SIDE OF LOVE CHAPTER 2


image

Author : Princess Evil Clouds



Tittle : Love is Punishment.



Category: Romance, Mature.



Cast: Cho Kyuhyun, Lee Hana.



Disclaimer: This story is mine, but character not mine. OOC, typo(s), NOT REAL, this story just for entertaint. If you don’t like, don’t read .





Happy reading



Terkadang rasa cinta hadir karena sebuah kesalahan, terkadang juga hadir karena sebuah hukuman. Hanya beberapa persen saja yang hadir karena sebuah kebetulan dan keberuntungan.

Malam ini deburan angin laut terasa begitu dingin, begitu pun dengan Cho Kyuhyun tatapan lelaki itu teramat dingin. Melihat para tamu undangan dan rekan bisnisnya yang mulai berdatangan. Dia sibuk mondar-mandir di aula resort miliknya, pikiran Cho Kyuhyun melayang jauh membayangkan akan sosok Lee Hana. Sejam yang lalu dia mengirim pesan pada perempuan agar datang ke acara pembukaan resort baru miliknya di Incheon, Gyeonggi-do.

Namun, apa sampai sekarang dia belum menemukan sosok perempuan yang telah menghantui pikirannya sejak kemarin. Tatapan Cho Kyuhyun tiba-tiba teralihkan oleh sosok mungil yang berjalan dari kejauhan, senyum simpul lelaki itu mulai terukir jelas di wajah tampannya. Dalam hati dia mengumpat pelan, karena perempuan itu terlihat cantik dan begitu menonjol dari para tamu lainnya.

Cho Kyuhyun lalu mengambil segelas wine yang dibawa oleh sorang pelayan meminum wine itu dalam sekali tegukan. Rasa panas akibat rasa wine itu menyatu bersama dengan panasnya darah akibat melihat sosok Lee Hana. Cho Kyuhyun merasakan sesuatu yang sangat menyanangkan dalam hatinya, seperti sebuah rasa lega. Pandangan lelaki itu tidak teralihkan sedikitpun, dengan mata yang mulai berkunang akibat wine tadi.

Dia melihat Lee Hana dengan tatapan memuja, memandang perempuan yang memakai gaun berwarna merah darah tanpa lengan, dan memiliki belahan di kakinya. Membuat perempuan itu semakin terlihat sexy, apalagi jika perempuan itu telanjang di hadapannya, pikir Cho Kyuhyun. Ya ampun, perempuan itu lebih angkuh dari yang kemarin, batin Kyuhyun lagi. Lee Hana sebenarnya tahu jika Cho Kyuhyun terus memerhatikannya sejak dia datang, tapi perempuan itu pura-pura tidak tahu. Bahkan dia memberikan tatapan dingin pada Cho Kyuhyun.

“Selamat atas berdirinya resort barumu, Tuan Cho.” Salah seorang rekan bisnis Cho Kyuhyun mengulurkan tanganya.

“Terima kasih Choi Sunghyuk.” Cho Kyuhyun membalas uluran tangan lelaki itu sambil tersenyum manis.

“Aku hanya ingin mengucapkan selamat saja. Kalau begitu aku akan bergabung dengan yang lain,” ujar Sunghyuk sambil berlalu. Begitu rekan bisnis Cho Kyuhyun berlalu, pandangan lelaki itu kembali mencari sosok Lee Hana.  Kepalanya mulai terasa pening, entah mengapa bisa seperti itu. Biasanya dia meminum bergelas-gelas wine tidak akan membuatnya mabuk, tapi kini lelaki itu mulai terhuyung-huyung. Mungkin saja kadar alkohol di wine yang diminumnya lebih tinggi.

Cho Kyuhyun berjalan di kerumunan orang mencari Lee Hana yang hilang dari pandangan.  Ternyata dia melihat sosok perempuan itu tengah berdiri di dekat pintu yang menghubungkan dengan belakang resort. Ketika jarak mereka cukup dekat, Lee Hana tersenyum menggoda membuat Cho Kyuhyun terpaku akan mata hitam legam miliknya. Napas lelaki itu memburu dan sejenak dia tertegun, saat tatapannya tertuju ke arah dada Hana. Payudara perempuan itu bisa dikatakan hampir tumpah.

