Family Scandal Part 4A


 

Title: Family Scandal 4 (A)

Author: Oh Eonnie & Anemone

Poster by: Verasity Art

Category: NC-17, Romance, Hurt, Complicated, Angst, Chapter.

Cast:

  • Oh Sehun EXO as Oh Sehun
  • Byun Baekhyun EXO as Bernard Rothschild
  • Kim Hani as Hermine Diane Kim
  • Jeon Jang Mi as Jung Jang Mi


Author’s Note :

Hai, lama ya lanjutannya…? Hehehe… Maaf, lagi ada sedikit kesibukan direal life.

  • Terimakasih banyak untuk Admin FNC yang berbaik hati telah mempublish FF FS (Family Scandal) ini lagi.
  • Thanks too for reader semua yang dari awal sampai saat ini masih mengikuti perkembangan ceritanya.
  • Kamsahamnida atas cover cantiknya @Verasity_Art
  • Terakhir Seisei untuk kami sendiri (Oh Eonnie & Anemone) yang dihadapkan dengan banyaknya kegiatan tapi masih bisa meluangkan waktu untuk diskusi. Semoga sampai seterusnya. Amin.

Part kali ini akan ada banyak moment BaekHani ketimbang HunHani. Mungkin sampai Part 4B juga. Jadi, merdekalah buat yang ngeshiperin mereka.(hehehe)

 

Summary: “Kenangan adalah benda yang diam, jika ia bisa disebut benda. Tidak bergerak dan menetap seperti guci disudut rumah yang tidak berpenghuni. Bisu dan angker. Ia menentang hukum waktu yang selalu bergerak. Ia tidak berubah bentuk. Ia terbingkai dalam bingkainya yang ikut abadi selamanya. Ia tidak bisa dihapus. Ia permanen. Melekat seperti roh pada jasad dan jasad pada roh. Tidak seperti kehidupan, Ia tidak menginginkan perubahan. Ia tidak bisa berubah. Ia tidak bisa diapa-apakan selain diterima sebagai bagian dari sejarah dan riwayat seseorang.

 

Oh Eonnie&Anemone Present ©2017

***Happy Reading***

 

“Dewi Hera mengatakan; Amarah neraka tak seberapa panas dibandingkan amarah wanita yang terhina.”

 

***Family Scandal 4A***

 

Songfic : Heart Attack by EXO

 

Author Pov

Kabut hitam yang menutup rembulan berangsur menghilang, membiarkan sang dewi menyinari malam. Hembusan angin membuat dedauan bergerak hingga tetesan air bekas air hujan tadi sore berjatuhan ke tanah lembab. Air itu meresap kedalam tanah dan menghilang, apakah amarah seseorang bisa seperti itu?

 

Kalian pernah dengar pepatah, jika amarah wanita itu sangat mengerikan sampai bisa menghancurkan bumi? Itulah kenapa wanita disebut racun dunia.

 

Holiday Night adalah sebuah pasar malam yang berada di kota Yongin provinsi Gyeonggi-do, Korea Selatan. Pasar malam yang berlokasikan di sepanjang jalan sungai Han ini juga merupakan pasar malam teramai di Korea, beberapa acara tahunan selalu dinantikan, termasuk festival musim dingin dan pergantian tahun. Holiday Night, salah satu objek wisata yang wajib dikunjungi jika kau ke Korea Selatan.

Setibanya di pasar malam itu, Baekhyun mengajak kedua temannya, Chanyeol dan Kyungsoo menuju tempat permainanan yang mencolok penglihatannya. Pengunjung di sana didominasi oleh anak kecil. Yah, Baekhyun mengajak Chanyeol dan Kyungsoo ke zona kids, tempat permainan yang dikhususkan untuk anak kecil. Sebenarnya orang dewasa tidak diperbolehkan naik, hanya saja tidak ada peraturan ketat disana. Dan sistemnya pun double money.
“Ayo naik itu,” Baekhyun menunjuk permainan komidi putar.

 

Kyungsoo tersenyum sambil memakan camilan dan melirik Chanyeol yang mendesah, “Berapa umurmu huh?” dengus Chanyeol.

Baekhyun menggeleng pelan, “Bukan masalah umur. Permainan itu terlihat mengasyikkan,” Baekhyun tersenyum lebar.

