Because of Love Part 2


 

Title : Because of Love

Author : kyunyit

Category : NC21, Romance, Comedy, Chapter

Cast : Shim Hyemi (OC), Cho Kyuhyun

Other cast : Lee Donghae, Shim Changmin, etc

Note : ff ini asli milik aku, belum pernah dipost dimana pun. Dan ini ff nc pertama yang aku kirim ke Flying NC, terima kasih untuk admin yang sudah post ff-ku ini hehe..

 

THANKS FOR ADMIN :*

 

DON’T BE PLAGIATOR AND HAPPY READING :*

 

-o0o-

 

“Namanya Cho Kyuhyun,” jawab Hyemi tanpa melepas kontak matanya dengan Kyuhyun, “Dia…..”

 

Kyuhyun semakin merasa gugup mendengar ucapan Hyemi. Kumohon, Tuhan…

 

“Dia teman Changmin Oppa.” Lanjut Hyemi dengan tatapan datarnya. Hyemi tidak tahu dalam hati Kyuhyun mencelos mendengar jawaban gadis itu, rasanya sangat sakit bagai ada lubang besar di dadanya.

 

“Benar, dia temanku.” Sambung Changmin sambil merangkul Kyuhyun, tidak perduli bajunya kembali basah karena Kyuhyun belum mengganti pakaiannya. “Dia memang sering menginap disini, jadi jangan heran kalau kau datang dan melihatnya berada disini.”

 

“Ah seperti itu..” gumam Donghae dengan senyum ramahnya, sedikit tak enak hati juga karena ketahuan bercumbu dengan Hyemi tadi.

 

“Baiklah, kami akan bermain game dulu. Nikmati waktu kalian.” Lalu Changmin mengeratkan rangkulannya dan memaksa Kyuhyun untuk ikut ke kamarnya. Changmin mengunci pintu, bersandar disana, dan menghela nafas pelan sambil menatap iba pada Kyuhyun.

 

“Sekarang kau percaya padaku? Hyemi sudah tidak menyukaimu lagi, bodoh. Bahkan tadi dia bilang kau hanya temanku. Dilihat dari tatapan mereka, sepertinya mereka saling suka dan sedang menjalin hubungan. Sudahlah, apapun itu, lupakan saja adikku.” Changmin mengambil baju ganti yang sudah ia siapkan dan menyodorkannya pada Kyuhyun, “Ganti bajumu atau kau akan sakit nanti.”

 

Kyuhyun mendelik tajam pada Changmin, “Ini bukan waktunya untuk ganti baju, sialan.”

 

“Hei! Kalau kau sakit kau tidak akan bisa merebut Hyemi dari pria itu, sialan! Kemana otak jeniusmu huh?” sinis Changmin sambil memaksa Kyuhyun untuk menerima baju ganti yang ia berikan, lalu menyuruh pria itu ke kamar mandi lewat tatapannya.

 

Akhirnya Kyuhyun mengalah, ia segera menuju kamar mandi yang berada di sudut ruangan dan mengganti setelan jasnya dengan baju santai milik Changmin.

 

Ya, Changmin benar. Kalau Kyuhyun sakit, pria itu tidak akan bisa merebut Hyemi dari Donghae. Meski Kyuhyun belum yakin apa hubungan kedua manusia itu. Semoga saja cumbuan panas mereka tadi bukan pertanda mereka dalam hubungan yang serius. Oh tidak, jangan sampai. Kyuhyun tidak akan tinggal diam bila benar begitu adanya.

 

Kyuhyun keluar dari kamar Changmin dan tidak mendapati seorang pun di ruang tamu, lalu ia melanjutkan langkahnya menuju kamar Hyemi. Kyuhyun terdiam sejenak di ambang pintu. Menatap sayu pada Hyemi yang sudah tidur menyamping di ranjangnya. Kyuhyun berjalan mendekat, setengah berlutut dan memandangi wajah tertidur gadis di hadapannya. Sepertinya gadis itu tertidur karena sedikit mabuk. Kyuhyun bisa mencium aroma alkohol dari tubuh gadis itu.

 

“Hyemi-ya, yang aku lihat tadi.. semua itu tidak benar bukan?” lirih Kyuhyun sambil mengusap lembut kepala Hyemi,“Ya, aku pasti salah lihat. Kau tidak mungkin berpaling dariku bukan? Kau tahu aku hanya mencintaimu, jangan kecewakan aku huh?”

 

Seperti orang bodoh, Kyuhyun membohongi dirinya sendiri bahwa yang dilihatnya tadi tidak nyata. Entah untuk yang keberapa kalinya Kyuhyun seperti ini. Kyuhyun terlalu mencintai Hyemi hingga menampik semua fakta mengenai berakhirnya hubungan mereka. Astaga..

 

“Bersikap manislah saat kita bertemu di mimpi.” Bisik Kyuhyun sebelum mengecup lama puncak kepala Hyemi, lalu bergegas untuk pulang. Kyuhyun lupa niat awalnya datang ke rumah ini untuk memberi hadiah kecil pada Hyemi.

 

-o0o-

 

Hyemi sudah rapi dengan setelan baju kerjanya, kemeja merah lengan pendek yang dipadukan dengan rok hitam selutut. Lalu Hyemi memakai high heels hitam dan menyampirkan tasnya di sebelah bahunya. Hyemi keluar dari kamarnya dan mendapati Changmin juga melakukan hal yang sama, ia memeluk sang kakak sekilas sebelum duduk berhadapan di meja makan.

 

Ada sup pereda mabuk. Hyemi yakin pasti Changmin yang memasak sup ini mengingat setiap pagi memang pria itulah yang selalu menyiapkan sarapan. Benar-benar sosok kakak idaman.

 

Selagi makan dalam diam, Changmin menyodorkan sebuah kotak cincin berwarna merah pada Hyemi. “Aku menemukannya di saku jas Kyuhyun semalam.”

 

“Lalu? Apa urusannya denganku?” balas Hyemi sebelum kembali memakan supnya.

 

“Itu untukmu, Hyemi-ya. Sepertinya Kyuhyun lupa memberikannya padamu.”

