Trapped to You Part 1


 

Author : elhyona

Title : Trapped to You [Part 1]

Cast : Cho Kyuhyun, Shin Hyona, etc

Category : NC21, Romance, Sad, Chapter

Cover : Clairvoyant @Art World

Shin Hyona terkejut. Ia mengalihkan perhatiannya dari ponsel yang ia pegang menuju Ahn Chaerin yang kini duduk di hadapannya. Hyona menatap sang manajer sesaat, seolah sedang mencari tahu apakah yang dikatakannya baru saja merupakan suatu kebenaran atau tidak.

“Kau bilang tadi Cho Kyuhyun?” tanya Hyona pelan, namun sarat akan ke tidak sukaan.

Ahn Chaerin mengangguk satu kali. “Ya. Aku baru saja diberitahu oleh tim produksi. Mereka mengatakan Cho Kyuhyun telah menyetujui tawarannya menjadi tokoh utama pria.”

“Kau tidak sedang menipuku, kan? Jangan bercanda, eonni!” desak Hyona. Ia tidak berteriak, namun suaranya pelan, namun justru terdengar frustrasi.

“Tidak, Hyona. Aku tidak bercanda,” kata Chaerin. “Aku baru saja mendapat beritanya. Kau bisa bertanya langsung pada tim produksi jika tidak percaya.”

Shin Hyona menghela napas panjang dan memejamkan mata. Frustrasi. Bingung. Kesal. Marah. Tangan gadis itu terangkat, mengurut kening cantiknya yang mendadak terasa berdenyut. Sial. Kenapa harus Cho Kyuhyun?

“Hyona, kau tidak apa-apa?” tanya Ahn Chaerin pelan. Ia tahu, aktrisnya saat ini pasti tengah frustrasi dengan berita yang baru saja ia bawa. Sebenarnya Chaerin juga tidak ingin membuat Hyona seperti ini. Namun ia bisa apa? Sebagai seorang manajer, bukankah sudah menjadi kewajibannya menyampaikan berita semacam ini pada Hyona. Meski Chaerin tidak memberitahu pun, toh nanti Shin Hyona juga akan tahu sendiri.

Hyona membuka mata dan menegakkan kepalanya menatap Chaerin. “Apa aku harus mundur sebagai pemeran utama wanitanya saja?”

Chaerin sebenarnya ingin mengiyakan, tapi, “Tapi kau sudah menyetujui ini sejak lama, Hyona. Kau juga sudah menandatangani kontraknya.”

“Tapi itu sebelum aku tahu siapa pemeran utama prianya yang akan menjadi lawan mainku.” Hyona lebih frustrasi lagi. “Bukankah sebelumnya Cho Kyuhyun tidak masuk kandidat aktor yang akan memainkan peran itu? Kenapa bukan Song Joongki saja? Dan bukankah kemarin Kim Woobin yang akan mendapatkan perannya?”

“Aku juga tidak tahu kenapa tiba-tiba peran itu jatuh pada Cho Kyuhyun,” sahut Chaerin, menatap Hyona dengan iba.

Hyona menghela napas. Oh Tuhan, kenapa bisa begini? Kenapa harus Cho Kyuhyun yang menjadi lawan mainnya? Jika saja dari awal ia tahu Kyuhyunlah yang akan menjadi pemeran utama prianya, Hyona tidak akan mau menerima tawaran film ini. Dan sekarang apa yang terjadi? Ia akan bermain bersama Cho Kyuhyun. Itu artinya ia akan menghabiskan masa shooting ini bersama Kyuhyun. Menatap Kyuhyun, bicara dengan Kyuhyun, dan bersentuhan dengan Kyuhyun. Ya Tuhan, bertemu dengan lelaki itu saja Hyona lebih baik masuk jurang.

“Hyona…” panggil Chaerin.

“Apa yang harus kulakukan, eonni?” tanyanya frustrasi. “Aku… aku tidak bisa bertemu dengannya.”

***

Pembacaan naskah perdana telah selesai. Beberapa pemain tampak sedang berbincang satu sama lain. Mungkin sedang membicarakan peran masing-masing, memperdalam karakter, atau paling tidak mengomongkan hal-hal sederhana lain. Tak terkecuali Shin Hyona dan Cho Kyuhyun. Oh, tidak. Mereka tidak sedang saling bicara. Mereka hanya sedang diajak berdiskusi bersama sutradara karena keduanya adalah pemeran utama pria dan wanita. Jadi otomatis mereka diberi perhatian khusus.

Hyona memerhatikan sutradara yang bicara, meski sebenarnya perhatian gadis itu tidak sepenuhnya tertuju ke sana. Oh, tidak. Shin Hyona tidak pernah begini sebelumnya. Tak pernah sekali pun ia mengurangi kadar konsentrasinya pada pekerjaan. Namun kini pikirannya kosong. Jantungnya bertalu. Semua ini hanya karena keberadaan seorang lelaki yang duduk tenang di sampingnya. Lelaki sialan yang akan menjadi lawan mainnya nanti. Benar-benar sial!

