Selfishly (Sequel of Secret Mission) Part 8


image

Author : elhyona

Title : Mission [8] – Selfishly (Sequel of Secret Mission)

Cast : Cho Kyuhyun, Shin Hyona, Kim Ahyoung, etc

Category : NC21, Romance, Sad, Campus-life, Chapter 

Cover : IrizaArt

“Kenapa kau selalu menghindar jika kalah berdebat denganku?”

“Aku tidak kalah debat,” balas Hyona membela diri. Meski dalam hati gadis itu mengakui bahwa ia memang kalah.

Kyuhyun menggeleng heran. Sepertinya Hyona memiliki sifat yang sama dengan ibu dan kakaknya dalam hal ini; tidak mau mengaku kalah. Atau memang semua wanita seperti itu?

Kyuhyun mendekati Hyona. Berdiri tepat di belakang Hyona dan memeluknya, meletakkan dagunya di bahu kanan gadis itu. “Di mana-mana, orang yang menang akan mendapat hadiah. Dan yang kalah mendapat hukuman.” Lelaki itu merasakan tubuh Hyona yang berubah kaku. Namun Kyuhyun tak peduli. Lelaki itu dengan santainya menempelkan bibirnya di pipi Hyona, kemudian dengan cepat beralih menuju leher gadis itu yang terekspos karena dari tadi ia memang belum menurunkan rambutnya yang dijepit asal.

Sebenarnya dari awal datang ke sini Kyuhyun sudah menahan dirinya mati-matian agar tidak menerkam Hyona detik itu juga. Apalagi mengetahui bahwa Hyona di rumah sendiri. Semua karena hotpants dan tanktop pink, juga leher Hyona yang terekspos jelas. Juga keringat yang membuatnya semakin terlihat panas karena gadis itu memang sedang bersih-bersih.

“Kyuhyun, apa yang kau lakukan?” gumam Hyona. Matanya terpejam erat ketika merasakan lidah Kyuhyun yang membelai lehernya, menuju belakang telinga. Salah satu titik sensitif tubuh Hyona. Gadis itu bahkan tidak ingat jika keran wastafel masih menyala.

Cho Kyuhyun mengeratkan pelukannya. “Mengambil hadiahku, tentu saja.” Kemudian dengan bersemangat menghisap salah satu titik di leher Hyona, membuat gadis itu mendesis.

“Sshh—“

Oh, sial! Desahan Hyona malah justru semakin membuat Kyuhyun bergairah. Dengan cekatan pria itu mematikan keran wastafel, memutar tubuh Hyona, mendudukkan gadis itu di pinggir wastafel dan langsung memagut bibir tipisnya.

Hyona sempat tersentak dengan gerakan Kyuhyun yang begitu cepat dan terburu-buru. Namun sebisa mungkin Hyona menyesuaikan diri dan mulai pasrah ketika bibirnya dieksplorasi oleh Kyuhyun. Indra pengecap mereka menyatu, menghantarkan aliran listrik ke seluruh tubuh yang membuat mereka meremang. Ditambah dengan gerakan Kyuhyun yang tidak sabaran melepaskan kain pink yang membungkus tubuh bagian atas Hyona.

Gadis ini benar-benar terlalu indah untuk dibiarkan begitu saja.

Kyuhyun memeluk Hyona. Mengelus punggungnya sambil menjelajahi leher gadis itu. Meresapi aroma favoritnya yang hampir membuat Kyuhyun tak bisa tidur. Gadis sialan dengan segala yang mampu membuat Kyuhyun jatuh cinta.

“Kyuhyun, ini di dapur,” gumam Hyona di sela desahannya. Menahan api yang perlahan semakin membara dalam tubuhnya ketika Kyuhyun mulai membelai kedua berlian kembar yang ia punya.

Cho Kyuhyun mengangkat wajah. Memagut bibir tipis gadisnya sejenak sebelum berbisik, “Hanya kita berdua yang ada di rumah ini, bukan?”

“Tapi… emmhh—“

Kyuhyun membungkam Hyona dengan bibirnya. Menyalurkan segenap gairah dan rasa cinta membuncah yang berkumpul menjadi satu. Tangannya terus berkelana, menyusuri tubuh Hyona yang membuatnya begitu mendamba, memberinya kenikmatan. Namun ketika Kyuhyun ingin membuka hotpants Hyona, gadis itu menahannya. Kyuhyun mendongak, menemukan Hyona dengan mata yang menyala karena gairah, namun gadis itu menggeleng.

“Jangan, Kyuhyun. Kumohon!” lirihnya.

Kyuhyun hampir saja mengabaikan Hyona dan kembali melanjutkan aktivitasnya. Karena ia tahu, Hyona juga menginginkan itu. Sama sepertinya. Tapi suara lirih Hyona yang sarat akan permohonan membuat otak Kyuhyun seolah berhenti memerintahkan anggota badannya untuk bergerak. Lelaki itu diam, menatap gadisnya.

“Kumohon, jangan lanjutkan,” ucap Hyona lagi.

