Just Because Part 5


 

Author             : KeyNana

Tittle               : Just Because …

Category         : NC17, Romance, Drama, Chapter

Cast                 :

  • Kim Ki Bum a.k.a Key
  • Choi Na Ri
  • Park Jin Young

Other Cast :

  • Other Shinee Member
  • Kim Tae Hyung
  • Park Ji Min

Happy Reading ..
I hope you like this …:)

 

Semua memandang wajah Key yang menatap lurus kedepan. Mereka tak percaya apa yang dikatakan Key sebelumnya yang mengatakan bahwa dirinya ingin menikahi kekasihnya, Choi Na Ri.

“Key” Onew memanggilnya tanpa rasa percaya.

“Aku serius Hyung, aku ingin menikah dengannya” Key menjawabnya dengan tegas seraya menatap Onew

“Apa kau sudah gila?” Minho menatapnya tajam

Eoh aku akan gila jika aku tidak menikahinya.” Jawab Key membuat suasana asrama malam ini menjadi semakin tegang.

“Berita itu masih membuat Shawol marah dan sekarang apa yang kau katakan, Kau ingin Choi Na Ri kembali diserang?” Onew sang leader semakin meninggikan suaranya.

“Karena itu aku ingin menikah dengannya, aku akan menjaganya dari semua orang. aku takkan membiarkan mereka menyentuh Na Ri.” Jawab Key

Onew hanya membuang nafas beratnya. “Kau …”

“Kalian masih terlalu muda untuk menikah, pikirkan baik-baik Ki Bum-ah” Ucap Jonghyun dengan halus

“Jika kau menikahinya tahun ini apa yang akan terjadi dengan kalian terutama kau, Kim Ki Bum. Shawol akan membencimu dan akan lebih membenci Choi Na Ri bukan hanya kalian yang terkena imbasnya tetapi kami, Shinee. Kau tak memikirkan kita, SM huh?” Tanya Minho yang membuat Key terdiam

“Minho Hyung benar Hyung, kau seorang idola yang dikenal banyak orang. Jika kau tak pedulikan bagaimana karir kita setelah kau menikah, aku tidak apa-apa. Tetapi bagaimana dengan Choi Na Ri, cobalah pikirkan dia.” Ucap Taemin

“Usianya masih sangat muda untuk menikah bahkan dia belum lulus setidaknya biarkan dia lulus menjadi seorang Dokter yang dia inginkan” Lanjutnya

“Apa yang dikatakan Taemin benar, pikirkan juga masa depan Choi Na Ri. Jika kau menikahinya setelah skandal itu apa yang akan terjadi padanya.” Tambah Minho

“Ini alasan mengapa idola tidak boleh berkencan” Ucap Onew

“Jika kau tidak bisa mengendalikan kecemburuanmu lebih baik kau jangan menjalin hubungan” Ucap Jonghyun

“Pikirkan baik-baik keinginanmu itu. Baik demi hubunganmu dengan Nari ataupun Shinee” Ucap Onew lalu pergi meninggalkan ruang tamu dan masuk kedalam kamar

“Aku tahu ini juga sulit untukmu tetapi saat ini aku yakin kau hanya takut kehilangan dia. Meskipun itu benar kau tidak seharusnya memutuskan untuk menikahinya, eoh” Ucap Minho

“Aku tidak ingin kau kesulitan karena keputusanmu dan aku yakin Choi Na Ri juga tak menyetujuinya. Aku tahu dia juga ingin menikah denganmu tetapi aku yakin dia lebih memikirkanmu dengan Shawol” Lanjutnya

“Skandal Choi Na Ri dengan pria itu sudah membaik jangan kau tambah dengan keputusanmu ini, aku mohon.” Ucap Jonghyun lalu pergi menyusul Onew meninggalkan ruang tamu

“Sekarang ayo kita tidur besok kita harus bekerja lebih keras lagi.” Ajak Minho tetapi Key hanya diam membeku

“Biarkan dia sendiri Hyung” Pinta Taemin yang disetujui oleh Minho dengan anggukan pelannya lalu pergi meninggalkan Key yang tetap terdiam ditempatnya.

Berita yang menyebabkan skandal diantara mereka tak membuat keduanya saling menjauh satu sama lain melainkan sebaliknya, mereka terlihat nyaman satu sama lain mungkin karena mereka saling membutuhkan. Park Jin Young yang menyukainya takkan menghindarinya sedangkan Choi Na Ri yang selalu mengandalkan Park Jin Young membuatnya selalu merasa nyaman berada didekatnya.

Tak memperdulikan gosip itu lagi, mereka berjalan bersama menuju kelas.

“Park Jin Young, bagaimana bisa kau mengetahui jika Eun Ha yang melakukannya?” Choi Na Ri menoleh kearahnya

“Jimin pernah melihat Eun Ha di apartemen”

“Benarkah?” Choi Na Ri memekik terkejut.“Ini semua karena dia menyukaimu”

“Bagaimana hubunganmu dengan Key, apakah berjalan baik?” Park Jin Young meliriknya

“Tentu, aku tidak menyangka bahwa kemarin dia datang menjemputku itu membuatku senang” Choi Na Ri yang bahagia namun menyesakan untuk Park Jin Young

“Wanita memang menyusahkan.” Gumam Park Jin Young pelan namun masih bisa didengar “Apa kau bilang?” Park Jin Young menghiraukanya lalu masuk kedalam kelas begitu saja.

“Hei Park Jin Young” Choi Na Ri mengikutinya dari belakang.

Semua personil Shinee sudah berada di meja makan kecuali Key, dia masih belum keluar dari kamarnya membuat yang lain harus menunggunya. Mereka menunggu antara menahan lapar dan juga cemas, mengingat apa yang mereka bicarakan semalam dengan Key. Namun, tak lama kemudian Key datang dengan langkahnya yang masih terlihat lesu bahkan wajahnya masih setengah sadar.

“Apa kau sudah membasuh wajahmu?” Onew mencoba untuk bersikap tidak terjadi apa-apa.

Eoh” Key duduk dimeja makannya

“Apa kau sakit?” Tanya Minho seraya menyentuh dahi Key khawatir namun dengan segera Key menyingkirkan tangan Minho dengan berkata “Yak.. aku bukan anak kecil”

“Key Hyung sudah berada disini jadi bisakah kita makan sekarang, aku sudah sangat lapar” Taemin tak bisa lagi menahan rasa laparnya.

“Maafkan aku sudah membuatmu lapar uri maknae.” Key tersenyum kembali seperti biasanya.

“Melihat kau tersenyum lagi itu artinya kau baik-baik saja.”Jonghyun kembali membuat Key terdiam.

“Selamat makan.” Taemin yang langsung menyuap sarapannya sementara yang lain hanya tersenyum dan juga memakan sarapan mereka.

Setelah selesai menyantap sarapan mereka masing-masing, seperti biasanya mereka mengumpulkan piring kotor untuk dicuci. “Biar aku yang mencucinya.” Ucap Key yang langsung berdiri dan merebut piring kotor yang hendak dikumpulkan oleh Onew sementara dia hanya diam saja dan membiarkan Key melakukannya.

Namun tiba-tiba Key menghentikan aktifitasnya membuat semua terdiam “Aku ingin mengatakan sesuatu pada kalian.” Key menatap satu persatu mereka yang sudah seperti keluarganya, sementara mereka hanya diam menunggu kalimat selanjutnya dari Key yang semalam sudah mengejutkan mereka.

“Semalam aku pasti sudah membuat kalian terkejut, aku minta maaf soal itu. Aku sungguh minta maaf, aku selalu menyulitkan kalian. Aku tidak tahu jika hubunganku bisa menyulitkan kalian semua, maafkan aku karena sudah egois, maafkan aku.” Key menundukkan kepalanya, semua tahu jika Key menangis. Dia terisak, rahangnya terlihat menahan isakannya.

