Toujours Part 2


 

Author : D’Charlotte

Tittle   : Toujours ? (Chapter 2)

Category  : NC-17, Yadong, Romance, Family life, Chapter

Cast :

Cho Kyuhyun

Yoon Jieun

Shin Dahye

Lee Donghae

Other Cast : Find it by yourself ^^

 

Alohaa~ ketemu lagi bareng author abal-abal ini kkk…

Hati-hati ya bacanya, ada ranjau typo^^

 

 

~~*~~

 

Jieun menghela napasnya disaat seorang kurir membunyikan bel flat kecilnya, ia sudah tau barang apa yang dikirim dan siapa pengirimnya. Dengan malas ia membuka pintu dan mengambil paket tersebut.

 

“Seperti biasa nona” Ucap kurir itu lalu melenggang pergi.

 

Jieun menghirup dalam dalam aroma dari buket mawar putih yang ia pegang, ini sudah kelima kalinya ia mendapatkan kiriman seperti ini dan dengan isi surat yang selalu sama.

 

‘Jadilah milikku’

 

Jieun yakin betul bahwa sang pengirim adalah pria bernama Cho Kyuhyun yang dengan lancang menariknya dengan kasar dan juga menciumnya, oh memikirkan itu membuat pipi Jieun memanas. Apakah benar bahwa Kyuhyun menyukainya?Tapi mengapa harus dia?Dia hanyalah gadis biasa yang tidak menarik, dewi batinnya bersuara.Atau mungkin Kyuhyun hanya mempermainkannya?Bisa jadi ia hanya dijadikan bahan taruhan dengan teman-temannya. Tapi untuk apa? Apakah ia memang terlihat begitu menyedihkan?

 

Beribu pertanyaan muncul dalam benak Jieun, tidak satupun dari pertanyaan itu dapat terjawab.Ini semua begitu membingungkan, Jieun mencoba untuk melupakan itu semua dan berendam air dingin untu menenangkan pikirannya.

 

Seperti biasa Jieun menghabiskan waktunya di perpustakaan setelah jam kuliah selesai. Berkutat dengan kegiatan yang sebenarnya ia pun sudah muak, namun harus bagaimana lagi? Jika ia tidak belajar dan nilainya turun, otomatis beasiswanya akan dicabut dan ia tidak mau hal itu terjadi apalagi sampai orang tuanya tahu.

 

Jieun tengah serius membaca buku ‘The Design of Everyday Things’ karya Donald A. Norman, dan sesekali mencatat beberapa bagian penting dari buku itu.Ia akan terus berada di perpustakaan hingga larut dan pulang ke flat-nya, dengan mata lelah gadis itu akan melanjutkan belajarnya dan juga menggambar beberapa design pakaian.

 

“Jangan terlalu memaksakan dirimu, Jieun” Jieun mendongak, dilihatnya Cho Kyuhyun tengah berdiri dengan angkuh di hadapannya.Nafasnya tercekat tak mampu berkata kata. Ini sudah larut dan untuk apa pria itu masih berada di kampus.

 

“Jika kau ingin belajar juga, masih banyak meja disini.Jangan ganggu kegiatanku” ucap Jieun tanpa mengalihkan tatapannya sedikitpun dari buku bacaannya.Kyuhyun tak mengindahkan ucapan gadis itu dan tak bergerak sedikitpun dari posisinya.Jieun menghela nafas kemudian bangkit dari duduknya hendak pergi.Kyuhyun menahannya dengan mencengkram kuat lengan Jieun.

 

“Mau kemana, hm?” ucap Kyuhyun tepat di depan wajah Jieun, jarak mereka saat ini sangat dekat bahkan Jieun dapat merasakan hembusan nafas hangat Kyuhyun di wajahnya.Kyuhyun dengan mudahnya mengangkat Jieun ke atas meja dan mengurung tubuh itu diantara kedua tangan kekarnya.Jieun menatap Kyuhyun dengan nyalang, tidak suka atas tindakan pria itu.

 

“Jangan pergi, aku tak bisa jauh darimu”Sedetik kemudian Kyuhyun menempelkan bibirnya ke bibir Jieun, melumatnya dalam dan menggigit kecil bibir bawah Jieun membuat Jieun membuka mulutnya, Kyuhyun langsung menelusupkan lidahnya kedalam mulut Jieun, mempertemukan lidah keduanya.Jieun tak kuasa untuk tak membalas ciuman Kyuhyun, ini terlalu memabukkan.Ia melingkarkan tangannya ke leher Kyuhyun mengacak rambut pria itu. Ciuman yang awalnya terasa sangat lembut kini berubah menjadi ciuman panas yang menuntut.Suara decapan memenuhi perpustakaan yang sunyi itu, beruntung ini sudah malam dan kampus sudah sepi jadi kecil kemungkinan bila ada orang yang melihatnya.

 

Kyuhyun masih terus memagut bibir Jieun, tangannya turun meremas pelan dada Jieun yang masih terbalut oleh bra dan kemejanya.Suara desahan Jieun tertahan di tenggorokkannya, Kyuhyun menurunkan ciumannya ke leher jenjang milik Jieun, menghisapnya kuat disana hingga meninggalkan bercak merah di lehernya.

 

“Ahh, Cho”

 

Kyuhyun mulai membuka dua kancing teratas kemeja yang dikenakan Jieun, namun seketika kesadarannya kembali, ia menjauhkan tubuhnya dari Jieun. Ya Tuhan! Ia sangat sulit mengendalikan dirinya jika sedang berdekatan dengan gadis itu. Jieun merapikan penampilannya yang terlihat jauh dari kata rapi, mengancingkan kembali kancing kemejanya yang terbuka.Kyuhyun tersenyum puas melihat penampilan gadisnya denganrambutnya yang acak-acakan, bibir merahnya membengkak dan leher dipenuhi oleh tanda kepemilikan Kyuhyun.

 

“Maaf” Ucap Kyuhyun seraya mencium kening Jieun dengan lembut dan, Jieun pun langsung memjamkan matanya.Ia merasakan desiran aneh disaat Kyuhyun mencium keningnya, ia merasa begitu disayangi dan dibutuhkan tapi benarkah itu? Atau hanya fantasinya semata?.Setelahnya, Kyuhyun mengambil syal dari tasnya dan melilitkannya ke leher Jieun.

 

“Pakai ini, ayo aku antar pulang”

 

~~*~~

 

Kyuhyun memasuki Café, berniat untuk sarapan bersama kedua sahabatnya ia melihat sahabatnya melambaikan tangan ke arahnya. Namun pandangannya teralihkan oleh seorang wanita yang sangat ia kenal sedang duduk menghadap jendela kaca sambil menyesap secangkir teh. Pemandangan yang menurutnya sangat indah dan tak boleh dilewatkan, ia tak mengindahkan panggilan kedua sahabatnya dan memilih untuk menghampiri wanita itu.

 

“Nona Yoon” panggil Kyuhyun yang sontak membuat wanita itu mendongakkan kepalanya.

 

“Cho– Kyuhyun” jawab Jieun, Kyuhyun mendudukkan dirinya tepat dihadapan Jieun.Ia menyadari bahwa wanitaitu merasa tidak nyaman dengan kehadirannya.

 

“Apa kabar?” tentu saja wanita itu merasa tidak baik Cho! Kau sudah tahu bahwa ia tidak nyaman berada didekatmu, tapi kau malah selalu mendekatinya.

 

“Aku baik”

 

“Kau tinggal di sekitar sini?” Astaga! Pertanyaan macam apa itu Cho Kyuhyun, terlihat di pojok ruangan kedua sahabat Kyuhyun menatapnya dengan heran, ada apa dengan sahabatnya di pagi hari seperti ini pikir mereka.

