You’re My Medicine Part 2


 

Author : xixil

Tittle : You’re my medicine

Category : Romance, Sad, Family

Cast :

Cho Kyuhyun(presdir Kyu, presdir young)

Lee Yun Ji (presdir Yun)

Yoon Bona

And Other Cast

 

 

Happy reading

 

 

Yun ji pun melangkahkan kakinya. Sangat berat rasanya ia meninggalkan tempat duduknya. Ia seolah ingin berbalik arah kembali ke tempatnya, ia seperti meninggalkan sesuatu. “Ini membuatku gila. Kenapa aku sangat ingin memeluknya? Kenapa aku tidak membalas uluran tangannya, jika aku menginginkannya? Apa karena aku takut? Kenapa darahku seolah mendidih aku ingin menyentuhnya?

 

 

“Aku ingin menyentuhnya!”

 

 

“Aku ingin menyentuhnya!”

 

 

Rentetan kalimat terus menerus muncul di kepala Yun ji. ia merasa sangat aneh dengan perasaan yang muncul di hatinya. Semenjak orang tuanya meninggal ia sama sekali membenci seseorang menyentuhnya kecuali kakeknya, tapi sekarang terlihat sangat berbeda ia ingin menyentuh seseorang terlebih dahulu.

 

 

 

“Perasaan apa ini?”

“Apa aku pernah bertemu dengannya?”

“Apa yang harus kulakukan aku sangat ingin memeluknya.”

 

 

 

 

You’re my medicine Part 3

 

 

“Aku ingin menyentuhnya.”

 

 

“Aku ingin menyentuhnya. Ini membuatku gila.”

 

 

Berbagai kalimat kembali melayang dengan cantiknya di pikiranYun ji yang berhasil membuatnya sangat frustasiberbeda dari biasanya yang terlihat sangat anggun dan hanya melihat wajahnya orang-orang bisa tahu bahwa ia termasuk wanita yang anggun. Namun hal tersebut sepertinya sangat berbeda saat rapat dengan presdir Young grup, semenjak ia memulai presentasi sampai rapat selesai ia sama sekali tidak bisa fokus dengan apa yang dibahas dalam pikirannya hanyalah keinginan untuk memeluk dan menyentuh predir young grup, ia juga tidak tahu kenapa dirinya sangat ingin menyentuh Kyuhyun.  Pria di hadapannya tersebut seolah memancarkan kehangatan yang selama ini hilang darinya, yang sudah cukup lama ia tidak rasakan.

 

 

“Aku tidak sanggup lagi menahannya, maafkan aku eomma! Appa!.” Batin Yun ji kemudian menghentikan langkahnya dan segera berlari ke arah Kyuhyun. Sekretaris Park yang sadar jika tangan Yun ji tidak ia genggam lagi segera membulatkan matanya setelah melihat nona mudaya berlari ke arah Kyuhyun. Kyuhyun yang mendengar suara hentakkan kaki yang cukup keras segera melihat ke arah sumber suara. Ia bisa melihat seorang gadis yang sedari tadi hanya diam tidak pernah berbicara kepadanya sekarang malaterlihat berlari ke arahnya.

 

 

“Apa dia berlari kepadaku?” Ucap Kyuhyun yang seolah bertanya kepada sekretarisnya yang juga berada tidak jauh darinya dengan matanya masih fokus dengan gadis yang tengah berlari tersebut.

 

 

“Hah.” Hembusan napas Yun ji terdengar setelah mendapatkan apa yang ia inginkan. “Sangat hangat.” Batin Yun ji setelah memeluk dengan erat tubuh Kyuhyun dan mendapatkan kehangatan yang sedari tadi ia inginkan. Yun ji menutup matanya mencoba merasakan kehangatan yang selama ini hilang darinya.Ia seolah tengah memeluk kedua orang tuanya yang sangat ia rindukan. Napasnya tidak beraturan akibat ia berlari, namun ia merasa sangat nyaman setelah memeluk Kyuhyun. Senyuman kecilnya pun terlihat di sudut bibirnya yang membuat sekretaris Kyuhyun yang sedari tadi mematung dengan kejadian tersebut terkejut dan sadar jika gadis yang tak lain adalah cucu dari salah satu perusahaan tersukses  di korea tersebut yangtengah memeluk presdirnya sekarang terlihhat sangatlah cantik dengan senyumannya, terlihat sangat berbeda saat rapat.

 

 

Kyuhyun hanya bisa mematung dengan wajah terkejutnya, ia sama sekali tidak membalas pelukkan Yun ji. “Dia benar-benar berlari kepadaku dan sekarang ia memelukku. Apa ini?” Batin Kyuhyun setelah mendapatkan pelukan dari Yun ji.

 

 

Sekretaris Park yang melihat itu pun lagilagi membulatkan matanya. Kenapa tidak, ini merupakan kejadian sangat besar yang pernah ia lihat selama menjaga nona mudanya. Semenjak kematian kedua orang tuanya, Yun ji sangat benci dengan sentuhan di tubuhnya, bahkan pelukan pun hanya kakeknyalah yang melakukannya, untuk sentuhan di badannya hanya beberapa orang yang boleh menyentuhnya itupun setelah mendapatkan persetujuan dari Yun ji. Dan Ini pertama kalinya ia melihat Yun ji ingin menyentuh seseorang dan bahkan itu bukanlah sebuah sentuhan tapi sebuah pelukan.

