Toujours Part 3


 

Author : D’Charlotte

Tittle   : Toujours ? (Chapter 3)

Category  : NC17, Yadong, Romance, Family life, Chapter

Cast :

Cho Kyuhyun

Yoon Jieun

Shin Dahye

Lee Donghae

 

Other Cast : Find it by yourself ^^

Alohaaa^^ ketemu lagi kkkk

Semoga kalian gak bosen ya baca cerita gaje ini, okedeh happy reading^^

Awas banyak Typo!

 

~~*~~

 

 

Dari kejauhan terlihat sepasang manusia tengah berlari menembus trotoar yang dipadati oleh pejalan kaki, mereka berlari dengan bergandengan tangan dan sesekali menolehkan kepalanya ke belakang, mereka seperti dikejar oleh sesuatu. Orang-orang menatap mereka dengan berbagai pandangan antara aneh, lucu, kasihan dan masih banyak lagi. bagaimana tidak? Mereka berlari kencang dengan sang wanita memakai gaun putih panjang dan sang pria memakai tuxedo putih khas upacara pernikahan.

 

 

Mungkin orang-orang akan beranggapan bahwa mereka adalah pasangan yang terlampau bahagia dan tak sabar ingin menikmati bulan madu sehingga mereka kabur dari pesta pernikahan mereka sendiri. Namun pada kenyataannya adalah mereka hanyalah sepasang kekasih yang memaksa menikah karena tak mendapat restu dari kedua orang tua.

 

“Cho Kyuhyun aku lelah”

 

“Sebentar lagi kita sampai, sayang”

 

Kyuhyunmencoba menenangkan Jieun dan mereka berdua terus berlari hingga akhirnya sampai di sebuah gereja yang berada di pinggiran kota Seoul.Gereja yang tampak sederhana jika dilihat dari luar karena bagian luarnya tidak dihiasi dengan hiasan-hiasan arsitektur atau dekoratif seperti gereja pada umumnya. Suasananya sangat sunyi, tak ada seorang pun disana hanya suara derap langkah dan hembusan nafas mereka berdua yang menggema di dalam gereja itu.

 

Mereka memasuki gereja yang langsung disambut oleh kehampaan dari bangunan berlantai tiga itu. Di lantai bawah terdapat deretan bangku bagi para Jemaat dan dindingnya dihiasi oleh ukiran-ukiran dan lukisan khas Yunani kuno. Langit-langit yang melengkung berbentuk kubah dicat berwarna biru cerah dan dihiasi dengan bintang-bintang emas yang memiliki ketinggian 60 kaki dari lantai dan memiliki enam jendela berbentuk melengkung di kedua sisinya.

 

Dari kejauhan Jieun mendapati sesosok pria tua yang ia yakini adalah seorang pendeta yang akan memimpin upacara pemberkatan mereka. Kyuhyun mengaitkan tangan Jieun di lengannya dan mulai berjalan pelan menuju altar. Tidak ada pengiring pengantin, tidak ada alunan musik pengiring dan tidak ada suara riuh tepuk tangan dari orang-orang terdekat yang seharusnya meghadiri upacara pernikahan ini. Semuanya terasa begitu kosong.

 

Kyuhyun dan Jieun telah mengucapkam janji pernikahan mereka beberapa detik yang lalu. Dengan penuh keyakinan Kyuhyun dengan lantang menyuarakan bahwa ia bersedia begitupun dengan Jieun. Ya. Mereka telah resmi menjadi sepasang suami istri di hadapan Tuhan maupun di mata hukum.

 

“Silahkan mempelai pria mencium mempelai wanitanya”

 

Kyuhyun menarik Jieun dan mencium wanita itu tepat di keningnya, ciuman yang lembut dan dalam yang menghantarkan getaran getaran aneh di dalam diri Jieun. Jieun memejamkan matanya, haruskah ia bahagia sekarang? Atau mungkin bersedih?

 

Pernikahan indah yang selalu ia impikan telah sirna, Jieun ingin bahagia namun rasanya berat. Ada sesuatu yang masih mengganjal di hatinya. Bukan karena ia tak percaya dengan Kyuhyun, tetapi Jieun takut menghadapi sesuatu yang akan terjadi nanti.

 

Orang tua Kyuhyun tak merestui hubungan mereka dan sekarang mereka malah menikah, bukankah itu gila? Ya Kyuhyun gila, pria itu tak ingin kehilangan Jieun dan bagaimanapun caranya ia harus membuat Jieun menjadi miliknya. Kyuhyun tak perduli terhadap apa yang akan terjadi nanti. Yang penting sekarang Jieun telah resmi menjadi istrinya. Istri dari seorang Cho Kyuhyun.

 

~~*~~

“Kabar buruk Cho Kyuhyun” Kyuhyun mengeraskan rahangya, ia tahu bahwa ini bukan sesuatu yang baik.

 

“Apa?”

 

“Perusahaan besar itu telah kembali” perusahaan besar? Mungkinkah itu–

 

“Apa maksudmu? Jangan bertele-tele”

 

“Zeus Group telah kembali”

 

Kyuhyun melebarkan matanya, rahangnya mengeras dan tangannya dikepal kuat. Zeus Group telah kembali? Oh astaga ini merupakan ancaman besar bagi Kyuhyun dan bagi perusahaannya. Terang saja, Cho Enterprise berada jauh di bawah Zeus Group sebelum perusahaan itu menghilang beberapa tahun yang lalu dan membuat Cho Enterprise berada di masa kejayaannya. Namun sekarang? Perusahaan itu kembali dan sang CEO harus memikirkan beribu cara agar perusahaannya tidak berada di bawah lagi.

 

“Awasi terus perkembangannya, Henry” Kyuhyun memijat pelipisnya pelan, rasa pusing akibat mabuknya tadi malam belum betul-betul hilang dan kini ia kembali dibuat pusing oleh berita yang disampaikan ketiga sahabatnya.Mereka bertiga mengangguk patuh dan segera meninggalkan ruangan milik Cho Kyuhyun.

 

“Sial!” Selepas ketiga orang pria itu keluar dari ruangannya, Kyuhyun mengumpat dengan keras. Hidupnya sudah tenang beberapa tahun ini dan sekarang merasa gelisah akan kehadiran perusahaan besar yang telah lama hilang tersebut.

 

~~*~~

“Makan siang, Miss” Jieun hanya mengangguk menanggapi tawaran anggota timnya, wanita itu tidak bisa makan saat ini. Ia masih harus menyelesaikan beberapa design untuk acara perusahaan besar yang sialnya adalah milik mantan suaminya. Getaran ponsel di meja menginterupsi kegiatannya. Sebuah pesan masuk.

 

From : Cho Kyuhyun

Jangan lupakan makan siangmu, Miss Yoon

 

Jieun menghela nafasnya, meletakkan ponselnya di atas meja dan kembali melanjutkan kegiatannya yang sempat tertunda barusan. Wanita itu lebih memilih untuk mengabaikan pesan dari Cho Kyuhyun yang notabene adalah bos dari bosnya. Beberapa menit kemudian ponsel Jieun kembali bergetar, wanita itu mendesah malas dan segera menekan tombol hijau.

 

“Ya?”

 

Kau sudah makan?

 

“Ya”

 

Sore nanti aku akan dat–

 

Aku sibuk Cho Kyuhyun, aku tutup” Jieun menutup sambungan teleponnya secara sepihak, wanita itu sedang malas untuk meladeni ocehan dari Cho Kyuhyun. Oh biarlah semua orang berkata bahwa ia tak sopan karena mengabaikan atasannya, semua itu tak akan berpengaruh pada Jieun.

 

Jieun kembali menghela nafasnya saat beberapa kali ponselnya bergetar, ia tak berniat mengangkatnya. ‘Lebih baik mengabaikannya daripada kembali jatuh ke dalam pesonanya’ begitulah pikir Jieun.

 

~~*~~

BUGH!

BUGH!

 

“Kumohon hentikan” pemuda berkacamata itu tergeletak tak berdaya di atas lantai koridor sekolah yang dingin. Seluruh murid mengerubunginya hanya untuk menonton tanpa berniat membantu. Pemuda itu tak memiliki tenaga untuk melawan tendangan dan pukulan bertubi-tubi dari lawannya.

 

“Kau itu seharusnya menyadari posisimu disini, kau hanya berasal dari golongan kepedulian sosial. Han Tae Jin”

 

Pemuda yang menjadi lawan Taejin menarik kerah bajunya dan memaksa pemuda berkacamata itu untuk bangkit dari posisi meringkuknya.

 

“Kau yang melapor pada ayahku ‘kan?” Taejin bergeming, tak menjawab pertanyaan pemuda itu.

