LUST or LOVE


image

Author : Princess Evil Clouds

Tittle : LUST or LOVE

Category: Fantasy, Romance, Mature.

Cast: Cho Kyuhyun, Lee Hana.

Author’s note:  Hai … saya kembali lagi dengan oneshoot, sequel dari FF Seducing You semoga kalian tidak pernah bosan dengan FF saya yang masih belum sempurna ini.  Terima kasih untuk para reader yang kasih kritik dan saran sehingga membuat saya terus belajar memperbaiki kesalahan saya. Dan untuk Admin FNC, saya ucapkan banyak terima kasih yang sudah mempost karya saya. I hope God always blessing you. Untuk teman-teman author FNC, salam sayang dari saya untuk kalian semua, tanpa kalian aku hanyalah butiran debu yang terbang tanpa arah tujuan.

Disclaimer: This story is mine, but character not mine. OOC, typo(s), NOT REAL, this story just for entertaint. If you don’t like, don’t read .

Happy reading.

Nafsu dan cinta adalah dua sisi yang terkadang sulit dibedakan. Nafsu adalah sebuah keinginan yang menggebu, dan cinta pun juga ada sebuah rasa ingin untuk memiliki. Jadi keduanya saling terkait erat

Suara lolongan anjing dan deru angin musim gugur saling bersahutan menambah suasana malam ini semakin mencekam. Cho Kyuhyun yang baru saja pulang dari bar merasa sedikit aneh, perasaan lelaki itu tidak menentu. Malam ini bulan pun enggan menampakkan sinarnya kerena tertutup awan hitam. Mungkin saja karena bulan purnama datang beberapa hari lagi, itu sebabnya memengaruhi sinar rembulan malam ini juga. Kabut putih juga terlihat dari arah kejauhan, Cho Kyuhyun masih terus melanjutkan langkah kakinya untuk pulang. Rasanya baru beberapa jam yang lalu dia berpisah dengan Lee Hana, tapi dia merasa seperti seratus tahun saja.

Saat melewati kabut putih yang tadi tampak dari kejauhan, pendengaran lelaki itu menangkap suara yang terdengar aneh seperti rintihan orang kesakitan. Jalanan yang dilaluinya saai ini cukup sepi karena waktu sudah menunjukkan pukul sebelas malam.

“To-tolong—” Suara itu semakin terdengar seiring langkah kaki Cho Kyuhyun mendekati arah semak-semak yang berada di trotoar jalan. Cho Kyuhyun menghentikan langkah kakinya, dia mengamati sekeliling tempat itu. Namun yang dilihatnya adalah kabut putih yang terlihat semakin tebal.

“Seperti ada yang meminta tolong,” ujar Cho Kyuhyun pada dirinya sendiri. Lelaki itu pun berniat melanjutkan perjalanan, tapi belum sempat kakinya melangkah dia melihat sesuatu yang bergerak dari arah semak. Insting vampire lelaki itu muncul seketika, gigi taring yang tajam dan berwarna putih menyembul dari balik mulut.

Cho Kyuhyun mendekat ke arah semak, tangan lelaki itu menyibak semak tadi. Matanya membelalak tak percaya melihat seorang wanita yang terbaring lemah dengan kondisi tubuh yang penuh luka memar.

“Kim Hyejin.” Taring Cho Kyuhyun yang tadi muncul kembali disembunyikan oleh sang empunya. Dia langsung mendekat dan berjongkok, mengangkat kepala wanita yang dipanggil Kim Hyejin tadi lalu meletakkan kepala wanita itu di pahanya.

“Siapa yang melakukan ini, Kim Hyejin?” Cho Kyuhyun bertanya dengan nada khawatir, di wajah lelaki itu juga tersirat ketakutan yang teramat mendalam. Dia melihat kanan kiri jika ada vampire dari klan Strigoi yang terkenal kejam dan suka membunuh vampire dari klan Moroi.

“Ba-bawa a-aku ke apartemenku, Cho Kyuhyun—” Kim Hyejin terbata-bata, dia mengeluarkan secarik kertas dari saku jasnya dan memberikannya kepada Cho Kyuhyun. Tanpa menunggu waktu lama lelaki itu segera membawa wanita dalam gendongannya dengan cara berlari. Ya, vampire memiliki kekuatan berlari yang sangat cepat seperti werewolf, tidak hanya itu vampire juga memikili kepiawaian dalam memanjat.

Keringat mulai bercucuran dari dahi Cho Kyuhyun, akan tetapi apartement Kim Hyejin masih berjarak satu kilo lagi. Dengan kekuatan penuh lelaki itu berusaha untuk menambah kecepatannya dalam berlari. Hingga tidak sadar mereka berdua telah sampai di apartemen milik wanita itu.

“Berapa kodenya?” tanya Cho Kyuhyun pada Kim Hyejin yang masih terlihat lemah.

“Tanggal lahirmu Cho Kyuhyun.” Lelaki itu sedikit terperanjat mendegar kata-kata yang diucapkan Kim Hyejin. Wanita ini masih menggunakan tanggal lahirnya untuk kode apartemen batin Cho Kyuhyun. Tidak ingin memikirkan yang tidak-tidak, dia menekan setiap dial nomor yang ada pada tombol intercome tersebut.

Begitu dia masuk aroma bunga lily menguar menusuk indra Cho Kyuhyun, namun aroma ini masih terkalahkan oleh aroma tubuh milik Lee Hana. Bicara soal istrinya, pasti wanita itu akan marah jika dirinya terlambat pulang dan menuduhnya selingkuh dengan wanita lain.

“Cho Kyuhyun kenapa kau diam saja?” Pertanyaan Kim Hyejin membuyarkan lamunan Cho Kyuhyun akan istrinya. Dia tersenyum menatap wajah pucat wanita dalam gendongannya.

“Aku hanya teringat kenangan akan masa lalu,” ujar Cho Kyuhyun menutupi kebohongannya. Kim Hyejin juga ikut tersenyum, dia masih sangat mencintai lelaki yang tengah menggendongnya.

“Aku akan membawamu ke kamar.” Cho Kyuhyun berjalan ke kamar yang berada di sudut kamar, kamar itu berwarna hitam kontras dengan hiasan bunga lily putih.

“Kau masih menyukai bunga lily?”

“Ya. Sampai kapanpun aku akan tetap menyukainya.”

Cho Kyuhyun merebahkan tubuh Kim Hyejin di atas ranjang, dia mendengarkan ponselnya berdering kencang. Pasti Lee Hana, batinnya. Cepat-cepat lelaki itu membuka layar ponsel tersebut, membaca pesan yang tertera di sana.

From: my lovely wife

Jika dalam waktu satu jam kau belum sampai di rumah, jangan harap kau bisa menyentuhku hingga malam bulan purnama berikutnya.

Itulah pesan yang ditulis oleh Lee Hana, lelaki itu hanya terseyum tipis membaca deretan kata penuh ancaman dan intimidasi.