“Aku senang bisa menemukanmu sebelum kau main petak umpet lagi denganku,” ujar Cho Kyuhyun dengan riang.

“Tuan Cho Kyuhyun.” Sebuah suara menginterupsi mereka berdua, Kyuhyun berbalik melihat siapa yang memangilnya.

“Tuan Ahn Woojin.” Cho Kyuhyun mengulurkan tangannya kemudian memeluk lelaki paru baya itu dengan erat seperti pelukan seorang anak pada ayahnya.

“Selamat, untuk semua ini.”

“Terima kasih,” ujar Cho Kyuhyun pelan.

“Kau memang seperti Ayahmu di masa lalu.” Mendengar pujian lelaki paruh baya itu, Cho Kyuhyun hanya tersenyum tipis. Dia bisa seperti ini karena usaha kerasnya dan memujudkan cita-cita sang ayah sebelum meninggal.

“Karena ini adalah impian Ayahku.”

Woojin mengagguk pelan, “ Kalau begitu aku akan mencari minum dulu.”

Setelah Tuan Woojin beranjak dari tempat itu, Cho Kyuhyun membalikkan tubuhnya lagi. Akan tetapi dia tidak melihat sosok Lee Hana di sana, hal tersebut membuat lelaki itu menggeram kesal. Pandangan mata lelaki itu kembali menyusuri setiap area resort tersebut. Sekilas dia melirik sosok Lee Hana berada di teras bersama tamu undangan wanita.

“Perempuan nakal,” bisiknya sensual.

Cho Kyuhyun kembali mengambil segelas wine dari pelayan yang membawa baki berwarna perak. Lalu berjalan mendekat ke arah Lee Hana, akan tetapi perempuan itu malah menjauh seakan-akan tahu akan kedatangan Cho Kyuhyun. dengan senyum sensual lelaki itu mengikuti langkah kaki Hana yang menuju ke belakang resort. Dari kejauhan Cho Kyuhyun melihat Hana sedang menatap ke arah pantai, gaun yang dipakainya berkibar diterpa angin sehingga membuat salah satu pahanya terlihat jelas. Putih dan mulus, pikir Cho Kyuhyun saat itu.

Pikiran Cho Kyuhyun mulai dikuasai gambaran-gambaran sensual akan tubuh Lee Hana. Dia merasa sedikit bersalah pada Han Yoomi, tapi kekasihnya kini sedang berada di belahan bumi lain. Jadi kekasihnya pun tak akan tahu jika dirinya sedang memikirkan sesuatu yang erotis. Cho Kyuhyun sudah lama sekali tidak menyentuh perempuan, jadi jiwa liarnya seakan kembali tergugah untuk disentuh.

“Kenapa kau selalu menghindar? Takut padaku?” tanya Cho Kyuhyun dengan nada sensual. Lee Hana hanya tersenyum sinis, tidak membalikkan tubunya.

Cho Kyuhyun terpaksa menarik lengan Lee Hana agar perempuan itu mau menatapnya barang sedetik saja. Cahaya bulan menyinari wajah Hana membuat wajah perempuan itu terlihat bersinar. Cho Kyuhyun terpukau akan wajah cantik itu, bibir Hana  terlihat begitu menggiurkan.

Wine?” Cho Kyuhyun menawarkan wine yang masih dipegangnya dengan sedikit ragu.

“Tidak, terima kasih.”

“Kau cantik malam ini,” puji Cho Kyuhyun, dia meminum wine itu dan membuang gelas wine ke pasir. Mata Cho Kyuhyun semakin berkabut akan gairah.

“Hentikan rayuanmu, Cho Kyuhyun.” Lelaki itu tertawa pelan, matanya memandang perempuan itu dari atas sampai bawah. Benar-benar dewi Yunani, pikir Cho Kyuhyun. Dia harus menyentuh Lee Hana entah bagaimanapun caranya, tangan lelaki itu mulai menyentuh bibir perempuan itu yang sejak tadi menggodanya.

“Jika kau berani menciumku, maka aku akan membuatmu berlutut di kakiku,” ancam Lee Hana tidak main-main. Cho Kyuhyun mengira jika perempuan kini tengah bercanda, jadi dia tidak merasa ketakutan akan ancaman itu. Dengan berani dia mulai mencium bibir Hana sekilas.

