Because of Love Part 1


 

Title : Because of Love

Author : kyunyit

Category : NC21, Romance, Comedy, Chapter

Cast : Shim Hyemi (OC), Cho Kyuhyun

Other cast : Lee Donghae, Shim Changmin, etc

Note : ff ini asli milik aku, belum pernah dipost dimana pun. Dan ini ff nc pertama yang aku kirim ke Flying NC, terima kasih untuk admin yang sudah post ff-ku ini hehe..

 

THANKS FOR ADMIN :*

 

DON’T BE PLAGIATOR AND HAPPY READING :*

 

-o0o-

 

Cho Kyuhyun.

 

CEO Skyzone Group itu memasuki apartementnya dengan sedikit terburu-buru. Kyuhyun tidak kaget melihat sosok Changmin —temannya— sedang menonton tv di ruang tamu, ia hanya melewati pria itu dan melesat menuju dapur untuk mengambil sekaleng bir. Tidak butuh waktu lama sampai setengah dari isi kaleng bir itu sudah ditenggak olehnya.

 

“Ckckck kau pulang awal lagi huh?” tanya Changmin setelah melihat jam dinding yang menunjukkan pukul 5 sore.

 

Kyuhyun menghampiri Changmin sambil kembali meneguk bir di tangannya, “Tentu saja, aku bekerja dengan cekatan agar bisa menjemput Hyemi.”

 

“Hei hubunganmu dengan adikku sudah berakhir, bodoh.”

 

“Diam kau!” sentak Kyuhyun dengan nada kesal, tak lupa tangannya menghadiahi kepala Changmin dengan kaleng bir yang sudah kosong.

 

“Sialan kau!” Changmin melemparkan kembali kaleng bir itu pada Kyuhyun, namun Kyuhyun lebih dulu menghindar sebelum benda itu mengenai wajah tampannya.

 

Tawa Kyuhyun meledak melihat wajah kesal Changmin, lalu kakinya kembali melangkah cepat memasuki kamarnya. Kyuhyun bergegas untuk mandi dan berganti pakaian. Ia tidak mau terlambat menjemput Hyemi yang bekerja sebagai Sekretaris di sebuah perusahaan yang cukup ternama, El Company. Bisa ia pastikan Hyemi akan pulang sendiri kalau ia telat barang semenit. Seperti yang terjadi beberapa hari yang lalu.

 

Kini Kyuhyun sudah berada di depan gedung tempat Hyemi bekerja. Kyuhyun bersandar pada sisi mobilnya dengan kedua tangan yang ia masukan ke dalam saku celana, terlihat sangat keren. Bahkan tak jarang beberapa wanita yang lewat memandang kearahnya dengan tatapan memuja.

 

Namun Kyuhyun tidak memperdulikan itu semua, matanya hanya memandangi pintu kaca di depan sana. Dan senyumnya muncul begitu melihat sosok gadis cantik berjalan keluar dari pintu itu. Shim Hyemi. Alih-alih menghampiri Hyemi, Kyuhyun justru menegakkan tubuhnya dengan langkah kaki yang tertahan. Raut wajahnya seketika berubah jadi tidak suka melihat Hyemi berjalan keluar bersama seorang pria. Siapa pria itu? Dan astaga, apa yang Hyemi lakukan? Kenapa Hyemi tersenyum sangat manis pada pria itu?

 

“Hhh menyebalkan!” dengus Kyuhyun dan berniat ingin menghampiri Hyemi, namun ternyata pria yang sedang mengobrol dengan Hyemi itu sudah lebih dulu pamit untuk pergi.

 

Hyemi terlihat kembali melanjutkan langkahnya dan… pandangan mata mereka bertemu. Kyuhyun tersenyum tulus membalas tatapan datar Hyemi.

 

“Ayo, pulang.” Ajak Kyuhyun setelah menghampiri Hyemi dan merangkul bahu gadis itu.

 

Hyemi tidak mengiyakan ajakan Kyuhyun, namun juga tidak menolaknya. Hyemi hanya mengikuti langkah Kyuhyun yang membawanya pada mobil SUV putih milik pria itu.

 

“Siapa pria yang bersamamu tadi?” Kyuhyun membuka suara dengan mata yang fokus memandang jalanan di depannya.

 

“Bukan urusanmu.” Balas Hyemi acuh.

 

“Aku baru melihatnya, siapa dia? Apa dia karyawan baru?” Kyuhyun masih bersikeras ingin tahu siapa pria yang bersama Hyemi tadi.

 

Hyemi mendelik tajam, “Berhenti bertanya tentangnya, Cho Kyuhyun!”

 

“Arra, arra..” akhirnya Kyuhyun mengalah, “Kau sudah makan? Bagaimana kalau kita mampir ke restoran Siwon Hyung?”

 

“Aku tidak lapar,” bohong. Sejujurnya perut Hyemi sedang kelaparan saat ini, bahkan perutnya sempat berbunyi beberapa detik yang lalu. Entah Kyuhyun mendengarnya atau tidak. “Aku hanya ingin pulang.”

 

Senyum tipis Kyuhyun perlahan pudar mendengar jawaban Hyemi, ditatapnya sekilas gadis yang duduk di sampingnya itu. Ada perasaan sedih sekaligus tidak suka tiap kali Hyemi menolaknya seperti ini. Namun akhirnya Kyuhyun kembali mengalah, ia memilih bungkam dan menuruti keinginan Hyemi untuk segera mengantar gadis itu pulang ke rumahnya.

 

Kyuhyun menghentikan mobilnya di depan sebuah rumah minimalis, tidak terlalu mewah namun terlihat bersih dan terawat.Ia melepas sabuk pengamannya, hampir bersamaan dengan apa yang dilakukan Hyemi.