Yaa… jangan menangis. Kau membuatku ingin menangis.” Minho yang selalu perhatian kepadanya langsung merangkulnya

“Sudahlah, kau tak perlu minta maaf dan berhenti menyalahkan dirimu sendiri” Ucap Onew

“Benar kata Onew hyung, kau tak perlu menyalahkan dirimu sendiri. Semalam kau hanya sedang bingung dan tak tahu apa yang harus kau lakukan” Jonghyun menambahkannya. “Tapi untuk selanjutnya, kau harus memikirkan lagi jika ingin memutuskan sesuatu. Memang, kau akan menikah, kita semua akan menikah tetapi bukan tahun ini, bukan bulan ini. Akan ada saat itu, menunggulah”

“Benar hyung, jika kau menikah tahun ini maka aku yang akan paling sedih. Tak ada yang membelaku lagi.” Taemin yang terdengar polos membuat semua tersenyum renyah

“Benar, kau tidak bisa menikah muda bahkan kau tidak bisa menikah sebelum Onew Hyung menikah, mengerti.” Minho menyetujuinya

“Benar, aku yang paling tua disini kau harus menungguku terlebih dahulu” Lanjut Onew membuat Key tersenyum renyah.

“Untuk kecemburuanmu itu hanya bisa diselesaikan dengan satu cara.” Ucap Taemin

“Bagaimana?” Tanya Jonghyun penasaran begitu pula dengan yang lain, termasuk Key.

“Kau harus berhasil tidur dengannya.” Taemin sang maknae mengatakan hal yang membuat semua langsung menghela nafas karena setengah tak percaya jika sang maknae bisa mengatakan hal itu. “Aku benar, jika kau berhasil tidur dengannya maka dia tidak akan membiarkanmu pergi karena apa karena Choi Na Ri takut jika dia hamil. Percayalah.”

“Kau hanya akan merusak hubunganku dengannya. Dia bisa membunuhku” Key menolak saran Taemin. Choi Na Ri tidak akan mau melakukannya meskipun Key seorang idola.

Aisshh.. kau tidak bisa menaklukkannya, kau hanya perlu belajar untuk meluluhkan wanita di ranjang. Pertama kau harus membuat suasana romantis membuat dia menginginkanmu untuk tetap disampingmu setelah itu kau hanya langsung menciumnya menunggu dia terbuai setelah itu lakukan apa yang kau mau, aku yakin dia pasti akan lemas dan tidak akan menolakmu” dengan detail Taemin memberi saran yang membuat semua bergidik ketika mendengarnya.

Yak.. Lee Taemin. Apa kau pernah melakukannya?” Tanya Minho curiga

Ahh… tidak.”

“Lalu mengapa kau bisa mengetahui taktik menjijikan itu?” Tanya Minho

“Aku menonton film” Jawab Taemin santai

Yak Lee Taemin, kau!” Onew tak percaya atas pengakuan dari Taemin

“Singkirkan DVD yang kau punya sekarang, Lee Taemin!” Pinta Onew terlihat begitu marah

Hyung, aku sudah dewasa aku juga perlu pengetahuan tentang hal itu. Biologi.” Ucap Taemin

“Apa?”

“Terserah, aku harus segera mandi karena sebentar lagi aku harus syuting.” Ucap Taemin yang langsung pergi meninggalkan mereka yang masih tak percaya jika Lee Taemin, maknae yang selalu mereka anggap polos ternyata sering melihat film-film seperti itu.

Wah aku tidak menyangka jika dia melihatnya. Benarkah dia Lee Taemin?” Minho masih tak mempercayai apa yang dikatakan Taemin.

“Terserah itu tetapi saran dari Taemin boleh juga.” Meski tadi dia menolaknya tetapi ternyata mulai memikirkannya. Melihat bagaimana reaksi dari lainnya Key yang langsung pergi membawa piring-piring kotor itu kedapur untuk segera mencucinya

Yak… Kim Ki Bum jangan kau praktekkan.” Ucap Onew yang dihiraukan Key “Jika kau melakukannya, akan kubunuh kau!” Teriak Onew yang tak dianggap lagi oleh Key.

Sepulang kuliah Park Jin Young mengantar Choi Na Ri ke Supermarket untuk membeli beberapa barang yang dibutuhkannya. Choi Na Ri tidak meminta Park Jin Young untuk mengantarnya, dia hanya mengatakan bahwa dia harus pergi ke Supermarket terlebih dahulu dan Park Jin Young mengikutinya.

Choi Na Ri terlihat begitu nyaman bersama Park Jin Young disisinya. Tanpa ragu-ragu atau merasa canggung lagi dia terus berjalan mencari barang yang dia cari tanpa merasa khwatir pada Park Jin Young yang tetap mengikutinya dari belakang.

Ahh.. yang ini terlihat lebih segar.” Ucap Park Jin Young yang memilihkan buah Apel ketika Choi Na Ri memilihnya

“Benarkah?” Choi Na Ri kembali menyimpan apel yang ia ambil dan mengambil apel yang dipilihkan oleh Park Jin Young dan melihatnya “Bagaimana kau tahu jika apel ini segar?”

“Lihat, apel ini terlihat lebih mengkilat dibanding yang kau pilih tadi.” Park Jin Young menjelaskan spontan membuat Chio Na Ri langsung mengambil kembali apel yang tadi ia pilih bermaksud untuk membandingkan dengan apel tersebut “Coba tekan apel itu secara perlahan. Apel ini lebih keras dibanding yang ini.” Choi Na Ri melakukan sesuai perintah Park Jin Young.

Wahh.. kau benar. Yakk.. Park Jin Young mengapa kau hebat dalam segala hal, eoh?” Pertanyaan konyol itu keluar dari mulut Choi Na Ri membuat Park Jin Young hanya tersenyum.

“Bisakah kau pilihkan untukku?”

“Tentu saja”

Setelah mereka selesai belanja apel mereka akan pergi ke Kasir untuk membayar semua barang yang akan dibeli Choi Na Ri. “Aku tunggu diluar.” Bisik Park Jin Young pada Choi Na Ri ketika mereka sudah berada di kasir pembayaran. “eoh” Choi Na Ri menganggukkan kepalanya.

“Kau memiliki kekasih yang tampan” Ujar pelayan kasir tiba-tiba ketika melihat Park Jin Young membuat Choi Na Ri terkejut. “Ahh… dia hanya teman”

“Sayang sekali, sepertinya dia sangat peduli padamu” Choi Na Ri hanya tersenyum kecil seraya melihat keluar kearah Park Jin Young yang menunggunya.

Setelah selesai belanja Choi Na Ri keluar dengan sekantong plastik ditangan kanannya. Park Jin Young yang menyadari kedatangan Choi Na Ri, dia langsung merebut kantong plastik belanja Choi Na Ri. “Biar aku yang bawa”

“Tidak perlu, aku bisa membawanya sendiiri.” Choi Na Ri menolak bantuan Park Jin Young.

“Tidak apa-apa. Apa kau mau membuatku merasa buruk, bagaimana yang dipikirkan orang-orang tentangku nanti ketika berjalan dengankmu?” Tanya Park Jin Young dengan alasannya membuat Choi Na Ri hanya terdiam. “Terimakasih.”

Ahh.. kau makan? Sedari tadi aku tidak lihat kau makan, istirahat tadi kita pakai untuk mengerjakan tugas.” Park Jin Young yang perhatian ini membuat Choi Na Ri sedikit terkejut.