“Aku benar-benar akan berlutut padamu jika kau berada di ranjang bersamaku.” Lee Hana mulai terbawa emosi, dia mencengkeram pinggiran gaunnya. Belum saatnya Lee Hana, buat lelaki mesum itu terbuai akan tubuhmu setelah itu kau bisa melakukan apapaun padanya. Bahkan kau bisa membunuh dia, setelah itu melemparnya ke laut agar tubuh lelaki brengsek itu dimakan ikan Hiu.

“Kau terlihat begitu memikat, Sayang.” Cho Kyuhyun masih berusaha menggoda Lee Hana dengan rayuannya.

“Kau tidak takut jika Han Yoomi tiba-tiba datang ke sini?” tanya Lee Hana.

“Dia sedang sibuk dengan urusannya, Sayang. Bahkan aku tidak tahu dia di belahan dunia mana?”

“Kasihan sekali dia memiliki kekasih sepertimu.” Suara Lee Hana terdengar mengejek, tapi hal tersebut malah membuat Cho semakin tertarik untuk mengenal perempuan cantik yang tengah menatapnya garang.

“Kau berbeda dari yang kemarin,” ujar Cho Kyuhyun dengan nada merajuk.

“Ya, ini memang sifat asliku. Kau bahkan akan terserang penyakit jantung jika mengenalku lebih dalam.”

“Dan aku tidak sabar akan hal itu.”

Lee Hana semakin mual dengan rayuan yang dilontarkan lelaki dihadapannya, ingin sekali dia mengakhiri drama ini. Dia lelah berpura-pura baik kepada Cho Kyuhyun dan merelakan tubuhnya disentuh lelaki mesum itu.

“Bagimana jika suatu hari nanti aku akan membunuhmu?” Cho Kyuhyun menatap mata Lee Hana cukup lama, dia sedikit tersentak akan ucapan perempuan itu barusan. Entah mengapa jika hatinya berkata seolah-olah yang dikatakan perempuan yang juga menatapnya adalah sebuah kebenaran.

“Aku rela mati di tanganmu?” Reaksi Lee Hana pun sama dengan Cho Kyuhyun, dia juga terkejut dengan kata-kata yang diucapkan lelaki itu. Perempuan itu menatap mata Kyuhyun, berusaha mencari sebuah kebohongan akan tetapi ketulusan yang dilihatnya. Kemudian Hana tertawa untuk menghilangkan debaran jantungnya yang mulai tak terkendali.

“Benarkah?”

“Kau ingin bukti?” tantang Cho Kyuhyun, lelaki itu mulai melonggarkan dasi dan membuka jas yang dia kenakan. Mata lelaki itu menelusuri setiap jengkal tubuh milik Hana. Mulai dari wajah, leher, dada yang terlihat menggoda, kemudian pandangan mata lelaki itu berhenti di bagian sensitif milik Hana. Bagian yang disembunyikan, bagian yang mengundang tatapan lelaki hidung belang. Dia harus menyentuh perempuan itu, bagiamanapun caranya batin Cho Kyuhyun.

Merasa ditatap sedemikian rupa, wajah Lee Hana merona seketika. Jantungnya berpacu semakin tak terkendali saat Cho Kyuhyun  semakin mendekatkan tubuhnya. Pertama-tama Cho Kyuhyun mulai membelai leher Hana dengan begitu lembut, membuat sang empunya memejamkan mata akibat belaian lelaki itu.

“Sshhh … a-apa yang kaulakukan Cho Kyuhyun?” Suara desahan Lee Hana mengalun merdu di telinga Cho Kyuhyun, lelaki itu semakin tertantang untuk menyentuh perempuan itu lebih dalam. Kemudian tangannya turun membelai payudara Hana, membelai pelan hingga membuat putingnya menegang.

“Kau menikmatinya?” Kyuhyun bertanya dengan nada menggoda.

“Ya. Aku menikmatinya,” jawab Lee Hana, entah setan dari mana yang sudah mengacaukan segelanya. Dia ingin membuat Kyuhyun tergoda malah dirinya kini yang tergoda akan sentuhan lelaki itu.

