut ketika melihat Key Ahh..benar kemeja Key masih berantakan setelah bicara dengan Choi Na Ri tadi dia langsung tidur tanpa mengancingkan kemejanya terlebih dahulu. Tentu saja penampilan Key membuat pikiran kotor memenuhi otak mereka. “Yak… Ada apa ini?” Tanya Key terkejut melihat teman-temannya berada disini “Dan apa ini, untuk apa kalian membawa bunga untuk kekasihku?” Tanya Key yang melihat bunga besar yang mereka bawa sejak tadi.

“Sepertinya kami harus bertanya sesuatu terlebih dahulu pada kalian?” Tanya Onew

“Apa?” Key terlihat bingung

“Kalian berdua duduklah.” Pinta Onew cukup tegas membuat Key dan Choi Na Ri tak bisa menolak lagi dan memilih duduk bersama mereka.

“Apa yang sudah kalian lakukan?” Tanya Onew

“Ada apa dengan kemejamu. Chamm…kau berantakan sekali Kim Ki Bum.” Ucap Onew membuat Key melihat kemeja yang terbuka memperlihatkan bagian dadanya dia hanya diam dan langsung mengancingkannya.

Waahh… aku tidak percaya ini. Aku mengkhawatirkanmu sejak tadi malam tapi ternyata kau disini rupanya, kau bersenang-senang dengan kekasihmu Kim Ki Bum” Ucap Minho terlihat kesal

“Kita tidak melakukan yang kalian pikirkan.” Choi Na Ri mencoba menjelaskan

“Dengan penampilan Key seperti ini sudah jelas kalian habis melakukannya.” Ucap Jonghyun

“Aku tidak melakukannya berhenti berfikiran seperti itu” Ucap Key

Aiihh jangan berbohong hyung, aku bisa mencium bau seks ditubuhmu.” Ucap Taemin terdengar frontal membuat Choi Na Ri sedikit bergidik

Yak.. tahu apa kau tentang hal seperti itu.” “Aku tidak melakukannya hanya hampir melakukannya.” Jelas Key yang membuat Choi Na Ri terkejut seperti yang lainnya.

“Apa maksudmu hanya hampir?” Tanya Onew penasaran

“Aku ingin melakukannya tetapi Na Ri menolakku, puas!” Jawab Key tanpa memperdulikan kekasihnya yang saat ini sangat malu “Oppa.” Lirih Choi Na Ri seraya mencubit lengannya “Kenapa?? Kita memang hampir melakukannya tapi kau menolakku dipermulaan Aisshh…” Key membalasnya dengan kesal

Ahh.. pilihan yang tepat Choi Na Ri-ssi” Ucap Minho yang membuat Choi Na Ri lagi-lagi hanya diam menahan malu.

Yakk.. ada apa kalian datang kesini?” Tanya Key

“Ini untukmu Choi Na Ri” Ucap Onew memberikan satu buket besar bunga lily pada Choi Na Ri lalu dia hanya menerimanya seraya bertanya “Untuk apa ..”

“Kami datang kemari ingin meminta maaf padamu atas apa yang sudah penggemar kami lakukan padamu.” Jelas Onew yang membuat Choi Na Ri terkejut begitu pula Key seperti tidak mengetahui hal ini, dia hanya diam.

Ahh.. kalian tidak perlu melakukan ini, aku tidak apa-apa. Sungguh.” Ucap Choi Na Ri terlihat tidak enak.

“Tidak, penggemar kami salah dan sudah sewajarnya kami meminta maaf. Karena kamilah kau diserang” Ucap Minho yang membuatnya diam

“Bagaimana keadaanmu sekarang?” Tanya Taemin

“Aku baik-baik saja sekarang, terimakasih sudah mengkhawatirkanku.” Jawab Choi Na Ri tak lupa untuk tersenyum.

“Sebenarnya siapa yang menyebar foto-foto itu?” Tanya Jonghyun

“Teman sekelaskuJawabnya yang tentu saja membuat mereka terkejut

“Benarkah, mengapa kau tidak mengatakan padaku?” Tanya Key

“Apa kau bertanya padaku?” Choi Na Ri yang masih merasa kesal pada Keypun mencoba membalas untuk membuat Key juga merasa kesal.

“Apa motifnya?” Tanya Onew

“Cemburu. Dia menyukai Jin Yeong” Jawab Choi Na Ri

“Cemburu memang bisa jadi masalah.” Ucap Minho yang terus menatap Key

“Apa yang kau lihat, bodoh” Key terlihat kesal

“Aku benar ‘kan?” Tanya Minho

“Kau benar Oppa. Gara-gara cemburu dia hampir meniduriku” Jawab Choi Na Ri yang kali ini mendukung Minho tentu saja membuat Key tambah terlihat kesal

“Apa maksudmu?” Tanya Key

“Kau hampir melakukannya tadi, kau tahu betapa takutnya aku ketika kau menciumku dengan kasar. Aku sempat berfikir Ahh.. mungkin aku kehilangannya hari ini (keperawanan). Kau benar-benar menakutkan” Jawab Choi Na Ri yang membuat mereka terkekeh kecuali Key, dia hanya memanyunkan bibirnya.

“Tapi pada akhirnya, aku kalah. Aku tak bisa menyentuhmu meskipun aku ingin melakukannya.” Ucap Key sementara Choi Na Ri hanya tersenyum

Ahh… benar, sedari tadi aku belum memberi kalian minum hehe” Choi Na Ri tertawa malu karena tak memberikan mereka minum sejak mereka datang.