“Pesan dari Istrimu, ya?” Kim Hyejin bertanya dengan sedikit ragu, Cho Kyuhyun hanya mengangguk pelan sembari tersenyum tipis.

“Aku akan mengompres lukamu dengan air hangat.” Cho Kyuhyun segera beranjak dari kamar tersebut lalu menuju dapur. Mengambil air hangat dan tak lupa membawa handuk kecil, tidak lama kemudian dia masuk kembali ke dalam kamar wanita tersebut. Lelaki itu duduk di tepi ranjang, mulai menyeka luka lebam pada tubuh Kim Hyejin.

“Arghh—” Wanita itu meringis pelan saat lukanya terkena air hangat.

“Bagaimana ini bisa terjadi?” tanya Cho Kyuhyun penasaran.

“Klanku menyerangku,” kata Kim Hyejin singkat.

“Strigoi?” Cho Kyuhyun memicingkan sebelah matanya.

“Ya, Cho Kyuhyun. Sejak aku tidak lagi menyerang klan Moroi mereka memusuhiku, dia menyerangku dan mengambil seluruh kekuatanku.” Mata Kim Hyejin mulai berlinang akan air mata, cepat-cepat dia menyeka air mata yang mulai mengalir dari sudut mata.

“Kekuatanmu hilang bagaimana kau bisa bertahan hidup tanpa kekuatan?” Cho Kyuhyun memastikan, wanita itu hanya mengangguk pelan.

Kim Hyejin lalu menambahkan. “Hanya ada satu agar kekuatanku kembali, Cho Kyuhyun.”

“Apa itu?”

“Aku harus meminum darahmu dan bercinta denganmu. Jika tidak, maka aku akan mati secara perlahan.” Tangan Kim Hyejin terulur menggenggam tangan Cho Kyuhyun, lelaki itu sempat tertegun mendengar kata-kata wanita yang terbaring di depannya dan menganggap itu semua sebagai sebuah lelucon.

“Aku tidak bisa,” bisik Cho Kyuhyun.

“Kumohon Cho Kyuhyun, sekali saja. Kita pernah melakukan itu sebelumnya, kita pernah bercinta dan saling berbagi darah. Kau lupa itu?” Cho Kyuhyun memandang mata Kim Hyejin yang sarat akan permohonan, mata wanita itu terlihat sayu dan wajahnya semakin pucat akibat kekuatan yang dimiliki telah hilang.

“Ak-aku—tidak bisa Kim Hyejin-ssi. Kau tahu aku sudah menikah, dan aku juga tidak mungkin menghianati sumpah pernikahan kami.” Cho Kyuhyun melepaskan genggaman tangan Kim Hyejin, tersirat kekecewaan yang teramat mendalam di wajah wanita itu.

“Tidak bisakah sekali saja. Aku akan mati jika tidak meminum darahmu dan bercinta denganmu, Cho Kyuhyun,” kata Kim Hyejin parau, “hanya kau yang bisa membantuku karena aku pernah menjadi inangmu di masa lalu.”

Cho Kyuhyun kembali menatap wajah sendu wanita di hadapannya sembari mengingat kehidupan masa lalunya saat bersama Kim Hyejin. Dia masih ingat betul saat wanita itu masih menjadi inang baginya. Menjadi peyuplai darah, dan tempat menyalurkan gairah yang sulit dikendalikan.

Cho Kyuhyun menelan ludah susah payah, “Akan aku pikirkan lagi.”

“Terima kasih Cho Kyuhyun.” Air  mata Kim Hyejin menyeruak dari pelupuk matanya. Saat Cho Kyuhyun akan menyeka air mata yang mengalir di pipi wanita itu, suara deringan ponsel berhasil menghentikannya. Dia segera merogoh ponselnya, senyum miring kembai terukir jelas saat membaca pesan itu.

“Sepertinya aku harus pulang. Istriku akan membunuhku jika aku tidak segera pulang, jaga dirimu baik-baik.” Cho Kyuhyun berdiri dan meninggalkan kamar milik Kim Hyejin, setelah bayangan lelaki itu benar-benar hilang wanita itu bangun dari ranjang dan tersenyum miring yang begitu menyeramkan.

Setelah Cho Kyuhyun keluar dari apartemen milik Kim Hyejin dia berlari secepat mungkin agar cepat sampai di mansion mewahnya. Dia terus mengumpat karena tidak membawa mobil, seharusnya dia membawa mobil agar tidak selalu pulang terlambat. Tapi, selama ini dia terbiasa tidak membawa mobil saat bekerja. Begitu lelaki itu sampai di depan pintu gerbang, dia melihat ke arah kamar. Senyum jahil terukir di wajah tampan lelaki itu, dia tidak masuk melalui pintu depan melainkan naik ke atas pohon kemudian masuk melalui jendela kamar. Untung saja jendala tersebut tidak tertutup secara rapat.

Cho Kyuhyun membuka jendela kamarnya, berjalan mengendap-endap seperti seorang pencuri. Pencahayaan di sekitar kamar tidak terlalu terang, karena bangsa vampire tidak terlalu menyukai cahaya yang terang. Lelaki itu melihat sang istri sedang memanjakan diri, dia melihat Lee Hana sedang memakai masker mentimun di wajahnya. Dia masih berjalan pelan, akan tetapi sang istri juga belum sadar akan kedatangannya.

Mata lelaki itu mulai berkabut akan gairah saat melihat tubuh mulus milik Lee Hana yang terpampang jelas di hadapannya. Gaun tidur merah marun yang dipakai wanita itu tembus pandang sehingga memperlihatkan lekuk tubuh yang begitu menggoda. Dengan perlahan-lahan Cho Kyuhyun naik ke atas tubuh Lee Hana, lalu mengambil potongan mentimun dari wajah sang istri.

“Apa yang kaulakukan, Cho Kyuhyun?” tanya Lee Hana dengan nada sengit, dia tidak terima akan kelakuan Cho Kyuhyun yang mengganggu aktifitasnya.

“Salahkan jika menganganggu istriku sendiri?” Cho Kyuhyun berbalik bertanya sambil menekankan kata istri, dia sedikit tersenyum puas saat melihat perubahan raut wajah Lee Hana yang mulai kesal.

“Menyingkir dari atas tubuhku!” Sepertinya Lee Hana benar-benar marah, terdengar dari suaranya yang terdengar ketus.

“Sayangnya aku ingin bercinta denganmu, Sayang.” Wanita itu memutar bola mata mendengar penuturan sang suami yang berusaha merayu dirinya. Tidak Lee Hana, kau tidak boleh tergoda lelaki ini. Sekali-sekali beri pelajaran pada suamimu agar tidak pulang terlambat batin Lee Hana mulai bergejolak.

“Sayangnya aku tidak berselera bercinta denganmu.”