 

Awalnya Hyemi merasa enggan, namun akhirnya gadis itu tetap meraih kotak cincin itu dan membukanya. Hyemi tersenyum miris menatap cincin yang terlihat sangat cantik itu. Di dalam kotak itu juga ada secarik kertas kecil yang dilipat dua, namun Hyemi memutuskan untuk mengabaikannya dan kembali menutup kotak cincin itu. “Cih pria menyebalkan itu..”

 

“Kenapa? Kau tidak suka?” tanya Changmin setelah meneguk air putih.

 

“Bukan itu, Oppa. Hanya saja.. ini sangat menggangguku. Aku dan Kyuhyun Oppa bukan lagi sepasang kekasih, tapi Kyuhyun Oppa selalu menganggap dan memperlakukan aku sebagai kekasihnya. Aku… aku sudah menyukai lelaki lain, Oppa.”Hyemi memelankan suaranya diakhir kalimat.

 

Hhhh.. Cho Kyuhyun, temanku yang malang. “Siapa? Lelaki yang datang tadi malam?”

 

“Eo, sebenarnya aku sudah lama mengenalnya. Emm mungkin sekitar tiga bulan lalu saat aku dikirim ke Jepang. Aku bertemu dengannya disana, Oppa.”

 

“Jadi, kau dan Kyuhyun benar-benar sudah berakhir? Kau benar-benar tidak perduli lagi padanya?”

 

Hyemi terdiam sejenak, “Ya, sepertinya begitu.”

 

“Baiklah, terserah padamu. Kau yang menjalaninya, kau yang tahu mana yang terbaik untukmu.” Changmin tersenyum hangat sambil bangkit dari duduknya, “Aku menunggumu di luar. Kyuhyun bilang tidak bisa mengantarmu hari ini, jadi aku yang akan menggantikannya.”

 

“Apa maksud Oppa menggantikannya? Bukankah seharusnya itu memang tugas Oppa eoh?” balas Hyemi yang membuat Changmin tertawa, memamerkan deretan gigi putihnya.

 

.

 

.

 

Hyemi merenggangkan kedua tangannya setelah menyelesaikan beberapa laporan, tubuhnya terasa sedikit pegal dan matanya lelah. Dan disaat seperti ini entah mengapa matanya justru kembali terasa segar setelah melirik tas yang berada di dekatnya. Hingga selang beberapa detik, tangan Hyemi menggapai tas itu dan mengeluarkan sebuah kotak cincin. Ya, Hyemi memutuskan membawa benda itu bersamanya. Ia berniat mengembalikannya pada Kyuhyun nanti.

 

Hyemi memandang lama benda itu sebelum membukanya. Diusapnya cincin cantik itu kemudian tangannya beralih mengambil secarik kertas di dekat cincin itu.

 

Hadiah cantik untuk gadis cantik.

-Cho Kyuhyun-

 

Entahlah, Hyemi merasakan gelenyar aneh dalam hatinya saat membaca tulisan itu. Bahkan tanpa sadar senyum manisnya terbit begitu saja. Namun Hyemi segera menggelengkan kepalanya cepat. Tidak, tidak boleh begini. Ia sudah memutuskan untuk melupakan Kyuhyun dan hanya menyukai Donghae bukan?

 

Lalu Hyemi mengambil ponselnya dan mengetikkan sebuah pesan pada Kyuhyun.

 

[To: Mr. Pervert]

 

Oppa, datanglah ke Cafe dekat kantorku jam 5 sore.

 

“Apa yang sedang kau lakukan?” Hyemi sedikit terlonjak kaget melihat Donghae yang sudah berdiri di depan meja kerjanya, “Maaf, aku membuatmu terkejut.”

 

Hyemi menghela nafas pelan sebelum tersenyum kecil, “Tidak apa, Oppa.”

 

“Apa Abeoji memberimu banyak pekerjaan? Kenapa kau masih disini dan tidak pergi makan siang?” tanya Donghae sambil melirik jam tangannya sekilas.

 

“Berhentilah menyalahkan Tuan Lee, Oppa. Aku baru saja ingin pergi ke kantin.” Lalu Hyemi merapikan mejanya sebelum bangkit dari duduknya.

 

“Tidak, jangan ke kantin. Kita makan siang di restoran temanku saja.” sergah Donghae sambil menarik pelan lengan Hyemi menuju lift di dekat mereka, membuat gadis itu tak bisa menyembunyikan senyumannya.

 

-o0o-

 

“Sebenarnya apa yang kau lakukan hah?! Kenapa kau lama sekali?! Katakan saja kalau tidak bisa!” teriak Kyuhyun dari ruang tamu, matanya menatap kesal pada Changmin yang kini menghampirinya dan duduk di sampingnya. Pria itu membuatnya menunggu terlalu lama.

 

“Tutup mulutmu! Kau berisik sekali!” balas Changmin sambil menyodorkan semangkuk sup panas.

 

Ya, saat ini dua pria itu sedang berada di apartement Kyuhyun. Changmin sengaja datang dan memasak sup untuk Kyuhyun karena pria itu sedang sakit. Tidak terlalu parah, hanya demam dan pusing. Mungkin karena ‘aksi saling mengguyur’ mereka semalam. Dan juga Changmin datang karena merasa bersalah, ia tahu Kyuhyun jadi sakit begini karena ulahnya.

 

Kyuhyun mengaduk-aduk semangkuk sup di tangannya. Sup ayam yang dicampur wortel dan brokoli, ugh.. sebenarnya Kyuhyun tidak suka sayur, tapi sepertinya semua ini akan berakhir seperti biasanya, ia memakan ayamnya sedangkan Changmin yang akan menghabiskan sayurannya. Kalau ada Hyemi, biasanya gadis itu yang akan memakan sayurnya.

 

Kyuhyun menyendokkan kuah sup, sedikit meniupnya, lalu memasukannya ke dalam mulutnya. Hambar. Sama sekali tidak enak. Kyuhyun mengembalikan mangkuk itu pada Changmin sambil menatap pria itu tajam, “Apa yang kau lakukan dari tadi huh?! Apa kau memasak sambil melamun?! Kenapa supnya hambar?!”

 

“Apa? Hambar?” lalu Changmin langsung menyeruput sesendok kuah sup itu, rasanya enak. “Lidahmu yang bermasalah, bodoh. Kau benar-benar sakit.”