Kali ini Kyuhyun menegakkan tubuhnya. Lelaki itu menangkup wajah Hyona dengan sebelah tangan, membelainya lembut. “Kenapa?”

“Aku takut,” aku Hyona jujur.

Kyuhyun menaikkan alis. Mencoba sabar, meski sebenarnya gairahnya sudah sangat terbakar. “Takut apa?”

“Aku takut hamil.”

“Bukankah kau meminum obat pencegah kehamilan?” tanya Kyuhyun.

Hyona mengangguk. “Tapi aku tetap takut. Ini bukan pertama kalinya kita melakukan ini. Aku takut obat itu tidak bekerja.”

Astaga, Kyuhyun bahkan sudah tidak tahan lagi. “Tidak apa-apa. Aku ingin mempunyai anak darimu.”

Jujur, Hyona merasa bahagia mendengar kalimat itu. Tapi ia sadar, kondisi mereka sekarang belum bisa membuat rasa bahagia Hyona terungkapkan. Mereka belum menikah. Mereka tidak boleh memiliki anak dalam status yang hanya sekedar berpacaran seperti ini. Maka sebelum segalanya bertambah parah dan mereka menjadi kecanduan berhubungan intim, ketika Kyuhyun kembali ingin memagut bibirnya, dengan cepat Hyona memalingkan wajahnya ke samping. Meski kenyataannya gadis itu juga ingin mencium Kyuhyun, ingin bersama-sama prianya mendaki surga dunia.

“Kenapa?” tanya Kyuhyun frustrasi, kesal karena bibirnya hanya tertempel di pipi Hyona saja.

Dan Hyona bisa mendengarnya. Nada tersiksa Kyuhyun yang menginginkan tubuhnya lagi. Tapi jika ia menuruti Kyuhyun sekarang, maka besok, lusa, dan seterusnya akan ada percintaan-percintaan lagi. Dan mereka tidak akan tahu apa yang akan terjadi setelah itu. Maka dengan penuh penyesalan Hyona menggeleng. “Aku tidak mau, Kyuhyun.”

“Kenapa?” Kyuhyun mengerang frustrasi. “Tapi kita sudah sejauh ini.” Lelaki itu memerhatikan penampilan Hyona yang sudah sangat berantakan. Branya bahkan sudah turun, memperlihatkan pemandangan indah yang telah menjadi favorit Kyuhyun. Ingin rasanya ia menerkam Hyona detik ini juga tanpa menghiraukan permohonan gadis itu. Tapi Kyuhyun tidak bisa. Ia mencintai Shin Hyona. Dan ia tidak ingin percintaan mereka yang seharusnya indah berubah hanya menjadi ajang penyalur nafsu.

“Aku takut, Kyuhyun. Sudah kukatakan aku takut hamil,” jawab Hyona. “Bukan berarti aki tidak ingin mengandung anak kita. Tapi situasinya tidak seperti ini. Kita belum menikah.”

“Kau ingin kita menikah?”

Perlahan Hyona mengangguk. Namun ketika gadis itu hendak mengatakan sesuatu, Kyuhyun lebih dulu menyela.

“Ayo kita menikah. Aku akan melamarmu secepatnya.”

“Tapi aku tidak ingin kita terlalu terburu-buru. Kita masih berusaha saling mengenal.”

Kyuhyun menunduk dan menghela napas panjang. Teringat permintaan Hyona yang ingin segalanya berjalan normal seperti pasangan-pasangan lain. Juga sadar bahwa mereka memang belum sedekat itu untuk langsung menikah. Ya, Shin Hyona benar. Akan lebih menyenangkan jika semuanya berjalan dengan pelan tapi pasti. Namun jika mereka tetap seperti ini saja, apakah Kyuhyun mampu bertahan? Mengingat kakeknya yang kemungkinan besar tidak akan tinggal diam dengan penolakan Kyuhyun terhadap perjodohan itu.

Apa yang akan kakeknya lakukan jika Kyuhyun tidak segera memilih pasangan hidupnya sendiri? Ia tidak ingin kehilangan Shin Hyona. Sungguh. Tapi apa yang bisa ia lakukan jika Shin Hyonanya saja ingin berjalan pelan?

Hyona menatap pria di hadapannya dengan rasa bersalah. Gadis itu mengangkat tangan, menyentuh bahu Kyuhyun dan menyebut nama lelaki itu lirih. “Kyuhyun-aa”

Kyuhyun menghela napas berat. Menurunkan tangan Hyona dari bahunya. “Baiklah jika itu maumu.” Kemudian dengan gerakan perlahan ia membenarkan bra di tubuh Hyona, sebelum akhirnya berbalik meninggalkan dapur.

***

“Bagaimana dengan cucumu?” tanya Cho Junghoon setelah selesai menyesap tehnya. Pagi ini ia bersama Kim Hyunjoo baru saja selesai bermain golf bersama. Kegiatan yang rutin mereka lakukan paling tidak satu bulan sekali untuk menjaga persahabatan yang telah keduanya bangun sejak lama.

