SIDE OF LOVE CHAPTER 3


image

Author : Princess Evil Clouds



Tittle : Love is Punishment.



Category: Romance, Mature.



Cast: Cho Kyuhyun, Lee Hana.



Disclaimer: This story is mine, but character not mine. OOC, typo(s), NOT REAL, this story just for entertaint. If you don’t like, don’t read .





Happy reading





Semakin kau mendekati apa itu cinta, maka semakin dekat pula apa yang namanya itu luka.

Aku menginginkanmu Lee Hana, aku ingin berada di dalam tubuhmu. Kata-kata itu terus terngiang-ngiang di otak Lee Hana. Setiap kali perempuan itu mengingat kata-kata yang diucapkan Cho Kyuhyun, dia selalu merasakan gelenyar aneh dalam tubuhnya. Seperti singa betina yang haus akan sentuhan. Dia menggelengkan kepala pelan, memejamkan mata dan berusaha membuang pikiran-pikiran erotisnya.

“Ada apa denganmu Lee Hana?” geram perempuan itu sendiri, tangannya mencengkeram pinggiran meja kerjanya. Tidak ini tidak boleh terjadi, dia tidak boleh terpesona atau termakan rayuan lelaki itu. Sedikit saja dia menuruti nalurinya, maka rasa benci dan niat balas dendam kepada Cho Kyuhyun juga akan padam.

Sebuah ketukan pintu membuat Lee Hana sedikit menggeram, baru saja dia menetralisir otaknya yang mulai kacau tiba-tiba anak buahnya menganggu aktivitas perempuan itu. Dengan langkah angkuh dia berjalan ke arah pintu, lalu membuka pintu itu dengan sangat kasar.

“Ada apa mencariku malam-malam seperti ini?” Lee Hana bertanya kepada anak buahnya dengan nada sinis, sang anak buah hanya tertunduk ketakutan melihat amarah sang majikan.

“Maafkan saya, Nona Lee. Lelaki itu terus meronta dan berteriak ingin bertemu dengan Anda,” ujar anak buah Lee Hana dengan nada ketakutan.

“Kenapa kau tidak menyumpal mulut kotornya dengan kain saja,” dengus Lee Hana.

“Saya tidak berani jika tidak mendapat persetujuan dari Anda.”

“Kau memang bodoh. Aku akan ke sana.” Anak buah Lee Hana mengangguk paham, dan mempersilakan sang majikan untuk berjalan terlebih dulu. Begitu dia sampai di kamar tempat menyekap Cho Kyuhyun, Lee Hana melihat lelaki itu sedang berusaha untuk melepaskan ikatannya.

“Tidak bisakah kaulepaskan ikatan ini? Aku benar-benar tersiksa,” kata Cho Kyuhyun dengan nada mengeluh.

“Dan tidak bisakah kau tidur? Tidak menggangguku.” Bukannya menjawab pertanyaan Cho Kyuhyun, Lee Hana malah melontarkan pertanyaan yang membuat lelaki itu menggeram kasal.

“Dan tidak bisakah kita berdamai saja?” Lee Hana terkekeh pelan, dia berjalan ke arah Cho Kyuhyun dan duduk di samping lelaki itu. Mengamati setiap jengkal tubuh milik Kyuhyun yang terlihat menggoda.

“Berdamai?” Lee Hana membeo.

Cho Kyuhyun memberengut kesal melihat ekspresi Lee Hana, ingin sekali dia mencekik perempuan yang sedang tersenyum mengejek padanya. Ya Tuhan, kenapa perempuan ini terlihat menyebalakan sekaligus menggairahkan pikir Cho Kyuhyun.

“Sedang membayangkan pikiran erotis, Cho Kyuhyun?”

“Ya, aku membayangkanmu telanjang dan bercinta denganku.”  Kata-kata Cho Kyuhyun yang terdengar vulgar, membuat pipi Lee Hana merona bahkan bagian bawah perempuan itu berdenyut seketika.

Lee Hana menyeringai. “Aku juga berniat bercinta denganmu, tapi setelah melihat tubuhmu yang seperti ini rasa minatku tiba-tiba menghilang.”

Bohong jika Lee Hana tidak tergiur untuk melihat tubuh Cho Kyuhyun lebih dalam, dia sangat ingin, bahkan tangannya juga merasa gatal ingin menyentuh kulit lelaki itu. Kerutan tersinggung langsung muncul di dahi Cho Kyuhyun, selama ini tidak ada yang menghina tentang bentuk tubuhnya. Para perempuan di luaran sana selalu melemparkan tubuh mereka agar bisa disentuh olehnya.