 

“Ya” Suara Jieun hampir terdengar bergetar, ia mati matian menahan diri untuk tidak melompat ke pelukan pria di hadapannya ini.

 

“Aku senang melihatmu lagi, Yoon Jieun” Kyuhyun tersenyum tipis. Tuhan, jika terus begini maka bisa dipastikan bahwa Jieun akan langsung melompat ke pelukan Kyuhyun, oh bahkan ke pangkuannya mungkin?

“Aku juga Cho Kyuhyun” pandangan mereka bertemu, kedua manik berbeda warna itu bertemu dan saling menatap dalam seolah sedang menumpahkan semua kerinduan yang sangat menyiksa. Mereka seakan mengarungi lautan masa lalu dan kembali pada saat mereka bersama, saat dimana semuanya masih indah, bahagia dan begitu manis. Namun sekarang itu semua hanya sebuah kenangan yang akan terus terukir dalam di hati mereka seolah kenangan itu adalah sebercak tinta permanen yang tak akan bisa terhapus.

 

*FLASHBACK ON

Jieun lagi-lagi harus menekan emosinya yang sudah memuncak, bagaimana tidak? Setiap hari, setiap jam bahkan mungkin setiap detiknya Kyuhyun selalu berada di dekatnya dan itu sangat mengganggu, menurut Jieun. Berkali-kali gadis itu mencoba untuk tak terlihat di hadapan Kyuhyun, namun pada akhirnya Cho Kyuhyun tetap bisa menemukan Jieun.Jieun menghembuskan nafasnya kasar dan berbalik menghadap Kyuhyun yang tepat berada di belakangnya, gadis itu menatap Kyuhyun jengah yang dibalas dengan tatapan bingung dari Kyuhyun.

 

“Apa maumu Cho Kyuhyun?”Kyuhyun tetap diam dan tak menanggapi pertanyaan Jieun.

 

“Katakan apa maumu Cho Kyuhyun?” Jieun mulai lelah menghadapi pria yang ada di depannya ini, Kyuhyun terus mengikutinya namun tak juga mengatakan apa keinginan pria itu sebenarnya.

 

“Baiklah Cho–“

 

“Aku ingin kau jadi milikku” Ucap Kyuhyun cepat menyela ucapan Jieun yang bahkan belum tuntas. Jieun terperangah, lagi-lagi Cho Kyuhyun mengatakan kalimat itu, tidak adakah kalimat lain?

 

“Jadilah.Milikku.Yoon Jieun”

 

“Aku tidak punya waktu untuk mengurus hal-hal seperti itu, silahkan cari gadis lain Cho” Jieun membalikkan badannya berniat meninggalkan Kyuhyun, namun langkahnya tertahan ketika mendegar kalimat selanjutnya yang diucapkan Kyuhyun.

 

“Kau ingin beasiswamu dicabut ya?”Kyuhyun tersenyum miring melihat Jieun yang menatapnya dengan mata melebar.

 

“Apa maksudmu Cho Kyuhyun?”

 

“Aku hanya memberimu dua pilihan, menjadi milikku atau beasiswamu dicabut?” astaga! Pilihan macam apa itu, Jieun seolah berada diujung jurang. Jika ia menerima Kyuhyun, bisa dipastikan bahwa Kyuhyun akan selalu mengganggunya dan akan berdampak buruk pada nilai-nilainya. Namun, jika Jieun menolak Kyuhyun, beasiswanya akan dicabut dan pasti membuat ibunya sangat kecewa padanya. Tuhan apa yang harus ia lakukan sekarang?

 

“Jawab, Yoon Jieun. Jadi milikku atau–“

 

“Men– Menjadi milikmu, maksudnya?”

 

“Tentu saja menjadi kekasihku” Hanya menjadi kekasih?Jieun rasa itu bukan pilihan buruk.Ia bisa berpura-pura bersedia menjadi kekasih Kyuhyun sampai pria itu bosan padanya. Karena Jieun sangat yakin bahwa rasa suka Kyuhyun terhadapnya hanya sementara dan tidak akan bertahan lama. Dan setelah saatnya tiba, Kyuhyun pasti akan mencampakannya dan Jieun bisa hidup normal lagi seperti biasanya. Ya! Baiklah, itu bukan pilihan buruk! Dewi batin Jieun mengangguk yakin.

 

“Baiklah, aku akan menjadi kekasihmu Cho” Kyuhyun tersenyum miring mendengar jawaban Jieun.

 

“Baiklah, berarti hari ini adalah hari pertama kita”

~~*~~

Sudah hampir dua bulan Jieun menghabiskan waktu dengan menjadi kekasih Kyuhyun, entah mengapa rasa kepura-puraan itu kini perlahan berubah menjadi rasa yang sesungguhnya.Jieun benar-benar jatuh ke dalam pesona seorang Cho Kyuhyun. Gadis itu baru merasakan apa itu cinta dan betapa indahnya menghabiskan masa muda bersama orang yang kita cintai.

 

Namun, Jieun juga merasa takut apabila perkiraanya dulu benar bahwa Kyuhyun perlahan akan bosan padanya dan akan mencampakannya. Jika saat itu tiba, apa yang akan Jieun lakukan? Jika dulu ia berpikir akan senang jika di campakan oleh Kyuhyun tetapi sekarang kekadaan sudah berubah, gadis itu telah benar-benar mencintai Cho Kyuhyun.

 

Jieun berusaha menguatkan hatinya, ia menyakinkan dirinya sendiri bahwa hal itu tidak akan terjadi. Dia mencintai Kyuhyun dan Kyuhyun juga mencintainya, ya Jieun sangat yakin akan hal itu. Kyuhyun tidak akan mencampakannya dan mereka tidak akan berpisah, ya! Jieun sangat yakin.

 

*FLASHBACK OFF

 

Jieun yang lebih dulu memutus pandangan mereka, wanita itu tak ingin kembali jatuh ke dalam pesona seorang Cho Kyuhyun.

 

“Maaf Cho aku harus segera pergi”

 

Kyuhyun menahan Jieun dengan menarik pinggang ramping wanita itu, merapatkan tubuh mereka.Dengan jarak sedekat ini membuat Kyuhyun bisa dengan jelas menghirup aroma Jieun yang tak pernah berubah, selalu memabukkan dan menggairahkan.

 

“Jangan tinggalkan aku, lagi”

 

Kyuhyun berbisik tepat di depan telinga Jieun, ia mengucapkannya penuh kesungguhan. Ia menyadarinya, beribu kata maaf pun tak akan pernah cukup ia ucapkan kepada wanita itu. Maka sekarang izinkanlah dia untuk kembali bersama wanitanya, menebus semua kesalahannya di masa lalu.

 

Tapi bukankah sudah terlambat? Wanita yang Kyuhyun cintai telah dimiliki oleh orang lain begitupun dirinya.

 

Kyuhyun tak memperdulikan hal itu, rasa cintanya teramat besar kepada Jieun meskipun 15 tahun telah berlalu.Ia mengecup pelipis Jieun ringan, bahkan seringan bulu bulu yang membuat Jieun meremang dan Kyuhyun kemudian menjauhkan tubuhnya.

 

“Sampai jumpa, Miss Yoon” setelah mengucapkan itu Kyuhyun pun segera pergi dan keluar dari Café tersebut, melupakan rencana awalnya yaitu sarapan bersama kedua sahabatnya. Hatinya benar-benar kacau saat ini, ia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menembus jalanan Seoul menuju Perusahaannya.