 

“Jawab aku sialan!” Pemuda itu menyeringai

 

“Aha~ kau tak mau menjawabnya ya? Aku bisa saja membuatmu di tendang dari sekolah ini. Kau tahu kan, aku ini–

 

“CHO JAEHYUN!!!”

 

Jaehyun langsung melepas cengkeramannya pada kerah baju Taejin saat mendengar teriakan itu, teriakan dari seorang gadis yang sekarang berjalan menghampirinya dengan perlahan.

 

“Jian-ah

 

Tanpa memperdulikan panggilan Jaehyun, gadis itu dengan segera menarik lengan Jaehyun dengan kasar dan membawanya jauh dari koridor. Jian melepaskan tangan Jaehyun ketika mereka telah sampai di taman belakang sekolah dan detik itu pula Jian memberikan jeweran keras pada telinga kanan Jaehyun.

 

Gadis itu tak mengindahkan pekikan kesakitan dari Jaehyun dan memindahkan tangan mungilnya untuk mencubit perut Jaehyun.

 

“Apa yang kau lakukan, ini sakit sekali” JAehyun meringis seraya mengusap bekas cubitan Jian tadi.

 

“Aku yang seharusnya bertanya, apa yang kau lakukan pada lelaki itu?”

 

“Hanya bermain main” Jian menghela nafasnya mendengar jawaban Jaehyun.

 

“Jangan lakukan lagi, itu menyakitkan. Kau tahu?”

 

“Aku tak bisa berjanji”

 

Jaehyun melenggang pergi setelah mengucapkan kalimat tersebut. Pemuda ini sangat pembangkang dan sulit diatur. Dalam waktu satu bulan sudah terhitung 10 kali ia terlibat dalam perkelahian. Karena hal itulah yang menyebabkan dirinya ‘diasingkan’ ke Busan selama liburan musim panas lalu.

 

~~*~~

 

Jieun mendial 6 digit kode sandi apartment-nya dan masuk setelah mendengar bunyi ‘pip’ tanda pintu sudah tak terkunci. Jieun memasuki apartment-nya danmengganti Higheels-nya dengan sandal rumah. Sunyi dan kegelapan menyambutnya.

 

“Astaga!”

 

Jieun memekik kaget mendapati seseorang di dalam apartment-nya. Cho Kyuhyun. Pria itu dengan santai duduk di sofa dengan mengenakan kemeja hitam yang lengannya digulung sampai siku dan dua kancing teratas terbuka. pria itu memegang segelas Wine  di tangan kanannya dan menggoyang goyangkan gelas itu pelan. Tatapan tajamnya masih terlihat meskipun kegelapan menyelimutinya.

 

“Mengapa lama sekali, hm?”

 

“Apa yang kau lakukan disini Cho Kyuhyun?”

 

“Tentu saja untuk menemanimu, suamimu tak akan tidur di sini ‘kan?”

 

Kyuhyun meletakkan gelasnya dan menghampiri Jieun, menarik pinggang ramping wanita itu membawanya ke dalam pelukan hangat seorang Cho Kyuhyun. Jieun meronta agar Kyuhyun melepaskan pelukannya, namun pria itu malah semakin mempererat dekapannya seakan tak ingin kehilangan Jieun.

“Tolong biarkan seperti ini, sebentar saja. Ku mohon”

 

Ucap Kyuhyun lemah, Kyuhyun merasa lelah setelah bekerja seharian. Yang ia harapkan adalah seorang istri yang menyambutnya dengan senyum hangat dan memeluknya erat seperti ini setiap ia sampai dirumah. Menyiapkannya makan malam dan mendengarkan seluruh keluh kesahnya.

 

Tetapi, semua hal itu tak pernah ia dapatkan. Oh bisakah ia sebut ini sebagai karma, karena Kyuhyun pernah menyakiti Jieun di masa lalu. Ya. Kyuhyun harus menerimanya, ini merupakan hukuman baginya. ‘Maafkan aku, Yoon Jieun’ batin Kyuhyun berteriak.

 

“Cho Kyuhyun”

 

Kyuhyun menyeruakkan kepalanya di cerukan leher Jieun, menempatkan hidung mancungnya pada permukaan kulit putih itu. Menghirup dalam-dalam aroma mawar yang masih tersisa pada tubuh Jieun. Kyuhyun mendongakkan kepalanya, menatap manik mata Jieun dalam gelap. Jieun tak bisa berkutik, tatapan mata itu seakan menghipnotisnya. Sekuat apapun ia melawan pesona seorang Cho Kyuhyun pasti akan kalah oleh rasa rindu yang teramat dalam di lubuk hatinya.

 

Kyuhyun menangkup wajah Jieun dengan kedua tangannya dan memajukan sedikit kepalanya hingga mengikis jarak di antara mereka. Bergerak sedikit saja maka bisa dipastikan bahwa bibir mereka akan bersentuhan.

 

“Maaf”

 

Setelah mengucap kalimat itu, dengan cepat Kyuhyun melumat bibir Jieun dengan tergesa-gesa seakan diburu oleh waktu. Kyuhyun menarik tangan Jieun untuk melingkari lehernya dan pria itu meletakkan tamgannya di pinggang ramping Jieun, memberikan usapan-usapan lembut disana yang membuat tubuh Jieun merasakan panas dan menggigil disaat yang bersamaan. Ini gila!

 

Kyuhyun menelusupkan lidahnya ke dalam rongga mulut Jieun, mencari-cari lidah wanita itu untuk saling membelit satu sama lain. Jieun dapat merasakan rasa manis akibat Wine  yang diminum Kyuhyun beberapa saat yang lalu, dan sialnya membuat ciuman itu terasa semakin nikmat. Perlahan-lahan Kyuhyun membawa Jieun untuk berbaring di sofa dan kembali melanjutkan ciumannya tanpa memberikan jeda untuk Jieun bernapas satu detik ‘pun.

 

Tangannya membelai perut rata Jieun dari balik kemejanya, mengelusnya dengan lembut dan perlahan naik dan menangkup gundukan kenyal itu yang masih terbugkus bra. Kyuhyun meremasnya dengan lembut seakan itu adalah barang rapuh yang akan dengan mudah hancur bila tersentuh.

 

“Akh~”

 

Jieun tak kuasa menahan desahannya saat ciuman Kyuhyun berpindah ke lehernya dan menghisapnya dengan kuat disana yang ia yakin akan meninggalkan bekas merah keunguan esok hari. Kemeja yang ia kenakan telah ditanggalkan dan hanya menyisakan bra hitamnya yang sangat kontras dengan kulit putihnya.

 

Kyuhyun menggeram tertahan sebelum kembali melahap bibir merah Jieun yang selalu menjadi candu baginya, yang tak pernah ia lupakan bagaimana manisnya bibir ini selama lima belas tahun. Bagian bawahnya yang sudah terasa sangat sesak menekan perut Jieun yang berada dibawahnya. Panas. Ini terasa sangat panas dan menggairahkan.

 

Tangan Kyuhyun meraba punggung Jieun mencari pengait bra-nya, namun sebelum hal itu terjadi Jieun lebih dulu mendapatkan kesadarannya kembali dan mendorong jauh tubuh Kyuhyun dari atasnya. Jieun segera memakai kembali kemejanya yang teronggok tak berdaya di lantai. Dari sudut matanya ia melihat Kyuhyun tengah mengusap wajahnya kasar. Ia tahu pria itu pasti sangat frustasi dan kecewa. Ah bukankah Jieun melakukan hal yang benar? Jika saja ia tak menghentikan kegiatan mereka tadi maka sudah pasti akan terjadi hal ‘itu’ ‘kan?

 

“Ini kamarmu, kau bisa pergi besok”

Jieun memberikan selimut tebal kepada Kyuhyun, setelah melalui perdebatan panjang akhirnya wanita itu bersedia ‘menampung’ pria yang bersikeras untuk menginap di apartment-nya.

 

“Kau tidak tidur di sini?” Jieun melongo mendengar penuturan polos Kyuhyun, bagaimana mungkin Jieun tidur satu ranjang dengan Kyuhyun?  Sedangkan mereka telah mempunyai pasangan masing-masing. Oh anggap saja kejadian kemarin adalah sebuah ketidaksengajaan yang tak boleh terulang kembali.

 

Jieun tak mengindahkan pertanyaan bodoh Kyuhhyun dan lebih memilih untuk keluar dari kamar tersebut, meninggalkan Kyuhyun yang merasa kecewa karena Jieun tak tidur bersamanya.

 

~~*~~

Jieun menyandarkan punggungnya pada sandaran sofa dan kemudian mendesah lega. Ya, wanita itu sangat lega karena Cho Kyuhyun telah meninggalkan Apartment-nya sepuluh menit yang lalu. Ia merasa bebas untuk bernapas, sejak semalam Jieun tak dapat memejamkan matanya barang sedetikpun. Jantungnya berpacu begitu cepat dan perasaan aneh itu kembali menjalari dirinya.