Kim Hyunjoo menyamankan posisi duduknya sebelum menjawab, “Kupikir Kim Ahyoung takut dengan perlakuan Cho Kyuhyun di restoran waktu itu, jadi dia menolaknya.”

Cho Junghoon dalam hati mengutuk cucunya. Betapa kurang ajarnya Kyuhyun pada Hyunjoo dan cucunya waktu itu. “Bocah itu sudah berjanji padaku akan meminta maaf pada kalian.”

Hyunjoo mengangguk. Pria itu menyesap tehnya sebelum berkata, “Apa sebenarnya Cho Kyuhyun sudah memiliki kekasih? Makanya dia menolak perjodohan itu mentah-mentah.”

Tiba-tiba ingatan Junghoon kembali pada malam ketika ia mendatangi rumah Kyuhyun dan kalimat-kalimat tajam yang cucunya itu lontarkan dengan kasar padanya.

“Baiklah, aku akan menikah. Tapi dengan gadis pilihanku sendiri.”

“Gadis pilihanku memang tidak memiliki saham di Marvelous. Tapi bukan berarti dia gadis miskin yang tidak berpendidikan. Dua bukan ‘gadis sembarangan’.”

Cho Junghoon memejamkan matanya sesaat. Menepis kalimat kasar Kyuhyun yang berseliweran di kepalanya. “Tidak. Cho Kyuhyun tidak pernah memiliki kekasih selama ini,” jawabnya tegas. Dalam hati pria itu bertekad, ia harus menghentikan niat Kyuhyun menikahi gadis lain dan tetap menjalankan perjodohan yang telah ia dan Hyunjoo rencanakan.

“Kau yakin dengan itu?” tanya Hyunjoo.

Cho Junghoon mengangguk yakin. Meski hatinya sendiri tahu jawaban yang ia berikan tidak benar.

“Kalau begitu, bisakah kita tetap menjalankan perjodohan itu?” tanya Kim Hyunjoo lagi.

“Tentu saja. Aku bahkan tidak berpikir sedikit pun akan membatalkan perjodohan itu,” jawab Junghoon. “Aku akan secepatnya mengajak Kyuhyun mengunjungi Ahyoung dan membicarakan rencana selanjutnya.”

Kim Hyunjoo mengangguk-angguk. “Aku ingin menikahkan mereka secepatnya,” ucapnya penuh penegasan. Dalam hati ia bertekad akan membahagiakan Kim Ahyoung. Mungkin ia akan setuju dengan penolakan Ahyoung jika Ahyoung dan Kyuhyun memang tidak memiliki hubungan apa-apa. Tapi ini berbeda. Karena ia tahu cucunya mencintai Cho Kyuhyun, maka Kim Hyunjoo bertekad akan tetap menjalankan perjodohan itu apa pun yang terjadi. Meski melalui perjodohan, cucunya harus menikah dengan pria yang dicintainya.

***

Meski ini adalah permintaannya sendiri, tapi hati Hyona tetap merasa sakit melihat Kyuhyun berbalik meninggalkannya. Astaga, ia tidak mau Kyuhyun marah karena penolakannya. Ia tidak mau bertengkar dengan Kyuhyun.

Dengan cepat Hyona memakai kembali tanktopnya, berlari menyusul Kyuhyun yang baru sampai di ruang tamu. Menghalangi langkah pria itu dan langsung memeluknya erat. “Jangan marah,” gumam Hyona. Suaranya teredam di dada Kyuhyun karena ia menenggelamkan wajahnya di sana. “Jangan marah padaku.”

Kyuhyun terdiam. Matanya terus menatap lurus ke depan tanpa membalas pelukan gadis itu.

“Kyuhyun, jangan marah.” Hyona menengadahkan wajah, menatap prianya yang sialan sangat lebih tinggi darinya. “Maafkan aku, hm?”

Kyuhyun masih terdiam, namun kali ini ia menunduk menatap Hyona meski masih tak membalas pelukan gadis itu. Kyuhyun sendiri bahkan tak mengerti apa yang ia rasakan sekarang. Ia kesal, tentu saja. Shin Hyona menolak ajakannya untuk bercinta, secara tidak langsung juga menolak ajakannya untuk menikah meski jika dipikir lagi Kyuhyun mengutarakan ajakan itu bukan di waktu yang tepat. Tapi tetap saja, ia kesal dan sedikit kecewa. Maka dari itu ia pergi begitu saja. Toh Hyona juga tidak akan bertanggungjawab dengan tubuhnya yang sudah menegang, bukan? Tapi… marah? Entahlah, Kyuhyun tidak tahu apakah dirinya merasakan hal itu atau tidak. Karena faktanya ia juga tidak ingin masalah sepele ini membuat hubungannya dengan gadis yang dicintainya ini renggang.

Cho Kyuhyun terlalu mencintai Shin Hyona. Dan tidak ingin merelakan waktunya yang berharga untuk sekedar marah dengan Hyona.