“Aku makan dirumah saja, aku sudah membeli sayuran aku akan memasaknya”

“Memasak terlalu lama, ayo kita cari makan.” Park Jin Young tetap mengajak Choi Na Ri untuk makan diluar bersamanya “Disana ada kedai, ayo kita makan disana.” Park Jin Young begitu bersemangat untuk mengajak Choi Na Ri makan sementara Choi Na Ri hanya menganggukkan kepalanya namun dalam pikirannya ia mengingat perkataan pelayan didalam tadi ketika dia mengatakan bahwa Park Jin Young sangat peduli padanya.

Perlakuan Park Jin Young yang bahkan mengetahui dirinya belum makan apapun membuatnya berfikir bahwa pelayan itu benar jika Park Jin Young sangat peduli padanya. Dengan perlahan dia berjalan mengikuti langkah kaki Park Jin Young.

Hyung, Nuna.” Panggil Park Ji Min yang tiba-tiba datang bersama seorang pria yang tampan dan lebih tinggi darinya.

Eoh, halo Park Ji Min” Choi Na Ri menyapanya

“Halo Nuna” Park Ji Min tersenyum lebarnya.

“Kau baru pulang?” Tanya Park Jin Young

“Kau bisa melihatnya.” Sepertinya Park Ji Min mulai seperti kakaknya, menjadi dingin.

“Kalian mau pergikah?” Tanya Park Ji Min kembali

Ahh… benar, kita mau makan. Kalian pasti belum makan, ikutlah dengan kami.” Ajak Choi Na Ri yang langsung dilarang Park Jin Young “Tidak perlu mengajaknya, dia akan berisik.” Larangan Park Jin Young tentu membuat Park Ji Min kesal terlihat dari raut wajahnya

“Kenapa, justru akan lebih ramai. Ayo kita pergi” Choi Na Ri tetap mengajak Park Ji Min dan juga temannya membuat Park Jin Young hanya mendengus kesal, Park Ji Min yang mengetahuinyapun hanya menjulurkan lidahnya pada kakak lelakinya ini.

Setelah sampai di kedai yang dimaksud Park Jin Young, mereka langsung memesan beberapa masakan disini. Tak ada perbincangan diantara mereka, Choi Na Ri yang sibuk melihat disekelilingnya, Park Jin Young yang terlihat kesal karena Choi Na Ri mengajak adiknya dan juga temannya untuk bergabung dengan mereka sementara Park Ji Min selalu sibuk dengan temannya.

Perkataan kasir disupermaket tadi dan perlakuan Park Jin Young yang semakin perhatian dengannya benar-benar mengganggunya, apakah mungkin dia mulai merasakan jika Park Jin Young menyukainya? Mungkin karena inilah dia mengajak Park Ji Min untuk bergabung dengan mereka.

“Jimin, kemana kau akan pergi bersama temanmu itu?” Tanya Park Jin Young tiba-tiba

“Ke apartemen” Jawab Park Ji Min

“Apa? Yak… kau pikir itu apartemen milikmu?”

“Aku hanya mengganti pakaianku”

“Kau mau pergi kemana?” Park Jin Young yang selalu bersikap keras padanya tak henti bertanya kepada adiknya. Jika dilihat dia memang seorang kakak lelaki yang selalu ingin tahu kemana adiknya pergi.

“Nanti malam ada pertandingan futsal”

“Kalian sudah kelas akhir dan masih akan bermain futsal. Pergilah belajar!” Park Jin Young dengan tegas mengatakannya membuat teman Park Ji Min tertunduk seketika. Suasana ini membuat Choi Na Ri tidak nyaman.

Yak… sudahlah jangan kau marahi mereka.” Choi Na Ri mulai berbicara “Memang benar kelas akhir tidak bisa dibuat main-main tetapi biarkan mereka sesekali melakukan hobi mereka itu bisa dijadikan hiburan untuk penghilang stress” Lanjutnya membuat Park Jin Young tertawa kecil seraya berkata “Bocah ini hanya mengaggap sekolah ada hobinya dan hobinya dia jadikan sebagai tugas utamanya.”

Choi Na Ri tak bisa mengatakan apapun lagi karena hanya Park Jin Younglah yang mengetahui bagaimana adiknya. Tak berselang lama makanan yang mereka pesan datang. “Cepat makan lalu kita pulang, tak ada futsal atau apapun itu. Kau harus belajar.” Park Jin Young benar-benar pria yang tegas.

Ahh hyung.” Rengek Park Ji Min kembali

“Sudahlah, jangan membuat mereka tidak nyaman.” Ucap Choi Na Ri masih kesal. “Makanlah dengan tenang, Park Ji Min.”Choi Na Ri kembali membuat Park Ji Min tersenyum. “Ah.. siapa namamu?” Choi Na Ri bertanya pada teman Park Ji Min

“Kim.. Kim Taehyung” Jawabnya tersenyum. Dia tampan.

“Kim Taehyung, nama yang bagus. Makanlah”

“Berhenti manjakan mereka, manjaanmu hanya akan membuat mereka malas-malasan.” Park Jin Young kembali membuat Choi Na Ri kesal.

Choi Na Ri kembali melihat Kim Tae Hyung yang sangat terlihat tidak nyaman bahkan sampai sekarang dia belum makan apapun. “Kim Tae Hyung, makanlah. Kau tak perlu pikirkan apa yang dikatakan Park Jin Young, dia memang orang yang kasar.” Park Jin Young menatap Choi Na Ri kasar

“Makanlah saja ‘eoh. Kau yang memaksaku untuk datang kesini tetapi kau membuatku tidak nyaman.” Choi Na Ri menghembuskan nafas beratnyalalu menyuapkan sendok nasi penuh kedalam mulutnya.

Sepertinya Choi Na Ri begitu memperhatikan Kim Tae Hyung buktinya kini dia kembali melihat Kim Tae Hyung dia tersenyum melihat pria ini mulai menyendok nasinya. Merasa diperhatikan Kim Tae Hyung menoleh kearah Choi Na Ri lalu tersenyum padanya. Dia benar-benar tampan.

Dddrrtt….Dddrrttt…..
Tiba-tiba saja ponselnya bergetar, Key meneleponnya “Maafkan aku” Choi Na Ri menundukkan kepalanya kepada mereka yang sedang menikmati makannya.

EohOppa” Park Jin Young terdiam mendengar Choi Na Ri menerima panggilan itu dengan sebuta ‘Oppa’ karena sudah pasti itu dari Key.

“Kau dimana, keluarlah?” Pinta Key tanpa basa-basi. Membuatknya melihat disekitar, ‘apa saat ini dia tahu bahwa aku sedang makan bersama Park Jin Young?’ pikirny.

“Aku sedang makan, Kau dimana?”

“Mengapa begitu ramai, apa kau sedang makan diluar?”

Eoh aku makan bersama teman-temanku.”

“Kau makan dimana, akan aku jemput.”

“Ada apa Oppa, kau dimana sekarang?” Choi Na Ri mengernyitkan dahinya.

Didepan apartemenmu, aku ingin mengajakmu pergi.”

“Apa? Ahh baiklah, aku akan pulang sekarang kau tunggu saja disana.” Choi Na Ri langsung mematikan ponselnya dan segera berkemas. “Park Jin Young sepertinya aku harus pulang sekarang, terimakasih atas makanannya”.

Nuna duluan, bye.” Pamitnya pada Park Ji Min dan juga Kim Tae Hyung, Mereka hanya diam sementara Choi Na Ri langsung pergi dari kedai itu dengan belanjaan yang ada ditangannya.

Setelah berjalan cepat selama 25 menit akhirnya dia sampai diapartemen. Mobil Key sudah berada disana, Key langsung keluar dari mobilnya setelah melihat kekasihnya datangdan langsung membukakan pintu mobil untuknya. Choi Na Ri menatapnya “Kita langsung pergi?” hanya anggukan kepala sebagai jawaban Key. “Aku harus menyimpan ini dulu dan biarkan aku mengganti pakaianku terlebih dahulu.”