 

Wanita itu menatap sofa yang tepat berada di hadapannya, bayangan akan cumbuan panas yang mereka berdua lakukan semalam kembali menari-nari di kepala cantiknya. Ah pipinya bahkan terasa sangat panas sekarang, bagaimana bisa ia melakukan hal seperti itu? Cho Kyuhyun benar-benar telah menghipnotisnya.

 

“Ibu!!!”

 

Jieun tersentak kaget mendengar teriakan nyaring seorang gadis yang sangat ia hapal suaranya. Lee Jian. Gadis itu menemui ibunya setelah satu minggu terkurung di asrama, ini adalah akhir pekanjadi ia bebas dan akan menginap di apartment.

 

“Jian!!” Jieun memeluk putrinya dengan erat, merasa sangat rindu pada buah hati tersayangnya.

 

“Kau makan dengan baik ‘kan? Kau tidak membuat masalah ‘kan? Kau memiliki teman di sana? Apa mereka bersikap baik padamu? Kau selalu mengerjakan PR ‘kan? “

 

Jian menahan tawanya mendengar rentetan pertanyaan dari ibunya, gadis itu sangat tahu bahwa ibunya begitu menghawatirkannya. Tapi bagaimana ia bisa menjawabnya jika ibunya melontarkan banyak pertanyaan sekaligus?

 

“Apakah ini kuis? Pertanyaannya banyak sekali. Aku lapar ibu, setelah makan aku akan menjawabnya” Jieun menggelengkan kepalanya, ia yakin bahwa putrinya baik-baik saja setelah Jieun melihat senyum lebar Jian.

 

“Oh ya, setelah ini aku akan pergi ke rumah temanku bu”

 

“Teman? Perempuan atau laki-laki?” Jieun memicingkan matanya saat ia tak mendapat jawaban atas pertanyaannya.

 

“Ah pasti laki-laki ya?” mendengar itu, Jiean semakin menundukkan kepalanya tak berani menatap ibunya.

 

“Pergilah, jangan pulang terlalu larut”

 

“Be– benarkah? Terimakasih ibu” Jian memeluk ibunya dan memberikan satu kecupan di pipi kanannya, sebelum gadis itu menghilang di balik pintu kamarnya.

 

~~*~~

“Duduklah, aku akan mengambil minum”

Jian menatap ke penjuru rumah Jaehyun, hampir saja ia tak bisa merapatkan mulutnya. Rumah ini begitu luas dan mewah, ia yakin bahwa rumah ini di rancang dengan baik oleh Arsitek profesional.

 

Ruang tamunya terdapat sofa berwarna krem yang tertata rapi dan dinding yang tersusun dari batuan marmer. Kemewahan tampak terlihat dari tirai yang menjulang tinggi pada bagian jendela kaca yang indah, ditambah lagi dengan hiasan vas bunga, hiasan-hiasan lampu meja dengan pencahayaan yang sesuai dengan lingkungan sekitar.

 

“Minumlah” Jaehyun meletakan dua gelas Mocktail rasa lemon. Jian tersenyum tipis menanggapi ucapan Jaehyun.

 

“Rumah ini sepi sekali”

 

“Ya begitulah. Ibuku sibuk berbelanja dan ayahku sibuk mengurus perusahaan”

 

Jian tertegun, lelaki ini pasti merasa sangat kesepian. Perlahan-lahan Jian mulai mengerti apa alasan Jaehyun selalu berbuat onar, lelaki itu ingin mendapat perhatian yang lebih dari orang tuanya.

 

Melihat hal ini membuat Jian sadar bahwa hidup mewah dengan berlimpah harta tidaklah selamanya bahagia. Ia bersyukur hidup sederhana dengan keluarganya, yah meskipun ayahnya tak begitu perduli padanya. Namun Jian masih memiliki ibu yang selalu mendukungnya dan juga menyayanginya.

 

“Wah Jaehyun membawa seorang gadis kerumah” Jaehyun tersentak kaget mendengar suara pria di belakangnya.

 

“Paman? Dad?” Jaehyun mendapati empat orang pria dewasa tengah berdiri dengan menyilangkan kedua tangannya di dada sambil menatapnya.

 

“Ah ya perkenalkan, ini Jian teman sekolahku”

 

Jian bangkit dari duduknya kemudian membungkuk hormat kepada empat orang yang ada di hadapannya. Kyuhyun menatap Jian lekat, ia merasa sangat mengenal iris coklat milik Jian. Ya, iris coklat itu sangat mirip dengan iris milik mantan istrinya.

 

Tentu saja Cho Kyuhyun! Gadis itu adalah putrinya, dia mewarisi mata indah milik Jieun yang membuat siapapun pasti terpesona akan keindahannya. Benar bukan?

 

Dad, jangan menatapnya seperti itu”

 

Jaehyun menyadarkan Kyuhyun dari lamunan singkatnya, gadis itu merasa terintimidasi ditatap dengan begitu intens oleh Cho Kyuhyun. Kyuhyun berdehem pelan

 

“Lanjutkan kegiatan kalian” ucap Kyuhyun sambil melenggang pergi menaiki tangga yang diikuti oleh ketiga orang sahabatnya.

 

~~*~~

“Ada yang mencoba menerobos sitem pertahanan Cho Enterprise”

 

Kyuhyun tersenyum miring mendengar penuturan Lee Hyukjae si otak komputer Cho Enterprise, ia menatap layar datar di genggamannya dengan tatapan yang datar pula.

 

“Dia hanya berhasil menerobos satu sistem pertahanan, kalian tahu ‘kan bahwa perusahaanku memiliki lima sistem keamanan yang tidak dapat dengan mudah untuk diterobos”

 

Ya, Kyuhyun pernah memerintahkan Lee Hyukjae untuk membuat program super ketat untuk keamanan dan keselamatan perusahaannya karena ia yakin bahwa hal seperti ini akan terjadi. Program keamanan yang terdiri atas lima server yang terproteksi dengan sempurna, setiap server berisi rentetan kode yang harus dipecahkan dan pasti akan membuatmu hampir gila memikirkan bagaimana cara untuk memecahkannya.

 

“Jangan bersikap terlalu tenang Cho Kyuhyun” titah Kim Heechul menasehati

 

“Ya. Lee Hyukjae tolong selidiki siapa pelaku dari semua ini dan segera kirimkan hasilnya padaku”

 

“Dan juga– kau harus lihat ini Cho Kyuhyun” Heechul menyerahkan sebuah map berwarna biru yang langsung di baca oleh Kyuhyun

 

“Aku sudah mengetahuinya dan aku sudah tahu siapa pelakunya”

 

Kyuhyun meletakan map tadi di atas meja, map itu berisi laporan keuangan Cho Enterprise yang terdapat kejanggalan, ada pengeluaran perusahaan yang jumlahnya sangat besar tanpa tahu dana tersebut digunakan untuk apa. Ya. Si jenius Cho Kyuhyun telah mengetahuinya dan bahkan telah mengetahui siapa pelakunya.

 

Henry tersenyum tipis, kagum kepada sepupunya yang begitu cerdas dan tenang dalam menghadapi masalah yang tak bisa dibilang sepele itu. Kyuhyun terkenal sangat profesional dalam bekerja, bahkan pria itu hanya memiliki sekertaris pria karena ia tahu bahwa memiliki sekertaris seorang wanita pastinya sangat merepotkan.

 

“Kalian hanya perlu mengamati perkembangannya saja”

 

Pembicaraan serius itu ditutup oleh candaan ketiga pria dewasa yang saling bersahabat sesekali mereka saling melemparkan candaan dan tertawa keras karena candaan mereka sendiri.

~~*~~

 

Jieun memejamkan matanya merasakan angin yang menerpa wajahnya, wanita itu tengah berdiri di balkon apartment-nya sambil memegang secangkir teh krisan. Mengingat kembali kejadian panas semalam bersama Cho Kyuhyun, mungkin jika ia tak menghentikannya sudah pasti akan terjadi– ah memikirkannya membuat kepalanya terasa pening.

 

Jieun tak pernah melupakan bagaimana bibir pria itu dengan lihainya membelai tubuhnya, lidahnya yang sialan panas dan aroma pria itu yang begitu memabukkan. Bagaimana pria itu membuatnya pasrah di bawah kuasa Cho Kyuhyun, memikirkan ini membuat kepalanya bertambah pening dan tubuhnya terasa begitu panas. Sial.

 

Jieun menyesap tehnya perlahan. Cho Kyuhyun. Pikirannya menerawang jauh ke saat-saat menyedihkannya dulu, pengalaman menyakitkan yang menorehkan luka yang begitu mendalam di hatinya. Bahkan luka itu belum sepenuhnya sembuh meskipun telah berlalu selama lima belas tahun.

