Love and Love (Sequel of Secret Mission) Part 9


image

Author : elhyona

Title : Mission [9] – Love and Love (Sequel of Secret Mission)

Cast : Cho Kyuhyun, Shin Hyona, Kim Ahyoung, etc

Category : NC21, Romance, Sad, Campus-life, Chapter 

Cover : IrizaArt

Rona bahagia terlihat jelas di wajah tampan Cho Kyuhyun ketika ia mengendarai mobil dalam perjalanan pulang malam itu setelah mengantar Hyona kembali ke rumahnya. Menghabiskan waktu seharian penuh bersama Shin Hyona benar-benar membuat Kyuhyun bahagia. Seharian ini seluruh waktunya benar-benar terdedikasi untuk Hyona. Mulai dari bangun tidur ketika gadis itu membangunkannya dengan panggilan manis di telepon, sarapan bersama, jalan-jalan, ke bioskop, menemani gadis itu belanja, hingga ditutup dengan makan malam bersama. Meski seharian penuh, tapi Kyuhyun sama sekali tidak merasa lelah. Mereka bahkan berencana akan pergi ke pantai besok pagi, dan Kyuhyun sudah tidak sabar untuk itu.

Baru berpisah dari Shin Hyona sebentar saja sudah membuat pria itu merindukannya lagi. Betapa gadis itu tidak tahu seberapa besar candu yang ditorehkannya pada Kyuhyun.

Lelaki itu masih teringat. Wajah menggemaskan Hyona ketika menyambutnya tadi pagi di depan pintu, wajah kesal Hyona ketika ada gadis-gadis yang terang-terangan menatap Kyuhyun penuh kekaguman saat mereka berjalan, wajah berseri Hyona ketika memilih-milih make-up, dan wajah penuh minatnya ketika menatap hidangan-hidangan makan mereka. Tapi di antara semuanya, Kyuhyun paling suka melihat Hyona memasak. Memerhatikan kegesitan gadis itu melakukan aksi di dapur membuat Kyuhyun membayangkan jika ia sedang menunggu sang istri menyiapkan makanan lezat untuknya. Seandainya Hyona mengiyakan tawaran menikah dadakan yang sempat Kyuhyun utarakan beberapa kali hari ini, lelaki itu pasti bahagia sekali. Dan ia akan langsung mempersiapkan segalanya hingga beban yang beberapa waktu terakhir ini sangat mengganggunya lenyap; perjodohannya dengan Kim Ahyoung.

Astaga, memikirkan sedikit saja tentang masalah itu langsung membuat perubahan signifikan pada mood Kyuhyun. Jadi cepat-cepat ia menyingkirkan hal itu dari kepalanya dan lebih memilih kembali memikirkan Hyona dan apa saja yang bisa mereka lakukan besok di pantai. Berkeliling pantai, bermain air, bermain pasir pantai, mengadakan pesta barbeque kecil-kecilan dengan api unggun.

Kyuhyun tersenyum sendiri dengan rencana-rencana sederhana yang ia rancang. Tak menyangka bahwa otaknya yang brilian juga bisa merencanakan hal-hal konyol seperti itu yang tak pernah ia lakukan sebelumnya. Tapi masa bodoh, toh Kyuhyun menikmatinya. Ia bahkan berniat akan langsung berkemas begitu sampai rumah dan menunggu esok hari dengan tidak sabar. Dan omong-omong, ini adalah pertama kalinya liburan semester Kyuhyun terasa berwarna. Tentu saja Shin Hyona sangat berjasa untuk itu.

Tak lama kemudian Kyuhyun sampai di rumah. Memarkir si merah kesayangannya di garasi dan berjalan santai masuk ke dalam rumah sambil melempar-lemparkan kuncinya ke atas. Namun ketika sampai di ruang tengah, langkah Kyuhyun terhenti dan wajah bahagianya berubah 180 derajat melihat sosok yang sangat dihormatinya namun sedang tidak ingin Kyuhyun lihat untuk beberapa waktu ke depan.

Kakeknya.

Sial! Kenapa kakeknya harus muncul di saat Kyuhyun sedang bahagia dan merusak moodnya? Pria dengan keriput di wajahnya itu duduk di sofa ruang tengah bersama ibu dan kakak perempuannya. Apa lagi tujuannya datang kemari?

“Kyuhyun-aa, kau sudah pulang?” sambut Cho Hanna begitu melihat anak bungsunya.

Kyuhyun buru-buru menghentikan pikirannya dan membungkuk sembilan puluh derajat pada mereka. Sial. Seharusnya tadi ia ke apartemen saja daripada pulang ke rumah.

“Kemarilah! Kita sedang minum teh bersama,” ajak Hanna.

Kyuhyun baru saja ingin mengiyakan. Namun ketika melihat wajah Cho Ahra yang berkerut dan menggeleng sangat pelan, memberi suatu kode padanya, Kyuhyun segera mengurungkan niat. Kepala lelaki itu menangkap sinyal yang tidak beres. Kemudian dengan sopan Kyuhyun memilih berkata, “Maaf. Ada sesuatu yang harus kukerjakan. Aku akan bergabung nanti.”

Kyuhyun membungkuk lagi sebelum berbalik dan berjalan ke arah tangga. Namun baru berhasil meraih tiga langkah, suara kakeknya menginterupsi, “Kalau kau memang sibuk, akan kuberitahu secara langsung saja padamu.”

Kyuhyun menghentikan langkahnya, berbalik lagi menatap tiga orang yang duduk di sofa itu meski masih tak menghampirinya. Kemudian ia melihat Cho Junghoon mengeluarkan sebuah kertas yang dari jarak pandang Kyuhyun yang cukup jauh terlihat seperti sebuah undangan.

“Aku sudah mempertimbangkan segalanya. Mungkin kau memang tidak harus buru-buru menikah. Tapi demi kebaikan kita bersama, aku memutuskan untuk melakukan pertunanganmu dengan Kim Ahyoung. Minggu depan,” kata Cho Junghoon. Tenang, namun tegas dan penuh penekanan di setiap katanya.

Kalimat panjang sang kakek terdengar seperti vonis mati di telinga Kyuhyun. Lelaki itu terkejut. Amat sangat terkejut hingga dirinya tak tahu harus bereaksi seperti apa. Dirinya akan melakukan pertunangan sialan itu minggu depan? Omong kosong macam apa ini?

“Ini undangannya jika kau ingin lihat.” Junghoon meletakkan undangan itu di atas meja. Dengan cepat Kyuhyun melangkah mendekati mereka, mengambil undangan itu dan matanya terbelalak melihat hardcovernya yang bertuliskan ‘Undangan Pertunangan Cho Kyuhyun dan Kim Ahyoung’. Emosi Kyuhyun tersulut. Ia bahkan tak mau repot-repot melihat isi undangan itu dan langsung melemparnya dengan kasar di atas meja.

“Apa-apaan ini?” tanya Kyuhyun dingin. Matanya bahkan menyorot tajam ke arah kakeknya. Kakek yang selama ini dihormatinya.

Cho Junghoon balas menatap Kyuhyun. “Apakah kurang jelas? Itu undangan pesta pertunanganmu.”

“PERTUNANGAN APA? AKU TIDAK AKAN MELAKUKAN PERTUNANGAN APA PUN!”

“Kyuhyun-aa,” Cho Hanna langsung berdiri dan mengelus lengan putra kesayangannya. “Tenanglah dulu. Jangan berteriak seperti itu pada harabeoji.” Hanna sendiri sebenarnya tidak tega melihat Kyuhyun. Tidak rela jika masa depan putra kesayangannya diatur-atur seperti itu. Terhitung sejak suaminya meninggal beberapa tahun yang lalu, ayah mertuanya memang mendorong Kyuhyun untuk bisa siap memimpin perusahaan lebih cepat, membuat masa muda putranya seolah dirampas untuk memikirkan masalah orang dewasa. Dulu, Kyuhyun selalu berkata padanya bahwa suatu saat nanti anak itu akan menjadi seorang penyanyi yang sukses. Tapi Kyuhyun harus berbesar hati untuk memendam mimpinya karena harus mendalami bisnis. Hingga bakatnya yang telah menguasai berbagai alat musik sejak kecil harus terlupakan begitu saja. Membuat suara emasnya hanya digunakan untuk menghibur Cho Hanna yang sempat terpuruk ketika suaminya meninggal hingga kini mimpi itu benar-benar hancur untuk Kyuhyun.