 

 

“Presdir Yun.” Panggil Kyuhyun setelah merasa Yun ji sudah cukup lama memeluknya namun tidak kunjung melepasnya. Yun ji yang sedari tadi tersenyum dalam pelukannya kepada Kyuhyun, segera berhenti setelah mendapatkan suara Kyuhyun yang seperti tidak suka dengan perilakunya. Yun ji melepas pelukannya tanpa melihat ke arah Kyuhyun kemudian berlalu pergi. Kyuhyun yang melihat Yun ji berlari dan sudah memenutup pintu dengan keras, tertawa dengan kerasnya.

 

 

“Haha~! Apa kau melihatnya setelah memelukku tanpa seizinku dia pergi begitu saja tanpa mengatakan sesuatu .“ Suara Kyuhyun mengelegar dalam ruangan tersebut. Sekretaris Park yang melihat dan mendengarnya pun segera meminta maaf atas perilaku nona mudanya.

 

 

“Mewakili presdir Yun aku meminta maaf kepada presdir. Ia tidak akan melakukan semua ini jika tidak memiliki sebab. Nona muda pasti akan menemui Anda langsung nanti. Sekali lagi saya minta maaf dengan perilakunya.” Setelah menunduk beberapa kali. Kyuhyun yang melihat itu pun mempersilahkan pergi sekretaris Park setelah ia mengatakan jika ia baik-baik saja. Walaupun sebenarnya ia sangat kesal dengan perilaku Yun ji yang notabenneya adalah seorang pewaris dari perusahaan besar namun perilakunya seperti orang yang sama sekali tidak berpendidikan.

 

 

 

*********

 

 

 

Di dalam mobil Yun ji mau pun sekretaris Park tidak ada yang ingin memulai pembicaraan terlebih dahulu. Namun, sesekali sekretaris Park melirik  ke bangku penumpang memastikan jika nona mudanya baik-baik saja setelah kejadian yang membuatnya sangat terkejut.

 

 

Yun ji membuka pintu jendela mobil, mencoba menjernihkan kembali pikirannya dan menenangkan perasaannya yang kembali merasa gundah setelah meninggal kantor Young grup perasaannya kini sama halnya dengan perasaannya beberapa tahun yang lalu sangat berbeda dengan apa yang ia rasakan saat memeluk Kyuhyun. Yun ji menutup matanya. Ia kembali merasakan sakit yang selama iniberusaha untuk ia sembuhkan.

 

 

“Eomma! Appa! maafkan aku.” Batin Hye ji, yang tanpa ia sadari air mata sudah jatuh  di pipinya.

 

 

“Nona! Apa Anda baik-baik saja?” Terdengar suara sekretaris Park yang sangat khawatir setelah memperhatikan dari kaca mobil, nona mudanya terlihat meneteskan air mata.

 

 

“Aku baik-baik saja ahjumma. Jangan katakan kejadian tadi kepada kakekku.” Yun ji membalas ucapan sekretaris Park dengan mata yang masih tertutup rapat dan air matanya pun masih mengalir, sesekali tangannya mengusap pipi halusnya. Sekretaris Park yang melihatnya hanya bisa terdiam ia tidak tahu harus melakukan apa. Ia sangat tahu jika nona mudannya sangat benci jika mencoba menyemangatinya disaat seperti ini.

 

 

******

 

 

“Kakek.” Teriakan Yun ji terdengar di seluruh ruangan membuat beberapa pelayan yang mendengarnya segera mendekat ke sumber suara yang menandakan jika sang nona muda sudah kembali dari kantornya yang juga menandakan jika mereka harus menyiapkan beberapa hal untuk kepentingan majikannya tersebut. Kakek Yun ji yang mendengar teriakan cucunya pun segera berjalan keluar dari ruangannya yang sudah seharian ini ia tempati untuk memeriksa beberapa laporan keuangan dari beberapa perusahaannya.

 

 

Sekretaris Park yang  melihat perilaku Yun ji hanya bisa tersenyum miris. Ia tahu betul kalau nona mudanya tengah berusaha untuk tidak membuat kakeknya merasa khawatir jika ia memperlihatkan kesedihan di wajahnya.

 

 

“Apa rapatnya berjalan lancar, sampai cucu kakek terlihat sangat senang?” Ucap Kakek Yun ji dengan senyum mengembang menyambut cucunya yang tengah berlari ke arahnya.

 

 

“Kakek aku lapar.” Yun ji mengabaikan ucapan Kakek Lee. Ia mala berlari dan memeluk erat tubuh pria baya tersebut. Setelah mendapat pelukan hangat dari kakeknya Yun ji kembali berucap dengan suara yang dibuat manja yang membuat kakek Lee mencupit pipinya karena tidak bisa melihat aegyo dari cucunya tersebut.

 

 

 

*******

 

 

“Eomma! Appa!”

 

“Eomma! Appa! Maafkan aku. Semua karena salahku, maafkan aku.”

 

 

Sekretaris Park dan kakek Lee yang tengah menyiapkan beberapa barang untuk keberangkatannya ke london saling bertatapan setelah mendengar teriakan keras dari kamar Yun ji. Sekretaris Park dan beberapa pengawal serta kakek Lee berlari menuju kamar Yun ji.

 

 

Dengan napasnya yang tidak bereraturan Yun ji bangun dari tidurnya. “Sepertinya aku bermimpi lagi?” Batin Yun ji. kemudian tidak berselang lama air mata sudah mengenang di pipinya.