“Ayo!” serunya dan menarik kedua temannya untuk mengantri.

 

Chanyeol hanya bisa pasrah, sedangkan Kyungsoo terlihat santai. Dalam hati, Ia juga ingin mencobanya.

 

“Aish. Kenapa aku punya teman seperti mereka?” Chanyeol melepas bando telinga kelinci di kepalanya tapi dengan cepat Baekhyun memakaikannya lagi membuat Chanyeol mendengus.

 

“Kapan lagi kita seperti ini. Anggap saja kita kembali ke masa lalu dimana waktu itu kita juga seperti ini,” gumam Baekhyun.

Chanyeol terdiam membuat Kyungsoo menepuk bahunya, “Bukankah dulu, kau yang menarik kami untuk naik wahana itu?” gumamnya membuat Chanyeol tersenyum.

 

Kilasan masa lalu membuat Chanyeol menatap kedepan.

 

[Flashback On]

“Aku ingin naik permainan itu. Kudanya bisa berputar,” ujar Chanyeol kecil. Tubuhnya terlihat gembul.

 

“Wow,ada kijang juga. Ayo naik,” ujar Kyungsoo sambil menatap takjub permainan di depannya.

 

“Tidak bisa. Ini sudah lewat dari jam 21.00 KST. Orang rumah pasti sadar aku tidak ada di rumah,” ujar Baekhyun.

 

Chanyeol mendesah, “Hei,kenapa kau takut sekali. Kalau kau dihukum, aku dan Kyungsoo akan menemanimu, tenang saja. Lagipula ini tidak lama. Sepuluh menit. Setelah itu kita pulang.”

 

“Sepuluh menit,” Kyungsoo mengangkat kedua tangan kecilnya.

 

Baekhyun mengangguk lemah membuat kedua temannya tersenyum lalu menariknya.

 

“Ini akan menjadi kenangan tak terlupakan,” seru Kyungsoo.

[Flashback Off]

 

Chanyeol tersadar dari lamunannya saat Baekhyun menepuk bahunya. Tanpa bicara Chanyeol menarik kedua temannya, membuat Baekhyun dan Kyungsoo saling tatap lalu tertawa.

 

Baekhyun gembira sekali bisa merasakan sensasi menaiki permainan komidi putar setelah sekian lamanya. Ia melihat sekitarnya, memandangi wahana-wahana lain dan keramaian pasar malam.

 

“This is amazing!” teriak Baekhyun pada Chanyeol dan Kyungsoo yang terlihat sama-sama menaiki permainan komidi putar. Ketiganya terlihat paling mencolok. Yah, yang ada hanya anak-anak kecil yang menaikinya bukan orang dewasa seperti mereka. Bahkan ada anak kecil yang memandang mereka dengan heran.

 

“Hahaha, akhirnya aku bisa merasakannya lagi,” Baekhyun merebut sesuatu dari tangan Kyungsoo membuat Kyungsoo mendengus.

 

“Aish,kembalikan!” Kyung Soo kembali merebutnya.

 

“Pelit,” dengus Baekhyun tapi Kyungsoo tidak perduli, sedangkan Chanyeol menggelengkan kepalanya melihat tingkah kedua temannya.

 

“Memang di Jerman tidak ada yang seperti ini?” tanya Kyungsoo pada Baekhyun membuat pria imut itu menoleh, lalu tersenyum.

 

“Huh? Tentu saja ada, Soo. Bahkan disana lebih lengkap dari pada disini,” ujarnya meyakinkan.

 

Tentu saja Kyungsoo percaya. “Lalu?”

 

“Dia tidak diperbolehkan keluar sembarangan, Soo. Paling-paling jika keluar pun harus dikawal,” timpal Chanyeol sambil bersedekap. Putaran permainan masih 2 kali lagi.

 

“Enak saja, aku boleh keluar, hanya saja aku malas bermain sendiri,” dengus Baekhyun.

 

“HAHAHAHA…,” tawa mereka berdua pecah karena jawaban Baekhyun. ‘Hanya saja aku malas bermain sendiri’.Semua pengunjung disana akan dibubarkan paksa karena Sang Pangeran Roschild,dan itu membuat Baekhyun merasa bersalah dan tidak pernah lagi meminta hal semacam itu.