 

“Tidak, supmu yang tidak enak!” kesal Kyuhyun sambil berjalan meninggalkan Changmin, ia berjalan memasuki kamarnya untuk mengambil ponselnya. Rasanya lebih baik memesan makanan saja.

 

Niat Kyuhyun untuk memesan makanan tertunda saat melihat ada pesan masuk… dari Hyemi. Ini sangat langka sejak sebulan lalu. Tanpa buang-buang waktu lagi, Kyuhyun langsung membuka pesan itu. Membuat matanya menatap panik pada jam yang tertera di layar ponselnya. Ini sudah pukul 16:53 KST, tinggal beberapa menit lagi.

 

Kyuhyun langsung mengganti bajunya dengan celana jeans dan kemeja putih dengan kerah berwarna hitam. Lalu menyambar kunci mobilnya dan berlarian pergi dengan tergesa-gesa, mengabaikan teriakan Changmin yang memanggilnya. Oh bahkan ia juga mengabaikan demam yang menjalari tubuhnya.

 

Dengan mengendarai mobilnya seperti orang gila, akhirnya Kyuhyun berhasil sampai di sebuah Cafe tepat pukul 17:05 KST. Sial. Ia telat 5 menit.

 

“Sayang, maaf aku terlambat.” Kata Kyuhyun setelah menghampiri Hyemi dan duduk di depan gadis itu.

 

Kyuhyun melirik kedua tangan Hyemi yang berada di atas meja, rasanya ingin sekali ia menggenggamnya, menyalurkan rasa rindu dan bahagianya pada gadis itu. Namun semua itu tidak Kyuhyun lakukan. Kyuhyun justru melipat kedua tangannya di depan dada. Ia tidak mau egois dengan membiarkan gadis itu tahu mengenai suhu tubuhnya yang sedang panas, ia tidak mau membuat gadisnya khawatir. Meski ia juga sedikit tidak yakin… apa Hyemi masih akan mengkhawatirkannya?

 

“Kenapa diam saja huh?” tanya Kyuhyun yang hanya dibalas tatapan lekat oleh Hyemi, “Kau baru pulang kerja? Apa kau sudah ma—“

 

“Ini..” potong Hyemi sambil meletakan sebuah kotak cincin di atas meja dan menyodorkannya pada Kyuhyun.

 

Kyuhyun tersenyum miris, sejenak mengalihkan pandangannya keluar jendela yang ada di samping kanannya. Kotak cincin itu.. Kyuhyun tahu hadiah kecilnya itu sudah sampai di tangan Hyemi, Changmin sempat menceritakannya tadi. Tapi, sungguh Kyuhyun tak menyangka Hyemi akan mengembalikannya. Ada apa ini? Sebelumnya Hyemi tidak pernah menolak berbagai hadiah yang ia berikan. “Kau tidak suka?”

 

“Aku suka. Itu cincin yang sangat cantik.”

 

“Lalu?” nada bicara Kyuhyun menuntut sebuah penjelasan.

 

“Maafkan aku, Oppa. Tapi aku tidak bisa menerimanya, dan juga… kumohon hentikan semua ini.” Jelas Hyemi dengan suara yang pelan dan tenang.

 

Tatapan lembut Kyuhyun berubah menjadi tajam, “Ayolah Shim Hyemi, kenapa kau seperti ini lagi huh?”

 

“Kyuhyun Oppa..”

 

“Aku berani bersumpah aku tidak bertunangan dengan wanita itu, Hyemi-ya. Sungguh. Apa kau masih semarah itu padaku huh? Aku sudah meminta maaf padamu, sayang. Ayolah.. aku tidak masalah bila harus menunggumu lebih dari sebulan ini, tapi jangan menyuruhku untuk berhenti. Aku tidak bisa berpisah darimu, sayang. Aku mencintaimu.”

 

“Tapi aku sudah mencintai orang lain..”

 

Kyuhyun terdiam. Rahangnya mengeras dan jantungnya terasa berhenti sejenak. “Jangan bercanda, Hyemi-ya.. itu tidak lucu.”

 

“Ah, itu dia.. orang yang kucintai.” Hyemi menunjuk keluar jendela dimana Donghae baru sampai dan keluar dari mobilnya. Kyuhyun tersenyum sebelah bibir melihat hal itu, melihat pria pendek sialan itu.Lalu Hyemi kembali menatap lurus pada Kyuhyun. “Mulai sekarang jangan menggangguku lagi, Oppa. Jangan buang-buang waktumu juga hanya untuk mengejarku. Kau tampan, jenius dan kaya raya, aku yakin banyak wanita yang menginginkanmu. Aku pergi.”

 

“Hei..” Hyemi tidak mengindahkan ucapan Kyuhyun dan tetap bergegas pergi, membuat Kyuhyun mengumpat dalam hati sebelum mengejar Hyemi yang sudah keluar dari Cafe ini. Kyuhyun kembali memanggil Hyemi tepat sebelum Donghae membawanya pergi, “Hyemi-ya!”

 

Hyemi berbalik, menatap kesal dan juga takut pada Kyuhyun. “Apa lagi?”

 

“Annyeonghaseyo, aku tidak tahu kau juga ada disini.” Sapa Donghae sedikit membungkukkan badannya. Ya, pria itu memang tidak tahu Kyuhyun sedang bersama Hyemi mengingat jendela kaca Cafe ini sangat gelap bila dilihat dari luar. Hyemi juga tidak memberitahunya apapun mengenai kehadiran Kyuhyun disini.

 

Kyuhyun mengabaikan Donghae dan berjalan mendekat kearah Hyemi, berdiri tepat di hadapan gadis itu dengan senyuman penuh makna. “Kau masih memakainya…” lalu tangan kanan Kyuhyun menyentuh sebuah benda yang melingkar di leher Hyemi, “Kalung yang kuberikan dihari pertama kita berkencan, setahun yang lalu.”

 

Setelah itu Kyuhyun mengacak pelan poni Hyemi, dan berlalu begitu saja meninggalkan dua anak manusia yang sedang terkejut dengan ucapannya. Senyum penuh kemenangan terukir jelas di bibir Kyuhyun.