“Benarkah?” goda Cho Kyuhyun, dia mulai mencium lekuk payudara istrinya yang sejak tadi terlihat mengggoda. Saat lelaki itu mulai melakukan aksinya, Lee Hana mencium bau vampire lain pada tubuh suaminya. Cepat-cepat dia mendorong tubuh Cho Kyuhyun hingga membuat lelaki itu terlentang di samping wanita itu.

Kini giliran Lee Hana yang berada di atas tubuh Cho Kyuhyun, mengendus-endus setiap jengkal tubuh suaminya. Hal tersebut membuat Cho Kyuhyun salah paham, dia mengira sang istri yang akan menggodanya terlebih dulu.

“Kau ingin memulai terlebih dulu, Sayang?”

“Kau berselingkuh?” Bukannya menjawab pertanyaan dari Cho Kyuhyun, Lee Hana malah mengajukan pertanyaan yang membuat lelaki itu bingung.

“Aku tidak mengerti maksudmu, Lee Hana.”

“Tubuhmu bau vampire Strigoi. Jadi alasanmu pulang terlambat karena ini, karena kau punya wanita lain.”

Cho Kyuhyun terkekeh mendengar ucapan Lee Hana yang tersirat akan kecemburuan, hatinya sangat bahagia melihat wajah sang istri yang berapi-api.

“Dia temanku di masa lalu. Ya, dia adalah seorang Strigoi, namun dia berbeda. Malahan klannya sendiri yang menyerang akibat dia tidak sejalan dengan kawanannya.”

“Menyerang? Bukankah Strigoi tidak akan menyerang atau melukai teman satu klannya?” Lee Hana masih tidak percaya dengan kata-kata Cho Kyuhyun, dia tahu betul jika vampire dari klan Strigoi tidak akan melukai para temannya. Hubungan yang terjalin antara mereka sangatlah kuat.

“Kau benar, tapi dia sudah sejak lama mengasingkan diri dari klannya. Hingga akhirnya dia menghilang tanpa sebab—”

“Dia wanita?” Lee Hana memicingkan mata ke arah suaminya.

“Namanya Kim Hyejin. Ngomong-ngomong kenapa kau bertanya soal itu, kau cemburu?” Kini giliran Cho Kyuhyun yang memicingkan mata ke arah Lee Hana membuat wanita itu tidak bisa berkutik sedikit pun.

“Aku tidak cemburu. Hanya saja ingin memperingatkanmu saja, dua hari lagi bulan purnama. Para vampire dari klan Strigoi akan memburu klan Moroi untuk dijadikan persembahan pada sang penguasa kegelapan.” Wanita itu menjelaskan panjang lebar, dia tidak tahu jika klan Strigoi akan melakukan persembahan setiap malam bulan puranam.

“Tapi Hyejin wanita yang baik. Aku mengenal dia.”

“Jangan mudah percaya. Klan Strigoi akan melakukan segala cara untuk menjebak para Moroi agar tujuan mereka terpenuhi.”

“Sepertinya kau benar-benar cemburu. Mendengar kata-kata yang kauucapkan barusan.”

Mendengar penuturan suaminya yang menyebalkan, Lee Hana mengambil bantal lalu memukul kepala Cho Kyuhyun sangat keras membuat lelaki itu meringis kesakitan.

“Aku tidak cermburu!” teriak Lee Hana, lagi-lagi Cho Kyuhyun menyeringai tipis. Dia menarik tubuh sang istri lalu menindihnya. Mengecup singkat bibir Lee Hana walau wanita itu memberontak tidak terima,

“Aku ingin bercinta denganmu.” Suara Cho Kyuhyun terdengar serak, wanita itu menyadari jika suaminya mulai bergairah. Mata dan sesuatu di balik celananya sudah membuktikan jika lelaki yang berada di atasnya kini sedang berusaha menahan hasrat.

“Aku tidak mau bercinta denganmu. Tubuhmu bau vampire lain,” dengus Lee Hana.

“Kalau begitu aku akan mendi terlebih dulu.” Cho Kyuhyun beranjak dari atas ranjang lalu menuju kamar mandi. Sedangkan Lee Hana masih menatap kepergian sang suami dengan seribu pertanyaan yang berputar-putar di kepalanya. Ada rasa kurang yakin dengan kata-kata yang diucapkan suaminya. Tapi dia berusaha membuang jauh-jauh pemikiran-pemikiran anehnya.

Tidak selang beberapa lama, Cho Kyuhyun keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk sebatas pinggang. Hal tersebut membuat Lee Hana menelan ludah susah payah saat melihat sisa air yang mengalir di dada suaminya. Melihat wajah sang istri yang terlihat merona, lelaki itu tersenyum miring sembari berjalan mendekat ke arah wanita itu. Setelah itu Cho Kyuhyun menanggalkan handuk yang dipakainya, hal tersebut membuat Lee Hana terkejut bukan main.

“Bukankah kau sering melihatnya, Sayang?”

Cho Kyuhyun menunduk kemudian mengecup bibir Lee Hana dengan lembut, menindih tubuh wanita itu. Dia terus memagut bibir sang istri dengan rakus, Lee Hana pun segera membalas ciuman itu kerena tubuhnya benar-benar menginginkan suaminya saat ini juga. Bibir mereka masih saling memagut sama lain lidahnya saling membelai satu sama lain berhasil membuat wanita yang berada di bawah Cho Kyuhyun mengerang pelan.

Cho Kyuhyun segera menarik gaun Lee Hana dalam sekali tarikan, membuat gaun itu sobek seketika. Menelanjangi tubuh istrinya hingga benar-benar telanjang. Mata lelaki itu semakin bergelora melihat tubuh telanjang sang istri.

“Kenapa kau selalu saja tidak memakai underwear?” tanya Cho Kyuhyun seduktif. Namun Lee Hana tidak bisa menjawab karena menahan gairahnya sendiri.

Cho Kyuhyun kembali menindih Lee Hana, mencium bibir wanita itu dengan kasar. Lalu   ciumannay beralih ke  leher wanita itu. Berlanjut turun ke lekuk payudara, menggigit puting  yang berwarna merah kecoklatan.  Dengan pelan dia mengangkat tubuhnya lalu merenggangkan paha Lee Hana mulai memposisikan tubuhnya di atas tubuh sang istri dan mulai memasuki secara perlahan.

Lee Hana memejamkan mata kala penyatuan tubuhnya dengan tubuh Cho Kyuhyun, ini sudah kesekian kali tapi rasanya seperti baru pertama kali. Selalu merasakan sesak bercampur nikmat.

“Aku akan bergerak,” ujar Kyuhyun serak.

Cho Kyuhyun mulai mengerakkan tubuhnya, awalnya lelaki itu bergerak pelan namun semakin lama gerakannya semakin tidak terkendali.  Lee Hana mengikuti gerakan suaminya, mereka terus bergerak menikmati aktivitas yang penuh dengan gairah. Aktivitas yang sangat mereka inginkan setiap saat. Keringat mulai membanjiri tubuh mereka berdua, akan tetapi mereka belumlah puas untuk mengakhiri kegiatan panas mereka. Lee Hana hanya bisa meremas rambut milik lelaki itu karena dirinya sudah benar-benar pasrah akan kenikmatan yang diberikan suaminya. Erangan demi erangan memenuhi kamar tersebut, suara mereka beradu dengan suara binatang malam.