“Cho Kyuhyun, bagaimana dengan tatonya? Kau tidak keberatan, kan?” tanya Park Jongsuk.

Kyuhyun masih menatap sang sutradara dengan wajah datarnya. “Tenang saja. Aku akan segera memasang tato temporer di punggungku. Kupastikan Anda sudah bisa melihatnya saat shooting pertama nanti,” ucap Kyuhyun tenang. Meski dalam hati berpikir apakah dirinya cocok jika memakai tato atau tidak. Tapi Kyuhyun tetap harus melakukannya. Demi pendalaman peran mafia yang ia dapatkan.

Park Jongsuk tersenyum sambil mengangguk-angguk. Ia menatap dua orang di depannya dengan mata berbinar cerah. “Wah! Aku tidak percaya jika kalian yang terpilih menjadi pemeran utama. Shootingkali ini pasti menyenangkan sekali. Adegan ranjangnya nanti pasti tidak akan terlihat kaku.”

Hyona mendelik mendengar ucapan Jongsuk. “Apa? Adegan ranjang?”

Jongsuk dan Kyuhyun terkejut mendengar pekikan Hyona. Beberapa orang yang berada tak jauh dari mereka bahkan ikut menoleh ke arah Hyona.

“Kenapa aku tidak diberitahu sebelumnya akan ada adegan ranjang di film ini?” tanya Hyona lagi, tapi kali ini dengan suara yang lebih pelan.

“Begini,” Park Jongsuk membenarkan posisi duduknya. “Sebelumnya memang tidak ada. Tapi baru saja ada sedikit perubahan naskah.”

“Tapi kenapa harus adegan ranjang? Aku tidak mau,” kata Hyona.Melakukan adegan ranjang dengan Cho Kyuhyun? Astaga. Yang benar saja? Menjalani shooting bersama pria itu saja sebenarnya Hyona tidak mau. Karena ia tahu, mereka juga memiliki adegan pelukan dan ciuman, bahkan ciuman panas. Ia juga tahu bahwa mereka akan membintangi film dewasa karena film ini akan memiliki banyak adegan pembunuhan dan semacamnya. Tapi Hyona benar-benar tidak habis pikir bahwa akan ada adegan ranjang juga. Dan melakukannya bersama Cho Kyuhyun, adalah siksaan tersendiri bagi gadis itu.

“Aku mengerti, kau belum pernah mendapat adegan ranjang di film ataupun dramamu sebelumnya. Tapi kau tenang saja, Shin Hyona. Melakukan adegan ranjang bukan berarti kau akan benar-benar bercinta, kecuali kau sedang membintangi film porno. Kau hanya akan ‘berpura-pura’ bercinta saja,” jelas Jongsuk. Sutradara itu menambahkan, “Lagi pula kau melakukan adegan itu dengan Cho Kyuhyun. Tidak berat, kan, berakting bercinta dengan kekasihmu sendiri?”

Hyona mendengus. Justru itulah masalahnya. Karena ia harus melakukannya bersama Cho Kyuhyun.

Namun kemudian pria yang dari tadi diam kini angkat bicara. Ia bergumam pelan, dengan mata yang masih tertancap pada Shin Hyona. “Sebenarnya kami sudah putus.”

Hyona dan Jongsuk menoleh pada Kyuhyun. Hanya saja Jongsuk yang menatap pria itu lebih lama. Sedangkan saat mata Hyona bertubrukan dengan mata Kyuhyun, gadis itu langsung mengalihkan pandangannya ke arah lain lagi.

“Kalian sudah putus?” tanya Jongsuk penasaran. “Kenapa aku tidak tahu? Media juga tidak memberitakannya. Kupikir kalian masih bersama.”

Kyuhyun akhirnya mengalihkan pandangan menuju sutradara di depannya. “Kami sudah putus lebih dari satu tahun yang lalu. Aku hanya malas memberitahu media.”

***

Malam ini para pemain dan tim kreatif film Devil berpestasebagaipembukaan kerja tim yang akan mereka lakukan dalam pembuatan film. Berbagai jenis makanan tersaji di meja-meja. Berpuluh-puluh botol soju telah dihidangkan, menemani malam panjang mereka. Semua tampak begitu menikmati pesta ini. Semuanya, kecuali seorang gadis yang kini malah sibuk melamun memerhatikan botol sojunya yang tidak habis-habis.

Hyona tidak bisa minum terlalu banyak. Gadis itu akan langsung mabuk meski baru menegak setengah botol soju.Namanya dan kata alkohol seolah tidak bisa disandingkan menjadi satu kesatuan. Maka dari itu, dari tadi ia hanya minum satu gelas saja. Hyona tidak mau mengambil risiko mabuk di acara seperti ini, karena pasti akan sangat memalukan.