“Bagus,” bisik Cho Kyuhyun sebelum akhirnya bibir lelaki itu menggapai bibir milik Lee Hana. Menyapu bibir perempuan itu dengan lembut, aroma wine langsung menguar di indra penciuman Lee Hana. Lidah keduanya saling membelai, kedua saling memanggil nama satu sama lain. Hasrat Cho Kyuhyun mulai bangkit, gairahnya pun mulai tak terkendali.

Entah sadar atau tidak Lee Hana mulai mengalungkan tangannya ke leher lelaki itu. Merapatkan tubuhnya hingga perempuan itu merasakan sesuatu yang keras menekan perutnya. Sementara itu tangan Cho Kyuhyun tak tinggal diam, dia mulai meremas payudara milik Hana membuat perempuan itu semakin mendesah tak karuan.

Cho Kyuhyun mulai menjatuhkan tubuh mereka berdua di atas pasir, bibir mereka saling berpaut tidak memedulikan air ombak yang menerjang tubuh mereka  berdua. Ciuman Cho Kyuhyun mulai turun ke leher Hana, menyesap, menggigit dan akhirnya meninggalkan jajak basah.

“Hentikan Cho Kyuhyun!” Lee Hana berusaha mendorong tubuh Cho Kyuhyun, tapi apalah daya kekuatan lelaki itu jauh lebih besar dibanding dirinya.

“Tidak akan, aku menginginkanmu, Sayang,” kata Cho Kyuhyun parau, lelaki itu kembali menghujami wajah Lee Hana dengan ciuman. Pandangan matanya semakin gelap dan berkabut akan gairah, jantung lelaki itu bertalu-talu seperti genderang. Tanpa meminta persetujuan dari Hana, tangan Kyuhyun masuk ke dalam gaun perempuan itu. Membelai perutnya yang sehalus kain sutra, setelah itu tangannya meremas bokong milik Hana.

Lee Hana semakin tidak bisa mengendalikan pergolakan batinnya, antara menerima dan menolak sentuhan Cho Kyuhyun. Pikiranya benar-benar buntu, ditambah lagi saat tangan lelaki yang berada di atas tubuhnya dengan berani menyentuh area pribadinya.

“Ch-Cho Kyu-Kyuhyun,” desah Lee Hana bersamaan dengan ledakan dahsyat dari tubuhnya, napas perempuan itu terengah-engah sedangkan Cho Kyuhyun memandangnya dengan tatapan lapar.

“Bagiamana, Sayang?” Cho Kyuhyun mengedipkan sebelah mata, hal itu membuat Lee Hana kesal bukan main. Tidak seharusnya dia terlena akan buaian Cho Kyuhyun. Merasa semakin tidak aman, Lee Hana mendorong tubuh Cho Kyuhyun, tapi lelaki itu lebih cekatan menarik lengannya lagi kemudian  kembali menindih tubuhnya.

“Aku ingin berada di dalam tubuhmu, Sayang,” kata Cho Kyuhyun serak, Hana kembali menatap mata lelaki itu yang terlihat semakin berkabut. Dia menelan ludah susah payah, melirik ke kanan dan kiri. Sialan kenapa anak buahnya belum datang juga, aku harus memutar otak agar lelaki mesum ini tidak bisa menyentuhku lagi pikir Lee Hana.

“Kau gila bagaimana jika ada orang yang melihatnya?” Lee Hana berusaha mengalihkan pikiran liar Cho Kyuhyun. Namun, lelaki itu malah tersenyum miring. Tidak akan yang tahu jika dia dan Lee Hana bercinta di pantai ini, karena suasananya cukup gelap dan tidak ada orang yang lewat.

“Tidak akan, aku pastikan itu.” Lee Hana semakin takut, bagaimana jika anak buahnya tidak datang. Dia akan merelakan tubuhnya untuk lelaki brengsek itu, merasa tidak mendapat respon dari perempuan yang berada di bawahnya semakin membuat Cho Kyuhyun kesal. Persetan jika ada salah satu rekan bisnisnya yang melihat, dia harus bisa menyentuh perempuan ini. Dia juga tidak peduli dengan tamu undangannya lagi, yang terpenting baginya adalah bisa berada di dalam tubuh Lee Hana.

Bibir Cho Kyuhyun mulai mencari-cari bibir Lee Hana saat peremuan itu memalingkan muka. Lelaki itu terkekeh pelan, menyadari jika Hana memang sedang ingin bermain-main dengannya.