Cho Kyuhyun semakin bergerak cepat saat gelombang kenikmatan itu akan datang lagi, hingga sebuah ledakan dashyat memenuhi rahim Hana. Napas keduanya terengah-engah, namun ini belum berakhir. Lelaki itu harus menutup kegiatan panas mereka dengan meminum darah dari istrinya.

Dia mulai menunduk ke arah leher Lee Hana, mengeluarkan taring tajamnya. Menggesek-gesekan taring tersebut pada kulit istrinya. Cho Kyuhyun menyingkirkan helai-helai rambut hitam milik sang istri, sebelum akhirnya dia menggigit dalam-dalam leher putih wanita itu. Semburan darah panas mengalir memenuhi tenggorokan Cho Kyuhyun dan mengalir begitu cepat menyatu bersama darahnya sendiri.

Lee Hana mengerang nikmat merasakan sensasi yang begitu dia sukai setiap kali habis bercinta.

“Terima kasih. Aku mencintaimu,” bisik Cho Kyuhyun sambil menjilati sisa darah yang masih mengalir dari bekas gigitannya. Kemudian merubah posisi mereka, menjadikan Lee Hana berada di atas tubuhnya.

“Apa yang kaulakukan, Cho Kyuhyun? Aku sudah lelah.”

“Kau tidak ingin minum darahku?” tawar Cho Kyuhyun.

“Aku lelah Cho Kyuhyun.” Lelaki itu mengamati wajah sang istri yang terlihat tidak bersemangat. Dia menarik tubuh Lee Hana ke dalam dekapannya, membuat wanita itu memejamkan mata.

“Kau masih tidak percaya dengan kata-kataku barusan? Aku berani bersumpah jika aku tidak berselingkuh.”

“Aku percaya Cho Kyuhyun. Aku hanya sedikit lelah.” Suara Lee Hana semakin tertelan oleh keheningan, dia benar-benar lelah saat ini. Biasanya mereka berdua bisa menghabiskan berjam-jam untuk bercinta, tapi untuk malam ini dia tidak bisa menuruti gairah suaminya yang masih menggebu.

“Kalau begitu tidurlah.” Cho Kyuhyun berbisik pelan sembari mengecup kepala Lee Hana. Mereka memejamkan mata, mulai mengarungi samudera mimpi dengan tubuh yang masih menyatu satu sama lain.

-o0o-

Pagi ini Cho Kyuhyun masih bergelung di dalam selimut, meski matahari sudah setinggi galah lelaki itu masih ingin berlama-lama di atas ranjang. Aroma sisa percintaan semalam masih tercium jelas, tangan lelaki itu terulur ke arah samping. Meraba-raba sambil mencari sesuatu yang ingin dipeluknya. Namun, yang dirasakan hanyalah guling serta bantal yang acak-acakan. Merasa penasaran, dia mulai membuka mata. Lalu menoleh ke arah samping, ternyata memang benar Lee Hana tidak ada di sana.

“Ke mana wanita itu pergi?” Cho Kyuhyun bertanya sendiri, karena hari-hari biasa sang istri akan tetap berada di pelukannya hingga lelaki itu terbangun. Memulai aktifitas dengan ciuman selamat pagi, mandi bersama, hingga berakhir dengan bercinta lagi. Rasanya tidak pernah aka kata puas bagi lelaki itu untuk menyetuh tubuh sang istri.

Tidak ingin berkutat pada pemikirannya, Cho Kyuhyun beranjak dari ranjang berjalan menuju kamar mandi. Sebelum dia mencapai pintu kamar mandi, dia melihat secarik kertas di atas nakas. Lelaki itu mengambil lalu membaca memo tersebut, ternyata itu adalah memo dari Lee Hana.

Maafkan aku Cho Kyuhyun, aku harus pergi ke rumah Ayah. Beliau menelepon jika Ibu semalam diserang  klan Strigoi.

Itulah memo yang ditulisakan oleh istrinya, ada rasa khawatir saat mengetahui sang mertua diserang oleh vampire dari klan Strigoi yang notabennya adalah musuh bebuyutan vampire dari klan Moroi. Dia buru-buru ke kamar mandi guna membersihkan diri, karena ingin pergi ke rumah mertuanya dan mengetahui keadaan sang mertua yang diserang oleh Strigoi. Tak sampai sepuluh menit lelaki itu keluar dengan wajah yang terlihat lebih segar. Lelaki itu berjalan ke arah lemari, mengambil sebuah kemeja berwarna hitam lalu memakainya.

Cho Kyuhyun … aku membutuhkanmu, tolong—aku…

Sebuah suara mengagetkan Cho Kyuhyun, dia seperti mengenal suara itu.

Cho Kyuhyun … datanglah ke apartementku.

Kim Hyejin, batin Cho Kyuhyun. Perasaan cemas menyelimuti hati lelaki itu, dia segera mengambil kaca mata di dalam laci lalu memakai kaca mata hitam tersebut. Tujuan memakai kaca mata adalah agar sengatan matahari tidak terlalu membahayakannya. Karena jika tidak memakai kaca mata, matahari bisa langsung membakar kulitnya lewat pantulan dari mata lelaki itu.

Tidak lupa Cho Kyuhyun memaki jas berwarna hitam untuk perlindungan terakhir, dia keluar dari rumah tanpa berpamitan pada pelayan yang sedang membersihkan rumah. Lelaki itu masuk ke dalam mobil dan mengemudikannya dengan kecepatan penuh, tujuannya adalah cepat sampai di apartemen Kim Hyejin.

Entah kenapa Kim Hyejin bisa memangil namanya, lewat sebuah insting. Tapi itu bisa saja terjadi, dulu Kim Hyejin adalah inang baginya jadi mereka seperti masih memiliki ikatan batin. Pikiran lelaki itu melayang membayangkan Lee Hana, dia juga telah berbagi darah dan sering bercinta dengan istrinya tapi kenapa mereka seperti tidak memiliki ikatan batin.

Cukup lama Cho Kyuhyun sibuk dengan pemikirannya tentang dirinya dan Lee Hana. Hingga dia tidak menyadari jika mobil yang dikemudikannya telah sampai di apartemen milik Kim Hyejin.  Lelaki itu keluar dari mobil, berlari secepat mungkin agar bisa melihat keadaan wanita yang pernah menjadi bagian dari hidupnya.

Begitu Cho Kyuhyun masuk dia melihat Kim Hyejin terbaring tidak berdaya di atas ranjang. Mata sayu, wajahnya semakin pucat seperti zombie.