 

~~*~~

“Selamat pagi, Miss” sapa salah satu anggota timnya yang telah lebih dulu tiba di kantor. Ia hanya menyunggingkan senyum tipis dan langsung masuk ke ruangannya menyandarkan dirinya di kursi kemudian memijat pelipisnya pelan. Ia masih terkejut akan kejadian pagi tadi, Cho Kyuhyun sudah tahu bahwa ia telah memiliki suami tapi mengapa pria itu tetap melakukan hal tersebut.

 

Astaga! Jieun sudah tak mampu berpikir lagi, mengenyahkan segala pikiran tentang Cho Kyuhyun dan mulai fokus pada pekerjaannya karena akan ada rapat setelah jam makan siang. Ponsel Jieun berdering, tertera nama Jian disana ia segera menggeser tombol hijau untuk menjawab.

 

“Ya sayang?”

 

Ibu, kau sudah mengurus kepindahanku? Liburan sebentar lagi berakhir”

 

“Ibu akan mengambil formulirnya nanti sore, sayang”

 

Oh oke, Baiklah. Aku cinta ibu, sampai jumpa

 

“Ya. Jangan lupakan makananmu”

 

Ya~” Setelah itu Jieun menutup teleponnya, ia bahkan lupa mendaftarkan putrinya ke sekolah barunya di Seoul,  tidak tahu apakah ini pilihan yang baik atau tidak karena menentang suaminya. Sebisa mungkin ia harus menyembunyikan dirinya dan putrinya agar suaminya tak bisa melihatnya di Seoul.

 

02.00 pm

 

“Rapat akan dimulai lima belas menit lagi, Miss” ucap asisten Jieun mengingatkan, Ia merapikan pakaian dan juga tatanan rambutnya lalu berjalan beriringan dengan asistennya menuju ke ruang rapat.

 

Jieun dan asistennya memasuki lift,ia menahan nafasnya saat melihat seseorang yang ada didalam lift tersebut. Seorang pria yang memiliki tingkat ketampanan diatas rata-rata mengenakan kemeja hitam dengan dasi dan jas berwarna senada.

 

Apa yang dia lakukan disini?” dewi batinnya berteriak panik, beribu pertanyaan muncul dengan sendirinya di dalam benaknya.Tidak usah perdulikan itu Jieun, pikirkan rapatmu. Dengan santai

Jieun dan asistennya memasuki lift dan menekan nomor lantai yang akan ia tuju. Suasana dalam lift sangat sunyi dan itu membuat Jieun tidak nyaman, ia berharap semoga lift tersebut cepat sampai pada lantai yang ia tuju dan dewi batinnya akhirnya bersorak riang saat lift itu terbuka dan dengan cepat pula ia berjalan meninggalkan lift itu dengan seorang pria didalamnya.

 

Jieun kembali dibuat terkejut saat melihat pria itu tengah duduk manis di kursi tertinggi dalam ruang rapat, apa mungkin bahwa pria itu adalah atasannya? Oh memikirkannya saja membuat kepalanya pening.

 

“Nona Yoon! Kemarilah”

 

“Ya?”

 

“Ini CEO kita, Presdir Cho Kyuhyun”

 

“Apa kabar Presdir?” Jieun menunduk hormat, ini sangat buruk! Cho Kyuhyun adalah bos dari bosnya. Berarti secara tidak langsung ia bekerja dibawah pengawasan Cho Kyuhyun, takdir macam apa ini!

 

“Aku telah mendengar banyak tentangmu nona Yoon” Kyuhyun menjabat tangan Jieun, menggenggamnya dengan kuat dan menatap jauh kedalam retina Jieun mengunci tatapan mereka berdua.Ingin rasanya Kyuhyun menarik Jieun kedalam pelukannya, menumpahkan segala kerinduannya. Namunia sadar, ini di kantor dan ia harus bersikap profesional. Jieun dengan cepat memutus tatapan mereka dan menarik tangannya.

 

“Mulai rapatnya, Henry” sang presdir telah memberi perintah dan dengan cepat Henry bangkit dari duduknya kemudian membuka rapat pada siang itu.

 

“Baiklah, kali ini kita akan membahas mengenai konsep yang akan kita gunakan untuk acara tahunan Sky Etertainment, Miss Yoon silahkan”

 

“Ya, terimakasih Mr Lau. Saya telah memiliki dua tema untuk acara ini dan–“

 

“Bukankah cukup hanya dengan satu tema?” ucap salah satu peserta rapat menyela ucapan Jieun.

 

“Maaf, bisakah anda menunggu saya selesai bicara terlebih dahulu?” Kyuhyun tensenyum tipis, Jieun-nya masih sama seperti dulu, tegas dan disiplin.

 

“Lanjutkan Miss Yoon” suara dingin sang presdir menggema ke seisi ruang rapat, membuat ruangan itu menjadi begitu dingin dan sunyi. Jieun berdehem pelan dan melanjutkan presetasinya.

 

“Seperti yang saya jelaskan sebelumnya bahwa saya telah memilii 2 tema untuk acara ini. Yang pertama yaitu ‘Miracle in Summer’ menampilkan konsep ceria dan penuh warna, pakaian yang akan saya rancang adalah pakaian dengan model yang unik serta memiliki warna-warna yang terang. Tema ini juga lebih tertuju ke era modern. Yang kedua yaitu ‘Trapped in Darkness’ seperti judulnya tema ini lebih menunjukkan sisi gelap dan elegan. Pakaian yang akan saya rancang untuk tema ini adalah pakaian dengan model classic ala kerajaan Eropa di abad ke-18”

 

“Jadi?” Kyuhyun menaikkan sebelah alisnya

 

“Saya akan menyerahkan keputusan kepada semuanya yang ada disini”

 

“Kau ingin mengadakan Voting?”

 

“Ya” Voting pun diadakan dan telah diputuskan bahwa tema yang akan digunakan adalah ‘Miracle in Summer’ hal ini dipilih berdasarkan suara terbanyak.

 

Miss Yoon, setelah ini ke ruanganku” setelah mengucapkan itu Kyuhyun berjalan meninggalkan ruang rapat.

 

Jieun memasuki ruangan Kyuhyun setelah mendapat izin dari pemiliknya, Kyuhyun duduk di sofayang ada diruangannya dengan mata terpejam, jas dan dasinya telah dilepas, lengan kemeja yang ia gulung sampai batas siku dengan dua kancing teratas kemejanya yang sengaja dibuka. Demi tuhan Cho Kyuhyun terlihat seribu kali lebih tampan dengan penampilannya saat ini dan juga sangat seksi dan menggairahkan membuat wanita manapun yang melihatnya akan dengan sukarela melemparkan tubuhnya ke ranjang bersama Cho Kyuhyun CEO yang sialan panas.

 

“Duduk” perintah Kyuhyun dengan mata yang masih terpejam ia menepuk-nepuk bagian sofa yang kosang disebelahnya bermaksud menyuruh Jieun untuk duduk disebelahnya namun ia harus menelan kekecewaan disaat Jieun telah duduk di sofa lain yang jaraknya cukup jauh dengannya, Kyuhyun mengeraskan rahangnya ia tidak suka ditentang.

 

“Senang sekali menentangku, hm?”Jieun tak menjawab dan membalas tatapan tajam Kyuhyun.

 

“Jangan menatapku seperti itu, aku hanya ingin kau menjelaskan ini” Kyuhyun meletakkan sebuah berkas diatas meja, Jieun mengambil berkas itu dengan sedikit menunduk membuat sesuatu dibalik kemejanya sedikit terlihat oleh Cho Kyuhyun yang tepat berada dihadapannya.

 

Shit!’ Kyuhyun mengumpat dalam batinnya, kejadian barusan bahkan membuatnya panas.Apa ada yang salah dengan tubuhnya? Mengapa tubuhnya bereaksi berlebihan terhadap Jieun, ah ini membuatnya frustasi.