Dan sekarang, hidup Kyuhyun harus diatur lagi bahkan dalam hal pendamping hidup. Padahal masih sangat jelas di ingatan Hanna bahwa tadi siang Cho Ahra dengan senang memberitahunya bahwa akhirnya Kyuhyun memiliki kekasih. Bukankah itu berita yang sangat membahagiakan? Mengingat selama ini Kyuhyun selalu menutup diri dari siapa pun. Hanna ingin melawan. Ingin mempertahankan hak-hak putra kesayangannya di mata ayah mertuanya. Tapi wanita itu sendiri tidak mempunyai cukup keberanian untuk melawan. Yang bisa dilakukannya selama ini hanyalah berusaha menjadi ibu yang baik dengan terus memberikan dukungan untuk Kyuhyun dan terus memberikannya kasih sayang yang melimpah. Tapi kali ini apa yang bisa Hanna lakukan?

“Jangan paksa aku melakukan sesuatu yang tidak ingin aku lakukan!” desis Kyuhyun. Meski tak lagi berteriak, namun tetap tak menurunkan sedikit pun intensitas ketajaman dari nada suaranya.

“Aku tidak membicarakan sesuatu yang ingin atau tidak ingin kau lakukan. Tapi sesuatu yang ‘harus’ kau lakukan,” balas Junghoon. Masih dengan suara tenang namun tegas.

“Kyuhyun-aa, tenanglah. Duduklah dulu dan kita bicarakan ini baik-baik,” bujuk Hanna. Tangan kanannya masih sibuk mengelus punggung Kyuhyun, menyalurkan kesabaran yang ia punya. Namun sepertinya usaha Hanna sia-sia, toh lelaki itu sama sekali tak menggubrisnya.

Kyuhyun mendengus. “Apa yang ‘harus’ kulakukan?” Lelaki itu tertawa sinis sebelum melanjutkan. “Sesuatu yang ‘harus’ kulakukan sejak lama adalah berhenti menjadi boneka harabeoji.”

“Jaga ucapanmu, Cho Kyuhyun!” seru Junghoon, emosinya mulai terpancing. “Perhatikan etikamu!”

“Haruskah aku mempertahankan etikaku sekarang? Haruskah aku diam saja dan kehilangan sisa kebahagiaanku yang tinggal secuil untuk bisa harabeoji ambil juga?” ujar Kyuhyun dengan luka yang tersorot jelas dari matanya. Lelaki itu menggeleng. “Tidak. Tidak lagi. Cukup harabeoji mengambil mimpi-mimpiku, tapi tidak dengan hatiku. Aku yang akan menentukan dengan siapa aku bertunangan ataupun menikah nanti.” Begitu selesai menyelesaikan kalimat panjangnya, Kyuhyun langsung keluar dari rumah itu. Mengabaikan ibunya yang berteriak memanggilnya, mengacuhkan Ahra yang mengejarnya. Masuk ke mobil tanpa berpikir apa pun dan pergi dari rumah itu.

***

Shin Hyona mengambil gelas. Mengisi gelas itu dengan air dingin dan menegaknya. Gadis itu menatap meja makan di depannya, dan tiba-tiba saja ingatan Hyona kembali pada saat dirinya dan Kyuhyun menghabiskan sarapan di sini pagi tadi.

“Jika kita sudah menikah, aku tidak perlu repot-repot menyewa koki lagi.”

“Memangnya kau mau aku menjadi istrimu?”

“Tentu saja. Aku bahkan tidak berniat menjadi suami gadis lain.”

Shin Hyona merona ketika mengingat hal itu. Menjadi istri seorang Cho Kyuhyun adalah sebuah tawaran yang sangat menggiurkan. Selain karena mereka saling mencintai, Cho Kyuhyun benar-benar sosok sempurna untuk bisa disebut dengan kata ‘calon suami idaman’. Ketampanannya, otak briliannya, juga kekayaannya yang benar-benar sialan yang baru Hyona ketahui. Calon pewaris Marvelous Corp. Astaga! Tidak ada gadis yang tidak akan tergiur dengan tawaran itu, termasuk Hyona. Mungkin Hyona sudah langsung mengiyakan tawaran itu jika tidak mengingat hubungan mereka yang masih berumur jagung. Dan tentunya hal itu lebih penting daripada sekedar menjadi istri pria dengan kekayaan yang melimpah. Di atas kesempurnaan yang Kyuhyun miliki, Hyona masih ingin mengenalnya lebih dekat lagi. Demi cinta yang sedang berusaha mereka bangun.

Aku ingin mempunyai anak darimu.”

“Ayo kita menikah. Aku akan melamarmu secepatnya.

Dan lagi, kenapa Kyuhyun mengutarakan keinginannya menikah segampang itu seolah pria itu hanya mengajaknya makan bersama?

“Dasar tidak romantis,” dengus Hyona. Meski selanjutnya bibirnya tetap membentuk seulas senyum malu-malu. Seolah saat ini Cho Kyuhyun masih ada di depannya dan mengatakan hal itu lagi.

Meski Hyona juga tidak mengharapkan akan dilamar dengan berbagai macam kejutan romantis, tapi bukan berarti dirinya mau ajakan itu terlontar ketika Kyuhyun sedang berusaha mengajaknya bercinta. Dasar pria mesum! Hyona tak habis pikir bahwa ia memiliki kekasih dengan tingkat gairah yang tinggi.

Bunyi bel pintu membuyarkan lamunan Hyona tentang Kyuhyun. Gadis itu meletakkan kembali botol airnya ke dalam kulkas dan berjalan menghampiri pintu. Siapa tamu yang datang malam-malam begini?

Hyona membuka pintu dan terkejut melihat Cho Kyuhyun berdiri di sana. Lelaki itu tersenyum, tapi bisa langsung Hyona rasakan itu bukan senyum tulus karena mata Kyuhyun menyorotkan sinar seperti sedang emosi. “Kyuhyun, kau datang lagi? Ada apa?”

“Ayo kita berangkat sekarang,” jawab Kyuhyun.

Alis Hyona terangkat. “Berangkat ke mana?”

“Bukankah kita akan ke pantai?”

“Tapi, kan, besok pagi.”

Kyuhyun terdiam sesaat. “Setelah kupikir-pikir, akan lebih baik kita berangkat malam ini. Aku ingin menghabiskan waktu lebih banyak denganmu.”

Hyona tidak langsung menjawab. Matanya meneliti paras tampan milik Cho Kyuhyun dan gadis itu masih menemukan kejanggalan pada senyumnya. Apakah terjadi sesuatu pada kekasihnya? Hyona ingin bertanya, tapi jika dilihat sepertinya Kyuhyun sedang tidak ingin ditanyai. Jadi Hyona lebih memilih mengikuti arah pembicaraan Kyuhyun dan berniat bertanya nanti. “Tapi aku belum siap-siap. Apa kau sudah membawa barang-barangmu?”

Kyuhyun mengangkat bahu. “Kalau begitu akan kutunggu kau mengemasi barang-barangmu.”

***

Hyona semakin yakin ada yang tidak beres ketika sadar bahwa ternyata Kyuhyun tidak membawa apa pun dalam perjalanan mereka ke Busan. Hanya ada tas milik Hyona di bagasi. Ferrari Kyuhyun juga tidak memiliki kursi belakang yang bisa yang bisa digunakan untuk meletakkan sesuatu. Ketika Hyona bertanya, lelaki itu hanya menjawab, “Kau suka belanja, kan? Sebenarnya aku ingin kau memilihkan baju yang bagus untukku karena kupikir semua pakaian yang kupunya tidak mampu menunjang ketampananku. Aku ingin terlihat oke di liburan pertama kita.”

Jawaban yang cukup aneh menurut Hyona. Karena ia tahu pakaian-pakaian yang dimiliki Kyuhyun semuanya memiliki merek kelas atas dan sangat cocok dipakai pria di sampingnya ini. Tapi Hyona lebih memilih menurut saja, dalam hati menyusun daftar pertanyaan yang bisa ia tanyakan pada Kyuhyun ketik waktunya pas nanti. Mereka mampir ke Myeongdong terlebih dahulu untuk membeli beberapa keperluan Kyuhyun sebelum akhirnya Ferrari pria itu melaju dengan kencang menuju Busan.

Kyuhyun dan Hyona menghabiskan perjalanan malam panjang mereka dengan mengobrol bersama. Penuh canda, cemoohan, tawa, dan kata cinta yang terlontar, seperti biasa. Hyona juga menyuapi Kyuhyun yang sibuk menyetir dengan camilan-camilan yang tadi mereka beli. Membuat rasa lelah setelah seharian menghabiskan waktu bersama lenyap begitu saja.