 

 

“Nona.” Ucap segera sekretaris Park setelah membuka pintu dan mendapatkan Yun ji terduduk di atas kasurnya dengan wajah yang terlihat sangat ketakutan di temani dengan suara tangisnya. “Hiks! Hiks! Hiks! Eomma. Appa. Maafkan aku.” Pekik Yun ji disela-sela tangisannya.

 

 

Sekrataris Park mendekati Yun ji secara perlahan berharap gadis tersebut tidak terkejut  akan sentuhan yang akan ia berikan, ia pun sesekali memanggil Yun ji. “Nona. Apa anda tidak apa-apa?”Sekrataris Park tidak mendapatkan balasan sama sekali dari setiap ucapannya yang ia dengar dari mulut Yun ji hanya panggilan kepada kedua orang tuanya dan permintaan maaf.

 

 

“Sekarang tidak apa-apa nona. Aku ada disini, semuanya akan baik-baik saja, itu bukanlah salah nona.” Setelah memeluk Yun ji dan tidak mendapatkan perlawanan sama sekali dari Yun ji , sekretaris Park pun mencoba menenangkan Yun ji berharap ia mau berhenti menangis dan berhenti memikirkan kejadian 10 tahun yang lalu.

 

 

“Yun ji-ah.” Terdengar suara sendu kakek Lee memanggil cucunya yang baru saja masuk ke kamar Yun ji. “Maafkan kakek tidak bisa berlari cepat. Apa kau baik-baik saja?” Suara kakek Lee semakin terdengar sangat sendu membuat Yun ji yang melihat itu pun menutup matanya.

 

 

Sekretaris Park yang sudah melepas pelukannya pada Yun ji segera berjalan keluar kamar Yun ji dengan para pengawal dan pelayan, setelah kakek Lee melangkahkan kakinya mendekati Yun ji.

 

 

“Kakek maafkan aku.” Yun ji berucap dengan suara yang sangat kecil, air matanya pun kini kembali keluar. Membuat kakek Lee merasakan perih di hatinya.

 

 

“Kenapa kau harus minta maaf ah~? Berhentilah menangis. Itu membuatmu terlihat jelek.” Kakek Lee berucap sekuat tenaganya agar air matanya tidak keluar. Ia tidak ingin melihat cucunya semakin merasa sedih jika melihatnya menangis.

 

 

“Maafkan aku karena aku eomma dan appa meninggalkan kakek. Apa kakek  membenciku?”

 

 

Mendengar ucapan cucunya membuat kakek Lee memejamkan matanya. Menahan air matanya yang sedari tadi ia usahakan agar tidak  keluar. “Apa kau tidak mendengarkan kakek Yun ji-ah? Kakek sudah berapa kali mengatakan kalau itu bukan salahmu, dan kakek tidak membencimu sama sekali. Bagaimana bisa seorang kakek membenci cucuya sendiri. Ini sudah 10 tahun Yun ji-ah lupakan semuanya.” Ucap kakek Lee yang sudah menatap mata Yun ji yang masih mengeluarkan cairan bening.

 

 

Melihat cucunya tak kunjung berhenti membuat kakek Lee terpaksa berdiri dan berucap dengan tegas.“Apa kau ingin kakek pergi juga?”

 

 

“Kakek.” Teriak Yun ji setelah kakeknya mengucap hal yang membuatnya sangat terkejut. ia tidak menyangka jika kakeknya akan mengatakan hal tersebut. “Apa kakek benar-benar membenciku?”Batin Yun ji.

 

 

“Kalau begitu berhentilah menangis. Kau membuat kakek sakit jika melihatmu seperti ini. Kakek ingin melihat cucu kakek yang sangat kuat.” Ucap kakek Lee dengan mengenggam erat tangan Yun ji. Seolah mencoba memberi semangat kecucunya tersebut.

 

 

“Oh iya, bukannya kakek hari ini akan ke london?” Yun ji  langsung berucap agar kakeknya tidak bertanya mengenai apa yang terjadi. Setelah  menghapus air matanya dan mengembangkan senyum indahnya kepada kakeknya. Kakek Lee yang melihat perilaku Yun ji pun membalas senyuman cucunya tersebut. Walaupun ia tahu kalau Yun ji sekarang sedang berusaha agar ia tidak khawatir lagi padanya.

 

 

“Kakek sudah membatalkannya untuk pergi. Kakek tidak mungkin meninggalkamu dalam keadaan seperti ini.”

 

 

Yun ji yang mendengar ucapan kakeknya segera memanyungkan bibirnya, yang memperlihatkan jika ia tidak suka dengan pembatalan yang dilakukan oleh kakeknya. “Ahjumma siapkan pakaian kakek.” Teriak Yun ji dari kamarnya sambil menatap tajam ke arah kakeknya.

 

 

Kakek Lee yang ditatap oleh cucu kesayangannya  hanya membalasnya dengan senyum, yang kemudian memeluk erat Yun ji seolah tahu jika cucunya tersebut tengah berusaha untuk memasang wajah ceria kepadanya.

 

 

“Kakek kau harus marah bukan malah tersenyum seperti itu.” Ucap Yun ji dengan suara yang terdengar kesal, di balik pelukan kakeknya.

 

 

“Kenapa kakek harus marah ah~?” ledek kakek Lee kepada Yun ji kemudian mencubit pipi Yun ji.