“Kim Hyejin-sii.” Cho Kyuhyun berjalan mendekat ke arah Kim Hyejin, mengusap wajah wanita itu dengan lembut.

“Kau datang?” Kim Hyejin langsung memeluk Cho Kyuhyun dengan erat, air mata wanita itu mulai menggenang di pelupuk mata sayunya. Mendapat pelukan tiba-tiba dari Kim Hyejin, jantung Cho Kyuhyun berdebar kencang. Bukan karena ada perasaan cinta, melainkan berdebar karena khawatir akan kondisi wanita yang sedang memeluknya kini.

“Aku di sini,” balas Cho Kyuhyun lembut, lelaki itu melepaskan pelukannya karena mulai merasa kurang nyaman.

“Sakit Cho Kyuhyun.” Kim Hyejin berkata pelan di sela-sela isak tangisnya. Hal tersebut semakin membuat Cho Kyuhyun bingung untuk melakukan apa.

“Di mana yang sakit?” Cho Kyuhyun bertanya dengan lembut, Kim Hyejin lalu membawa tangan lelai itu untuk menyentuh dadanya.

“Jantungku terasa sakit. Aku mohon berikan aku darahmu sedikit saja.” Wanita itu meminta dengan nada melas, Cho Kyuhyun semakin kasihan melihat luka lebam Kim Hyejin yang semakin melebar.

“Apakah tidak ada cara lain selain bercinta dan berbagi darah?” Ada keraguan pada nada bicara Cho Kyuhyun, dia tahu jika jalan satu-satunya untuk membuat Kim Hyejin tetap hidup adalah dengan bercinta. Tapi dia tidak bisa menghianati Lee Hana, bercinta dengan wanita lain berarti mengingkari sumpah darah mereka waktu upacara pernikahan. Memang sebelum menikah dengan Lee Hana, Cho Kyuhyun sering mencari mangsa lalu bercinta hingga berakhir dengan mengisap darah sang korban.

Tapi itu dulu sebelum Cho Kyuhyun bertemu dengan Lee Hana saat wanita itu tengah datang ke bar miliknya. Dia sudah jatuh cinta pada istrinya pada pandang pertama, hingga akhirnya dia meminta sang ayah untuk mengatur perjodohannya. Kemudian dewi fortuna berpihak padanya, dia mendengar Lee Hana sedang mengadakan taruhan untuk menggoda dan ingin membawa lelaki itu ke ranjang.

“Kenapa kau diam saja, Cho Kyuhyun?” Pertanyaan Kim Hyeji membuyarkan lamunan lelaki itu mengenang masa-masa pertemuan dengan istrinya.

Cho Kyuhyun menelan ludah susah payah. “Aku akan membantumu, nanti—malam.”

Senyum bahagia terukir di wajah Kim Hyejin, wanita itu hendak memeluk Cho Kyuhyun. Akan tetapi lelaki itu menghindar secepat mungkin.

“Aku akan pulang terlebih dulu. Aku takut Lee Hana mencariku.”

Kim Hyejin mengangguk pelan sembari tersenyum, kemudian Cho Kyuhyun meninggalkan tempat itu dengan perasaan yang bingung antara mengiyakan atau tidak. Tapi dia telah berjanji pada wanita itu tadi. Maafkan aku Lee Hana.

Sepanjang perjalanan pulang pikiran Cho Kyuhyun masih berkelana memikirkan niatannya untuk bercinta dan berbagi darah untuk Kim Hyejin. Ada sedikit keraguan dalam hatinya, tapi dia juga merasa kasihan pada wanita yang pernah memberi warna di masa lalu. Tidak ada gelenyar aneh dalam tubuh lelaki itu saat mendengar kata bercinta. Beda halnya saat Lee Hana mengajak untuk bercinta, hasrat liar lelaki itu langsung bangkit seketika.

Saat Cho Kyuhyun tiba di rumah jantungnya berdetak kencang, dia mencium aroma tubuh Lee Hana dari dalam rumah. Perlahan dia membuka pintu berwarna coklat di depannya. Benar saja, sang istri sedang minum darah babi dari dalam kantung plastik sambil melihat-lihat layar ponsel. Dengan langkah yang sama pelan juga, lelaki itu mendekat ke arah wanita yang begitu dicintainya.

“Baru pulang menemui selingkuhanmu, Cho Kyuhyun?” Wanita itu bertanya dengan nada sarkatis, tubuh lelaki itu menegang. Menelan ludah pun susah dilakukan, dia takut jika sang istri akan kembali salah paham.

“A-aku hanya melihat kondisinya saja.” Cho Kyuhyun menjawab dengan ragu, dia benar-benar takut jika amarah Lee Hana akan meledak saat itu juga.

“Kau sepertinya sangat memedulikannya?” Lee Hana masih belum mengalihkan pandangannya dari layar ponsel yang sejak tadi dipegangnya.

“Ya, ampun Lee Hana. Aku bersumpah tidak ada apa-apa antara aku dengan Kim Hyejin.” Lelaki itu berusaha meyakinkan istrinya. Akan tetapi Lee Hana hanya tersenyum simpul, dia melempar ponselnya ke sofa. Berdiri, lalu berjalan mendekat ke arah sang suami yang masih setia menatap wanita itu.

Saat jarak mereka kurang dari setengah meter, Lee Hana mengendus-endus tubuh Cho Kyuhyun. Aroma vampire Strigoi begitu kental membuat wanita itu semakin muak, mata hitamnya kini telah berubah menjadi merah. Memancarkan amarah yang siap meledak, tatapannya pun menatap tajam ke arah sang suami.

“Tidak masalah kau berselingkuh dengan siapapun itu bukan urusanku. Lagi pula kita menikah bukan karena cinta melainkan karena sebuah perjodohan, bukan?” kata Lee Hana tajam, “satu lagi, kita menikah karena Ayahmu ingin aku yang menjadi perisaimu dari serangan klan Strigoi. Dan kau juga mengambil keuntungan juga, yaitu kau bisa memuaskan hasrat liarmu yang sangat besar itu.”

Amarah Cho Kyuhyun juga ikut tersulut begitu mendengar kata-kata Lee Hana yang menurutnya sarat akan kesalahpahaman. Mata lelaki itu mulai berwarna merah, bahkan taring tajamnya mulai keluar dari balik mulutnya.

“Rasa cemburumu bisa menjadi kesalahpahaman antara kita,” desis Cho Kyuhyun.

“Salah paham?” Lee Hana mencebikkan bibirnya, sontak amarah Cho Kyuhyun semakin tidak terkendali dia langsung mendorong tubuh wanita itu hingga terjatuh ke lantai yang beralaskan kain beledu. Bibir lelaki itu memagut bibir istrinya dengan kasar, mendapat perlakuan seperti itu Lee Hana berusaha memberontak. Namun, nalurinya berkata lain. Dia selalu lemah setiap kali mendapat ciuman dari sang suami.