 

Kyuhyun bangkit dari duduknya memasukkan tangannya kedalam saku dan berdiri dengan angkuh dihadapan Jieun, memandang Jieun dengan wajah datarnya. Lagi-lagi Kyuhyun menghembuskan nafasnya kasar melihat Jieun tengah serius mambaca berkas yang ia berikan sambil menggigit bibir bawahnya. Kyuhyun menegang, rahangnya mengeras menahan gairah dan sesak pada bagian bawahnya.

 

Jieun mendongak dan betapa terkejutnya ia saat melihat wajah Kyuhyun tepat berada diatasnya, pipinya memerah ia mencoba memandang ke arah lain menghindari tatapan tajam Kyuhyun. Ia berdehem pelan.

 

“Aku sudah membacanya.Kau ingin aku menjelaskannya sekarang, Presdir?”

 

Jieun memecah keheningan di antara mereka, suasana di ruangan ini terasa sangat aneh.Jieun menatap Kyuhyun tak mengerti karna tidak merespon ucapannya.Kyuhyun duduk tepat di sebelah Jieun, nafasnya terasa berat dan pendek-pendek.

 

“Presdir?”Jieun mencoba menyadarkan Kyuhyun dari kebisuannya, wajah Kyuhyun terlihat datar namun matanya menyiratkan gairah yang tengah memuncak. Pikiran Kyuhyun berkecamuk, apa yang harus ia lakukan sekarang.

 

Persetan!

 

Sedetik kemudian Kyuhyun menyatukan bibirnya dengan bibir Jieun dan melumatnya kasar, Jieun mendorong bahu Kyuhyun untuk menghentikan ciumannya.Kyuhyun tak memperdulikan itu malah memperdalam ciumannya, menelusupkan lidahnya kedalam mulut Jieun.Sekali lagi Jieun memberontak dengan memuku-mukul dada kyuhyun seketika kedua tangannya dicekal oleh Kyuhyun dan dicengkeram kuat diatas kepalanya.Ciuman Kyuhyun berpindah ke lehernya, menghisapnya kuat disana. Jieun tak bisa menahan lelehan air matanya dan ia terisak.

 

Kyuhyun yang menyadari suara isakan Jieun sontak langsung menjauhkan tubuhnya, mengusap wajahnya kasar dan bersiap menerima segala sumpah serapah yang akan dilontarkan Jieun.

 

“Maaf, aku tidak bisa menahannya” Kyuhyun menenangkan Jieun yang masih terisak sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Cho Kyuhyun benar-benar pria brengsek, bagaimana bisa ia mencium seorang wanita yang telah bersuami dan bahkan dirinya pun telah memiliki istri. Oh Tuhan, situasi macam apa ini, Jieun menghentikan tangisnya dan menatap Kyuhyun tepat di iris coklatnya.

 

“Aku permisi, Presdir”

 

“Tunggu” Kyuhyun menahan kuat lengan Jieun tak ingin wanita itu meninggalkannya, keadaannya sangat kacau saat ini.Ia mungkin membutuhkan seseorang untuk bersandar saat ini. Jieun menepis tangan Kyuhyun dengan kasar dan segera meninggalkan Kyuhyun yang termenung sendirian di ruangannya. Oh sepertinya ia harus berendam air dingin malam ini karena gairah yang tak tersalurkan atau mungkin ia bisa meniduri salah satu dari deretan wanita yang dengan siap melemparkan tubuhnya ke ranjang.

 

~~*~~

 

“Maaf Sajangnim, nona Minhye menunggu di luar”

 

“Suruh dia masuk”

 

“Donghae oppa!” wanita bernama Minhye itu langsung menghambur ke pelukan Donghae satu detik setelah ia memasuki ruangan itu. Dari penampilannya begitu terlihat jelas bahwa ia adalah wanita berkelas. Donghae tersenyum riang dan membalas pelukan Minhye dengan erat dan mencium surai berwarna merahnya.Donghae melepas pelukannya dan mengacak pelan rambut wanita itu.

 

“Aku sangat khawatir padamu?Bagaimana keadaanmu?”Minhye menatap Donghae dengan pandangan Khawatir karena beberapa hari lalu mendengar kabar bahwa Donghae mengalami kecelakaan.

 

“Aku tidak apa-apa, sayang” jawab Donghae diiringi senyuman manisnya lalu menegecup singkat bibir merah Minhye, tatapan Donghae menyiratkan kasih sayang yang begitu dalam terhadap wanita itu seakan tak ingin kehilangannya.

 

“Aku sangat merindukanmu” Donghae kembali mengecup singkat bibir Minhye saat akan menjauhkan wajahnya, tengkuknya ditahan oleh Minhye dan mereka kembali berciuman, saling melumat dan mengecap rasa masing-masing. Minhye mendorong donghae ke sofa dan ia duduk dipangkuannya seketika ciuman itu pun berubah menjadi ciuman yang panas dan sarat akan nafsu.

 

Donghae menghisap leher Minhye kuat hingga meninggalkan jejak kemerahan di sana, sebelah tangannya menelusup ke dalam rok pendek yang digunakan Minhye mengelus bagian dalam pahanya dengan perlahan.

 

“Ahhh oppa, hentikan.Aku kesini bukan untuk itu” Suara Minhye menginterupsi kegiatan mereka, dengan enggan Donghae menurunkan Minhye dari pangkuannya.

 

“Apa yang ingin kau bicarakan, sayang?”

 

~~*~~

A Few Days Later

Jieun menatap puas kertas yang ada di hadapannya, ia telah resmi mendaftarkan putrinya untuk bersekolah di Seoul, tak memperdulikan bagaimana reaksi suaminya nanti jia mengetahui hal ini. Lagipula apa salahnya? Ia hanya ingin hidup yang lebih baik dan memberikan putrinya pendidikan yang terbaik karena ini menyangkut masa depannya.

 

Jieun sangat sangat yakin bahwa ada sesuatu yang disembunyikan suaminya di kota ini, Donghae selalu bereaksi berlebihan ketika ia membahas tentang Seoul. Entah apapun itu Jieun hanya memiliki dua pilihan, mencari tahu atau mengabaikannya. Suara bel membuyarkan lamunannya, ia membuka pintu apartemennya.

 

“Ibu!!”

 

Jian memeluk ibunya dengan sangat erat, menumpahkan rasa rindu karena beberapa hari tidak bertemu dengan ibunya. Jieun membawa putrinya ke dalam kamar yang memang telah ia siapkan.

 

“Nah sekarang istirahatlah, besok hari pertamamu sekolah” Jian mengangguk patuh memasuki kamar mandi, membasuh wajahnya kemudian memejamkan matanya masuk kealam mimpi. Jieun mengelus rambut putrinya dengan lembut, beribu kata maaf ia ucapkan dalam hatinya.

 

Maafkan ibu yang tak bisa memberimu kebahagiaan yang lebih

 

Maafkan ibu yang tak bisa membawa ayahmu untuk tinggal bersama kita’

 

Maafkan ibu yang tak bisa selalu ada di sampingmu’

 

‘Maafkan ibu yang selalu membuatmu bersedih’

 

Sungguh maafkan ibu, nak’

 

Aku berjanji akan memberimu kebahagiaan yang layak suatu hari nanti, Aku berjanji’

 

Jieun meneteskan air matanya saat mengakhiri ucapannya, merasa sangat bersalah pada anaknya.Ia mengerti bahwa putrinya pasti sangat merindukan ayahnya, namun apa yang harus ia lakukan? Segala cara sudah ia lakukan agar suaminya itu mau menemui putrinya tetapi hanya penolakan yang selalu ia terima. Jieun hanya meminta pada Jian untuk bersabar, karna suatu hari nanti ayahnya pasti akan sadar dan kembali lagi bersama mereka.Jieun menutup pintu kamar putrinya sepelan mungkin agar tidak menimbulkan suara dan membuatnya terbangun.