 

*FLASHBACK ON

 

Jieun mati-matian menahan desakan air mata yang ingin keluar, tangannya yang bergetar ia genggam erat di bawah meja café yang dingin. Di hadapannya saat ini, Kim Hanna –Ibunda Cho Kyuhyun– menatapnya dengan pandangan yang terkesan sinis atau meremehkan mungkin?.

 

“Jauhi putraku”

 

Kepalanya mulai terasa sakit karena terus menerus menahan tangisnya, bahkan matanya saat ini sudah sangat memerah. Jieun tak paham mengapa Nyonya Cho secara mendadak ingin menemuinya dan menyuruhnya untuk menjauhi Kyuhyun, padahal selama ini wanita paruh baya itu tak pernah mempermasalahkan hubungan mereka. Mungkin karena Jieun berasal dari keluarga kurang mampu dan tak jelas asal usulnya? Oh itu sangat tidak mungkin karena beberapa bulan yang lalu Nyonya Cho begitu menyukainya dan mendesak agar ia dan Kyuhyun segera melangsungkan pernikahan.

 

“Maaf Nyonya, tapi–“

 

“Aku mohon jauhi Kyuhyun selagi aku masih bicara baik-baik padamu, Yoon Jieun”

 

Setelah mengucap itu Nyonya Cho segera bangkit dari duduknya dan keluar dari café, menyisakan Jieun yang ttampak menahan perasaan sesak di dadanya. Menjauhi Cho Kyuhyun? Apakah mungkin? Jieun telah benar-benar mencintai Kyuhyun dan tak ingin melepas pria itu. Menatap lamat cincin karya Harry Winston tersemat indah di jari manisnya. Ya. Kyuhyun telah melamarnya beberapa hari yang lalu dan ia tak mungkin menolaknya. Bagaimana bisa kau menolak lamaran seseorang yang begitu kau cintai?

~~*~~

 

“Mulai saat ini kita akan tinggal di Mansion ini, jika kau butuh sesuatu panggil saja pelayan disini. Kau mengerti sayang?”

 

Jieun mengangguk, menatap ke sekeliling Mansion megah milik Cho Kyuhyun. Ia akan tinggal disini? Bersama Cho Kyuhyun? Hatinya menghangat, Kyuhyun telah resmi menjadi suaminya beberapa jam yang lalu. Yeah meskipun pernikahan mereka tak mendapat restu dari orang tua Kyuhyun.

 

2 bulan telah berlalu, kehidupan rumah tangganya dengan Kyuhyun bisa dibilang baik-baik saja dan cukup harmonis. Hingga mencapai bulan ketiga pernikahan mereka, Kyuhyun mulai berubah. Bukan Cho Kyuhyun yang dulu selalu pulang sebelum pukul tujuh malam, bukan Cho Kyuhyun yang selalu menghubunginya, dan bukan Cho Kyuhyun yang selalu mengantarnya ke kampus dengan pelukan posesif pria itu di pinggangnya hingga membuat beberapa mahasiswi gigit jari karena iri.

 

Bahkan kini Kyuhyun mulai jarang tidur di Mansion-nya, meninggalkan Jieun sendirian. Tak tahukah pria itu bahwa istrinya kesepian? Tak tahukah pria itu bahwa istrinya merindukannya? Apa yang sebenarnya kau lakukan Cho kyuhyun?

 

Hampir 2 minggu berlalu dan Kyuhyun sama sekali tak menampakkan batang hidungnya di hadapan Jieun, kesabaran wanita itu sudah hampir habis. Berapa lama lagi ia harus menunggu?

 

Jieun terus menunggu dan menunggu hingga puncaknya disaat Jieun tak sengaja membaca judul besar majalah yang hendak di buang oleh salah satu pelayan di Mansion Kyuhyun.

 

‘PERNIKAHAN CHO KYUHYUN PEWARIS CHO ENTERPRISE DENGAN SHIN DAHYE PUTRI PEMLIK STASIUN TV SBC’

 

Tubuh Jieun menegang, nafasnya tercekat seolah oksigen disekitarnya ditarik dengan paksa. Tatapannya kosong, hatinya terasa sangat nyeri bagai ribuan pedang menghunus bagian itu secara kejam dan membabi buta hingga hatinya mengeluarkan begitu banyak darah dan akhirnya akan hancur berkeping keping.

 

Tidak mungkin! Itu bukan Cho Kyuhyunnya ‘kan? Cho Kyuhyun tak mungkin melakukan hal keji seperti itu padanya, tak mungkin Cho Kyuhyun tega menghianatinya. Menghianati janji yang telah mereka ucapkan beberapa bulan lalu di hadapan Tuhan. Jieun mencoba menepis semua pemikiran buruknya, memantapkan hatinya untuk tetap percaya pada prianya, pada suaminya yang sangat ia cintai.

 

Dengan langkah gontai, Jieun menguatkan hati dan tubuhnya untuk menemui Kyuhyun di kantornya. Ia sudah siap menerima semua kenyataan pahit yang akan menamparnya dengan keras nanti. Wanita itu sudah siap akan semua kemungkinan terburuk yang akan terjadi pada hubungannya dengan Kyuhyun jika memang apa yang ia lihat itu benar. Jieun harus mendengarnya sendiri dari mulut suaminya.

 

“Cho Kyuhyun…”

 

Jieun menghentikan langkahnya, menatap dengan nanar objek yang ada di seberang jalan. Suatu objek yang senakin membuatnya yakin bahwa memang benar apa yang ia baca tadi, bahwa suaminya memang benar menghianatinya. Kyuhyun dengan seorang wanita berpenampilan mahal dari ujung rambut sampai ujung kaki tampak menikmati kebersamaan mereka. Oh jangan lupakan Kyuhyun yang membawakan beberapa belanjaan milik wanita itu. Kau brengsek Cho Kyuhyun, sangat sialan brengsek.

 

Jieun membalikkan badannya dengan segera, sekarang semuanya sudah jelas. Tak perlu lagi ia mendapatkan jawaban dari pria itu, semuanya telah jelas. Ya. Dari awal memang Kyuhyun hanya mempermainkannya, lalu apa arti dari perjuangannya selama ini. Mengapa Kyuhyun rela membawanya kabur hanya untuk menikahinya, apakah memang benar bahwa pria itu tak mencintainya? Sialan. Dadanya bahkan terasa sangat sesak saat ini. Tak memperdulikan rasa sesak di dadanya, ia tetap berlari dan berlari. Lelehan hangat air bening itu sudah tak dapat di bendung lagi. ia menangis terisak. Sendirian.

 

Terkadang aku ingin menangis keras-keras

 

Aku ingin seseorang mendengar tangisku

 

Aku ingin mereka mendengarku menangis dan berkata bahwa semuanya akan baik-baik saja

 

Aku ingin seseorang menepuk punggungku, dan memberitahuku bahwa ini semua tidak nyata

 

Aku kehilangan keyakinan dan jatuh ke dalam jurang. Mati dan putus asa.

 

Dengan cepat Jieun memasukkan barang-barang miliknya ke dalam koper besar, tak perduli jika kamar itu akan hancur berantakan dibuatnya. Ia sudah tak sanggup, cukup sampai disini. Mencoba menekan kuat-kuat perasaan cintanya hingga terkubur begitu dalam. Ia bisa, pasti bisa.

 

Wanita itu membalikkan badannya, sekali lagi menatap kamar dengan nuansa putih itu. Ruangan yang menjadi saksi akan cintanya dengan Kyuhyun. Cinta? Benarkah cinta itu nyata?, Jieun menutup pintunya dengan keras. Aku pergi, aku pergi Cho Kyuhyun.

 

*FLASHBACK OFF

 

Tanpa sadar lelehan air bening itu kini telah membasahi pipinya, Jieun terisak pelan. Meratapi masa lalunya yang begitu kelam. Jika ia bisa memohon pada Tuhan, Jieun akan memohon untuk menghapus semua ingatannya tentang Cho Kyuhyun dari hidupnya. Tetapi takdir berkata lain, Tuhan telah mempertemukannya kembali dengan Cho Kyuhyun. Pria yang sangat ia cintai bahkan hingga saat ini.

 

Oh biarlah ia disebut sebagai wanita tak tahu diri karena mencintai pria yang sudah bersitri. Mencintainya adalah hal yang menyakitkan dan suatu hal yang menyedihkan. Bahkan saat Jieun mencoba untuk menjauh, segala kenangan itu seakan memohon padanya untuk tetap bersamanya dan melupakannya adalah hal yang sulit.

 

Cho Kyuhyun. Aku tidak berpikir aku bisa melupakanmu dengan cepat, tapi aku akan mencoba yang terbaik’ batinnya menyuarakan isi hatinya yang tak dapat Jieun ucapkan.