Amarah yang tadi terasa sampai di ubun-ubun kini lenyap bak tertelan bumi saat Cho Kyuhyun mencecap setiap jengkal tubuhnya. Lee Hana menggeleng pelan, kali ini dia harus memberi pelajaran sang suami agar tidak seenaknya menyentuh tubuhnya di sana-sini. Kaki wanita itu mulai bergerak-gerak, hingga tidak sadar jika salah satu kakinya menendang milik lelaki itu.

“Arggh…” Cho Kyuhyun mengerang kesakitan, dia menjauh dari tubuh Lee Hana berguling-guling di samping tubuh wanita itu. Rasa sakit yang dirasakan membuat lelaki itu hilang kesadaran.

“Cho Kyuhyun.” Lee Hana menepuk-nepuk pipi Cho Kyuhyun dengan wajah yang mulai khawatir. Kemudian dia berinisiatif untuk membawa tubuh suaminya ke dalam kamar, menyeret tubuh yang lumayan berat itu. Napas wanita itu terengah-engah saat meletakkan tubuh sang suami di atas ranjang.

“Ya, ampun tubuhmu berat sekali,” ujar Lee Hana lemah, dia ikut berbaring di samping Cho Kyuhyun. Belum juga napas wanita itu kembali normal, tiba-tiba saja tubuhnya ditindih oleh lelaki yang tadi pingsan.

“Kau menipuku?” desis Lee Hana, Cho Kyuhyun tersenyum miring.

“Bagaimana aku bisa pingsan hanya karena tendanganmu itu, Sayang?”

“Berani—” Belum sempat Lee Hana menyelesaikan perkataannya, bibir Cho membungkam bibir merah milik sang istri. Memagutnya penuh lembut dan cinta, wanita itu semakin terbuai.

“Aku ingin bercinta denganmu,” ujar Cho Kyuhyun serak, wajah Lee Hana kembali merona menatap mata suaminya yang berkabut akan gairah. Dia juga merutuki dirinya yang tidak bisa menolak rayuan lelaki yang ada di atas tubuhnya saat ini.

“Aku tidak mau.” Lee Hana memalingkan wajahnya ke arah samping, berusaha menghindari tatapan Cho Kyuhyun yang membuatnya juga ikut bergairah. Lelaki itu terkekeh pelan menyadari sang istri yang sedang cemburu, dia mulai menggigit telinga wanita itu dan mambuatnya memekik tertahan.

“Kau tidak bisa menolakku, Sayang.”

Cho Kyuhyun mulai mencium leher Lee Hana, menyesapnya pelan dan menimbulkan jejak basah di sana. Wanita itu menggigit bibir bawahnya berusaha menahan desahan yang sulit dikendalian. Dia tidak ingin Cho Kyuhyun tertawa penuh kemenangan saat menyadari jika dirinya mudah terbuai akan sentuhan lelaki itu.

“Jika kau menahannya itu akan membuatmu sakit.”

Kini tangan Cho Kyuhyun yang mulai berulah, membuka gaun Lee Hana lalu membuang gaun tersebut dengan gerakan cepat. Setelah itu tangannya digunakan untuk meremas payudara istrinya yang tidak memakai bra.

“Aku suka sekali setiap kali kau tidak memakai bra.” Cho Kyuhyun mulai mencium lekuk payudara Lee Hana, menggigit putingnya dengan lembut. Wanita itu memejamkan mata, bertarung melawan gairahnya akibat ulah lelaki mesum itu.

“Rupanya kau ingin bermain-main denganku.”

Cho Kyuhyun berdiri, melucuti pakaiannya satu persatu hingga dia juga ikut telanjang. Lee Hana menelan ludah susah payah melihat milik Cho Kyuhyun yang mengeras sempurna. Lelaki itu tersenyum tipis saat istrinya memalingkan wajah karena tersipu malu.

Cho Kyuhyun kini berada di bawah kaki Lee Hana. Membuka celana dalam wanita itu dengan cara mengggitnya. Setelah celana yang dipakai wanita itu terlepas, lelaki itu mulai menjalankan aksinya. Mengecup bagian sensitif Lee Hana, kemudian menggigitnya pelan.

“Cho-Kyu—hyun—” Wanita itu tidak bisa menahan gairahnya, dia pasrah, hancur sudah pertahanan dirinya.

“Kau menyerah?” tanya Cho Kyuhyun seduktif, Lee Hana mengangguk pelan dengan wajah yang penuh dengan peluh. Lelaki itu tersenyum penuh kemenangan, dia kembali beralih ke bibir sang istri.

“Bagaimana dengan Ibu?” Cho Kyuhyun bertanya di sela-sela ciumannya.

“Keadaannya sudah stabil, hanya perlu istiratah saja.”

Cho Kyuhyun kembali melanjutkan ciuman panas mereka, menyatukan tubuh mereka. Saling memenuhi hasrat liar mereka yang semakin tidak bisa dikendalikan. Siang ini menjadi siang yang terpanas bagi mereka, bukan karena sinar matahari melainkan karena terbakar akan gairah masing-masing.

Mereka terus mendesahkan nama satu sama lain, bergerak dan saling memuaskan. Keringat mulai bercucuran di tubuh keduanya. Kedua vampire itu tidak sadar jika langit mulai berwarna jingga, Cho Kyuhyun mengakhiri kegiatan panas mereka saat melihat Lee Hana mulai kelelahan. Walau sebenarnya dia belum merasa puas akan tubuh sang istri.

Cho Kyuhyun melepaskan penyatuan tubuhnya, dia mengecup kening Lee Hana dengan penuh cinta. Maaf aku harus pergi, setelah ini aku berjanji aku akan selalu berada di sisimu selamanya. Lelaki itu kembali memakai bajunya, meninggalkan istrinya yang masih terlelap. Namun, dia tidak sadar jika sang istri sebenarnya tidaklah tidur. Begitu menyadari Cho Kyuhyun pergi, Lee Hana segera memakai gaun yang berserakan di lantai. Cepat-cepat wanita itu menyusul sang suami agar tidak kehilangan jejak.

Tanpa pengetahuan Cho Kyuhyun, wanita itu terus mengikuti langkah sang suami sampai di sebuah apartemen. Lee Hana yakin jika suaminya bertemu dengan wanita yang bernama Kim Hyejin itu. Setelah Cho Kyuhyun benar-benar masuk, Lee Hana mengawasi dari kejauhan dan akhirnya dia memutuskan untuk naik ke atas balkon kamar apartement milik Kim Hyejin. Dia bersembunyi di tempat yang tidak terlihat dari dalam kamar, namun bisa melihat dari luar jendela karena tirai kamar tersebut tidak tertutup sempurna.

Baik Cho Kyuhyun maupun Kim Hyejin tidak tahu jika Lee Hana sedang mengamati mereka berdua. Dia tersenyum tipis saat melihat Kim Hyejin yang tersenyum juga. Dia tidak merasakan gairah arau gelenyar aneh saat melihat wanita di hadapannya, padahal wanita itu hanya memakai gaun tidur yang tipis bahkan nyaris tembus pandang. Lelaki itu juga melihat begitu jelas lekuk tubuh wanita yang malam ini akan berbagi darah dengannya.