Sebenarnya Hyona ingin pulang saja. Ia tidak bersemangat melakukan apa pun. Di ajak bicara oleh temannya saja Hyona hanya menanggapi dengan seadanya. Hyona sudah bosan. Terlebih lagi, ada satu hal yang membuatnya ingin angkat kaki dari sini sekarang juga. Yaitu seorang pria bermata tajam yang duduk di sudut meja yang sama dengan mejanya. Pria itu memperhatikannya secara terang-terangan. Dia seperti cctv yang sedang memantau pencuri. Apa saja yang Hyona lakukan pasti tertangkap di matanya. Cho Kyuhyun sialan! Hyona risi sekali. Jika di sini tidak ramai, Hyona pasti sudah meneriaki laki-laki menyebalkan itu dari tadi.

“Hyona, mau minum lagi?” tanya Lee Donghae yang duduk di sebelah kiri Hyona. Gadis itu hanya menggeleng pelan untuk menanggapinya. Lee Donghae juga merupakan seorang aktor. Dan di film ini, lelaki itu mendapatkan peran utama kedua pria, menjadi seorang polisi. Hyona cukup dekat dengan Donghae. Mereka pernah memainkan peran di drama yang sama sebelumnya. Dan Donghae adalah sosok lelaki yang cukup baik untuk dijadikan teman. Ya, teman. Setidaknya itu yang Hyona pikirkan mengenai hubungan di antara mereka.

“Kau terlihat tidak baik. Apa kau sakit?” tanya Donghae lagi.

Lagi-lagi Hyona menggeleng. “Aku hanya malas saja,” sahutnya.

Kwon Yuri yang duduk tepat di hadapan Hyona mencondongkan tubuhnya ke depan. “Hyona, kekasihmu dari tadi melihatmu terus,” katanya berbisik.

Hyona tersendatair liurnya sendiri. Ia terbatuk-batuk sesaat sambil matanya melirik ke arah Kyuhyun yang sialnya pria itu juga -masih- memerhatikannya. Kemudian gadis itu beralih pada Yuri dan mendelik. “Kekasih apa? Aku tidak memiliki kekasih.”

“Eih, jangan berkata seperti itu. Nanti kau bisa benar-benar putus dengan Cho Kyuhyun,” kata Yuri sambil mengibaskan tangannya ke arah Hyona. Gadis itu bahkan menambahkan dengan sedikit berbisik, “Menurutku di manis sekali memerhatikanmu seperti itu. Kau beruntung sekali, Hyona. Kau pasti sangat senang bisa bermain di film yang sama dengannya.”

Hyona mendengus. Senang dari mana? Ia justru tersiksa dengan peran ini. Apalagi memikirkan bahwa nantinya akan ada adegan ranjang. Astaga, Hyona bisa gila!

Dengan kesal gadis itu meraih gelas dan menegak alkoholnya. Merasakan cairan itu mengaliri kerongkongannya sambil memejamkan mata. Kemudian Hyona menuangkan lagi soju ke gelasnya, menatap Yuri sejenak dan berkata, “Aku sudah putus dengan Kyuhyun, Yuri.” Kemudian ia menegak sojunya lagi.

Kwon Yuri terlihat syok dengan berita yang baru saja Hyona katakan. “Benarkah? Kenapa kalian putus? Kenapa aku tidak tahu?” tanyanya dengan suara yang sedikit keras. Membuat beberapa orang yang juga duduk di meja itu menatap ke arahnya.

“Siapa yang putus, Yuri?” tanya Soyou yang duduk berjarak dua orang di samping Hyona.

“Shin Hyona dan Cho Kyuhyun,” jawab Yuri dengan entengnya. Sama sekali tak sadar akan tatapan membunuh Hyona yang dilayangkan padanya. Dan Hyona ingin menelan Kwon Yuri hidup-hidup ketika gadis itu malah bertanya pada Kyuhyun. “Kyuhyun, apa benar kau sudah putus dengan Hyona?”

Pria itu diam. Matanya masih terus tertancap pada Shin Hyona. Hingga beberapa saat kemudian ia bergumam, “Ya.”

“Wah, sayang sekali. Di media sama sekali tidak ada pemberitaan buruk mengenai kalian setelah kalian mengumumkan hubungan kalian tiga tahun lalu. Tidak ada omongan mengenai kalian juga di antara para artis. Kupikir kalian baik-baik saja.”

Ya Tuhan, Hyona benar-benar berharap jika lantai yang ia duduki sekarang bisa menenggelamkannya ke bawah bumi.

***

Tempat itu sudah hampir sepi.Hanya tertinggal sutradara, dua orang kru, Lee Donghae, Shin Hyona dan manajernya, juga Cho Kyuhyun bersama manajernya. Shin Hyona sudah mabuk berat. Gadis itu memutuskan untuk mabuk semenjak pembicaraan mengenai hubungannya dengan Kyuhyun di meja ini dimulai. Ahn Chaerin sedang berusaha membujuk Hyona untuk pulang, tapi gadis itu masih tetap ingin minum. Kyuhyun terlihat masih segar, meski sudah menegak soju entah berapa banyak. Berbeda dengan Hyona, kadar toleransi Kyuhyun terhadap alkohol sangat tinggi. Jadi ia bisa dengan bangga bertahan sampai di penghujung acara. Hingga kini matanya masih bisa bekerja dengan leluasa mengawasi Shin Hyona. Dan Lee Donghae, entah apa yang lelaki itu inginkan dengan terus berdekatan dengan Hyona. Kyuhyun bisa mencium gelagat dari Donghae bahwa lelaki itu ingin mengantar Hyona pulang. Manajer Donghae bahkan sudah tidak terlihat di sini.