 

~~*~~

 

Eonni!! Ku kira kau hilang ditelan bumi karena tak pernah mengunjungiku”

 

Minhye memeluk erat kakaknya yang memang telah lama tak mengunjungi kediaman orang tuanya. Wanita dalam pelukan Minhye hanya terkikik melihat tingkah adiknya yang masih saja seperti anak kecil padahal telah berusia seperempat abad.

 

“Tulangku bisa remuk jika kau memelukku sekencang ini”

 

Minhye segera melepas pelukannya kala mendengar gerutuan dari kakaknya. Wanita itu melepas kacamata hiitamnya yang bertengger manis di hidung mancungnya. Melongokkan kepalanya lebih masuk kedalam rumah setelah itu kembali menatap Minhye.

 

“Ibu ada di dapur, sedang memasak untuk makan siang. Kau harus makan di sini Eonni

 

Wanita itu masuk ke rumah tanpa memperdulikan lagi Minhye yang berada di belakangnya tengah menatapnya dengan pandangan jangkel. Lagi-lagi ia tersenyum geli, rasanya sangat menyenangkan mengganggu adiknya dan membuatnya kesal.

 

“Ibu, kakak datang!”

 

Han Seuk Hee –Ibu Minhye– keluar dari dapur untuk menghampiri kedua putrinya. Ia tersenyum lebar kala mendapati putri sulungnya berada di rumah setelah hampir 6 bulan tak mengunjunginya. Menghampiri putrinya dan sesaat kemudian langsung berhambur memeluknya dengan erat.

 

“Mengapa tak pernah mengunjungiku, dasar anak nakal”

 

“Ibu sangat merindukanmu. Astaga putriku, Shin Dahye” wanita itu melepas pelukannya dan meyeka sudut matanya yang sedikit berair.

 

“Aku akan menginap disini ibu, jadi kau tenang saja” Dahye mengecup sekilas pipi kanan ibunya kemudian berlalu menaiki tangga kediaman keluarga Shin. Namun langkah wanita itu terhenti dan sedetik kemudian membalikkan badannya. Nyonya Shin menatap Dahye, menanti apa yang akan dikatakan oleh putrinya.

 

“Ayah pulang hari ini ‘kan? Ada sesuatu yang harus aku bicarakan dengannya”

 

~~*~~

 

Jieun berkali-kali mencoba menghubungi Donghae tetapi tak kunjung mendapat jawaban dari suaminya itu. Pagi tadi putrinya memohon padanya untuk ia menghubungi Donghae dan mempertemukan ayah dan anak itu, walau sebenarnya enggan Jieun melakukan ini semua semata mata hanya demi putrinya yang begitu merindukan sosok ayahnya.

 

Bahkan wanita itu telah siap menghadapi teriakan, bentakan dan makian atau yang lebih buruk lagi yaitu pukulan dari suaminya. Ia telah mempersiapkan hati dan mentalnya dengan sangat baik. Jieun telah menduga bahwa Lee Donghae sudah pasti akan marah besar jika mengetahui ia dan Jian tinggal di Seoul, maka dari itu ia mempersiapkan dirinya dengan baik.

 

Ini sudah panggilan ke lima dan pria itu tak juga menjawabnya. Apakah ia harus ke kantornya? Haruskah?  Apakah tidak apa-apa?‘Ku rasa tidak perlu, aku bisa menghubunginya lagi nanti’ batin Jieun bersuara.tetapi bayangan Jian yang menangis memohon padanya untuk mempertemukannya dengan Donghae kembali terlintas di otaknya, ia tak bisa melihat Jian bersedih seperti itu. Baiklah. Jieun nekat. Ia harus pergi ke kantor Lee Donghae saat jam makan siang tiba.

 

Jieun mengayunkan tungkainya memasuki kantor milik Lee Donghae. Kantor yang cukup besar meskipun tidak lebih besar dari kantor tempatya bekerja sekarang. Jujur, ia sangat gugup saat ini. Jantungnya berdetak dengan sangat cepat. Demi Jian, kau pasti bisa! Dewi batinnya berteriak memberi semangat. Ia baru pertama kalinya menginjakkan kakinya disini, bukankah begitu miris? Jieun adalah seorang istri dari pemimpin perusahaan ini tapi tak sekalipun ia menginjakkan kakinya di perusahaan milik suaminya.

 

Menghampiri meja resepsionis dan langsung mengatakan apa tujuannya. Dengan segera ia di arahkan menuju ke lantai tertinggi gedung ini tempat dimana ruangan suaminya berada. Ia telah sampai di lantai tertinggi, hanya terdapat dua buah pintu dan satu meja resepsionis disana. Pintu berwarna putih adalah ruang rapat khusus dan pintu berwarna abu-abu itu berarti adalah ruangan milik suaminya.

 

Seorang wanita cantik bersetelan formal menghampiri Jieun dan mempersilahkan Jieun untuk masuk ke dalam ruangan Donghae dan memintanya untuk bersedia menunggu karena Lee Donghae sedang makan siang di luar bersama kolega bisnisnya.

 

“Silahkan masuk dan mohon untuk menunggu Nyonya”

 

Jieun duduk di sofa biru yang ada di pojok ruangan. Mengedarkan pandangannya ke ruangan yang berukuran tidak terlalu besar itu. Ruangan itu tidak terlihat rapi. Ada beberapa barang-barang yang diletakkan tidak pada tempatnya. Jieun melangkahkan kaki jenjangnya menghampiri meja Donghae, mengambil sebuah bingkai foto yang sedari tadi membuatnyabegitu tertarik. Jieun menatap foto itu lama, mencoba mencerna apa yang ia lihat.

 

Jieun tercekat, napasnya benar-benar terasa sesak saat ini. Ini foto pernikahan. Ya. Memang foto pernikahan. Ada suaminya yang tengah tersenyum lebar di dalam foto itu tapi mengapa bukan Jieun yang ada di samping Donghae dengan mengenakan gaun putih seraya memegang sebuah buket bunga? Itu bukan Jieun tetapi wanita lain. Apakah Lee Donghae memiliki istri yang lain selain dirinya? Oh tidak. Tidak. Jangan lagi. Jieun sudah pernah merasakan ini sebelumnya dan tolong jangan lagi.

 

Wanita cantik tadi kembali memasuki ruangan Donghae dengan membawa secangkir minuman untuk Jieun. Wanita itu mengerutkan dahinya melihat Jieun yang terdiam sambil memegang sebuah bingkai foto.

 

“Nyonya, apa ada masalah?”

 

“Si– Siapa wanita di foto ini?”

 

Wanita cantik itu tersenyum tipis. Jieun menanti dengan sabar jawaban dari wanita cantik bernama Hyo Joo itu. Semoga saja semua perkiraannya salah. Semoga saja segala pemikiran buruknya salah. Ya. Semoga saja.

 

“Ah ini Nyonya Shin Minhye, istri Tuan Lee. Mereka menikah sekitar dua tahun yang lalu”

 

Hancur sudah. Terjawab sudah seluruh pertanyaan yang selalu menggantung di benaknya selama ini. Jadi ini alasan mengapa suaminya mengajaknya pindah ke Busan tiga tahun yang lalu dan ia rela meninggalkan butiknya yang berada pada masa kejayaannya waktu itu. Lee Donghae berselingkuh. Pemikirannya ternyata benar, suaminya memiliki istri lain. Masih pantaskah ia sebut pria itu sebagai suaminya? Oh sungguh sialan. Mengapa takdir mempermainkannya? Jieun merasakan de javu. Lima belas tahun yang lalu ia juga pernah mengalami hal ini. Bukankah takdir begitu kejam padanya? Tak bisakah Tuhan memberinya setitik kebahagiaan.Atau biarkan saja bumi menelannya saat ini juga.

 

Jieun keluar dari gedung itu dengan langkah gontai. Apa yang harus ia lakukan sekarang? Mengirimkan surat cerai? Lalu bagaimana dengan putrinya? Sungguh! Jieun tak bisa berpikir dengan jernih saat ini. Jieun menghentikan langkahnya, duduk di sebuah bangku taman yang cukup lebar. Mengabaikan ponsel di dalam tasnya yang terus berdering, jam makan siang sudah habis anggota timnya pasti mencarinya. Persetan! Jieun tak memikirkan hal itu sekarang. Tatapan matanya kosong, beribu pemikiran tengah berkecamuk di otaknya.

 

Entah mengapa Jieun tak bisa mengeluarkan air matanya sedari tadi. Hanya tatapan kosong di wajahnya lah yang menghiasi kepedihan yang ia alami hari ini. Rasanya tak sesakit lima belas tahun yang lalu dimana Cho Kyuhyun yang menghianatinya. Ya Jieun akui bahwa ia tak mencintai Donghae, ia hanya sekedar menyayanginya karena pria itu telah bersedia menikahinya dan menghiburnya saat ia terpuruk dulu. Pria itu datang bak malaikat tanpa sayap yang dikirimkan Tuhan untuk melindunginya.