 

 

“Ha~ baiklah. Kalau begitu kakek harus siap-siap sebentar lagi keberangkatan pesawat kakek.” Yun ji berucap sambil mendorong kakeknya keluar dari kamarnya.

 

 

 

“Kakek bilang tidak akan pergi.”

 

 

Yun ji menghentikan langkahnya dan kini membalas tatapan mata kakeknya.“Kakek tidak ingin pergi karena aku. Is~ kakek aku baik-baik saja kakek tidak lihat aku bisa berdiri bisa berjalan bahkan bisa berteriak. Dan aku juga memiliki banyak pekerjaan di kantor jadi kakek pergilah bukankah rapat ini sangat penting bagi perusahaan kakek yang di london. “ rengekkan Yun ji terdengar jelas di telinga kakek Lee yang membuatnya harus menyetujui keinginan Yun ji.

 

 

“Baiklah kakek akan pergi, tapi ingat kau harus menjaga kesehatanmu. Kakek tidak mau mendengar kau jatuh sakit lagi dan ingat kau tidak boleh makan telat. Oh iya, berjalan-jalannya disekitar sungai Han udara di sana segar.”

 

 

“iya, iya, iya aku akan melakukan semuanya dengan baik kakek cerewet.” Ledek Yun ji kepada kakeknya.

 

 

Kakek Lee tersenyum setelah melihat Yun ji berlari dengan suara tawanya tanpa hentinya.” Ia gadis yang sangat kuat. Walaupun sebenanya ia sangat rapuh namun ia mencoba tetap berdiri walaupun itu membutuhkan kekuatan yang ekstra. “ Batin kakek Lee.

 

 

 

*****

 

 

Sudah 2 hari kepergian kakek Lee. Yun ji masih seperti biasa melakukan pekerjaannya sesuai dengan jadwal yang dibuat oleh sekretaris Park. Walaupun sesekali pikirannya diganggu oleh beberapa ingatan yang masih membuatnya bertanya-tanya.

 

 

“Sial. Kenapa aku mengingatnya lagi?” Ucap Yun ji dengan kesal setelah ia berusaha fokus dengan lembaran kertas yang ada di hadapannya namun, tidak kunjung selesai akibat ingatannya mengenai pelukannnya kepada presdir  young grup kembali melayang dengan cantiknya di ingatannya.

 

 

“Kenapa aku harus menyentuhnya? Apa yang ada pada dirinya? Kenapa pelukannya sangat hangat? Kenapa hatiku sangat tenang pada saat memeluknya? Pelukannya seperti aku pernah merasakannya, tapi dimana?” berbagai pertanyaan muncul di pikiran Yun ji. Walaupun ini sudah 2 hari dengan kejadian tersebut tapi ia masih mengingatnya dengan jelas kejadian tersebut dan bagaimana bodohnya dirinya dalam rapat tersebut.

 

 

“Nona.” Sekretaris kembali memanggil Yun ji yang terlihat tengah melamun mengakibatkan beberapa panggilannya tidak dijawab oleh Yun ji.

 

 

“Oh, sekretaris Park. Ada apa?” Balas Yun ji dengan suara yang terdengar terkejut karena sekretaris Park sudah berada di hadapannya namun ia sama sekali tidak menyadarinya.

 

 

“Apa terjadi sesuatu nona atau ada yang menganggu pikiran nona.” Ucap sekretaris Park setelah melihat ekspresi wajah nona mudanya yang terlihat tegang dan cemas.

 

 

“Tidak. Aku baik-baik saja ahjumma. Ah iya sekretaris Park apa pekerjaanku sudah tidak ada lagi.”

 

 

“Ya nona.”

 

 

“Kalau begitu aku akan segera pulang. Aku tidak bisa konsetrasi dengan beberapa kertas tersebut.

 

 

Sekretaris Park yang mendengar ucapan nona mudanya pun segera mendekat ke meja Yun ji.”Apa nona baik-baik saja?”

 

 

“Aku sudah katakan kalau aku baik-baik saja.” Balas lagi Yun ji kemudian berdiri dari tempat duduknya dan segera berjalan keluar dari kantornya.

 

 

 

********

 

 

Pagi ini, Yun ji sudah berjalan menyusuri sungai Han, menuruti saran dari kakeknya. Walaupun kakinya tadinya gemetaran, namun setelah menutup matanya dan mencoba menguatkan kakinya serta mulai menghirup udara segar yang seperti dikatakan kakeknya ia pun bisa berdiri dengan tegak.

 

 

Yun ji menatap jauh kedepan. Tak terasa sudah 10 tahun ia meninggalkan negara ini dan sekarang ia kembali lagi ke negara dimana ia dan kedua orang tuanya mengembangkan senyum setiap hari, serta negara yang sudah mengambil semua kebahagiannya dalam sekejap. Seutas senyum kecil terukir disudut bibir wanita cantik tersenyum yang terlihat jika senyuman tersebut sangat miris setelah mengingat kembali apa yang terjadi pada dirinya.

 

 

Yun ji melihat sekeliling sungai Han, orang-orang sudah mulai berdatangan wajar saja matahari sudah mulai muncul. Membuatnya harus meninggalkan tempat ini sebelum semakin ramai bukannya ia takut keramaian, hanya saja ia menghindari sesuatu yang bisa membuat dirinya terluka.

