You’re My Medicine Part 1


 

Author : xixil

Tittle : You’re my medicine

Category : Romance, Sad, Family

Cast :

Cho Kyuhyun(presdir Kyu, presdir young)

Lee Yun Ji (presdir Yun)

And Other Cast

 

 

Hei ketemu lagi dengan author abal-abal yang typonya luar biasa banyak Hehe. Kali ini Aku bawah ff baru lagi berharap kalian suka dengan ffku ini, dan thanks banget buat admin flying yang udah melewatkan waktunya untuk ngepost ff aku ini. Btw ff ini mungkin di post sebelum ff aku yang satu selesai di flying karena aku ngirimnya bersama dengan part terakhir dari the owner love. Sebenarnya ff ini harusnya di post setelah TOL selesai tapi karena april kemarin flying gk nerima pengiriman ff jadi part 11 dan 12 TOL gak jadi dikirim alhasil ff ini yang tadinya terjadwal dikirim selesai TOL harus dikirim bersamaan. Mungkin yang udah baca the owner love  udah tahu penulisan aku bagaimana hehe HANCUR ya, dan untuk kesekian kalinya aku berharap ada sedikit kemajuan dalam penulisan baik typo pengunaan bahasa dan tanda baca dan lain-lain. Jangan lupa kritik dan sarannya readers. Percaya atau tidak komentar kalian itu menentukan part selanjutnya cepat dikirim atau tidak Hehe komentar kalian itu pnyemangan bagi setiap author, termaksud penentu mood author untuk menulis part selanjutnya. Duuu aku kebanyakan ngomong hehehe ok langsung aja.

 

 

 

Happy Reading

 

 

You’re my medicine Part 1

 

 

 

 

Hayang departemen stone

 

 

Semua karyawan  Hayang departemen stone terlihat sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Ada yang merapikan pakaiannya, ada pula yang sibuk memperbaiki  make upnya, dan beberapa lainnyamencoba mengetes pita suara mereka,  serta berbagai kegiatan lain yang jika dilihat para karyawan tersebut ingin terlihat sempurna dihadapan seseorang. Ya! Hari ini adalah hari pertama presdir baru mereka masuk, yang tidak lain adalah cucu dari pemilik Hayang departemen stone yang baru saja datang dari london.

 

 

Beberapa karyawan mendengar  gosip mengenai presdir baru mereka,Jika calon pemimpin terbaru Hayang departemen adalah seorang wanita yang sangat dingin, dan kejam bahkan senyumannya pun orang-orang disekitarnya tidak pernah melihatnya yang dotabenenya 24 jam menjaganya.

 

 

Setelah cukup lama menunggu, semua aktivitas para karyawan yang dari tadi berbincang-bincang satu sama lain sambil menunggu pemimpin baru mereka terhenti seketika ketika pintu lobi kantor terbuka dengan lebarnya. Para karyawan terdiam, suara yang terdengar hanyalah suara rok para karyawati yang diterpa angin ketika pintu kantor terbuka lebar dan memperlihatkan seorang wanita dengan anggunnya berjalan masuk dengan baju yang bisa dipastikan sangat mahal dan tidak lupa tas tangan yang digunakannya yang jika dilihat merupakan salah satu tas tangan yang hanya tersedia cukup terbatas didunia, kacamata yang masih bertengger diatas hidung kecil menyembunyikan mata cantiknya tidak bisa menyembunyika kecantikan yang terpancar dari wajahnya, semua karyawan yang melihatnya mematung, seolah terpukau dengan apa yang dilihatnya sekarang.

 

 

“Wow perfect. Apa dia seorang dewi?” Ucap salah satu karyawan yang tidak bisa menahan kekagumannya.

 

 

Yun ji yang mendengar itu langsung berhenti, dan ketika ia melihat disekitarnya orang-orang mematung dan memandang kearahnya seperti tidak pernah melihat orang seperti dirinya.

 

 

“Ehemm~~!!” Suara Sekretaris Park yang terdengar cukup keras membuat para karyawan yang mendengarnya tersadar dan secepatnya menunduk 90 derajat.

 

 

Yun jipun kembali berjalan masih dengan anggunnya melewati para karyawan yang masih menunduk ke arahnya. Menaiki tangga demi tangga,Yun ji sengaja tidak menaiki lift karena ingin melihat langsung tempat kerjanya dan para karyawannya. Namun Yun ji harus menghentikan langkahnya ketika melihat dua orang karyawan yang menunduk namun masih sibuk berbincang yang menimbulkan suara yang sangat mengganggunya. Sekretaris Park yang menyadari hal tersebut kembali bersuara dan langsung menyadarkan kedua karyawan tersebut.

 

 

“Ehemm~! Apa yang kalian lakukan?”

 

 

Dua karyawan yang mendengar teguran tersebut langsung berhenti berbicara dan makin menundukkan kepalanya setelah menyadari siapa yang menegur mereka.

 

 

“Stand up.” Terdengar suara dingin Yun ji.

 

 

Kedua karyawan tersebut mengeliat takut, ketika mendengar suara dingin yang mereka ketahui adalah suara sang presdir baru mereka pun tidak berniat untuk berdiri tegak. Yun ji yang melihat hal tersebut  mendengus dengan kesal dan bisa dipastikan kedua karyawan tersebut bisa mendengarnya dengan jelas.

 

 

“Yak! Tengakkan kepala kalian. Apa kalian tidak mendengarku?” Teriakan Yun ji yang membuat karyawan yang sedari tadi menunduk tersebut segera berdiri dengan tegak tak terkecuali para karyawan  yang berada disekitarnya bangkit dari bungkukannya dan beberapa karyawan yang berada dilantai bawahyang mendengar teriakan pun segera berlari kelantai 3.

 

 

Kedua karyawan yang sudah menegakkan badannya, bisa melihat wanita yang sangat anggun dihadapannya dengan kacamata yang masih menutupi matanya. Walaupun begitu kedua orang tersebut dapat melihat kekesalan dari wajah cantik tersebut.

 

 

 

“Apa yang kalian liat?” Sahut sekretaris Park setelah melihat kedua karyawan tersebut tidak hentinya menatap Yun ji. Sadar akan kesalahannya membuat kedua karyawan tersebutmenunduk seketika dan meminta maaf.Yun ji melepas kacamatanya, dan ia bisa mendengar beberapa suara dari karyawannya yang kagum setelah melihat dengan sempurna wajahnya dengan mata yang tidak ditutupi lagi.

 

 

“Angkat kepala kalian.” Sahut Yun ji lagi masih dengan suara yang sangat dingin. Kedua karyawan yang mendengar itu segera menegakkan kepalanya dan bertatapan langsung dengan mata coklat Yun ji yang terlihat sangat indah.