Akhirnya Hyona menyerah setelah satu jam menempuh perjalanan. Gadis itu tertidur di dalam mobil bahkan ketika crackers yang ada di pangkuannya belum habis. Kyuhyun sempat kesal karena Hyona membiarkannya mengemudi sendiri. Tapi begitu melihat wajah polos gadis itu yang tertidur pulas, kekesalan Kyuhyun melebur begitu saja. Kemudian sadar bahwa mungkin Hyona sudah sangat lelah setelah waktu seharian penuh yang mereka habiskan. Salah Kyuhyun juga yang memaksa Hyona pergi malam ini tanpa membiarkan Hyona mengambil waktunya untuk istirahat.

Kyuhyun menepikan mobilnya. Membereskan makanan di pangkuan Hyona dan memundurkan kursinya agar gadis itu bisa tidur dengan nyaman. Kyuhyun memerhatikan wajah Hyona sesaat. Mengelus pipinya dengan sayang dan membuat gadis itu bergerak menggemaskan dalam tidurnya. Dua sudut bibir Kyuhyun tertarik. Memerhatikan wajah Hyona memberikan kedamaian tersendiri bagi pria itu. Hyona seolah berfungsi sebagai obat penenang bagi Kyuhyun. Entah apa yang bisa Kyuhyun lakukan tadi jika saja tidak ada Shin Hyona.

Kyuhyun masih merasa marah. Bahkan marah saja tidak cukup mendeskripsikan perasaannya ketika sang kakek dengan entengnya mengatakan bahwa minggu depan dirinya akan bertunangan. Kyuhyun kecewa. Mengapa kakeknya begitu gigih ingin menjodohkan Kyuhyun dengan Kim Ahyoung? Apakah di mata kakeknya satu-satunya masa depan Kyuhyun adalah Marvelous Corp? Lelaki itu jadi berpikir, selama ia hidup, pernahkah sekali saja kakeknya memikirkan perasaannya? Apakah di mata kakeknya perasaan Cho Kyuhyun tidak berarti apa-apa? Meski bisa dibilang beku, tapi Kyuhyun masih punya hati.

Kyuhyun mengelus pipi Hyona. Mungkin saat ini hati Kyuhyun masih sedingin dulu jika tidak pernah bertemu Hyona. Betapa gadis itu berjasa atas kebahagiaan Kyuhyun akhir-akhir ini. Dan jika dirinya sampai benar-benar menikah dengan Kim Ahyoung, Kyuhyun bahkan tak tahu akan seperti apa mereka nanti. Namun satu hal yang Kyuhyun yakini, ia dan Hyona pasti akan terluka. Dan tidak akan ada yang bahagia di antara mereka bertiga. Dan lagi, bagaimana perasaan Hyona jika gadis itu tahu dengan siapa Kyuhyun akan dijodohkan?

“Maaf jika kau harus terjebak di hidupku yang rumit di saat kau ingin cinta kita berjalan dengan sederhana,” bisik Kyuhyun. Lelaki itu mengecup kening Hyona beberapa saat sambil memejamkan mata sebelum kembali pada kemudi mobilnya, melanjutkan perjalanan mereka ke Busan.

***

Hyona menggeliat dalam tidurnya ketika dirasakan sebuah tangan membelai lembut rambutnya. Gadis itu mengerjap, dan matanya menangkap pemandangan tampan seorang pria yang berbaring sambil memeluknya.

“Kenapa bangun? Ini belum pagi,” kata Kyuhyun pelan. Menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah cantik kekasihnya.

Hyona menatap sekeliling sebelum kembali pada Kyuhyun. “Kita di mana?” tanyanya dengan suara serak yang menggemaskan.

“Di hotel. Kita sudah di depan pantai Haeundae sekarang.”

“Hmm,” gumam Hyona dengan mata yang perlahan mulai terpejam lagi. Kyuhyun terkekeh pelan. Pria itu bahkan tidak yakin apakah baru saja Shin Hyona benar-benar bangun atau tidak.

“Tidurlah lagi. Jangan sampai ketinggalan sunrise besok pagi.”

Hyona tidak menjawab. Ia hanya menghamburkan diri ke pelukan Kyuhyun dan tertidur di dada hangat lelaki itu.

Kyuhyun memeluk Hyona. Mengelus kepala gadis itu dan mengecupi kepalanya berkali-kali, menyalurkan rasa sayangnya. Seandainya perjodohan itu tidak ada, mungkin saat ini dirinya bisa ikut terlelap dengan damai bersama Hyona. Menikmati liburan mereka. Tapi nyatanya bahagia yang Kyuhyun rasakan tidak sesempurna itu. Dirinya bahkan tidak ingin terlelap. Ingin terus merasakan Hyona dalam pelukannya sepanjang malam. Seolah ingin menyadarkan dirinya sendiri bahwa saat ini Shin Hyona nyata.

Seandainya Kyuhyun bisa terus merasakan kenyamanan ini tanpa mengkhawatirkan suatu apa pun. Hyona benar. Menjalani hubungan pelan-pelan memang menawarkan kebahagiaan yang begitu menggiurkan bagi Kyuhyun, seperti kebahagiaan sederhana yang pria itu rasakan saat menghabiskan waktu seharian penuh bersama Hyona. Kyuhyun ketagihan merasakannya. Bahkan 24 jam terasa begitu singkat jika dihabiskan bersama Hyona. Kyuhyun ingin merasakan hal-hal kecil itu lagi tanpa mengkhawatirkan masalah seperti perjodohan sialan yang kakeknya rencanakan.

Jika saja ia dijodohkan dengan orang lain, mungkin tanpa ragu Kyuhyun akan bercerita pada Hyona dan mereka akan mencari jalan keluar sama-sama. Tapi Kyuhyun dijodohkan dengan sahabat gadis itu sendiri. Sesakit hati apa yang akan Hyona rasakan jika mengetahuinya? Apakah Hyona tetap akan bertahan menjadi kekasihnya di saat gadis itu sendiri tahu seberapa besar Kim Ahyoung tergila-gila padanya.

Kyuhyun sadar dirinya secara tidak langsung telah dihadapkan pada dua pilihan. Memaksa Hyona menikah secepat mungkin agar kakeknya berhenti menjodohkannya atau diam mengikuti keinginan Hyona namun di saat yang sama kakeknya akan bergerak cepat melakukan segala cara untuk menjodohkan dirinya dengan Kim Ahyoung. Astaga! Kyuhyun tidak tahu harus bagaimana. Otaknya mendadak tumpul memikirkan masalah ini. Haruskah ia memaksa Hyona menikah? Sepertinya itu satu-satunya cara yang terpikir di kepala Kyuhyun agar bisa tetap bersama Hyona. Tapi bagaimana jika nantinya Hyona justru merasa tidak nyaman dengan ketergesa-gesaan Kyuhyun dan pergi meninggalkannya?

Ya Tuhan, bagaimana caranya agar perjodohan itu batal namun ia tetap bisa menjaga kenyamanan Hyona bersamanya?

***

Meski sudah berusaha bertahan hingga pagi, namun kedua kelopak mata Kyuhyun akhirnya menyerah dan terlelap dengan sendirinya di tengah usahanya memikirkan cara keluar dari masalah. Dan sialnya sepasang mata Kyuhyun menyerah hanya selang tiga puluh menit dengan kelopak mata Hyona yang terbuka. Gadis itu melepaskan diri dari pelukan Kyuhyun, merenggangkan tubuhnya, terdiam sesaat menatap langit-langit kamar kemudian bergumam, “Selamat pagi, Busan!”

Kedua sudut bibir Hyona tertarik. Gadis itu menoleh ke samping. Dan senyum di wajah cantiknya semakin lebar melihat Kyuhyun masih terlelap. Sebuah kebahagiaan tersendiri baginya melihat sang kekasih tepat setelah ia membuka mata.

Tiba-tiba ide jahil terlintas di kepala Hyona. Gadis itu melihat sekeliling, menemukan tasnya di atas meja dan mengambil ponsel dari tas itu. Dengan hati-hati Hyona kembali ke tempat tidur, menyalakan kamera ponsel kemudian memeluk pria yang masih tidur terlentang di sampingnya.

“Jangan bangun dulu, oke?” gumam Hyona sambil terkikik sendiri. Dengan dada berdebar, gadis itu memajukan wajahnya mengecup pipi Kyuhyun. Mengabadikan momen itu dengan kamera ponselnya.

“Lucu.” Hyona tersenyum melihat hasil gambar yang ia peroleh. Malu sendiri dengan aksi konyol yang barusan ia lakukan. Tapi Hyona menyukainya. Dan terlintas lagi ide yang lebih dari sebelumnya. Gadis itu menatap Kyuhyun. Kemudian dengan dada yang lebih bergemuruh dari sebelumnya, Hyona mengecup bibir Kyuhyun yang begitu menggodanya dan mengabadikan momen itu lagi.