 

“Tertawalah sepuas kalian, huh,” gumamnya.

 

“Hahahahaha…,” Chanyeol bahkan sampai jatuh dari kuda-kudaannya.

 

“Yuhuuuuuu!” Baekhyun berteriak lagi dengan kedua tanganya direntangkan terbuka. Bagai burung hias yang seakan-akan bebas dari jerat sangkarnya.

 

“Lihatlah kelakuannya benar-benar…,” Chanyeol menggelengkan kepala tidak habis pikir dengan teman semasa kecilnya ini. Dari dulu hingga sekarang tetap tidak berubah.

 

***Family Scandal***

 

“Sudah puas, Pangeran?” tanya Kyungsoo membuat Baekhyun meninju pelan perutnya.

 

“Aish,jangan panggil aku seperti itu,” gumamnya membuat Kyungsoo terkekeh pelan.

 

“Ahh…,apa kalian lapar?” tanya Chanyeol sambil merenggangkan otot-ototnya.

 

“Aku ingin makan pangsit, bagaimana?” gumam Kyung Soo membuat Chanyeol dan Baekhyun saling tatap.

 

“Tadi aku melihatnya, di kedai sebelah sana,” Kyungsoo menunjuk arah barat dimana tadi ia sempat melihat stand penjual pangsit.

 

Chanyeol mengangguk, “Baiklah, ayo!” ujarnya membuat Kyungsoo tersenyum senang dan bertepuk tangan.

 

“Kalian duluan saja. Aku ingin ke toilet sebentar,” ujar Baekhyun.

 

“Eh?” gumam Kyungsoo.

 

“Kedai tenda biru tua sebelah penjual manisan, kan?” tanyanya membuat Kyungsoo mengangguk.

 

“Nanti aku menyusul,” lanjutnya.

 

“Kami akan menemanimu. Ayo!” Chanyeol menarik lengan Baekhyun.

 

“Hei,hei,apa kau pikir aku anak SD yang ke toilet umum ditemani ibunya?” dengus Baekhyun.

 

Chanyeol menghela nafas, “Kau…”

 

“Aku bisa sendiri. Jika aku tersesat, aku bisa tanya orang. Lagipula apa gunanya ponsel, huh!” Baekhyun menepis tangan Chanyeol dengan pelan lalu berjalan dengan cepat membuat Chanyeol hanya bisa menghela nafas.

 

“Jangan terlalu khawatir,” gumam Kyungsoo sambil menepuk bahu Chanyeol.

 

“Kau tahu dia seperti apa bukan, ceroboh,” gumam Chanyeol.

 

Baekhyun berjalan cepat sambil mengerutu, “Memangnya aku anak kecil apa? Hah…!”Baekhyun buru-buru masuk ke toilet umum untuk melakukan panggilan alamnya. Baekhyun tidak menyalahkan kenapa teman-temannya begitu. Ia paham. Mereka peduli dan sayang padanya.

 

Bugggh!
“Aaahh!” Baekhyun meringis saat seseorang menabraknya hingga ia tersungkur ke tanah.

 

“Maaf,” gumam seseorang.

 

“Hey, yak!” teriak Baekhyun membuat orang-orang menoleh ke arahnya. Baekhyun mendengus lalu berdiri dan membersihkan pakaiannya yang berdebu.

 

“Sial,” Baekhyunsadar saat dompetnya hilang.

 

“Aish,yak! Tunggu!” Baekhyun segera berlari mengejar orang yang tadi menabraknya yang kebetulan belum jauh.

 

Seseorang dengan jaket hitam itu menoleh, melihat Baekhyun yang sepertinya sadar dompetnya hilang, ia mempercepat langkahnya. Belum lagi teriakan Baekhyun membuatnya berlari.

 

“Yak,Bocah. Berhenti kau!” teriak Baekhyun sambil terus berlari mengejar pencopet itu.
Ramainya pasar malam membuat Baekhyun sedikit kesulitan.Beberapa kali ia menabrak orang dan mendapatkan sumpah serapah. Baekhyun terus berlari sampai tidak sadar sudah berada jauh dari pasar malam. Baekhyun menghentikan langkahnya saat pencopet itu berhenti dan terlihat jalan itu buntu. Baekhyun tersenyum senang.