Melihat Kyuhyun yang tak kunjung merespons ucapan maupun pelukannya, Hyona segera melepaskan lengannya yang melingkar di tubuh Kyuhyun dan menghentak-hentakkan kakinya di depan lelaki itu. “Kyuhyun-ah, jebal!”

Kyuhyun ingin tertawa melihat tingkah kekanakan Hyona, namun sebisa mungkin ia tahan dan justru mengeluarkan dengusan. “Kau ingin aku tidak marah, tapi kenapa menolak melakukannya?”

Hyona merengut. Gadis itu benar-benar tidak tahu jika tindakan sederhana itu membuat Kyuhyun ingin menyambar bibir gadisnya. “Aku sudah mengatakan alasannya, kan? Bukan berarti aku tidak mau,” ujarnya lemah.

“Lalu siapa yang akan bertanggungjawab dengan ini?” tanya Kyuhyun sambil menunjuk tubuh bagian bawahnya menggunakan dagu.

Hyona melihat ke bawah, dan sedetik kemudian kembali menatap wajah Kyuhyun dengan ngeri. “Astaga!”

Kyuhyun mendengus. “Tidak mau bertanggungjawab, kan?”

“Kau yang memulainya. Siapa suruh menyerangku lebih dulu?” cicit Hyona.

“Lalu siapa yang menyambutku di depan pintu menggunakan tanktop dan hotpants seperti itu?” Kyuhyun menunjuk Hyona yang diikuti gadis itu dengan meneliti tubuhnya sendiri. “Apa kau memang selalu seperti itu jika di rumah? Jangan bilang kau juga tetap begitu jika ada teman-teman priamu datang kemari,” lanjut Kyuhyun dengan mata disipitkan, menatap Hyona dengan curiga. Dalam hati sudah merencanakan apa saja yang bisa ia lakukan jika gadisnya itu menjawab‘iya’.

Shin Hyona terdiam sesaat. Matanya mengerjap beberapa kali. Lalu dengan gerakan cepat meraih lengan Kyuhyun, bergelayut manja di sana sambil menyengir lebar, tanpa dosa. “Apa kau sedang cemburu sekarang?”

Kyuhyun mendengus. “Cemburu dengan siapa? Apa kau sedang mengalihkan pembicaraan sekarang?”

Cengiran Hyona semakin lebar. “Cemburu dengan teman-teman priaku.”

“Tidak,” jawab Kyuhyun dingin. Meski jawaban itu berbanding terbalik dengan kata hatinya.

Tak kehabisan akal, Hyona menangkap kedua pipi Kyuhyun dengan telapak tangannya. Memandang wajah tegang yang hanya berjarak tak lebih dari lima senti itu dengan alis terangkat. “Kau. Cemburu.” Hyona meleletkan lidah. Detik berikutnya gadis itu melenggang begitu saja sambil tertawa. Meninggalkan Cho Kyuhyun yang masih berdiri di tempatnya dengan berbagai perasaan menyelimuti; kesal, gemas, dan bergairah. Shin Hyona sialan!

“Tunggu aku mandi sebentar! Setelah itu kita jalan-jalan,” teriak gadis itu lagi sebelum akhirnya menghilang dari balik pintu kamar mandi.

***

Shin Hyona tersenyum menikmati tiap detik waktu yang dijalaninya sekarang. Duduk di dalam bioskop di samping lelaki yang sedari tadi tak mau melepaskan tautan tangan mereka. Katakanlah kelakuan mereka seperti remaja ingusan yang baru saja merasakan cinta, toh Hyona juga tidak keberatan dengan ejekan seperti itu. Berkencan seharian dengan Cho Kyuhyun benar-benar membuatnya kembali seperti anak sekolahan yang baru saja merasakan sensasi pacaran untuk pertama kali.

Dan Hyona menyukainya.

Ia menyukai ketika Cho Kyuhyun menatapnya, menggenggam tangannya seperti sekarang, juga mengatakan kalimat-kalimat sederhana yang membuat Hyona kelimpungan. Ah, Hyona juga menikmati sensasi tatapan iri gadis-gadis pada mereka. Hingga terkadang membuat Hyona ingin menyembunyikan wajah tampan Kyuhyun, namun di sisi lain ia menyukai tatapan iri mereka.

Dengan senyum manis yang masih tersungging di bibir, Hyona mencondongkan tubuhnya ke samping dan berbisik di telinga Kyuhyun. “Akhirnya aku bisa menonton bioskop bersama kekasihku.”

Kyuhyun tersenyum diam-diam. Namun ia segera menyembunyikan senyumnya dan balik berbisik, “Jangan menggangguku! Filmnya bagus.” Lelaki itu menyempatkan diri melirik ekspresi Hyona. Dan merasa begitu puas ketika dapat melihat wajah cemberut gadisnya. Hyona juga mencoba melepas tautan tangan mereka, namun Kyuhyun menahannya. Keduanya bertatapan setelah itu. Dan entah siapa yang memulai, mereka saling melempar senyum tulus sebelum kembali berkonsentrasi pada layar lebar di depan mereka.