“Tidak ada waktu, ayo masuk.”Key merebut barang belanja dari tangan Choi Na Ri membuat Choi Na Ri hanya mengikutinya dan masuk kedalam mobilnya. Key membuka mobil belakang dan menyimpan barang belanjaan itu disana lalu dia masuk kedalam mobil dan melepas pedal gas untuk segera melaju.

“Kau tidak akan memberitahuku, kemana kita akan pergi?” Key hanya menggelengkan kepalanya “Kau kenapa, apa ada yang salah?”

“Tidak. Kau akan tahu nanti.” Key kembali membuat Choi Na Ri hanya terdiam.

Pada akhirnya Park Jin Young pulang bersama Park Ji Min dan Kim Tae Hyung yang berada di belakangnya. Raut wajahnya kini terlihat cukup kesal, awalnya dia hanya ingin pergi bersama Choi Na Ri tetapi nyatanya gadis itu meninggalkannya dengan Park Ji Min dan Kim Tae Hyung. Park Jin Young tetap terus berjalan meninggalkan mereka yang senang bercanda dibelakangnya.

“Jimin, nuna yang tadi. Apa aku mengenalnya?” Tanya Kim Tae Hyung

“Choi Na Ri nuna?” “Dia teman dan tetangga Jin Young hyung” Jawab Park Ji Min

“Mereka tinggal di aparemen yang sama?” Kim Tae Hyung terdengar terkejut sementara Park Ji Min hanya menganggukkan kepalanya. “Apakah mereka berkencan?”

“Tidak, mungkin hyung menyukainya tetapi mereka tidak akan berkencan.”

“Kenapa? Apakah Choi Na Ri nuna sudah memiliki kekasih?” Kim Tae Hyung terlihat begitu penasaran pada Choi Na Ri

Eoh dan kau akan terkejut jika tahu siapa kekasihnya” Jawab Park Ji Min membuat Kim Tae Hyung penasaran.

“Siapa?”

“Kau cari saja, kau pasti akan menemukannya”

Yak.. Park Ji Min!” Kesal Kim Tae Hyung.

“Sepertinya hari ini aku tidak bisa pergi, kau tahu sendiri bagaimana dia memperlakukanku tadi” Ucap Park Ji Min seraya menunjuk Park Jin Young dengan dagunya kasar.

Eoh, aku juga tidak akan ikut. Kau pulanglah, aku harus pergi ke halte untuk menunggu bis”

Eoh, aku pergi.” Pamit Park Ji Min yang terus berjalan lurus sementara Kim Tae Hyung bejalan menuju halte untuk menunggu bis untuk pulang.

***

Choi Na Ri terlihat terkejut ketika Key menghentikan mobilnya disebuah Panti Jompo, tempat warga lansia berada disana. Choi Na Ri menatap Key kebingungan, dia bertanya-tanya untuk apa dia mengajak kesini. Bahkan dirinya mengetahui jika tidak ada keluarga Key yang berada disini lalu untuk alasan Key mengajaknya kesini. “Ayo keluar.” Tanpa menjelaskan apapun Key meminta Choi Na Ri keluar setelah melepas sabuk pengamannya, tetapi gadis ini tetap diam menatapnya begitu pula Key yang menatapnya.

“Mengapa kita datang kesini?” Choi Na Ri berharap dirinya mendapatkan penjelasan dari Key sebelum dia benar-benar keluar dari mobil dan masuk kedalam.

“Kita tidak punya banyak waktu, semua sudah menunggu.” Key melepas sabuk pengaman Choi Na Ri.

Semua sudah menunggu? Siapa?’ pertanyaan itu melintas dipikirannya. Tanpa mengetahui apapun Choi Na Ri keluar dari mobil setelah Key membukakan pintu mobil untuknya. Choi Na Ri tetap berdiri kebingungan sebelum Key menggandeng tangannya membawa masuk kedalam.

Choi Na Ri melihat sekitar dengan seksama, entah mengapa dirinya merasa begitu gugup lebih gugup ketika Key membawanya kerumahnya untuk diperkenalkan kepada keluarga Key. Choi Na Ri tetap menggenggam erat tangan kekasihnya membuat Key hanya tersenyum.

Ketika masuk kedalam, didalam begitu ramai karena banyak orang bukan hanya warga lansia tetapi juga anak-anak remaja berada disana. Kedua mata Choi Na Ri terbelalak, langkahnya tiba-tiba mundur bahkan genggaman tangan Key ia lepaskan begitu saja ketika melihat siapa yang ada dihadapannya tanpa ia sadari ia menelan ludahnya sendiri. Key yang berada didekatnya kembali membawanya kesampingnya dan bertanya “Kau kenapa?”

Oppa apa maksudnya ini? Bukankah mereka Shawol, mereka mengenakan kaos Shinee.” Yang membuat Choi Na Ri terkejut dan sampai ketakutan adalah karena Shawol berada disini. Tanpa pengetahuannya bahkan tanpa persetujuannya Key mempertemukan Choi Na Ri dengan penggemarnya. Maksud dari pertemuan ini tak lain karena Key ingin menyelesaikan kesalah pahaman diantara mereka, Key ingin berkencan dengan aman.

“Aku ingin menghabiskan waktu dengan orang-orang yang aku sayangi hari ini.”

“Tapi Oppa, aku … aku tidak seharusnya berada disini. Lebih baik aku pulang.” Choi Na Ri masih merasa ketakutan pada Shawol karena kejadian bulan lalu padanya, ketika dirinya dipermalukan bahkan ditampar.

“Na Ri-ah, kau kenapa?” Key khawatir melihat kegugupan Choi Na Ri bahkan Key bisa merasakan keringat dingin yang keluar dari telapak tangan Choi Na Ri.

“Aku akan pulang, kau disini bersama penggemarmu. Aku… a-ku bisa pulang sendiri.” Ucap Choi Na Ri gugup

“Apa kau takut dengan kami?” Seorang penggemar tiba-tiba mendekat kearah mereka, Key menatap pengemar itu sementara Choi Na Ri memilih menundukkan kepalanya.

Tak ada jawaban dari Choi Na Ri membuat Key kembali menatap gadisnya yang terus menundukkan kepalanya “Kau tak perlu takut, kami bukan monster.”

Ahh.. aku tidak apa-apa.” Choi Na Ri mencoba menatap mereka tanpa rasa gugup namun tetap saja dirinya tidak bisa menatap mereka.

“Ada yang mengatakan bahwa penggemar seperti kami adalah jelmaan dari seorang monster, mereka bisa menyerang apapun yang membuat mereka tidak suka, mereka bisa menyerang orang-orang yang berani menggangu idolanya tetapi kau perlu tahu dari semua penggemar itu tidak semua seperti monster” Ucapnya mencoba membuat Choi Na Ri merasa nyaman

“Kami penggemar Shinee jadi usia kami tidak jauh dengan usia mereka bahkan banyak seumuran denganmu, termasuk aku jadi tak perlu takut karena kami bukan anak-anak yang labil yang bertindak tanpa berfikir.” Lanjutnya membuat Key yang sebagai idola mereka tersenyum.

“Untuk insiden bulan lalu, kami sungguh minta maaf. Kami minta maaf sudah menamparmu meski bukan aku yang melakukannya tetapi aku dan semua Shawol yang berada disini mewakilkan dia untuk minta maaf dengan tulus padamu, Choi Na Ri-ssi.” Dia  membukukkan badannya begitu pula yang lainnya, Choi Na Ri yang merasa tak enakpun ikut membungkukkan badannya.