 

 

“Apa ini yang kalian lakukan jika CEO sebelumnya melakukan pemeriksaan , dasar tidak sopan.” Setelah berucap dengan tegas, Yun ji kemudian membuka tasnya dan melemparkan cermin kearah kedua karyawannya.Kedua karyawan tersebut menangkap dengan takut cermin yang dilempar kearah mereka.

 

 

“Apa kalian tahu kesalahan fatal kalian?”

 

“Lihat wajah kalian!”

 

“Apa kalian berangkat bekerja dengan make up seperti itu?”

 

“Apa kalian benar-benar bekerja dibidang kosmetik?”

 

“Kalian seharusnya menunjukkan make up yang sempurna bukan seperti ini. Apa kalian pikir pelanggan akan datang jika melihat wajah kalian yang seperti Zebra itu?” Rentetan Teriakan Yun ji keluar tanpa memberi kesempatan kedua karyawan tersebut menjawab semua pertanyaannya yang mengakibatkan kedua karyawan tersebutgemetaran dan hanya bisa menunduk dan meminta maaf terus menerus yang mengakibatkan salah satu karyawan tersebut hilang keseimbangannya dan tidak sengaja menyentuh tangan presdir mereka.

 

 

Plak~!

 

 

“Kau~!!! Jauhkan tangan mu, berani sekali kau menyentuhku.” Terdengar teriakan Yun ji dengan suara yang jauh lebih tinggi lagi yang sudah bisa diketahui kalau ia sekarang sangat marah.

 

 

Orang-orang yang ada disekitarnya terlihat kagetsetelah melihat tamparan yang dilayangkan oleh presdir mereka hanya karena sebuah sentuhan di tanggannya. Beberapa dari mereka membulatkan matanya, menutup mulutnya dan sebagian juga mengeluarkan suara kaget seolah tidak percaya dengan apa yang mereka liat.

 

 

“Oh my god, Apa kau melihatnya? Ia benar-benar kejam kurasa gosip yang beredar memang benar adanya.” Sahut salah satu karyawan dengan nada suara yang cukup kecil.

 

 

“Ia, ini hari pertamanya masuk tapi ia sudah terlihat sangat kejam, aku jadi takut.” Balas karyawan yang satunya dengan suara takutnya.

 

 

Sekretaris Park yang yang sedari tadi menutup matanya setelah melihat nona mudanya menampar karyawan tersebut karena menyentuhnya, akhirnya tersadar dan mulai mendekat ke arah Yun ji. Sedangkan Wanita yangditamparsedari tadi memegang pipinya langsung menunduk untuk kesekian kalinya dan meminta maaf. Yun ji yang melihatnya hanya mengabaikan.

 

 

“Urus dia.” Ucap Yun ji setelah sekretaris Park menenangkannya dan kembali berjalan untuk menaiki lift. Niat untuk menyusuri setiap department di perusahaannya kini sudah musnah karena kejadian yang sangat ia benci .

 

 

“Baik nona.” Jawab Sekretaris Park dengan membungkukkan badannya sedikit.

 

 

 

 

Pyeongchang-dong Art District

 

 

Pagi dirumah yang cukup besar itu berjalan seperti biasanya, sepasang suami istri yang tengah menyantap sarapan pagi merekayang hanya ditemani dengan suara  dari sendok makan yang bertemu dengan piring-piring yang di hadapannya selama hampir 3 tahun terakhir ini. Lama dengan keheningan membuat Bona mulai berbicara walaupun laki-laki yang ada di hadapannya tidak menatapnya tapi ia tetap melanjutkan ucapannya.

 

 

“Hari ini aku akan kepulau jeju setelah pemotretan dengan majala star1. Tapi appa ingin kau dan aku datang kerumahnya untuk makan siang sebelum aku berangkat.” Bona ingin rasanya melempar pria yang ada dihadapannya sekarang yang masih sibuk dengan makanannya setelah ia berucap.“Ia benar-benar mengabaikanku atau ia hanya pura-pura tidak mendengarku.”Setelah berucap asal tersebut Bona menghembuskan napasnya dengan kasar karena Kyuhyun yang sama sekali tidak membalas ucapannya.

 

 

Kyuhyun yang bisa merasakan kejengkelan istrinya pun segera berucap tanpa menatap wanita yang ada dihadapannya sekarang, yang bisa ia rasakan jika wanita tersebut sedang menatapnya dengan tajam. “Aku akan pergi tapi kau berangkat terlebih dahulu, aku akan menyusul setelah pekerjaanku selesai. Ada beberapa dokumen yang harus aku selesaikan sampai siang nanti, berdoalah agar itu cepat selesai dan aku bisa menyusul namun jika dokumen itu tidak selesai maka aku tidak akan datang.”

 

 

“Apa kau pikir hanya kau yang sibuk? Aku juga sibuk. Aku harus membatalkan makan siang dengan salah satu sponsor, membatalkan pemotretan dan meeting dengan investor, jadi aku tidak mau tau jam 12 siang kau harus dirumah appa.” Balas Bona dengan suara yang cukup tinggi dan memandang tajam kearah Kyuhyun yang masih sibuk mengaduk-aduk makanannya setelah mendengar ucapan Kyuhyun.

 

 

“Cih. Apa sekarang kau marah padaku? Seharusnya kau mengatakan semua itu ke appamu bukan aku. Aku tidak akan pergi.” Balas Kyuhyun dengan penuh tekanan dan membalas tatapan tajam Bona, yang kemudian berjalan meninggalkan Bona yang terlihat sangat marah.

 

 

“Yak! Cho kyuhyun mau kemana kau haa~? Kita belum selesai. Kau harus kerumah appa atau Aku akan menghacurkan kantormu?” Teriak Bona. Ia sudah tahu kalau Kyuhyun masih bisa mendengar jelas ancamannya.

 

 

Han ahjumma yang sedari tadi didapur mendengar semua pertengkaran suami istri tersebut mulai berjalan ke arah meja makan setelah tahu kalau keduanya sudah pergi. Han ahjumma tidak terkejut lagi apa yang sekarang ia dapatkan. Makanan berserakan dimana-mana, gelas dan piring yang kini tinggal pecahan kaca, dan ia juga sudah tahu siapa yang menyebabkannya seperti ini. Han ahjumma hanya bisa menghembuskan napasnya dan mengeleng-gelengkan kepalanya.

 

 

 

 

******

 

 

“Oh tuan muda sudah datang. Nona dan tuan sudah menunggu anda dari tadi?” Sahut pelayan yang membuka pintu dan mendapatkan Kyuhyun disana.

 

 

“Dimana mereka?” Ucap Kyuhyun dengan datar.