 

Kyuhyun merangkul bahu Hyemi dan menarik pelan gadis itu agar mendekat, lalu diciumnya kening, mata, hidung dan kedua pipi gadis itu dengan lembut. Rutinitas. Kyuhyun sangat suka melakukan hal ini saat mengantar Hyemi pulang. “Masuklah. Aku akan mengantarmu besok.”

 

Kemudian Kyuhyun mencium Hyemi kembali, kali ini ia mencium bibir ranum gadis itu. Kyuhyun melumat pelan bibir atas dan bawah Hyemi yang terasa sangat manis baginya. Sedikit memabukkan juga.

 

“Oppa..” ujar Hyemi setelah mendorong dada Kyuhyun hingga ciumannya terlepas, lalu Hyemi juga melepas rangkulan Kyuhyun di bahunya. “Sampai kapan kau akan seperti ini? Berhenti bersikap manis eoh? Aku bukan lagi kekasihmu. Hubungan kita sudah berakhir sebulan yang lalu, kau lupa?”

 

Kyuhyun langsung memandang lurus ke depan. Tiba-tiba saja pikirannya melayang jauh pada kejadian sebulan lalu, tepatnya saat Hyemi memutuskan hubungan mereka. Saat itu Kyuhyun sedang di kantornya bersama Hyemi, sedang makan siang bersama, namun kehadiran wanita lain yang mengaku sebagai tunangan Kyuhyun merusak segalanya. Hyemi memutuskan hubungan mereka hari itu juga. Tanpa mau mendengar penjelasan Kyuhyun sedikitpun.

 

Dan seperti saat ini, Hyemi menganggap hubungan mereka sudah berakhir sebulan yang lalu. Tapi tidak dengan Kyuhyun. Kyuhyun cukup dewasa dan menganggap semua itu hanya kesalahpahaman saja, Kyuhyun masih menganggap Hyemi sebagai kekasihnya dan tetap melakukan kebiasaannya mengantar-jemput gadis itu. Atau tepatnya Kyuhyun hanya bersikap egois dan tidak mau melepaskan Hyemi?

 

“Kumohon sadarlah, hubungan kita sudah lama berakhir.” Lanjut Hyemi sebelum membuka pintu dan keluar dari mobil itu, meninggalkan Kyuhyun begitu saja.

 

Seperti hari-hari sebelumnya, usaha Kyuhyun pulang awal demi Hyemi selalu berakhir seperti ini. Terlihat menyedihkan.

 

-o0o-

 

Setelah mandi dan mengganti baju dengan pakaian yang lebih santai, Hyemi memilih duduk di sofa ruang tamu. Menyalakan tv tanpa volume, menyetel musik lewat ponselnya, dan bersenandung pelan sebelum akhirnya hanya terdiam menikmati lagu ballad itu.

 

Hyemi teringat dengan Kyuhyun, teringat dengan suara merdu pria itu yang pernah bernyanyi untuknya. Dan ingatannya semakin meluas mengangkat semua kenangannya dengan Kyuhyun selama ini. Hyemi kembali teringat saat pertama kali bertemu dengan Kyuhyun di sebuah acara launching, saling dekat dengan Changmin sebagai perantara, berkencan, menjalani hari-hari yang membahagiakan meski mereka bekerja di perusahaan yang berbeda, hingga akhirnya hubungan berumur setahun itu harus berakhir sebulan yang lalu. Semua kenangan itu berputar seperti film dalam kepala Hyemi.

 

Ya, sejujurnya mengakhiri hubungannya dengan Kyuhyun bukanlah perkara yang mudah bagi Hyemi. Bohong kalau Hyemi tidak merasa berat dengan semua kebersamaan mereka. Tapi di sisi lain Hyemi juga seperti terselamatkan. Kehadiran seorang wanita yang mengaku sebagai tunangan Kyuhyun memang sempat menyakiti hatinya, tapi juga membuatnya merasa lega karena dengan ‘alasan’ itu ia bisa memutuskan hubungannya dengan Kyuhyun. Alasan? Tentu saja hanya alasan! Karena jauh sebelum kejadian sebulan yang lalu, hati Hyemi sudah sedikit berpaling pada lelaki lain.

 

Tepatnya pada lelaki yang bernama Lee Donghae, anak atasannya yang baru kembali dari Jepang, lelaki yang keluar kantor bersamanya tadi, dan… lelaki yang meneleponnya saat ini.

 

“Yeoboseyo?” sapa Hyemi setelah menetralkan suaranya beberapa kali. Ck, bahkan ia tidak pernah seperti itu saat Kyuhyun meneleponnya.

 

“Kau tidak mau membukakan pintu untukku, Hyemi-ssi? Aku sudah sampai.”

 

Hyemi langsung memutuskan sambungan teleponnya dan melesat pergi menuju pintu utama. Bibirnya melengkung keatas menyambut kedatangan Donghae. Lalu tanpa menunggu lagi Hyemi segera mempersilakan Donghae untuk masuk ke rumahnya, membawa pria itu duduk di sofa yang ada di ruang tamu.

 

“Dimana orangtuamu, Hyemi-ssi? Ini pertama kalinya aku datang, aku ingin menyapa orangtuamu dengan benar.” Ujar Donghae sambil memandangi rumah Hyemi yang terlihat sepi.

 

“Appa dan Eomma-ku tinggal di Kanada, Donghae-ssi. Urusan bisnis.”

 

“Jadi kau tinggal sendiri?”

 

Hyemi menggelengkan kepalanya, “Aku tinggal bersama Changmin Oppa disini, tapi dia belum pulang. Mungkin…..”

 

Hyemi menggantungkan kalimatnya saat ponselnya bergetar. Lalu dengan berat hati Hyemi meminta Donghae untuk menunggu sebentar dan ia bergegas memasuki kamarnya. Hyemi mendengus kesal melihat nama Changmin tertera di layar ponselnya, sang kakak benar-benar menyebalkan baginya.