 

 

Pengawal Yun ji sudah mengapit nona mudanya agar orang-orang yang berlalung lalang tidak menyentuhnya. Namun tiba-tibasaja segerompolan anak-anak berlari ke arah Yun ji dan kedua pengawalnya yang tadinya keduanya mengira jika anak-anak tersebut akan menghidari mereka tapi ternyata tidak sehingga dalam waktu yang singkat membuatYun ji sudah terjatuh di atas rerumputan dengan posisi tubuh yang sudah terlentang.

 

 

“Nona!” Teriak kedua pengawal tersebut setelah kembali keposisinya masing-masing dan mendapatkan nona mudanya tidak berada di samping mereka dan mala mendapatkan nona mudanya sudah tergeletak di rerumputan. Kejadiannya begitu cepat mereka juga mengira kalau anak-anak tersebut akan menghindari mereka namun ternyata mereka berlari tanpa melihat ke depan dan menambrak mereka dan Yun ji secara bergantian.

 

 

“Nona! Nona anda tidak apa-apa?” Teriak kembali pengawal tersebut. Namun, tidak ada jawaban sama sekali dari nona mudanya membuat keduanya saling bertatapan jelas terlihat kekhawatir di wajah mereka. Pengawal Hong tengah sibuk menelpon sekretaris Parkyang jika dilihat dari wajahnya, bisa terlihat jelas jika ia baru saja terkena sambaran petir.

 

 

“Jangan keman-mana. Tetap di tempatmu sampai aku datang, jangan sampai ia disentuh oleh seseorang atau kau akan mati jika itu terjadi.” Perkataan sekretaris Park terngiang dengan jelas di kepalanya ia tidak boleh melakukan sesuatu apa lagi menyentuh nonanya sebelum sekretaris Park datang.

 

 

Apa ia akan baik-baik saja?”Batin Pengawal tersebut. Kejadian ini sudah sering terjadi biasanya Yun ji segera diangkat namun karena sekretaris Park tidak ada jadi ia tidak bisa melakukan apa-apa.

 

 

“Apa yang harus kita lakukankan?” Tanya  salah satu pengawal tersebut yang sedari tadi sibuk mengipasi Yun ji. Satu gelengan kepala dari temannya tersebut membuatnya mengerti jika mereka cukup diam saja seperti biasanya. Tidak menyentuh nona mudanya adalah yang terpenting mereka hanya perlu memastikan jika nona mudanya masih bernafas.

 

 

“Apa yang kalian lakukan? Kenapa hanya melihatnya?”

 

 

“Kenapa kalian tidak mengangkatnya?”

 

Beberapa ucapan terdengar membuat kedua pengawal tersebut kesal karena mereka juga sekarang sangat khawatir dan sekarang mala beberapa ucapan yang membuat telinga mereka sangat panas.

 

 

“Kenapa kalian tidak mengangkatnya?” Ucap seorang pria yang sudah masuk kedalam kesegerompolan orang-orang yang tadinya mengerumuni Yun ji dan segera terduduk di hadapan Yun ji.

 

 

“A-pa- a-a-pa yang kau lakukan?” Suara gemetaran tersebut keluar dari mulut kedua pengawal tersebut setelah seorang pria dengan cepat mengangkat Yun ji dari tempat ia tergeletak.

 

 

“Apa kalian akan tetap diam saja setelah melihatnya sudah tergeletak tak berdaya?” Ucap pria tersebut dengan tegas tanpa perduli dengan ucapan kedua pria yang jika dilihat adalah  pengawalnya.

 

 

“Turunkan dia.” Teriak salah satu pengawal tersebut. Ia tahu jika yang ia lakukan salah, membiarkan nona mudanya begitu saja tanpa berusaha membawanya kerumah sakit. Namun ini sudah perintah untuknya dan ia juga tahu kalau  nona mudanya akan sangat murka jika ia tahu ia disentuh oleh seseorang yang sama sekali ia tidak kenal.

 

 

“Sekretaris Min cepat ambil mobilku.” Ucap Kyuhyun pada sekretaris Min yang menemaninya olaraga pagi ini dan kegiatan keduanya harus terganggu setelah mendengar beberapa orang bercerita mengenai gadis yang tidak bisa di tolong oleh siapa pun. Kyuhyun sudah bertanya kenapa orang-orang tidak menolongnya tapi jawabannya mala membuat Kyuhyun murka dan alhasil ia melangkahkan kakinya dengan cepat ke arah sekumpulan orang, dan betapa terkejutnya setelah melihat gadis di hadapannya tersebut.Ia adalah presdir dari Hyang departemen yang baru saja memperbaharui kontrak dengannya beberapa hari yang lalu.

 

 

Kedua pengawal Yun ji yang sama sekali diabaikan oleh Kyuhyun segera belari ke arah Kyuhyun, setelah mendengar perintah Kyuhyun kepada sekretarisnya.

 

 

“Berikan padaku biar aku saja yang menggendongnya.” Ucap pengawal tersebut. Ia harus menghentikan Kyuhyun, ia tidak bisa membiarkannya membawa Yun ji ke rumah sakit sebelum sekretaris Park datang.

