What’s Your Feeling Part 4


image

Chapter 4

Author : Valadayunos

Title : What’s Your Feeling?

Category : NC 17, Romance-Comedy, Chapter

Cast : Han Rae Ra

  Cho Kyuhyun

  Lee Donghae

  Alexander Kim

Notes : Holaaaa!!! Maaf karna aku lama banget update. Kemarin lagi sibuk-sibuknya jadi sutradara drama di sekolah yang amat sangat melelahkan jadi nggak sempet ngecekkin FF yang mau dikirim dan akhirnya FF ini pun terbengkalai (maaf malah curcol). Aku baca salah satu komentar readers yang mempertanyakan kapan chapter terbaru dipost karna sudah satu bulan menunggu dan aku merasa sangat-sangat terharu. TERIMA KASIH!!! Semoga tidak mengecewakan yaa lanjutannya dan maaf kalau masih ada yang typo. Kritik dan saran sangat diterima! Selamat membaca!!

                    ΰ ΰ ΰ

     “When you’re gone, the words I need to hear to always get me       through the day. And make it okay. I miss you.”

                Avril Lavigne – When You’re Gone

                               ΰ ΰ ΰ

Rae Ra meminum wine- nya hingga habis dalam sekali teguk sambil menatap langit malam yang hari ini hanya memiliki sedikit bintang.

Setelah Siwon harus pergi untuk menemui salah satu koleganya dan Donghae yang berkata ingin mengambil minuman sejak sepuluh menit yang lalu namun belum juga kembali, lalu Park Hye Sang yang merupakan salah satu pegawai di perusahaan ayahnya yang memiliki pertemanan dekat dengannya lebih memilih mencari jodoh di dalam, Rae Ra sudah hampir mati kebosanan karena tidak ada yang dapat ia lakukan selain diam dan meminum wine -nya sambil menikmati malam di balkon gedung acara. Sedangkan Kyuhyun, entah pergi ke mana bersama teman wanitanya setelah mengenalkan dirinya dengan wanita itu. Sungguh suami yang sangat baik!

Orang tuanya, orang tua Kyuhyun, dan orang tua Donghae pun terlihat sedang sibuk berbincang bersama kumpulan orang-orang dari kelas atas yang terdiri dari pengusaha dan politisi dengan pakaian mahal mereka. Dan ia, tidak mungkin bergabung ke dalam kumpulan orang-orang yang sudah terlalu dewasa itu.

Rae Ra sadar, tidak sedikit orang yang dikenalnya datang ke acara ulang tahun perusahaan keluarga Kyuhyun malam ini. Sebagian besar adalah orang-orang penting yang pernah dan sering ditemuinya di pesta-pesta semacam ini. Tapi sayangnya, ia sedang terlalu malas berbasa-basi pada orang-orang itu sebosan apapun dirinya detik ini. Jadi, yang dapat ia lakukan sejak tadi hanyalah menebarkan senyuman ramah pada setiap tamu yang memandang ke arahnya. Entah ia mengenalnya atau tidak.

Selain karena bosan sendirian, ia lelah dipandangi oleh banyak pria tak tahu malu yang sejak tadi tidak berhenti menatapnya dengan pandangan tertarik yang begitu kentara. Yah, walaupun memang tidak ada yang berani menghampirinya karena tahu bahwa Rae Ra bukanlah wanita lajang, melainkan wanita bersuami yang tidak mungkin dapat didekati. Dan hal itu semakin dipertegas setelah ayah mertuanya meminta seluruh tamu undangan bersulang atas pernikahannya dan Kyuhyun.

“Bagaimana bisa wanita secantik dirimu duduk di sini sendirian?”

Rae Ra menoleh dengan ekspresi sedikit terkejut saat mendengar suara berat seorang pria yang tidak dikenalnya. Selama sepersekian detik, Rae Ra mengira bahwa suara itu berasal dari salah satu pria yang sejak tadi terus memperhatikannya dari jauh dan berniat untuk menggodanya.

Namun kemudian, saat ia bertatapan dengan mata hitam pekat itu, untuk sesaat, Rae Ra mematung ketika dirinya mengingat langit malam Connemara. Dan sedikit terkejut saat melihat rupa pria yang kini duduk di sampingnya. Pria itu adalah pria yang tadi bernyanyi di atas panggung sambil memainkan piano, juga lagu-lagu lain agar acara malam ini semakin meriah.

Alexander Kim.

“Aku tidak mengganggu, bukan? Aku perhatikan kau tampak bosan, jadi aku putuskan untuk menghampirimu.” ujar Alex lagi dengan sebuah senyuman lebar.

Rae Ra menahan nafasnya ketika melihat senyum itu. Tapi dengan cepat ia menguasai dirinya untuk menjawab dengan santai, “Kau memperhatikanku?” Rae Ra bertanya dengan wajah datar dan alis terangkat.

Baiklah, ia tahu, ia memang sudah bersikap tidak sopan pada pria yang tidak dikenalnya ini dan itu merupakan hal yang sangat salah. Tapi ia merasa bahwa pria ini cukup mencurigakan. Bisa saja pria ini memiliki niat terselubung seperti mencoba untuk mendekatinya atau hal lainnya yang berbau negatif. Sama seperti apa yang pria-pria lain rencanakan.

Alex tertawa keras untuk alasan yang tidak diketahui Rae Ra. Kemudian, pria itu berdeham sebelum menjawab, “Sekarang aku mengerti kenapa pria-pria itu tidak berani menghampirimu selain karena alasan bahwa kau sudah menikah.” Wajahnya masih tak henti menebarkan senyum.

“Apa maksudmu?” tanya Rae Ra yang tak paham.

Alex menggeleng. Tidak ingin menjelaskan lebih banyak. Ia menyengir lebar hingga deretan gigi putihnya terlihat. “Jadi, kenapa wanita cantik sepertimu bisa sendirian saat ini? Di mana suamimu?”

Rae Ra mengernyit samar melihat bagaimana Alex yang bersikap sok akrab padanya. Tampaknya pria ini sangat percaya diri sekali sehingga merasa pantas untuk berbicara seperti itu pada Rae Ra. Tapi sikap sepert itu memang sudah seharusnya dimiliki Alex karena pria itu berasal dari dunia hiburan. Dan biarpun awalnya Rae Ra merasa sedikit tidak nyaman dengan kehadiran Alex, kini ia sudah tidak terlalu merasa terganggu. Karena setidaknya, ada seseorang yang bernyali besar untuk mengajaknya berbincang.

Dan pria ini sangat tampan.

Tolong dicatat bahwa Han Rae Ra amat menyukai pria tampan.

“Aku sedang menunggu temanku yang mengambil minuman.” sahut Rae Ra sekenanya.

Alex meminum wine- nya sejenak, lalu menaruh gelas wine -nya di bawah kursi yang sedang mereka duduki. “Kau tidak kenal aku?” tanyanya tiba-tiba.

“Huh? Apa?” Rae Ra menatap Alex dengan tidak mengerti. Sebenarnya juga sedikit merasa terkejut mendengar pertanyaan penuh kepercayaan diri itu terlontar dari bibir Alex.