Oh, Kyuhyun tidak buta. Mereka sama-sama lelaki. Dan dari kacamata lelakinya, Kyuhyun bisa menilai bahwa Lee Donghae menyimpan rasa pada Shin Hyona.

Tidak. Kyuhyun tidak akan membiarkan Donghae mengantar gadisnya pulang. Meski kata semua orang Lee Donghae adalah pria baik, tapi Kyuhyun tetap tidak akan membiarkan Hyona bersamanya. Tidak dengan siapa pun.

Hyung, bisakah kau pulang naik taksi?” tanya Kyuhyun pada Lee Jaehyun, manajernya yang duduk di sampingnya, tanpa melepaskan pandangannya sedikit pun dari Hyona.

Jaehyun menoleh menatap aktornya. “Memang kau mau ke mana?” tanyanya.

“Ada urusan penting.”

Lee Jaehyun mengangguk tanpa curiga. Ia memberikan kunci mobilnya pada Kyuhyun dan bergumam, “Kebetulan, aku sedikit mabuk. Jadi sepertinya aku tidak bisa menyetir.”

Kyuhyun bergumam. Melihat Hyona yang kini sedang berusaha ditarik Chaerin. Lee Donghae juga bangkit. Sepertinya lelaki itu berencana ingin menggendong Hyona. Maka dari itu secepat kilat Kyuhyun bangkit, menghampiri mereka dan menarik tangan Hyona.

Ahn Chaerin, Lee Donghae, juga Shin Hyona sendiri menoleh melihat kedatangan Kyuhyun. Chaerin dan Donghae menatapKyuhyun tanpa kata, sedangkan Hyona menatap Kyuhyun dan mengerjap beberapa kali.

“Oh, sepertinya aku kenal,” kata Hyona. Ia menunjuk wajah Kyuhyun dengan telunjuknya. “Kau terlihat seperti Cho Kyuhyun.”

Chaerin merangkul Hyona, menjaga gadis yang tidak bisa berdiri tegak itu agar tidak jatuh. “Ayo pulang, Hyona.”

Dengan sigap Kyuhyun menahan Chaerin. “Aku akan mengantarnya,” ucapnya dingin. Ia mencoba mengambil Hyona dari Chaerin, tapi Donghae menahannya.

“Tidak perlu. Biar aku dan Chaerin yang membawanya pulang,” kata Donghae.

Kyuhyun menatap Donghae tajam. “Kau tidak perlu peduli padanya.”

Donghae mengerutkan kening, tidak suka dengan reaksi Kyuhyun. “Kami teman. Dan aku berhak peduli padanya.”

“Kalian sedang bicara apa?” ujar Hyona dengan mata yang berkunang-kunang. Kepalanya terasa berat dan perutnya mual. Rasanya gadis itu sudah tak sanggup berdiri dan mempertahankankesadarannya lagi. Hingga akhirnya gadis itu mulai ambruk tak sadarkan diri.

Lagi-lagi Kyuhyun bergerak cepat. Ketika Hyona limbung, lelaki itu segera menariknya hingga Hyona ambruk di pelukannya. Kemudian dengan cepat ia menggendong tubuh mungil gadis itu sebelum Chaerin maupun Donghae menyela. “Aku akan mengurusnya. Selamat malam.”

***

Kyuhyun meletakkan tubuh Hyona di atas ranjang kamarnya. Gadis itu masih tak sadarkan diri, membuat Kyuhyun dengan mudah membawanya ke apartemennya. Jika dalam keadaan sadar, mungkin Hyona sudah memenggal kepala Kyuhyun saat ini. Dan mungkin hal itu akan dilakukannya saat sudah sadar nanti.

Tapi Kyuhyun tak peduli. Tidak ada cara lain selain seperti ini. Ia merindukan Shin Hyona. Gadis itu tidak tahu bahwa Kyuhyun merindukannya sampai gila, hingga membuatnya langsung menyetujui tawaran film itu ketika tahu Hyona menjadi pemeran utamanya. Kyuhyun ingin mendekati gadis itu lagi, tapi tidak tahu bagaimana caranya. Luka yang ia torehkan pada Hyona dulu cukup dalam, dan Kyuhyun takut Hyona akan menolaknya. Jadi tawaran menjadi lawan main gadis itu tidak akan Kyuhyun sia-siakan. Mungkin ini salah satu cara agar ia bisa dekat dengan Hyona lagi.

Cho Kyuhyun sangat ingin menunjukkan bahwa ia masih sangat mencintai mantan kekasihnya itu.

Kyuhyun duduk di pinggir ranjang, memerhatikan wajah cantik Hyona yang terlelap. Ia menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajahnya, mengelus pipi selembut sutra itu dengan sayang. Tiba-tiba Kyuhyun teringat salah satu kalimat yang pernah Hyona katakan dulu, saat Hyona masih menjadi miliknya.