 

 

Lagi-lagi Kyuhyun mengabaikan pengawal tersebut ia malah menatap pengawal tersebut dengan tajam dan mengancamnya jika ia akan menjatuhkan Yun ji dari gendongannya jika ia banyak bicara. Kedua pengawal tersebut akhirnya mengakuh kalah dan ikut dengan Kyuhyun membawa Yun ji kerumah sakit. Di dalam mobil salah satu pengawal sudah memasang wajah mirisnya akibat di seberang handphonenya  sekretaris Park sudah berteriak kepadanya.

 

 

“Kalian akan mati di tanganku. Bawah dia ke rumah sakit Gukil.” Setelah mendapat teriakan tersebut pengawal tersebut lagi-lagi menghembuskan napasnya dengan kasar.

 

 

Kyuhyun menatap wajah wanita yang kini berbaring di pangkuannya. “Sangat cantik.” Itulah yang ada di pikirannya sekarang. Hidungnya sangat kecil bentuk wajahnya sangat sempurna. Pipinya sangat halus mengakibatkan tangannya ingin bergerak untuk menyentuhnya.

 

 

“Jauhkan tanganmu darinya.” Ucapan tegas keluar dari mulut pengawal Yun ji membuat Kyuhyun akhirnya melupakan niatnya, dan segera meurunkan tangannya.

 

 

Sesampainya di rumah sakit sekretaris Park sudah terlihat tengah menunggu dengan beberapa dokter di sampingnya. Pengawal yang melihat itu pun hanya bisa memasang wajah takutnya. “Sepertinya sudah banyak yang menunggunya.” Ucap Kyuhyun kepada pengawal Yun ji yang terlihat sangat ketakutan.

 

 

“Plak!”

 

 

“Plak!”

 

 

Suara tanparan keras tersebut terdengar jelas di telinga Kyuhyun yang tengah berusaha keluar dari mobil sambil menggengdong Yun ji. Kedua pengawal tersebut yang baru saja menerima tamparan segera berlutut meminta maaf kepada sekretaris Park. Namun, sekretaris Park mengabaikan dan mala berlari menghampiri Yun ji yang terlihat tengah di angkat seseorang.

 

 

“Nona!”

 

 

“Nona! Apa Anda mendengar saya?” Suara sekretarsi Park terdengar sangat sendu. Membuat Kyuhyun yang melihatnya segera berucap.“Iya baik-baik saja. Ia hanya tidak sadarkan diri saja.” Sekretaris Park yang mendengar suara tersebut mendongkakkan kepalanya, dan betapa terkejutnya setelah melihat siapa yang ada di hadapannya sekarang.

 

 

“Predir Young Cho Kyuhyun.”

 

 

“Terima kasih karena sudah membawahnya kesini. Maafkan aku predir Kyuhyun tidak bisa berbicara lama, nona muda harus segera diperiksa.” Ucap sekretaris Park dengan sopan kepada Kyuhyun kemudian berlalu tanpa menunggu jawaban dari Kyuhyun.

 

 

Kyuhyun yang melihat sekretaris Park pergi dengan wajah yang sangat khawatir mengerutkan keningnya. Walaupun ia bukan lulusan dokter namun ia tahu betul jika Yun ji hanya pingsan . Namun kenapa ia sangat khawatir dan bahkan ia menampar kedua pengawal tersebut di hadapan umum.

 

 

Kyuhyun pun meninggalkan rumah sakit dengan sekretaris Min. Walaupun dalam pikirannya sangat banyak pertanyaan mengenai Yun ji. Namun ia juga sadar jika ia tidak memiliki hak untuk bertanya. Ia sama sekali tidak dekat dengan Yun ji, yang ia tahu kalau wanita tersebut merupakan cucu dari komisaris Hayang yang baru saja datang dari london.

 

 

 

******

 

 

 

“Sekretaris Park masih setia memegang tangan Yun ji, berharap gadis tersebut segera bangun dari tidurnya. Ya, dokter baru saja memeriksa Yun ji namun seperti biasa ia tidak apa-apa dokter hanya memberikan obat bius agar ia bisa istirahat dan pada saat ia bangun ia tidak akan terkejut saat mengetahui jika ia di sentuh oleh orang lain.

 

 

“Kapan ia bangun?” Tanya sekretari Park kepada dokter Choi yang merupakan dokter pribadi Yun ji yang telah menangani sakit Yun ji dari ia berumur 8 tahun atau tepat saat kedua orang tua Yun ji meninggalkannya dan membuat gadis kecil tersebut harus menderita sampai sekarang . Dokter Choi di pindahkan langsung ke london pada saat Yun ji pindah, dan sekarang ia juga di pindahkan ke koreakarena Yun ji sekarang tinggal di korea.

 

 

“Ia akan segera sadar. Tunggulah sebentar saja. Kau seperti tidak mengenalnya saja.” Balas dokter Choi dengan senyum mengembang. Ia sudah menangani Yun ji 10 tahun terakhir ini, dan ia cukup senang dengan kemajuan kesehatan Yun ji. Ia masih ingat jelas gadis kecil yang sangat terpuruk dengan tangisan yang tidak ada hentinya, ketika kedua orang tuanya meninggalnya. Ia sama sekali tidak ingin berbicara, menemui seseorang bahkan tidak ingin di sentuh oleh siapa pun kecuali kakeknya.

 

 

Mata sayu tersebut sesekali berkedip mencoba membiasakan matanya  dengan cahaya yang tengah menyinarinya.

 

 

“Nona!” Suara sekretaris Park terdengar setelah melihat nona mudanya mulai berusaha membuka matannya

 

 

“Aku dimana?” Ucap Yun ji dengan suara yang sangat kecil.