“Baiklah, aku akan merubah pertanyaanku… Kau tidak mengenaliku?” ulang Alex dengan wajah serius tanpa senyuman. Tak ada sisa-sisa ekspresi ceria di wajahnya. Tetapi anehnya, Rae Ra tidak merasa bahwa hal itu menghilangkan aura lembut dari pria itu.

“Kau Alexander Kim, bukan?” sahut Rae Ra kemudian, seolah baru mengerti maksud dari pertanyaan Alex itu. Dan merasa sangat bersyukur karena Siwon memberitahukannya mengenai siapa nama penyanyi itu.

“Hanya itu?”

Rae Ra mengerutkan alisnya dalam. “Apa…—Oh! Kau penyanyi terkenal, bukan?” Rae Ra hanya mampu mengatakan apa yang Siwon beritahukan tadi. Ia memang memiliki sedikit pengetahuan tentang selebriti Korea. Jadi, jika Alex terus mengatakan sesuatu yang membuatnya harus mengucapkan hal lain selain dua fakta mengenai nama serta profesi Alex, Rae Ra tidak mampu mengucapkan apapun lagi.

“Bukan, bukan itu maksudku,” Alex menghela nafasnya sejenak. Seperti mencoba melapangkan dada, entah apa maksudnya, Rae Ra tidak tahu. “Kalau begitu, coba kita lihat apakah kau mengingat ini,” Tiba-tiba Alex mengelus rambut cokelat madu Rae Ra, dan mampu membuat Rae Ra membatu di tempatnya karena terlalu terkejut. Saat Rae Ra sudah akan menepis tangan itu, kata-kata yang telah begitu lama tersimpan rapi di dalam lautan kenangan yang selama ini begitu tenang tak berombak, kembali terdengar, “Aku harap takkan ada Anak Laki-Laki Tampan lagi di dalam hidupmu setelah aku pergi. Tapi aku akan kembali, Rae Ra. Aku akan kembali padamu.”

Dunia mendadak menjadi berputar di dalam pandangan Rae Ra.

Dan telinganya terasa berdengung, menyebabkan kepalanya terasa pening bukan main.

Tetapi rasa pening itu membawa jiwanya, kembali ke dalam masa di mana kalimat itu pertama kali didengarnya.

Selanjutnya, yang dapat Rae Ra rasakan hanyalah dadanya terasa begitu sesak. Matanya terasa perih karena cairan asin yang memaksa untuk keluar dari kelopak matanya. Pandangannya sudah mengabur saat Alex memberikan senyuman yang selama ini selalu Rae Ra sukai. Yang selalu Rae Ra rindukan.

“Ternyata ini benar-benar kau?” bisik Rae Ra dengan suara tercekat. Ia memandangi Alex dengan pandangan seolah akhirnya ia dapat menciptakan halusinasi mengenai Alex. Seolah kehadiran Alex saat itu terlalu berlebihan untuk menjadi nyata.

Alex mengelus punggung Rae Ra dengan sangat lembut dan menatap mata cokelat wanita itu dengan tatapan teduhnya yang tidak pernah berubah walau sudah bertahun-tahun berlalu di belakang mereka.

Rae Ra yang sejak tadi sudah menahan diri untuk tidak menghambur ke pelukan Alex, kini sudah tidak bisa menahan dirinya lagi. Gadis itu menangis di bahu kokoh milik Alex dan tangan yang melingkar di leher pria itu dengan erat.

“Kenapa kau lama sekali?! Dasar bodoh!” kesal Rae Ra dengan suara serak. Alex tertawa mendengar celotehan Rae Ra. Ia melingkarkan tangannya pada pinggang Rae Ra yang terbentuk sempurna dengan sangat perlahan-lahan. Takut bila sosok yang tengah memeluknya itu ternyata hanyalah khayalannya saja, yang kemudian saat disentuh akan menghilang. Dan membuatnya harus kembali menahan rindu. “Aku pikir kau tidak akan kembali lagi…”

“Tidak mungkin aku tidak kembali, Rae Ra. Aku sudah berjanji padamu, bukan?”

“Tapi kenapa lama sekali?! Sepuluh tahun kau pergi tanpa pernah mengabariku!” Rae Ra menatap wajah Alex dengan sisa air mata yang membasahi wajahnya. Alex terkekeh melihat gadis yang selama ini selalu dirindukannya menangis. Ia menghapus sisa air mata di wajah Rae Ra dengan jemarinya sambil memamerkan cengirannya.

Alex terdiam cukup lama. Sebab, pria itu menggunakan berputarnya waktu untuk tak henti menatap Rae Ra. “Aku harus menjadi orang yang sukses terlebih dahulu untuk bertemu denganmu,” Alex berkata dengan senyuman tipis. Ia menatap manik mata Rae Ra lekat-lekat. “Tapi sepertinya… aku terlambat, ya?” lanjutnya lirih. Wajahnya tidak dapat terbaca saat menanyakan hal itu.

“Terlambat untuk… apa?” tanya Rae Ra, tak yakin.

“Ah, lupakan saja.” tukas Alex sambil menggeleng dan kembali menyengir lebar. “Aku tidak menduga bahwa kau akan berakhir bersama Cho Kyuhyun. Bukankah kalian suka sekali bertengkar?”

Rae Ra sadar, Alex sedang mencoba untuk mengalihkan pembicaraan mereka. Meski penasaran dengan maksud dari ucapan Alex tadi, Rae Ra berpikir bahwa mungkin saja hal itu tidak seberapa penting hingga pria itu tidak ingin membahasnya.

“Ya, aku juga tidak pernah menduga bahwa aku akan menikah dengan si Brengsek itu.” kata Rae Ra dengan nada tak peduli. Alex tertawa mendengar ucapan Rae Ra. “Oh, ya, kapan tepatnya kau kembali ke Korea dan meniti karir menjadi seorang penyanyi?” tanya Rae Ra penasaran.

“Aku kembali ke Korea sekitar empat tahun yang lalu—“

“Dan selama empat tahun itu kau tidak pergi mencariku?!” potong Rae Ra kesal.

Alex terbahak keras. “Bukan begitu. Saat itu aku belum seterkenal ini. Aku baru akan meniti karir di Korea setelah sebelumnya terkenal di Cina. Lalu dua tahun kemudian, saat aku sudah ingin menemuimu, aku mendengar kabar kalau kau dan Kyuhyun akan bertunangan.” jelas Alex pada Rae Ra yang menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi panjang yang terdapat di balkon gedung mewah itu. Sementara di balkon itu hanya ada keheningan, di dalam gedung tampaknya semakin terdengar hidup dengan suara dari musik-musik klasik yang samar-samar terdengar.

“Memangnya kenapa bila aku dan Kyuhyun bertunangan?”

Senyuman tersungging di bibir Alex. “Aku tidak ingin mengganggu.”

Jawaban itu membuat Rae Ra mengerutkan keningnya dalam-dalam. Setelah itu ia memilih untuk mengenyahkan pemikiran-pemikiran yang menghampirinya, seperti pemikiran bahwa Alex merasa sedih karena Rae Ra dan Kyuhyun bertunangan kala itu. Sehingga, wanita itu akhirnya memutuskan untuk menggedikkan bahu dan membuang wajahnya ke arah lain.