 

Jian telah rapi dengan seragam sekolah barunya, rambut hitamnya ia biarkan tergerai bebas. Ia berjalan dengan riang menyusuri trotoar, cukup berjalan sekitar 3 menit dari halte bis tempatnya turun tadi ia akan langsung sampai di sekolah barunya. Dalam hatinya ia berharap akan bisa cepat untuk beradaptasi di lingkungan barunya. Sebenarnya ia merasa baik-baik saja jika ia tetap bersekolah di Busan, tetapi ibunya bersikeras untuk menyekolahkannya di Seoul demi mendapatkan pendidikan yanglebih baik untuknya, jadi sebisa mungkin ia tak boleh mengecewakan ibunya.

 

Cheongdam Middle School

Jian tiba di sekolahnya dan langsung menuju ke ruang guru untuk mengkonfirmasi data kepindahannya, setelah selesai mengkonfirmasi datanya ia berjalan mengikuti wali kelasnya untuk masuk ke kelas barunya dan memperkenalkan diri. Sorakan riuh para murid laki-laki menyambut kedatangan Jian dan ia hanya bisa tersenyum tipis menanggapinya. Setelah menyuruh seluruh muridnya untuk tenang, wali kelasnya mempersilahkan Jieun untuk memperkenalkan dirinya.

 

“Halo~ namaku Lee Jian, mohon bantuannya”

 

Jian menunduk hormat yang disambut oleh tepukan tangan dari teman-teman sekelasnya.Wali kelasnya yang biasa dipanggil dengan guru Kim itu menunjuk satu tempat duduk kosong yang berada di dekat jendela, Jian pun segera menduduki bangku tersebut, guru Kim memberikan tugas kepada muridnya dan meninggalkan ruang kelas.

 

Jian tengah fokus dengan tugas yang diberikan oleh guru Kim tadi sambil mendengarkan musik dari earphone yang terpasang di kedua telinganya.Kelas terdegar sangat riuh padahal mereka semua telah menginjak kelas 3 dan sudah seharusnya fokus belajar untuk ujian kelulusan, tetapi Jian tidak memperdulikan hal itu menurutnya itu keputusan masing-masing orang.

 

Jian merasakan kehadiran seseorang di hadapannya, ia mendongakkan kepalanya. Terlihat seorang laki-laki mengenakan seragam sekolah yang sama dengannya dengan wajah yang tampan berada tepat di hadapannya, Jian menatap bingung laki-laki itu kemudian melepas sebelah earphone-nya.

 

“Ada apa?” laki-laki itu mengulurkan tangannya yang semakin membuat Jian bingung.

 

“Aku Kim Jongin” aah rupanya lelaki ini mengajak Jian berkenalan, tingkahnya membuat orang kebingungan dibuatnya. Jian tersenyum tipis dan membalas uluran tangan laki-laki bernama Kim Jongin itu.

 

“Lee Jian, senang berkenalan denganmu” Jongin tersenyum lebar menampakkan deretan gigi-giginya, namun senyum itu langsung luntur ketika melihat seseorang yang baru menggeser pintu kelas dan memasuki ruang kelas.

 

“Aish hidupku sudah tenang dan sekarang pewaris sialan itu muncul lagi” Jian menatap Jongin yang terlihat kesal karena kedatangan orang itu.

 

“Wah!Kim Jongin sedang merayu seorang gadis, eh?” Orang itu mengahmpiri meja dimana Jongin dan Jian tengah berbincang, lalu membelalakan matanya kaget saat melihat jian begitupun dengan Jian yang sama terkejutnya.

 

“Jian!”

 

“Jaehyun?” Ucap mereka bersamaan, giliran Jongin yang menatap bingung kedua orang ini begitu pula seisi kelasnya, mereka bingung bagaimana Jian bisa mengenal Jaehyun yang notabene adalah anak yang terkenal ‘nakal’ di sekolah.

 

Stop! Jian kau tidak boleh berdekatan dengannya”

 

Jaehyun menjauhkan tubuh Jian dari Jongin. Mereka berdua memang terkenal tidak akur sejak pertama kali masuk ke sekolah ini, entah apa sebabnya tidak ada yang mengetahui hal itu tidak jarang mereka terlibat perkelahian hanya karena masalah sepele hingga akhirnya kedua orang itu mendapat hukuman, tetapi mereka berdua tidak pernah merasa jera dan tetap melanjutkan permusuhan mereka.

 

~~*~~

 

Jian sibuk mengemas barang-barang dan segala kperluannya, karena ia harus tinggal di asrama sekolahnya. Karena telah menginjak semester akhir di kelas 2, pihak sekolah menghimbau muridnya untuk tinggal di asrama karena akan banyak diadakan kelas tambahan untuk persiapan ujian akhir yang sebenarnya masih enam bulan lagi pelaksanaannya.Para murid hanya diperbolehkan keluar dari asrama pada akhir pekan dan juga hari libur nasional.

 

“Ibu sungguh tidak apa-apa aku tinggalkan sendirian?” Jian tersenyum melihat betapa khwattir putrinya itu kepadanya, jika itu untuk kepentingan masa depannya Jieun sungguh tak apa.

 

“Ya tidak apa-apa sayang.Tapi kau harus sering mengunjungi ibu, oke?”Jian menganggukan kepalannya lalu memeluk ibunya dengan erat.Jieun mengantar anaknya untuk menaiki taksi, Jian menolak untuk diantar ibunya samppai ke sekolah.Ia tak mau merepotkan ibunya terus menerus.

 

Jieun mendesah pelan setelah mengantar kepergian putrinya, ia merasa sedih karena harus ditinggal sendiri dan pasti akan membuatnya merasa kesepian. Tapi ia harus mendukung apapun yang menyangkut pendidikan putrinya, ia ingin putrinya menjadi orang yang sukses suatu hari nanti.

 

~~*~~

 

Kyuhyun meneguk ‘Bacardi 151’ -nya dalam sekali teguk, mengernyitkan hidungnya ketika minuman itu mengaliri tenggorokkannya menghantarkan rasa panas. Ini sudah gelas kelima namun ia masih kuat dan tak kehilangan kesadarannya, padahal minuman ini memiliki kadar alkohol yang lumayan tinggi.

 

Sesekali Kyuhyun mengacak rambutnya frustasi, bimbang akan perasaannya sendiri terhadap Jieun. Harus dengan cara apalagi ia meyakinkan Jieun bahwa dia masih mengharapkan wanita itu. Berkali kali ia mencoba mendekati Jieun dan berkali kali pula ia mendapat penolakan. Apa perlu ia menculik Jieun dan mengurungnya dipulau terpencil dan hidup berdua dengannya tanpa ada seorangpun yang menganggunya dan Jieun akan menjadi milik Cho Kyuhyun seutuhnya.

 

Ia menggeleng pelan lalu tertawa kecil menertawakan ide gilanya yang sangat tidak masuk akal itu, ia begitu membutuhkan seseorang untuk berbagi kesedihan dengannya. Kau memiliki istri Cho Kyuhyun! Dia bisa berbagi kesedihan denganmu, meminjamkan bahunya untuk menenangkanmu. Batin Kyuhyun tertawa miris, istri? Bahkan ia tak pernah sekalipun merasa memiliki istri. Apakah ada seorang suami istri yang tidur di kamar terpisah?Mungkin dari sekian banyak orang, hanya dia yang seperti itu.