“Apa kau sudah siap, Cho Kyuhyun?” Kim Hyejin bertanya dengan nada sensual miliknya, mata wanita itu memancarkan hasrat yang mulai membara. Dia mulai menarik tangan Cho Kyuhyun lalu membawa ke ranjang, ada sedikit keraguan dalam diri lelaki itu bayangan wajah Lee Hana menari-nari di otaknya.

“Hanya satu kali saja, Cho Kyuhyun.” Lelaki itu menelan ludah susah payah, maafkan aku Lee Hana, cintaku.

Dengan gerakan perlahan Kim Hyejin mulai menarik tubuh mereka berdua, mencium bibir Cho Kyuhyun dengan mesra. Melumat bibi tebal itu meski sang lelaki tidak membalas ciumannya.

“Balas ciumanku, Cho Kyuhyun,” geram Kim Hyejin, dengan terpaksa lelaki itu membalas ciuman tersebut. Bibir bertemu bibir, saling bertukar saliva. Saling menyatukan tubuh satu sama lain.

Napas Lee Hana tercekat menyaksikan pemandangan yang dilihatnya, dia tidak menyangkan jika Cho Kyuhyun akan berbuat sehina itu. Menghianati sumpah darah mereka beberapa waktu lalu. Baru beberapa jam yang lalu suaminya bercinta dengan penuh cinta, mengucapkan kata-kata cinta yang teramat romantis, lalu apa arti semua ini. Batin wanita itu bertanya-tanya.

Darah segar mulai mengalir dari mulut Lee Hana saat melihat Kim Hyejin menggigit leher Cho Kyuhyun. Dada wanita itu terasa panas, nyeri seperti tertusuk sembilu. Dia memegang dadanya yang semakin terasa sesak, dilihatnya Kim Hyejin begitu menikmati aliran darah Cho Kyuhyun yang mengalir ke tenggorokannya.

Di sisi lain, Cho Kyuhyun memejamkan mata saat darahnya mulai berkurang akibat diisap oleh wanita yang berada di bawahnya, dia merasa bersalah telah menghianati Lee Hana. Tapi Kim Hyejin juga pernah menyelamatkan hidupnya di masa lalu, jadi hari ini dia ingin membalas budi wanita itu agar kedepannya dia tidak perlu lagi merasa terbebani. Tangan  Kim Hyejin mulai terulur ke bawah bantal, dia mengambil sebuah pisau dan hendak menusukkan pisau itu ke punggung Cho Kyuhyun.

Akan tetapi gerakannya kalah cepat saat mendengar jendela terbuka begitu kencang hingga membuat jendela tersebut pecah. Mereka berdua terlonjak kaget, pisau yang dipengang Kim Hyejin pun jatuh ke lantai.

“Lee Hana—” Cho Kyuhyun benar-benar tidak percaya dengan apa yang dilihatnya, dia bengkit dari atas tubuh Kim Hyejin, memakai celana, dan melihat pisau yang tergeletak di lantai.

“Kim Hyejin, kau—” Mata lelaki itu membelalak tak percaya, dia tidak menyangka jika Kim Hyejin akan berbuat hal tersebut. Wanita itu berdiri lalu kembali memakai gaun tidurnya lagi.

“Sialan! Istrimu menggagalkan rencanaku,” desis Kim Hyejin sinis.

“Rencana?” Cho Kyuhyun membeo.

“Ya. Rencana membuatmu untuk menjadi persembahan di malam purnama besok, aku berniat menjebakmu, membuatmu tidak sadarkan diri lalu menjadikanmu persembahan untuk penguasa kegelapan. Namun sayang rancanaku gagal karena wanita itu” Kim Hyejin menjelaskan dengan panjang lebar sembari menunjuk ke arah Lee Hana. Mendengar itu Cho Kyuhyun semakin bersalah karena mudah percaya dengan wanita di depannya dan tidak mendengarkan kata-kata sang istri.

Lelaki itu menolah ke arah Lee Hana yang masih berdiri di dekat jendela, tatapan wanita itu terlihat nanar. Darah segar juga masih mengalir dari sudut bibirnya, entah apa yang terjadi pada istrinya saai ini. Mengetahui Cho Kyuhyun lengah, Kim Hyejin mengambil pisau yang masih tergeletak di lantai kemudian menusuk bahu lelaki itu dengan keras.

Cho Kyuhyun dan Lee Hana sama-sama terkejut, lelaki itu terkapar di lantai dengan darah segar yang mulai mengalir dari bahunya.

“Berani-beraninya kau melakukan itu kepada Suamiku?” Lee Hana terlihat marah sekali, dia berlari ke arah Kim Hyejin lalu mendorong tubuh wanita itu hingga terbentur dinding. Dorongan Lee Hana mempu membuat Kim Hyejin terkulai lemas dan menyebabkan tembok kamar itu retak,  tak hanya itu darah juga mengalir dari sudut bibirnya.

Lee Hana menyeringai, kekuatannya lebih besar dibandingkan dengan kekuatan Kim Hyejin. Maka dari itu klan Dhampire selalu diberi tugas untuk melindungi klan Moroi.

“Itu balasan untuk vampire rendahan sepertimu.” Begitu selesai mengucapkan kata-kata kasar, Lee Hana mengangkat tubuh tak berdaya suaminya. Membawa tubuh lelaki itu yang lumayan berat, dia tidak peduli rasa sakit yang masih mendera dadanya yang terpenting sang suami sampai di rumah.

-o0o-

Sesampainya di rumah, Lee Hana membaringkan tubuh Cho Kyuhyun di atas ranjang. Sebelumnya dia memerintahkan pelayannya untuk memanggil kedua orangtuanya serta sang mertua. Tidak selang waktu lama, mereka yang ditunggu pun tiba. Wanita itu menceritakan semuanya dengan berurai air mata.

Kedua orangtua Cho Kyuhyun sangat terpukul mendengar penjelasan sang menantu, dia tidak mengira jika sang putra akan begitu mudahnya tergoda oleh vampire lain. Begitu juga dengan orangtua Lee Hana, awalnya mereka ingin agar sang putri meninggalkan Cho Kyuhyun. Akan tetapi wanita itu menggeleng pelan karena sesuatu hal.

“Apakah dia akan sadar?” tanya Lee Hana sambil terisak pelan, Tuan Lee mendekat ke arah wanita itu.

“Maukah kau memberikan darahmu untuknya?” Wanita itu menatap wajah sang mertua dengan lembut kemudian mengaguk pelan. Lee Hana berdiri dari kursi yang tadi sempat didudukinya, berjalan mendekat ke arah ranjang. Dia mengambil pisau yang ada di dalam laci, menyayat sedikit telapak tangannya. Darah wanita itu mengucur deras, tapi dia tidak memedulikan rasa perih itu.