Namun kali ini Hyona tidak langsung menjauhkan kembali wajahnya seperti saat tadi ia mengecup pipi Kyuhyun. Hyona ikut memejamkan mata, meresapi kebahagiaan yang membuncah di dalam dadanya ketika bibir mereka menyatu.

Ia… telah benar-benar jatuh cinta pada Cho Kyuhyun. Sangat. Bahkan kegiatan konyol sederhana yang ia lakukan sekarang terasa lebih membahagiakan daripada ketika ia dipuji cantik oleh banyak laki-laki sekaligus. Dan rasanya kisah cinta yang kali ini Hyona rajut berbeda dengan kisah cinta yang pernah ia jalani sebelumnya yang terkesan hambar. Haha, tentu saja berbeda. Cerita awal yang membuat dirinya dekat dengan Cho Kyuhyun saja berbeda dengan yang lain.

Perlahan Hyona melepaskan tautan bibir mereka. Membuka mata dan tersenyum melihat kekasihnya masih tertidur begitu pulas, sama sekali tak merasa terusik dengan ‘pencurian’ yang baru saja Hyona lakukan. “Morning kiss yang manis,” bisik gadis itu.

Senyum Hyona yang memang belum menghilang semakin lebar melihat hasil gambar kedua. Kemudian dengan semangat menjadikan foto itu sebagai wallpaper. Setelah puas dengan apa yang baru saja ia lakukan, Hyona duduk dan memulai aksinya membangunkan si tukang tidur.

“Kyuhyun, bangun!” Hyona menepuk pipi prianya. Menggerakkan bahunya beberapa kali dan sama sekali tak membuahkan hasil. “Kyuhyun, ayo ke pantai sebelum mataharinya terbit. Aku ingin melihat sunrise.”

Hyona tersenyum ketika Kyuhyun bergerak. Namun senyum itu lenyap lagi ketika sadar bahwa Kyuhyun hanya mengubah posisi tidurnya menyamping. Membelakanginya. Membuat Hyona memberengut.

“Cho Kyuhyun, ayolah! Bangun! Kenapa harus jauh-jauh sampai ke Busan kalau hanya untuk tidur?” Tiba-tiba saja gadis itu teringat sesuatu. Percakapannya dengan Kyuhyun ketika mereka baru memulai hubungan.

“Kenapa kau tidak memanggilku oppa mulai dari sekarang?”

“Kenapa aku harus memanggilmu oppa? Kita kan seumuran.”

“Tapi aku kekasihmu sekarang.”

Hyona tersenyum jahil. Ia mengguncangkan bahu Kyuhyun dan berkata dengan manja, “Oppa, Kyuhyun oppa, bangun! Ayo ke pantai.”

Oppa!”

“Bangun! Ayolah, oppa! Ayo ke pantai sebelum mataharinya terbit.”

Berulang kali Hyona berusaha tetap tak membuahkan hasil. Cho Kyuhyun masih tetap tidur dengan nyenyak. Dasar pria tukang tidur! Mungkin jika benar-benar tidak mau bangun, Hyona akan mencipratkan air ke wajah tampannya yang kini terlihat seperti bayi itu.

“Kyuhyun oppa, ayo bangun! Jika kau bangun sekarang aku akan menurutimu dengan terus memanggilmu ‘oppa’.”

“Kupegang kata-katamu, Shin Hyona.”

Hyona terlonjak ketika tiba-tiba mulut Kyuhyun bergerak mengeluarkan suara di saat matanya masih terpejam. Tunggu! Apa Cho Kyuhyun sebenarnya sudah bangun sejak tadi? Itu artinya lelaki itu mendengarnya memanggil ‘oppa’? Astaga! Hyona malu sekali.

Yak! Kenapa pura-pura tidur jika ternyata kau sudah bangun?” Hyona memukul lengan Kyuhyun. Mengalihkan rasa malunya dengan memarahi pria itu.

Kali ini Kyuhyun membuka mata. Mengabaikan perih menyerang matanya yang menginginkan untuk dipejamkan lagi. “Deal. Panggil aku ‘oppa’ mulai dari sekarang.”

Hyona mengernyit dengan wajahnya yang merona. Ia pikir Kyuhyun masih benar-benar tidur dan tidak akan mendengarnya melontarkan panggilan-panggilan itu. Karena Hyona malu jika benar-benar harus memanggil Kyuhyun dengan panggilan seperti itu di saat mereka sudah terbiasa memanggil dengan nama. “Mana bisa begitu?”

“Kenapa ‘mana bisa begitu’? Kau sendiri yang berkata akan memanggilku ‘oppa’ jika aku bangun.”

“Kau curang. Kau hanya pura-pura tidur jadi kalimat itu tidak berlaku lagi.”

“Mana bisa begitu?” Kyuhyun membalik kalimat Hyona. “Aku benar-benar tidur tadi. Aku bangun tepat sebelum kau berkata seperti itu.”

“Bohong. Tidak mau. Aku tetap akan memanggilmu Cho Kyuhyun.”

“Kalau begitu aku akan tidur lagi.” Kyuhyun memejamkan mata lagi begitu selesai mengatakan kalimatnya.

Hyona merengut. Dengan manja ia mengguncangkan tubuh Kyuhyun. “Jangan tidur lagi. Ayo ke pantai!”

Kyuhyun membuka matanya lagi. Pria itu terlentang, meletakkan lengannya di bawah kepala dan memerhatikan Hyona yang merajuk. Mengabadikan wajah menggemaskan gadis itu dalam kepalanya. “Ucapkan kata sandinya, baru aku akan bangun.”

“Kata sandi apa?”

“Panggil aku ‘oppa’.”

Hyona lebih merengut lagi. “Menyebalkan! Kalau begitu aku akan ke pantai sendiri. Siapa tahu di sana aku bertemu laki-laki yang lebih tampan dan lebih kaya darimu.” Hyona meleletkan lidahnya. Berbalik dan berniat turun dari ranjang ketika tiba-tiba sebuah tangan menarik lengannya. Detik berikutnya punggungnya menubruk ranjang dengan sebuah beban berat menindih tubuhnya. Belum sempat Hyona mengekspresikan kekagetannya ketika bibirnya sudah terkunci lebih dulu oleh material yang tadi sempat dicicipinya diam-diam.

Kyuhyun melumat bibir tipis Hyona dengan pelan dan dalam. Menikmati candunya, menyalurkan cinta yang ia punya. Hingga membuat Hyona mulai terbiasa dan membalas Kyuhyun dengan cinta yang sama. Dan setelah cukup lama, Kyuhyun mengubah lumatan mereka menjadi kecupan-kecupan ringan hingga benar-benar terlepas.

“Baiklah. Ayo kita ke pantai.”

***

“Kenapa tertawa?”

Hyona masih terkikik pelan. Sambil matanya menatap angka di dalam lift yang perlahan turun, gadis itu menjawab, “Ternyata kau benar-benar seorang pencemburu kelas kakap.”

Kyuhyun menatap Hyona dengan alis terangkat. “Maksudmu?”

“Aku hanya berkata ‘siapa tahu aku bertemu laki-laki lain’, dan kau langsung mengiyakan ajakanku ke pantai.”

Kyuhyun mendengus. Kembali menatap pintu lift. “Tidak. Aku hanya tidak tega melihatmu terus-terusan merengek meminta ke pantai seperti bayi.”

Hyona tertawa. Gadis itu memeluk lengan Kyuhyun, melihat pria yang lebih tinggi darinya itu dengan alis dinaik-turunkan. “Benarkah? Kau yakin? Dulu kau pernah bilang, ‘jangan dekat-dekat pria mana pun selain aku. Kau milikku, Shin Hyona, ingat itu’. Yakin tidak cemburu?” goda gadis itu.

“Aku tidak ingat,” jawab Kyuhyun dingin. Meski dalam hati lelaki itu mengumpati Hyona habis-habisan karena beraninya menggoda Kyuhyun seperti itu.

Hyona mengangguk-angguk. Melepaskan pelukannya di lengan Kyuhyun dan bergumam. “Baiklah. Kalau begitu aku akan mencoba peruntunganku mendapatkan laki-laki tampan nanti.”

“Lakukan saja.” Kyuhyun mendengus, pura-pura tak peduli. Meski dalam hati merancang rencana jahat apa saja yang bisa ia lakukan jika Hyona benar-benar melakukan ucapannya. Mengubur si pria hidup-hidup dan menghukum Shin Hyona dengan caranya sendiri.

***

Hyona tak berhenti berdecak kagum melihat pemandangan matahari terbit di depannya. Berulang kali mengangkat kamera, mengabadikan pemandangan-pemandangan sekitar pantai yang menarik minatnya. Sepanjang langkah menyusuri pantai juga selalu memeluk lengan Kyuhyun manja. Benar-benar momen yang ingin Hyona nikmati tiap detiknya.