“Kau begitu menggairahkan.” Mendegar kata-kata itu Lee Hana memberanikan diri memandang Cho Kyuhyun, dia tersenyum miring kepada lelaki di atas tubuhnya.

“Kau juga menggairahkan, Cho Kyuhyun.” Tangan Lee Hana segera menarik leher lelaki itu, menciumnya dengan menggebu. Sedangkan tangan perempuan itu mulai meraba celah  di antara tubuh Cho Kyuhyun bagian terbawah. Cho Kyuhyun memejamkan mata, mengerang penuh gairah saat dia merasakan itu. Bahkan dengan berani tangan Lee Hana mulai mencari-cari relsiting kemudian membukanya. Tiba-tiba Cho Kyuhyun mulai mendengar seseorang berjalan ke arahnya.

“Ada yang datang,” ucap Cho Kyuhyun di sela-sela ciumannya.

“Tidak ada. Hanya deburan ombak saja.”

Cho Kyuhyun pun percaya dengan ucapan Lee Hana, dia tertalu sibuk dengan gairahnya. Itulah sebabnya dia tertegun saat merasakan punggungnya terasa sangat panas seperti tersengat listrik. Tidak lama kemudian lelaki itu menoleh ke belakang dan melihat dua orang bertubuh kekar sedang menatap garang ke arahnya.

“Ka-kau…” Cho Kyuhyun berusaha berdiri, dia menyadari jika tengah dijebak. Namun, dia merasakan tubuhnya seakan melayang, rasa pusing dan kantuk mulai menyerang. Hingga membuat kesadaran lelaki itu semakin menghilang.

“Kenapa kalian lama sekali, Bodoh?” umpat Lee Hana benar-benar marah, perempuan itu merapikan gaunya yang kusut dan kotor akibat pasir pantai. Wajah Lee Hana sedikit malu karena keadaannya seperti orang yang baru saja diperkosa.

“Maafkan kami, Nona Lee.” Kedua lelaki kekar itu tidak berani memandang ke arah Lee Hana. Mereka sungguh takut akan kemarahan atasannya, karena mereka bisa kehilangan nyawa jika berbuat kesalahan sedikitpun.

“Untung saja aku masih memerlukan kalian. Jika tidak aku sudah meneggelamkan kalian ke dalam laut.” Kedua lelaki kekar itu tidak berkutik, mereka lebih memilih diam dari pada salah bicara.

“Bawa dia ke vilaku yang berada di pinggiran Jeju!” Kedua anak buah Lee Hana mengangguk paham, mereka segera mengangkat tubuh tak berdaya Cho Kyuhyun menuju sebuah mobil yang terparkir tak jauh dari sana. Sebelumya mereka menutup tubuh Cho Kyuhyun dengan karung plastik besar agar tidak ada yang merasa curiga.

Lee Hana berjalan di belakang anak buahnya dengan tatapan tajam, seringai perempuan itu terlihat begitu mengerikan.

Selamat datang di duniamu yang sesungguhnya, Cho Kyuhyun.  Kita akan bermain-main hingga kau berlutut di kakiku bersama orang-orang terdekatmu.

-o0o-

Cho Kyuhyun tidak menyadari sudah berapa lama dirinya tertidur. Dia bangun dengan kondisi tangan dan kaki terikat pada pinggiran tempat tidur. Kepala lelaki itu masih terasa berdenyut, punggungnya juga terasa nyeri akibat tusukan tadi. Dia mengamati kondisi sekitar kamar itu, kamar berukuran cukup luas dengan cat tembok berwarna silver mendominasi ruang tersebut. Setelah Cho Kyuhyun benar-benar sadar, dia menyadari jika kini dirinya juga telanjang. Hanya ada sebuah selimut tebal berwarna hitam menutupi bagian bawah lelaki tersebut.

Dia kembali mengingat kejadian beberapa jam yang lalu, mengingat saat bercumbu dengan Lee Hana di pantai hingga dia kehilangan kesadaran. Ngomong-ngomong di mana perempuan itu, berani-beraninya dia mempermainkan seorang Cho Kyuhyun batin Kyuhyun kesal.

Tidak selang beberapa detik setelah Cho Kyuhyun menggeram dalam hati, pintu kamar itu terbuka menampilkan perempuan yang sejak tadi dicarinya. Lee Hana perempuan itu tengah tersenyum sinis ke arahnya dengan membawa sebuah nampan berisi makanan.