 

“Apa?” ujar Hyemi dengan kekesalan yang tidak ia tutup-tutupi.

 

“Hei aku bukan temanmu, berikan sapaan dengan benar.” Ucapan Changmin membuat Hyemi berdecak kesal. Benar, tidak seharusnya ia mengurangi kadar kesopanannya pada sang kakak hanya karena sedikit mengganggu tadi.

 

“Maafkan aku. Ada apa, Oppa? Kenapa Oppa belum pulang?” suara Hyemi kini terdengar lebih lembut.

 

“Aku akan menginap di rumah Hyera malam ini, kau tidak apa di rumah sendirian? Ah tidak, tidak. Aku akan menyuruh Kyuhyun untuk menjagamu malam ini.”

 

Pip!

 

“Apa?! Oppa jangan menyuruhnya kesini aish! Yeoboseyo? Changmin Oppa?!” seketika Hyemi merasa panik, bibirnya menggerutu kesal dengan keputusan sepihak yang Changmin katakan tadi.

 

Astaga, bagaimana ini? Hyemi tidak bisa membiarkan Kyuhyun datang ke rumahnya dan bertemu dengan Donghae, Kyuhyun pasti akan membuat ulah dengan mengumbar hubungan mereka setahun terakhir. Tidak, tidak. Hyemi tidak mau pendekatannya dengan Donghae jadi berantakan hanya karena ulah pria tengil itu. Tidak akan Hyemi biarkan!

 

-o0o-

 

Kyuhyun berjalan dengan lemas menyusuri lorong apartement itu, pandangan matanya sedikit menerawang dengan pikiran yang berkecamuk. Dan semua itu hanya karena seorang gadis berumur dua puluh lima tahun. Ya, tentu saja gadis itu adalah Shim Hyemi. Siapa lagi? Kyuhyun bukan tipikal pria yang suka menyimpan banyak wanita. Sekali ia mencintai seorang wanita, maka hanya wanita itu saja yang ia inginkan.

 

Setelah sampai di depan pintu apartementnya, Kyuhyun hanya berdiam diri disana. Matanya memandang lurus ke depan dengan tatapan kosong. Lalu detik selanjutnya kaki Kyuhyun beralih ke depan pintu apartement di sebelahnya. Memasukkan pin agar pintu itu terbuka dan langsung melesat masuk ke apartement itu dengan seenaknya. Kyuhyun langsung menghempaskan tubuhnya di sofa depan tv.

 

“Aahhh Oppah.. lehbihh cepathh.. ouchhh..”

 

“Shit! Kau nikmath sekalihh..”

 

Desahan demi desahan yang saling bersahutan itu membuat Kyuhyun langsung mendelik tajam menatap pintu kamar di belakangnya. Sial. Ia datang disaat pemilik apartement sedang bercinta dengan kekasihnya.

 

“HEI CEPAT SELESAIKAN DAN KELUARLAH!!” teriak Kyuhyun sambil melempar bantal kecil kearah pintu kamar di belakangnya.

 

Selang beberapa menit, Changmin keluar dari kamar itu. Dipungutnya bantal yang tergelatak di depan pintu sebelum ia menghampiri Kyuhyun. Changmin mengambil posisi duduk di samping Kyuhyun dengan raut wajah yang kesal, tak jauh berbeda dengan raut wajah Kyuhyun.

 

“Bocah sialan, kupikir kau sudah pulang ke rumahmu!” gerutu Kyuhyun tanpa menatap lawan bicaranya.

 

“Hei kau yang bocah sialan, untuk apa kau datang ke apartement Hyera huh? Kau mau macam-macam dengan kekasihku?” balas Changmin sengit, namun hanya direspon dengan decakan pelan oleh Kyuhyun.

 

“Bocah ini hanya kesepian, Oppa. Dia hanya bercerita tentang Hyemi bila datang kesini.” Celetuk seorang wanita yang baru keluar dari kamarnya, menghampiri dua pria itu dan ikut duduk di samping Changmin. Wanita itu adalah Song Hyera, kekasih Changmin yang bekerja di perusahaan Kyuhyun.

 

Kyuhyun menatap remeh pada Changmin, “Kau dengar? Aku hanya bercerita tentang Hyemi padanya. Hhhh Shim Hyemi… kenapa dia jahat sekali seperti dirimu huh? Apa kau yang mengajarinya untuk seperti itu?”

 

“Hei kenapa menyalahkan adikku? Salahmu sendiri sudah bertunangan tapi masih mengencaninya.” Protes Changmin.

 

“Siapa yang sudah bertunangan? Kau tahu itu hanya keinginan Harabeoji saja, aku dan wanita itu belum bertunangan, bodoh!” balas Kyuhyun tak mau kalah.

 

“Tapi kenapa wanita itu datang dan berkata bahwa dia tunanganmu? Kau pikir wanita mana yang tidak sakit hati dibohongi seperti itu eoh?” sergah Hyera cepat.

 

“Hei aku tidak berbohong! Aku belum bertunangan dengan wa—“

 

“Dari tadi kau berkata ‘belum bertunangan’?” lalu Hyera tersenyum mengejek menatap Kyuhyun, “Ah~ berarti ada kemungkinan kau akan bertunangan dengannya nanti. Ckckck.”

 

“Aish!!” geram Kyuhyun sambil mengacak rambutnya frustasi, ia mengaku salah mengatakan kata ‘belum’ tadi. Benar-benar menyebalkan!

 

Alih-alih merasa iba, Changmin dan Hyera justru tertawa jahat melihat Kyuhyun yang berkali-kali mendengus kesal dengan rambut yang berantakan. Terlihat jelas pria itu sangat mencintai Hyemi dan tidak mau berpisah hanya karena kesalahpahaman konyol ini.