Setelah puas menikmati sunrise, mereka kembali ke hotel untuk sarapan di sana kemudian mandi sebelum akhirnya kembali ke pantai lagi. Keduanya sempat berdebat panjang sebelum pergi ke pantai. Kyuhyun melarang Hyona memakai baju putihnya. Karena meskipun panjang hingga setengah paha, tapi bahan baju itu cukup transparan, memperlihatkan bra juga short pants putih yang gadis itu kenakan. Tapi Hyona bersikeras untuk mengenakan itu.

“Jangan pakai itu!”

“Tapi aku ingin memakainya.”

“Ganti bajumu atau kita tidak akan ke pantai sama sekali!”

“Tidak mau! Dasar tukang mengancam!”

Kyuhyun membongkar isi tas Hyona. Mengambil kaos blaster berwarna merah putih dan memberikannya pada Hyona. “Pakai ini saja!”

“Tidak mau. Kau saja yang pakai.”

“Shin Hyona!”

“Cho Kyuhyun!”

Kyuhyun mendesah frustrasi. Lelah mendebat Hyona yang selalu bisa membuat Kyuhyun kewalahan dengan tingkahnya. Sudah cukup Kyuhyun cemburu dengan fakta akan banyaknya teman-teman kampus mereka yang menyukai Hyona karena paras, tubuh, otak, dan kemampuan bergaulnya. Tidak perlu menambah rasa frustrasi Kyuhyun dengan menggunakan pakaian seperti itu dan mengundang lebih banyak lagi pria yang memerhatikannya. Setelah menekan egonya kuat-kuat, Kyuhyun akhirnya berkata, “Aku tidak mau pria-pria di luar nanti melihatmu seperti singa kelaparan. Aku tidak suka. Aku cemburu sampai rasanya aku ingin mencongkel mata pria-pria yang menatapmu liar seperti yang dilakukan Lee Hyukjae waktu itu dan aku sangat marah melihatnya. Jika kau ingin berpakaian seperti ini cukup di depanku saja. Kau bahkan boleh telanjang sesuka hatimu jika kau mau. Tapi hanya di hadapanku. Tidak di depan laki-laki lain.”

Akhirnya Hyona menyerah dan mengenakan kaos yang Kyuhyun berikan. Meski sedikit kecewa, namun ia senang karena Kyuhyun melakukan itu demi kebaikannya sendiri.

Selama ini Hyona selalu memperhatikan penampilannya, mengenakan apa pun yang menurutnya bagus ia kenakan tanpa memperhatikan pikiran orang lain, terutama para laki-laki. Ia jarang sekali berpikir apa yang ia kenakan akan mengundang pikiran buruk laki-laki, karena selama ini teman-teman prianya tak pernah menunjukkan attitude buruk terhadap Hyona. Tapi setelah dipikir lagi, Kyuhyun ada benarnya juga. Kejadian Lee Hyukjae dulu menjadi pembelajaran tersendiri untuknya. Betapa beruntungnya ia memiliki Cho Kyuhyun yang selalu siaga melindunginya.

Mereka menghabiskan waktu seharian penuh di pantai. Melupakan fakta bahwa usia mereka telah menginjak angka 22 tahun dengan bermain air dan pasir pantai hingga pakaian keduanya yang mengandung unsur warna putih tidak lagi berwarna putih. Mengabadikan setiap momen menggunakan DSLR yang selalu menggantung di leher Hyona. Gadis itu bahkan kecolongan beberapa kali kameranya hampir terkena ombak, menyalahkan Kyuhyun atas kecerobohannya sendiri yang kemudian lelaki itu akan balik mengatai betapa bodohnya Hyona kenapa tidak membawa kamera underwater saja. Padahal sudah jelas tujuan mereka adalah air laut.

Sore harinya mereka kembali ke hotel untuk membersihkan diri. Kemudian pergi ke market terdekat untuk membeli bahan-bahan pesta barbeque sederhana yang akan mereka lakukan nanti malam. Dan lagi-lagi Kyuhyun terkena omelan Hyona. Karena baru berpisah sebentar untuk Hyona membeli bumbu dan beberapa sayuran, Kyuhyun sudah membeli beberapa kilogram daging sapi, seafood, dan daging olahan lain. Lelaki itu bahkan membeli sebuah panggangan baru.
Astaga! Padahal Hyona sudah berniat meminjam alat pemanggang pada penduduk di sekitar pantai. Dan siapa yang akan memakan semua daging yang Kyuhyun beli? Benar-benar pemborosan!

Yak! Berhenti cemberut seperti itu.” Kyuhyun menyikut lengan Hyona yang sedang menyiapkan bumbu di sampingnya. Sedangkan Kyuhyun sendiri memasang kentang, sosis, dan beberapa bahan lain ke tusuk sate. Saat ini mereka tengah berada di halaman belakang hotel yang Kyuhyun sewa mahal khusus untuk pesta barbeque mereka. Dan itu membuat Hyona mengomel lagi atas pemborosan yang Kyuhyun lakukan. Padahal mereka bisa melakukannya di tempat lain yang tidak harus membayar.

“Berhenti merajuk seperti itu. Kalau kau ingin pindah ke tempat lain, ayo. Tapi berhentilah cemberut! Kau benar-benar jelek, asal kau tahu.”

Hyona melotot sesaat pada Kyuhyun sebelum kembali pada aktivitasnya. “Setelah kau membayar mahal tempat ini, kau ingin pindah begitu saja?”

“Aku bisa membatalkannya dan meminta uangku kembali,” balas Kyuhyun.

“Memangnya bisa?”

Kyuhyun mengangkat bahu. “Tidak ada salahnya dicoba.”

“Lupakan,” putus Hyona. “Sekarang pikirkan saja bagaimana caranya agar semua makanan ini habis malam ini.”

“Kita bisa menghabiskannya,” sahut Kyuhyun santai. Menusuk sosis besar di tangannya menggunakan tusuk sate dan melanjutkan, “Kita berdua kan suka makan.”

“Tapi tidak sebanyak ini. Kau kira aku mesin penyedot debu?”

Kyuhyun tertawa mendengar perumpamaan yang Hyona berikan. “Kau ingin aku mencari orang lain untuk membantu kita menghabiskan semua ini?”

Hyona meletakkan pekerjaannya dan berbalik menatap Kyuhyun yang berdiri di sampingnya. “Memang kau ingin mengajak siapa?”

Kyuhyun mengangkat bahu. “Siapa saja. Mau mencarinya?”

Senyum Hyona perlahan terbit. “Ayo!”

Mereka menuju ke pantai, mencari siapa saja yang mungkin bisa diajak menghabiskan seluruh makanan mereka. Awalnya mereka sempat bingung karena malam itu pantai cukup sepi. Tapi mata Hyona langsung berbinar cerah ketika melihat segerombolan remaja sedang duduk melingkar di pantai sambil memainkan gitar.

“Kyuhyun, ayo kita ajak mereka,” seru Hyona bersemangat sambil menunjuk anak-anak itu.

Kyuhyun mengikuti arah telunjuk Hyona. “Kau yakin ingin mengajak anak sekolah?”

“Memangnya tidak boleh? Kita kan tidak minum-minum.”

Kyuhyun mengangguk-angguk. “Baiklah.”

Hyona dan Kyuhyun menghampiri mereka, mengajaknya bergabung di pesta barbeque. Awalnya remaja-remaja itu terlihat ragu. Namun ketika seorang laki-laki yang memegang gitar menyetujui ajakan itu, anggota yang lain ikut setuju.

Kyuhyun, Hyona dan delapan anak itu bersama-sama menuju halaman belakang hotel. Ternyata mereka adalah siswa senior high school yang tahun depan mulai berjuang mencari universitas. Sekolah dan rumah mereka juga tak jauh dari sini.

Tiga laki-laki itu membantu Kyuhyun membakar barbeque. Sedangkan para gadis menyiapkan bahan-bahan yang akan dibakar juga menata makanan yang sudah matang di tikar lebar yang diletakkan di atas rumput.

Eonni, apa udangnya tidak ikut dibakar?” tanya Eunji ketika melihat plastik berisi udang yang masih utuh.”

“Dibakar, tentu saja. Tapi jangan campurkan dengan yang lain. Disendirikan saja,” jawab Hyona.

“Kenapa harus disendirikan?” tanya Yeonjoo yang berdiri di samping Hyona, membantu gadis itu mengiris kentang.


“Karena Kyuhyun alergi udang,” ujar Hyona. “Aku tidak ingin dia ceroboh memakan udang jika tidak disendirikan.”

Eunji mengangguk-angguk. “Baiklah, eonni. Akan kusiapkan.”