 

 

“Oh kau sudah datang, kemarilah.” Ucap ayah Bona setelah melihat Kyuhyun berjalan ke arahnya dengan senyummanisnya seperti biasa yang ia perlihat kepada mertuanya.

 

 

“Cih dasar siput, akhirnya kau datang juga.” Sahut Bona setelah melihat Kyuhyun berjalan kearah tempat duduknya.

 

 

“Yoon bona.” Sahut ayah Bona setelah mendengar ucapan anaknya, yang bertindak tidak sopan kepada suaminya sendiri.

 

 

“Maaf appa aku telat. Pekerjaanku sangat banyak dikantor.”

 

 

“Kau pikir kau saja yang sibuk.” Celetuk asal Bona yang sibuk mengambil makanan tanpa memperdulikan wajah Kyuhyun yang terlihat sangat kesal karena ia menyelah begitu saja saat ia bicara.

 

 

“Tidak apa-apa, kami juga belum memulai makan. Bona ambilkan Kyuhyun makanan.”

 

 

“Kenapa menyuruhku! Buat apa tangannya yang diberi Tuhan dengan sempurna itu, kalau tidak digunakan dengan baik.” Ucap Bona dengan santainya yang telah sibuk mengunyah makanan dimulutnya.

 

 

“Yak, Yoon bona dia suamimu.” Kini suara Yoon pil sudah mulai meninggi setelah melihat kelakuan anaknya  yang sangat tidak menghormati suaminya.

 

 

“Tidak apa-apa appa. Apa yang dikatakan Bona memang benar.Apa gunanya tangan yang diberi Tuhan dengan sempurna ini jika tidak digunakan dengan baik.” Ucap Kyuhyun dengan menatap tajam kearah Bona.

 

 

Setelah makan siang selesai Kyuhyun berbincang-bincang dengan mertuanya dan setelah melihat jam tangannya yang menandakan jika waktunya sudah habis akhirnya ia berpamitan untuk segera pergi.

 

 

“Appa aku juga akan pulang, karena aku tidak membawa mobil aku akan pulang dengan Kyuhyun jadi bye Appa.” Sambung Bona setelah Kyuhyun berpamitan dengan appanya dan mulai berlari ke arah Kyuhyun yang berjalan sangat cepat.

 

 

Yoon pil yang melihat itu segera tersenyum setelah melihat kejadian yang terjadi dimeja makan tadi.

 

 

“Yak!Apa yang kau lakukan?Keluar dari mobilku.” Ucap Kyuhyun setelah melihat Bona dengan cepatnya masuk kedalam kursi penumpang setelah sopirnya membukakan pintu untuknya.

 

 

“Aku tidak membawa mobiljadi antar aku ke kantor. “Balas Bona dengan acuh tanpa menatap Kyuhyun yang sudah Bona akui jika wajah Kyuhyun sekarang pasti terlihat sangat kesal karena ulahnya.

 

 

Bona yang tidak mendapat balasan dari Kyuhyun segera menatap Kyuhyun kemudian berucap “Yakin kau akan menyuruhku turun appa melihatmu sekarang.” Yang berhasil membuat Kyuhyun  mengepalkan tangannya. “Cih dasar wanita tidak sopan.”

 

 

“Bo~! Apa yang kau katakan? Yak Cho Kyuhyun.” Teriak Bona setelah mendengar umpatan Kyuhyun. Kyuhyun mengabaikan teriakan Bona yang kemudian menutup keras pintu mobil dan mulai berjalan kearah pintu mobil yang satunya.

 

 

Didalam mobil tidak ada percakapan lagi antar suami istri tersebut. Bona sibuk memandangi pemandangan yang dilewatinya sepanjang jalan sedangkan Kyuhyun sibuk dengan tabnya yang sudah pasti isinya sangat membosankan apa lagi kalau bukan kurva-kurva.

 

 

“Pak Kim turun aku diperusahaan.” Ucap Bona setelah cukup lama menunggu Kyuhyun untuk bertanya kepadanya dimana ia akan turun.

 

 

“Baik, nyonya.” Balas sopir Kyuhyun setelah mendapat perintah dari istri majikannya.

 

 

Bona turun dari mobil Kyuhyun dengan bantingan pintu yang sangat keras ditemani dengan  wajah yang terlihat sangat masam, kenapa tidak selama perjalanan Kyuhyun tidak pernah berbicara dengannya bahkan bertanya saja saat dia akan turun dari mobil tidak. Padahal hari ini ia akan ke pulai jeju yang otomatis membuatnya tidak akan bertemu dengannya untuk beberapa hari.

 

 

 

Hayang Departemen Stone

 

 

Yun ji kini berdiri di depan jendela besar  di salah satu ruangannya, iamenatap kosong kearah luar kantornya yang sangat besar yang dari luar memperlihat keindahan deretan gedung tinggi di kota seoul. Yun ji menutup mata dan memegang erat kalung yang  dipakainya. “Oemma! Appa! Aku merindukanmu?” Batin Yun ji yang tanpa ia sadari air matanya kini menetes begitu saja.

 

 

*********

 

 

Sekretaris Park segera berlari keruangan presdir setelah mengurus kedua karyawan yang membuat masalah dengan nonanya. Ia sangat khawatir, takut akan terjadi sesuatu dengan Yun ji bahkan sekarang ia sama sekali tidak mengetuk pintu ruangan Yun ji dan masuk begitu saja. Namunia langsung ambruk setelah melihat nonanya. “Syukurlah.” Itulah yang keluar dari mulut wanita tua tersebut setelah melihat nona mudanya masih dengan tegaknya berdiri di depan jendela besar ruangannya.

 

 

Setelah mendapatkan Yun ji baik-baik saja, Sekretaris Park mulai berdiri dari duduknya danhanya bisa memandangi punggung rapuh nona mudanya. Walaupun ia sangat  khawatir dan  ingin sekali ia pertanya, apakah nona baik-baik saja? Namun  ia mengurungkan niatnya karena ia tahu apa yang sekarang nonanya rasakan. Pasti ia akan seperti ini jika seseorang yang tidak ia kenal menyentuhnya namun ini lebih baik karena Yun ji masih sadar, tidak seperti biasanya yang jika ia disentuh oleh orang-orang yang baru ia temui maupun yang ia kenal secara sengaja menyentuhnya maupun tidak ia pasti akan tidak sadarkan diri.

 

 

“Nona sudah berusaha sangat keras!” Batin sekretaris Park, dengan pandangan  yang tidak lepas dari Yun ji.