 

Bukan perasaan sedih yang kini mendera hatinya melainkan perasaan kecewa yang mendalam karena penghianatan pria itu. Hanya ada satu nama dalam pikirannya kini. Jian. Bagaimana reaksi gadis itu jika mengetahui keadaan yang sebenarnya tentang ayahnya? Terpukul? Ya, sudah pasti. Bagaimanapun caranya, Jieun harus menutupi ini semua dari Jian. Akan ada saatnya nanti Jian tahu dan mengerti tentang keadaan yang sebenarnya.

 

~~*~~

 

Jieun meneguk cairan bening itu dengan rakus, ini sudah botol ke enamnya. Di sisi kanannya tergeletak lima botol soju yang isinya telah habis. Kepalanya terasa berdenyut-denyut dan kesadarannya perlahan mulai terkikis. Sejak siang tadi Jieun tak pulang ke rumah dan hanya berdiam diri di bangku taman ini dengan beberapa botol soju. Mencoba melupakan berbagai macam pemikiran yang kini menggelayuti hatinya.

 

Dibandingkan dengan pergi ke klub malam, Jieun justru lebih menyukai minum sendirian. Dengan minum sendirian, ia bisa merenungkan semua hal yang terjadi padanya dengan rasa tenang tanpa ada dentuman musik yang memekakan telinga. Lagipula Jieun telah berjanji tidak akan pernah menginjakkan kaki ke tempat penuh maksiat seperti itu.

 

“Lee Donghae! Cho Kyuhyun! Brengsek!”

 

Jieun mulai meracau karena kesadarannya benar-benar telah menipis saat ini. Wanita itu mengacak pelan rambut panjangnya dan kembali meneguk air bening dari botol hijau itu. Tertawa miris dan menundukkan kepalanya. Suara tawa itu seketika berubah menjadi tangisan. Ya. Tangisan yang menyiratkan kesakitan dan kepedihan. Suara tangisan yang begitu menyayat hati.

 

Jieun telah melampaui batasnya menahan semua pesakitan ini, ia tak bisa lagi menerima segala jenis kesakitan dalam hidupnya. Hatinya telah benar-benar hancur sekarang. Bagaimana tidak? Jieun telah gagal dua kali dalam rumah tangganya, tidakkah itu menyakitkan? Tuhan, tidak bisa kah kau memberinya sedikit kebahagiaan? Mengapa hanya ada kepedihan yang selalu menghiasi hidupnya?

 

Jieun mengambil ponsel putihnya dan dengan susah payah wanita itu mencari sebuah kontak, setelah menemukannya ia langsung menekan tombol hijau untuk menghubungi orang tersebut.

 

Ya?” suara seorang pria di seberang sana. Jieun memejamkan matanya sebentar, mencoba menepis rasa pusing yang kini menyiksanya.

 

“Cho Kyuhyun! Brengsek! Sialan!” Jieun berteriak keras tepat di depan ponselnya dan bisa dipastikan bahwa orang di seberang sana tengah menjauhkan ponsel dari telinganya karena teriakan nyaring itu.

 

Hey, Yoon Jieun apa kau mabuk? Kau dimana sekarang? Sial.” Terselip nada khawatir di balik umpatan pria itu.

 

“Jangan mengumpat padaku Cho Kyuhyun, sialan. Aku membencimu Cho Kyuhyun, sangat membencimu!” Jieun memutus panggilannya secara sepihak, melempar ponselnya entah kemana. Sial. Kepalanya semakin terasa pusing dan perutnya mulai bergejolak tak nyaman.

 

Wanita itu membaringkan dirinya di bangku taman yang cukup lebar. Meringkuk layaknya janin di dalam kandungan. Oh betapa menyedikannya Jieun saat ini, orang yang melihatnya mungkin akan beranggapan bahwa Jieun adalah seorang tunawisma. Memejamkan matanya berharap semua kejadian hari ini hanyalah mimpi dan disaat ia terbangun nanti, semuanya akan segera terlupakan.

 

Sinar terang lampu menyorot ke arah Jieun membuat wanita itu mau tak mau harus membuka matanya. Sialan. Sebuah Maserati GranTurismoberwarna hitamterparkir dengan manis di depannya. Jieun tetap pada posisi meringkuknya, menunggu dengan pasti siapa orang di balik mobil itu. Pikiran gilanya mengatakan bahwa itu adalah pangeran berkuda putih yang datang menjemputnya dan akan memberinya kebahagiaan, namun sayang itu hanya ada dalam pikiran gilanya karena kewarasannya telah menipis saat ini akibat pengaruh alkohol. Pintu kemudi mobil terbuka menampakkan seorang pria tampan dengan penampilan santai yang membuat pria itu semakin sialan tampan.

 

“Cho Kyuhyun” gumam Jieun di sela-sela kesadarannya yang semakin menipis.

 

Ya, pria itu Cho Kyuhyun. Berjalan dengan tergesa gesa menghampiri Jieun yang tengah meringkuk di bangku taman. Rasa khawatir kian menyelimutinya tatkala Jieun kembali memejamkan matanya. Apa yang terjadi dengan wanita itu? Mengapa ia bisa sangat kacau seperti ini? Ia bersumpah akan mengutuk siapapun yang berani membuat wanitanya terlihat begitu menyedihkan. Tunggu. Wanitanya? Persetan dengan itu semua!

 

“Yoon Jieun, sadarlah!” Kyuhyun menarik bahu Jieun dan menyandarkan kepala wanita itu di atas bahunya dan menepuk pelan pipi mulusnya. Kyuhyun mengernyitkan hidungnya ketika bau alkohol begitu mengganggu indra penciumannya. Melirik ke tanah dan benar saja, enam botol soju tergeletak tak berdaya di atas rumput hijau taman. Jieun meminum semua itu? Oh sialan.

 

Dengan segera Kyuhyun membopong tubuh lemah Jieun ke dalam mobilnya, melepas blazer yang sedari tadi membuat wanita itu gerah lalu memakaikannya sabuk pengaman. Kyuhyun memutari mobilnya kemudian duduk di kursi kemudi dan menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi.

 

Kyuhyun membaringkan Jieun di atas tempat tidurnya. Pria itu tidak membawa Jieun ke apartment-nya melainkan mambawanya ke Mansion miliknya. Bukan. Bukan maksudnya untuk berbuat yang tidak-tidak, ia hanya berusaha untuk melindungi wanitanya.

 

Pria itu dengan telaten melepas sepatu hak tinggi yang dikenakan Jieun kemudian menarik selimut sampai batas dada agar Jieun tidak kedinginan. Mematikan lampu kamar dan menyalakan lampu tidur dia atas nakas dengan cahaya yang remang. Kyuhyun mendudukan dirinya di tepian ranjang, merapikan helaian rambut yang menutupi wajah cantik mantan istrinya. Memandang wajahnya dalam keremangan, beribu kata ‘mengapa’ muncul begitu saja di otaknya. Mengapa Jieun mabuk? Mengapa Jieunnya bisa seperti ini? Kyuhyun memilih diam, merasa percuma karena tak akan ada yang dapat menjawabnya.

 

Menghembuskan napasnya kasar, Kyuhyun bangun dari duduknya dan bergegas meninggalkan kamarnya. Namun sebelum ia berhasil melangkahkan kakinya, sebuah tangan mencekal lengannya. Kyuhyun dengan cepat menoleh dan dilihatnya Jieun yang tengah menatapnya dengan sayu. Kyuhyun kembali mendudukan dirinya di tepian ranjang, mengurungkan niatnya untuk keluar kamar. Membelai lembut surai halus milik Jieun dan menatap mata coklat itu dengan lekat.

 

“Kau membutuhkan sesuatu, hm?” ucap Kyuhyun nyaris berbisik. Pria itu sedari tadi menahan gairahnya yang mulai bangkit. Deru napasnya semakin memberat.

 

“Ada apa, Jieun?” geram Kyuhyun tak sabar. Ia tidak bisa lebih lama lagi berada di kamar ini. Hey bagaimana bisa kau tahan satu kamar dengan seorang wanita yang sialan cantik dan dengan pencahayaan yang minim, ditambah suasana malam yang sangat mendukung untuk bergelung di atas kasur bersama wanita itu.

 

Jieun tak menjawab, hanya membalas tatapan menggelap Kyuhyun dengan tatapan sendunya. Ia bangkit dari tidurnya dan menatap lekat-lekat manik mata Kyuhyun yang kini berada tepat di hadapannya. Jieun tersenyum tipis. Oh sial. Ingin rasanya Kyuhyun menerkam wanita itu sekarang juga. Tidak Cho Kyuhyun. Kembalikan kewarasanmu.