Sempat terpikir oleh Rae Ra bahwa dirinya dan Alex tampak mencurigakan dengan keadaan seperti ini. Di balkon itu hanya ada mereka berdua, ditambah dengan kenyataan apabila tadi Rae Ra sempat memeluk Alex. Tapi, sudahlah, tidak perlu dipedulikan. Toh, Kyuhyun pun tidak memikirkan apa yang akan dipikirkan orang ketika melihatnya berjalan beriringan bersama wanita lain di sebuah taman yang dipenuhi oleh pohon dan bunga yang sangat indah dan berada tidak jauh dari gedung itu.

Yang kebetulan kini terlihat dengan sangat jelas tepat di depan iris mata Rae Ra.

Rae Ra terus mengikuti ke mana tubuh Kyuhyun melangkah bersama wanita itu, hingga ia tidak sadar bahwa Alex sudah memperhatikannya dengan bingung karena ia hanya terdiam sejak tadi. “Ada apa? Apa yang kau lihat?” tanya Alex. Ia mengikuti arah pandang Rae Ra.

Kemudian, bibirnya langsung terkatup rapat begitu melihat apa yang sejak tadi diperhatikan oleh Rae Ra sampai mampu membuat gadis itu membisu. “Rae Ra, kau… kau baik-baik saja?” tanya Alex lagi dengan hati-hati.

Rae Ra langsung mengalihkan tatapannya dari Kyuhyun dan menatap Alex heran. “Ya, tentu saja. Kenapa kau bertanya seperti itu?”

“Bukankah itu suamimu?”

“Ya, lalu kenapa?”

“Kau cemburu?”

“Cemburu?” Seketika, tawa Rae Ra menyembur keluar begitu Alex mengatakan hal itu. Ia tertawa terbahak-bahak hingga wajahnya memerah dan air mata sedikit keluar dari sudut matanya. Alex tidak mengerti di bagian mana dari kata-katanya yang terdengar lucu. Maka dari itulah ia hanya terdiam sambil mengamati Rae Ra yang sedang tertawa. Pemandangan yang sudah lama sekali tidak dilihatnya.

Alex sadar, ia benar-benar merindukan suara tawa itu lebih dari apapun.

“Astaga, Alex, aku tidak mungkin cemburu!” bantah Rae Ra setelah berhasil mengendalikan tawanya.

“Kenapa?”

Karena aku tidak mencintainya. “Karena wanita itu adalah teman Kyuhyun dan aku mengenalnya.” Setelah memberikan alasannya, ia melemparkan senyuman manis ke arah Alex yang terlihat tidak terlalu yakin.

“Rae Ra, ayo, kita masuk. Aku ingin berdansa denganmu—Eh?” Donghae yang tiba-tiba datang dan menginterupsi perbincangan di antara Rae Ra juga Alex, langsung menghentikan ucapannya saat melihat kehadiran Alex di sana. “Bukankah kau adalah penyanyi itu?” tanyanya pada Alex.

Alex tersenyum dan mengangguk membenarkan.

“Hae, perkenalkan, ini Alex, temanku saat di sekolah dasar dulu. Kau ingat?” Rae Ra bangkit dari duduknya dan mendekati Donghae yang masih menatap Alex. Yang tanpa Alex dan Rae Ra ketahui, itu adalah tatapan penuh selidik. Dan juga tidak suka.

Alex ikut bangkit dan mengulurkan tangannya pada Donghae. “Alexander Kim.”

Donghae menyambut uluran tangan Alex dan balas tersenyum dengan ramah. Senyuman palsu. “Lee Donghae.” Setelah jabatan tangan mereka terlepas, Donghae melihat wajah cantik Rae Ra dengan sedikit kernyitan di dahi. “Jadi, dia adalah Alex yang pernah kau ceritakan padaku dan Kyuhyun? Dan… ada apa dengan wajahmu, Rae Ra Sayang?”

Spontan, Rae Ra langsung menyentuh kedua pipinya dengan wajah terkejut ketika mengingat bahwa tadi ia sempat menangis. “Astaga! Apakah riasan wajahku hancur?” tanyanya panik pada dua pria yang sedang memperhatikannya.

Alex mengangkat bahunya merasa bahwa sama sekali tak ada masalah pada wajah Rae Ra, sementara Donghae hanya melipat bibirnya ke dalam untuk menahan tawa. Rae Ra menaruh gelasnya di dekat kaki dengan asal. “Hae, pinjam ponselmu! Clutch -ku dibawa oleh Hye Sang!” Rae Ra berseru sambil dengan tiba-tiba merogoh saku tuxedo dan celana Donghae tanpa permisi, dengan gerakan yang mampu membuat pria-pria yang berada di posisi Donghae lebih memilih untuk lari dari jangkauan wanita itu jika masih ingin menjadi pria bermoral dengan alasan yang hanya para pria-lah yang mengerti.

“HEI! Jangan seenaknya menggerayangi tubuhku, Rae Ra! Kau tidak lihat? Ponselku sejak tadi berada di genggamanku!” teriak Donghae geram. “Lihat!” Ia mengacungkan benda tipis itu tepat di depan wajah Rae Ra yang sudah menghentikan aksi ‘menggerayangi’ tubuh Donghae. “Dasar bodoh!” rutuknya bukan main kesal.

Rae Ra mengambil ponsel itu dan langsung menyentuh layar ponsel Donghae berkali-kali dengan gerakan terburu-buru. “Hei, pelan-pelan!! Kau bisa merusaknya!!!” Donghae kembali berteriak histeris melihat bagaimana Rae Ra yang tidak bersikap lembut pada ponsel kesayangannya.

“Berisik!!” dengus Rae Ra tanpa melihat ke arah Donghae yang sudah ingin menguburnya hidup-hidup detik itu juga. Gadis itu menempelkan ponsel Donghae ke telinga. Tak lama, terdengar suara Rae Ra menggelegar di balkon itu, “KAU ADA DI MANA? CEPAT DATANG KE BALKON! AKU BUTUH BANTUANMU! JIKA DALAM SATU SETENGAH MENIT KAU TIDAK DATANG, AKU AKAN MEMANGKAS HABIS RAMBUT ANJING KESAYANGANMU!!” Setelah itu, Rae Ra langsung mematikan sambungan telepon tanpa merasa perlu untuk mendengar jawaban dari seseorang di seberang sana.

Setelah merasa dirinya sudah tidak memerlukannya lagi, Rae Ra pun mengembalikan ponsel itu pada pemiliknya yang sedang memandanginya dengan pandangan kapan-sifat-barbarnya-hilang-ya-Tuhan dengan cara dilempar meski faktanya, jarak mereka tidak lebih dari satu meter. Sesaat sebelum Rae Ra melempar ponsel berwarna abu itu, wanita itu berseru pada Donghae, “Hae, tangkap!” membuat Donghae langsung panik dan berusaha menangkap ponselnya yang melambung tinggi di atas kepalanya dengan wajah tegang yang tampak konyol di mata Rae Ra.

Ketika benda berharga yang begitu Donghae sayangi itu berhasil ditangkap dan mendarat dengan selamat di atas telapak tangan pria itu, Donghae memandangi wajah Rae Ra dengan mata yang hampir keluar dari kelopaknya. “HEIII!!! KAU GILA??!! KAU HAMPIR MEMBUAT PONSELKU RUSAK, BODOH!!!”