“Aku sangat terhina dengan kata-katamu barusan.” Cho Kyuhyun berpura-pura sedih, berharap perempuan itu akan luluh ketika menatap raut wajahnya.

Lee Hana tersenyum masam, dia berdiri dari ranjang yang tadi didudukinya. Saat dia menengakkan tubuhnya, Cho Kyuhyun tetap berusaha keras untuk mengalihkan pandangannya dari tubuh molek milik Lee Hana. Bayangan-bayangan erotis kembali berputar di kepalanya, Lee Hana sangat mirip dengan jelmaan dewi Yunani. Terutama bibir perempuan itu, bibir yang pernah dicicipinya. Bagian bawah perut lelaki itu mulai bereaksi, dia ingin berada di dalam tubuh Lee Hana sekarang.

Lee Hana bertepuk tangan, dalam sekejap anak buahnya datang kemudian memberi hormat pada perempuan itu.

“Suntikkan dia obat itu!” perintah Lee Hana pada salah satu anak buahnya, alarm Cho Kyuhyun menyala seketika. Lelaki itu berpikir jika Lee Hana akan membunuhnya.

“Obat apa yang kalian maskud?”

Lee Hana kembali menyeringai. “Obat yang akan membuatmu melayang, Sayang.”

Lee Hana berlalu dari kamar itu, meninggalkan anak buahnya yang mengambil sebuah botol berisi cairan berwarna putih dari dalam laci. Menyadari dirinya sedang dalam bahaya, Cho Kyuhyun berusaha berontak dan berteriak.

“Apa yang kalian lakukan?” Cho Kyuhyun masih berusaha memberontak, saat salah satu anak buah Lee Hana mendekat dan mulai menyuntikkan cairan itu ke dalam tubuh lelaki itu. Cho Kyuhyun tidak berdaya saat cairan itu mulai bersatu dengan aliran darahnya, napas lelaki itu mulai terengah-engah.

Setelah menjalankan tugasnya, para anak buah Lee Hana keluar dari kamar itu. Di sana Cho Kyuhyun mulai merasakan panas dalam tubuhnya, rasa panas itu semakin menjalar. Rasa yang tak asing baginya, sebuah rasa yang ingin dipuaskan akan sentuhan. Lelaki itu semakin mengerang pelan, rasa nyeri mulai terasa di pangkal pahanya.

“Lee Hana,” erang Cho Kyuhyun, lelaki itu meringkuk seprainya terasa dingin tapi kulitnya terasa seperti terbakar. Dia bisa merasakan desakan rasa panas, sensasi itu dimulai lagi, semakin kuat, dan berdenyut-denyut nyeri di pangkal pahanya lagi. Sialan, Cho Kyuhyun tahu jika dirinya sedang diberi obat perangsang, lalu dia melihat ke arah pintu. Di sana lelaki itu melihat Lee Hana menutup pintu sambil menyeringai tipis.

“Bagimana, Cho Kyuhyun?” tanya Lee Hana dengan nada mengejek.

Kepala Cho Kyuhyun bergerak ke kiri dan ke kanan, napasnya semakin tersengal. Dia kehilangan kendali sepenuhnya, tubuhnya melengkung, berputar, mendesak, dan dia bahkan tidak sadar dia melakukannya.

“Sa-kit … Lee—Hana,” kata Cho Kyuhyun parau, keringat mulai membasahi seluruh tubuh lelaki itu. Lee Hana tergugu melihat keadaan Cho Kyuhyun saat ini, ada sedikit rasa kasihan pada dirinya melihat tubuh lelaki itu lemah lunglai. Perempuan itu keluar dari kamar menemui para anak buahnya dengan tatapan marah.

“Apa kau memberikan dosis yang banyak?”

“Kami hanya memberikan dua kali suntikan.”

Sebuah tamparan melayang ke pipi salah satu anak buahnya, mata Lee Hana menyalang merah penuh amarah.

“Bodoh! Kau bisa membunuhnya, jika dia tidak mendapat pelepasan.” Ketiga anak buah Lee Hana bungkam, tidak berani membalas kata-kata atasannya.

“Pergi dari rumah ini dan kembalilah besok pagi.” Ketiga anak buah Lee Hana mengangguk hormat dan segera meninggalkan kediaman atasannya. Sedangkan Lee Hana kembali masuk ke dalam kamar Cho Kyuhyun tadi. Dilihatnya lelaki itu semakin terkulai lemas, dia berjalan mendekat ke arah ranjang. Salah satu cara mengobati reaksi obat ini adalah dengan bercinta, pipi Lee Hana menjadi merah muda saat membayangkan bercinta dengan Cho Kyuhyun.