Hyona tersenyum. “Gomawo, Eunji.”

Eonni,” panggil Yeonjoo. “Apa kau dan Kyuhyun oppa pacaran?”

Hyona mengangguk sambil tersenyum tipis. “Ya. Memangnya kenapa?”

“Woah! Eonni pasti senang sekali punya kekasih tampan seperti Kyuhyun oppa.”

Yak! Berhenti melirik pria-pria tampan dan perhatikan saja Jung Taejoonmu,” komentar Jessica, gadis keturunan Korea-Amerika itu yang baru saja menghampiri meja mereka setelah meletakkan satu piring besar barbeque yang sudah matang ke tikar. “Bagaimana jika Taejoon mendengar ucapanmu barusan?” lanjutnya sambil melirik laki-laki yang mengobrol entah apa bersama Kyuhyun.

Hyona tertawa menanggapi itu dan obrolan ringan mereka berlanjut ke arah yang lebih menyenangkan. Setelah semuanya siap, mereka duduk melingkar di atas tikar. Menikmati makanan yang menanti untuk disantap ditemani alunan gitar yang dimainkan Ahn Haejin.

Hyung, mainkan satu lagu untuk kami,” kata Haejin sambil menyodorkan gitarnya.

Kyuhyun menelan kentang bakar yang memenuhi mulutnya dan balik bertanya, “Aku?”

Ahn Haejin mengangguk. “Aku ingin mendengar permainanmu, hyung.”

Hyona yang duduk di samping kiri Kyuhyun menyikut lengan lelaki itu. “Kau bisa bermain gitar?”

“Kau meremehkanku?” balas Kyuhyun. Ia mengambil gitar yang diberikan Haejin, memosisikan di atas pangkuannya. “Kau ingin lagu apa?” tanyanya pada Haejin.

“Apa saja, hyung.”

Kyuhyun menunduk, menatap gitar di pangkuannya sambil memetik senarnya ringan, menghasilkan nada sederhana yang apik. Semangat dalam diri Kyuhyun muncul. Sudah lama sekali ia tidak pernah memegang alat musik apa pun. Sejak dirinya memutuskan untuk menenggelamkan mimpi yang ia punya, sebisa mungkin Kyuhyun menjauhkan diri dari segala interaksi dengan musik. Dan malam ini gairah Kyuhyun muncul lagi ketika bertemu dengan Ahn Haejin yang juga sangat mencintai musik. Mereka sempat mengobrol ketika memanggangbarbeque tadi. Lelaki itu merasa hidup lagi, terutama ketika tangannya memegang gitar langsung seperti sekarang.

Do you hear me, I’m talking to you

Across the water across the deep blue ocean

Under the open sky, oh my, baby I’m trying

Boy, I hear you in my dreams

I feel your whisper across the sea

I keep you with me in my heart

You make it easier when life gets hard

Lucky I’m in love with my best friend

Lucky to have been where I have been

Lucky to be coming home again

Ooohh ooooh oooh oooh

Semuanya lihat begitu santai menikmati lagu yang Kyuhyun nyanyikan. Makan sambil sedikit menggerakkan tubuhnya ke kanan-kiri. Dan dari semua orang yang duduk melingkar di sana, hanya Hyona yang menatap Kyuhyun seperti orang bodoh. Matanya menyiratkan kekaguman dan keterkejutan di waktu yang bersamaan. Gadis itu tidak pernah tahu bahwa kekasihnya memiliki suara sespektakuler ini.

“Wah! Oppa, suaramu keren sekali,” puji Jessica ketika lagu yang Kyuhyun nyanyikan berakhir. Gadis itu mengacungkan kedua jempolnya pada Kyuhyun yang dibalas senyum malu oleh pria itu.

Gomawo, Jessica.”

Dan entah dari mana datangnya, rasa cemburu menghampiri Hyona melihat interaksi Kyuhyun dengan Jessica. Kenapa Kyuhyun tersenyum seperti itu hanya karena pujian yang Jessica lontarkan? Menyebalkan! Dalam hati gadis itu juga menyesal, kenapa bukan dirinya yang memberikan pujian untuk Kyuhyun dan membuat lelaki itu tersenyum malu-malu padanya? Dobel menyebalkan!

Mood Hyona semakin buruk ketika Kyuhyun sialan dan Jessica itu kini berduet menyanyikan lagu A Whole New World. Lagu favoritnya. Detik itu juga Hyona akan memasukkan lagu itu ke dalam blacklist, mengubahnya menjadi lagu yang ia benci.

***

“Hyona! Shin Hyona!” Kyuhyun masih mengguncangkan tubuh Hyona yang tidur membelakanginya sejak lima belas menit yang lalu. Kyuhyun merasakannya, sejak mereka makan bersama tadi mood Hyona berubah drastis. Gadis itu terlihat tidak begitu menikmati pesta barbeque mereka. Dan selalu ketus setiap kali Kyuhyun ajak bicara. Lelaki itu tahu gadisnya sedang merajuk, tapi ia tak tahu karena alasan apa.

“Hyona, aku tahu kau belum tidur. Cepat katakan padaku kenapa kau mendiamkanku seperti itu? Kau marah padaku?” tanya Kyuhyun yang tetap tak digubris sama sekali oleh Hyona.

Lelaki itu menghela napas panjang. Mendekatkan tubuhnya ke punggung Hyona dan memeluk gadis itu dari belakang. Dan kali ini usahanya berhasil. Gadis itu merespons dengan melepaskan pelukan Kyuhyun, meski faktanya Kyuhyun tidak menyukai respons yang Hyona berikan. Apalagi kalimat gadis itu selanjutnya.

“Jangan sentuh aku! Aku mau tidur.”

Hyona hendak berbalik kembali membelakangi Kyuhyun, namun dengan cepat lelaki itu menariknya dan membalik tubuh Hyona menghadap dirinya. Kyuhyun memeluk pinggang Hyona, menahan pemberontakan gadis itu agar terus menghadapnya.

“Lepaskan aku!” Hyona melotot pada Kyuhyun yang sama sekali tak diindahkan lelaki itu.

“Katakan padaku. Kenapa mendiamkanku seperti ini? Aku punya salah padamu?”

Hyona mendengus. Menatap wajah Kyuhyun membuatnya teringat dengan wajah bahagia pria itu ketika bernyanyi dengan Jessica tadi.

“Hyona?”

“Apa?!” sembur Hyona ketus. Membuat Kyuhyun kaget dan memundurkan wajahnya sedikit ke belakang. “Jangan tanya padaku! Tanya saja pada Jessica sana. Aku mau tidur.”

Kyuhyun masih tertegun melihat Hyona marah-marah padanya. Kepala lelaki itu bahkan masih terasa kosong ketika Hyona melepaskan lengannya yang melingkar di pinggang gadis itu. Hyona kembali berbalik memunggungi Kyuhyun. Otak Kyuhyun mulai bekerja normal lagi beberapa detik setelahnya dan langsung menangkap satu nama yang tadi diucapkan Hyona. Satu nama yang langsung bisa membuat segalanya jelas di kepala Kyuhyun; Jessica.

Sebuah seringai muncul di wajah tampan Kyuhyun mengetahui apa yang menyerang kekasihnya. Dengan jahil lelaki itu kembali memeluk Hyona dari belakang. Tak memedulikan protes gadisnya, Kyuhyun malah semakin menenggelamkan wajahnya di rambut Hyona, menghirup aroma favoritnya dalam-dalam.

“Apa kau baru saja mengatakan bahwa kau cemburu pada Jessica?”

Suara Kyuhyun terdengar begitu lirih, namun Hyona masih bisa mendengarnya mengingat betapa dekat posisi mereka sekarang. Dan tepat seperti yang Kyuhyun perkirakan, Shin Hyona pasti mengelak.

“Siapa yang cemburu? Menyingkirlah! Aku mau tidur.”

Namun bukan Cho Kyuhyun namanya jika ia menyerah begitu saja. Bukannya menyingkir, pria itu malah semakin mengeratkan pelukannya pada Hyona dan semakin menenggelamkan wajahnya di lekukan belakang leher Hyona yang sedikit terhalang rambut. “Kau cemburu karena aku lebih banyak mengobrol dengannya daripada denganmu?”

Hyona mendengus sebal. Tidak perlu diperjelas, dasar pria tidak peka. “Kubilang pergi sana! Aku mau tidur.”

“Bisakah kau berbalik menghadapku?” Kyuhyun mencium bahu Hyona. “Aku ingin melihat wajah cemburumu.”

Hyona tak menjawab. Gadis itu masih berusaha melepaskan tangan Kyuhyun yang melingkar di tubuhnya namun usahanya sia-sia. Lelaki menyebalkan itu kini bahkan dengan beraninya menciumi lekukan belakang leher Hyona.