 

Tanpa diduga, Jieun menarik tengkuk Kyuhyun dan mempertemukan bibir mereka. Membawanya ke dalam ciuman yang begitu manis dan intens. Kyuhyun terkejut namun pada akhirnya ikut membaur bersama Jieun dan menikmati bibir wanitanya yang membuatnya kecanduan melebihi Wine favoritnya.

 

Menekan tengkuk Kyuhyun, menyusupkan lidahnya ke dalam mulut Kyuhyun mencari-cari lidah pria itu untuk saling membelit, menghisap dan menyesapnya. Mengalungkan kedua lengannya di leher pria itu dan memutar kepalanya ke kiri dan ke kanan untuk mencari posisi yang nyaman.

 

Kyuhyun menempatkan tangannya pada pinggang Jieun mengusapnya dan perlahan turun ke pantatnya dan meremasnya dengan sedikit kuat membuat gairah dalam diri Jieun bangkit. Mengirimkan gelenyar nikmat yang bermuara ke daerah sensitifnya. Rasanya panas dan menggairahkan. Dalam sekejap Kyuhyun yang mengambil alih ciuman ini, melahap bibir Jieun dengan rakus hingga menimbulkan suara decapan yang memenuhi ruangan. Jieun membelai dada bidang Kyuhyun dan melepas dua kancing teratas kemejanya. Tangannya semakin turun sampai ke perut dan berhenti di atas kejantanan pria itu, meremasnya pelan hingga membuat Kyuhyun menggeram tertahan di sela-sela ciuman panas ini.

 

Kyuhyun melepas ciumannya, napasnya terengah engah. Mereka menghirup oksigen dengan rakus seolah tak ada lagi pasokan oksigen di dunia ini. Kembali menatap mata Jieun di tengah keremangan, Kyuhyun kembali menyatukan bibir mereka dan melumatnya dengan cepat tak memberi Jieun waktu untuk sekedar mengambil napas. Kyuhyun menindih tubuh Jieun dan tanpa sengaja membuat area sensitif mereka saling bergesekan di luar pakaian mereka yang masih lengkap dan utuh.

 

“Ahhh” Jieun mendesah, sensitifnya terasa berdenyut dan basah.

 

Kyuhyun menurunkan ciumannya ke leher putih Jieun,  menghisap kuat permukaan lehernya dan meninggalkan tanda kepemilikannya di sana. Demi Tuhan. Ini terasa sangat nikmat, Jieun berkali-kali mengeluarkan lenguhannya karena perlakuan Kyuhyun di atas tubuhnya dan juga tangan lihainya yang meremas dadanya dengan lembut. Kyuhyun terus mengecupi setiap jengkal leher Jieun, menghirup dalam-dalam aroma mawar yang memabukkan dan selalu membuatnya tak bisa menahan diri.

 

Jieun mendongakkan kepalanya memberi akses lebih mudah bagi Kyuhyun menjelajahi lehernya. Tangannya meremas rambut Kyuhyun hingga membuatnya acak-acakan dan ia berani bersumpah bahwa itu membuat Cho Kyuhyun ribuan kali lebih sialan tampan dan menggairahkan. Kyuhyun membuka seluruh kancing kemeja Jieun disusul dengan rok hitamnya dan melemparnya entah kemana. Kyuhyun menggeram mendapati Jieun mengenakan bra hitam yang tak dapat menampung seluruh dadanya dan celana dalam berenda berwarna senada dan Kyuhyun telah bersumpah bahwa ia akan merobek celana dalam sialan itu nanti.

 

Kyuhyun menatap Jieun kemudian kembali menindihnya, mencium belahan dada itu dengan lembut. Tangannya menggerayangi bagian belakang Jieun, mencari-cari pengait bra-nya dan sedetik kemudian payudara itu telah bebas dari kungkungan bra hitamnyayang begitu ketat. Kyuhyun meremas kencang dada Jieun, memainkan puncaknya yang telah menegang dengan jadi telunjuk dan ibu jarinya, memilinnya hingga sebuah desahan lolos dari bibir Jieun.

 

Jieun memekik saat mulut panas Kyuhyun menggantikan tangannya untuk bermain di dadanya dan membelai lembut puncak dadanya hingga membuatnya menegang. Satu desahan lolos lagi dari mulut indah Jieun. Tubuhnya bergeliat saat tangan Kyuhyun mengusap pahanya dan naik perlahan menuju kewanitaannya. Tanpa menghentikan kegiatannya di dada Jieun, Kyuhyun dengan cepat merobek celana dalam sialan milik Jieun. Memasukkan satu jarinya ke dalam milik Jieun, membuat wanita itu melenguh kencang. Membungkam kembali bibir Jieun dan membawanya ke dalam ciuman yang panas dan bergairah, merasakan panasnya lidah Kyuhyun di dalam mulutnya.

 

Jari-jari panjang Kyuhyun masih bergerak lincah di sana, pria itu menambah lagi satu jarinya dan juga menambah kecepatannya saat dilihatnya Jieun tengah memejamkan mata menahan nikmatnya sentuhan Kyuhyun. Nafasnya memburu ketika Kyuhyun menambah kenikmatan itu dengan menciumi lehernya dan menghisapnya kuat. Tuhan. Ini. Sangat. Nikmat. Kyuhyun melepas ciumannya dan terfokus pada jarinya, ia tahu sebentar lagi Jieun akan sampai. Kepalanya bergerak tak teratur, menggigit bibir bawahnya sambil memejamkan matanya. Demi Tuhan, itu membuat Jieun semakin terlihat sialan seksi di mata Kyuhyun dan pria itu sudah tak sabar ingin menenggelamkan miliknya ke dalam milik Jieun yang hangat. Oh sial.

 

“Cho Kyuhyun, aku–“

 

“Ya. Keluarkan” Kyuhyun berbisik tepat di depan daun telingan Jieun, ia mengigit daun telinga itu sebelum menjauhkan dirinya kembali.

 

Gerakan jarinya semakin tak terkendali karena milik Jieun sudah sangat berkedut dan nafasnya yang terputus-putus semakin memberat. Tubuh Jieun menegang, gelombang kenikmatan itu datang. Tubuhnya lemas, wanita itu masih menikmati sisa-sisa pelepasannya karena jari-jari sialan Cho Kyuhyun di dalam tubuhnya. Jieun mengalungkan tangannya di leher Kyuhyun, menarik pria itu untuk kembali menyatukan bibir mereka membawanya ke dalam ciuman panas yang lebih intens. Kyuhyun dengan enggan harus melepaskan ciuman mereka. Sialan. Ia masih berpakaian lengkap. Jieun yang menyadari itu, langsung membalik posisi mereka sehingga ia yang berada di atas Kyuhyun, menciumi leher putih mantan suaminya dan perlahan turun ke dada bidangnya, membuka satu persatu kancingnya kemudian melepasnya dengan tergesa-gesa. Jieun menggenggam erat ikat pinggang Cho Kyuhyun, membukanya disusul celana jeans pria itu hingga menyisakan celana dalam mahalnya. Jieun kembali naik, menangkup wajah Kyuhyun dan tersenyum menggoda. Sialan. Pengaruh alkohol membuat mantan istrinya menjadi sangat liar dan Kyuhyun tak ingin ada pria lain yang melihat wwanitanya dalam keadaan seperti ini. Hanay dia. Karena Jieun miliknya. Hanya miliknya. Lalu bagaimana dengan Donghae? Kau lupa akan kehadirannya Cho Kyuhyun? Kepalanya mendidih hanya dengan memikirkan Jieun bergelut di ranjang bersama Donghae, brengsek.

 

Dengan cepat ia membalikkan lagi posisi mereka membuat Kyuhyun berada di atas Jieun, mencium wanitanya dengan kasar. Bayangan Donghae mencium bibir Jieun membuatnya memanas, ia harus menghapus semua jejak pria brengsek itu dari tubuh wwanitanya. Hey kau siapa Cho Kyuhyun? Apa kau mempunyai hak? Setan dalam dirinya meneriaki bahwa Jieun memang miliknya, dan itu membuat gairahnya semakin berkobar. Kyuhyun melepas celana dalamnya tanpa melepas ciuman mereka.Tangan lihainya kembali membelai kewanitaan Jieun yang telah basah dan siap. Begitu pula miliknya yang telah menegak dengan sempurna. Kyuhyun melepas ciumannya, menatap Jieun yang telanjang di bawahnya dengan tatapan yang meyala –nyala. Bibir bengkak wanita itu membuat miliknya semakin mengeras dan ingin segera dipuaskan.