Bagaimana ini, jika Cho Kyuhyun tidak mendapat pelepasan risikonya adalah kematian, karena lelaki itu mendapat suntikan obat perangsang itu melebihi dosis. Dia tidak berniat membunuh Cho Kyuhyun, melainkan menyiksa lelaki itu. Lee Hana menelan ludah susah payah, dia mencengkeram gaun tidurnya erat. Ya Cho Kyuhyun harus mendapatken pelepasan, otomatis dirinya harus bercinta dengan lelaki itu.

“Tolong … aku. Aku—aku butuh—―” ujar Cho Kyuhyun dengan nada parau, tenggorokan Cho Kyuhyun begitu kering karena rasa panas sampai dia hampir tidak bisa mengucapkan kata-kata itu. Lee Hana mulai naik ke atas rajang, dan perlahan mulai membuka ikatan tali yang mengikat tangan dan kaki lelaki itu.

“Ssttt…” Cho Kyuhyun mengeram saat tangan lembut Lee Hana tidak sengaja menyentuh kulitnya saat membuka tali itu. Setelah Lee Hana berhasil membuka seluruh ikatan tali Cho Kyuhyun, perempuan itu langsung ditarik oleh lelaki itu.

Cho Kyuhyun menindih tubuh Lee Hana kemudian langsung menghujami wajah perempuan itu dengan ciuman. Awalnya Lee Hana berusaha memberontak karena ciuman yang dilakuakan Cho Kyuhyun amatlah brutal, lelaki itu mencium bibirnya tanpa ampun. Tidak hanya itu Lee Hana mengerang ketika denyutan itu meningkat seiring sentuhan tangan Cho Kyuhyun yang menyentuh kedua payudara mliknya. Otak perempuan itu memberontak apa yang dilakukan lelaki itu dengan jari-jarinya, tetapi perempuan tidak kuasa menutupi diri ketika nalurinya juga menginginkan seorang lelaki bernama Cho Kyuhyun.

“Lepaskan aku Cho Kyuhyun!” ujar Lee Hana saat ciuman Cho Kyuhyun beralih ke leher perempuan itu, jubah tidurnya mulai terlepas menyisakan gaun tidur yang terbuat dari sutra. Gaun itu tipis, kerena Lee Hana dapat merasakan milik Cho Kyuhyun yang menekan keras perutnya. Ditambah lagi sekarang Cho Kyuhyun telanjang jadi dia benar-benar bisa merasakan jika lelaki itu dikuasi gairah yang besar.

“Aku menginginkanmu, ingin berada di dalam dirimu,” bisik Cho Kyuhyun parau, lelaki itu tersenyum tipis di telinga Lee Hana.  Ciuman lelaki itu turun ke bawah, menyingkap gaun tidur milik perempuan itu kemudian melepaskan celana dalam Lee Hana.

Tidak ada penolakan sedikitpun dari Lee Hana, dia hanya bisa pasrah saat Cho Kyuhyun melakukan itu. Lee Hana menahan napas saat lelaki itu meletakkan kepalanya di antara kedua kakinya, lalu bibir Cho Kyuhyun mencium bagian sensitif milik perempuan itu, sekarang Lee Hana benar-benar terguncang dan kehilangan akal.

Lee Hana menggelengkan kepala pelan, ini tidak boleh terjadi. Perempuan itu menggelengkan kepala pelan, mengusir gairahnya yang mulai menggebu.

“Kyu, jangan—” Suara Lee Hana seperti tertelan di tenggorokan, untuk mengatakan hal tersebut pun begitu sulit. Bukannya berhenti Cho Kyuhyun dengan sengaja menggerakkan lidahnya dengan liar, tak hanya itu tangan lelaki itu juga ikut andil dalam hal tersebut.

Tubuh Lee Hana benar-benar terbakar. Ini salahnya, jika saja dia tidak menyuruh anak buahnya untuk menyuntik obat itu maka Cho Kyuhyun tidak akan bertindak seperti ini. Sedikit rasa sesal menyelimuti hati perempuan itu, nasi sudah menjadi bubur dan dia tidak bisa mundur. Lee Hana mencengkeram kepala Cho Kyuhyun, tubuhnya benar-benar melayang saat ini.

“Aku ingin bercinta denganmu,” ujar Cho Kyuhyun dengan nada parau.