 

Kyuhyun kembali meneguk minumannya, mungkin ia akan berada di bar ini sampai pagi dengan begini setidaknya ia bisa melupakan masalahnya meskipun untuk sesaat.Kembali meneguk minumannya yang telah mencapai gelas keenam, kesadarannya sudah mulai hilang dan mulai meracau tak jelas.Ia menelpon seseorang namun tak kunjung di angkatnya membuat ia mengerang tertahan.

 

Jieun terbangun dari tidurnya setelah mendengar bel kamar apartment nya berkali kali berbunyi, ia melirik jam dindingnya. Pukul dua pagi, siapa yang bertamu pada dini hari seperti ini ?ia tidak merasa memiliki janji dengan seseorang, memakai jubah tidurnya lalu keluar kamarnya. Ia menyalakan layar interkomnya melihat siapa orang yang bertamu pada dini hari seperti ini, ia menutup mulut dengan kedua tangannya melihat siapa yang berada di depan kamar apartment-nya.

 

‘Bagaimana ia bisa tahu alamatku’ dewi batinnya bersuara.Ia segera membuka pintunya dan kembali dibuat kaget karena keadaan orang itu yang terkulai lemas dan bau alkohol yang menguar dari tubuhnya.

 

“Kau mabuk Cho Kyuhyun”

 

Setelah mengucap itu ia segera membawa Kyuhyun kedalam apartment-nya dan dengan susah payah membopongnya memasuki kamar tamu. Seharusnya ia tak boleh seperti ini, sungguh tak pantas mengetahui bahwa wanita yang telah bersuami membawa laki-laki lain ke rumahnya pada dini hari. Tapi ia tak punya pilihan lain bukan? Tidak mungkin ia membiarkan Cho Kyuhyun tergeletak begitu saja di depan pintu apartment-nya.

 

Jieun melepas jas yang melekat di tubuh Kyuhyun dan juga kedua sepatu mahalnya.Wanita itu beberapa kali mendengar Kyuhyun yang meracau tak jelas. Setelah selesai dengan kegiatannya ia berniat ke kamarnya untuk melanjutkan tidurnya namun lengannya di cekal oleh tangan kekar Kyuhyun.

 

“Jangan pergi, ku mohon. Maafkan aku”

 

“Lee Jieun, maafkan aku”

 

Jieun tertegun, bahkan dalam keadaan tidak sadar seperti inipun Kyuhyun masih menyebut namanya, Kyuhyun dengan cepat menarik kuat lengan Jieun hingga membuat wanita itu terjatuh tepat di dada bidangnya.

 

Jieun membelalakkan matanya kaget dan dengan sekuat tenaga memberontak Kyuhyun semakin mengeratkan pelukannya hingga membuat Jieun tak bisa berkutik.

 

“Tetaplah disini” ucap Kyuhyun setengah berbisik, oke baiklah Jieun akan disini sampai Kyuhyun terlelap dan saat pria itu lengah ia akan kembali ke kamarnya. Ia hanya perlu menunggu mungkin dua puluh sampai setengah jam, pikir Jieun.

 

Jieun membuka matanya perlahan mulai bangun dari tidur nyanyaknya, ia merasa tidur dengan sangat nyaman semalam. Jieun merasakan ada sesuatu yang melingkari pinggangnya dan nafas teratur dari arah belakangnya, Jieun hampir saja menjerit melihat seseorang yang tengah terlelap sambil memeluknya dengan posesif.

 

Cho Kyuhyun. Semalam aku tidur di sini bersama Cho Kyuhyun.Dewi batinnya bersorak senang sangat bertolak belakang dengan apa yang ia rasakan saat ini, Jieun merasa bahwa ini tidak benar. Tetapi wanita itu juga harus mengakuinya bahwa ia merasa sedikit senang dengan kehadiran Kyuhyun di hidupnya.

 

Jieun menatap Kyuhyun dengan lekat, wajah teduhnya ketika tidur yang sangat ia rindukan. Sudah lama ia tak pernah melihat pemandangan seperti ini lagi. ia mulai menyusuri tatapannya mulai dari matanya, hidungnya dan berhenti di bibirnya, bibir yang selalu melontarkan kata-kata kejam, pedas, tajam dan mengintimidasi, bibir yang selalu dengan seenaknya menciumnya.Memikirkan itu membuat pipi Jieun memanas.

 

“Memandangiku, Miss Yoon?” Ucap Kyuhyun yang masih terpejam, jadi pria ini telah terjaga lebih dulu dari Jieun?Kyuhyun merasa sangat bahagia hari ini, memulai hari dengan Jieun yang terlelap di dalam pelukannya.

 

“Ka– kau sudah bangun?”Kyuhyun hanya menjawabnya dengan gumaman kemudian mengeratkan pelukannya pada tubuh Jieun seakan tak mengizinkan wanita itu untuk pergi kemanapun. Ini sudah pagi dan ia harus segera bersiap untuk pergi kerja.

 

“Cho lepaskan, aku harus berangkat kerja”

 

“Bosmu ada disini, untuk apa khawatir.Hm?”

 

“Aku harus menyiapkan sarapan untuk kita” Batin Kyuhyun bersorak senang, apa tadi katanya? ‘Kita’ astaga mendengar Jieun menyebut itu saja sudah membuat jantungnya berdegup tidak karuan dan hatinya menghangat. Kyuhyun menggeram tertahan melihat Jieun turun dari ranjang hanya dengan mengenakan gaun tidur tipisnya, sekuat tenaga ia menahan diri untuk tidak langsung menerkam wanita itu. Ini masih pagi Cho Kyuhyun!

 

Jieun telah selesai memasak sarapan untuknya dan Kyuhyun, ia masih menunggu Kyuhyun menyelesaikan mandinya dan sarapan bersama. Selang beberapa menit, Kyuhyun keluar dari kamar telah rapi dengan kemejanya dan jas yang tersampir dipundaknya. Rambut basahnya masih meneteskan air karena ia tidak mengeringkannya dengan benar. Jieun segera mengambil handuk kecil dan mulai menggosok kepala Kyuhyun untuk mengeringkan rambutnya. Kyuhyun tertegun, kinerja otaknya tiba-tiba melamban dan ia tak bisa berpikir jernih

 

“Aku hanya membantu, ayo sarapan” Jieun merutuki dirinya sendiri atas apa yang ia lakukan barusan, nalurinya yang menuntunnya untuk melakukan itu. Ah astaga Cho Kyuhyun.

 

“Aku membuat sup pereda mabuk” Kyuhyun memasukan sesendok sup itu ke mulutnya, rasa masakan Jieun masih sama bahkan lebih enak dari lima belas tahun yang lalu. Kemampuan memasaknya telah meningkat.Jieun berdehem pelan.

 

“Semalam, mengapa kau bisa ke apartmentku ?”Kyuhyun bergeming, tak memberi respon tak juga berniat untuk menjawabnya.Dia tak ingin membahas soal itu sekarang.

 

Jika di pikir-pikir benar juga, bagaimana ia bisa sampai di depan pintu apartment Jieun. Kyuhyun pasti sanagt frustasi semalam dan isi otaknya hanya dipenuhi oleh Jieun hingga hatinya menuntun kakinya untuk ke apartment Jieun.Ya.Anggap saja seperti itu.

 

“Berangkatlah bersamaku” bukannya menjawab pertanyaan Jieun, ia malah mengajukan permintaan lain yang membuat Jieun terheran.

 

“Apa?”

 

“Aku akan mengantarmu ke kantor”

 

“Jawab dulu pertanyaanku, Cho Kyuhyun”

 

“Ini masih pagi Jieun, jangan mengajak berdebat”

 

“Siapa yang mengajak berdebat?Aku hanya menyuruhmu untuk menjawab pertanyaanku.Mengapa kau bisa ke apartment-ku, Tuan Cho yang terhormat?”