“Baru hampir, Donghae. Sudahlah, tidak perlu berlebihan begitu. Ponselmu baik-baik saja, bukan?” balas Rae Ra tak acuh. Ia melihat ke arah Alex yang sejak tadi hanya memperhatikan mereka dengan ekspresi takjub. Begitu mengagumi hubungan persahabatan mereka yang tidak pernah berubah sedikitpun. “Maafkan Donghae, ya, karena sudah membuat keributan sejak tadi. Dia memang begitu. Agak sedikit—” Rae Ra mengarahkan jarinya di dekat kepala, kemudian membuat gerakan berputar dengan telunjuknya. Memberi isyarat bahwa Donghae agak sedikit gila.

“Hei! Kau yang sejak tadi membuat keributan!” celetuk Donghae tak terima. “Alexander -ssi, aku sarankan, lebih baik kau tidak banyak bersama dengan gadis barbar ini. Dia berbahaya.” Donghae berbisik di dekat telinga Alex dengan suara keras. Sengaja agar Rae Ra dapat mendengarnya juga.

“Jangan dengarkan pria tua ini, Alex. Dia adalah pria tua yang tidak laku, jadi jangan dengarkan apapun yang dia katakan.” Rae Ra menarik lengan Alex agar berada di belakang tubuhnya dengan mata memicing tajam ke arah Donghae.

“TIDAK LAKU??! JANGAN ASAL BICARA KAU-WANITA-BARBAR-PECINTA-PRIA-TAMPAN!! ASAL KAU TAHU, BANYAK WANITA YANG TERGILA-GILA PADAKU—”

“Oh ya? Lalu kenapa sampai sekarang kau masih lajang, Lee-Donghae-yang-tampan-namun-sudah-berubah-menjadi-perjaka-tua?” Rae Ra membalas dengan nada menantang.

“Karena aku sedang memilih wanita mana yang akan aku jadikan istri nanti. Kau pikir mudah mencari wanita yang tepat untuk dijadikan teman hidup sampai akhir hayat?!”

Rae Ra mencibir, “Cih! Alasan klasik!”

“Hei—“

“RAE RA, DASAR KAU WANITA BRENGSEK! APA MAUMU KALI INI, HAH?” Tiba-tiba seorang wanita datang dengan langkah sedikit terbirit mendekati Rae Ra yang memberikan sebuah senyuman lebar pada wanita itu untuk menyambut kedatangannya.

“Hye Sang, kau tidak lihat? Riasanku hancur. Cepat bantu aku merias kembali wajahku!” ujar Rae Ra pada wanita bernama Park Hye Sang itu. Hye Sang mendengus gusar. Wajahnya tidak jauh berbeda dengan ekspresi Donghae ketika Rae Ra membuat emosi pria itu mencuat hingga ke ubun-ubun.

“Ish, padahal riasanmu tidak seberapa rusaknya. Riasanmu itu mahal, bodoh.”

“Aku tidak mau tahu!”

“Baiklah!!!”

                            ΰ ΰ ΰ

Cho Kyuhyun memasuki ballroom bersama Seulgi di sampingnya. Ia tertawa ketika mendengar lelucon wanita itu mengenai lampu-lampu di taman yang baru saja mereka datangi.

“Kau ingin minum?” tanya Kyuhyun sambil mengedarkan pandangan ke sekelilingnya untuk mencari pelayan.

Dan Han Rae Ra.

Seulgi menarik lengan tuxedo Kyuhyun dengan semangat. “Lihat! Ada yang sedang berdansa. Ah, imut sekali!” Wanita itu berucap dengan penuh semangat sambil sedikit menunjuk ke arah kerumunan orang yang sedang berdansa dengan pasangan masing-masing.

Kemudian Kyuhyun melihat satu titik tepat di tengah kerumunan pasangan-pasangan itu.

Satu titik yang menampilkan seorang gadis dengan gaun malam panjang berwarna biru dan silvernya yang membentuk lekuk tubuh sempurna gadis itu dengan sangat mendetil, tengah berdansa dengan seorang pria yang tidak dikenal Kyuhyun tetapi tampak tidak asing. Gadis itu tertawa dengan lengan yang menggantung pada leher pria itu, sementara pinggangnya direngkuh oleh pria itu erat-erat.

Meski tidak sudi mengakuinya, tapi bagi Kyuhyun mereka terlihat sangat serasi.

Gadis itu adalah gadis yang sama yang berjanji bersamanya di depan altar tiga minggu yang lalu dan memakai cincin yang serupa dengannya. Cincin emas putih bertahtakan berlian dengan ukiran kata ‘PROMISE’ pada bagian dalamnya.

Han Rae Ra.

“Dia sedang berdansa dengan siapa?” tanya Kyuhyun pelan tanpa sadar.

“Cinta pertamanya. Kau ingat Alexander Kim yang selalu diceritakan Rae Ra sejak di sekolah dasar dan mampu membuat kita bosan karena mendengarnya terus-menerus?” Kyuhyun menoleh ke arah kanan, di mana Donghae kini berdiri di sampingnya, “Itulah pria yang selama ini disebut-sebut sebagai satu-satunya pria yang masuk ke dalam daftar pria yang dicintainya.”

“Bagaimana kau bisa tahu?” tanya Kyuhyun.

“Tadi aku berkenalan dengannya saat aku tidak sengaja mengganggu mereka yang sedang bersama di balkon.” Donghae berucap dengan mata tak lepas dari sosok sempurna Rae Ra. Sehingga pria itu tidak melihat alis Kyuhyun yang terangkat sebelah sehabis mendengar kata-katanya. “Aku khawatir pria itu akan kembali menempati seluruh ruang di hati Rae Ra. Karena menurutku, pria itu memang tidak pernah pergi dari sana seutuhnya.” lanjut Donghae dengan suara berbisik agar Seulgi yang berada di sisi Kyuhyun yang lain tidak dapat mendengarnya.

Kini Kyuhyun ikut memperhatikan Rae Ra yang sedang berdansa bersama Alex mengikuti irama musik yang mengalun lembut dan menghipnotis para pasangan dansa hingga apa yang mereka lakukan hanyalah saling memandang satu sama lain. Dapat Kyuhyun lihat, sebuah senyuman terulas di wajah cantik Rae Ra dengan mata berbinar senang.

Walau senyum itu hanyalah senyuman simpul, Kyuhyun yang terlalu mengenal Rae Ra dapat melihat dengan jelas bahwa istrinya sangat bahagia.

“Lalu memangnya mengapa jika pria itu kembali menempati seluruh ruang di sana? Itu adalah hak pria itu jika dia memang menginginkan tempatnya kembali.” jawab Kyuhyun tenang dengan suara ikut berbisik. Ia benar-benar tak habis pikir pada pola pikir Donghae mengenai hal ini. “Dan bukankah itu hak mereka jika mereka ingin melanjutkan masa lalu mereka setelah sebelumnya sempat tertunda?” Kini Kyuhyun mengalihkan tatapannya ke arah lain.