“Tidak Cho Kyuhyun.”

“Aku sakit, dan aku membutuhkanmu, Sialan…” Lee Hana menatap mata Cho Kyuhyun yang berapi-api akibat marah dan kobaran api gairah, wajah lelaki itu mulai pucat karena menahan rasa sakit. Lee Hana memejamkan mata, dia tidak ingin membunuh lelaki itu karena gairahnya sendiri. Dengan menelan ludah susah payah akhirnya perempuan itu mengiyakan.

“Baiklah…” bisik Lee Hana menyerupai embusan angin pantai. Cho Kyuhyun tersenyum penuh kemenangan, hal tersebut membuat Lee Hana ingin menjambak lelaki itu. Dengan tidak sabaran Cho Kyuhyun kembali menindih tubuh perempuan itu, menciumnya dengan lembut berbeda dengan yang pertama tadi. Tangan lelaki itu menjelajahi tubuh Lee Hana dengan cepat, menurunkan tali gaun tidur perempuan itu.

Setelah gaun itu turun hingga perutnya, bibir lapar Cho Kyuhyun mulai mencumbu payudara Lee Hana. Menggoda payudaranya hingga mengeras akibat sentuhan tangan lelaki itu. Akal sehat Lee Hana benar-benar sudah hilang seiring kabut gairah yang mulai menguap bersama semilir angin malam.

Cho Kyuhyun terus menghujami tubuh Lee Hana dengan ciuman, kemudian menarik gaun tidur yang dipakai perempuan itu dan membuangnya ke lantai. Sekarang mereka berdua benar-benar telanjang, wajah Lee Hana mulai merona. Selama ini dia tidak pernah menjalin hubungan dengan lelaki manapun, apalagi sampai ke tahap seintim ini.

“Kau cantik,” bisik Cho Kyuhyun sambil mengecup kening perempuan itu, rasa hangat mulai mengalir bersama aliran darahnya. Tak sengaja Lee Hana melihat milik Cho Kyuhyun, dia menelan ludah susah payah saat melihat benda itu mengeras. Apakah akan muat, batin Lee Hana.

Melihat ketidakyakinan di mata Lee Hana, lelaki itu tersenyum lembut dan berbisik, “Kau tidak perlu takut, aku akan pelan-pelan.”

Cho Kyuhyun mulai merenggangkan paha Lee Hana, lelaki itu kembali mencium Lee Hana memposisikan tubuhnya di antara paha perempuan itu kemudian memasuki secara perlahan. Menangkup wajah Lee Hana dengan kedua tangannya yang besar. Dia ingin melihat perempuan mencapai puncak dan mendesahkan nama Cho Kyuhyun seorang, melihat kenikmatan tersirat di mata perempuan itu. Cho Kyuhyun menghunjam dalam-dalam—dan Lee Hana menjerit pelan.

“Astaga, Lee Hana!” Cho Kyuhyun terkesiap saat menyadari miliknya menembus sesuatu di dalam sana. Perempuan itu tidak menjawab. Dia memejamkan mata, dan sebutir air mata bergulir dari salah satu sudut matanya. Cho Kyuhyun mengumpat pelan, sekaligus bangga karena dia lelaki yang pertama bagi Lee Hana.

“Aku akan bergerak,” bisik Cho Kyuhyun, lelaki itu kembali mencumbu Lee Hana dengan penuh gairah. Lalu bergerak, menarik miliknya sedikit kemudian mendorongnya lebih dalam. Seakan terbawa oleh suasana, perempuan itu juga menggerakkan pinggulnya, membuat Cho Kyuhyun mengerang nikmat. Aroma keringat dan parfum berbaur menjadi satu, menjadikan candu bagi kedua anak manusia itu.

Cho Kyuhyun mengerang, menggertakkan gigi, membiarkan tubuh mereka bergerak tanpa henti, tidak butuh waktu lama untuk melambung melewati puncak bersama Lee Hana. Namun, Cho Kyuhyun masih belum merasa puas, napas mereka semakin memburu seiring gerakan tubuh mereka yang semakin tak terkendali.  Akhirnya mereka berdua kembali mencapai klimkas, dan mendengar Lee Hana menggumamkan nama Cho Kyuhyun.

Cho Kyuhyun ambruk di atas tubuh Lee Hana, napas keduanya terengah-engah. Lelaki itu melihat wajah kelelahan milik perempuan di bawahnya, dia mengecup kening Lee Hana sebelum akhirnya melepaskan kontak tubuh mereka.