Gadis itu berusaha tak peduli. Namun kecupan-kecupan Kyuhyun yang semakin lama semakin intens membuat Hyona tidak tahan. Meski dalam posisi merajuk, sentuhan sekecil apa pun dari Kyuhyun tetap berpengaruh bagi Hyona. Hingga akhirnya dengan kesal gadis itu duduk. Menghadap Kyuhyun yang masih berbaring dan langsung memukuli tubuh lelaki itu dengan bantal.

“Dasar menyebalkan! Tidak peka!”

Yak! Shin Hyona.” Kyuhyun berusaha menangkis pukulan-pukulan Hyona. Namun entah mendapat sumber dari mana, kekuatan gadis itu menjadi begitu kuat. Dengan ganas Hyona terus menyalurkan rasa kesalnya dengan memukuli Kyuhyun.

“Aku membencimu! Kau menyebalkan! Pergi temui Jessica saja, menyanyi lagi saja dengannya! Tertawa terus saja dengan dia! Dasar tukang tebar pesona! Menyebalkaaaannnn!” Hyona berteriak di akhir kalimatnya sambil menekan bantalnya di wajah Kyuhyun hingga lelaki itu kesulitan bernapas.

Karena insting bertahan hidup yang Kyuhyun miliki, pria itu akhirnya bangkit. Melemparkan bantal sialan itu sejauh mungkin dari mereka dan meraup oksigen serakus yang ia bisa. “Kau mau membunuhku?”

Ne!” Hyona berseru kesal. Kemudian kembali berbaring membelakangi Kyuhyun. “Jangan pegang aku! Aku mau tidur. Jangan coba-coba menyentuhku!”

Kyuhyun sudah tidak bisa menahan dirinya untuk tidak tersenyum lebar. Shin Hyona sedang cemburu. Apakah ada hal lain yang lebih menggemaskan dari itu? Memang Kyuhyun akui, dirinya tadi memang lebih banyak mengabaikan Hyona. Namun bukan karena Kyuhyun tebar pesona pada gadis keturunan Korea-Amerika itu seperti yang Hyona katakan. Kyuhyun mengobrol dengan semua anak-anak itu. Hanya saja karena Jessica duduk di samping kanannya, gadis itu memiliki kesempatan lebih di antara teman-temannya yang lain. Dan bagaimana mungkin Kyuhyun menolak ajakan Jessica untuk berduet di saat Kyuhyun sedang nyaman-nyamannya menyentuh musik; hal yang selama ini coba ia tenggelamkan dalam hidupnya.

Kyuhyun turun, memutari ranjang dan berjongkok tepat di depan wajah Hyona yang memejamkan mata. Betapa Kyuhyun ingin mencubit kedua pipi gadisnya yang kini terlihat begitu lucu. Namun sebisa mungkin Kyuhyun memendam keinginannya daripada membuat Hyona lebih kesal.

Masih dengan berjongkok, pria itu menumpukan siku kanannya di atas lutut dan bertopang dagu. Kemudian dengan lirih ia mulai bersenandung.

When I see your face

There’s not a thing that I would change

‘Cause you’re amazing

Just the way you are

Hyona terkejut ketika tiba-tiba Kyuhyun bersenandung lirih di depannya. Perlahan gadis itu membuka mata. Dan hatinya menghangat melihat Kyuhyun menatapnya dan tersenyum dengan teduh. Pria itu kemudian melanjutkan.

And when you smile

The whole world stops and stares for a while

‘Cause, girl, you’re amazing

Just the way you are

Katakanlah Shin Hyona terlalu bodoh. Tapi faktanya kemarahan konyol yang dirasakannya menghilang hanya karena lagu yang Kyuhyun nyanyikan. Untuknya. Lelaki itu tidak melanjutkan senandungnya lagi. Namun mata mereka masih beradu dan Hyona menemukan kehangatan juga cinta di sana.

Dengan lirih gadis itu bergumam, “Benarkah?”

Kyuhyun mengangguk dua kali. “Just the way you are, Shin Hyona,” balasnya.

Senyum malu-malu perlahan terbit di wajah cantik Hyona. “Benarkah?” ulang gadis itu.

Kyuhyun mengangguk satu kali lagi. “You’re the apple of my eyes.

Senyum Hyona mengembang lagi. “Benarkah?”

Dan Kyuhyun tetap masih mengangguk. “Being with you is the best thing in my life.”

Hyona ingin bertanya lagi. Namun ia tak sanggup menyembunyikan semburat kemerahan di kedua pipinya jika Kyuhyun terus melanjutkan kalimat-kalimat gombalannya. Akhirnya gadis itu duduk, kemudian memukul kepala Kyuhyun sekali menggunakan bantalnya meski tidak sekeras tadi. “Dasar tukang gombal.”

“Kenapa kau suka sekali memukulku?” protes Kyuhyun. Kesal karena rayuan yang ia lontarkan justru mendapatkan hadiah pukulan. “Dasar barbar.”

“Salahmu sendiri. Kenapa mengabaikanku dan lebih memilih mengobrol bersama Jessica tadi?”

Kyuhyun menghela napas panjang. Ingin menjelaskan, tapi sepertinya otak Hyona tidak sedang berada dalam tingkat rasionalnya untuk bisa diajak berpikir jernih. Sebenarnya dalam hati Kyuhyun juga ingin mengolok-olok Shin Hyona, siapa yang berkata akan mencari pria tampan tadi pagi, dan siapa yang akhirnya cemburu malam ini? Tapi daripada mengajak berdebat, lelaki itu memilih berkata, “Kalau begitu apa yang harus kulakukan agar kau tidak ngambek lagi?”

Hyona terdiam sesaat. Memikirkan hukuman apa yang menurutnya bisa Kyuhyun lakukan untuknya. Namun kemudian gadis itu teringat lagu yang Kyuhyun nyanyikan baru saja, membuatnya ingin mendengarnya lagi. Omong-omong, Hyona baru tahu kalau ternyata dirinya memiliki kekasih bersuara indah.

“Nyanyikan satu lagu untukku.”

Kyuhyun menaikkan alis. Kepalanya sempat mengira bahwa Hyona akan memintanya melakukan sesuatu yang tidak masuk akal. Namun ketika gadis itu mengutarakan kemauannya, ekspektasi Kyuhyun musnah. Dan kali ini justru mengendus hal menguntungkan untuknya. “Menyanyi satu lagu untukmu?” tanyanya. Ia bangkit dan duduk di pinggir ranjang dengan sebelah kaki yang ia naikkan ke ranjang dan pergelangan kaki menjuntai ke bawah.

Hyona mengangguk bersemangat. “Hm. Aku baru tahu suaramu sekeren itu, dan kau malah sibuk menyanyi untuk orang lain. Mengabaikanku,” jawabnya sambil mengerucutkan bibir di satu kata terakhir.

“Baiklah. Akan kunyanyikan sebuah lagu spesial untukmu.” Kyuhyun berbaring di atas ranjang. Membentangkan sebelah tangannya dan menepuk bahunya memberi tanda agar Hyona berbaring di sana.

Gadis itu juga dengan bersemangat langsung berbaring di atas lengan Kyuhyun. Memeluk perut prianya dengan erat. Melupakan fakta bahwa beberapa menit yang lalu ia baru saja melancarkan aksi ngambek pada Kyuhyun.

Sambil mendekap Hyona yang berbaring dengan nyaman di pelukannya, Kyuhyun mulai melantunkan lagu. Mengulang lagu Just the Way You are dari awal menggunakan tempo yang ia buat sedikit pelan. Tak lupa sesekali Kyuhyun menunduk, memberikan kecupan seringan kupu-kupu pada bibir Hyona yang mereka di sela-sela bait lagunya.

Kyuhyun merasa hari ini benar-benar indah dan ia sama sekali tak ingin melupakan barang secuil ingatan tentang hari ini. Meski dengan kepala yang sedikit berat karena kurang tidur, tapi bahagia yang membuncah dalam dirinya mampu mengalahkan itu. Menghabiskan waktu bersama Hyona, dan hal menyenangkan lain karena ia memiliki satu kesempatan memegang alat musik. Bahkan acara merajuk Hyona juga menambah keseruan di hari Kyuhyun. Ia rela melakukan apa pun untuk mendapatkan kebahagiaan seperti hari ini besok saat ia membuka mata. Seolah tuntutan hidupnya yang berat lenyap dan Kyuhyun diberi kebebasan untuk melakukan semua yang diinginkan.

Cause, girl, you’re amazing

Just the way you are

Kyuhyun mengakhiri lantunan lagunya dengan memberikan Hyona sebuah pagutan mesra. Dalam hati pria itu memohon, agar Tuhan berbaik hati tidak memisahkan mereka. Karena jika itu terjadi, Kyuhyun tidak tahu akan seperti apa hidupnya nanti.