Setelah film selesai, Hyona meminta Kyuhyun menemaninya ke toko kosmetik karena stok di rumahnya hampir habis. Kyuhyun benar-benar berusaha untuk sabar mengikuti Hyona ke sana kemari, mencoba satu per satu lipstik yang -kata si penjaga konternya- sedang diskon khusus. Lelaki itu sampai heran, kenapa ibunya, kakaknya, dan Hyona wajahnya menjadi lebih bersinar ketika mendengar kata ‘diskon’? Apa jangan-jangan semua wanita seperti itu?

Kyuhyun menyikut lengan Hyona. Berniat memintanya untuk memilih lebih cepat ketika gadis itu malah dengan polosnya bertanya, sambil menunjukkan bibirnya yang dihiasi lipstik berwarna pink cerah. “Ini cocok untukku tidak?”

Kyuhyun mengangguk asal. Mengambil lipstik pilihan Hyona dan memasukkannya ke dalam keranjang kecil yang dibawanya yang kini telah terisi banyak kosmetik.

“Kenapa kau selalu mengangguk saja setiap aku bertanya pendapatmu?” cecar Hyona. “Lihat, banyak sekali belanjaannya. Aku harus memilih ulang.” Gadis itu merebut keranjang kecil yang dibawa Kyuhyun, namun lelaki itu menahannya.

“Tidak usah memilih lagi dan menghabiskan waktu lebih lama,” protes Kyuhyun. Mengingat sudah hampir satu jam mereka di sini dan Hyona masih belum selesai memilih juga. “Ambil saja semua. Toh apa gunanya membeli barang-barang ini? Kau sudah cantik tanpa menggunakan make-up apa pun.”

Hyona tersanjung. Tapi daripada mengungkapkannya, gadis itu lebih memilih menyenggol lengan Kyuhyun sambil berkata, “Aku kan berdandan dengan cantik untukmu juga.”

Kyuhyun mendengus. “Baiklah. Jika kau hanya berdandan untukku, lain kali tidak usah memakai make-up apa pun jika kau keluar rumah. Cukup pakai ketika hanya ada kita berdua saja.”

Hyona melebarkan matanya. “Mana bisa seperti itu? Kau mau jika aku tampil pucat di depan umum dan mereka semua mengatakan, ‘Kekasih Cho Kyuhyun jelek sekali. Dia tidak bisa merawat diri’, bagaimana?” cecarnya.

Kyuhyun tertawa saja mendengar argumen konyol Hyona. Padahal terlihat jelas di matanya bahwa Hyona tetap terlihat sangat cantik dengan atau tanpa make-up yang menghiasi wajahnya. Tapi karena tidak ingin berdebat lebih panjang dan menghabiskan waktu lebih lama lagi, akhirnya lelaki itu memilih berkata, “Baiklah, baiklah. Cepat selesaikan urusanmu dan ayo kita makan malam. Aku sudah sangat lapar.”

Bibir Hyona mengerucut. “Arasseo.” Gadis itu merebut lagi keranjang kecil yang dibawa Kyuhyun, namun lagi-lagi Kyuhyun menahannya. “Kenapa? Aku mau membayar belanjaanku. Katanya kau lapar.”

Kebahagiaan luar biasa menyelimuti Kyuhyun begitu Hyona memutuskan untuk selesai berbelanja. “Biar aku saja,” jawabnya. Kemudian lelaki berjalan ke kasir, mengabaikan Hyona yang ribut ingin membayar barang-barangnya sendiri.

“Kalau begitu makan malamnya biar aku yang traktir,” kata Hyona ketika mereka telah masuk ke dalam mobil. Mencari tempat makan malam.

Kyuhyun mengangguk-angguk asal. “Kau ingin makan apa?”

“Apa saja.”

“Jawaban yang sulit.” Kyuhyun berpikir sejenak. “Mau samgyeopsal?”

“Mm-hm.”

Mereka makan malam bersama di sebuah restoran Korea. Duduk berhadapan di kursi kayu dengan sebuah panggangan berada di tengah meja.

“Ceritakan tentang dirimu,” pinta Hyona di tengah kegiatan makan mereka.

Kyuhyun mengangkat alis. Ia membalikkan daging di atas panggangan mereka sebelum membalas, “Apa yang harus kuceritakan tentang aku?”

“Apa saja,” sahut Hyona cepat. Matanya yang menatap Kyuhyun beralih pada tangan pria itu yang memberikan dagingnya yang baru saja matang dari panggangan ke mangkuk Hyona. “Gomawo.”

Kyuhyun mengangguk. Tersenyum melihat Hyona menyantap pemberiannya. “Aku tidak tahu apa yang harus kuceritakan,” katanya kemudian, kembali pada percakapan awal mereka.