“Kemarilah, Hyona. Ayo tidur.”

“Sebentar. Aku harus membersihkan make-up ku dulu. Nanti wajahku bisa rusak jika tidur tanpa membersihkan make-up.”

Kyuhyun tersenyum sendiri. Kemudian ia membuka laci nakas, mengeluarkan perlengkapan make-up Hyona yang dulu gadis itu tinggalkan di sini. Katanya biar tidak bingung jika sewaktu-waktu Hyona kemari tidak membawa make-up. Kyuhyun membersihkan wajah Hyona dengan hati-hati, menjaga agar gadis itu tidak bangun dan membunuhnya detik itu juga. Kyuhyun masih ingin menikmati waktu kebersamaan mereka lebih lama.

Kyuhyun tersenyum lagi ketika selesai membersihkan wajah Hyona. Bersama gadis ini selalu membuat Kyuhyun mudah tersenyum. Ia bisa membayangkan betapa bahagia hidupnya dulu ketika masih bersama Shin Hyona. Bodohnya ia yang bisa-bisanya membuat Hyona menangis, sakit hati, dan meninggalkannya. Demi Tuhan, Kyuhyun sangat menyesali perbuatannya dulu.

“Maafkan aku,” lirih Kyuhyun. Mengelus wajah gadis itu dengan penuh cinta dan penyesalan. Ingin rasanya ia menjadikan Hyona miliknya lagi. Hanya miliknya. Kyuhyun tidak ingin membaginya dengan lelaki lain, sedikit pun tidak. Amarah Kyuhyun saja sudah naik ketika melihat Hyona bersama seorang laki-laki di dalam film atau drama yang dibintanginya. Padahal jelas-jelas itu hanya akting.

Selanjutnya Kyuhyun membuka dress Hyona dan memasukkannya ke dalam tumpukan pakaian kotor. Kyuhyun melakukannya seolah-olah mereka masih sering tinggal bersama.Lelaki itu mengambil sebuah kaos longgar miliknya. Kaos biru bertuliskan ‘Kyuhyun Hyona’ ditambah dengan gambar hati di tengahnya. Kyuhyun mendapatkan kaos itu dari seorang penggemar dan langsung menjadi  favorit Hyona. Gadis itu sering mengenakannya saat tidur di sini.

Kyuhyun tersenyum -lagi- memandangi kaos itu, kemudian berjalan menghampiri Hyona. Berniat memakaikannya ketika sebuah kenangan lain tiba-tiba melintas di kepala Kyuhyun. Kenangan saat mereka bercinta dulu.

“Kenapa kau tidak pernah memakai bra saat tidur?”

“Kau tahuu… nghhh… ini akan mengurangiiih risiko akuuhh sshhh terkena kanker payudara…”

Kyuhyun menelan ludahnya dengan susah payah ketika kenangan itu melintas. Ia memerhatikan wajah Hyona, kemudian beralih menatap payudaranya yang masih tertutup bra. Haruskah Kyuhyun melepasnya juga seperti kebiasaan gadis itu?

Lelaki itu berpikir sejenak, kemudian memutuskan untuk melepasnya. Toh, Kyuhyun sudah pernah melihat semua sebelumnya. Bahkan mencicipinya. Ia mengangkat sedikit tubuh Hyona, melepaskan pengait branya, dan dilepaskannya bra itu hingga terpampanglah dua gundukan indah Hyona di depan mata Kyuhyun.

Astaga, berapa lama Kyuhyun sudah tidak pernah melihat ini lagi? Rasanya benda kembar itu semakin membesar dari terakhir kali Kyuhyun mencicipinya. Lelaki itu jadi berpikir, apakah setelah dirinya ada pria lain yang juga telah mencicipi benda ini? Kyuhyun berharap tidak ada.

Sial. Kenapa sekarang celananya terasa begitu sesak?

Kyuhyun menggeleng. Buru-buru mengusir pikiran mesumnya dan memasangkan kaos miliknya yang mampu menutupi sampai batas pahanya. Setelah itu Kyuhyun membersihkan diri, sebelum akhirnya bergabung dengan Hyona di atas ranjang. Memeluk Hyona dan terlelap bersama gadis itu.

***

Shin Hyona mengerjapkan matanya dan tertegun ketika tak mendapati dirinya di kamarnya sendiri. Tunggu, di mana ia? Apakah dirinya sedang diculik? Tapi sepertinya tempat ini tidak asing. Ranjang yang ia tiduri juga terasa begitu familier di tubuhnya. Hyona mengedarkan pandangannya ke sekeliling. Dan jantungnya berpacu ketika mulai mengenali kamar siapa tempat ia berada sekarang.

“Selamat pagi, sayang.”

Deg.

Napas Hyona terhenti sesaat. Tubuhnya membeku, kendatipun jantungnya kini bekerja tiga kali lipat lebih cepat. Suara itu. Hyona sangat tahu siapa pemilik suara itu.