 

“Mau kemana kau?” gumam Baekhyun yang melangkah maju namun langkahnya terhenti saat beberapa orang tiba-tiba muncul dan mengelilingi Baekhyun dan pencopet itu.

 

“Sial,” gumam Baekhyun. “Jebakan,”pikirnya.Pencopet itu tersenyum dan melempar dompet itu ke seseorang yang sepertinya pemimpin mereka.

 

“Wow,kau juga membawakan kita sebuah mangsa. Kelihatannya dia bukan orang sembarangan.”

 

“Semua yang dipakainya barang bermerek.”

 

“Hya!” Baekhyun menghindar saat seseorang akan memukulnya, membuat orang itu tersungkur.

 

Pemimpin kelompok itu tersenyum melihat gerak refleks Baekhyun, membuat Baekhyun menatapnya tajam.

 

“Apa yang kalian inginkan?” gumam Baekhyun sambil bersikap waspada. Ia menghitung berapa orang yang mengepungnya.

 

“Sial. Dua puluh orang,”gumamnya. Sudah jelas ia akan kewalahan jika menghadapi mereka sendirian walaupun ia bisa bela diri. Belum lagi, ia hanya tangan kosong. Berandalan itu pasti memiliki senjata.

 

Baekhyun mengangkat tangan kirirnya, membuat orang-orang itu menjerit,“Aku akan memberikan ponsel dan jam tanganku. Tapi biarkan aku pergi.”

 

“Hahahahahaha…!” tawa mereka.

 

“Lepaskan bajumu dan sepatumu.”

 

“Kau gila!” teriak Baekhyun.

 

“Hya!” Baekhyun harus menghindari dan memberi pukulan kepada orang-orang yang menyerangnya.

 

“Aku akan mati jika seperti ini,” batin Baekhyun. Ia berhasil mengatasi beberapa orang. Sedangkan yang lain terus menyerangnya, belum lagi mereka mulai mengeluarkan senjata.
Baekhyun berpikir bagaimana caranya ia bisa melarikan diri, tiba-tiba saja Baekhyun melihat drum membuatnya mendekat dan menendangnya hingga jatuh. Beruntungnya Baekhyun isinya adalah bekas oli yang sudah lama tak terpakai membuat beberapa dari mereka jatuh, hingga Baekhyun menggunakan kesempatan itu untuk lari.

 

“Jangan lihat kebelakang,” Baekhyun berusaha menghubungi Chanyeol dengan ponselnya.

Ia kesulitan karena terus berlari.

 

“Aaa!” teriak Baekhyun saat ponselnya jatuh.

 

“Sialan!” gumamnya.

 

“Hey,tengik berhenti kau!”

 

“Bajingan tengik!”

 

“Berhenti kau!”

 

“Jangan lihat kebelakang,” Baekhyun terus berlari.

 

“Aish,sialan!” umpatnya saat jalanan itu buntu. Baekhyun menoleh dan melihat orang-orang itu tersenyum.

 

“Mau kemana kau tikus kecil?” gumam salah satu dari mereka.

 

Dalam hati Baekhyun mengumpat, berani-beraninya mereka memanggilnya begitu. Mereka tidak tahu siapa yang mereka hadapi. Kelompok gangster itu mendekat membuat Baekhyun berpikir apa yang harus ia lakukan, Baekhyun melirik ke bawah. Arus sungai sangat deras, haruskah melompat?

 

“Seharusnya kau tahu dari awal kalau kau tidak bisa menghindari kami.”

 

Baekhyun tersenyum, “Oh ya?” ujarnya dengan nada mengejek membuat para gangster menggeram kesal.

 

“Coba saja,” gumam Baekhyun. Ia memantapkan hatinya.

 

“Hya!”

 

Para gangster itu terlihat shock saat melihat Baekhyun menceburkan dirinya ke sungai.

 

“Sialan. Bajingan tengik.Tikus kecil!” umpat pemimpin mereka.

 

“Bagaimana ini,Bos?”

 

“Kembali. Biarkan saja dia mati.”

 

Baekhyun memejamkan matanya saat dirinya merasa melayang di udara sebelum jatuh ke sungai.