 

“Berangkat bersamaku atau aku akan menidurimu di atas meja ini sekarang juga” Jieun terhenyak, bagaimana bisa pria ini mengancamnya dengan hal seperti itu?

 

“Kau sudah gila Cho Kyuhyun?”

 

“Ya, aku gila” Jieun menggelengkan kepalanya merasa lelah akan sikap Kyuhyun yang keras kepala dan tak bisa di bantah.Ia menghembuskan nafasnya kasar dan mengangguk pelan mengiyakan ajakan pria itu.

 

Kyuhyun memarkirkan mobilnya tepat di depan Mansion megahmiliknya, Jieun menatap Kyuhyun heran mengapa pria itu mengajaknya ke sini dan bukan ke kantor.Bangunan bergaya klasik dengan di dominasi oleh warna hitam dan putih.Yeah, sangat melambangkan Cho Kyuhyun.Begitu angkuh, agung dan tak terkalahkan.

 

“Aku perlu mengganti pakaianku” jelas Kyuhyun yang mengerti tatapan heran Jieun.Ia membukakan pintu mobil untuk Jieun mempersilakan wanita itu untuk keluar.

 

“Aku bisa menunggu di mobil Cho”

 

“Tidak”

 

Jieun mengikuti langkah besar Kyuhyun memasuki Mansionmewah miliknya, Jieun menahan napasnya melihat isi dari bangunanini.

 

“Tunggu disini”

 

Masih sama seperti dulu’ seketika seluruh kenangan bersama Cho Kyuhyun di tempat ini terputar dengan sendirinya di dalam otaknya bagaikan roll film.Dulu dia selalu menghabiskan waktunya disini hanya berdua bersama Kyuhyun.Ia tersenyum miris mengingat itu semua, kenangan yang terlalu manis untuk dilupakan namun juga terlalu pahit untuk diingat.

 

Jieun mengambil sebuah bingkai yang ada diatas meja kecil di ruang tamu, Jieun tertegun.. Kyuhyun bahkan masih memajang foto mereka berdua disini, apakah istrinya tidak tahu akan hal ini?

 

“Kau sangat manis di dalam foto itu” Cho Kyuhyun telah berada di belakang Jieun entah muncul darimana, ia telah rapi dengan pakaian kantornya.

 

“Mengapa kau masih menyimpannya?”

 

“Aku tak ingin membahasnya, ayo”

 

“Tunggu Cho” Jieun menghampiri Kyuhyun dan merapikan dasinya yang memang terpasang sedikit miring.Kyuhyun memandang lekat Jieun yang tepat berada di hadapannya.Ia menundukkan sedikit kepalanya dan mencuri satu kecupan dari ibu satu anak itu.

 

“Cho Kyuhyun” Jieun mengerang kesal yang hanya dibalas oleh senyuman tipis dari Kyuhyun.

 

~~*~~

 

Oppa, makanlah” Minhye memberikan sepotong sandwhich kepada Donghae, mereka berdua sedang menikmati sarapan pagi berssama.

 

“Terimakasih sayang, kau sangat perhatian” Donghae tersenyum manis dan mengacak rambut Minhye pelan.

 

Oppa, kapan kita akan berlibur ke Roma?”

 

“Secepatnya sayang” Donghae mencubit gemas hidung lancip Minhye, membuat wanita itu memanyunkan bibirnya.

 

“Baiklah oppa, nah sekarang cepatlah berangkat”

 

“Sampai nanti, sayang” Donghae bangkit dari duduknya dan mengecup sekilas bibir Minhye, bibir yang belum lama ini menjadi candu baginya.Ia bahkan melupakan Jieun dan statusnya sebagai seorang suami. Kau sangat tega Lee Donghae, tidakkah kau sadar bahwa anak dan istrimu selalu menantimu pulang dengan penuh harap, tidak tahukah kau bahwa mereka sangat menyayangimu?Kau sungguh brengsek.

 

Kyuhyun menepikan mobilnya yang langsung diiringi tatapan bingung dari Jieun, mereka belum sampai di kantor lalu mengapa Kyuhyun tiba-tiba menghentikan mobilnya? Pandangan Jieun tak lepas dari Kyuhyun yang memasang wajah gusar dan beberapa kali wanita itu mendengar Kyuhyun menghembuskan nafasnya kasar.

 

“Ada apa Cho Kyuhyun?Apa kau sakit?”

 

“Aku ingin kau kembali bersamaku, Yoon Jieun”

 

“Apa maksudmu dengan kembali?” Oh mungkin Cho Kyuhyun belum sepenuhnya pulih dari mabuk beratnya semalam, ia pasti masih bermimpi.

 

“Kembalilah bersamaku dan tinggalkan suamimu itu” Jieun terperangah bagaimana bisa Kyuhyun mengucapkan kalimat itu dengan begitu mudah.

 

“Terimakasih tumpangannya, lebih baik aku turun disini” Kyuhyun menahan Jieun yang hendak keluar darimobilnya.

 

“Apa kau bahagia bersama suamimu, Yoon Jieun ?”Jieun tak memberi respon.Bahagia?Bahkan hidupnya jauh dari kata bahagia.Wanita itu bersyukur memiliki Jian sebagai putrinya sekaligus teman hidupnya yang selalu membuatnya tak mudah menyerah dalam menghadapi ini semua.

 

“Ya” Kau berbohong Jieun.Kyuhyun mengeraskan rahangnya dan tersenyum miring.

 

“Rumah tangga bahagia macam apa yang kau jalani?Bahkan aku tak melihat suamimu di apartment semalam.Itu yang kau sebut dengan bahagia, hm?”

 

“Ya Cho Kyuhyun.Aku.Sangat.Bahagia.Kau puas?”Jieun menekankan setiap kata yang terucap dari bibirnya.

 

“Apa suamimu mencintaimu?”

 

“Ya” kau berbohong lagi Yoon Jieun, Kyuhyun tertawa sinis.

 

“Dia membuatmu menangis, itu yang kau katakan ‘mencintaimu;?”

 

“Apa maksudmu Cho?”

 

“Aku melihatnya, aku melihat semua yang si brengsek itu lakukan padamu”

 

*FLASHBACK ON

 

Kyuhyun memasuki rumah sakit untuk kembali menemui istrinya karena beberapa jam yang lalu ia harus ke perusahaan untuk mengurus beberapa hal.Langkahnya terhenti melihat Jieun memasuki kamar yang tidak jauh dari kamar rawat istrinya dengan membawa nampan berisi makanan. Tanpa sadar ia mengikuti Jieun hingga berhenti tepat di depan pintu kamar tersebut. Kyuhyun mengintip lewat kaca kecil yang terpasang di pintu kamar.

 

‘Lee Donghae’ jadi suaminya adalah Lee Donghae, batin Kyuhyun bersuara.Mereka terlihat bagai sepasang suami istri yang bahagia, Jieun menyuapi Donghae dan sesekali menyeka sudut bibir pria itu menggunakan sapu tangan.

 

Kyuhyun tersenyum samar, rupanya Jieun telah bahagia bersama pria lain dan itu juga membuatnya bahagia. Dengan begini, rasa takut yang selama ini dia pendam telah menguap.Kyuhyun takut jika wanita itu menjadi lebih terpuruk atau bahkan lebih buruk lagi setelah berpisah dengannya.Tapi nyatanya tidak, Jieun telah bahagia.