Perlahan Hyona menolehkan kepalanya ke samping kanan. Dan tebakannya benar. Cho Kyuhyun dengan kaos putih nyamannya sedang duduk bersandar di dasbor ranjang ditemani kacamata dan sebuah buku. Kebiasaannya di pagi hari. Dan dapat Hyona pastikan di nakas samping lelaki itu sekarang pasti terdapat kopi yang mengepul.

“Kau sudah bangun?”

Shin Hyona buru-buru bangkit dari tidurnya dan menatap Kyuhyun dengan tajam. “Kenapa aku bisa ada disini?”

Kyuhyun mengangkat bahunya dengan santai, seolah tidak terjadi apa pun. “Aku membawamu kemari.”

Hyona melotot. Kemudian ia menunduk, menyadari bahwa pakaiannya tidak sama lagi dengan semalam. Dirinya bahkan… tidak memakai bra. Astaga! Cho Kyuhyun pasti yang telah mengganti pakaiannya. Dan kaos ini, mengingatkan Hyona pada rasa sakit yang dulu ia rasakan, yang sebenarnya masih Hyona rasakan sampai sekarang.

“Kenapa? Kau suka bajumu?”

Hyona mendelik mendengar pertanyaan santai Kyuhyun. Jika dulu Hyona selalu memfavoritkan posisi Kyuhyun yang seperti ini dan selalu bergabung di lengan Kyuhyun, kali ini Hyona lebih ingin mencakar wajah tampan lelaki itu. Ia menatap Kyuhyun dengan pandangan marah. “Mana bajuku?”

Kyuhyun mengangkat alisnya. “Bajumu? Ada di tumpukan baju kotorku.”

Mwo?” Amarah Hyona semakin tersulut mendengar jawaban Kyuhyun. Memang siapa mereka? Apa hubungan mereka hingga sampai bisa berbagi keranjang baju kotor?

“Kau tidak dengar? Bajumu ada di tumpukan baju kotorku. Bajumu bau alkohol, jadi aku menggantinya semalam,” kata Kyuhyun tenang. Ia tahu, setiap kata yang terucap dari bibirnya hanya akan membuat amarah Hyona tersulut. Tapi Kyuhyun tidak peduli. Ia hanya menginginkan hubungan mereka yang seperti dulu.

Hyona bangkit. Secepat kilat ia menuju keranjang pakaian kotor Kyuhyun yang berada dekat dengan kamar mandi dan mengambil dress beserta branya. Namun belum sempat Hyona masuk kamar mandi, Kyuhyun lebih dulu menariknya, menahan tubuhnya ke dinding.

“Kau mau ke mana?” tanya lelaki itu dingin. Matanya menatap tajam Hyona di balik kacamatanya. Namun Hyona tidak takut. Ia balas menatap Kyuhyun tajam.

“Pulang,” desis Hyona tajam.

“Kau tidak akan ke mana-mana,” balas Kyuhyun tak kalah tajam.

Hyona mendengus. “Kau pikir kau ini siapa? Apa hakmu menahanku di sini?” teriaknya emosi.

Kyuhyun mengepalkan tangannya yang menahan dinding. “Kau milikku, Shin Hyona.”

Hyona tertawa meremehkan. “Omong kosong! Kau bukan siapa-siapaku lagi, Cho Kyuhyun. Kau tidak berhak membawaku ke sini. Kau tidak berhak mengganti pakaianku seperti ini. Kau tidak berhak… emphh—“

Teriakan emosi Hyona terputus ketika tiba-tiba Kyuhyun memagut bibirnya. Tidak lembut. Kyuhyun melumat bibirnya dengan kasar, membuat Hyona tersentak kaget. Kyuhyun bahkan dengan cepat memasukkan lidahnya saat bibir Hyona terbuka. Hyona memberontak. Gadis itu memukuli dan berusaha mendorong dada Kyuhyun, tapi yang ada tangannya justru ditarik dan ditahan pria itu di kedua sisi kepalanya. Hyona berusaha mengatupkan bibirnya, tapi Kyuhyun sama sekali tak membiarkan bibirnya menutup.

Dua bulir air mata jatuh dari pelupuk mata Shin Hyona.

Hampir lima menit dan Kyuhyun baru melepaskan tautan bibir mereka. Saat itu juga Hyona sekuat tenaga melepaskan tangannya dari pegangan Kyuhyun, dan langsung memberikan Kyuhyun sebuah tamparan keras.

Hyona terengah-engah. Karena ciuman mereka dan emosinya yang mendidih. Ia menatap Kyuhyun yang wajahnya tertoleh ke samping dengan pandangan benci. Berharap setelah ini ia tidak lagi dipertemukan dengan lelaki di hadapannya.

Hyona sakit. Hatinya benar-benar sakit melihat Kyuhyun yang sangat dicintainya sampai gila berselingkuh di belakangnya. Ranjang itu adalah saksinya. Saat itu Hyona datang ke apartemen Kyuhyun, berniat memberi kejutan ulang tahun pada lelaki itu, ketika dirinya justru dihadapkan pada pemandangan yang sangat menyakitkan. Cho Kyuhyun sedang bercinta dengan gadis lain. Song Jihye, visual salah satu girlband populer Korea Selatan. Kyuhyun bermain di belakangnya. Dan melihat ranjang itu, membuat bayangan sialan itu muncul lagi. Membuat hatinya semakin hancur.