Donghae menatap Kyuhyun dengan pandangan tercengang. “Kau gila?!” seru Donghae tertahan. Matanya menajam saat bertatapan dengan Kyuhyun yang membalasnya dengan datar. “Wanita itu adalah milikmu, Bung! Jadi, bukankah sudah sepatutnya kau memberi tembok pembatas pada pria-pria yang mencoba mendekati wanitamu?” lanjutnya dengan menekan kata sepatutnya. Berusaha membuat Kyuhyun sadar dengan posisinya sendiri.

“Lee Donghae, kau lupa bahwa kami tidak saling mencintai? Jadi menurutku, itu adalah haknya bila dia memang ingin kembali pada cinta pertamanya.”

Donghae benar-benar sangat gemas pada Kyuhyun yang tampak berusaha menguji kesabarannya. Hingga rasanya, Donghae ingin sekali mencongkel otak Kyuhyun dan membawanya ke kantor pusat Microsoft Corporation agar orang-orang jenius di sana dapat memperbaiki fungsi otak sahabatnya itu agar dapat digunakan kembali untuk berpikir dengan benar.

“Terserah kau sajalah. Dan aku lihat,” Donghae melirik Seulgi yang masih berdiri di samping Kyuhyun dengan pandangan sinis, “tampaknya kau juga sedang mencoba untuk kembali melanjutkan masa lalumu.” Setelah mengatakan hal itu dengan nada menyindir, pria itu berjalan menjauh dari tempat Kyuhyun untuk menghampiri Rae Ra yang baru saja selesai dengan acara dansa bersama cinta pertamanya.

Apa maksud ucapannya? batin Kyuhyun bingung.

Dari kejauhan, Kyuhyun melihat Donghae mengucapkan sesuatu pada Rae Ra dan Alex yang membuat kedua orang itu tertawa. Tak lama setelah itu, Rae Ra menyelipkan tangannya pada lengan Alex, lalu berakting mesra dengan Alex yang hanya tersenyum pada gadis itu. Dan Kyuhyun tersentak di tempatnya ketika melihat Alex yang menatap wajah Rae Ra dengan tatapan seolah gadis itu begitu berharga.

Seolah pria itu sangat mendambakan istrinya.

Kyuhyun berdecak pelan, mengangkat bahunya dengan sikap—seakan—tak peduli, dan menoleh ke arah Seulgi. “Ingin membicarakan proyek terbaru di Swiss di tempat lain?” Seulgi hanya mengangguk menanggapi pertanyaan Kyuhyun. Kyuhyun kembali pergi dari ballroom itu bersama Seulgi di sampingnya setelah melemparkan tatapan pada Rae Ra untuk terakhir kalinya. Pada Rae Ra yang tengah mengacak rambut Alex penuh keakraban.

Bersamaan dengan tatapan penuh tanya dari Rae Ra yang melihat kepergian Kyuhyun setelah pria itu kembali menatap ke depan.

“Hae, dia ingin pergi ke mana lagi?” tanya Rae Ra pada Donghae.

“Dia? Oh, sudahlah, tidak perlu hiraukan dia.”

Rae Ra mengangguk. Lalu tersenyum lebar pada Alex yang kembali mengajaknya berdansa saat mendengar intro dari musik kali ini terdengar lebih cepat dan menyenangkan.

“Hei, kau mau menikah denganku?” canda Alex saat mereka sudah kembali ke lantai dansa.

Rae Ra tertawa mendengarnya. “Kau terlambat. Seharusnya kau melamarku satu tahun yang lalu. Dan jika hal itu sampai terjadi, dapat aku pastikan bahwa di detik ini, aku berdansa danganmu dengan status sebagai istri Tuan Kim, bukan istri Tuan Cho.” balas Rae Ra dengan wajah berpura-pura sedihnya.

Alex terkekeh.

“Kalau begitu apakah Tuan Cho akan merasa keberatan jika aku meminjam istri cantiknya untuk kembali berdansa denganku malam ini?”

“Sepertinya, tidak. Karena tampaknya, Tuan Cho sedang sibuk dengan temannya sehingga melupakan istrinya yang cantik ini.”

“Tapi bolehkah aku meminjam istri cantiknya untuk seumur hidup? Aku lihat, Tuan Cho tidak peduli pada istri cantiknya yang merepotkan ini.”

“Ya, tentu. Tuan Cho sepertinya memang tidak peduli.” Rae Ra mengulaskan sebuah senyuman.

Senyuman pahit.

ΰ ΰ ΰ

Saat Kyuhyun memasuki apartemen, seluruh ruangan dalam keadaan gelap gulita. Ia meraba dinding di dekatnya untuk mencari saklar lampu. Setelah lampu menyala, menerangi ruang tamu di dekat pintu keluar, Kyuhyun berjalan menuju kamarnya di lantai dua. Ia menoleh ke belakang. Namun tidak menemukan siapapun di belakangnya.

Kyuhyun melangkah keluar kamar. “Rae Ra!!” Ia berteriak memanggil nama istrinya sambil mengelilingi setiap sudut apartemen mewahnya. Tapi tidak ada yang menyahutinya. Ke mana Rae Ra?

Kyuhyun mengerutkan keningnya. Lima detik kemudian, matanya terbelalak lebar. Astaga, apakah ia sudah meninggalkan istrinya? Bagaimana bisa ia lupa mengajak Rae Ra pulang dan malah mengantar temannya pulang? Bodoh!

Kyuhyun sudah berlari menuju pintu dan hendak keluar dari apartemennya untuk menjemput Rae Ra sambil terus merutuki kebodohannya, namun sebuah pemikiran yang terlintas di otaknya menghentikan langkahnya.

Ah, pasti Rae Ra tidak akan kesulitan mendapat tumpangan pulang. Di sana ada Donghae, Siwon, Hye Sang, orang tuanya, orang tua gadis itu, orang tua Donghae, dan bahkan, di sana ada cinta pertamanya saat di sekolah dasar.

Terutama dengan mengingat faktor terakhir, Rae Ra jelas tidak akan mendapat kesulitan apapun.

Jadi, Kyuhyun memutuskan untuk tidak perlu memusingkan hal itu dan bersiap untuk tidur karena besok ia harus bekerja.

                                   ΰ ΰ ΰ

“Dasar pria brengsek! Bisa-bisanya dia meninggalkanku! Menyebalkan!!” Rae Ra tidak berhenti mengumpat sejak wanita itu mengetahui Kyuhyun sudah pulang lebih dahulu dan tidak mengajaknya.

Ia menghentak-hentakkan kakinya dengan geram. Lalu, karena merasa pegal setelah lebih dari tiga jam memakai sepatu berhak tinggi, Rae Ra memutuskan untuk melepas sepatunya dan berjalan di padang rumput di samping gedung acara itu tanpa alas kaki.

“Dasar ponsel sialan! Kenapa kau harus mati di saat seperti ini?!” Kali ini, umpatannya ia layangkan pada ponsel tipisnya yang sejak tadi digenggamnya. Dengan penuh perasaan kesal, Rae Ra menyimpan ponselnya ke dalam clutch rancangan Hilde Palladino nya. Lalu ia memutuskan untuk duduk di atas rumput dengan ekspresi tak bersahabat, tanpa memikirkan gaunnya yang bisa saja kotor karenanya.