 

 

“Kau sekarang di rumah sakit, jangan memaksakan dirimu untuk berbicara. Kau harus menenangkan pikiranmu dulu.” Ucap dokter Choi yang sudah memeriksa kembali keadaan Yun ji.

 

 

“Aku ingin pulang.” Yun ji mengabaikan ucapan dokter Choi kemudian kembali berucap dengan suara yang sudah terdengar dingin.

 

 

“Teanglah. Kau bisa pergi setelah ini nona manis.” Dokter Choi kembali berucap dengan senyum mengembang yang berhasil membuat gadis tersebut memasang wajah cemberut. Bagi Yun ji dokter Choi sudah merupakan keluarganya sama halnya dengan sekretaris Park. Ia selalu di sampingnya,mengorbankan segalanya hanya untuk merawatnya, mengikutinya ke london, dan karena ialah ia berhasil berdiri tegak dan sekarang ia menginjakkan kakinya di negaranya itu semua karena dokter Choi jadi ia mendengarkan semua perkataanya pria tua tersebut.

 

 

Kedua pengawal Yun ji yang menemani Yun ji dari pagi, sekarang tengah menjaga pintu ruangan nona mudanya segera berjalan masuk keruangan setelah mereka mendapat panggilan dari sekretaris Park. Dari wajah mereka yang terlihat ketakutan sepertinya sudah tahu apa yang akan terjadi kepada mereka nanti setelah memasuki ruangan VIP rumah sakit tersebut, dan benar saja keduanya hanya bisa menelan salivanya saat mereka masuk dan mendapatkan tatapan tajam dari nona mudanya.

 

 

“Plak!

 

“Plak”

 

 

Kedua pengawal tersebut yang kembali mendapatkan tamparan keras berasal dari nona mudanya hanya bisa berlutut meminta maaf seperti yang dilakukannya pada sekretaris Park.

 

 

“Pergi kalian dari hadapanku.” Teriak Yun ji kepada kedua pengawal tersebut.

 

 

Sekretaris Park dan dokter Choi hanya bisa diam melihatnya. Mereka tidak bisa menghentikan Yun ji, ini sudah sering terjadi jika Yun ji tidak sadarkan diri dan pada saat bangun ia akan melakukan tersebut bahkan ini hal yang masih wajar karena Yun ji hanya satu kali memukul keduanya.

 

 

 

******

 

 

“Jangan katakan ini pada kakek.” Ucap Yun ji  setelah keluar dari rumah sakit dan kini sudah memandang  keluar jendela mobil yang memperlihat pemandangan di sepanjang jalan kota seoul.

 

 

“Baik nona.”

 

 

“Sepertinya ia baik-baik saja!” Batin sekretaris Park setelah melirik ke kaca mobil dan mendapatkan Yun ji yang sangat tenang. Ia sedari tadi menunggu nona mudanya untuk bertanya siapa yang mengangkatnya, namun sepertinya penantiannya sia-sia sajajika ia lihat Yun ji terlihat biasa saja seolah tidak terjadi apa-apa sangat berbeda dari biasanya ketika ia baru sadar dari pingsannya maka ia akan bertanya terlebih dahulu siapa yang mengangkatnya saat ia jatuh.

 

 

“Apa terjadi sesuatu ahjumma?” Ucap Yun ji setelah merasakan sekretaris Park selalu melirik ke arahnya.

 

 

“Tidak nona.” Balas sekretaris Park yang terdengar sangat gugup.“Apa aku harus mengatakannya? Sepertinya nona muda tidak menyadari jika ia disentuh oleh orang lain.” Batin sekretaris Park, setelah melihat nonanya tidak menyadari sama sekali apa yang terjadi saat ia tidak sadarkan diri. Sekretaris Park masih berpikir apa yang akan ia lakukan.Apa ia akan mengatakannya atau tidak? Ini merupakan pertama kalinya Yun ji terlihat biasa saja setelah di sentuh oleh seseorang saat ia pingsan.

 

 

“Apa ia tidak menyadarinya? Tapi itu sangat tidak mungkin tiap Yun ji pingsan pasti ketika ia bangun yang ia tanyakan terlebih dahulu pasti siapa yang mengangkatnya.” Sekrearis Park kembali sibuk dengan pikirannya.

 

 

“Nona!” Suara sekretaris Park menguntruksi membuat Yun ji segera menyahut dan melihat ke arah sekratris Park yang terlihat fokus melihat kedepan jalan.“Nona. Yang membawa nona ke rumah sakit adalah presdir Young grup. Maafkan saya nona.” Lanjut sekretaris Park dengan mata yang sudah fokus dengan wajah Yun ji, ia ingin melihat apa yang terjadi jika ia mengatakan hal sebenarnya karena baginya ini adalah kejadian langkah tidak biasanya Yun ji bertingkah seolah tidak terjadi apa-apa pada saat ia pingsan.

 

 

Yun ji yang mendengar ucapan sekretaris Park mematung. Darahnya seolah berhenti mengalir setelah mengetahui jika yang membawahnya ke rumah sakit adalah presdir Young grup yang merupakan orang yang telah membuatnya menyentuh seseorang terlebih dahulu dan yang telah membuatnya berlari memeluk seseorang setelah 10 tahun terakhir serta orang yang telah berhasil membuat darahnya mendidih ketika ia bertemu dengannya untuk pertama kalinya.