“Kau berani menamparku,” desis Kyuhyun.

Cho Kyuhyun marah. Hyona tahu itu. Tapi gadis itu tak peduli. Ia lebih marah. Hatinya lebih sakit.

Tiba-tiba dengan satu gerakan cepat yang tak Hyona kira sebelumnya, Kyuhyun mengangkat tubuh Hyona dan melemparkannya ke atas ranjang. Gadis itu memekik. Ketakutan yang amat sangat menyelimuti dirinya ketika melihat Kyuhyun melempar kacamatanya dan melepaskan kaos putihnya, kemudian merangkak ke atas ranjang. Menaiki Hyona.

“Mau apa kau?” tanya Hyona was-was. Gadis itu berjingkat mundur. Rasa takutnya semakin besar saja ketika punggungnya membentur dasbor. “Kau mau apa, Cho Kyuhyun? Pergi! Ahh—“

Hyona memekik saat Kyuhyun dengan kasar menarik kakinya dan kini Hyona benar-benar terkurung di bawah tubuh Kyuhyun. Lelaki itu juga langsung menyerbunya dengan ciuman ganas. Tapi kali ini bibir Hyona tertutup, membuat Kyuhyun harus berjuang keras sendirian untuk membukanya.

Hyona memukuli dada Kyuhyun. Berusaha mendorongnya meski usahanya terlihat sia-sia. Kyuhyun lebih kuat. Dan kini lelaki itu justru memegangi kedua tangan Hyona dengan tangan kirinya, menahannya di atas kepala Hyona. Membuat gadis itu tak bisa berkutik lagi.Kini Hyona hanya bisa terus berusaha mengatupkan bibirnya. Berdoa pada Tuhan agar Kyuhyun sadar dan melepaskannya.

Tapi harapan hanya tinggal harapan. Karena faktanya Kyuhyun tak mau melepaskan tubuhnya. Lelaki itu justru berusaha semakin keras membuka bibir Hyona. Kyuhyun menyingkap kaos yang Hyona kenakan hingga di atas dada, kemudian meremas payudara kiri gadis itu dengan teratur.

Air mata Hyona menetes lagi. Hatinya sakit dan harga dirinya hancur diperlakukan pria yang pernah dicintainya dengan cara seperti ini. Tidak, sepertinya rasa cinta itu belum sepenuhnya hilang. Terbukti hingga kini Hyona tak pernah sekali pun mencoba menjalin hubungan dengan pria lain, meskipun banyak yang menginginkannya. Dan meski akalnya menolak perlakuan kasar Kyuhyun. Tapi tubuh Hyona seolah mengenali lelaki yang dulu sering memuaskannya.

Air mata Hyona semakin banyak mengalir ketika dirasakan kenikmatan itu mulai menjalari tubuhnya ketika payudaranya terus menerus diremas. Tanpa sadar bibirnya sedikit terbuka mengeluarkan sebuah desahan, dan saat itu Kyuhyun memanfaatkannya dengan mengeksplorasi mulut Hyona. Mengajak lidahnya menari.

Shin Hyona sudah pasrah. Ia tak sanggup melawan lagi. Toh sebanyak apa pun ia melawan, Kyuhyun tetap tak terkalahkan. Meski sedikit kesulitan, lelaki itu sudah berhasil menelanjangi Hyona. Kyuhyun melumat payudara Hyona dengan rakus, membuat gadis itu mendesah disela tangisnya.

“Aahhh… Enghhh—“

Hyona menggelinjang hebat ketika pelepasan pertamanya karena ulah jari Kyuhyun di vaginanya. Hyona menangis. Mengumpati tubuhnya sendiri yang bisa-bisanya mendapat orgasme. Harga dirinya benar-benar hancur tak bersisa. Entah setelah ini ia harus menghadapi dunia dengan cara apa.

Hyona menatap Kyuhyun yang sedang mengocok batang tubuhnya, menyiapkan pertempuran. Gadis itu mencoba peruntungan terakhirnya. Jika ia memang tidak bisa melawan, maka ia akan memohon pada pria itu. “Jangan dimasukkan, Kyuhyun. Kumohon. Jangan sentuh aku,” pintanya pilu. Wajahnya sudah penuh karena air mata.

“Aku hanya ingin mengingatkanmu, Shin Hyona. Bahwa kau milikku,” balas Kyuhyun. Ia menempelkan pusat tubuh mereka, menggesekkannya. “Lihat. Kau bahkan mendesah, Hyona. Kau menikmatinya. Tubuhmu mengenaliku meskipun kau bersikeras menolakku.”

“Ngghhh—“ Hyona memejamkan matanya saat ujung kejantanan Kyuhyun mulai masuk perlahan. “Jangan, Kyuhyun. Sshhh kumohon jangan setubuhi aku. Kumohh… ouuuhhhh—“ Hyona mendesah kuat. Hilang sudah harapannya. Cho Kyuhyun benar-benar menyatukan tubuh mereka.