 

Namun tak berapa lama tawa Changmin hilang begitu saja. Changmin mengerutkan keningnya sambil menatap bingung pada Kyuhyun.

 

“Apa yang kau lakukan disini? Kau tidak membaca pesanku?” tanya Changmin.

 

“Pesan?” balas Kyuhyun dan Hyera bersamaan.

 

“Bocah sialan ini..” Changmin melempar bantal yang tepat mengenai wajah tampan Kyuhyun, “Aku menyuruhmu menjaga Hyemi malam ini, bodoh. Aku akan bermalam disini.”

 

Seketika mata Kyuhyun berbinar, lalu tanpa buang-buang waktu lagi Kyuhyun langsung melesat pergi meninggalkan Changmin dan Hyera. Entahlah, menjaga Hyemi saat gadis itu sendirian di rumah membuat Kyuhyun kembali bersemangat. Lagipula ini perintah Changmin, Kyuhyun yakin Hyemi tidak akan mengusirnya karena ini perintah dari kakak gadis itu.

 

“Hanya menjaga Hyemi! Tidak lebih!” teriak Changmin tepat sebelum Kyuhyun menutup pintu apartement.

 

-o0o-

 

Kyuhyun keluar dari kamar Changmin sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil, ia juga sudah mengganti pakaiannya dengan kaos dan celana pendek milik Changmin. Ya, Kyuhyun memutuskan untuk ‘mandi’ lagi setelah berjam-jam menunggu di rumah yang sepi ini. Hyemi tidak ada di rumah saat Kyuhyun datang tadi, ponsel gadis itu juga tidak aktif. Entahlah. Mungkin Kyuhyun akan kembali ‘mandi’ bila sejam kedepan Hyemi tak kunjung pulang.

 

Ehem ya.. mandi. Mandi versi Kyuhyun sedikit berbeda dari definisi mandi yang sebenarnya. Kyuhyun sedikit ‘bermain sendiri’ sebelum benar-benar membersihkan dirinya, terlebih tadi ia menemukan koleksi film baru di laptop Changmin.

 

“Aku pulang~” suara yang sangat familiar itu berhasil membuyarkan lamunan Kyuhyun, membuat pria itu segera melesat keasal suara dengan tatapan kesal.

 

Hyemi sendiri tidak kaget melihat Kyuhyun, ia sudah tahu Kyuhyun tidak mungkin menolak perintah Changmin yang meminta pria itu untuk menjaganya malam ini.

 

“Darimana saja kau? Kau tidak tahu ini sudah jam 10 malam?” tanya Kyuhyun yang diacuhkan begitu saja oleh Hyemi, gadis itu melewati Kyuhyun dan berakhir duduk di sofa ruang tamu. Kyuhyun juga tak tinggal diam dan ikut duduk di samping gadis itu. “Hei aku bicara padamu.”

 

Hyemi melirik Kyuhyun dengan tatapan sinisnya, “Sepertinya Changmin Oppa hanya menyuruhmu untuk menjagaku, bukan memarahiku ini itu. Cih..”

 

“Bukannya aku marah, aku hanya khawatir kau pulang semalam ini.” Jelas Kyuhyun sambil duduk menghadap kearah Hyemi, menggenggam tangan gadis itu yang baru saja menyalakan tv.

 

“Terserah.”

 

“Kau sudah makan?”

 

Tidak ada jawaban, Hyemi tetap bersikap acuh dan lebih memilih menonton tv.

 

“Hyemi-ya, kau sudah makan malam?” Kyuhyun mengulang pertanyaannya, namun masih mendapat respon yang sama dari Hyemi. Diabaikan.

 

Akhirnya Kyuhyun menarik tengkuk Hyemi dengan sebelah tangannya dan menyambar bibir gadis itu, dilumatnya bibir itu dengan cepat dan menuntut. Sesekali Kyuhyun juga menjilati bibir Hyemi hingga akhirnya ciumannya itu harus terlepas karena Hyemi mendorong paksa dada bidangnya.

 

Kyuhyun mengusap sudut bibir Hyemi yang sedikit basah karena salivanya, “Fettuccine alfredo hm?”

 

“Aish dasar mesum!” Hyemi memukul lengan Kyuhyun dengan pipi yang merona. Memalukan. Bisa-bisanya Kyuhyun tahu apa yang ia makan hanya dengan sebuah ciuman. Ya, tadi Hyemi memang memakan masakan Italia itu bersama Donghae. Tepatnya saat ia mengajak paksa Donghae untuk makan malam di luar saja agar ia tidak perlu repot-repot bertemu Kyuhyun.

 

“Hei mau kemana? Kau marah?” tanya Kyuhyun saat melihat Hyemi beranjak pergi meninggalkannya sendirian.

 

“Bukan urusanmu!” kesal Hyemi sebelum menghilang dibalik pintu kamarnya.

 

Kyuhyun tertawa pelan melihat tingkah Hyemi, gadis itu terlihat sangat menggemaskan baginya. Lalu detik selanjutnya Kyuhyun segera mengekori jejak Hyemi, memasuki kamar gadis itu, dan tersenyum penuh makna sambil menutup pintu kamar itu. Beruntung Hyemi belum mengganti baju dengan piyama di tangannya, sudah pasti senyuman Kyuhyun berubah jadi seringai nakal bila melihat hal itu.

 

“Aku mau tidur, Cho Kyuhyun! Keluarlah sebelum aku menendangmu eoh?” ancam Hyemi yang dibalas gelengan kepala oleh Kyuhyun, membuat Hyemi jengah dan berjalan menuju kamar mandi yang ada di sudut kamarnya. “Kau harus sudah pergi setelah aku mengganti baju!”

 

“Tidak mau~” balas Kyuhyun sambil berjalan menuju ranjang single milik Hyemi dan duduk bersandar disana.