 

 

“Oh~ sekretaris Park. Sejak kapan Ahjumma disini?” Ucap Yun ji segera setelah membalikkan badannya dan mendapatkan wanita tua yang sudah menemaninya dari kecil sedang menatapnya begitu lekat.“Maaf telah mengganggu nona. saya baru saja tiba disini.” Balas sekretaris Park setelah mendengar suara nonanya yang membuatnya tersadar dari lamunannya.“Apa nona baik-baik saja?” Ucap kembali sekretaris Park.

 

 

“Ya.Kau bisa lihat aku baik-baik saja.” Dengan wajah datarnya Yun ji berucap. Namun sekretaris Park yang melihat tersebut  membalas nona mudanya dengan senyum manisnya, ia tahu sebenarnya nona mudanya tengah menahan rasa sakitnya.

 

 

“Sekretaris Park. Aku akan pulang kerumah, besok aku akan mulai bekerja. Segera atur semua jadwalku.” Yun ji kembali berucap dengan nada suara yang terdengar sangat sendu. Sekretaris Park yang tahu betul keadaan nona mudanya hanya bisa menuruti perintahnya. “Baik nona, Aku akan menyediakan mobil.”

 

 

“Tidak perlu. Biar pengawal Hong yang menyiapkan dan mengantarku pulang jadi ahjumma tidak usah khawatir.” Balas Yun ji dengan lembut yang tahu betul kekhwatiran sekretaris Park kepadanya. “Baik nona.”  lagi-lagi Sekretaris Park hanya membalas Ucapan Yun ji dengan wajah yang penuh dengan kecemasan.

 

 

Yun ji berjalan keluar dari lift dengan langkah yang masih sama seperti saat ia datang kekantor pagi tadi dengan beberapa pengawal dibelakangnnya serta sekretaris Park yang senantiasa berjalan disampingnya dan tidak lupa para karyawan yang menunduk kepadanya setelah melihat presdir mereka berjalan di depannya.

 

 

 

*****

 

 

Setelah beberapa menit perjalanan sampailah Yun ji dirumah megah yang sangat luas dan sangat mewah bahkan gedung putih yang ada diAmerika serikat terbilang kecil jika dibandingkan dengan istana  Keluarga Lee ini .

 

 

“Kau sudah pulang? Bukankah  ini terlalu cepat, apalagi ini hari pertamamu bekerja.” Ucap kakek Yun ji setelah mendapatkan cucunya berjalan kearahnya dengan senyum indahnya yang tak kunjung pudar.

 

 

“Kakek.” Panggil Yun ji dengan manja, yang mengabaikan pertanyaan dari kakeknya.

 

 

“Wae?Apa kau tidak suka dengan pekerjaanmu dikantor?” Balas kakek Lee dengan mengelus lembut kepala cucunya yang sudah memeluknya dengan erat.

 

 

“Tidak, aku hanya kurang enak badan kek.”

 

 

“Apa? Apa kau sakit? Apa karena ini kau pulang cepat? Kau sakit di bagian mana baby? Apa kakek harus  memanggil dokter Choi?” Ucap kakek Lee dengan panik dan segera meneliti wajah cucunya setelah mengetahui cucu kesayangannya tersebut tidak enak badan.

 

 

“Kakek berlebihan sekali, aku tidak apa-apa. Kepalaku hanya pusing sedikit jadi kakek tidak perlu memanggil dokter Choi.” Balas Yun ji yang kemudian kembali memeluk kakeknya.

 

 

“Benar, kau baik-baik saja?” Kakek Lee kembali bertanya mencoba menegaskan ucapan cucunya.“Ya kakek, aku baik-baik saja.” Balas Yun ji yang semakin mengeratkan pelukannya pada kakek Lee.

 

 

“Kakek!Aku merindukan appa dan oemma.”

 

 

“Kakek!Jangan pernah meninggalkanku.” Ucapan sendu yang keluar  lagi dari mulut cucunya membuat kakek Lee menutup matanya, mencoba menahan sesuatu yang tengah mencoba untuk keluar.

 

 

“Yak! Apa yang kau bicarakan? Mana mungkin kakek meninggalkan cucu kesayangan kakek?” Ucap kakek Lee dengan suara yang penuh semangat mencoba tidak memperlihatkan kesedihannya kepada Yun ji.“Kakek juga sangat merindukan appa dan oemmamu. Besok maukah cucu kesayangan kakek pergi menemui mereka bersama pria tua ini.”

 

 

“Ya kakek, setelah pekerjaanku selesai aku akan menjemput kakek.” Balas Yun ji dengan suara cerianya.

 

 

Kakek Lee menatap cucunya yang berjalan meninggalkannya, dengan kepalan tangan yang gemetar ia kembali menutup matanya segera agar air bening tersebuttidak keluar dari mata sayunya. Ia sangat sedih melihat cucunya yang  sudah cukup lama menderita, walaupun Yun ji berusaha menyembunyikan rasa sakitnya tapi ia bisa mengetahui sangat jelas kalau Yun ji kesakitan atau bahkan sangat kesakitan selama beberapa tahun ini. Namun kesedihannya semakin bertambah karena semua yang dimilikinya tidak bisa menyembuhkan kesakitan yang dirasakan cucunya. Kadang ia berpikir untuk apa semua harta ini jika cucunya sendiri yang tengah sakit tapi ia tidak bisa menyembuhkannya.

 

 

 

*****

 

 

Gangnam Club++

 

 

Bona setelah pulang dari pulau jeju segera ke salah satu club yang terkenal di gangnam. Hari ini teman-temannya mengundangnya untuk merayakan kesuksessan temannya.Akhirnya setelah pemotretan selesai ia langsung mengambil penerbangan kembali ke Seoul. Bona dengan teman-temannya berbincang satu sama lain dengan minuman di tangan masing-masing. Setelah malam semakin larut beberapa teman Bona sudah berpamitan untuk pulang. Namun beda halnya dengan Bona yang masih sibuk meminum alkohol.

 

 

****

 

 

Kyuhyun melirik handphonenya setelah cukup lama berdering terus menerus yang membuatnya tidak fokus denganpekerjaannya.

 

 

“Halo. Ini siapa.”

 

 

“Maaf tuan mengganggu. Kami sudah ingin tutup, tapi nona Bona masih tidak ingin pulang padahal ia sudah sangat mabuk.” Jawab pelayan bar dengan takut-takut setelah mendengar suara dingin Kyuhyun.”

 

 

“Dasar wanita sialan, panggilkan saja taksi untuknya.”

 

 

“Yak! Apa yang kau katakan? Aku ini istrimu cepat katakan pada sopirmu untuk menjemputku kalau kau tidak bisa. Dasar laki-laki brengsek.” Teriak Bona dengan kasar setelah mendengar suara Kyuhyun di balik teleponnya.