“Kau masih hangat. Seperti biasa, sayang.”

Hyona menangis tersedu-sedu. Ia bahkan tidak sanggup menatap Kyuhyun. Oh Tuhan, lebih baik Kau bunuh saja aku dari pada Kau harus menempatkanku pada posisi seperti ini.

Kyuhyun bergerak. Hyona sudah sebisa mungkin menahan desahannya, paling tidak untuk sedikit mempertahankan harga dirinya yang memang sudah tidak ada. Tapi nyatanya Hyona tidak bisa. Ia mendesah. Ia menjerit penuh nikmat menerima perlakuan Kyuhyun yang memaksa namun lembut. Ia bahkan mendapatkan orgasmenya dengan cepat.

“Ouughhh… Mmphhh—“

Kyuhyun kembali membungkam bibir Hyona. Dalam hati lelaki itu mengucap syukur karena kini Hyona sedikit membalas lumatannya. Dengan sedikit lebih percaya, Kyuhyun kembali menggerakkan tubuhnya. Mencari puncak klenikmatan bersama.

“Mmpffhh… Nghhh… Aahhh—“

“Hyona… Nghh—“

“Kyuhyuuunnhhh ouughhh—“

Kyuhyun tersenyum mendengar Hyona menjeritkan namanya. “Hyona… Peluk aku, sayaanghhh…”

Entah apa yang dipikirkan Hyona kali ini karena tangannya dengan sukarela mengalung di leher Kyuhyun. Memeluknya erat.

Kyuhyun tersenyum. Dengan lebih bersemangat ia mengoyak tubuh Hyona ketika dirasakannya pusat tubuh gadis itu mulai mengetat. “Tunggu aku sayaanghhh… ohhh—“

Akhirnya pelepasan itu datang. Kyuhyun menyemburkan spermanya ke dalam rahim Hyona. Lelaki itu melepaskan tubuh mereka dan berguling ke samping, kemudian menarik Hyona tidur di pelukannya.

Hening sesaat. Kyuhyun memeluk Hyona erat, sedangkan gadis itu masih mencoba mengatur napas. Begitu napasnya sudah kembali normal, air mata itu mengalir lagi. Hyona menangis lagi membasahi dada Kyuhyun.

Kyuhyun merasakan rasa bersalah yang liar biasa. Ia sakit melihat Hyona menangis. Dan lebih sakit lagi karena penyebab gadis itu menangis adalah dirinya. “Maafkan aku, Hyona. Maafkan aku.”Lelaki itu menciumi kening Hyona. Menyalurkan rasa cinta juga rasa bersalahnya yang begitu besar.

“Maafkan aku.” Kyuhyun menangkup wajah cantik Hyona yang berlumuran air mata hingga kini mereka bertatapan. Hati Kyuhyun seolah teriris melihatnya. Setelah ini, Kyuhyun pasti akan menghukum dirinya sendiri. “Aku hanya ingin kau menjadi milikku lagi, Hyona. Maafkan aku. Aku mencintaimu.”

Air mata Hyona jatuh semakin deras mendengar pernyataan cinta Kyuhyun. Gadis itu memukul dada Kyuhyun dengan lemah berulang kali. “Kenapa? Kenapa kau melakukannya?”

Kyuhyun menghapus air mata Hyona dengan ibu jarinya. Membiarkan gadis itu memukuli dadanya. “Maafkan aku.”

“Kenapa kau selingkuh di belakangku? Kenapa kau memperkosaku? Kenapa kau melakukannya?”

Kyuhyun memejamkan matanya. “Maafkan aku, Hyona. Itu semua salahku. Aku benar-benar minta maaf.”

“Aku membencimu!” Hyona terus memukuli Kyuhyun dengan tenaganya yang tidak ada. “Aku membencimu karena kau membuatku sangat mencintaimu. Kembalikan hatiku, Kyuhyun! Kembalikan hatiku!”

Kyuhyun menggeleng. “Tidak. Aku masih mencintaimu, Hyona. Kumohon jangan tinggalkan aku lagi.”

“Aku membencimu. Aku membencimu.”

“Aku tahu. Maafkan aku. Aku mencintaimu.”

Kyuhyun memeluk Hyona erat. Menciumi keningnya berkali-kali dengan sayang. Ia berjanji, jika dirinya diberikan kesempatan memiliki Shin Hyona lagi, ia akan menggunakan kesempatan itu sebaik mungkin. Ia akan menjaga Hyona. Mencintai dan melindunginya dengan sepenuh hati.

***

TBC

58 thoughts on “Trapped to You Part 1

  1. Kyu oppa menyesal dulu pernah menyakiti Hyona dan mantan kekasihnya itu sendiri yg melihat lsg perselingkuhan Kyuhyun dgn seorg idol girl band Hyejin, Hyona kaget knp ia hrs dipasangkan dgn Kyuhyun yg sdh membuatnya amat sgt sakit hati pdhl mrk sdh cukup lama berpacaran

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s