 

Tak sampai lima menit Hyemi sudah keluar dari kamar mandi, gadis itu sudah memakai piyamanya dan menghampiri Kyuhyun yang memamerkan senyumannya. Dan jujur saja, dalam hati Kyuhyun langsung bersorak gembira karena Hyemi mau menaiki ranjang yang sama dengannya setelah sebulan terakhir selalu diusir oleh gadis itu.

 

Kyuhyun berbaring dan merentangkan tangan kirinya untuk menjadi bantal Hyemi, “Kemari, ti—“

 

“Sudah kubilang pergi, Cho Kyuhyun!” potong Hyemi sambil menendang paha Kyuhyun hingga pria itu jatuh ke lantai, mengabaikan ringisan pria itu dan tidur menyamping dengan selimut tebal yang menutupi tubuhnya.

 

“Hei!” kesal Kyuhyun yang masih terduduk di lantai, ditatapnya punggung Hyemi sebelum ia beranjak kembali ke tempatnya. Kyuhyun ikut masuk ke dalam selimut dan memeluk pinggang Hyemi dari belakang. “Menyebalkan. Kau benar-benar menendangku.”

 

“Eo, aku akan menendangmu lagi kalau kau tidak pergi sekarang juga!” balas Hyemi tanpa merubah posisinya.

 

“Tidak, aku ingin tidur bersamamu. Aku merindukanmu, sayang.” Kyuhyun menyingkirkan rambut yang menutupi leher Hyemi dan mengecupnya, mengeratkan pelukannya, dan tersenyum senang karena tak mendapat penolakan apapun dari gadis itu.

 

Kyuhyun berani bertaruh, Hyemi pasti juga merindukannya.

 

“Aku tidak merindukanmu. Tidurlah di kamar Changmin Oppa eoh? Ranjangku tidak cukup besar untuk menampung dua orang aish..” kesal Hyemi sambil memegangi sebelah telinganya yang diciumi oleh Kyuhyun.

 

Kyuhyun menyingkirkan tangan Hyemi dan kembali menciumi telinga gadis itu, sesekali ia juga mengemut cupingnya. “Kita bisa tidur dengan posisi atas-bawah kalau kau mau.”

 

Dug!

 

“Akhh.. hei!” ringis Kyuhyun karena Hyemi menyikut perutnya dengan cukup kencang.

 

“Dasar mesum!” balas Hyemi sambil mengelap telinganya yang jadi sedikit basah karena ulah Kyuhyun. Ugh..

 

Akhirnya Kyuhyun mengalah, ia berhenti mengerjai telinga Hyemi dan memejamkan matanya. Namun belum sampai satu menit, matanya kembali terbuka dan mulutnya kembali meringis pelan saat Hyemi mencubit lengannya. Oh sial.

 

“Tanganmu, Cho Kyuhyun!” geram Hyemi sambil menyingkirkan tangan kanan Kyuhyun yang sebelumnya merambat naik menyentuh payudaranya. Pria mesum ini benar-benar…

 

“Sudah lama aku tidak menyentuhnya..” gumam Kyuhyun dengan suara yang terdengar lemas, lalu selang beberapa menit keduanya benar-benar tertidur dengan posisi Kyuhyun yang masih memeluk Hyemi dari belakang.

 

-o0o-

 

Hyemi memandangi Kyuhyun yang baru keluar dari kamar Changmin, sedikit bingung melihat pria mesum itu hanya mengenakan celana panjang hitam dan kaos putih milik kakaknya. “Kenapa pakai baju itu?”

 

“Kenapa? Apa aku tidak boleh memakai baju ini?” bukannya menjawab, Kyuhyun malah balik bertanya sambil melihat baju yang dikenakannya.

 

“Bukan itu,” Hyemi melirik jam tangannya sekilas, “Oppa tidak pergi kerja dengan penampilan seperti ini bukan?”

 

Ah kau masih memperdulikan penampilanku. “Memangnya kenapa? Aku bekerja di perusahaanku sendiri, apa salahnya?” Kyuhyun berpura-pura terlihat acuh dengan penampilannya yang terbilang santai.

 

“Aish justru karena kau pemiliknya, harusnya kau memberikan contoh berpakaian yang baik pada bawahanmu. Ganti sekarang. Changmin Oppa punya banyak setelan jas yang baru di lemarinya.” Tukas Hyemi yang membuat Kyuhyun tertawa dan langsung merangkul bahu gadis itu, membalikkan badan gadis itu dan membawanya berjalan beriringan keluar rumah.

 

“Setelah mengantarmu, aku akan pulang dulu untuk berganti pakaian.” Bisik Kyuhyun dengan senyum yang tak bisa ia sembunyikan.

 

.

 

.

 

“Terima kasih sudah mengantarku, Oppa. Kuharap ini terakhir ka—mmmphh!” ucapan Hyemi terpotong karena Kyuhyun langsung membungkam bibir gadis itu dengan bibirnya. Beruntung Hyemi tidak hanyut dalam ciuman Kyuhyun dan berhasil melepas paksa tautan bibir mereka. “Berhenti menciumku seenaknya! Aku bukan keka—mmmmpphhh!!”

 

Kyuhyun kembali menyatukan bibir mereka, melumat bibir gadis itu dengan sedikit kasar dan sarat akan kekesalan. Kali ini Kyuhyun menyudahi ciumannya sedetik sebelum Hyemi menunjukkan penolakannya. Kyuhyun menatap bibir Hyemi yang nyaris bersentuhan dengan bibirnya, “Bibirmu sangat manis, tapi kenapa kata-kata yang keluar dari bibirmu selalu menyakiti hatiku?”

 

“Memang itu faktanya, aku bukan lagi kekasihmu dan kau tidak berhak menciumku seenaknya!” Hyemi berbicara dengan cepat sebelum keluar dari mobil Kyuhyun, menghindari gapaian tangan pria itu yang ingin kembali menahan tengkuknya.