 

 

“Dasar wanita tidak tahu malu.Kau tidak tahu ini sudah jam berapa. Apakah kau ini seorang pelacur?” Kyuhyun dengan cepat membalas ucapan Bona dengan suara yang tak kalah besar dari Bona.

 

 

“Cho Kyuhyun, apa yang kau katakan? Tutup mulut brengsekmu itu. Kau…….”Tanpa mendengar lanjutan ucapan Bona. Kyuhyun  langsung menutup handphonenya.

 

“tutttttttt~~”

 

 

“Yak~! Cho kyuhyun.” Teriak Bona setelah mengetahui Kyuhyun mengakhiri sambungan telepon dengannya yang bahkan ia belum selesai berbicara.Pelayan yang mendengarkan pertengkaran kedua suami istri itu hanya bisa menelan salivanya.

 

 

“Apa yang kau lakukan cepat panggilkan aku taksi brengsek.” Teriak Bona pada pelayan yang sudah mulai berlari ketakutan setelah mendengar teriakan Bona.

 

 

 

*****

 

 

“Oh Nyonya sudah pulang.” Ucap Han ahjumma setelah membuka pintu dan mendapatkan majikannya disana.“Nyonya perlu saya bantu? Anda sangat mabuk.” Han ahjuma kembali berucap setelah melihat Bona berjalan dengan linglung.

 

 

“Lepaskan. Kyuhyun dimana?” Teriak Bona kepada Han ahjumma.

 

 

“Tuan dikamarnya Nyonya.”

 

 

“Dasar brengsek.” Bona kembali berjalan dengan semboyongannya menuju kamar Kyuhyun.

 

 

“Nyonya.” Han ahjumma segera berlari mendekati Bona setelah melihatnya terjatuh kelantai, ia berniat menolong Bonanamun yang ia dapatkan hanyalah teriakan dan dorongan kasar dari majikannya.

 

 

“Sudah kubilang lepaskan, pergi sana.” Lagi-lagi Bona meneriaki Han ahjumma.

 

 

Han ahjumma hanya bisa menatap punggung majikannya yang berjalan semboyongan yang sesekali terjatuh karena pengaruh mabuknya sehingga ia tidak bisa menyeimbangkan tubuhnya.

 

 

“BRAK~!!!” Bona membuka kamar Kyuhyun dengan kasar tanpa memperdulikan orang yang ada didalamnya terbangun.Bona bisa melihat sosok Kyuhyun yang tengah berbaring di atas ranjangnya dan terlihat jika Kyuhyun sudah siap meneriakinya akibat perbuatannya yang menganggu tidurnya.

 

 

“Ahh sialan. Yak! Apa yang kau lakukan?” Teriak Kyuhyun setelah mendengar pintu terbuka dengan kasarnya dan melihat ke arah pintu, kemudian mendapatkan Bona dengan tatapan tajam ke arahnya.“Cih dasar brengsek.” Bona berjalan mendekati Kyuhyun setelah berucap dengan kerasnya .

 

 

“Disaat istrinya mabuk, bukankah suaminyalah yang harus menjemputnya.” Bona kembali berucap dengan teriakannya dan semakin menatap tajam kearah Kyuhyun.

 

 

“Yak! Apa yang kau lakukan? Lepaskan tanganmu dan keluar dari kamarku sekarang juga.” Kyuhyunkembali berucap dan menghempaskan tangan Bonadengan kasar yang baru saja memegang tangannya.

 

 

“Cih, dasar laki-laki sialan. Kenapa aku bisa berakhir ditangan pria sepertimu.” Teriak frustasi Bona setelah mendapatkan bentakkan dan perlakuan kasar dari Kyuhyun.

 

 

“Apa yang kurang dariku? Apa aku tidak cantik? Apa tubuhku tidak sexy? Semua laki-laki ingin tidur denganku tapi kenapa kau mengabaikanku seolah aku tidak ada artinya sama sekali?” Bona berucap dengan sendunya sambil memeluk erat tubuh Kyuhyun.

 

 

“Kau bisa tidur dengan mereka, seperti yang kau inginkan.” Ucapan Kyuhyun tersebut berhasil membuat Bona kembali menatapnya dengan tajam. Dengan kasar Bona meraup bibir ranum Kyuhyun melumatnya dengan kasar, ia tidak peduli dengan kalimat tidak tahu malu. Ia sudah tidak bisa menahan kekesalannya.

 

 

“Hentikan. Alkohol di bibirmu sangat menyengat membuatku ingin muntah menciumnya.” Bona yang mendengar ucapan Kyuhyun tersebut segera berhenti melakukan aktivitasnya. Ia menghembuskan napasnya dengan kasar mencoba mengontrol emosinya yang sudah di atas kadarnya.

 

 

“Ingin rasanya aku mencabik-cabikmu Chokyuhyun. Namun kenapa rasanya sangat susah,aku sangat membencimu, aku ingin menjauh darinya, tapi  kenapa aku tidak bisa.” Batin Bona yang sudah menatap lekat Kyuhyun.

 

 

“Cho Kyuhyun.” Dengan tenang Bona menyebut nama Kyuhyun.

 

 

“Keluar sebelum aku kembali.” Ucap Kyuhyun kemudian berjalan ke arah kamar mandi.“Yak! Cho kyuhyun sialan.” Teriakan Bona kembali mengemah setelah ia cukup tenang memanggil Kyuhyun namun yang didapatkan hanyalah Kyuhyun yang mengabaikannya.

 

 

“Brak~!

 

 

Beberapa periasan dan buku yang berada di kamar Kyuhyun jatuh di atas lantai, kertas berterbangan di mana-mana.Setelah Bona dengan kesalnya menjatuhkan semua barang yang ada di meja kerja Kyuhyun.Kyuhyun yang mendengar suara barang berjatuhan hanya bisa menutup matanya, membiarkan Bona melakukan yang ia suka. Ia sudah cukup lelah dengan pekerjaan di kantor jadi, ia tidak berniat  untuk melayani pertengkaran dengan Bona. Namun setelah Kyuhyun selesai dengan urusannya yang ada di kamar mandi dan Bona masih tidak berhenti dengan perilakunya membuat Kyuhyun  menarik tangan Bona keluar dari kamar dan dengan sekali dorongan membuat Bona terlempar keluar dari kamar.

 

 

 

“Au~” terdengar ringisan kesakitan dari Bona. Namun Kyuhyun mengabaikannya dan mala menutup pintu kamar dengan kasarnya.

 

 

Walaupun Bona dalam keadaan mabuk. Namun ia masih bisa merasakan sakit di sekujur tubuhnya akibat terjatuh. Han ahjumma yang belum tidur mendengar suara ringisan membuatnya segera berlari ke arah sumber suara.