 

Hyemi merutuki Kyuhyun dengan berbagai sumpah serapahnya dalam hati, sedangkan Donghae menatap Hyemi dengan tatapan tak menyangka. Donghae merasa dibodohi oleh gadis itu.

 

“Apa maksudnya? Bukankah dia hanya teman Oppamu? Kau berkencan dengannya tapi kau juga mendekatiku?” tanya Donghae bertubi-tubi.

 

“Tidak, kau salah paham. Hubunganku dengan Kyuhyun Oppa sudah berakhir sebulan yang lalu. Sungguh.” Jawab Hyemi dengan takutnya, takut Donghae tidak percaya padanya. Cho Kyuhyun! Awas kau!

 

Donghae tidak berkata apa-apa lagi, ralat, tepatnya pria itu tidak tahu harus berkata apa lagi. Rasanya ia sedikit tidak terima mengetahui fakta ini. Terlebih kedekatannya dengan Hyemi semakin hari semakin serius. Ah ia juga menyesal telah bersikap terlalu sopan pada Kyuhyun yang ia pikir hanya temannya Changmin.

 

“Donghae Oppa..” ujar Hyemi pelan, sedikit terdengar manja dengan wajah memelas. Hyemi memegang sebelah tangan Donghae dan sedikit mengayunnya.

 

“Sudahlah,” Donghae menghempas tangan Hyemi dengan sedikit kasar, “Jangan ganggu aku sementara waktu.”

 

Setelah itu Donghae berbalik dan memasuki mobilnya, menyalakan mesin sebelum melajukannya begitu saja dengan sengaja. Donghae pergi meninggalkan Hyemi sendiri di pinggir jalan. Melupakan niat awalnya yang datang untuk menjemput gadis itu.

 

-o0o-

 

“Tapi aku sudah mencintai orang lain..”

 

“Mulai sekarang jangan menggangguku lagi, Oppa.”

 

Dua kalimat yang Hyemi ucapkan tadi masih terngiang jelas dalam pikiran Kyuhyun, rasanya kalimat-kalimat itu bagai belati yang menusuk jantungnya. Sangat menyakitkan. Seandainya bisa, Kyuhyun juga ingin merelakan Hyemi dengan pria lain demi kebahagiaan gadis itu. Tapi sayangnya Kyuhyun sama sekali tidak bisa melakukannya. Ia tidak bisa melepaskan Hyemi dengan alasan apapun. Dan sampai kapanpun.

 

Persetan dengan hati Hyemi yang sudah berpaling pada lelaki lain, Kyuhyun tetap tidak mau melepaskan gadis itu. Terbukti setelah diputuskan pun ia tetap memperlakukan Hyemi sebagai kekasihnya.

 

“Woah pergi kemana kau tadi? Kenapa demammu bisa turun dengan cepat?” Kyuhyun tersadar dari lamunannya setelah mendengar suara Changmin, ia juga menepis kasar tangan pria itu yang sedang memegangi keningnya.

 

“Kenapa kau masih disini huh?! Pulang sana!” balas Kyuhyun yang jauh dari kata lembut.

 

Changmin berdecak kesal sambil bangkit dari sofa, “Bocah tidak tahu terima kasih! Percuma dari tadi aku mengkhawatirkanmu!”

 

“Aku tidak memintamu untuk khawatir, bodoh!” Kyuhyun berhasil membuat Changmin semakin geram.

 

“Terserah!” lalu Changmin melemparkan sebuah benda yang ditangkap dengan sigap oleh Kyuhyun, “Minum itu. Aku menemukannya di kamar Hyera tadi.”

 

“Aish minuman ini lagi..” gerutu Kyuhyun sambil melempar asal sekotak Tolak Angin ke meja kaca di depannya, sedangkan Changmin sendiri sudah pergi meninggalkan apartement Kyuhyun.

 

Belum reda kekesalan Kyuhyun karena memikirkan ucapan Hyemi dan sekotak Tolak Angin itu, kini rasa kesalnya semakin bertambah karena ponselnya berdering kencang. Entah panggilan dari siapa itu, Kyuhyun tidak tahu, ia hanya menyambar ponselnya dan langsung menjawab panggilan itu dengan kasar.

 

“APA?” Kyuhyun nyaris berteriak menyapa seseorang di seberang sana.

 

“Hei kenapa kau membentakku?! Harusnya aku yang marah disini!”

 

Kyuhyun langsung menatap layar ponselnya dan melihat nama kontak orang yang meneleponnya saat ini, My Girl. Itu nama kontak yang Kyuhyun simpan untuk Shim Hyemi. Kyuhyun mengerjapkan matanya beberapa kali sebelum kembali menempelkan ponselnya ke sisi telinga kanannya.

 

“Sebenarnya apa yang kau katakan pada Changmin Oppa eoh?! Ah tidak, lupakan! Apa kau ini memang seorang pelupa eoh?! Bukankah sudah kubilang jangan menggangguku?! Kenapa kau menyuruh Changmin Oppa agar aku datang ke apartementmu?!”

 

Tunggu, tunggu.. apa katanya tadi? Kyuhyun menyuruh Changmin agar Hyemi datang ke apartementnya? Huh? Kapan? Kapan Kyuhyun mengatakan hal itu pada Changmin? Untuk apa pula? Changmin juga tidak mengatakan apapun padanya beberapa saat lalu saat pria itu masih disini.

 

“Belum sampai dua jam aku bersantai di rumah tapi sudah harus pergi lagi ke tempatmu, ini menyebalkan! Ah sudahlah, terserah! Aku sudah hampir sampai! Kututup!”

 

Pip!

 

Ya Tuhan.. apa ini efek samping karena demamnya sudah turun? Kenapa Kyuhyun sama sekali tidak mengerti keadaan ini? Bahkan Kyuhyun merasa bingung dan bodoh di waktu yang bersamaan.Kyuhyun benar-benar tidak tahu mengapa Hyemi harus datang kesini, dengan alasan yang sangat konyol pula. Sebenarnya apa yang Changmin katakan pada adiknya itu?

 

Dan akhirnya disinilah Kyuhyun dan Hyemi berada, duduk berhadapan di atas karpet lembut dengan meja kaca di tengah-tengah mereka. Hyemi menunjukkan pesan yang ia dapatkan dari Changmin.