 

Tidak berhenti sampai disitu, Kyuhyun berdecak kesal menatap punggung Hyemi dan segera meraih ponselnya untuk mengirim sebuah pesan.

 

[To: My Girl]

 

Aku tidak akan melepaskanmu nanti sore.

 

Kyuhyun terkekeh pelan karena tak mendapat balasan pesan apapun dari Hyemi, lalu ia segera melajukan mobilnya menuju apartementnya. Berniat mengganti baju sebelum berangkat kerja.

 

Sesampainya di kantor, Kyuhyun langsung memasuki lift dan menuju lantai tujuh. Kyuhyun memasuki salah satu ruangan di lantai itu dan langsung merebahkan tubuhnya di sebuah sofa single. Matanya terpejam mengabaikan tatapan seseorang yang berada di belakang meja kerjanya. Kyuhyun tahu, orang yang menjabat sebagai Manajer Perencanaan itu pasti tidak suka dengan kelakuannya ini.

 

“Apa lagi kali ini?” tanya Manajer Perencanaan itu yang tak lain adalah Hyera, wanita itu memutuskan untuk menghampiri Kyuhyun dan duduk di sofa yang lain. “Hyemi mengusirmu la—“

 

“HYUNG!”

 

Kyuhyun dan Hyera terlonjak kaget mendengar seruan itu, matanya sama-sama menatap kearah seorang pria yang baru datang dan masih berdiri di ambang pintu. Pria itu adalah Kim Jongin. Salah satu orang kepercayaan Kyuhyun yang sebulan lalu dikirim ke negara Indonesia untuk mengurus cabang perusahaan disana.

 

“Jongin-ah, kau sudah kembali? Kupikir kau masih di Indonesia sampai lusa?” tanya Hyera mewakili kebingungan Kyuhyun.

 

“Tidak, Noona. Aku memutuskan untuk pulang dan langsung datang kesini.” Lalu Jongin mengambil posisi duduk di samping Hyera, “Ada kabar baik.”

 

Kyuhyun berdecak dengan jelasnya, “Kau berhasil menjalin hubungan serius dengan wanita Indonesia huh? Hanya itu kabar baiknya bukan? Kau sama sekali tidak berubah.”

 

“Bukan, Hyung! Ini tentang cabang Skyzone yang kau suruh untuk diawasi itu. Cabang itu mengalami kemajuan pesat setelah aku melakukan perbaikan seperti yang kau perintahkan. Woah jinjja.. bahkan sebenarnya ini kurang dari sebulan, kau benar-benar hebat, Hyung!” kagum Jongin sambil mengacungkan kedua ibu jarinya untuk Kyuhyun.

 

Kyuhyun tidak terkejut dengan kabar baik ini, toh ini bukan kali pertama ia mengurus cabang perusahaan sebaik ini. Namun Kyuhyun tetap merasa senang dan bangga. Ia berdehem pelan sambil menampakkan senyumannya yang terkesan angkuh.

 

“Itu sudah biasa, Jongin-ah.” Ujar Hyera yang hanya dibalas cengiran oleh Jongin, “Lalu? Apa lagi? Kau datang hanya untuk mengatakan hal itu? Kau tidak membawa oleh-oleh untuk kami eoh?”

 

“Aku bawa, aku bawa!” Jongin mengeluarkan dua buah kotak kecil berbentuk persegi panjang dan memberikannya pada Kyuhyun dan Hyera.

 

“Apa ini?” tanya Kyuhyun sambil membuka kotak berwarna kuning di tangannya itu, Hyera pun melakukan hal yang sama.

 

“Itu namanya Tolak Angin, produk asli Indonesia. Itu semacam obat herbal..”

 

“Aku dan Hyera tidak sedang sakit, bodoh.” Sergah Kyuhyun cepat.

 

“Hyung, tapi Tolak Angin ini juga bagus untuk menjaga stamina tubuh. Ini bagus untuk kalian yang sering kerja lembur dan kelelahan. Aku juga meminumnya saat masih bertugas di Indonesia.” Lalu Jongin membuka se-sachet Tolak Angin dan menyodorkannya pada Kyuhyun, “Minumlah, Hyung.”

 

Glek!
Tidak, Kyuhyun tidak meminum Tolak Angin itu atas kemauannya sendiri. Jongin memaksa Kyuhyun meminum obat herbal itu, memaksa Kyuhyun menelan cairan yang terasa sangat aneh baginya. Sial. Kyuhyun dikerjai oleh bocah ingusan di hadapannya itu.

 

Sedangkan Hyera sendiri hanya mengernyitkan keningnya, merasa bingung sekaligus kasihan melihat ekspresi Kyuhyun saat ini.

 

“Hei Kim Jongin!” kesal Kyuhyun setelah dengan terpaksa menelan habis satu sachet Tolak Angin, lalu menyerahkan sekotak Tolak Angin miliknya pada Hyera. “Untukmu saja, Hyera-ya. Untukmu semuanya.”

 

Lalu Kyuhyun bangkit dari duduknya, meminum segelas air putih yang ada di meja kerja Hyera dan bergegas pergi. Namun langkahnya tertahan karena suara Hyera.

 

“Kyuhyun-ah, kau mau kemana eoh? Bawa Tolak Angin ini bersamamu, ini terlalu banyak untukku.” Ujar Hyera sambil menyodorkan kembali sekotak Tolak Angin yang Kyuhyun berikan padanya.

 

Kyuhyun menggeleng cepat, “Untukmu saja. Aku mau pergi membeli hadiah dulu untuk Hyemi, dia harus tahu kekasihnya yang tampan ini berhasil mempertahankan cabang perusahaannya.”

 

“Tapi aku yang mengerjakannya, Hyung! Belikan juga hadiah untukku!” protes Jongin, entah Kyuhyun mendengarnya atau tidak karena CEO itu sudah berjalan meninggalkan ruangan.