Lee Hana mendekatkan tangannya ke arah mulut Cho Kyuhyun, memasukkan darah yang mengalir ke mulut lelaki itu. Tidak selang beberapa lama Cho Kyuhyun mengerjapkan mata, Lee Hana pun menjauh dari ranjang.

“Ayah, Ibu,” ucap Cho Kyuhyun dengan nada parau, dia juga melihat Lee Hana sudah kembali duduk di kursinya lagi.

Tuan Cho menyahut, “Selesaikan masalah kalian. Pilihan terbaik ada di tanganmu, jangan sampai—”

Tuan Cho tidak menlanjutkan kata-katanya, dia mengajak besannya untuk keluar dari kamar itu. Memberi kesempatan pada sang putra dan menantunya untuk menyelesaikan masalah mereka. Cho Kyuhyun bangkit dari ranjang  setelah mertua dan orangtuanya benar-benar pergi, dengan langkah tergopoh-gopoh dia mendekat ke arah istrinya.

Ditatapnya wajah sang istri dengan penuh penyesalan, air mata lelaki itu mulai menyeruak dari pelupuk mata. Tanpa Lee Hana sadari, Cho Kyuhyun berlutut di bawah kaki wanita itu. Mencium lembut kaki tersebut layaknya seorang hamba yang mengabdi kepada sang raja.

“Aku minta maaf,” bisik Cho Kyuhyun parau, suara lelai itu tertelan oleh tangisnya sendiri. Namun, Lee Hana belum berkata apa-apa. Wanita itu masih diam seribu bahasa, rasa penyesalan kian menyelimuti hati lelaki yang masih berlutut tersebut.

Kali ini Cho Kyuhyun benar-benar tidak memedulikan harga dirinya sebagai vampire bangsawan. Dia tidak peduli lagi akan harkat dan martabat, bagi lelaki itu yang terpenting mendapat maaf dari Lee Hana dan berharap wanita itu tidak membenci atapun meninggalkannya. Samar-samar dia mendengar helaan napas panjang sang istri.

“Aku akan memaafkanmu. Tapi dengan satu syarat.” Cho Kyuhyun terlihat begitu antusias. Dia berdiri kemudian tangannya hendak menggenggam tangan wanita itu, akan tetapi Lee Hana menepisnya dengan kasar.

Sungguh dalam hatinya yang terdalam, Lee Hana tidak bisa menyalahkan perbuatan yang dilakukan Cho Kyuhyun. Itu bukan sepenuhnya salah lelaki itu, sang suami hanyalah korban dari bujuk rayu yang dilakukan oleh klan Strigoi. Vampire dari klan Moroi memang memiliki rasa empati yang tinggi, sehingga sering dimanfaatkan oleh musuh. Mereka juga tidak bisa mengenali siapa kawan siapa lawan.

“Katakan padaku, Sayang.” Lelaki itu mengucapkan dengan begitu tulus, tersirat akan pancaran matanya yang penuh ketulusan. Cho Kyuhyun rela melakukan apapun, bahkan jika Lee Hana meminta jantungnya dia akan memberikan secara cuma-cuma.

“Aku tidak ingin kau menyentuhku hingga tujuh malam bulan purnama berikutnya.”

Tercenung, itulah reaksi Cho Kyuhyun saat ini. Lee Hana memberikan syarat yang teramat sulit untuk dilakukan. Bagaimana dia bisa bertahan hidup tanpa menyentuh sang istri, tidak menyentuh sehari saja rasanya seperti seseorang yang sedang sakau.

“Itu lama sekali, Lee Hana,” kata Cho Kyuhyun nyaris tak terdengar.

“Kau tidak perlu khawatir, Cho Kyuhyun. Aku akan tetap memberikanmu suplai darahku. Hanya saja—aku memberikannya tidak seperti biasanya. Aku akan memberikan darahku padamu seperti tadi, menyayat tanganku lalu meminumkannya padamu.”

Air mata Cho Kyuhyun mengalir deras, dadanya terasa sesak. Bibir lelaki itu terasa kelu, bahkan menyanggah kata-kata Lee Hana pun sangat sulit.

“Tidak adakah cara lain?” Suara Cho Kyuhyun terdengar begitu pelan.

Lee Hana menggeleng, “Tidak ada Cho Kyuhyun. Mulai sekarang kau harus membiasakan untuk tidak menyetuhku. Aku takut jika kau akan melukai mahkluk kecil yang ada di rahimku.”

Napas Cho Kyuhyun tercekat mendengar ucapan Lee Hana barusan, apalagi tangan wanita itu terulur menyentuh perutnya yang masih terlihat datar.

“Ka-kau—”

Lee Hana tersenyum tipis, sedetik kemudian Cho Kyuhyun merengkuh tubuh mungil istrinya. Dia tidak menyangka jika alasan sang istri tidak memperbolehkan lelaki itu untuk menyentuhnya adalah karena ada calon penerusnya.

“Terima kasih, maafkan aku, Sayang. Aku berjanji akan tetap bersamamu hingga takdir memisahkan kita.” Lagi-lagi Lee Hana tersenyum, dia sudah memaafkan suaminya meski telah berbuat kesalahan yang begitu fatal. Dia tidak boleh egois, karena semua makhluk ciptaan Tuhan pernah berbuat kesalahan dan sudah seharusnya dia juga memaafkan sang suami. Wanita itu merasakan bahunya terasa basah karena air mata dari suami yang sangat dicintai.

“Bolehkah aku bertanya sesuatu?” tanya Lee Hana lembut.

“Apa, Sayang?”

“Kau menikahiku karena nafsu atau cinta?” Lee Hana dapat merasakan Cho Kyuhyun tersenyum di antara lekuk lehernya.

“Bukankah kau sudah tahu jawabannya. Kenapa kau masih bertanya?”

Saat itu juga Lee Hana merasakan Cho Kyuhyun menggesek-gesekkan taring tajamnya di lehernya yang putih. Dia memejamkan mata saat kulit dan taring sang suami saling bersentuhan.

The End.

Akhirnya selesai juga FF saya yang semakin aneh ceritanya, maaf kalau ending-nya  mengecewakan. Sekali lagi maaf, see you next FF. Sekali lagi terima kasih untuk terima kasih banyak untuk admin FNC yang mempost FF saya di blog ini. Dan tak lupa juga terima kasih banyak reader mohon RCL, satu comment, kritik dan saran dari kalian bisa merubah tulisan saya menjadi lebih baik ^^.

Nb: tidak ada sequel lagi, takut kaya sinetron.

60 thoughts on “LUST or LOVE

  1. Biasanya Cho Kyuhyun digambarkan sebagai lelaki yg pintar tpi d sni dia digambarkan sebagai lelaki yg hmmm bukan bodoh sih tapi yaa gitu deh…

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s