 

“Jika aku mati seperti ini,aku merasa sedikit terhormat. Walaupun artinya sama saja aku bunuh diri,” batinnya.

 

Byur!
‘Jika kau tenggelam di sungai maka ikuti saja arusnya. Arus akan membawa tubuhmu.’

 

‘Tapi,aku jago berenang, Ayah.’

 

Ia ingat, waktu kecil ayahnya pernah memberinya nasehat saat memancing bersama di sungai, membuat Baekhyun terdiam, hingga tubuhnya terbawa arus. Baekhyun menahan nafasnya saat air mulai masuk ke mulutnya.

 

“Kau bisa! Kau bisa!” Baekhyun membuka matanya. Ia mengulurkan tangannya mengambil sebuah benda yang terseret arus. Baekhyun terseret ke tepi. Ia berpegangan dan berusaha untuk naik walaupun sulit.

 

“Tolong!” teriak Baekhyun dengan suara serak.

 

“Siapapun tolong aku.”

 

“Aku akan memberikan segalanya,” ujar Baekhyun.

 

“Tolong, uhuk! Tolong…!” Baekhyun menggertakan giginya karena kedinginan.

 

Mutter(Ibu dalam bahasa Jerman), hiks…,tolong anakmu yang tampan dan imut ini,” Baekhyun menangis. Ia takut, sangat takut sekarang, terlebih saat melirik kebawah dimana arus sungai begitu deras. Ia tidak percaya kalau barusan ia nekat menceburkan diri.

 

“Aku janji, jika ada yang menolongku,kalau laki-laki, aku akan mengangkatnya menjadi orang penting di perusahaan dan menganggapnya saudara. Jika perempuan, muda dan cantik akan kujadikan istri!” racau Baekhyun. Ia pasrah sekarang.

 

“Hei! Pegang tanganku!”

 

Deg!
Baekhyun tersentak saat sebuah tangan hangat menyentuh tangannya, ia mendongak dan menatap iris bening itu. Baekhyun terdiam menatap iris oramel yang berkilauan. Ia seakan terjerumus dalam pesonanya.

 

“Cantik,” gumam Baekhyun. Tangannya yang bebas terulur ingin menyentuh rambut panjang yang bergerak tertiup angin. Gadis itu terlihat sempurna dari bentuk wajahnya. Belum lagi sinar lampu yang tepat mengenai paras ayu gadis itu.

 

“Cinta pandangan pertama,” gumam Baekhyun.

 

“Pegang yang kuat. Aku akan menarikmu,” ujarnya membuat Baek Hyun yang terkejut refleks bergerak cepat menggenggam erat tangan hangat itu.

 

“Tuhan, terimakasih,” batin Baekhyun.

 

***Family Scandal***

 

“Ini sudah lebih dari setengah jam,kemana dia?” gusar Chanyeol sambil melihat jam Rolex di pergelangan tangan kirinya.

 

“Nomornya juga tidak aktif,” gumam Kyungsoo sambil terus mencoba menghubungi Baekhyun.

 

“Terus hubungi dia. Aku akan mencarinya,” Chanyeol beranjak dari tempat duduknya.

 

“Aku ikut,” gumam Kyungsoo.

 

“Kau tetap disini, siapa tahu dia kembali. Aku tidak akan lama,” gumam Chanyeol sebelum akhirnya berlari keluar kedai.

 

Kyungsoo hanya bisa menghela nafas pasrah, “Semoga tidak terjadi hal buruk.”

 

Chanyeol masuk ke toilet umum pria, ia mencari Baekhyun tapi tidak ketemu. Chanyeol bahkan membuka satu persatu bilik kamar mandi.

 

“Apa kau melihat seorang pria dengan jaket coklat? Tingginya segini?” tanyanya pada orang disana.

 

“Tidak,” jawab orang itu.

 

“Aish,kemana dia?” gumam Chanyeol lalu keluar dari toilet.

 

Chanyeol menghela nafas pelan, ia melihat toilet wanita. Apa Baekhyun ada disana? Tidak mungkin. Tapi siapa tahu.

 

Chanyeol dengan beraninya masuk ke toilet wanita, membuat seseorang yang sadar kehadiran Chanyeol langsung menjerit.

 

“Yak,penguntit!”