 

-o0o-

 

“Dimana Hyemi? Apa dia belum pulang?”tanya Kyuhyun setelah memasuki rumah Changmin dan menemukan pria itu di ruang tamu. Kyuhyun meletakan bungkusan yang dibawanya ke pangkuan Changmin sebelum duduk di samping pria itu, “Ini sudah hampir jam 9 malam, dimana adikmu?”

 

“Ck kau terlalu perduli pada Hyemi.. dia hanya mantan kekasihmu, bung.” Balas Changmin yang sibuk mengeluarkan kotak pizza berukuran besar yang Kyuhyun berikan tadi.

 

“Hei kenapa kau tidak pernah mendukung hubunganku dengan Hyemi huh? Kau tidak mau punya adik ipar setampan dan semapan diriku?” Kyuhyun ikut melahap sepotong pizza.

 

“Percuma aku dukung, Kyuhyun-ah. Adikku sudah tidak menyukaimu. Kenapa kau tidak pernah mau menerima takdir huh?”

 

“Apa maksudmu? Hyemi hanya sedang bosan padaku, bukannya tidak menyukai aku lagi. Jaga bicaramu huh?”

 

“Kalau hanya bosan mana mungkin dia sampai memutuskan hubungan kalian? Pasti dia benar-benar tidak mempunyai perasaan apapun lagi padamu. Sadarlah huh?”

 

“HEI!!” bentak Kyuhyun dengan mulut yang penuh pizza. Oh bahkan pipinya semakin terlihat chubby saat ini. Menggemaskan sekali.

 

Changmin menolehkan kepalanya ke samping dan membalas tatapan kesal Kyuhyun, “Hyemi-sudah-tidak-menyukai-dirimu. Aku-lebih-mengenalnya-daripada-dirimu.” Changmin mengatakan hal itu sambil menekan-nekan sebelah pipi Kyuhyun dengan jari telunjuknya, membuat Kyuhyun menyambar potongan pizza di tangan Changmin dan langsung memakannya.

 

Changmin tertawa puas karena berhasil menyulut emosi Kyuhyun. Tangannya berniat mengambil sepotong pizza lagi, namun Kyuhyun sudah lebih dulu menyambar kotak pizza itu dan membawanya menuju dapur. Kyuhyun duduk di meja makan dan melanjutkan memakan pizza itu sendirian. Changmin mengalah? Tidak sama sekali. Justru Changmin langsung menyusul Kyuhyun ke dapur dan mengambil alih kotak pizza itu.

 

“Kembalikan! Itu milikku!” kesal Kyuhyun yang terlihat seperti bocah 5 tahun, bahkan pria itu sampai bangkit dari duduknya. Menatap tajam pada Changmin yang perlahan berjalan mundur menjauhinya.

 

“Kau memberikannya padaku tadi! Jadi, ini milikku!” balas Changmin sambil memakan sepotong pizza, tak kalah kekanakannya seperti Kyuhyun.

 

Kyuhyun segera melirik sekitar, dan matanya langsung tertuju pada sebotol air minum di dekatnya. Lalu tanpa menunggu lagi Kyuhyun langsung mendekati Changmin dan menyiramnya dengan air itu. Membuat Changmin terkejut dengan tubuh atasnya yang basah. Kyuhyun menggunakan kesempatan itu untuk merebut kembali kotak pizza itu dari tangan Changmin, membawanya kembali ke meja makan.

 

Tawa jahat Kyuhyun pecah saat ekor matanya melihat Changmin berjalan pergi. Entah kemana. Mungkin pria itu menyerah dan ingin segera mengganti baju, pikir Kyuhyun.

 

Byuuurr!!
“Bocah sialan!!” geram Kyuhyun saat Changmin tiba-tiba mengguyurnya dengan se-ember air, membuat seluruh tubuhnya basah kuyup dalam hitungan detik. Kyuhyun menatap miris pada dua potong pizza yang masih tersisa, pizza itu juga ikut basah dan jadi tidak layak lagi untuk dimakan bagi Kyuhyun.

 

“Rasakan kau! Jangan harap aku akan meminjamkan bajuku sebelum kau membersihkan semua kekacauan ini!” ujar Changmin sebelum berlarian pergi menuju kamarnya, tak lupa pria itu juga mengunci pintunya hingga membuat Kyuhyun semakin kesal.

 

“Hei!! Kau yang melakukannya, kenapa harus aku yang membersihkannya?!” teriak Kyuhyun sebelum mengusap kasar wajahnya yang basah.

 

Ya, seperti inilah tingkah Kyuhyun dan Changmin bila sedang bersama. Selalu saja ada hal yang membuat mereka jadi bertengkar seperti anak kecil. Dan aksi ‘saling mengguyur’ ini tidak seberapa, mereka pernah bertengkar sampai tulang lengan Changmin retak waktu itu.

 

Namun meskipun begitu, Kyuhyun dan Changmin hanya menganggap semua pertengkaran mereka ini sebuah candaan. Mereka merasa seperti kembali ke masa kuliah tiap kali mereka bertengkar.

 

-o0o-

 

Tepat pukul 9 malam, Hyemi sampai di rumahnya dengan diantar oleh Donghae. Mereka memang menghabiskan waktu bersama setelah pulang kerja tadi. Dan entah siapa yang memulai duluan, kini kedua manusia itu memasuki pintu utama rumah Hyemi dengan bibir yang saling bertautan. Tangannya memeluk satu sama lain dengan gairah yang sudah terbakar. Entahlah. Mungkin ini efek alkohol yang mereka minum tadi.