 

 

“Nyonya.” Panggil Han ahjumma setelah melihat Bona masih berada di depan pintu kamar dengan posisi terduduk dengan memegang tubuhnya yang sakit.

 

 

Bona bisa mendengar panggilan Han ahjumma. Namun ia tidak kuat lagi menjawabnya, kepalanya sangat sakit akibat ia terlalu banyak minum alkohol, tubuhnya terasa sangat lemah dan pandangannya pun  kini sudah memudar. Untuk beberapa menit ia tidaktahu lagi apa yang terjadi pada dirinya. Namun ia masih bisa mendengar panggilan Han ahjumma yang terdengar sangat khawatir kepadanya.

 

 

“Nyonya! Nyonya bangun nyonya.” Han ahjumma mencoba memanggil Bona setelah tiba-tiba saja tubuh Bona sudah terbaring di lantai. Han ahjumma pun memberi tahu kepada Kyuhyun.

 

 

 

 

*****

 

 

Kyuhyun kini sudah siap ke kantor setelah sarapan dan mengambil beberapa document dan jasnya.Iamulai melangkahkan kakinya ke arah pintu namun, langkahnya terhenti setelah mendapatkan teriakan dari Bona dengan suara beratnya yang memperlihatkan jika ia baru bangun dari tidur panjangnya.

 

 

“Cho Kyuhyun.”

 

 

“Cih, kau baru bangun setelah menghancurkan semua barang-barangku? Apa kau benar-benar seorang istri?” Kyuhyun berucap dengan datarnya yang sudah menatap Yun ji.

 

 

“Ya, aku seorang wanita yang sudah menikah dengan pria brengsek. Kenapa? Aaaa~~ kau menyesal menikah denganku?” Balas Bona yang tak kalah ketusnya.

 

 

“Ahjumma aku pergi.” Tanpa perduli dengan ucapan dan tatapan Bona Kyuhyun berpamitan dengan Han ahjumma.

 

 

“Yak! Presdir Guk mengundangmu makan siang dengannya.” Bona kembali berucap namun kini sudah tidak dengan suara yang tinggi. Kyuhyun yang masih mendengar ucapan Bona segera membalikkan badannya dan membalas ucapan Bona.“Katakan padanya aku tidak bisa. Aku memiliki rapat dengan presdir baru Hayang departemen hari ini. Jadi kau bisa pergi sendiri.”

 

 

“Tapi…..” Lagi-lagi Kyuhyun pergi sebelum ucapannya selesai.

 

 

“Sial. Kenapa aku harus mencintai pria yang tidak pernah melihat ke arahku. Kau benar-benar Bodoh Yoon bona.” Tawa mengemah di ruang makan tersebut setelah Bona mengucapkan hal yang memperlihatkan jika dirinya benar-benar sangat bodoh.

 

 

Han ahjumma yang lagi-lagi menjadi saksi pertengkaran antara suami istri tersebut di pagi hari hanya terdiam. Ia tahu walaupun Kyuhyun bertindak seperti itu kepada Bona tapi sejujurnya pria tersebut masih bisa bertindak halus kepada Bona jika saja wanita yang tiap pagi selalu mengajak Kyuhyun bertengkar tersebut bisa sedikit lebih halus lagi kepada Kyuhyun. Seperti tadi malam Bona yang pingsan akibat pengaruh alkohol dan mungkin juga karena pertengkarannya dengan Kyuhyun.Setelah Han ahjumma memberitahu Kyuhyun  jika Bona pingsan, Kyuhyun langsung berlari dan mengangkat Bona ke kamar tamu. Kyuhyun memiliki alasan sendiri kenapa ia tidak mengangkat Bona ke kamar mereka. Han ahjumma yang juga melihatnya hanya diam ia sama sekali tidak bertanya kenapa, baginya melihat perilaku Kyuhyun kepada Bona cukup membuatnya tahu jika Kyuhyun sebenarnya baik kepada istrinya jika saja istrinya bisa lebih baik lagi kepadanya.

 

 

 

Hayang departemen stone

 

 

Setelah hampir 1 bulan bekerja, pekerjaan Yun ji semakin banyak. Tiap hari Yun ji harus menandatangani beberapa berkas dan memeriksa beberapa desain terbaru serta memeriksa keuangan baik dana masuk mau pun dana yang keluar. Seperti sekarang Yun ji tengah sibuk dengan beberapa berkas dihadapannya, memperhatikan semua angka-angka yang tertera pada kertas putih yang sudah ia bolak balik untuk waktu yang cukup lama.

 

 

“Nona!” Panggil sekretaris Park setelah masuk dan melihat nona mudanya tak melihat ke arahnya karena tengah fokus dengan apa yang ada di hadapannya.

 

 

“Ya, sekretaris Park.” Bona membalas ucapan sekretaris park tanpa melihat wajah wanita tua itu, yang menandakan jika ia benar-benar sibuk.

 

 

“Hari ini kita memiliki rapat dengan presdir Young grup nona.”

 

 

“Ah~ Young grup.” Yun ji kembali mengulang nama perusahaan yang telah bekerja sama dengan kakeknya cukup lama. Beberapa hari yang lalu  kakeknya sempat mengatakan kepadanya jika ia harus memberikan prestasi yang baik jika rapat dengan presdir Young grup karena orang yang ia akan hadapi adalah seseorang yang sagat disiplin dan kompoten.

 

 

“Jam berapa rapatnya akan dilakukan?”

 

 

“Jam dua nona?”

 

 

Yun ji melirik ke arah jam tangan yang ia gunakan. Tinggal 30 menit lagi rapat akan dimulia. “sepertinya waktunya masih lama sekretaris Park, kalau begitu aku akan menyelesaikan semua ini dulu.”

 

 

“Maaf nona. Tapi kita harus berangkat sekarang karena rapatnya akan dilakukan di kantor Young grup.” Ucap sekretaris Park dengan penuh penekanan. Melihat nona mudanya memasang wajah datar seolah meminta penjelasan lebih kenapa tidak di lakukan di Hayang departement saja.

 

 

“Itu yang dikatakan komisaris nona. Komisaris Lee sudah berapa kali menunda rapat ini, jadi mungkin ini sebabnya komisaris menyarankan kita yang berkunjung ke kantornya.

 

 

Setelah mendapatkan penjelasan lebih dari sekretaris Park, Yun ji pun mengganggukkan kepalanya memperlihatkan jika ia sudah mengerti.

 

 

 

Young grup

 

 

 

Yun ji melirik sekretaris Park setelah cukup lama menunggu namun presdir dari young grup belum datang juga. “Aku telah bertanya kepada sekretarisnya dan ia mengatakan jika presdir Kyuhyun akan segera tiba.” Ucap sekretaris Park setelah mendapat lirikan dari Yun ji yang terlihat kesal karena sudah lama menunggu.