 

“Tidak. Aku…”

 

Bugh!
Chanyeol memejamkan matanya saat mendapatkan pukulan bertubi-tubi.

 

“Mati aku,” gumamnya.

 

“Dasar pria mata keranjang.”

 

“Penguntit.”
Chanyeol merangkak, sedangkan para wanita itu sibuk memukul-mukul udara kosong.

 

“Uhh…,” Chanyeol bernafas lega, lalu berlari keluar toilet wanita sebelum mereka sadar.

 

“Kau harus membalas ini Byun Baekhyun.”

 

“Bagaimana, ketemu?” sebuah tepukan di bahu membuat Chanyeol terkejolak.

 

“Hya! Kau membuatku kaget, bodoh!” umpat Chanyeol sambil mengelus dadanya.SedangkanKyungsoo yang kesal, memukul kepala Chanyeol.

 

“Awww…, kenapa kau memukulku?” ringisnya.

 

“Diamlah. Kita harus mencari Baekhyun. Ayo!” gumam Kyungsoo.

 

“Yak! Tunggu. Kerdil, tunggu!” ujar Chanyeol membuat Kyungsoo menghentikan langkahnya. Chanyeol yang sadar, tertawa pelan.

 

“Tidak. Tidak.”

 

“Setelah ini…”

 

“Iya. Iya, kau boleh memukulku sepuasmu!” potong Chanyeol membuat Kyungsoo tersenyum dan kembali melanjutkan langkahnya.

 

“Aish,sialan,” gumam Chanyeol sambil mengacak rambutnya.

 

***Family Scandal***

 

“Pakai ini,” Hani melepas jaketnya dan memberikannya pada Baekhyun.
Hani melotot saat dengan santainya Baekhyun mengganti pakaiannya didepannya. Hani langsung mengalihkan pandangannya, pipinya terasa panas.

 

“Aish…,” gumam Hani.

 

Baekhyun mengamati gadis disebelahnya. “Cantik. Benar-benar cantik,” batinnya. Terlebih sinar rembulan yang mengenai wajah ayunya membuat Baekhyun terkesima.

 

“Kenapa?”

 

Baekhyun tersadar, “Ah,tidak. Tapi kenapa kau bisa sampai disini? Kau dari Seoul?”

 

Hani tersenyum, “Harusnya aku yang bertanya seperti itu,” gumamnya membuat Baekhyun mengernyit lalu mengangguk pelan.

 

“Aaaahhh…,” gumam Baekhyun.

 

“Apa kau tidak kedinginan?” tanyanya yang melihat Hani hanya memakai kaos tipis walaupun lengan panjang.

 

Hani tersenyum dan menggeleng pelan, “Tubuhku kebal. Kau sendiri kedinginan, kan?” gumam Hani.

 

“Ye?” gumam Baekhyun.

 

Hani menatap Baekhyun, “Aku baik-baik saja walaupun seperti ini. Tubuhku dingin. Itu sebabnya aku dijuluki gadis bertubuh dingin.”

 

“Tapi tadi tanganmu hangat,” gumam Baekhyun.

 

“Kenapa?” tanya Hani yang tidak mendengar ucapan Baekhyun.

 

“Ah,apa aku boleh pinjam ponselmu?”

 

“Huh?” Hani menjerit.

 

“Aku harus menghubungi seseorang untuk menjemputku,” gumamnya membuat Hani akhirnya menyerahkan ponselnya.

 

“Paman, ini aku,” Baekhyun melirik Hani yang menatapnya.

 

“. . .”

 

“Akan kujelaskan nanti. Jemput aku di jembatan perbatasan Seoul. Ah, jangan lupa bawakan jaket,” gumam Baekhyun lalu menutup panggilan.

 

“Terimakasih,” gumam Baekhyun.

 

Hani tersenyum dan menerima ponselnya, “Jadi, kau bukan pencuri?”

 

Baekhyun mendengus, “Terserah kau, lah,” gumamnya, membuat Hani terkekeh.

 

“Kau jangan pulang dulu,” ujar Baekhyun saat Hani berdiri dan memakai tas selempangnya.

 

“Ye?”

“Tunggu, orang yang menjemputku. Aku takut sendirian disini,” Baekhyun menggaruk kepalanya yang tidak gatal membuat Hani tersenyum.