 

[From: Changmin Oppa]

 

Hyemi-ya, Kyuhyun menyuruhmu untuk datang ke apartementnya sekarang. Ini penting.

 

Kyuhyun tersenyum kecil setelah membaca pesan itu. Ck Shim Changmin.. lelaki yang biasanya terlihat tidak perduli dan tidak mau ikut campur mengenai hubungannya dengan Hyemi, kini menunjukkan dukungannya. Meski dukungan Changmin dilakukan secara tidak langsung, tapi Kyuhyun menyadari hal itu. Ini bukan kali pertama Changmin sengaja mempertemukannya dengan adik pria itu.

 

“Apa yang penting?” tanya Hyemi dengan suara yang terdengar kesal. Ralat, sangat-kesal.

 

Kyuhyun berpikir sejenak untuk mencari alasan yang tepat, biar bagaimana pun ia tidak mau melewatkan kesempatan emas yang Changmin berikan padanya. Ini sudah sebulan lebih sejak gadis itu datang ke apartementnya. “A-aku.. hmm Hyemi-ya… se—“

 

“Bicaralah yang jelas!” sergah Hyemi yang sekilas terlihat sama menyebalkannya seperti Changmin, “Setelah mengumbar hubungan kita di depan Donghae Oppa tadi sore, sekarang apa lagi maumu eoh? Kau tidak tahu aku sangat kesal sampai ingin membunuhmu? Aish menyebalkan.. kau pasti juga tidak tahu ‘kan, tadi sore Donghae Oppa meninggalkanku karena ulahmu?”

 

“Pria pendek itu meninggalkanmu?” balas Kyuhyun yang tanpa sadar berhasil mengalihkan pembicaraan.

 

“Eo, Donghae Oppa marah dan meninggalkanku begitu saja di depan Cafe.” Hyemi sedikit melemaskan bahunya, tatapan matanya pun berubah menjadi sedih. Namun detik selanjutnya Hyemi kembali menatap kesal pada Kyuhyun, “Dan semua itu karena ulahmu!”

 

“Apa? Kenapa aku? Aku hanya mengatakan yang sebenarnya, kau masih memakai kalung itu.”

 

Lalu Hyemi langsung melepaskan kalung permata berlian yang dipakainya dan diletakan di atas meja dengan kasar, “Ini, aku tidak akan memakainya lagi. Sekarang kau tidak punya alasan lagi untuk menggangguku bukan?”

 

“Hei pakai kembali, Shim Hyemi.”

 

“Oh! Donghae Oppa!” seru Hyemi saat melihat ada panggilan masuk di ponselnya, lalu tanpa mengindahkan ucapan Kyuhyun, Hyemi langsung berlarian menuju kamar pria itu untuk menjaga jarak. Ya, Hyemi tidak bodoh dengan menjawab telepon dari Donghae di dekat Kyuhyun, bisa-bisa Kyuhyun akan membuat ulah lagi dengan sengajanya.

 

Dan tingkah Hyemi barusan itu berhasil membuat Kyuhyun kesal seketika, Kyuhyun benar-benar tidak suka melihat wajah berseri Hyemi hanya karena Donghae meneleponnya. Sebenarnya apa yang spesial dari Donghae? Kenapa Hyemi mudah sekali berpaling pada pria macam itu? Dilihat dari segi manapun, bukankah Kyuhyun masih lebih hebat dari Donghae?

 

Kyuhyun tidak bisa tinggal diam, akhirnya ia memutuskan untuk mengekori Hyemi. Kyuhyun memasuki kamarnya dan menemukan gadis itu sedang berdiri menghadap ke jendela kaca yang memperlihatkan keindahan kota Seoul di malam hari. Kyuhyun menutup pintu secara perlahan dan mematung disana, berniat untuk bicara setelah gadis itu selesai bertelepon ria dengan pria pendek sialan di seberang sana.

 

“Oppa? Donghae Oppa? Bicaralah eoh? Kenapa Oppa hanya diam saja?” suara Hyemi membuat Kyuhyun memutar malas kedua matanya.

 

Cih matikan saja kalau dia tidak mau bicara!

 

“Baiklah, aku mengaku salah. Aku memang salah karena membohongimu mengenai Cho Kyuhyun. Maafkan aku, Oppa.”

 

Kenapa minta maaf? Pria pendek itu saja yang terlalu kekanakan!

 

“Oppa, kumohon maafkan aku eoh? Aku tahu kau pasti sangat marah, tapi semua itu benar-benar hanya salah paham. Hubunganku dengan Kyuhyun Oppa sudah berakhir sebulan yang lalu. Percayalah padaku.. yeoboseyo? Huh? Oppa? Donghae Oppa? Yeoboseyo?” Hyemi terlihat tidak menyangka saat sambungan teleponnya diputus secara sepihak oleh Donghae.

 

Sudah pendek, kurang ajar pula! Dasar pengecut! Tega sekali kau membuat Hyemi mengemis maaf seperti itu hanya karena masalah kecil? Aku ragu kau benar-benar seorang pria ck! Gerutu Kyuhyun sebelum menghampiri Hyemi dan berdiri tepat di belakang gadis itu, membalikan tubuh mungil itu sebelum akhirnya ia sedikit terkejut. Hyemi menatapnya dengan mata yang sudah basah. Hyemi menangis dalam diam. Ya Tuhan, rasanya Kyuhyun benar-benar ingin membunuh Donghae karena pria pendek itu sudah membuat Hyemi menangis!

 

Kyuhyun menghapus jejak air mata Hyemi dengan ibu jarinya, “Apa yang dia katakan?”

 

“Donghae Oppa tidak mengatakan apapun, sepertinya dia sangat marah padaku.” Jawab Hyemi tanpa melepas kontak matanya dengan Kyuhyun.

 

1 detik.. 2 detik.. 3 detik..

 

Kyuhyun tidak bisa bertahan lagi, ia langsung membawa Hyemi ke dalam pelukan hangatnya. Rasanya sedikit menyakitkan melihat gadis yang ia cintai menangis karena pria lain. Namun di sisi lain Kyuhyun juga merasa bersyukur.. setidaknya ia ada disini untuk menenangkan gadis itu.