“Lihat, Shawol bukan penggemar yang menakutkan. Kau tak perlu takut lagi” Key menyakinkan kekasihnya untuk tidak takut lagi kepada penggemarnya.

Choi Na Ri perlahan menatap kearah mereka satu persatu, kali ini dirinya jauh lebih tenang daripada sebelumnya. “Ahh.. maafkan aku jika aku melukai kalian dan berita itu tidak benar sama sekali, aku tidak pernah selingkuh dari Oppa kalian.” Mereka hanya tersenyum.

“Bagaimana bisa dia menyelingkuhiku jika semua pria iri padaku.” Key menyombongkan dirinya namun berhasil membuat semua tertawa.

Nuna, disini ada Nenek yang sedang sakit. Kau bisa mengobatinya, kau seorang Dokter, ‘kan?” Tanya pengemar lainnya

Ah.. aku baru berada disemester awal tetapi aku akan melihatnya.”

“Baiklah, kita berada disini selain untuk bersenang-senang kita akan melakukan amal. Kita harus merawat, menuruti semua keinginan nenek-nenek disini, mengerti?” Key menjelaskannya mereka semua menganggukkan kepalanya termasuk Choi Na Ri.

Key tak bisa mengatakan apapun lagi selain tersenyum lebar karena apa yang dia inginkan sudah terwujud. Memperbaiki hubungan antara Choi Na Ri dengan penggemarnya sudah terselesaikan dengan baik.

***

Setelah mendapatkan telepon dari Ibu yang meminta Park Ji Min untuk segera pulang kerumah, Park Jin Young langsung keluar dari kamar dan menemui adiknya yang selalu sibuk dengan ponselnya. Park Jin Young terlihatbegitu kesal setiap melihat Park Ji Min seperti ini. Dia mengharapkan jika adiknya berhenti bermain dan berfikir bagaimana masa depannya nanti mengingat jika Park Ji Min berada ditingkat akhir.

Karena kekesalannya tanpa berfikir lagi Park Jin Young langsung merebut ponselnya. Park Ji Min  terkejut dengan manatap kasar kearah sang kakak “AhhHyung, apa yang kau lakukan. Kembalikan ponselku.”

“Belajar Park Ji Min! Kau seharusnya belajar sekarang!” Ini bukan pertama kali Park Ji Min mendapat bentakan dari Park Jin Young.

“Nanti, nanti aku akan belajar tapi kembalikan ponselku terlebih dahulu.” Park Ji Min berdiri untuk meminta kembali ponselnya.

“Aku tidak akan memberikannya padamu sebelum aku melihat kau belajar”

Ahh.. hyung.” Rengekan Park Ji Min kembali terdengar ditelinganya yang selalu membuatnya merasa kesal.

“Pulanglah” Park Ji Min membelalak menatapku “Eomma menelponku dan menanyakan kapan kau akan pulang.”tak ada jawaban apapun dari Park Ji Min, dia diam menatapnya seolah meminta sang kakak untuk tetap membiarkannya tinggal bersama.

“Pulanglah, lagipula lukamu sudah sembuh. Kau bisa menemui Ibu dan Ayah lagi”

“Tidak mau, aku tidak mau pulang.” Memang benar, dia tidak ingin pulang

“Apa maksudmu, aku membiarkanmu tinggal disini karena kau terluka ketika kau sudah sembuh kau harus pulang bukankah itu janjimu?”

“Aku tidak ingin pulang jika kau juga tidak pulang bersamaku.”

Yak.. Park Ji Min!”

Hyung, ayo kita pulang bersama lagipula untuk apa kau disini? Dia tidak akan melihatmu.” Park Jin Young membuatku mengernyitkan dahinya.

“Aku tahu kau menyukai Na Ri nuna dan itu sebabnya kau meninggalkan rumah” Park Jin Young memekik terkejut, Park Ji Min mengetahui perasaannya.

Yak.. apa maksudmu? Aku meninggalkan rumah karena kuliah.” Park Jin Young mencoba membohonginya.

“Ayolah hyung, kau tak perlu menutupinya lagi karena aku tahu semuanya.”

“Apa yang kau ketahui?”

“Kau menyukai Na Ri nuna! Jangan menjadikan kuliahmu menjadi alasan kau meninggalkan rumah pada nyatanya kau berbohong.” Park Jin Young semakin terpojokkan “Jika kau meninggalkan rumah karena jarak alibimu kurang kuat, kau selalu menggunakan mobilmu bahkan jarak apartment ini lebih jauh dari rumah dan satu lagi kau tidak membawa mobilmu. Kau pergi dengan bus itu karena Na Ri nuna, kau ingin lebih dekat dengannya.” Kali ini Park Ji Min berhasil membuat seorang Park Jin Young diam membeku.

“Jika kau meninggalkan rumah kau ingin fokus belajar, kau mencari ketenangan alibimu juga kurang kuat. Di rumah Ibu atau Ayah tidak pernah mengganggumu, aku? Kau tahu jika aku mengganggumu maka mereka akan langsung memarahiku. Kau bisa belajar dengan tenang dirumah”

“Jangan bicara seolah kau tahu semuanya, aku meninggalkan rumah karena aku ingin hidup mandiri.” Park Jin Young kembal melawannya.

“Hidup mandiri, apa benar-benar hanya itu saja? Kau menyukai Na Ri nuna, hyung!!” Park Ji Min yang merasa kesalpun dia berani membentaknya.

“Berhentilah Park Ji Min. Bereskan pakaianmu besok kau harus pulang.”

“Tidak mau, aku tidak akan pulang jika kau tidak pulang.” Park Ji Min tetap dengan keras mengatakan jika dia tidak ingin pulang.

“Park Ji Min!”

Hyung dirumah terasa kosong tanpamu itu membuatku kesepian, kau tahu itu. Aku hanya ingin tinggal ditempat dimana kau ada disana, aku mungkin sering membuat masalah untukmu bahkan kau sering memarahiku tetapi ketika kau pergi aku merindukanmu” Tanpa diduga oleh Park Jin Young, adiknya bisa mengatakan hal itu yang terdengar manis.

Hyung jika kau tidak ingin pulang maka biarkan aku tinggal disini. Dirumah benar-benar seperti kuburan untukku, Ibu selalu sibuk dengan restoran dan Ayah kau tahu sendiri dia selalu pulang malam.”

“Saat kau dirumah keadaan memang tak jauh beda dengan saat kau pergi karena kau dirumah hanya berada dikamarmu berjam-jam tetapi itu jauh lebih baik bagiku” Park Ji Min meluapkan semua perasaannya.

“Jika kau berada disini bagaimana dengan Ibu?” Sepertinya Park Jin Young mulai luluh dengan kata-kata manis Park Ji Min.

“Kita bisa mengunjunginya bersama.”

“Apa kau sudah gila? Ini seperti kita sudah berkeluarga.”

“Jika kau tidak mau seperti itu maka ayo kita pulang.”

Hyung seperti kau bilang, aku sudah dikelas akhir maka dari itu ajari aku. Aku janji jika aku diijinkan untuk tinggal bersamamu aku akan belajar dengan baik dan kau harus membantuku, hmm” Park Ji Min kembali membuat Park Jin Young terdiam memikirkan apa yang keluar dari mulutnya.

EohHyung, kau setujukan?” Tanya Park Ji Min berharap seraya memegang tangan sang kakak. Bagaimanapun dia adiknya, terlalu jahat jika dia menolak.

“Sekarang belajarlah, ponselmu akan kukembalikan besok pagi.” Park Jin Youngkembali masuk kedalam kamar. “Itu artinya kau membiarkan aku tinggal disini ‘kan?” Tak ada jawaban dari Park Jin Young, dia hanya masuk meninggalkan Park Ji Min  “Asssaaaa.” Park Ji Min tak bisa menahan teriakan bahagianya.