 

“Baiklah,” gumamnya.

 

“Ngomong-ngomong, kau terlihat seperti murid SMA?” Baekhyun membuka obrolan.

 

Hani terkekeh pelan sambil memainkan kakinya. Mereka berdiri bersebelahan dan bersandar pada pembatas jembatan. “Aku memang murid SMA,” gumamnya.

 

“Ah, artinya aku lebih tua darimu. Kau harus memanggilku oppa,” Baekhyun mengerling, membuat Hani menyerit heran.

 

“Oppa?” gumam Hani.

 

“Ya. Sekali lagi,” ujar Baekhyun membuat Hani tertawa lepas.

 

“Hahahahaha…”

 

“Kenapa?”

 

“Kau lucu sekali,” gumam Hani sambil berusaha menghentikan tawanya.

 

“Aku harap kita akan bertemu lagi,” gumam Baekhyun. Ia terus menatap Hani yang tertawa.

 

“Telihat jauh lebih cantik saat tertawa,” gumam Baekhyun.

 

***Family Scandal***

 

Angin musim gugur berhembus lembut mendinginkan suasana di sepanjang jalan kota Seoul yang dilewati oleh orang-orang disana. Ini adalah pertengahan musim gugur yang sebentar lagi akan berakhir, digantikan dengan musim dingin yang membuat orang enggan keluar dari rumahnya.

 

Hani ditemani scooter kesayangannya menyusuri jalanan pinggiran Kota Seoul yang ramai. Jam di pergelangan tangan kirinya menunjukan pukul 9 malam lebih 30 menit, saatnya Hani pulang ke rumah setelah tadi duduk di pinggiran Sungai Han menikmati waktu santainya.

 

Hani menyentuh jaket yang membungkus tubuh kurusnya. Ia tersenyum mengingat moment beberapa menit lalu.

 

[Flashback On]

“Hei tunggu!”

 

Hani tersentak saat Baekhyun memakaikan jaket untuknya. Apalagi senyum pria itu membuat Hani terdiam.

 

“Jangan sampai sakit. Hati-hati di jalan. Lain kesempatan jika takdir mempertemukan kita lagi, aku akan mentraktirmu makanan enak dan mahal. Sekali lagi terimakasih,” ujar Baekhyun membuat Hani mengangguk pelan, tak bisa berkata-kata. Pipinya memanas dan Hani merasa malu entah kenapa.

Dengan cepat Hani naik ke scooternya dan meninggalkan Baekhyun yang tersenyum sambil terus menatap Hani. Sedangkan Paman Yook, Chanyeol dan Kyungsoo hanya terdiam melihat drama romantis tadi.

 

“Jun!” panggil Baekhyun, membuat pria tampan bertubuh tegap yang namanya dipanggil langsung mendekati Baekhyun.

 

“Ne, Tuan Muda.”

 

“Pastikan gadis tadi pulang sampai rumahnya dengan selamat,” gumamnya lalu berlalu masuk ke dalam mobil.

 

Jun yang paham langsung bergegas mengikuti Hani yang belum terlalu jauh.

 

“Apa kalian akan terus berdiri di luar?” ujar Baekhyun membuat ketiga pria dengan tinggi berbeda itu tersadar.

 

“Jangan tanya apapun, aku akan menjelaskannya besok.”

[Kilas Balik Off]

Baik Hani maupun Baekhyun sama-sama tersenyum mengingat hal itu. Baekhyun bahkan terus menatap telapak tangan kanannya. Tangan yang dipegang erat oleh gadis yang menolongnya dari maut.

 

“Aku berjanji, aku juga akan mengenggam tanganmu,” gumamnya membuat Paman Yook tersenyum melihat perilaku Baekhyun.

 

Sedangkan Kyungsoo dan Chanyeol menaiki mobil yang berbeda. Mereka sebenarnya penasaran tapi mereka sangat tahu seperti apa Baekhyun, terlebih melihat kondisi sahabat mereka. Baekhyun baik-baik saja, itu yang terpenting.

 

“Ahh…,setidaknya aku bisa tidur nyenyak nanti malam,” gumam Kyungsoo.