 

Waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam. Dan Kyuhyun masih betah menepuk-nepuk pelan lengan Hyemi meski ia tahu gadis itu sudah tertidur pulas setelah lelah menangis. Benar-benar.. bahkan ia tidak pernah membuat gadis itu sesedih ini.

 

Kyuhyun turun dari ranjang, ditariknya selimut untuk menutupi tubuh mungil Hyemi sampai sebatas leher sebelum ia mengecup puncak kepala gadis itu. “Ada aku disini, jangan tersesat terlalu lama. Aku takut.. kau benar-benar berpaling dariku.” Lalu Kyuhyun keluar dari kamarnya dengan tangan yang sedang sibuk menghubungi seseorang lewat ponselnya.

 

“Jongin-ah..” ujar Kyuhyun sambil membaringkan tubuhnya di sofa panjang di ruang tamu.

 

“Ada apa, Hyung? Apa kau ingin Tolak Angin yang kuberikan waktu itu? Kudengar dari Hyera Noona, kau sangat menyukainya.”

 

“Hei aku meneleponmu bukan untuk itu, aku ingin kau mencari tahu tentang Lee Donghae dari El Company.”

 

“Huh? Untuk apa, Hyung? Bukankah El Company tempat kekasihmu bekerja? Apa kau ingin membeli perusahaan kecil itu, Hyung?”

 

Kyuhyun menghela nafas pelan, berusaha sabar menghadapi sifat anak buahnya itu yang terbilang sok tahu. “Cari tahu saja tentang Lee Donghae dari El Company, Kim Jongin.”

 

“Baiklah, baiklah.. akan aku kerjakan.”

 

“Hm..”

 

“Hyung, aku akan membawakan Tolak Angin lagi untukmu besok. Sampai jumpa!”

 

“Hei tidak perlu! Aku—hei! Aish Kim Jongin sialan!”

 

-o0o-

 

Hyemi menatap gedung apartement di depannya dengan tatapan penuh makna. Tidak, ini bukan gedung apartement dimana Kyuhyun dan Hyera tinggal bersampingan, tapi ini gedung apartement yang lain dimana Donghae tinggal. Ya, sebut saja Hyemi gadis bodoh. Hanya karena merasa bersalah atas hal sepele, gadis itu rela datang kesini untuk kembali mengemis maaf dari pria tercintanya itu. Oh ayolah.. tidakkah gadis itu terlalu berlebihan di minggu pagi ini? Apalagi hubungannya dengan Donghae masih pada tahap pertemanan.

 

Entahlah, Hyemi hanya merasa dirinya dibutakan oleh cinta. Rasa cintanya pada Donghae yang tampan dan gagah membuat ia dengan bodohnya memasuki gedung itu, menaiki lift menuju lantai 5, dan berakhir dengan berdiri mematung di depan pintu bertuliskan angka 151.

 

Drrrt~

 

Getaran panjang yang berasal dari ponsel Hyemi membuat gadis itu menahan gerakan tangannya yang ingin memencet bel. Hyemi mendengus kesal melihat nama Kyuhyun tertera disana. Astaga.. kapan dan dimana pun, pria itu pasti selalu mengganggunya. Menyebalkan!

 

“Dimana kau? Kenapa pergi tanpa membangunkan aku? Kenapa pergi tanpa berkata apapun? Ini masih jam 9 pagi, dimana kau? Changmin bilang kau tidak ada di rumah, apa kau pergi ke Sungai Han untuk menangis huh? Hei jangan bertindak bodoh, Hyemi-ya. Aku yakin kau pasti belum sarapan bukan? Kau terlalu memikirkan pria pendek itu sampai melewatkan jam makanmu bukan?” Hyemi memejamkan matanya mendengar serangan pertanyaan yang Kyuhyun berikan padanya.

 

“Bukan u—“

 

“Menjagamu termasuk urusan utamaku, Hyemi-ya. Dimana kau?”

 

“Aku sedang dalam perjalanan pulang, Oppa. Kau puas? Sudahlah, aku tutup!” dusta Hyemi sebelum mengakhiri panggilan itu secara sepihak, tidak perduli bagaimana perasaan Kyuhyun akan tingkahnya itu.

 

Hyemi melanjutkan kegiatannya yang sempat tertunda tadi; memencet bel apartement Donghae. Cukup lama ia menunggu sebelum akhirnya pintu di hadapannya terbuka, menampakkan sosok Lee Donghae yang hanya mengenakan celana pendek berwarna krem dan kemeja hitam yang bagian lengannya di gulung asal sampai siku. Astaga, pria itu benar-benar terlihat sangat tampan saat ini.

 

“A-annyeong, Oppa..” sapa Hyemi sambil mengangkat tangan kanannya dengan gerakan yang sedikit kaku.

 

Donghae melirik jam tangannya sekilas, “Kenapa datang sepagi ini, Hyemi-ssi? Apa ada hal penting yang ingin kau katakan?”

 

“Aku.. aku ingin minta maaf, Oppa. Semua ini salahku, maafkan aku.” Hyemi sempat tertunduk takut sebelum ia kembali mengangkat pandangannya karena mendengar kekehan Donghae.

 

“Aigoo gadisku yang manis..” ujar Donghae sambil memeluk Hyemi yang masih terlihat bingung. Donghae mengusap rambut panjang gadis itu yang terasa lembut di tangannya, “Aku sudah memaafkanmu, Hyemi-ssi. Jadi berhentilah meminta maaf. Aku benar-benar tak menyangka kau datang sepagi ini hanya untuk minta maaf padaku.”

 

Hyemi tersenyum lega sebelum membalas pelukan Donghae, “Eo, aku takut Oppa benar-benar salah paham dan marah padaku.”

 

“Tidak, aku hanya terlalu cemburu saja kemarin. Ah benar..” Donghae melepaskan pelukannya dan menatap Hyemi dengan tatapan berbinar, “Kebetulan sekali kau datang, aku ingin memperkenalkanmu pada orang-orang di dalam.”

 

Hyemi mengernyitkan keningnya mendengar ucapan Donghae. Orang-orang di dalam? Apa Donghae sedang kedatangan tamu di apartementnya ini? Tapi.. siapa? Dan mengapa pula Donghae harus memperkenalkannya?