Meskipun hari ini dia banyak melakukan banyak hal namun dirinya tak merasa lelah atau apapun itu malah sebaliknya, dia bahagia. Bagaimana tidak dia tidak merasa senang, semua sudah kembali seperti semula. Ini semua karena dia mendapatkan kekasih yang begitu romantis yang selalu memiliki cara untuk membuatnya tersenyum selain itu dia juga mendapatkan kembali kepercayaan dari penggemar Key. Memang bukan pertama kali dia melakukan amal tetapi ini kali pertama dia melakukannya bersama kekasih dan Shawol, itu sangat mengesankan untuknya. Choi Na Ri tak pernah membayangkan jika Key bisa melakukan hal manis ini.

Ahh..akhirnya kita sampai.” Choi Na Ri terdengar lega ketika Mobil Key terparkir di depan apartemen tempat tinggalnya.

“Bagaimana hari ini, apa kau senang?” Key menoleh menatapnya

Eoh sangat. Aku sangat senang Oppa, terima kasih.” Sudah banyak senyuman yang keluar dari bibirnya hari ini.

“Syukurlah.”

“Baiklah, aku harus segera masuk masih ada tugas yang harus kukerjakan dan kau juga pulanglah dengan hati-hati” Choi Na Ri menggenggam tangan Key dengan begitu manis membuat pria ini tersenyum merasa hangatnya tangan kekasihnya ini.

Ahh.. aku masih ingin bersamamu,yak… apa aku harus menginap lagi?”

“Jangan Oppa, bukankan besok kau harus pergi ke Jepang?”

Eoh, pagi-pagi sekali.” Key memanyunkan bibirnya

“Berapa lama kau akan pergi?”

“1 atau 2 minggu”

“Jaga dirimu baik-baik dan jangan lupa untuk menghubungiku.” Lagi-lagi Choi Na Ri tersenyum

Eoh, tentu saja. Masuklah, jangan tidur terlalu malam” Pesan Key hanya anggukan manis dari gadisnya ini mengiyakan pesan darinya.

Choi Na Ri melepas sabuk pengamannya dan bergegas untuk keluar dari mobil namun Key mencekalnya dan lagi tanpa ijin darinyaKey langsung menyambar bibirnya. Meski ini bukan kali pertama dia seperti ini tetapi tetap saja Choi Na Ri masih belum terbiasa dengan gerakan cepat Key. Awalnya Key hanya menempelkan bibirnya tetapi kali ini dia mulai bergerak dengan teratur, mulai dari melumat bibir atas dengan lembut lalu kemudian bibir bawah Choi Na Ri juga menjadi sasarannya sementara Choi Na Ri hanya memejamkan kedua matanya dengan tangannyamasih menggenggam erat kemeja milik Key dan tanpa sadar gadis ini mulai membalas ciuman Key, ini memabukkan. Ciumannya selalu lembut namun menuntut dan dia menyukainya.

Oppa…” keberadaan mereka saat ini membuat Choi Na Ri dan langsung melepas paksa ciuman itu meskipun Key tidak ingin mungkin begitupun dengannya

Key masih menatap Choi Na Ri dengan posisi yang belum berubah “Bagaimana jika ada yang melihat kita?”

“Siapa? Disini sangat sepi hanya ada kita berdua.” Key terlalu santai menanggapinya

“Tapi …

Sebelum Choi Na Ri menyelesaikan ucapannya lagi, Key kembali mendekatkan bibirnya pada gadis ini membuatnya langsung memanggilnya “Oppa…”

“Kau tidak akan mengambil belanjaanmu?” Tanya Key tepat ditelinganya, ahh.. hanya dengan bisikannya saja membuat jantungnya bergetar.

Dia tersenyum ketika mengetahui gadisnya menahan nafasnya karena gugup, Key senang.

Ahh..aku lupa.” Dengan gugup Choi Na Ri langsung mengambil belanjaanku yang berada di kursi belakang setelah Key menjauhkan tubuhnya darinya.

“Kalau begitu aku masuk sekarang. Kau pulanglah dengan hati – hati” Choi Na Ri masih terdengar begitu gugup.

“Tidurlah yang nyenyak, nanti aku akan menghubungimu.” Key tersenyum kearahnya begitu pula dengan dengan Choi Na Ri yang selalu tersenyum sampai Key benar-benar pergi dari pandangannya.

“Park Jin Young…” Choi Na Ri terkejut melihat Park Jin Young yang tiba-tiba datang dengan plastik ditangannya.

“Baru pulang?” Tanya Park Jin Young

Eoh..mm.. sejak kapan kau disini?” Apa yang dilakukannya dengan Key tadi membuatnya gugup sampai sekarang bahkan ketika dia bertemu dengan Park Jin Young, Choi Na Ri berharap jika teman prianya ini tidak melihat apa yang dia lakukan bersama Key.

Eoh.. baru saja. Mobil tadi apakah itu Key?” Choi Na Ri menganggukkan kepalanya tersenyum lega.

“Kau pergi belanja?”

Aaa… aku beli beberapa bir, kau mau?” Park Jin Young menunjukan kantong plastik itu pada Choi Na Ri

“Tidak, aku sudah minum banyak bir” Park Jin Young hanya mengangguk megerti

“Ayo masuk” Park Jin Young memimpin jalan untuk masuk kedalam apartemen

“Soal tadi, aku minta maaf karena pergi duluan” Choi Na Ri menoleh kearah Park Jin Young ketika mereka sudah berada didalam lift.

Park Jin Young hanya tersenyum membuat Choi Na Ri tak henti memperhatikannya. Wajah sedih Park Jin Young membuatnya khawatir. Dia ingin bertanya tetapi dia tidak memiliki hak untuk bertanya sehingga dia hanya memilih untuk diam dan tetap memperhatikannya.

***

Entah dirinya memilih untuk menjauh atau memang dia harus pergi terlebih dahulu? Setelah melihat Key dengan Choi Na Ri membuat Park Jin Young tak nyaman berada didekatnya ya dia melihat mereka semalam dan itu yang menyakitinya. Park Jin Young memang selalu mendapatkan apa yang dia mau melalui otak pintarnya tetapi nyatanya dia benar-benar lemah dengan urusan cintanya. Tidak seperti pagi sebelumnya, dirinya akan menunggu Choi Na Ri untuk pergi bersama meskipun Choi Na Ri tidak memintanya ataupun mengatakan untuk pergi bersama. Park Jin Young akan menunggu tanpa sepengetahuan Choi Na Ri, dirinya akan membuat seperti kebetulan. Tetapi, pagi ini Park Jin Young pergi meninggalkan Choi Na Ri bahkan pagi ini dirinya mengendarai mobilnya sendiri.

Choi Na Ri masuk kedalam kelas, dia melihat Park Jin Young yang nampak fokus dengan bukunya yang sedang ia baca. Choi Na Ri tersenyum simpul lalu berjalan menghampirinya. “Kau berangkat pagi-pagi sekali hari ini.” Ujar Choi Na Ri yang diabaikan Park Jin Young karena sudah terbiasa seperti ini. “Ahh..Park Jin Young, tugas yang kemarin kita kerjakan sudah aku kirimkan lewat email. Apa kau sudah melihatnya?”

“Sudah.”

“Bagaimana, apa itu baik jika ada yang salah kau bisa memperbaikinya.”

“Sudah kuperbaiki.” Tanpa melihat kearah Choi Na Ri membuat gadis ini sadar jika suasana Park Jin Young sedang tidak baik akhirnya dia bertanya “Ada apa denganmu, apakah ada masalah?”