“Rupanya kau sudah sadar Cho Kyuhyun,” ujar Lee Hana sambil berjalan ke arah nakas dekat ranjang.

“Apa yang kaulakukan padaku?” Cho Kyuhyun tidak terima dengan kondisinya saat ini, tangan terikat dan dia tidak bisa bergerak banyak.

“Inilah tujuanku,” desis Lee Hana tajam.

“Apa maksudmu?” Cho Kyuhyun benar-benar tidak mengerti ucapan perempuan itu, kening lelaki itu bahkan berkerut dalam.

“Tentu saja balas dendam,” jawab Lee Hana acuh tak acuh.

“Sialan!” Cho Kyuhyun juga mendesis begitu mendengar pengakuan Lee Hana. Dengan langkah pelan perempuan itu mendekat ke arah Cho Kyuhyun, gaun tidur yang dia pakai begitu tipis sehingga Cho Kyuhyun dapat melihat lekuk tubuh Lee Hana saat lampu menyinari tubuhnya. Sinar dari lampu itu menembus melewati jubah tipis yang dikenakannya. Payudara dan pinggul itu terlihat kencang dan menantang, tiba-tiba otak Cho Kyuhyun berhenti bekerja, dan bagian bawah perut Cho Kyuhyun mulai bereaksi.

“Sedang memikirkan sesuatu yang tidak pantas, Cho Kyuhyun?” tanya Lee Hana dengan nada mencibir. Tapi benar adanya, ucapan perempuan itu memang benar. Seluruh anggota tubuh Cho Kyuhyun seperti ingin meronta dan ingin dipuaskan.

“Kenapa melakukan ini?” Cho Kyuhyun bertanya dengan tidak nyaman, rasa nyeri di pangkal pahanya mulai terasa menggerogoti tubuhnya. Dia terus bergerak mencoba melepaskan ikatan itu tapi percuma saja.

“Kau tidak akan bisa melepaskan ikatan itu, Sayang.” Lee Hana menekankan suaranya saat menyebutkan kata sayang.

“Kenapa melakukan ini?” teriak Cho Kyuhyun, membuat Lee Hana tekekeh pelan.

“Kau ingin tahu? Lihat wajahku, apa kau lupa dengan wajah ini? Wajah yang kau ludahi delapan belas tahun silam.” Lee Hana mendekatkan wajahnya ke wajah Cho Kyuhyun hingga jarak sekian senti. Otomatis Cho Kyuhyun mengamati wajah milik perempuan itu dalam, tiba-tiba saja lelaki itu terkesiap saat melihat mata hitam milik Lee Hana. Pikirannya melayang ke peristiwa delapan belas tahun silam, ya, dia masih ingat kejadian itu.

Mei, 1999.



Suara riuh tepuk tangan menggema di sebuah ruangan pant asuhan pagi itu, hari ini adalah ulang tahun Lee Hana yang ke enam. Teman-teman Lee Hana lainnya juga turut bahagia.



“Sekarang potong kuenya, Sayang,” perintah Kim Sejin, pengasuh panti asuhan itu. Gadis kecil itu mengangguk pelan, lalu mulai memotong kue black forest dan membagikannya pada Kim Sejin kemudian para saudaranya.



“Mana bagianku?” tanya seorang lelaki dari ambang pintu depan.



“Aku sudah menyiapkan bagian untuk Pamanku tersayang.” Lee Hana mengambil sepotong kue tersebut lalu memberikannya pada Kim Hyunsik yang tak lain adalah suami dari Kim Sejin. Lelaki itu langsung mengambil dan mencium kedua pipi gadis kecil itu.



“Apa kau sudah mengucapkan harapan?” tanya Kim Hyunsik.



“Tentu saja sudah,” jawab Lee Hana riang.



“Apa harapanmu?”



“Aku tidak bisa memberitahumu, Paman. Jika aku memberitahu maka doa dan harapnanku tidak akan terkabul.” Kim Hyunsik terkekeh pelan, mendengar jawaban polos dari Lee Hana. Lelaki itu teramat menyanyangi gadis kecil di depannya, dia masih ingat betul saat ibu kandung Lee Hana menyerahkan gadis itu. Sebelum Lee Hyuna meninggal dia sempat mengatakan untuk mencari ayah dari Lee Hana, akan tetapi saat ini dia belum menemukan ayah dari gadis itu.