 

 

Pintu terbuka lebar membuat Yun ji dan sekretaris Park berdiri dari tempat duduknya melihat orang yang masuk kedalam ruangan tersebut.

 

 

“Maaf telah membuat anda menunggu.” Ucap Kyuhyun dengan lembut setelah masuk dan mendapatkan 2 orang wanita yang menatap ke arahnya.

 

 

“Oh~ tidak apa-apa presdir.” Ucap sekretaris Park dengan lembut juga. Setelah berucap maaf kepada presdir Young, sekretaris Park segeramelirik ke samping karena nona mudanya yang tidak mengucapkan apa pun.

 

 

“Nona Anda baik-baik saja.” Ucap segera sekretaris Park setelah mendapatkan Yun ji mematung melihat kearah presdir Young.

 

 

Yun ji terdiam setelah pintu terbuka lebar dan mendapatkan seorang pria yang berhasil membuat darahnya seolah mendidih. Ia terus menatap pria tersebut mulai saat bicara dengan sekretaris park sampai ia mengkerutkan keningnya setelah tahu jika ia sedang di perhatikan olehnya.

 

 

“Nona!” untuk kedua kalinya sekretaris Park memanggil Yun ji. Namun, tidak ada respon sama sekali. Ia masih Yun ji masih melihat ke arah presdir Young.

 

 

“Maaf presdir Young.” Sekretaris Park meminta maaf kepada Kyuhyun yang sudah memasang wajah tidak mengerti dengan perilaku Yun ji, yang di balas oleh Kyuhyun dengan senyum, seolah menandakan jika ia baik-baik saja dengan tindakan Yun ji. Ia tahu siapa yang sekarang tengah melihat ke arahnya ia seorang pemula jadi mungkin saja ia gugup. Ya begitulah pemikiran Kyuhyun setelah melihat perilaku Yun ji.

 

 

“Nona!” Sekretaris Park kembali memanggil Yun ji dan sedikit menyentuh tangannya.

 

 

Yun ji yang sibuk dengan pikirannya dan pria yang di hadapannya tersebut. Segera sadar setelah merasakan sentuhan pada tangannya. Kaki Yun ji mundur satu langkah, dengan tangannya langsung menyingkirkan tangan sekretaris Park dari tangannya.

 

 

“Maafkan aku nona. Apa nona baik-baik saja?” Ucap sekretaris Park setelah Yun ji menyingkirkan tangannya. Terdengar nada khawatir sekretaris Park setelah Yun ji kembali bertingkah aneh.

 

 

“Ya aku baik-baik saja.” Balas Yun ji dengan suara kikuknya kemudian kembali melihat ke arah Kyuhyun dan menunduk sedikit seolah meminta maaf, namun tidak berucap sama sekali.

 

 

Sekretaris Park yang melihat itu pun segera mengambil alih, dan rapat pun di mulai. Pertama sekretaris Park ingin menyampaikan presentasinya karena melihat kondisi nona mudanya yang mengkhawatirkannya, namun semuanya sia-sia saja Yun ji menatap tajam kearahnya seolah menyuruhnya untuk duduk dan memperlihatkan jika ia sendiri yang  akan melakukannya. Ia pun menuruti perintah nona mudanya dan segera duduk kembali di tempatnya.

 

 

Yun ji dengan sekuat tenaganya berdiri dari tempat duduknya dan mulai berjalan ke arah layar besar yang memperlihatkan beberapa konsep desain terbarunya yang ramah lingkungan. Selama perjalanan menuju podium Yun ji mencoba menyemangati dirinya.

 

 

“Yun ji-ah tenanglah. Eomma dan appa disampingmu. Anggaplah dia hanya abu yang jika kau tiup akan terbang tanpa jejak.”

 

 

Yun ji dengan sekuat tenaganya  berdiri di hadapan Kyuhyun, sekretaris Park dan beberapa karyawan young grup. Ia menutup matanya, menghempuskan napasnya dengan kasar setelah matanya bertemu mata Kyuhyun. Ia mengepalkan tangannya dengan kuat mencoba menghilangkan rasa  gugup dan cemasnya.

 

 

“Yun ji kau bisa, tenanglah.”Lagi-lagi Yun ji mencoba menyemangati dirinya.

 

 

Rapat yang berlangsung selama 2 jam itu akhirnya berakhir. Selesai presentasi Yun ji tidak fokus sama sekali dengan apa yang di hadapannya, untung saja ia sudah menjelaskan semuanya kepada sekretaris Park sebelumnya sehingga semua pertanyaan dari presdir Young dan karyawannya terjawab dengan baik.

 

 

Sekretaris Park melirik ke samping melihat nona mudanya. “Apa ia masih bertahan?” Batin sekretaris Park setelah melihat Yun ji yang sangat berbeda dari biasanya saat rapat dengan klien. Ini merupakan pertama kalinya ia melihat Yun ji bisa tinggal di tempatnya walaupun ia tidak dalam keadaan baik-baik saja. Walau pun Yun ji mengatakan baik-baik saja namun sekretaris Park bisa tahu jika Yun ji sekarang tidak dalam keadaan baik-baik sja. Ia bisa melihat jika nona mudanya sangat berusaha untuk menahan sesuatu, sedari tadi ia mengepalkan tangannya bahkan ia sampai berkeringat dingin.

 

 

Yun ji bisa melihat semua orang berdiri menandakan jika rapat ini sudah selesai. Ia pun kembali menghembuskan napasnya dengan kasar, ia bisa mendengar ucapan terima kasih sekretaris Park kepada para pengwai young Grup yang secara serentak mulai keluar dari ruangan.Yun ji mematung setelah melihat beberapa pengawai sudah keluar, namun pria yang telah berhasil membuatnya seperti orang bodoh, masih di tempatnya. Terlihat jika ia sudah bersiap-siap ingin pergi. Sebuah uluran tangan mengarah kepadanya, Yun ji melirik tangan tersebut.Iaingin membalas uluran tangan tersebut dan memegangnya sesuai apa yang diingin tubuhnya namun tetap saja ia tidak memiliki keberanian untuk menyentuhnya.

 

 

Sekretaris Park segera membalas uluran tangan Kyuhyun setelah cukup lama melihat nona mudanya tidak membalas uluran tangan Kyuhyun dan hanya menatap. “Terima kasih presdir Kyuhyun atas kerja samanya.” Ucap sekretaris Park dengan senyum mengembang.