“Choi Na Ri …” Panggilnya yang kali ini mendongakkan kepalanya melihat Choi Na Ri yang memang sedari tadi dia berdiri “Eoh..” Sahut Choi Na Ri

“Bisakah kau tinggalkan aku sendiri?”

Eoh? Tentu saja, maafkan aku.” Choi Na Ri terdengar gugup, dirinya hendak pergi namun dia kembali melihat kearah Park Jin Young dan memanggilnya “Park Jin Young”membuat pria yang memiliki kepribadian yang begitu dingin menatapnya

“jika kau ada masalah kau bisa berbagi denganku, mengerti? Aku akan senang jika kau melakukannya.” Dengan senyuman manisnya Choi Na Ri membuat Park Jin Young menatap nanar kearah gadis itu yang kini pergi meninggalkannya, Park Jin Young hanya menatap punggung Choi Na Ri.

***

Seorang pria muda nampak terlihat begitu bahagia meskipun dirinya memang memiliki kepribadian yang periang namun kali ini terlihat berbeda, dia lebih bahagia itu terlihat begitu dengan jelas dari raut wajahnya yang memancarkan kebahagiaan.  Entah apa yang membuatnya begitu bahagia saat ini, pria yang memiliki wajah yang tak bisa di gambarkan hanya dengan kata-kata karena dia begitu tampan, dia memiliki alis hitam tebal dengan mata yang lebih besar dari kebanyakan orang di Korea, dengan hidung mancung yang berdiri dengan sempurna, bibir tebal yang selalu tersenyum. Siapapun yang melihatnya pasti akan memuji ketampanan yang ia miliki bahkan dengan wajah yang seperti ini dia bisa menjadi seorang idola.

Kim Tae Hyung, seorang siswa di SMA Giheung High School yang berada dikelas tiga yang tak lain adalah teman Park Ji Min. Dia adalah mood maker di Giheung, keceriaannya selalu membawa suasana menjadi lebih baik meskipun teman-teman satu kelasnya selalu menganggapnya aneh karena tingkah lakunya yang selalu tak masuk akal tetapi tak bisa dipungkiri mereka akan tertawa hanya karena tawa manis dari Kim Tae Hyung. Dia tidak begitu pintar namun ambisinya sungguh luar biasanya, dengan ketampanan dan keceriannya membuatnya cukup populer dikalangan gadis remaja terlebih lagi Kim Tae Hyung selalu baik kepada para gadis.

Seperti kali ini, dia tersenyum menatap keluar jendela kelas dengan memegangi dadanya seraya berkata “Ada apa ini, mengapa aku bahagia hanya dengan memikirkannya?” “Apakah aku menyukainya?” “Tidak mungkin jika aku menyukainya tetapi ini pertama kalinya jantungku bergetar pada seorang gadis, aku harus bagaimana?”

Yak.. Kim Tae Hyung, apa yang kau lakukan?” Tanya Park Ji Min mendekat.

“Jimin-ah..” Kim Tae Hyung menatap Park Ji Min berbinar

“Kenapa?” Park Ji Min tak menanggapinya dengan serius

“Sepertinya aku merasakannya..” dengan tangan didadanya dan senyum lebar dari bibirnya membuat Park Ji Min mengernyitkan dahinya. “Apa maksudmu?”

“Benar, aku rasa aku merasakannya. Dia, dia cinta pertamaku.” Kim Tae Hyung menatap Park Ji Min masih dengan senyuman lebarnya.

“Apa, Yak.. apa yang kau bicarakan?” Park Ji Min masih tidak mengerti hanya memandang Kim Tae Hyung aneh. sementara Kim Tae Hyung hanya menutup kedua matanya dan tersenyum lebar “Yak.. berhenti memasang wajah idiotmu itu dan ayo kita main futsal” Ajak Park Ji Min

“Apa aku harus menemuinya? Bahkan sekarang aku merindukannya.”

Yakk.. apa kau sudah tidak waras?”

“Benar. Aku harus pergi” Kim Tae Hyung membuka kedua matanya lebar dan langsung mengambil tasnya dan berlari pergi keluar

Yak Kim Tae Hyung, kau mau kemana?” Teriak Park Ji Min sepertinya teriakkan Park Ji Min masih mendengarkan Park Ji Min buktinya dia masih bisa menjawab “Menemui cinta pertamaku.” Teriaknya.

“Apa dia sudah gila? Dia sudah kelas tiga tetapi dia malah mencari cinta pertama?” Park Ji Min bergumam sendiri “Aku tidak peduli, lebih baik aku main futsal sekarang.” Ucapnya lagi dan langsung pergi keluar kelas.

Satu hari ini Park Jin Young tak berbicara pada Chio Na Ri jangankan untuk berbicara sekedar untuk menyapanyapun dia tak melaukannya. Perubahan dari Park Jin Young membuat Choi Na Ri bertanya-tanya sekaligus membuatnya khawatir, dirinya ingin bertanya tetapi Park Jin Young selalu menghindarinya membuat Choi Na Ri tak ada pilihan lain selain menjauh.

Bahkan hari ini Choi Na Ri pulang seorang diri, tak bisa dipungkirinya bahwa saat ini dirinya merasa sepi meskipun Park Jin Young tak pernah berbicara banyak sepertinya tetapi pada nyatanya Park Jin Young selalu ada ketika dirinya mengalami kesulitan, dirinya terllau banyak mendapatkan pertolongan dari pria dingin itu. Karena itu dia ingin seklai berada disampingnya saat ini dan menghiburnya tetapi hanya penolakan yang dia terima, karena dia tidak tahu jika dirinya sendirilah yang membuat Park Jin Young menjauhinya.

Nuna.” Seorang pria memanggilnya, Choi Na Ri terlihat bingung dengan melihat kesekitar untuk memastikan jika anak muda yang masih dengan serangan SMA lengkapnya yang berdiri didepan gerbang ini memanggilnya. Anak muda itu tersenyum menatap kearah Choi Na Ri.

Choi Na Ri mendekat kearahnya, melihat wajahnya yang tampan lalu didetik berikutnya dia tersenyum lebar. “Kim Tae Hyung, kau Kim Tae Hyung teman Park Ji Min?”

“Ya, aku Kim Tae Hyung. syukurlah jika nuna masih mengingatku.” Kim Tae Hyung terdengar begitu senang karena Choi Na Ri masih mengingatnya.

“Tentu saja, bagaimana bisa aku melupakan wajah tampanmu.” Kembali Choi Na Ri membuat Kim Tae Hyung tersenyum lebar, bahkan kali ini dia seperti melayang dengan cengirannya yang ia tunjukan itu menggemaskan

Aa.. ada apa kau disini dan dimana Park Ji Min, apakah dia tidak datang bersamamu?”

“Ya, aku datang sendiri.” “Aku datang karena ingin menemuimu, nuna.”

Choi Na Ri mengernyitkan dahinya terkejut dengan jawaban  dari bocah ini. “Bertemu denganku, untuk apa?”

Aaa… bagaimana menjelaskannya padamu disini terlalu ramai, bisakah nuna ikut denganku?” Tanya Kim Tae Hyung namun terengar berharap.

Choi Na Ri masih terdiam membuat Kim Tae Hyung harus menunggu namun anak SMA memang tak pernah sabar seingga dia bertanya “Apakah nuna memiliki acara lain?”

Choi Na Ri menggelengkan kepalanya namun raut wajahnya masih belum mengerti apa yang diinginkan anak ini. “Tidak juga tetapi untuk apa kau ingin menemuiku?”

“Ada yang ingin aku katakan tetapi tidak disini jadi bisakah nuna ikut denganku. Hmm.. aku mohon” Kali ini dia memohon pada Choi Na Ri.