Sudahlah, ia akan meminta siapapun yang hadir ke acara malam ini untuk mengantarnya pulang. Jika Kyuhyun memang sudah meninggalkannya, itu bukan masalah besar yang membuatnya kesulitan untuk pulang ke apartemennya. Jadi, sudahlah, ia tidak perlu memikirkannya lagi. Ia bukanlah tipikal wanita yang selalu bergantung pada seorang pria. Ia bisa melakukan apapun dengan tangannya sendiri tanpa bantuan Kyuhyun atau siapapun.

Tapi Kyuhyun benar-benar aneh. Sejak Rae Ra tengah dirias di apartemen mereka oleh penata rias pribadinya hingga mereka berada di dalam mobil dalam perjalanan menuju gedung acara, Kyuhyun selalu saja berujar bahwa mereka harus terlihat sangat harmonis. Mereka harus terlihat mesra walau sebenarnya sangat tidak sudi.

Dan semua itu berubah setelah mereka berada di pesta ulang tahun perusahaan keluarga Cho. Kyuhyun sama sekali tidak menjemputnya saat ia bersama Choi Siwon dan bahkan tidak mengajaknya pulang bersama. Sangat-sangat aneh sekali seolah Kyuhyun melupakan ucapannya sendiri. Mungkin hal termanis yang dilakukan Kyuhyun malam itu adalah mencium bibirnya sekilas di hadapan para tamu undangan setelah seluruh tamu bersulang untuk mereka.

Rae Ra mengedikkan bahunya asal dan meluruskan kakinya di atas rerumputan itu. Kemudian kepalanya mendongak, menatap bulan yang bersinar terang sendirian tanpa bintang di langit yang gelap. Saat itu tidak ada hal lain yang bisa dilihatnya, jadi ia hanya memandangi bulan dan langit gelap bersamaan dengan angin malam yang sedikit berhembus, menemani kesendiriannya di tempat itu.

Ia memang sengaja memilih tempat di halaman samping gedung itu untuk menghubungi Kyuhyun yang melarikan diri dari pesta ini tanpa mengajaknya ikut serta, karena memang di tempat itu tidak terdapat siapapun, termasuk para wartawan dan para pelayan.

Rae Ra menghembuskan nafasnya dengan perlahan. Malam ini, dadanya terasa ringan dan bibirnya masih dapat mengulaskan sebuah senyuman cerah di wajahnya yang memiliki garis lekuk teliti yang begitu sempurna, entah selama sepuluh jam ke depan atau bahkan lebih lama dari itu. Perasaannya hanya sedang terlalu senang hari ini dan mungkin akan terus berlangsung selama sepekan ke depan. Itu semua tidak lain karena Alexander Kim yang sudah pulang padanya.

Ia akui, Alex adalah cinta pertamanya saat di sekolah dasar. Dan kini, mereka kembali dipertemukan oleh takdir setelah sekian lama tak berjumpa karena Alex harus mengikuti orang tuanya yang bekerja di New York saat semester terakhir di kelas satu SMP selesai. Kemudian pernah sekali ia dengar bahwa Alex pindah lagi ke Cina. Tapi ia tidak pernah mendengar kabar Alex pernah menginjakkan kakinya lagi di Korea.

Jika ada yang bertanya, apakah Rae Ra masih menyukai Alex? Rae Ra akan menjawab dengan tegas, tidak lagi. Tapi, kau tahu, cinta pertama terkadang tidak pernah benar-benar hilang dari hati seseorang meski hanya karena begitu menorehkan kesan yang mendalam. Walaupun hanya karena kenangan yang kau dan cinta pertamamu miliki, bukan karena kau yang berakhir bersama cinta pertamamu.

Mungkin seperti itulah apa yang dirasakan Rae Ra terhadap Alex.

Hingga detik ini.

“Ternyata kau ada disini! Aku sudah mencari-carimu sejak tadi. Aku heran, kenapa kau selalu dapat mencari tempat bersembunyi yang sangat sulit untuk ditemukan orang lain, huh?”

Tiba-tiba terdengar suara omelan Donghae di belakang tubuhnya. Rae Ra menolehkan kepalanya dan melihat pria dengan balutan tuxedo biru dongker rancangan Brioni itu sedang berjalan ke arahnya dengan kedua tangan dimasukkan ke dalam saku celana.

Untuk beberapa saat, Rae Ra merasa bahwa Lee Donghae benar-benar begitu berkharisma.

Donghae ikut duduk bersamanya di atas hamparan rumput itu dengan tenang, lalu ikut meluruskan kaki panjangnya seperti yang dilakukan Rae Ra. Donghae balas menatap Rae Ra yang sejak tadi masih memandanginya dalam diam. “Ke mana Alex?” tanyanya.

“Sudah pergi. Dia akan ke luar kota malam ini.”

Donghae mengangguk paham. “Kau ingin pulang sekarang?” tanya pria itu lagi dengan alis terangkat.

Rae Ra kembali menatap langit dengan wajah tanpa ekspresi. “Aku bisa pulang kapan saja. Bahkan, jika aku tidak pulang malam ini atau bermalam-malam berikutnya hingga aku merasa benar-benar rindu pada ranjang baruku pun tidak masalah sepertinya.” sahut Rae Ra sarkastik.

Donghae tertawa keras mendengar ucapan Rae Ra. Ia mengacak rambut cokelat madu milik gadis itu, lalu merangkul bahu sahabat wanitanya yang kini sudah bersuami. “Aku tahu kau marah karena Kyuhyun sudah meninggalkanmu dan malah mengantar teman wanitanya—“

“Tunggu dulu! Teman wanitanya? Maksudmu wanita yang tadi dikenalkan Kyuhyun padaku? Wanita bernama… Kang -something?” potong Rae Ra sambil kembali menatap wajah tampan Donghae dengan mata membulat terkejut.

“Namanya, Kang Seulgi. Dan, ya, wanita itu yang aku maksud.” Donghae memamerkan cengiran senangnya pada Rae Ra yang terpancing oleh ucapannya mengenai Kyuhyun. Tidak sia-sia ia menekan kata teman wanita pada kalimatnya tadi.

Donghae mendengar dengusan lolos keluar dari hidung Rae Ra dengan jelas. “Aissh, aku jadi merasa tersingkirkan jika seperti ini! Seperti yang kau atau siapapun tahu, aku tidak pernah suka menjadi yang terlup akan dan terabaikan. Aku tidak pernah suka jika digantikan, apalagi disingkirkan. Dan, apakah Kyuhyun sedang mencoba melupakan, mengabaikan, menggantikan, dan menyingkirkanku?!” celoteh Rae Ra penuh dengan rasa tak terimanya.