“Tentang sifatmu, mungkin?” usul Hyona. Gadis itu menelan makanannya namun tiba-tiba menggeleng. “Tidak. Jangan. Aku sudah tahu sifatmu. Pemaksa, perayu, keras kepala, menyebalkan, mesum. Mengerikan.” Hyona bergidik, mengundang tawa renyah dari Kyuhyun.

“Kuanggap barusan adalah kalimat cintamu untukku,” Lelaki itu  menggulung daging menggunakan daun selada dan memasukkannya ke mulut Hyona. “Dasar gadis tidak pernah kenyang.”

Hyona meringis saja. Sibuk mengunyah apa yang Kyuhyun suapkan padanya. Begitu makanan di mulutnya habis, gadis itu melanjutkan, “Ayolah, ceritakan sesuatu tentangmu yang belum aku ketahui!”

“Memangnya apa yang ingin kau ketahui?”

Hyona berpikir sejenak. “Hmmm. Bagaimana tentang keluargamu? Kudengar kau memiliki seorang kakak perempuan.”

“Dari mana kau tahu aku punya seorang kakak?”

“Aku sering mendengar gosipmu di kampus. Mereka bilang kau memiliki noona. Siapa namanya?”

Kyuhyun mengunyah samgyeopsalnya pelan, menelannya, dan begitu mulutnya kosong ia bergumam, “Hm. Namanya Cho Ahra.” Mengatakan nama noonanya tiba-tiba mengingatkan Kyuhyun pada insiden tadi pagi. Di saat Ahra memaksa Kyuhyun memberikan nomor ponsel Hyona padanya. Lelaki meletakkan sumpitnya. Mencondongkan tubuh ke depan, membuat Hyona mengangkat alis karena wajah Kyuhyun yang tiba-tiba berubah serius. “Jika nanti kau mendapatkan pesan atau telepon dari noonaku dan dia bicara tidak-tidak tentangku, jangan hiraukan. Mengerti?”

Alis Hyona semakin terangkat. “Memangnya kenapa? Apa noonamu mempunyai nomor ponselku?”

Kyuhyun mendesah, pasrah. “Barbar itu mencuri nomormu dari ponselku.”

“Barbar?” Hyona melebarkan matanya. “Kau memanggil noonamu sendiri dengan barbar?” Detik berikutnya Hyona memukulkan sumpit bagian pangkalnya di kepala Kyuhyun. Membuat lelaki itu mengaduh.

“Kenapa tiba-tiba memukulku?” protesnya.

“Jangan memanggilnya seperti itu. Dasar tidak sopan.”

Kyuhyun mendengus. Ia mengunyah samgyeopsalnya dengan kasar, tak berniat menyahut ucapan Hyona ketika kepalanya tersadar sesuatu. “Tunggu, apa kau memang sering bergosip tentangku di kampus?”

Hyona menggeleng. “Tidak. Teman-temanku yang bergosip dan aku hanya mendengar sekilas. Dulu aku sangat membencimu, ingat?”

Kyuhyun hanya mengangkat bahunya sebagai jawaban.

“Ah, aku juga pernah mendengar kalau kau sangat kaya,” kata Hyona, menekan kata ‘sangat’ pada kalimatnya. Gadis itu meletakkan sumpit yang ia pegang, kemudian menatap wajah Kyuhyun lekat dengan dagu yang ia topang dengan telapak tangan sebelah kiri. “Aku jadi penasaran sekarang. Apa kau memang sekaya itu?” lanjutnya.

Kyuhyun masih sibuk mengunyah untuk beberapa saat, membiarkan Hyona menunggu. “Kau tidak akan percaya jika kuberitahu,” gumam Kyuhyun.

“Katakan. Katakan padaku.”

Kyuhyun menoleh ke kanan kiri sesaat. Lalu mencondongkan tubuhnya ke depan, dan berbisik, “Aku pewaris Marvelous Corp.”

Detik itu juga Shin Hyona tersendak liurnya sendiri. Gadis itu terbatuk-batuk sampai ia harus menepuk-nepuk dadanya sendiri sebelum akhirnya menerima minuman yang disodorkan Kyuhyun. Begitu batuknya mulai mereda, otaknya langsung memproses ulang kalimat yang dilontarkan Kyuhyun padanya tadi. Pewaris Marvelous Corp? Marvelous Corp yang mana? Tunggu, bukankah hanya ada satu perusahaan besar bernama Marvelous Corp di dunia ini? Perusahaan elektronik besar yang sering dijadikan contoh dalam mata kuliah manajemen bisnisnya dan yang ia tahu kini telah memiliki aset hingga miliaran dolar.

Dan Cho Kyuhyun adalah pewarisnya? Maksudnya, kekasihnya adalah pewaris Marvelous Corp?

“Apa kau sedang menipuku?” cecar Hyona ketika ia sudah mampu bicara lagi.

Kyuhyun mengangkat bahu. Berbanding terbalik dengan Hyona, lelaki itu malah dengan santai melanjutkan kembali makan malamnya.

“Yak! Berhenti makan!” Hyona merebut sumpit Kyuhyun, memaksa lelaki itu menatapnya.