Choi Na Ri masih berfikir sebelum mengiyakan ajakan Kim Tae Hyung. “Baiklah, aku akan ikut denganmu.” Kim Tae Hyung tak bisa menahan kebahagiaannya lagi, dia tersenyum lebar membuat Choi Na Ri juga tersenyum padanya sebelum mereka pergi bersama.

Pembicaraan mereka dariawal sampai akhir tak lepas dari pandangan seorang pria yang melihat mereka dari dalam mobilnya, Park Jin Young. Tak sengaja Park Jin Young melihat Choi Na Ri bersama Kim Tae Hyung ketika dirinya hendak keluar dari parkiran, rasa penasaran membuatnya menghentikkan mobilnya dan melihat kearah mereka yang dia sendiripun tak mengetahui apa yang mereka bicarakan.

Kim Tae Hyung membawa Choi Na Ri ke cofeesmith yang berada tak jauh dari kampus. Kim Tae Hyung datang dengan membawakan dua kopi untuknya dan juga Choi Na Ri, pria muda yang pantas menjadi adik Choi Na Ri ini tak pernah lepas dari senyumannya. Dia begitu bahagia bisa pergi dengan Choi Na Ri, tanpa sepengetahuan Choi Na Ri pertemuan mereka kemarin membuat anak SMA ini tergila-gila padanya.

“Ini nuna, minumlah.” Kim Tae Hyung memberikan satu untuknya.

Choi Na Ri meminum kopi yang sudah Kim Tae Hyung belikan untuknya. “Sebenarnya ada apa ini, sepertinya kita tidak memiliki hubungan untuk minum kopi berdua. Apa yang kau inginkan dariku?”

Kim Tae Hyung tersenyum. “Kenapa nuna, apakah kau takut jika ada gosip lain tentangmu?” Choi Na Ri mengernyitkan dahinya. “Apa kau benar-benar kekasih Key Shinee?” Choi Na Ri hanya menganggukkan kepalanya. “Apakah kau merasa nyaman saat ini?”

Choi Na Ri menggelengkan kepalanya dan bertanya “Tidak, sebenarnya untuk apa kau menemuiku?”

Nuna, bantu aku.” Choi Na Ri mengernyitkan dahinya tak mengerti. “Aku ingin menjadi seorang Dokter, aku ingin masuk menjadi mahasiswa kedokteran di Myongji jadi bisakah kau membantuku?” Choi Na Ri kembali memekik karena terkejut. Kenapa harus aku? Mungkin itu yang ada dipikirannya.

Choi Na Ri kembali meneguk kopi hangatnya. “Bagus jika kau memikirkan masa depanmu tetapi kenapa harus aku? baru kemarin kita bertemu bahkan pertemuan kemarin terlalu singkat untuk kau meminta bantuanku.”

Kim Tae Hyung tertunduk sebentar. “Aku tahu nuna pasti akan mengatakan itu tetapi sungguh aku ingin kau membantuku meskipun kita baru bertemu kemarin tetapi entah mengapa aku merasa jika aku bisa karena bantuanmu.” Choi Na Ri terkekeh mendengar penjelasan Kim Tae Hyung.

“Apa yang bisa aku bantu?” Kim Tae Hyung bersemangat menatap Choi Na Ri. “Kau akan membantuku?” Choi Na Ri hanya diam, dirinya masih bingung apa harus dia membantu Kim Tae Hyung yang bahkan belum dikenalnya dengan baik. “Nuna apakah membantu seseorang harus yang kita kenal, jika begitu ayolah menjadi dekat denganku sehingga aku bisa mendapat bantuanmu.” Seolah mengetahui apa yang dipikiran Choi Na Ri, Kim Tae Hyung mencoba mengambil hati Choi Na Ri.

“Darimana aku harus membantumu?” Dengan pemikiran yang keras dan singkat akhirnya Choi Na Ri menyetujuinya.

Kim Tae Hyung tersenyum bahagia. “Benarkah kau akan membantku?”

“Ya, tetapi aku tidak bisa bertemu setiap hari. Aku hanya bisa menemuimu sabtu dan minggu, bagaimana?”

“Tidak apa, aku yang akan menemuimu. Terimakasih nuna.” Kim Tae Hyugn sangat bersemangat membuat Choi Na Ri tersenyum.

Karena aku masih harus ujian sekolah bisakah kau membantu lulus dari SMA?”

“Baiklah, sabtu sore kau bisa menemuiku.” Kim menganggukkan kepalanya.

“Habiskan minumanmu dan pulanglah.” Dan lagi Kim Tae Hyung hanya menurut.

Park Jin Young masih penasaran dengan Kim Tae Hyung yang menemui Choi Na Ri. Sedari tadi dia hanya memandang keluar dari luar jendela kamarnya yang memperlihatkan dunia. Kepalanya menoleh ketika suara pintu terbuka ‘Park Ji Min pulang’ tanpa berfikir lagi dirinya langsung keluar dari kamar dan benar itu adalah Park Ji Min yang baru pulang. Bukankah dia pulang terlalu malam untuk anak SMA dan berani sekali dia pulang malam saat dia tinggal bersama Park Jin Young.

“Mengapa kau baru pulang, darimana kau?” Park Jin Young menatapnya tajam.

Meski melihat tatapan Park Jin Young yang menyeramkan nampaknya tak membuat Park Ji Min ketakutan. “Maafkan aku hyung, tadi aku pulang kerumah untuk mengambil barang-barangku dan Ibu memintaku untuk menunggunya dia memasakkan makanan untuk kita.” Pantas saja dia tidak ketakutan.

Park Jin Young hanya diam, tak ada alasan untuk memarahi Park Ji Min. “Aku sudah mengatakan pada Ibu jika aku akan tinggal disini dan ternyata kau sudah mengatakan itu pada Ayah, terimakasih hyung. tolong jaga aku dengan baik.”

“Jangan banyak bicara, siapkan makanan.” Park Jin Young berjalan menuju meja makan sementara Park Ji Min hanya tersenyum dan mengikutinya.

“Ibu meminta kita untuk datang setiap minggu dan kau tahu hyung ketika aku pergi Ibu seperti ingin menangis.”

“Jika kau melihatnya menangis kenapa kau masih pergi, bodoh.” Park Ji Min tak memperdulikan ucapan Park Jin Young, dia hanya fokus untuk menyiapkan makanan.

“Park Ji Min, bagaimana sifat temanmu itu?” Park Ji Min mengernyitkan dahinya mendengar pertanyaan sang kakak, matanya seolah bertanya ‘Teman, siapa?’. “Temanmu yang waktu itu, bagaimana sifatnya?”

Aaaa… Kim Tae Hyung maksudmu, hyung?” Park Jin Young menganggukkan kepalanya

“Dia orang yang aneh.” Park Jin Young memekik terkejut mendengar penjelasan Park Ji Min mengenai Kim Tae Hyung. Orang aneh, apakah dia gila?

 

Bersambung…

18 thoughts on “Just Because Part 5

  1. Ugh lama nggak komen akhirnya bisa komen lagi dengan akun baru😢😢
    Yee akhirnya Taetae ku muncul😍😙 duh langsung jatuh cinta si Taetae hehehe di tunggu lanjutannya^^ keep fighting

    Suka

  2. Kata2nya agak membingungkan.. tapi aku ubah sendiri sesuai pemikiranku sih.. biar ngerti2 sendiri.. hehe
    Kayaknya kim taehyung mulai menyalakan tanda bahay untuk choi na ri.

    Lanjut kak!!

    Suka

  3. Yah mudah2han tdk ada kesalah fahaman lagi,nari juga harus menjaga jarak ama jaehyu kan udah punya kekasih….jangan perhatian juga ntar salah tanggap lagi….ntar key cemburu lg ama anak sma….part ini keynya kurang

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s