 

Chanyeol yang sedang menyetir melirik sahabatnya, “Tidak denganku,” gumamnya membuat Kyungsoo tersenyum tipis.

 

“Why?” tanyanya polos membuat Chanyeol mendengus keras.

 

“Masih bertanya, huh?” ujarnya kesal. Kyungsoo tertawa saat ingat ucapan Chanyeol di pasar malam. ‘Pukul aku sepuasnya.’

 

“Hahahahaha…” tawanya.

 

“Byun Baekhyun. Hitam dan putih,” gumam Hani.

 

“Kim Hani. Cahaya yang terang,” gumam Baekhyun. Ia membuka kaca mobilnya sedikit, membuat angin malam yang dingin masuk dan mengenai tubuhnya.

 

Mereka berdua sama-sama menatap langit malam dengan sinar bulan purnama.

 

“Semoga takdir mempertemukan kita kembali,Cahaya Cantik,” gumam Baekhyun.

 

 

 

 

 

TBC…

39 thoughts on “Family Scandal Part 4A

  1. Okey.. Fix… Aku ngeship mereka… BaekHani… (sorry Chanbaek 😂)
    Sehun ditinggal aja lah… Dia memang sukanya sama noona noona.. 😂😂😂

    Suka

  2. gue tetep lebih suka klau Hani ama Sehun ajaa chingu… Kalau ama Baek keknya udh lawan baca gitu udh biasa, kalau ama Sehun pasti lebih greget…. cerita yng beda dan tak terduga jauh lebih keren ching, hehe jngn mrah ne cuma saran kok mumumuch

    Suka

  3. Huaaaa ff yng di tunggu2 part 4 nya di post juga, gue bener2 suka sama ni ff jadi makin penasaran aja ntar akhirnya hani bklan sama siapa 😍

    Suka

  4. baek lo ga di moon lovers ga di family scandal cinta pertamanya ama cewe2 kalem cem haesoo cem hani, tiati gagal lagi ya dedek bbh

    Suka

  5. Ngakak bacanya liat tingkah unyu si baek wkwkwk
    Smga mereka emg jodoh drpd sm si sehun sebel pdhl sehun biasku tp aku suka unyu baek aj
    Ditunggu klnjtnnya eonni^^
    Smga aj klnjtnnya cpt2 dipost wkwk ga sabar jdnya hehe

    Suka

  6. Makin penasaran nih sama konfliknya ntar, apa baekhyun bakal sama hani Akhirnya
    Pengen liat reaksi sehun kalo nanti hani sm baekhyun pdkt kkkkkkk

    Suka

  7. Yeheeeetttttt.
    Akhirnya ff ini lanjut juga yaa, sumpah kangen banget sma ff ini yawlahhh… Lebih suka Hani sma baekhyun aja deh wkwk. Lebih terasa wkwk. Btw aku sering Menghayal gimana klau jadi di posisi Hani hoho. Ga kebayang dihiyanatin sma org yg kita cinta apalagi sma ibu sendiri wkwk

    Suka

  8. Waaahh mendingan hani sama baekhyun aja…
    Dari pada sama sehun dia malah disakitin terus… 😦
    Baekhyun jg udh langsung suka tuh sama hani… 🙂

    Suka

  9. Akkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk kangen banget m nie ff … sumpah aku sampe slalu ngebayangin gmn cerita slanjutnya…
    Bahkan aku sampe mikir kalo aku jd hani q bakal milih pergi dr rumah dr pd harus tinggal bareng ibu yg nikung anaknya sendiri…..^^ di tunggu next chapternya^^

    Suka

  10. akhirnya setelah sekian lama dipost juga, ciee baek jatuh cinta pandangan pertama😘.udah hani ama baek aja thor biar sehun nyesal biar tau rasa tu orang, ngomong2 kok cepat amat ya tbc nya thor jadi syedih

    Suka

  11. Hani ada baekhyun……..mudah2han hani nggak sakit hati banget pd sehun,tp yg sakit hati ibunya hani karena sehun ingin mereka hancur tp ingin lihat hani kuat nggak lemah mungkin sehun bisa di blg hani lemah tp buktikan bahwa hani org yg kuat….hukum karma berlaku kepinggin ia cemburu atau apalah lihat kedekatan hani dan baekyun…..

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s