“Kenapa menyuruhku berhenti? Aku masih lapar.”

“Jawab dulu pertanyaanku. Kau sungguh pewaris Marvelous?” tanya Hyona. Masih dengan matanya yang semakin melebar ke arah Kyuhyun.

Kyuhyun menghela napas pelan. “Sudah kuduga reaksimu akan seperti itu. Makanya aku malas membicarakan tentang keluargaku dengan siapa pun.”

“Aku hanya tidak menyangka,” aku Hyona. “Aku tahu kau memang kaya raya. Tapi, ini Marvelous Corp! Astaga! Perusahaan favoritku! Aku bahkan bermimpi ingin menjadi manajer keuangan di sana suatu saat nanti.” Hyona mengangkat ponsel yang tergeletak di sampingnya. “Lihat! Aku bahkan rela menghabiskan uangku untuk mengikuti perkembangan ponsel keluaran terbaru mereka. Dan kau… Ya Tuhan! Aku masih tidak percaya!”

Kyuhyun terkekeh pelan. Selama ini ia memang senang-senang saja terlahir di keluarga kaya raya, namun baru kali ini Kyuhyun merasa bangga. “Kau bisa bekerja di sana kalau kau mau. Aku bisa menarikmu menjadi sekretarisku ketika aku menjadi general manager begitu kita lulus nanti.”

Hyona mengenyit. “Sangat menggiurkan. Tapi aku tidak suka nepotisme,” ujarnya. Namun tiba-tiba ia tersadar akan sesuatu. “Tunggu! Apa kau baru saja mengatakan bahwa kau akan diangkat menjadi general manager begitu kau lulus nanti?”

Kyuhyun mengangkat bahu. “Terlalu buru-buru sebenarnya. Tapi, ya.”

Lagi-lagi mata Hyona melebar. “Kau benar-benar sialan, Cho Kyuhyun. Aku iri.”

Kyuhyun tertawa. Lelaki itu mengulurkan tangan, mengacak rambut gadisnya dengan gemas. “Maka dari itu, menikahlah denganku. Dengan begitu Marvelous juga menjadi milikmu. Kau tidak perlu repot menghabiskan uang untuk mengikuti perkembangan ponsel atau produk elektronik lainnya. Kau bahkan bisa langsung memintanya jika kau mau.”

Hyona mendesah. “Kau membuatku hampir langsung mengiyakan tawaranmu.” Gadis itu mengembalikan sumpit Kyuhyun dan melanjutkan kembali makannya. “Tapi tidak. Aku baru akan menerimanya jika kita benar-benar sudah siap untuk menikah.”

Kyuhyun tidak lagi menyahut. Memilih untuk melanjutkan kegiatan makan malam mereka sambil berpikir. Kenapa Hyona tetap tidak mau menerima ajakannya menikah padahal jelas-jelas masa depan gadis itu akan terjamin dengan segala hal yang Kyuhyun miliki. Lelaki itu jadi ragu. Apakah sebenarnya Shin Hyona memang tidak berniat membawa hubungan mereka ke jenjang yang lebih serius?

TBC

47 thoughts on “Selfishly (Sequel of Secret Mission) Part 8

  1. Duh duh duh~~~~
    Sebetulnya udah baca lama tp br bisa komen gara2 lupa id huhu.. Sedih bgt.. Pdhl udah ngetik panjang kali lebar.
    Ini salah satu ff fav yg ditunggu2 kehadirannya..
    Dan author lgsg update 2 part sekaligus.. Itu bikin happy bgt
    Gak sabar di tunggu next partnya..

    Suka

  2. akhirnya aku bisa baca ff sequel ini, walaupun langsung pt 8 😁✌🙏
    nanti aku usahain dari awal.
    wah, itu si kakeknya kyuhyun ,, maksain kehendak banget ya. tapi emang rata-rata pada gitu.

    baru kali ini baca ff yg cewek diajak nikah mikir-mikir dulu, tapi bagus 👍..aku suka 👍
    semua memang harus dipikirkan baik-baik..
    bagus hyona .. kamu harus bisa nahan si kyuhyun biar nggak keseringan nyentuh kamu. bahaya, nanti hamil. jangan sampai memudahkan lelaki menyentuhmu meskipun dia kekasihmu, bagaimanapun dia belum jadi suamimu.
    ini bagus 👍
    👍

    Suka

  3. Aku kira ff ini uda end hehehehe
    Yahhh ternyata kakeknya masih berusaha menjodohkan kyuhyun ya
    Shin hyona cepat terima tawaran kyuhyun kl enggak dia bakalan dijodohin tuh,ntar nyesel lagi