Lee Hana meringis pelan saat Cho Kyuhyun melakuan itu, tapi akibat rasa lelah yang kian mendera tubuhnya dia pun memjamkan mata yang mulai terasa mengantuk. Cho Kyuhyun merapatkan tubuhnya pada Lee Hana, entah sadar atau tidak dia memeluk pinggang perempuan itu dengan erat.

“Terima kasih untuk malam ini, semoga setelah ini kau melupakan dendammu padaku,” bisik Cho Kyuhyun tepat di telinga Hana, sebelum rasa kantuk juga mendera lelaki itu.

-o0o-

Seberkas sinar matahari menyelinap melalui calah-celah jendela, Sinar itu rupanya tidak mengganggu sang empunya kamar, terbukti Lee Hana manusia itu masih enggan untuk membuka mata. Namun, beda halnya dengan Cho Kyuhyun. Lelaki itu tengah sibuk menggerutu sejak tadi, dia tidak menyangka jika semalam telah bercinta dengan perempuan yang menculiknya. Ada rasa bahagia sekaligus menyesal, bahagia karena mendapatkan yang dia inginkan, dan menyesal karena wanita yang terlihat bak dewi Yunani ini sudah membuatnya kesal. Ingin sekali dia membangunkan perempuan yang masih terlelap dalam buain samudra mimpi itu.

“Lee Hana bangun!” Cho Kyuhyun menyentuh bahu telanjang perempuan itu, sangat lembut itulah yang dirasakan lelaki itu. Ada sedikit gelenyar aneh saat tangannya bersentuhan langsung dengan kulit Lee Hana. Dia menelan ludah susah payah, saat selimut yang dipakai Lee Hana melorot dan memerlihatkan payudara yang terlihat ranum.

Entah sentan dari mana, Cho Kyuhyun menundukkan kepalanya ke arah dada Lee Hana, mengecup puting perempuan itu dengan lembut hingga membuta sang empunya mengerang pelan.

“Apa yang kaulakukan, Cho Kyuhyun?” Lee Hana mendorong kepala lelaki itu dengan keras, dan berhasil membuat Cho Kyuhyun hampir terjungkal.

“Aku hanya membangunkanmu saja,” jawab Cho Kyuhyun dengan wajah tak berdosa. Lee Hana bangun lalu mengeratkan selimut yang dipakainya. Wajah perempuan itu tersipu malu saat Cho Kyuhyun menatapnya intens.

“Aku tidak menyangka kita menghabiskan malam yang sangat menakjubkan.” Cho Kyuhyun berkata sambil bersandar di dashboard ranjang, mendengar itu Lee Hana menatap tajam ke arah lelaki itu.

“Aku hanya ingin, kau tidak mati karena gairahmu sendiri,” tukas Lee Hana penuh penekanan.

“Benarkah?” Cho Kyuhyun mencondongkan tubunya ke arah Lee Hana, dan berhasil membuat perempuan itu mundur beberapa senti.

“Tapi semalam kau juga teramat me-nik-matinya.” Ada penekanan di setiap kata yang diucapkan Cho Kyuhyun, wajah Lee Hana kembali merona hal tersebut malah membuat lelaki itu tersenyum bahagia.

“Tutup mulutmu Cho Kyuhyun! Seharusnya kau berterima kasih padaku, jika tidak mungkin saja kau sudah menjadi bangkai,” ujar Lee Hana penuh amarah, Cho Kyuhyun terkekeh pelan, dasar perempuan keras kepala.

“Semalam aku benar-benar puas. Karena selama ini tidak ada satupun perempuan yang bisa memuaskanku seperti dirimu.” Wajah Lee Hana kembali merona mendengar ucapan Cho Kyuhyun yang cenderung vulgar, tapi dia segera menepisnya dan mensugesti dirinya agar tidak tergoda oleh rayuan lelaki itu.

“Jadi kau membandingku dengan perempuan murahan di luaran sana? Sepertinya menarik, aku bisa saja merayu lelaki hidung belang yang cukup kaya agar memperluas jaringan bisnisku.” Kata-kata yang dilontarkan Lee Hana memancing amarah Cho Kyuhyun, lelaki itu mencengkeram bahu perempuan itu dengan keras dan membuat Lee Hana meringis kesakitan.

“Jika ada yang berani menyentuh tubuhmu barang seinci saja, aku akan langsung memenggal kepala lelaki itu,” ujar Cho Kyuhyun berapi-api.

Lee Hana kembali terkekeh pelan.”Lalu bagaimana dengan Han Yoomi, kau ingin menghianati dia?”