 

“Orangtuaku, mereka ada di dalam.” Lanjut Donghae yang seakan mengerti dengan tatapan bingung Hyemi.

 

-o0o-

 

Kyuhyun melahap berbagai menu makanan di hadapannya dengan tatapan datar, cenderung tidak bersemangat. Entah karena kondisi tubuhnya yang masih belum pulih atau karena terlalu memikirkan Hyemi. Ah.. sepertinya opsi kedua yang lebih tepat.

 

Kyuhyun mengalihkan pandangannya ke samping dan menatap Jongin yang hanya berdiam diri sejak datang ke apartementnya, pria dengan setelan jas hitam itu terlihat sedikit tidak fokus karena Kyuhyun melahap makanannya tanpa menawari pria itu. “Kau tunggu apa lagi? Katakan, apa saja yang kau dapatkan?”

 

“Ne, Hyung..” Jongin berdehem pelan sebelum berkata, “Lee Donghae adalah anak dari Direktur El Company, Hyung. Anak atasan kekasihmu. Dia berumur 33 tahun, sebelumnya dia tinggal di Jepang dan baru kembali ke Korea beberapa hari yang lalu—“

 

“Lalu, bagaimana Hyemi bisa menyukai Donghae secepat itu?” sela Kyuhyun ditengah kegiatannya menyantap makanan.

 

“Sudah kuduga kau akan menanyakan hal itu. Aku sempat mencari tahu hal itu juga, kemungkinan besar mereka mulai kenal saat kekasihmu ditugaskan ke Jepang sekitar tiga bulan yang lalu.” Kyuhyun hanya menghela nafas kasar mendengar penjelasan Jongin, “Saat ini Donghae tidak bekerja dimana pun, Hyung. Dia hanya sedang belajar untuk menjadi pengganti ayahnya di El Company.”

 

“Calon Direktur baru? Apa itu alasan Donghae berada di El Company beberapa hari ini?”

 

“Ya, tepat sekali, Hyung.”

 

“Baiklah, cukup. Duduk dan temani aku makan.”

 

Perintah Kyuhyun terdengar sangat membahagiakan bagi Jongin kali ini. Dengan penuh semangat Jongin segera mengambil semangkuk nasi dan duduk di hadapan Kyuhyun, tangannya mulai menyumpit beberapa lauk. Kebetulan sekali ia belum makan dari pagi hingga siang ini. “Tapi Hyung.. sebenarnya aku juga sempat mencari tahu tempat tinggal Lee Donghae, dia tinggal di apartement dekat El Company.”

 

“Lalu?”

 

“Aku melihat Donghae sedang berpelukan dengan kekasihmu tadi pagi, Hyung.”

 

“Uhuk uhukk!” Seketika Kyuhyun tersedak karena mendengar ucapan Jongin, ia langsung meminum segelas air putih sebelum memberikan tatapan membunuhnya pada anak buahnya itu. “HEI! LETAKAN KEMBALI!”

 

Jongin ketakutan bukan main melihat sosok jahat Kyuhyun, meski bukan kali pertama. Dengan perlahan Jongin meletakan kembali sumpit di tangannya itu.

 

“Kau bercanda huh?!” lanjut Kyuhyun sambil menodongkan sebuah sendok pada Jongin, seakan-akan sendok itu bisa berubah menjadi pistol bila Jongin salah menjawab.

 

Jongin sendiri langsung mengangkat kedua tangannya, jalan pikirannya dengan Kyuhyun sama. Jongin juga menganggap sendok itu sebuah pistol yang bisa membunuhnya kapanpun. “Sungguh, Hyung. Aku melihatnya sendiri, mereka berpelukan di depan pintu apartement Donghae. Aku tidak tahu apa yang mereka bicarakan, tapi mereka masuk ke apartement Donghae dengan wajah bahagia.”

 

“Argh! Pria pendek sialan! Tepatnya kapan itu terjadi?!”

 

“Tadi pagi, mungkin sekitar jam 9, Hyung.”

 

Kyuhyun langsung menggebrak meja makan di hadapannya itu dengan cukup kuat. Sial. Jam 9 pagi? Oh Tuhan.. Kyuhyun sangat ingat sekitar jam 9 ia menghubungi Hyemi tadi, menanyakan keberadaan gadis itu. Dan apa jawaban gadis itu? Sedang dalam perjalanan pulang? Cih!

 

“Mulai sekarang awasi Shim Hyemi, berikan laporan padaku tentang apa saja yang Hyemi lakukan. Dan juga.. jangan sampai ada kontak fisik antara Hyemi dan Donghae. Lakukan apapun untuk menghalanginya.” Titah Kyuhyun yang terdengar bagai perintah untuk ikut perang bagi Jongin.

 

“Siap, Hyung! Akan aku lakukan!” jawab Jongin sambil menegakan tubuhnya dan memberi hormat ala tentara, lalu detik selanjutnya pria itu kembali menyambar sumpit untuk melanjutkan makan siangnya yang tertunda.

 

Kyuhyun mendesis tajam hingga membuat Jongin mengurungkan niatnya menyuap sesumpit nasi, “Lakukan tugasmu sekarang juga, Kim Jongin!”

 

“Ta—“

 

“Cepat!”

 

Jongin kalah telak. Ia akui Kyuhyun benar-benar bos jahat yang tak terbantahkan sepanjang masa. Namun Jongin tetap mematuhi perintah Kyuhyun, ia bangkit dan membungkukan badannya sebelum berpamitan pergi. Jongin berjalan meninggalkan apartement Kyuhyun sambil meminum se-sachet Tolak Angin yang harusnya ia berikan pada bosnya tadi.

 

-o0o-

 

Ini sudah dua minggu lamanya Jongin menjalani tugasnya sebagai mata-mata, mengekori kemana pun Hyemi pergi dan melaporkannya secara rutin pada Kyuhyun. Ah tak hanya itu, sesekali Jongin juga harus pura-pura menabrak Donghae tiap kali pria itu hampir memeluk ataupun mencium Hyemi. Meski sebenarnya Jongin tahu hal itu bisa saja menjadi sia-sia, siapa yang tahu apa yang Hyemi dan Donghae lakukan saat dua anak manusia itu sudah memasuki tempat tertutup bukan?