“Kenapa Paman diam saja?” Pertanyaan Lee Hana membuyarkan lamunan Kim Hyunsik akan kenangan itu, lelaki itu tersenyum tipis lalu merogoh kantung celananya. Dia mengambil sebuah kotak beledu berwarna hitam, dan menyerahkannya pada gadis itu.



“Ini hadiah untukku?” Mata Lee Hana berbinar melihat kotak persegi itu.



“Bukalah.” Dengan cepat Lee Hana membuka kotak itu, mata gadis itu semakin berbinar saat melihat sebuah kalung dengan liontin permata yang menghiasi kalung tersebut.



“Ini kalung yang sangat indah.” Mata Lee Hana semakin berbinar mengamati kalung dari Kim Hyunsik.



“Sebenarnya ini bukan hadiah dariku. Ini adalah kalung dari Ibumu, dia mengatakan pada Paman untuk memberikan kalung ini saat ulang tahunmu yang keenam,” kata Kim Hyunsik, “kalaung ini hadiah pernikahan dari Ayahmu untuk Ibumu.”



“Memangnya siapa Ayahku?” tanya Lee Hana dengan penasaran.



“Itulah yang Paman tidak tahu. Ibumu tidak mengatakan siapa nama Ayahmu.”



“Kalau begitu aku yang akan mencari siapa Ayahku.” Kim Hyunsik tersenyum manis kemudian memeluk tubuh gadis mungi itu. Akan tetapi terdengar suara berisik dari arah halaman, semua orang yang berada di panti tersebut keluar untuk melihat kericuhan itu.



Saat  keluar, mereka melihat mobil ferrari mewah tengan berhenti di halaman panti. Tak hanya itu di belakang mobil tersebut juga ada mobil penghancur bangunan.  Rasa takut mulai menyelimuti hati Kim Hyunsik dan Kim Sejin, saat melihat seorang lelaki keluar dari dalam mobil mewah berserta seorang anak laki-laki. Tatapan keduanya begitu tajam dan angkuh, kedua lelaki berbeda usia itu berjalan mendekat ke arah teras.



“Kenapa kalian belum juga mengosongkan panti ini?” tanya Cho Young Hwa dengan nada sinis.



“Kami tidak bisa meninggalkan panti asuhan ini, panti ini sangat berharga bagi anak-anak ini,” balas Kim Hyunsik, Cho Young Hwa tersenyum miring menatap satu persatu anak-anak yang berdiri ketakutan di sampin Kim Sejin.



“Tapi sayangnya hari ini aku harus menghacurkan bagunan yang tidak memiliki izin ini.”



“Tuan Cho tidak bisakah Anda memberikan tanah ini. Kumohon kasianilah anak-anak yang tidak mempunyai orang tua ini,” ujar Kim Hyunsik penuh permohonan, mata lelaki itu mulai berlinang akan air mata.



“Persetan dengan semua itu!” Mendegar ucapan tajam Cho Young Hwa membuat emosi Lee Hana tersulut, gadis kecil itu melangkah maju kemudian memukul paha Cho Young Hwa.



“Anda tidak punya hati!” teriak Lee Hana sambil memukul-mukul paha Cho Young Hwa. Merasa tidak terima dengan perlakuan Lee Hana, Cho Kyuhyun yang berdiri di samping ayahnya menarik gadis itu hingga membuat Lee Hana jatuh tersungkur.



“Dasar gadis miskin!” umpat Cho Kyuhyun sambil meludah tepat di wajah Lee Hana. Gadis kecil itu hanya terisak pelan karena kakinya yang sakit akibat dorongan Cho Kyuhyun. Membuat kalung yang tadi dipengangnya jatuh terlempar ke teras rumah.



“Kumohon Tuan Cho, kami semua akan tinggal di mana?” Kini giliran Kim Sejin yang memohon, sambil memeluk tubuh Lee Hana.



“Pergi atau aku akan melaporkan kalian ke polisi atas pendirian bangunan tanpa izin.”



Kim Hyunsik maupun Kim Sejin tidak bisa berbuat apa-apa, percuma saja mengemis pada orang kaya. Toh, mereka juga tidak akan peduli.