“Biar aku yang mengambilkan mereka minuman, kau masaklah untukku. Aku sangat lapar.” Pinta Key terlihat sekaligus terdengar manja, dia menunjukkan aegyo lagi.

Ahh.. makan malam lah disini, Oppadeul. Aku akan membuatkan makanan untuk kalian jika kalian tidak ada jadwal lain?” Pinta Choi Na Ri

“Yaa.. makanlah disini, masakan Na Ri benar-benar enak. Kalian harus mencobanya. Lagipula kita tidak ada yang shooting” Ucap Key menyetujuinya membuat Choi Na Ri hanya tersenyum

“Benarkah, baiklah aku akan makan disini.” Ucap Minho menyetujuinya

“Jika Minho Hyung makan disini, aku juga akan makan disini.” Tambah Taemin sementara Onew dan juga Jonghyun hanya menganggukkan mengiyakan

“Kalau begitu, aku akan memasak untuk kalian.” Ucap Choi Na Ri lalu beranjak dari tempat duduk

“Ada yang bisa kami bantu, mungkin?” Tanya Onew

“Tidak perlu Oppa.” Jawab Choi Na Ri tersenyum sebelum ia pergi menuju dapur sementara Key pergi membuka kulkas untuk memberikan mereka minuman.

Yaa… kita hanya memiliki soda, tidak apa-apa ‘kan?” Tanya Key

Waaa…. kalian seperti pengantin baru eoh” Goda Minho yang membuat Key tersenyum lalu kembali bergabung bersama mereka.

Akhirnya Choi Na Ri bisa tersenyum tanpa ragu lagi, semua yang dia khawatirkan atau takutkan tidak akan terjadi pada hubungannya dengan Key meskipun tadi dia sempat takut dengan Key yang ingin tidur dengannya tetapi dia sangat bersyukur karena kekasihnya masih bisa menahannya itu jauh lebih membahagiakan untuk Choi Na Ri.

***

Aaaa…. perutku keyang sekali” Seru Jonghyun seraya masuk kedalam asrama.

Setelah selesai makan semua anggota Shinee langsung kembali ke Asrama mereka.

“Aku tidak menyangka kalau Choi Na Ri bisa memasak dengan baik.” Ucap Minho duduk mengikuti Jonghyun yang sudah duduk terlebih dahulu setelah itu yang lainnya ikut duduk bersama

“Masakannya benar-benar enak, seperti masakan rumahan.” Ucap Taemin

Waaa…. kau beruntung Key.” Ucap Jonghyun membuat Key tersenyum lebar

“Tapi aku masih tidak percaya padamu, Kim Ki Bum.” Ucap Onew yang membuat Key sedikit mengerutkan dahinya “Apa kau benar-benar belum menyentuhnya?” Tanya Onew

“Benar, aku rasa dia bohong. Katakan yang sebenarnya pada kami. Kalian sudah pernah melakukannya ‘kan?” Tambah Minho sementara Jonghyun dan Taemin menatapnya menunggu jawaban dari Key

“Aku belum pernah melakukannya itu benar, sungguh aku tidak berbohong.” Jawab Key

“Lalu maksud kau bilang hampir saja ?” Tanya Jonghyun

“Aku hampir memaksanya untuk melakukannya denganku tadi” Jawab Key tanpa ragu yang membuat mereka terkejut

Yaak.. bodoh. Jika kau melakukannya dengan sepihak itu namanya pemerkosaan.” Tegas Minho

“Entahlah, tadi aku tidak kehilangan akal sehatku sebentar dan benar-benar ingin melakukannya. Aku tidak ingn kehilangan dia jadi aku pikir jika aku melakukannya dia tidak akan meninggalkanku.” Jelas Key

“Sependek itukah pikiranmu. Yak.. bagaimana jika Choi Na Ri hamil semua orang akan membicarakan kalian, ingat kau seorang idola Key.” Ucap Onew

“Aku sudah bilang bahwa pikiranku kosong, aku hanya ingin dia.” Tegas Key

“Lalu bagaimana bisa kau berhenti Hyung?” Tanya Taemin

“Choi Na Ri mengatakan ‘jika aku ingin menyentuhnya maka besok aku harus menikahi dia’” Jawab Key

“Waw.. dia pintar.” Puji Jonghyun yang disetujui oleh anggota lainnya.

“Bagaimana jika aku menikahinya?” Tanya Key yang kembali membuat mereka terkejut

“Jangan bercanda kau.” Onew tak percaya hanya tertawa kecil

“Aku serius, aku ingin menikahinya.” Jawab Key terlihat serius membuat mereka hanya diam menatap Key mencari kebohongan dari mata Key.

 

Bersambung….

18 thoughts on “Just Because Part 4

  1. Seneng bgt akhirx smua kesalah pahaman udah berakhir.
    na ri ama key jg dah baikan.
    mdah2an kedepanx mreka tetep langgeng n apapun yg akan mereka hadapi, smua bs mereka selesaikan dengan baik.

    Suka

  2. Susah juga jadi idola ya???mau dekat sma siapa….harus mikirin penggemar setuju ato gak…..
    Key…..lakukanlah apa yg menurutmu baik dan benar,,,,jika para fansmu menganggap dirimu seseorang yg penting untuk mereka,pasti mereka akan mendukungmu,,,,,
    Kebahagiaan idola adalah kebahagiaan fans juga karna mereka keluarga,,,,asal jangan keluar dri ‘jalur’ aja,,, itu menurutku sih 😀😀

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s