Cengkeraman Cho Kyuhyun di bahu Lee Hana menggendur, pipinya seakan ditampar keras. Dia melupakan Han Yommi, bahkan dia juga bercinta dengan Lee Hana.

“Aku tidak akan menghianati Han Yoomi, karena dia adalah perempuan yang begitu baik.”

Dada Lee Hana seperti tertusuk sembilu mendengar pernyataan Cho Kyuhyun. Tidak Lee Hana ini bukan rasa cemburu, kan? Perempuan itu bertanya dalam hati, terdiam sambil mencerna pergolakan yang terjadi di hati kecilnya. Dia semakin mencengkeram selimut yang dipakai, kemudian menatap lelaki yang ada di depannya.

“Lalu kenapa kau menjalin sebuah affair denganku? Hubungan kita menujukkan jika kau mulai merasa bosan dengan Han Yoomi.”

Cho Kyuhyun diam seribu bahasa. Jenuh, apakah dia mulai bosan dengan Han Yoomi, apakahn dia mulai tertarik pada perempuan yang menculiknya sekarang. Cho Kyuhyun menggelengkan kepala pelan, tatapannya berubah tajam saat menatap Lee Hana.

“Kau yang merayuku,” tukas Cho Kyuhyun.

“Lancang sekali kau mengatakan hal itu?” Sebuah tamparan mendarat di pipi Cho Kyuhyun yang berwarna pucat, memimbulkan warna merah yang membekas di pipi lelaki itu. Tidak ingin berlama-lama berada satu kamar dengan Cho Kyuhyun, Lee Hana beranjak dari rajang dan memunguti gaun tidurnya yang berserakan di lantai kemudian meninggalkan kamar tersebut.

Ada rasa penyesalan di hati Cho Kyuhyun, dia tidak seharusnya mengatakan jika Lee Hana yang merayunya. Karena dia sendiri yang menggoda dan menawarkan sebuah affair kepada perempuan itu, tapi dalam hal ini Lee Hana juga bersalah. Perempuan itu menculiknya tanpa sebab yang jelas. Aku harus mencari tahu kenapa dia menculiku, batin Cho Kyuhyun.

“Astaga ternyata tangan mungilnya bisa membuat pipiku terbakar,” dengus Cho Kyuhyun.

Di sisi lain, setelah Lee Hana membersihkan diri dia terduduk di ranjang kamarnya sambil menangis, dia menangis karena marah akan kata-kata Cho Kyuhyun tadi dan menangis karena menjadi perempuan yang tidak berdaya karena seorang Cho Kyuhyun. Dia menyeka air matanya, tak lama kemudian pintu kamarnya diketuk dari luar.

“Ada apa?” tanya Lee Hana dingin.

“Paman Anda masuk rumah sakit.” Lee Hana membatu seketika mendengar laporan dari salah satu anak buahnya, pikiran perempuan itu kembali berkecamuk.

“Aku akan ke Seoul, jaga lelaki itu jangan sampai kabur.” Anak buah Lee Hana mengangguk paham kemudian pergi dari kamar itu, sedangkan Lee Hana kembali masuk dan mulai menyiapkan bara-barang yang akan dibawanya. Tidak sampai tiga puluh menit perempuan itu sudah rapi, dan meminta anak buahnya untuk mengantarkan ke bandara. Perjalanan menuju bandara membutuhkan waktu tiga puluh menit, karena jarak vila dari bandara hampir dua puluh kilo. Vila yang digunakan Lee Hana untuk menculik Cho Kyuhyun termasuk pinggiran Jeju.

Sesampainya di bandara Lee Hana dia harus menunggu lima belas menit lagi, pikiran perempuan itu semakin kalut memikirkan yang tidak-tidak tentang pamanya. Dia tidak ingin terjadi sesuatu pada sang paman, cukup mereka kehilangan sang bibi dan para saudara panti asuhan beberapa tahun silam.

Pesawat yang ditunggu Lee Hana akhirnya tiba, perempuan itu segera masuk ke dalam pesawat setelah melewati beberapa prosedur. Di dalam pesawatpun pikiran peremuan itu terus melayang, di sisi lain memikirkan Cho Kyuhyun dan di sisi lain memikirkan sang paman. Setelah kurang lebih satu jam perjalanan, Lee Hana tiba di Seoul. Perempuan itu segera naik taksi dan meminta sopir untuk mengantarkan ke Rumah sakit. Begitu sampai di rumah sakit, dia menuju kamar rawat sang paman. Sebelum Lee Hana naik pesawat salah satu pengawalnya memberi tahu di mana pamanya dirawat.