    Suka

  4. aku tungguin ff ini lama banget sampai aku kirain udah ga di next lagi ternyata pas balik eeh udah di next malahan sampai 2 part senengnya..
    Sumpah yaa kenapa sih kakeknya kyuhyun egois banget, masih mau ngelanjutin perjodohan itu sedangkan sudah di tolak oleh kedua belah pihak. Terus gimana kalo sampai kyuhyun tahu kalo ternyata perjodohannya tetap dilanjutin? Kakeknya apa ga mikir perasaannya kyuhyun? Trus gimana kalo hyona tahu kalo kyuhyun ternyata sudah di jodohin dan lebih parahnya lagi sama sahabatnya sendiri? Sumpah kakeknya egois pake banget sama kaya judul ini ternyata baru nyadar aku 😀 apa yg terjadi sama pasangan ini? Disaat romantis”nya di saat lagi mendalami siapa pasangan mereka ternyata pasangannya telah dijodohkan. Hyona masih mau hubungannya sama kyuhyun bejalan perlahan-lahan sedangkan kyuhyun mau cepat” menikah dengan hyona agar perjodohannya tidak terjadi. Oke aku ga tau harus ngomong ap. Dan aku ga bisa nebak gimana jadinya. Pokoknya makasih sama authornya karena udah next ni ff sama semangat ngetiknya yaa thor aku tungguin kelanjutan ffnya makasihh:)
    -yri-

    Suka

  5. Nungguin ini ff lama bngt dibpostnya akhirnya dipost juga
    Ini ff salah satu ff favorit aku.

    Sepertinya kakeknya kim ahnyoung ttp bakal lakuin apapun supaya cucunya bisa nikah dengan kyuhyun
    Gimana dengan hyona
    Jika hyona tau orang yang bakal di jodohin sama kyuhyun itu sahabatnya sendiri pasti hyona terluka bngt

    Suka

  6. aku takut jika nanti d saatnya tiba hyona mengetahui fakta bahwa kyuhyun mau d jodohkan begimana, duuuh aku gak kuku bacanya kasian hyona nya, kyuhyunnya udah bilang k orang tuanya belum sii, dan bilang donk k kakeknya kyu bahwa kamu udah punya pacar gitu, ya walaupun gak bakal ngaruh jg orang kakeknya udah kekeh bgt kek gitu ngejodohinnya

    Suka

  7. Kyu jangan ragu sama hyona dong..
    Para kakek ngeselin y udah jelas cucu nya pada nolak tp tetep aja masih pengen nglanjutin perjodohan nya..

    Suka

  8. Bisa2 si kyukyu bner2 nerima perjodohannya klo hyona trus2 an kek gtu… 😒😒😒

    Pelan pelan saja.. katanya..
    ya udh pelan2 aja ampe ahyoung nyuri start… 😀😀😀

    Disukai oleh 1 orang

  9. Waahh akhirnya muncul jg lanjutannya.. 😀
    Duuhh gmna ya hyona nanti kalau tau kyuhyun dijodohin sama ahyoung.. 😦
    Gak sabar bgt pengen tau kelanjutannya.. 🙂

    Disukai oleh 1 orang

  10. Akhirnya dipost juga lanjutannya:”
    Dan berharap dipart selanjutnya kakeknya kyuhyun ilang ditelan bumi biar gaada namanya jodoh-jodohan. Dipikir enak nikah sama orang yang baru kenal?

    Disukai oleh 1 orang

  11. Aku kasian sama hyona di sisi lain sama ahyoung juga, tp kalau ditanya aku lebih kasian sama hyona karena dia pasti merasa yaa…. Tertipu (?).

    Mana kakeknya nyebelin banget lagi -,- dia kan belum tau hyona ya tuhann nungguin ff ini sumpah, huhuhu mau beruban ampek, tp semakin seru disetiap chapternya.. Semangat ya thor

    Disukai oleh 1 orang

  12. ff paling ku tunggu …
    tambah menarik, penasaran tp ngerasa kurang greget di part ini .
    Semangat terus thor!!
    jangan terlalu lama up nya yaaa
    thanks admin

    Disukai oleh 1 orang

  13. Duh kyu kenapa gak jujur aja sm hyona kalo dijodihin sm ahyoung, biar semuanya jelas. Daripada nanti hyona tau dari yg laen kan malah sakit hati.

    Disukai oleh 1 orang

  14. Sebel banget sama kakek itu padahal kyuhyun sudah punya pacar tapi masih aja melanjutkan perjodohan si kakek tua itu belum tahu aja hyona kayak gimana coba kalau tahu mungkin langsung dinikahin kyu ama hyona karena hyona orangnya baik,,,,

    Disukai oleh 1 orang

  15. Yah klu kyu juga cinta blg dong dia akan di jodohkan,ditunangkan dinikahkan buar hyeona semakin yakin, kyu juga harus menyakinin jgn meragu perasaan terhadap hyeona,klu tiba2 ada berita yv mengatakan mereka akan menikah hyeonaa pasti akan sakit bukan kyu yg bilang tp berita dr orang lain dan menikah sama temannya pula…

    Disukai oleh 1 orang

  16. Jangan sampai karna hal itu hubungan mereka jfi renggang,,
    Knpa kyu gk bilang aja klo dia mau d jodohkn biar hyona tau dan bisa berpikir sedikit,,

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s