TBC

47 thoughts on “Love and Love (Sequel of Secret Mission) Part 9

  1. Aku lupa sampai part berapa ya yang dulu… pas tau udah update aku langsung baca part ini… lupa part sebelumnya sih… tapi nanti diulang lagi aja dech…
    Semoga mereka tidak dipisahkan ya… berharap… hehehe buat kaka author semangat lanjutin ya….

    Suka

  2. mian eonn baru komen di part ini…
    penasaran sih jadi kebut dari part 1 sampe yang ke 9 ini

    hufttt jengkel banget sih sama 2 kakek bersahabat itu, apa lagi sama kakek nya kyu, apa ya yg dia pikirin tu cuma perusahaan aja, apa dia gak berpikir apa yang di inginkan cucu nya dan apa yang bisa buat cucu nya bahagia….
    duhh jengkelin banget tau gak sih

    lanjut next part kak

    Suka

  3. NB : tanda baca sama dengan (=) itu artinya sebenarnya/seharusnya.

    Menegak minuman (badannya menegak/menjadi tegak) = menenggak minuman (meneguk minuman). Barusan = batu saja. Semuanya lihat begitu santai = semuanya terlihat begitu santai. Ngambek = marah.

    Kalo bisa hindari kata ‘Kan’, ‘duh’, ‘sih’, ‘ngambek’, dll. Karena kata tersebut masuk ke dalam kata yang nggak baku atau masuk ke dalam bahasa gaul/sehari-hari.

    Typo jangan dipelihara.
    Keep writing!!

    Suka

  4. Perasaan ku sm ky perasaan kyu. Gak bisa pisah sm hyona.. Aku gak bisa pisah dr ff ini.. Oh my god
    Thorrr palliii updateee… Ini jantung rasanya mau meledak menunggu cerita selanjutnya
    sambil nunggu author update. Sambil berdoa semoga hyona hamil. Biar kakek kyu seneng punya cicit

    Suka

  5. ya tuhan kakeknya kyuhyun kok jahat banget sih kasihan kyuhyunnya hidupnya sudah di atur” sejak kecil dan sekarang pernikannya juga di atur? Apa kakeknya ga berfikir kalo kyuhyun sama ahyoung itu hanya buat ahyoung sakit hati. Pliss thor romantisnya kyuhyun-hyona jangan sampe hilang kasihan mereka, hyona sama jessica sja sudah cemburu seperti itu apalagi sama ahyoung? Yang notabennya adalah sahabatnya sendiri. Ditunggu kelanjutannya yaa thor dan selamat mengetik.
    -yri-

    Suka

  6. Maniissss
    Semanis madu atau gula yaa ??? :3

    Tapi, pasti setelah yang manis² tar ada paitnya 😦
    Jangan dulu deh ya ?!
    Biar puas dulu mereka manis²annya ^^
    Tapi jangan juga d kasih yang pait terlalu pait ya next partnya XP

    Suka

  7. Merasakan apa yang dirasakan kyuhyun, author baper aku ….
    Kyuhyun berjuang sendiri, seharusnya terus terang.
    jangan nanti malah hyona tersakiti..
    Semangat thor!!

    Suka

  8. THOR TOLONG HAPUS “SAD” DONG DI GENRE NYA :”) GANTI JADI HAPPY AJA DONG PLISSS GA MAU, GAMAU SAMPE MEREKA GA JADI huhu 😦

    SEMANGAT THOR(jangan lama2 aku penasaran :”) )

    Suka

  9. senang deh, sekali baca langsung dua part….

    ahh… semoga saja mereka bisa bertahan dengan badai yg akan datang.
    kakek cho si mainnya ngk sportif, pake maksa, ntar dikit lagi make ngacam tuhh…

    Suka

  10. Garam mana garam ??? Atau cuka atau lada atau apa deh buat penetral, terlalu maniiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiis part ini n part 8 😍😍😍 I’ll be waiting for the next chap, authornim….

    Suka

  11. Manis manisan mereka… semoga klo balik ke seoul si kyukyu gak langsung di hadiahi pertunangan… 😂😂😂
    Kabur aja kyu klo dimnta bertunangaa… 😂😂

    Suka

  12. gk kebayang gimana sakit hatinya hyona kalo tau kyuhyun di jodohin mah ahyoung…
    Part ini ma yg ke 8 itu part iri”nya,part termanis dan paling ngegemesin.
    Kuyun akhirnya nemu pujaan hatinya kasian kalo mereka pisah.jangan pisahkan mereka kakak…
    Part slanjutnya ditunggu slalu^^ fighting!

    Suka

  13. part 8 sama 9 Kyu-Hyona moment banget wkwkwk sukaa💕💕 please biarkan kyuhyun bahagia sama hyona😂 abis ini kayanya ada yang saling menyakiti dan ada yang terluka wkwkw cepet atau lambat pasti hyona tau kalo kyu bakal dijodohin sama ahyoung, kasian hyonaa😭😭 kyuhyun juga kasian kebahagiaanya direnggut, please eomma kyu bantuin dia huhu bakal ada banyak tangisan setelah part ini kalo kata aku ekwkw /sotau😂/
    fighting yaa thor lanjutinnya kami menunggu wkwk💪🏻💕

    Suka

  14. jangan hentikan kebahagiaan mereka dengan perjodohan pertunangan ituuuuuuu, gak rela hyona sedih nanti, aku takut selepas dri liburan ini kyu d paksa nanti ama kakeknya ya ampuuuuun,, lanjut cepet donk kek part 8 dan 9 iniiiii , fightiing

    Suka

  15. Uuuhh so sweet bgt siihh.. 🙂
    Tpi nanti pasti hyona sakit hati kalau tau ttg perjodohan kyuhyun.. 😦
    Gk sabar bgt pengen baca part selanjutnya.. 🙂

    Suka

  16. Apa si kakek tega memisahkan hyona dengan kyuhyun mereka berdua pasangan yang so sweet
    Kyunyun pasti tertekan banget harus memilih pilihan yang sangat sulit
    Smoga tuhan mengabulkan keinginan kyuhyun smoga hyona n kyuhyun takan terpisah kan

    Suka

  17. Aaaa aku suka part ini, authoor please jangan bikin sedih part berikutnya 😭😭😭😭 kasian baby kyu sm hyona 😭😭😭

    Suka

  18. Huuh klu begitu caranya cho haraboji. Gimana gk emosi coba, udah main ngatur, egois, dan seperti tdk memikirkan kyu kelihatannya, tp klu ada maksud tersembunyi dibalik sikapnya cho haraboji kan kt gk tw hanya penulisnya yg tw. Iya khan?

    Suka

  19. Lebih baik kyu jujur siapa yg akan jd tunangannya,klu tahu dr org lain pasti sakit hati,klu mungkin hyeona tahu siapa yg akan jd tunangan kyu apa ia merestui karena itu temannya,sekarang tergantung ahyoung……mudah2han kyu sinis,dingin ,cuex,kasar biar ahyoung nyerah aja klu nggak ada cinta percuma aja nikah….

    Suka

  20. Part ini bikin senyum2 sendiri. Kyuhyun mending jujur aja sama Hyona kalo dijodohin, daripada Hyona tau dari orang lain. Parahnya kalo kakeknya Kyuhyun yang datengin Hyona. Jangan deh

    Suka

  21. Wuahh daebak..
    Semoga aja perjodohan nya batal..
    Gimana perasaan hyona klo tau kyu dijodohin ma ahyoung??
    Gk sabar buat nunggu kelanjutan nya..
    Semangat buat author untuk next part nya..

    Suka

  22. Wuuuaaaa makin gak tega kalo liat mereka pisah. Dasar kakek” sebel bener deh sm tu orang. Ayo dong hyona, nikah aja sm kyu. Nanti keburu diambil ahyoung lg kyunya.

    Suka

  23. Ya ampun … Sungguh nyesek ngeliatian kebersaman kyuhyun n hyuna …. Gak ada kebahagian untuk kyuhyun kah ?
    Min tolong perstukan kyuhyun n hyuna … Jeballl …

    Next part

    Suka

  24. Haraboeji bener”dahh, buat cucunya jdi marah. Udah jelas kyu tidak suka sama ahyoung
    Gak rela klo kyu sama hyona pisah gara” perjohohan terkutuk ituu..
    Kyu knpa tidak jelasin aja perjodohannya dengan ahyong secara baik” ke hyona, yaa mungkin nantinya ada konflik tpi kan bisa di perbaikin lagi, daripada nanti hyonanya tau sendiri..
    Next thor

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s