“Kim Yesung-ssi, bagaimana keadaan pamanku?” tanya Lee Hana begitu dia sampai di kamar yang merawat Kim Hyunsik.

“Kondisinya sudah stabil, Nona Lee. Tuan Kim hanya telat makan saja,” ujar Kim Yesung setengah takut.

“Bukannya aku sudah mengatakan jaga pola makan Pamanku,” desis Lee Hana, Kim Yesung tidak berkata lagi, lelaki itu teramat takut jika membalas ucapan sang nona.

“Aku akan menemui dokter.”

Lee Hana langsung beranjak dari tempat itu menuju ruangan dokter yang merawat pamannya. Saat di koridor rumah sakit dia tidak sengaja bertemu dengan Han Yoomi yang kebetulan juga sedang berada di sana.

“Lee Hana-sii!” sapa Han Yoomi.

“Han Yoomi-ssi.”

“Sedang apa kau di sini?” tanya Han Yoomi.

“Pamanku masuk rumah sakit. Lalu kau?” Lee Hana bertanya balik.

“Aku sedang mengantar Ibuku check-up.”

Lee Hana mengangguk pelan, tidak sengaja dia melirik ke arah leher Han Yoomi dan melihat sebuah kalung liontin. Kalung itu, bukankah kalung itu miliknya yang diberikan paman Kim saat ulang tahunku yang keenam, batin Lee Hana.

“Kalung itu bagus,” pancing Lee Hana.

“Ini kalung pemberian Cho Kyuhyun.” Emosi Lee Hana mulai naik, lelaki brengsek itu memberikan kalungnya kepada sang kekasih. Selama ini dia mencari kalung itu, jadi Cho Kyuhyun yang mengambilnya.

“Beruntung sekali.”

Wajah Han Yoomi tersipu malu mendengar pujian yang dilontarkan Lee Hana. Akan tetapi berbeda dengan Lee Hana, perempuan itu sedang menahan emosi yang mulai memuncak. Berani sekali Cho Kyuhyun memberikan miliku pada perempuan lain. Well, sepertinya aku semakin tertantang untuk menghancurkanmu Cho Kyuhyun batin Lee Hana.

“Dia memang lelaki yang baik,” jawab Han Yoomi, baik menurut kamusmu Han Yoomi-ssi batin Lee Hana lagi.

“Ya, aku percaya akan hal itu.” Lee Hana berusaha menutupi kebenciannya terhadap Cho Kyuhyun di hadapan  kekasih lelaki itu.

“Kalau begitu aku akan ke apotek terlebih dahulu untuk menebus obat.”

Lee Hana hanya mengangguk pelan dan tersenyum manis, melihat siluet tubuh Han Yoomi yang semakin hilang di lorong koridor. Lee Hana mencengkeram tas selempangnya, dia menggertakan gigi. Kilatan dendam semakin tersirat di mata hitamnya, perempuan itu mengurungkan niat untuk bertemu dokter yang merawat sang paman.

Lee Hana kembali ke kamar rawat pamannya, dia melihat sang paman masih terlelap dalam tidurnya dengan bantuan alat pernapasan. Perempuan itu mendekat ke arah Kim Yesung yang masih setia menunggu di kursi yang telah disediakan.

“Kim Yesung-ssi,” ucap Lee Hana pelan, Kim Yesung segera berdiri dan memberi hormat.

“Kautahu Han Yoomi, bukan?” Lee Hana bertanya dengan nada dingin, Kim Yesung hanya mengangguk paham. Lalu perempuan itu tersenyum miring penuh arti ke arah lelaki itu, tanpa mengucapkan sepatah kata, Kim Yesung kembali mengangguk dan beranjak dari tempat itu.

Setelah kepergian Kim Yesung, perempuan itu berjalan mendekat ke arah pamannya. Mengusap wajah sang paman yang begitu dicintainya. Saat tangan lembut Lee Hana menyentuh wajah Kim Hyunsik, lelaki tua itu terbangun dan menggenggam tangan perempuan itu dengan lembut.

“Paman baik-baik saja?” Air mata Lee Hana mulai mengambang di pelupuk mata perempuan itu, Kim Hyunsik tidak menjawab tapi malah tersenyum manis.

“Apa kau masih berniat balas dendam?” Suara Kim Hyunsik terdengan lemah dan parau, Lee Hana tergugu tidak bisa berkata apa-apa.