“Baiklah kami akan pergi.” Kim Sejin mengangkat tubuh Hana yang masih terisak, mata gadis kecil itu merah karena tangis dan amarah. Dia menatap tajam ke mata Cho Kyuhyun, sedangkan anak laki-laki itu tersenyum mengejek.



“Urusan kita sudah selesai, Cho Kyuhyun. Ayo, kita pulang,” ajak Cho Young Hwa. Mereka berdua kemudian meninggalkan tempat yang akan diratakan menjadi tanah itu. Saat Cho Kyuhyun turun dari undakan, dia melihat sesuatu yang berkilau dan memungutnya. Ternyata itu adalah kalung milik Lee Hana, dia memasukkan kalung tersebut ke dalam kantung celananya.

“Kau sudah ingat, Cho Kyuhyun?” Pertanyaan Lee Hana kembali membawa Cho Kyuhyun ke alam sadarnya.

“Ja-jadi kau gadis panti asuhan itu?” tanya Cho Kyuhyun seakan tidak percaya.

“Ya. Gadis yang diusir Ayahmu secara kejam dan kalian membangun mansion mewah di atas tanah panti itu.”

“Dalam hal itu keluargamu dulu juga salah. Mereka membangun panti asuhan itu tanpa surat izin mendirikan bangunan,” tukas Cho Kyuhyun.

“Kalian orang kaya, tidak bisakah merelakan tanah itu untuk kami yang tidak memiliki orang tua?” Air mata mulai menggenang di pelupuk mata Lee Hana, dia segera menyekanya agar tidak terlihat seperti perempuan lemah.

“Jadi itu alasan mengapa kau menculikku?” Cho Kyuhun tertawa pelan, dia tidak menyangka jika perempuan yang dikenalnya manis ternyata berbeda seratus delapan puluh derajat. Dengan senyum menggoda, Lee Hana mulai berjalan ke arah ranjang.

Perempuan itu duduk di sebelah Cho Kyuhyun yang menatapnya heran, Hana mulai mendundukkan kepalanya, mencium Kyuhyun dengan lembut. Kemudian dia mulai menciumi setiap jengkal tubuh Kyuhyun, membuat otot lelaki itu mengencang. Setiap bagian tubuhnya ingin mendapat pelepasan, gairah mulai menyala seiring ciuman Hana yang semakin membabi buta.

Lee Hana tersenyum puas melihat lelaki itu tak berdaya, dia membelai dada Cho Kyuhyun menimbulkan erangan nikmat dari bibir lelaki itu. Nyeri mulai terasa di pangkal pahanya lagi, membuat lelaki itu memejamkan mata.

“Apa kau sedang berniat membunuhku dengan gairahku sendiri?” Cho Kyuhyun bertanya dengan nada mengerang.

“Oh, kau sedang bergairah?” ejek Lee Hana.

“Apa yang kauinginkan?”

“Kau yakin ingin mendengarnya?” tantang Lee Hana.

“Ya. Jika kau memuaskanku di atas ranjang, aku akan memberikan segalanya untukmu.” Lee Hana tertawa keras saat Cho Kyuhyun mengucapkan hal itu.

“Minta saja pada perempuan pelacur di luaran sana,” desis Lee Hana tajam.

“Lee Hana, aku menginginkanmu. Aku ingin berada di dalam tubuhmu, sekarang.” Suara Cho Kyuhyun semakin terdengar serak, mata lelaki itu juga semakin berkabut. Jujur saja Lee Hana merasakan gelenyar aneh saat Cho Kyuhyun mengatakan hal itu, bagian bawah perempuan itu  mulai berkedut ingin di sentuh.

TBC ^-^

65 thoughts on “SIDE OF LOVE CHAPTER 2

  1. Huuuaaa astaagaaa kyuu hahaha hana awas kemakan jebakan sendiri, cewek itu baperan looo. Aku udah ngalamin. Bhaakksss. Mian curhat, niatan awal cuma buat mainin skrng aku kena jebakan sndiri. Hahaha

    Suka

  2. Sebenarnya lee hana itu juga ada rasa sama kyuhyun tapi karna dendam dimasa lalunya jadi lee hana lebih mementingkan egonya daripada perasaanya

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s