 

 

Kyuhyun yang mala mendapat jabatan tangan dari sekretaris Park bukan dari predir Yun ji, menatap aneh kepada Yun ji seolah tidak suka dengan perilaku presdir dari Hayang departemen tersebut. Sekretaris Park bisa melihat di wajah Kyuhyun rasa tidak suka akhirnya ia mencoba menjelaskan sedikit kepada Kyuhyun.

 

 

“Maaf presdir Kyu, presdir Yun dalam keadaan tidak baik.”

 

 

Kyuhyun yang mendengar itu hanya membalasnya dengan senyuman karena ia juga merasa kalau Yun ji dalam keadaan tidak baik. Ia bisa melihat keringat yang cukup banyak di di sebagian wajahnya.

 

 

“Sekali lagi terima kasih atas kerja samanya presdir Kyu.” Setelah mengucapkan hal tersebut dan mendapat balasan dari presdi Kyuhyun. Akhirnya sekretaris Park membereskan beberapa berkas kemudian memegang tangan Yun ji yang sedari tadi hanya diam, dan mencoba menuntun Yun ji untuk berdiri. Yun ji  yang merasakan sentuhan tangan sekretaris Park mencoba untuk menerimanya, ia  tahu jika ia dan sekretaris Park sudah waktunya untuk pergi.Sekretaris Park yang menyadari jika nona mudanya terlihat memikirkan sesuatu, akhirnya ia mencoba bertanya. Namun ia sama sekali tidak mendapatkan balasan dari Yun ji membuatnya semakin menggenggam tangan Yun ji.

 

 

Yun ji pun melangkahkan kakinya.  Sangat berat rasanya ia meninggalkan tempat duduknya. Ia seolah ingin berbalik arah kembali ke tempatnya, ia seperti meninggalkan sesuatu. “Ini membuatku gila. Kenapa aku sangat ingin memeluknya? Kenapa aku tidak membalas uluran tangannya, jika aku menginginkannya? Apa karena aku takut? Kenapa darahku seolah mendidih, aku ingin menyentuhnya?.  Beberapakalimat terus muncul di kepalanya, perasaan saat pertama kali melihat predir young grup kini dalam hatinya semakin memuncak membuatnya tidak bisa mengontrol dirinya.

 

 

“Aku ingin menyentuhnya!”

 

 

“Aku ingin menyentuhnya!”

 

 

“Aku ingin menyentuhnya! Ini membuatku gila.”

 

 

Rentetan kalimat terus menerus muncul di kepala Yun ji. ia merasa sangat aneh dengan perasaan yang muncul di hatinya. Semenjak orang tuanya meninggal ia sama sekali membenci seseorang menyentuhnya kecuali kakeknya, tapi sekarang terlihat sangat berbeda ia ingin menyentuh seseorang terlebih dahulu.

 

 

 

“Perasaan apa ini?”

“Apa aku pernah bertemu dengannya?”

“Apa yang harus kulakukan aku sangat ingin memeluknya.”

 

 

 

TBC

48 thoughts on “You’re My Medicine Part 1

  1. Karna ini masih part awal jd masih banyak tandatanyanya, kenapa yunji seperti itu, sepertinya yun ji punya trauma dengan sesuatu apa yg mengakibatkannya. Dn tiba” dia kepengen bnget nyentuh kyuhyun. Apa sebelumnya mereka pernah bertemu.

    Suka

  2. Awalnya bingung, sampe akhir tetep bingung😂😂😂
    Itu phobia apa ya, takut disentuh orang lain? Tp giliran ketemu kyuhyun lsg nafsu, phobia nya ilang, wakwakwak….
    Bona suka ama kyuhyun tp bawaannya koq marah2 mulu, cinta sepihak ya??

    Suka

  3. Msih abu2…
    Apa hun nya yunji ma kyu..?
    Knpa yunji seolah dendam.(?) Sdang kyu kek gak kenal..

    Kyu bona….??
    Mereka dijodohkan.?

    Suka

  4. Kakak… penulisannya perlu diulas dan dikaji lagi ya, Hayang Departement Stone ( salah ) melainkan Hanyang Departement Store.. terus tegakkan bukan tengakkan..

    Aku bawah ff baru atau aku bawa ff baru…????
    Liat atau lihat???
    Walaupun hanya ff, tapi dari keseluruhan ceritanya menarik..

    Lanjutin kak!!!
    Fighting kak!!!

    Suka

  5. Gk paham sama.part awalnya.
    Tpi makin ke sini kok makin penasran.
    Ditunggu next partnya thor.
    Semoga di next partnya bisa dijelasin apa yg dialamin sama yunji.

    Suka

  6. Itu nama tempatnya memank “Stone” atau sebenernya “Store” kaya departemen store biasanya tulisannya ???

    & kayanya yang buat penasaran itu kejadian apa sebenernya yang d alamin sama Yunji dulu ???

    Suka

  7. Ternyata Yunji phobia disentuh orang asing. Dan sepertinya dia mulai suka sama Kyu, tapi sayangnya Kyu udah nikah.
    Jadi penasaran apa Kyu nikah sama Bona itu cuma tuntutan bisnis semata atau karena hal lain? Kok sikapnya ke Bona seperti itu sih?

    Suka

  8. Bener bener speeecles aq,,,,,
    Itu kenapa yun ji kyak gitu??sakit apa dia??
    Trus kyuhyun kok bisa sma bona,,,,??gak akur lagi….

    Suka

  9. Itu yunji knp?? Kok reaksi nya kayak gitu pas ketemu ma kyuhyun..punya masa lalu yg buruk kah?? Tp kok kyuhyun kayak gk kenal gitu sama yunji..
    Sayang kyuhyun dah nikah..

    Suka

  10. Tbh aku masih agak lost, toh baru chap 1 ^^ sabar sabar nanti lama2 akan terungkap. Feelingku ada bagian yg ternyata itu flashback ya? Hmm

    Suka

  11. Sebenernya kenapa kyu sama istrinya ke gitu! Trus kenapa menikah kalo kedua nya tidak bersikap selayak nya suami istri,aku tau ino cinta sepihak,tapi entah kenapa aku malah ingin kyu bertahan sama istrinya dibanding entar malah milih yonji😅

    Suka

  12. Apa yun ji tertarik sama kyu di pertemuan pertama ? tpi di liat dri sikap yun jinya kyu kayak elfel gituu wkwkwk
    Bona kejam, padahal kyu sudah berbuat baik.
    Itu kyu sama bona nikah di jodohkan ? Kok ribut melulu
    Next…

    Suka

  13. Bagus ceritanya saya suka, dan bikin penasaran kenapa yun ji gak mau disentuh mungkin ada phobia?? Lanjut terus untuk next chapternya lancar terus 😊

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s