 

Jongin membuka pintu ruangan Kyuhyun dengan sedikit tergesa, tentunya setelah mengetuk pintu dan mendapat jawaban terlebih dahulu dari pemilik ruangan. Jongin menghampiri Kyuhyun yang sedang berkutat dengan berbagai berkas penting di meja kerjanya.

 

“Ada apa?” tanya Kyuhyun sambil melirik jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul 1 dini hari, lalu ia mengalihkan pandangannya pada Jongin. “Kenapa tidak memberikan laporan lewat telepon saja?”

 

Jongin terlihat sedikit ragu, “Emm.. itu.. Hyung, aku sedikit ragu tapi juga sedikit yakin.”

 

Kyuhyun menyandarkan punggungnya pada sandaran bangku, “Katakan saja.”

 

“Bisakah kau menghubungi Changmin Hyung dulu? Tanyakan padanya apa dia ada waktu luang atau tidak besok.” Pinta Jongin yang berhasil membuat Kyuhyun kebingungan.

 

Awalnya Kyuhyun ingin menanyakan alasan Jongin, namun tatapan mata anak buahnya yang terlihat sedikit cemas itu membuat Kyuhyun mengurungkan niatnya. Kyuhyun menyuruh Jongin duduk sebelum ia menyambar ponselnya untuk menghubungi Changmin. Kyuhyun menyalakan speaker ponselnya dan meletakannya di atas meja setelah Changmin menjawab panggilan teleponnya.

 

“Oh, Kyuhyun-ah.. ada apa?” terdengar suara Changmin yang sedikit serak. Sepertinya pria itu sudah terlelap tadi, pikir Kyuhyun.

 

Kyuhyun melirik Jongin sekilas sebelum berkata, “Kau tidur? Apa aku mengganggumu semalam ini huh?”

 

“Cih sejak kapan kau perduli apa aku sudah tidur atau belum?” sinis Changmin yang membuat Jongin menahan tawanya dalam hati.

 

“Aku hanya basa-basi, bodoh. Lupakan saja. Apa kau ada waktu luang besok? Aku akan datang ke rumah—“

 

“Aku sibuk! Jangan datang ke rumahku besok!”

 

Kyuhyun dan Jongin saling berpandangan mendengar respon Changmin, ada yang tidak beres. Ya, bukankah Changmin membuatnya jadi terlalu jelas? Sepertinya Kyuhyun mulai mengerti kenapa Jongin menyuruhnya untuk menghubungi Changmin terlebih dahulu, pria itu ingin memastikan sesuatu sebelum memberikan laporan hariannya.

 

“Hei aku datang karena merindukan Hyemi, aku tidak berniat bertemu denganmu!” balas Kyuhyun berusaha senormal mungkin.

 

“Hyemi akan lembur besok, tidak ada orang di rumah. Ah beruntung kau menghubungiku malam ini. Kalau kau langsung datang besok, mungkin kau hanya akan sendirian disini.”

 

Jongin menganggukan kepalanya sekali, membuat Kyuhyun mengerti bahwa percakapan ini sudah cukup. “Hhh.. baiklah. Kututup.”

 

Sambungan terputus. Kini tatapan Kyuhyun sepenuhnya beralih pada pria di hadapannya, menuntut penjelasan. “Besok hari minggu, aku tahu Hyemi tidak mungkin datang bekerja apalagi sampai lembur. Jadi, sebenarnya apa yang terjadi? Apa kali ini kabar buruk?”

 

Jongin tak langsung menjawab, pria itu justru mengeluarkan beberapa lembar foto dari saku dalam jas hitamnya. Kyuhyun mengambilnya, melihatnya, dan merasa matanya memanas seketika. Oh bagaimana tidak? Di foto-foto itu Kyuhyun melihat dengan jelas gambar Hyemi, Changmin, dan juga Donghae sedang masuk dan keluar dari sebuah restoran bintang lima. Di foto lain Kyuhyun juga melihat gambar Donghae yang sedang memeluk Hyemi di depan Changmin.

 

Ya Tuhan, apa maksud semua gambar ini? Kenapa Changmin juga bersama Hyemi dan Donghae? Kenapa pula Changmin membiarkan adiknya dipeluk pria lain? Terlalu banyak dugaan yang bertebaran dalam pikiran Kyuhyun hingga pria itu lebih memilih jawaban dari Jongin untuk menjelaskan semua keadaan menyebalkan ini.

 

“Kekasihmu dan Donghae sengaja mengajak Changmin Hyung untuk makan malam bersama. Changmin Hyung mewakili orangtuanya untuk membicarakan… pertunangan kekasihmu dan Donghae.”

 

Kyuhyun membulatkan matanya dengan jantung yang seakan tak lagi berdetak.

 

“Orangtua kekasihmu akan pulang ke Korea besok pagi, Hyung. Pertunangannya akan dilakukan besok.”

 

To be continue…

 

Jeng jeng jennnggggg!!

See you in next chapter~

76 thoughts on “Because of Love Part 2

  1. Bingung antara kasihan atau gemes sama Kyuhyun. Udah dibutakan cinta dia. Harusnya kalo emang Hyemi udah gak mau sama Kyuhyun, ya harusnya dia bisa nolak Kyuhyun. Bukannya malah diam aja yg seakan nerima semua perlakuan Kyuhyun.

    Suka

  2. 😨😨😨😨
    Tunangan? Maldo andwaeeee!!!
    Jangaan sampe mereka tunangaan😭 lagiaan hyemi gk bisa liat ketulusan kyuhyun apaa? Smpe bener bener gamau balikan sm kyuhyunㅠ

    Suka

  3. Aku kurang suka sama hyemi di cerita ini karna kasian si kyu.. Aku ngerasain kok kyu rasanya 😣😣

    Nexxtt kak semangat💪💪

    Suka

  4. Ngakak sendiri pas baca kata tolak angin😂😂😂
    Sampek kepikiran Apakah Authornya Ambasadornya tolak angin yaa😋😋

    Ditunggu updatean selanjutnya

    FIGHTING💪💪💪

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s