Setelah Donghae mendengar perkataannya, pria itu memutar matanya jengah. “Bukankah seharusnya wanita sepertiku selalu menjadi yang pertama? Oh, tidak, tidak, aku ralat, bukankah seharusnya aku selalu menjadi yang pertama? Selalu menjadi prioritas utama mengenai apapun dalam hidup seseorang? Selalu memiliki segala yang kuinginkan di dunia ini? Selalu—“

“Ya, ya, ya, aku mengerti, Nyonya Muda Cho. Jadi, apakah aku bisa langsung menjawab seluruh pertanyaan penuh keluh kesahmu terhadap dunia yang fana ini tanpa harus kau menambahkannya lagi? Dan apakah aku perlu mendikte seluruh pertanyaanmu dengan jawaban yang sudah kupersiapkan?” Donghae menghentikan pidato Rae Ra tentang betapa tidak adilnya Cho Kyuhyun karena sudah meninggalkannya seorang diri dan malah mengantar wanita lain pulang.

Rae Ra membalas tatapan Donghae dengan sebal karena sudah menghentikan pidato singkatnya mengenai isi hatinya dengan begitu kejam, namun tak lama, ia mengangguk. “Silakan, perjaka-tak-laku-yang-sudah-kadaluarsa.” sahut Rae Ra dengan tatapan datarnya.

“Begini, wanita-bajingan-yang-terlalu-brengsek-dan-percaya-diri, pertama, Kyuhyun tidak sedang mencoba melupakan, mengabaikan, menggantikan, dan menyingkirkanmu. Kau tahu kenapa? Karena kau adalah sahabat wanita satu-satunya yang dia miliki dan juga, detik ini, kau sudah berstatus sebagai istrinya. Istri satu-satunya di dunia yang kejam dan dipenuhi oleh makhluk seperti kalian.

“Kedua, yeah, kau mungkin benar, bahwa seharusnya kau selalu menjadi yang pertama dan menjadi proritas utama. Karena kau, memang selalu berhasil untuk menjadi yang pertama dan satu-satunya untukku dan Kyuhyun. Serta, menjadi prioritas utama kami sejak dulu mengenai apapun di dalam hidup kami. Dan aku sangat yakin bahwa hal itu juga dirasakan oleh para pria-pria yang menyukaimu.

“Dan ketiga, ayolah, Rae Ra, kau sudah memiliki segalanya. Keluarga yang sangat mencintaimu, dua sahabat pria yang sangat tampan dengan hati sesuci salju di malam natal, teman-teman yang banyak tersebar luas di seluruh dunia, pendidikan yang tinggi, harta kekayaan yang tak terhingga, pakaian-pakaian mahal dan ribuan barang bermerek yang kau miliki selama ini dan memiliki potensi besar untuk selalu bertambah jumlahnya hingga semakin tak terhingga, mobil-mobil mewah, rumah megah, beberapa pesawat jet pribadi, dan banyak hal lainnya. Apa lagi yang kau inginkan?” Donghae menghentikan ucapannya dengan sebuah senyuman teduh yang seumur hidup hanya pernah ia tunjukkan di hadapan Rae Ra dan Kyuhyun.

Rae Ra menatap iris mata di hadapannya dengan intens. Donghae tidak bisa mengartikan tatapan mata Rae Ra pada matanya detik ini. Dan ia, memang kerap dibuat bingung oleh mata menakjubkan itu.

Tiba-tiba Rae Ra mendekatkan wajahnya pada wajah Donghae dengan perlahan. Untuk beberapa detik, hal itu mampu membuat Donghae berpikir bahwa ia ingin menjelajahi bibir ranum Rae Ra lebih dalam dengan ciumannya. Ia ingin merasakan sensasi yang dirasakan Kyuhyun seperti yang diceritakan pria itu padanya. Ia ingin merasakan lebih dari sekadar mengecup singkat bibir yang begitu menggoda banyak pria hanya dengan senyuman mengejeknya.

Namun ketika Rae Ra mencium pipinya dan berkata dengan begitu tulus, “Malam ini kau tidak tampak seperti sahabatku yang bodoh, Hae. Dan aku menyayangimu.” detik itu juga, Donghae seperti disadarkan pada situasi yang ada.

Bahwa Han Rae Ra bukanlah wanita yang pantas untuk diciumnya.

Bahwa Han Rae Ra bukanlah sahabatnya yang dulu tidak pernah memikirkan ikatan serius dan komitmen.

Bahwa Han Rae Ra yang berada di hadapannya sekarang, bukanlah Han Rae Ra yang dulu selalu merengek ingin menikahi Lee Donghae dengan wajah putus asanya.

Bahwa Han Rae Ra kini bukanlah wanita lajang seperti saat ia terakhir kali mencium singkat bibir wanita itu karena sudah memberikannya sebuah patung ikan yang wanita itu ukir dengan tangan cantiknya saat ia berulang tahun.

Bahwa Han Rae Ra sekarang sudah memiliki seorang suami.

Bahwa Han Rae Ra kini sudah menjadi seorang Cho Rae Ra.

Tanpa sadar, Donghae menarik tubuh Rae Ra ke dalam pelukannya. Hidungnya menghirup aroma tubuh Rae Ra dalam-dalam. Matanya memejam saat ia mengeratkan rengkuhannya. Rae Ra yang awalnya terkejut dengan pelukan tiba-tibanya, akhirnya tertawa dengan geli. “Kau kenapa, Hae? Menyesal karena tidak melamarku lebih dulu sebelum perjodohan brengsek itu ada?” canda Rae Ra dengan tawa renyah di belakangnya.

Donghae tertawa kecil mendengar gurauan Rae Ra. “Aku hanya tidak menduga bahwa Gadis Bajingan kesayanganku sudah menikah dengan Iblis Keparat kesayanganku. Sekarang, aku hanya seorang diri di dunia perjaka kadaluarsaku.” ujar Donghae dengan nada suara yang serupa dengan anak berumur lima tahun saat sedang merajuk pada ibunya.

“Kau berlebihan sekali! Biarpun aku sudah menikah dengan Iblis Keparat kesayanganmu, kau tetap Pangeran Tampan Tak Berotak kesayanganku.” Rae Ra menyahut dengan nada lelah. Tapi meskipun begitu, wanita dengan mata cokelat yang selalu memberikan sinar jenaka pada semua orang itu tetap membalas pelukan Donghae. Ia menenggelamkan wajahnya pada bahu Donghae yang selalu terasa terlalu nyaman.

“Dan, ya, aku menyesal karena tidak melamarmu lebih cepat.” lanjut Donghae tiba-tiba.

Rae Ra tertawa terbahak-bahak mendengar kalimat itu. Sangat keras sampai mampu membuat telinga Donghae sakit—yang sebenarnya memang sengaja dilakukan oleh wanita itu.

“Aduh!” gerutu Donghae sambil melonggarkan pelukannya dan menjauhkan telinganya dari Rae Ra. Wajah mengerutnya perlahan berubah, berganti dengan wajah serius yang sangat jarang ditampakkannya. “Rae Ra, kau mau menjanjikan sesuatu padaku?” tanya Donghae perlahan lalu menatap mata Rae Ra dalam. Rae Ra tidak menjawab. Ia menunggu Donghae untuk melanjutkan ucapannya. “Kau mau berjanji untuk selalu ada untukku meski kau sudah menikah?”

“Kau bercanda? Tentu saja, aku akan melakukan hal itu tanpa harus kau memintaku untuk berjanji, Bodoh!”

Donghae menutup malam dimulainya seluruh takdir yang akan muncul ke permukaan dengan sebuah kecupan di kening Rae Ra.