“Ingat, rasa dendam kelak yang akan menghacurkanmu.”

“Aku tahu itu, aku lebih memilih hidupku hancur dari pada dendammu tak terbalaskan.” Kim Hyunsik menghela napas panjang mendengar kata-kata perempuan yang sudah dianggap keponakannya sendiri.

“Kau tidak seperti Lee Hana yang dulu. Yang manja dan periang.”

See you next part :p

50 thoughts on “SIDE OF LOVE CHAPTER 3

  1. Rasa sakit di masa lalu lebih mondominasi daripada rasa bahagia di masa depan.. percayalah semua tidak akan berakhir jika tidak bisa mengubur rasa sakit itu lebih dalam hingga ke dasar laut

    Lanjutkan kak

    Suka

  2. Omg lagi seru” nya baca ekh malah bersambung,,
    Oke eonie aku tunggu kelanjutan part nya,,
    Cerita nya seru ya walaupun aku baru baca part 1&3 aja part 2 kelewat,hehe

    Suka

  3. NB : tanda baca sama dengan (=) itu artinya sebenarnya/seharusnya.

    Kaulepaskan = kau lepaskan.

    Menyebalakan = menyebalkan. Barusan = baru saja. Mengeram = menggeram. Dilakuakan = dilakukan. Perempuan tidak = perempuan itu tidak. Memjamkan = memejamkan. Buain = buaian. Membuta = membuat. Membandingku = membandingkanku. Menujukkan = menunjukkan. Menculiku = menculikku. Pamanya = pamannya. Telat = terlambat. Terdengan = terdengar.

    Kalo salah satu nulis nama dengan Kyuhun, misalnya. Berarti nama yang lain juga harus ditulis seperti itu. Exp : Na ra = Nara. Gitu. Pahamkan?

    Typo jangan dipelihara.
    Keep writing!!!

    Suka

    • Setahuku kata kaulepaskan digabung. Coba cek di wiktionary, itu bentuk pasif dari kata melepaskan. Sama halnya seperti kata kaulakukan, kaukatakan 😂😂

      Suka

  4. Bolehkah saya bilang klo part nya kurang panjang???
    Hmmm…baca ff ini kyk ngelihat drama saking detailnya penggambaran suasananya
    🖒🖒🖒
    Siip…Semangat authorniiim

    Suka

  5. Udah mulai goyaahhhh
    Ehh
    Malah d pancing lagi !

    Jadinya makin nambah kaannn ???!!!!

    Apa akhirnya bakalan hilang dendamnya ? Atau malah apa yang pamannya bilang bakalan kejadian ?!
    Hancur ???

    Suka

  6. Iiihhhh kyu’y masih labil gitu??? Udah pilih hana aja tinggalkan yoomi….suka sama sifat lee hana… Jangan mudah goyah pendirianya..balas dendam harus di balaskan….#akungomongapacoba??? Buat authornya tetep 화이팅 네!!!!!

    Suka

  7. kan hana yg merasakan sakit disana sini duuuh kyu, jangan jadi laki nyebelin deh kyuh, jangan enaknya aja tentukan pilihanmu,

    Suka

  8. Huhhhh.. hana kemakan dendam buta (?) Ini .. hahahh
    Trus sikyukyu jg. Knpa seenaknya ngasih barang org..
    Mereka ber2 sama2 salah menurut kuu.. 😁

    Suka

  9. s kyu brang mlik org lain main dksih aja biat kksih na,dsar kyu bner” deh…
    tpi bner kta pamannya,jgn bls dndam hana itu bkal hncurin dri sndri..

    Suka

  10. Duh kok aku malah kasian sm hana ya. Si kyu jahat banget kalung punya orang maen kasi”in ke cewenya aja. Buat hana stay strong ya….

    Suka

  11. Jangan bilang klo target Hana selanjutnya itu Han Yoomi. Kok jadi mengerikan begini? Emang, klo orang sudah dibutakan dendam bisa jadi sangat mengerikan.

    Suka

  12. Knpa kyu mencri tw lagi ttg alasan hanna memcliknya? Bkanya hanna udh ngomong sma kyu? Gak yakin hanna bklan bsa blas dendam sma kyu, tdi aja mrka bercinta wkwk.
    Lanjut yah thor, dan sdkit lboh pnjg 😄 figthinggg 🙆🙆🙆

    Suka

  13. Aku rasa balas dendam lee hana tidak akan berhasil , malah akan menghancurkan dirinya sendiri, dan kyuhyun akan membuatnya sakit hati .

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s