 

“Kau sangat cantik”

 

Kyuhyun mengecup sudut bibir Jieun, memasukkan perlahan miliknya ke dalam milik Jieun dan itu membuat keduanya mendesah tertahan. Jieun mengigit bibirnya menahan nyeri, ini bukan pertama kalinya tapi mengapa rasanya sangat sakit? Sial.

 

“Kyuhyun, sakit–“

 

“Tahan sebentar, ah ya ampun. Kau sangat sempit”

 

Jieun memejamkan matanya, perlahan milik Kyuhyun memasukinya kemudian pria itu mengeluarkannya lagi. hingga Kyuhyun memasukkannya dalam sekali hentak membuat Jieun memekik keras. Kyuhyun mengecup kening Jieun sekilas lalu menatap dalam manik mata coklat itu. Tatapannya sendu dan bergairah, wanita itu merasa nikmat yang sangat karena miliknya yang penuh oleh Kyuhyun.

 

Kyuhyun menahan dirinya untuk tidak menggerakkan pinggulnya lebih dulu. Tidak. Belum saatnya. Ia masih ingin mentap wajah bergairah milik wanitanya yang sialan cantik di bawahnya.Terakhir ia melihat ini lima belas tahun yang lalu, oh bayangkan bagaimana pria itu begitu merindukan Jieun, terutama miliknya yang berada di dalam milik Jieun. Kyuhyun mempersatukan bibir mereka lagi untuk saling melumat dan mengecap. Seiring dengan ciuman mereka, Kyuhyun menggerakkan pinggulnya dengan pelan.

 

“Ahhh Cho Kyuh–“

 

“Ya. Sebut namaku, Cherie”

 

Kyuhyun mempercepat gerakannya, menusukkan kuat-kuat miliknya agar lebih melesak ke dalam milik Jieun yang mencengkeram erat miliknya. Jieun memegang erat pundak Kyuhyun, dirinya terbakar dan Cho Kyuhyun membuatnya gila. Kenikmatan ini. Ya tuhan. Wanita itu menggerakkan pinggulnya mengimbangi permainan Kyuhyun.

 

“Kyuhyun–“

 

Kyuhyun bergerak lebih cepat, menghujam milik Jieun dengan keras. Jieun memeluk leher Kyuhyun, membawa pria itu ke dalam ciumannya. Deru nafas keduanya terdengar begitu memburu, keringat telah mebanjiri tubuh telanjang mereka. Jieun melilitkan kakinya di pinggang Kyuhyun, semakin membuat milik pria itu masuk ke dalam tubuhnya dan menyentuh titik rangsangnya hingga ia lemas tak berdaya. Ini lebih dari nikmat.

 

Kyuhyun semakin mempercepat gerakannya saat dirasa gelombang kenikmatan itu akan segera tiba. Jieun semakin mempererat pelukannya membuat tubuh telanjang mereka yang dibanjiri peluh saling bergesekan, menghantarkan aliran nikmat tersendiri bagi keduanya. Kyuhyun sudah tak tahan, ingin segera menuntaskan percintaan sialan nikmat ini, ia menusukkan lebih dalam miliknya.

 

“Cho Kyuhyun, aku akan–“

 

Channie menegang, melengkungkan badannya hingga dadanya membusung dan Kyuhyun menggeram tertahan karenanya. Milik jieun semakin mencengkeram erat miliknya di dalam sana, ia akan datang. Kyuhyun terus bergerak dengan cepat, bunyi penyatuan mereka begitu terdengar di ruangan remang ini.

“Ahhhh”

 

Jieun mendesah panjang, ia telah sampai. Tubuhnya lemas tak bertenaga seakan tulang-tulangnya telah hancur lebur bersama pelepasan dahsyatnya barusan. Kyuhyun masih terus menggerakkan miliknya yang sudah terasa sangat sesak. Ya. Pria ini juga akan datang. Kyuhyun mendorong kuat miliknya kemudian ambruk di atas tubuh telanjang Jieun. Cairan Kyuhyun memenuhi rahimnya, rasanya hangat. Gila. Ini sangat hebat. Mereka terengah, Kyuhyun berguling ke samping tubuh Jieun dan melepas kontak mereka yang sontak membuat Jieun mengernyit nyeri. Kyuhyun menarik selimut, membawa Jieun ke dalam dekapannya, mengecupi puncak kepala wanitanya.

 

“Terimakasih”

 

Jieun tak menjawab. Terang saja, wanita itu telah kehilangan kesadarannya beberapa detik yang lalu. Mungkin ia sangat lelah dan juga pengaruh alkohol pada tubuhnya. Kyuhyun tersenyum menatap Jieun, mengingat kembali wajah bergairahnya beberapa saat yang lalu. Kamarnya bahkan masih menyisakan aroma percintaan hebat mereka barusan. Sialan, sekali saja terasa tak cukup bagi Kyuhyun. Menggelengkan kepalan kuat, ia menarik pinggang Jieun ke dalam pelukannya. Ia memejamkan matanya dan meyusul Jieun kea lam mimpi.

 

Kita tidak akan pernah bertemu lagi setelah malam ini

 

Cinta kita akan selamanya tetap menjadi kenangan

 

Jika aku bisa kembali ke masa itu, satu hari saja

 

Jika aku bisa kembali ke waktu itu

 

Aku tak akan membiarkanmu pergi

 

Aku akan memegang tanganmu

 

Aku akan memelukmu erat

 

Aku tak akan menyerah untukmu, untuk cinta kita

 

Aku akan selalu bersinar terang di sampingmu, layaknya bintang

 

Tidak masalah jika kau tidak mencintaiku, tidak masalah jika di hatimu ada orang lain. Yang menjadi masalah adalah ketika aku tidak dapat lagi melihatmu.

 

 

TBC

 

 

Hohoho~ part 3 kelar. Terimakasih ya buat kalian yang udah nyempetin baca FF gaje ini kkk~

Mohon kritik dan sarannya ya friends~ Love you :* kkkk~

71 thoughts on “Toujours Part 3

  1. Demi apa ini… Hiks… Menyedihkan sekali nasib jieun…
    Jalan mereka kliatannya susah bgt
    Terus aku ada feeling kl anak cho dan jieun kok bakalan saling suka… Ottoke????
    dan ditambah lagi dahye ternyata kakaknya minhye…
    Lengkap sudah… Aku bingung ending nya bagaimana… Ahahahi…
    Ditunggu yg chapter 4 nya…
    Keep on writing authornim… Good job!!!

    Suka

  2. Mamanyq kyuhyun jadi nggak suka sama jieun mngkin krna ad yg fitnah jieun ?? Apa yg mw diomongin dahye sama bokapnya ??
    Gimana jian kalo tau donghae punya istri lain selain jieun ??
    Penasaran kak , next ..😍

    Suka

  3. Wahhh gila 😮
    Gimana kalau Tar Jieun hamil ???
    Tapi, cerein dulu deh Dongek.

    Siapa tau dia tar rujuk sama Kyu :3

    Tapi, apa kabar nanti perasaan Jian ??? -_-

    Suka

  4. Hahahah ini keren bangett.
    Jieun hidupnya mcem drama sungguh syedih, dua kali di khianati 😢 . Msh penasaran knp donghae sperti itu. Semangat next chapternya 😊 , o iya authornya punya blog sndri gk? Mksh.

    Suka

  5. Demi apapun kasiam jieun.. Trs kenapa donghae nikahin jieun dulu.. Dulu donghae beneran cinta sama jieun??

    Aku sih berharap jian sih sebenernya anaknya kyu juga jadi donghae nikahin jieun buat bertanggung jawab aja 😂😂😂

    Suka

  6. jian anaknya kyuhyun dan jieun, dan jaehyun bukan anaknya kyuhyun dan istri yg skrangany, itu menurut aku sii kayanya, aku rasa d masa lalu kyuhyun d paksa menikah oleh ibunya dan d kurung sama ibunya biar gak menemui jieun lgi iyakan yaah,, aku si bodo amat ama donghae tapi mbok yah, knapa musti sembunyi” knapa gak bilang langsung aja k jieun nya, lalu bercerai baik” kalo kek gini kan jadi kasian jieunnya, duuuuh ya lalu setelah jieun dan kyuh melakukan begitu apa jieun akan menghindari kyuhyun atau begimana?? ok ditunggu next part nya kalo begitu.

    Suka

  7. Jujur aku kagak ngerti
    Putri keluarga shin ad dua
    Daehye bininya kyu sama ga sama hye bininya donghae
    Satu org kah ???

    Jian anak kandung jieun ama siapa
    Kyu atau donghae ???

    Jaehyun jg anak siapa ???

    Krn klw jian n jaehyun 2 beradik kandung gmn ya ???
    Pdhl mereka nampak sperti lagi cnta monyet

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s