 

Donghae menghimpit tubuh Hyemi pada tembok di belakang gadis itu, memiringkan kepalanya untuk memperdalam ciuman panas mereka. Hyemi sendiri membalas perlakuan Donghae dengan senang hati. Hyemi melingkarkan tangannya di leher Donghae dan sesekali meremas rambut pria itu. Dan mereka tidak sadar ada sepasang mata yang melihat itu semua, melihat kelakuan dua manusia itu dari awal sampai detik ini.

 

Ya, orang itu adalah Cho Kyuhyun.

 

Kyuhyun yang tengah mengepel lantai dapur merasa sangat terkejut saat mendengar pintu terbuka dan menampakkan dua anak manusia itu tengah bercumbu mesra. Oh Kyuhyun juga merasa sangat sakit saat melihat jelas wajah Hyemi yang terlihat menikmati sentuhan pria itu. Benar-benar rumah sialan, rutuk Kyuhyun. Sial sekali karena rumah ini nyaris tak bersekat hingga antar ruangan bisa terlihat jelas.

 

Kyuhyun marah, sakit hati, dan kecewa. Rahangnya mengeras dan kedua tangannya terkepal kuat. Gagang pel yang sebelumnya Kyuhyun pegang kini sudah jatuh dan tergeletak di lantai hingga menimbulkan suara. Membuat Hyemi dan Donghae langsung menghentikan kegiatan panas mereka dan memandang kearah Kyuhyun.

 

Hyemi terkejut? Sangat. Hyemi tidak menyangka Kyuhyun akan datang ke rumahnya malam ini. Dan kadar terkejutnya semakin bertambah saat melihat Changmin keluar dari kamarnya. Hal ini.. juga tidak diduga olehnya. Seingatnya tadi sore sang kakak bilang akan menginap lagi di rumah Hyera.

 

Hyemi dan Donghae langsung merapikan penampilan mereka yang sedikit berantakan, menatap kearah Kyuhyun dan Changmin secara bergantian dengan gelagat yang kikuk.

 

“A-annyeonghaseyo..” sapa Donghae sedikit tergagap, pria itu membungkukkan badannya pada Kyuhyun dan Changmin.

 

Changmin membalas sapaan Donghae dengan senyuman ramahnya, berbeda dengan Kyuhyun yang masih tetap berdiam diri dan memberikan tatapan membunuhnya pada Hyemi. Sedangkan yang ditatap terlihat sangat takut. Tidak, bukannya Hyemi takut pada Kyuhyun, tapi takut pendekatannya dengan Donghae jadi berantakan karena ada Kyuhyun disini. Bertemu langsung dengan Donghae. Astaga. Firasatnya berkata ini bukan pertanda baik.

 

“Si—“

 

“Siapa dia?” Kyuhyun menyela ucapan Changmin dan bertanya lebih dulu, nada bicaranya terdengar sangat dingin dan tidak suka.

 

“Dia, Lee Donghae.” Jawab Hyemi, lalu pandangannya beralih pada Donghae. “Donghae Oppa, kenalkan, ini Oppaku. Namanya Shim Changmin.” Hyemi memperkenalkan Changmin pada Donghae.

 

Kyuhyun tersenyum miris dalam hati saat Hyemi memanggil Donghae dengan embel-embel ‘Oppa’. Cih..

 

“Lalu.. siapa dia? Bukankah kau bilang kau hanya tinggal bersama Oppamu disini?” tanya Donghae sambil menatap kearah Kyuhyun.

 

Deg!

 

Entahlah, seketika Kyuhyun merasa tegang dan gugup menanti jawaban Hyemi. Kyuhyun menatap lekat manik mata Hyemi yang juga sedang menatapnya, ia mencoba menebak lebih dulu jawaban apa yang akan gadis itu katakan nanti. Tapi Kyuhyun gagal. Kyuhyun tidak bisa menemukan jawaban apapun, membuat perasaan was-was langsung menghantui hatinya. Tidak. Sebenarnya apa yang akan Hyemi katakan? Apa Hyemi akan memperkenalkan Kyuhyun sebagai kekasihnya? Mantan kekasihnya? Atau apa? Kyuhyun merasa sangat tidak sabar sekaligus penasaran.

 

Changmin pun demikian. Bagaimana pun ia merasa penasaran dengan jawaban adiknya, setelah semua yang terjadi… Hyemi akan memperkenalkan Kyuhyun pada pria lain sebagai apa?

 

“Dia siapa, Hyemi-ssi?” Donghae mengulang pertanyaannya.

 

“Namanya Cho Kyuhyun,” jawab Hyemi tanpa melepas kontak matanya dengan Kyuhyun, “Dia…..”

 

To be continue…

 

Hayooo.. Hyemi bakal sebut Kyuhyun sebagai apa?

Ditunggu koment kalian yang sangat berharga~

74 thoughts on “Because of Love Part 1

  1. Dia pembantuku, karena kyuhyun pada saat itu lagi ngepel lantai wkwkwk
    Ff ini ada iklannya juga ya ternyata, iklan tolak angin hahaha
    Parah bgt kyuhyun sama changmin bercanda sampe segitunya hahahaha

    Suka

  2. Dia…. Babuku. Tuh lihat lagi ngepel kan. Wkwkwk..
    Lihat kyuhyun begitu gigih dan mesum untuk baikan dengan hyemi jadi baper deh. Sedangkan ceweknya malah udah ma gandengan baru. Ma aku ajaah kyu??? Gak nolak aku..

    Suka

  3. Sedih sama kyunya disini.. Dan ga suka banget sama si hyeminya… Hyemi bener bener yaaa, awas nanti nyesel kalo sampe kyu nanti udah ga peduliin hyemi atau lebih tepatnya mencoba untuk tidak peduli lagi.

    Nexxtt kak semangatt

    Suka

  4. minal aidzin walfaidzin onnie onnie author yang cantik2 , mhon maaf lahir batin ,,,

    semoga fnf tambah rame tmbah kreatif ,dn sukses slalu ,aminnnn

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s