 

Senyumnya seketika luntur melihat Donghae meneriaki Jieun dan bahkan menamparnya hingga membuat wanita itu menangis terisak.Kyuhyun mengeraskan rahangnya dan mengepalkan tangannya kuat-kuat, tak terima jika Jieun diperlakukan buruk seperti itu. Dadanya menjadi sesak melihat perlakuan kasar Donghae kepada wanita itu, apakah ia memang selalu di perlakukan seperti itu?

 

Sekuat tenaga Kyuhyun menahan diri untuk tidak menerobos masuk dan membalas perlakuan Donghae dengan pukulan bertubi-tubi hingga membuatnya tak berdaya lagi.Ingin rasanya dia berteriak di hadapan pria itu untuk tidak menyakiti Jieun, wanita itu sudah cukup banyak merasakan sakit ketika bersamanya.Sekarang izinkanlah dia untuk bahagia, tolong.Kyuhyun berteriak dalam batinnya.

 

Dia menghembuskan nafasnya kasar. Baiklah mulai detik ini Kyuhyun berjanji bahwa ia akan melindungi Jieun sekuat tenaga, ia akan membuat Jieun bahagia dan akan membalas segala perbuatan pria brengsek itu. Dengan cara apapun ia tak perduli, ia akan membuat Jieun kembali padanya.Ya, Cho Kyuhyun sudah bertekad.

*FLASHBACK OFF

 

 

“Kau melihat semuanya Cho?”

 

“Ya. Aku tidak akan membiarkan si brengsek itu menyentuhmu atau bahkan mendekatimu satu jengkal pun”

 

“Siapa yang kau sebut brengsek, Cho Kyuhyun?”Jieun meninggikan nada bicaranya.

 

“Tentu saja suamimu”

 

“Itu urusanku Cho Kyuhyun, kau tidak perlu ikut campur dalam urusan rumah tanggaku”

 

“Aku berhak, karna kau milikku” Jieun tersenyum miring.

 

“Milikmu kau bilang?Aku bukan milikmu dan bukan milik siapapun.Karena aku bukan barang yang bisa dimiliki sesuka hati.Apakah ini memang gayamu Cho?Memperlakukan orang seperti barang dan mengklaim bahwa mereka milikmu?”

 

“Aku hanya mencoba membantumu, aku tak ingin kau tersakiti lagi.tolong mengertilah Yoon Jieun”

 

“Dengar Cho, kau hanya mantan suamiku kau tidak memiliki hak apapun atas diriku. Jadi, biarkan aku menjalani kehidupanku sendiri”

 

Kyuhyun hanya bisa menghela nafasnya, oke kali ini dia mengalah. Sifat mereka berdua sama-sama keras kepala dan apabila tidak ada yang mengalah maka bisa dijamin jika perdebatan ini akan terus berlangsung hingga siang hari atau bahkan lebih parahnya sampai malam hari.

 

Kyuhyun sadar bahwa ia tak memiliki hak apapun atas diri Jieun, ia hanya seorang mantan suami.Apa yang bisa dilakukan oleh seorang mantan suami?Hubungan mereka telah benar-benar berakhir setelah sidang perceraian selesai dan sekarang mereka hanyalah dua orang asing yang tak memiliki hak apapun untuk ikut campur dalam urusan salah satu dari mereka.

 

Kyuhyun kembali menjalankan mobilnya dan pergi ke tujuan utama mereka yaitu gedung ‘Sky Entertainment’ tempat Jieun bekerja dan gedung itu merupakan salah satu anak perusahaan milik Cho Kyuhyun.Suasana mobil berubah dingin dan hening setelah perdebatan itu, meeka berdua sibuk berkutat dengan pikirannya masing-masing.

 

“Pikirkan permintaanku” ucap Kyuhyun sebelum Jieun benar-benar keluar dari mobilnya.

 

“Terimakasih tumpangannya, Presdir” Jieun keluar dari mobil Kyuhyun dan menghilang di balik pintu gedung pencakar langit tersebut.

 

~~*~~

Kyuhyun kembali melakukan kegiatan favoritnya yaitu berdiri menghadap jendela besar di ruangannya dan melihat pemandangan kota Seoul yang indah dari atas. Darinya berkerut menandakan ia sedang berpikir keras, memikirkan harus dengan cara apalagi ia meyakinkan Jieun.

 

Ingin sekali rasanya ia datang ke kantor Donghae dan memaki pria itu di hadapan pegawainya, membuat pria itu malu dan tak memiliki muka lagi untuk terlihat di hadapan umum. Tetapi ia selalu mengurungkan niat gilanya itu, Kyuhyun masih memikirkan Jieun karena jika wanita itu tahu maka sudah pasti wanita itu akan semakin membenci Kyuhyun.

 

Kyuhyun menoleh mendengar pintu ruangannya terbuka, menampakkan tiga pria aneh yang sialnya adalah sahabat dan juga sepupunya.Kyuhyun menatap malas ketiga orang itu kemudian ikut duduk di sofa yang tak jauh dari tempatnya berdiri.

 

“Apa lagi kali ini?”

 

“Sebelum aku menyampaikan berita penting ini, izinkan aku bertanya terlebih dahulu” Heechul membuka suara dan menatap Kyuhyun lekat.Kyuhyun membalas ucapan Heechul hanya dengan menaikkan sebelah alisnya.

 

“Apakah wanita di Café itu Yoon Jieun?”

 

Kyuhyun mengangguk,menatap ketiga orang di hadapannya dengan heran.

 

“Jadi benar dia Yoon Jieun yang dulu? Ah aku sempat berpikir bahwa penglihatanku memburuk, tapi ternyata benar” Hyukjae menanggapi penjelasan Kyuhyun setelah memastikan bahwa Henry akan tetap diam.

 

“Jangan mendekatinya lagi, Kyuhyun” tukas Heechul mengingatkan.

 

“Bisakah kita bahas itu nanti?Apa yang ingin kalian sampaikan sebenarnya?”

 

Mendengar pertanyaan Kyuhyun membuat ketiga orang itu saling bertatapan dan memasang wajah serius.

 

“Kabar buruk Cho Kyuhyun”

 

“Apa?”

 

“Perusahaan besar itu telah kembali”

 

“Apa maksudmu? Jangan bertele-tele”

 

Zeus Group is back

 

TBC

 

Maaf yaa kalo ceritanya gak sesuai sama ekspektasi kalian, tapi aku bakal berusaha terus kok J

Kkk~ see you^^

65 thoughts on “Toujours Part 2

  1. Hah? Jd mereka prnh nikah dl?
    Cerita ini kynya bakalam complicated… malahan ampe ke anak2 nya pun jgn2 sama2 jatuh cinta…. omg

    Suka

  2. Kukira tadinya typo pas bilang mantan suami, ternyata emang mantan suami astaga e.e
    Terus kenapa bisa cerai?
    udah jieun terima ae permintaan nya kyu –” orang donghae nya juga jahat kan sama kamu u.u

    Suka

  3. Jadi kyuhyun itu mantan suami jieun hua, ini ceritanya bener” gk bisa d tebak. Terus jieun nikah lagi gitu sama donghae. Dn kyuhyun apa yg terjadi sebenarnya di masa lalu mereka sampai mereka cerai. Apa setelah cerai dgn jieun terus kyuhyun nikahin minhye kenapa. Dn minhye disini punya hubungan dgn donghae huahua bener” kisah cinta yg rumit. Dn ap jgn” jian it anak kandung kyu sm ji eun dn trus jaehyun itu anak kandung minhye sm donghae hoho ngawur. Selanjutnya hnya author yg tau keke di tunggu lanjutannya. Fighting!!!

    Suka

  4. Wah, nama perusahaan nya aja udah serem, Zeus grup…jgn2 ntar ada Hera grup, Hercules grup, Xena grup dll…. wakwakwak
    (Bercanda….😂😂😂)

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s