Sekaligus, malam di mana sebuah rahasia hanya mampu bersembunyi di balik waktu yang tidak pernah bersedia berputar untuk membuatnya terungkap.

                                   ΰ ΰ ΰ

Han Hyunseok sedang tertawa terbahak-bahak mendengar cerita dari Lee Seung Yeon, ayah Lee Donghae, mengenai tingkah konyol seorang politisi sewaktu mereka sedang bermain golf bersama, saat seorang pria yang merupakan anak buahnya tiba-tiba menghampirinya dan ingin memberitahukannya sesuatu. Han Hyunseok bangkit dari kursinya di meja makan yang dipenuhi oleh orang-orang terpandang itu, lalu menyuruh anak buahnya untuk bicara di tempat lain yang lebih sepi.

“Ada apa?” tanyanya saat mereka sudah berdiri di dekat jendela besar di sudut ballroom yang tidak banyak didatangi orang.

Anak buah Hyunseok mengatakan semua hal yang baru saja diketahuinya. Apa yang pria itu sampaikan pada Hyunseok malam itu sedikit banyak membuat pria paruh baya itu terkejut dan bingung di saat yang bersamaan.

Hyunseok terdiam selama beberapa saat setelah mendengar semuanya. Raut kekecewaan sedikit terpancar pada wajahnya yang mulai dipenuhi keriput. Ia menghembuskan nafasnya sesaat sebelum mengatakan, “Terus awasi.”

“Baik, Presdir. Saya permisi.” jawab pria itu sambil membungkuk dalam-dalam. Setelahnya pergi dari sana, meninggalkan Hyunseok sendiri bersama pikirannya yang berkelana kesana-kemari.

Yang memulai segalanya, yang akan jatuh ke jurang kesakitan paling dalam.

Dan Han Hyunseok akan memastikan hal itu benar-benar terjadi.

ͼΘͽ

53 thoughts on “What’s Your Feeling Part 4

  1. Haduh jd bingung sbenernya siapa sih yg disukain sm Raeraa.
    Tapi aku suka banget sama kata” yg lucu” kaya si brengsek dll.
    Ngerasa lebih nyaman ajaa bacanya.

    Suka

  2. NB : tanda baca sama dengan (=) itu artinya sebenarnya/seharusnya.

    Orang tuanya = orangtuanya. Terlup akan = terlupakan.

    Kalo salah satu nulis nama dengan Kyuhun, misalnya. Berarti nama yang lain juga harus ditulis seperti itu. Exp : Na ra = Nara. Gitu. Pahamkan?

    Typo jangan dipelihara.
    Keep writing!!!

    Suka

  3. Baru sekali baca ff ini kenapa gue ngrasa rae ra bakalan sakit hati karna ulah kyuhyun???
    Kayak nya tn han bakalan nglakukin sesuatu kalo ada yg nyakitin rae ra . . .
    Lanjut eonni,,,

    Suka

  4. Aku sempet lupa sm alur ceritanya pas baca di awal” hehe. Si kyu gitu banget masa lupa kalo raera gak diajak balik. Part depan banyakin momen kyuranya dong. Ok sampe ketemu lg.

    Suka

  5. Pasti sruh ngawasin kyuhyun sama seulgi deh .. Ohmigat , aku kudu otohkee 😭
    Kak ,pleaseeee banget jngan pisahin kyuhyun sama rae ra ,nggak tega akutuh .. Please happy ending kyu sama rae ra ,pleaseee 😍😍😍

    Suka

  6. Salah satu ff yg gak hanya menyajikan cinta-cintaan aja tapi ada juga persahabatan diantara laki2 dan perempuan. Yg bikin baper bukan romancenya, secara belum muncul juga sih hihihi tapi untk skrg aku baper sama persahabatan cast. Pengen banget punya sahabat laki2 yg setia seperti cast di ff ini. .
    Okee yg semangat nulisnya ya thor biar penasaran banget untuk lanjutannya..

    Suka

  7. Agak lupa sih sama chapter sebelumnya tapi okelah mash bisa mengikuti..
    Semoga next’nya gak kelamaaan ya thor biar gak lupa lagi hehe

    Suka

  8. Donghae ketauan kan suka sama raera 😀 atau jangan” bukan suka tapi CINTA? AMG haha… Si kyuhyun cuek aja terus biat ntar belakangan baru tau rasa 🙂 ahh alex si cinta pertama? Woww tapi kayaknya ntar yg buat hubungan kyu sama rae jadi ribet tu donghae deh 😀 aku sukaa

    Suka

  9. Emang cinta pertama itu ga mudah di lupakan
    Kayanya kyuhyun dan rae ra belum menyadari perasaan masing2
    Jangan bilang donghae juga punya perasaan ke rae ra?

    Suka

  10. hampir lupa sm jalan ceritanya kak, karena part 1 – 3 di rilis di bln maret semua jd gampang buat mengingat2 jln ceritanya, tp part ini rilis bln juli jd udh 3bln, untung cover ff nya unik jd aku langsung kepo buat baca, tp aku maklum sih mungkin kak
    Valadayunos lg sibuk atau ada sesuatu yg bikin ff ini lama di lanjutinnya, good luck untuk part 5 kak,

    Suka

  11. Akhirnyaaaa dipost juga
    Aku uda nunggu bgt ff ini :”(
    Kyu ih jahat bgt kamu lupain rae ra
    Itu knp ya donghae manis bgt sweet gtu
    Knp ga donghae aj yg dinikahin ya?kkekeke
    Kyu disini sdkt ya partnya
    Ditunggu klnjtnnya eonni^^

    Suka

  12. Akhirnya setelah sekian lama di post juga eonn, … masih penasaran sama isi hati han rae ra, kyuhyun dan donghae …
    Aduh …. sifat donghae manis banget disini, dan kira2 apa yang di omongin sm anak buah nya han hyunseok, di tunggu captr selanjutnya, semoga nggak lama yah

    Suka

  13. Trnyta Donghae lbh manis Dr kyu.
    N kyu sok bersikap gentle nganterin tmn wanitanya tp ngelupain istri sndri.
    Wlaupun ga ad cinta tp dongkol jg kl d lupain

    Suka

  14. Yah nampaknya rae ra udah menyukai kyu,tp kyu blm ia masih mencintai seungi,mudah2han kyu tdk kelewat batas ama seulgi tdr bersama misalnya, dan tdk melupakan rae ra,kecewa sumpah kyu melupakan rae ra di peata itu…..pinggin kyu juga suka ama rae ra…

    Suka

  15. cinta pertama emng sulit terlupaka n. ttep berkesan wlpun udh ada ganti nya. hueee alex nya telat keknya klu sama alex rae ra bakal jdi wnita anggun dng sikap lembutnya alex.. donghae jangan2 pnya prasaan lg sama rae???bodo ah sama kyu mah hahahaa
    ending nya bkin pnasaran yah ini apa yg terjadi????
    jng lama2 post dong kakahhhh.. semangat terus yaaaa.. lg erorr komen susah masuk

    Suka

  16. masih sedikit bingung sama critanya tapi aku menikmatinya hehe
    gemes ih sama kyuhyun, yega banget ninggalin rae ra cuma gara gara ada seulgi

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s