 

 

“Apa yang ahjumma katakan? Bagaimana bisa ia menyentuhku?” Tawa Yun ji terdengar di selah-selah ucapannya yang terdengar sangat miris, seolah tidak percaya dengan apa yang di ucapkan oleh sekretaris Park.

 

 

Sekretaris Park yang mendengar ucapan  dan melihat tawa  Yun ji membulatkan matanya. Nona mudanya tertawa setelah tahu siapa yang menyentunya dan membawanya kerumah sakit. “Bukankah ia harusnya marah, kenapa ia bisa tertawa dengan lepasnya? Benar-benar hal langkah ini merupakan pertama kalinya ia melihat tawa lepas dari Yun ji. bahkan kakeknya sangat susah membuatnya tertawa selepas ini.

 

 

“Nona. Aku tidak bercanda.”  sekretaris Park kembali berucap ia merasa nona mudanya tertawa mungkin saja karena i tidak percaya. Sekretaris Park masih memperhatikan wajah Yun ji yang mungkinsaja ekpresi yang tidak biasa itu berubah seperti biasanya.

 

 

Mendengar kembali ucapan sekretaris Park, tanpa ia sadari sebuah senyum terlihat di sudut bibirnya. Sekretaris Park yang tadinya hanya memperhatikan wajah nona mudanya dari kaca mobil segera berbalik melihat jelas wajah nonanya lebih tepatnya memastikan jika matanya baik-baik saja, ia melihat senyuman terukir di sudut bibir Yun ji karena hal yang selama ini  sangat ia benci.

 

 

“Kenapa pada saat presdir young yang menyentuhnya  iatidak marah sedikit pun bahkan di wajahnya tidak terlihat rasa ketakutan sama sekali sangat berbeda dari biasannya jika orang-orang menyentuhnya.” sekretaris Park kembali bergulat dengan beberapa fakta yang ia temukan, setelah mengetahui jika matanya tidak salah lihat nona mudanya benar-benar tersenyum karena presdirYoung.

 

 

“Apa ada yang salah?” Tanya Yun ji kepada sekretaris Park. Setelah melihat wajah wanita paruh baya tersebut terlihat bingung.

 

 

“Tidak nona.” Balas sekretaris Park dengan senyumnya. Kemudian kembali melihat ke depan. Ia mengambil benda yang bisa ia gunakan mencari tahu siapa sebenarnya presdir Young bagaimana ia bisa membuat nona mudanya dengan mudahnya mengembangkan senyumannya.

 

 

Sekretaris Park membaca dengan teliti setiap informasi yang di sajikan oleh salah satu halaman web yang ia buka.Ketika mencari profil CEO dari Young Grup, anggukan kepala tidak hentinya ia lakukan setelah membaca dan melihat semua prestasi yang Kyuhyun raih. Sekretaris Park terdiam sejenak setelah membaca profil keluarga Kyuhyun. Kedua orang tuanya masih hidup dan tengah menetap di luar seoul. Ia memiliki saudara perempuan namun tinggal di luar negeri dengan suaminya. Presdir Young juga telah menikah dengan salah satu artis papan atas yang juga merupakan model. Sekretaris Park seolah tidak percaya dengan status Kyuhyun yang sudan menikah. Ia pun kembalimembuka salah satu halaman web lagiberharap informasi yang disajikan oleh web yang barusan ia baca hanya kebohongan semata.  Semua halaman situs ia buka satu persatu dan sepertinya memang benar jika Kyuhyun sudah menikah. Sekretaris Park kini mengerakkan tangannya melihat beberapa  gambar Kyuhyun dengan istrinya dan lagi-lagi ia terdiam setelah melihat beberapa foto Kyuhyun dengan istrinya. “Sangat romantis.” Ya itulah dipikirannya sekarang, setelah melihat foto-foto tersebut.

 

 

“Nona!” Setelah beberapa lama bergulat dengan pikirannya sekretaris Park kini memutuskan untuk memanggil nonanya. Dari mata nona mudanya ia bisa tahu jika Yun ji menyukai presdir Kyuhyun.  Ia harus mengatakan sebelum nona mudanya semakin jauh mengagumi presdir Cho kyuhyun.

 

 

“Ya! Ada apa ahjumma?”

 

 

“Nona, presdir Young grup sudah menikah 3 tahun yang lalu.” Dengan suara yang tegas sekretaris Park langsung berucap dengan mata yang tidak lepas dari kaca mobil yang memperlihatkan wajah Yun ji berharap apa yang ia pikirkan semuanya salah.

 

 

Yun ji terdiam. Menatap kosong ke depan, tangannya bergetar entah kenapa darahnya seolah berhenti mengalir setelah mendengar ucapan sekretaris Park. Sekretaris Park yang melihat perubahan ekpresi wajah Yun ji kembali memanggil Yun ji mencoba menyadarkannya dari lamunannya.

 

 

“Nona!”

 

 

“Ah~ dia sudah menikah! Benarkah!Terus apa hubungannya dengan aku ahjumma? Kenapa kau mengatakan itu kepadaku?” Ucap Yun ji dengan sekuat tenaga mencoba memperlihatkan jika ia baik-baik saja dengan ucapan sekretaris Park.

 

 

Sekretaris Park yang mendengar ucapan nona mudanya hanya bisa meminta maaf. Ia tidak menduga jika Yun ji akan bereaksi seperti ini. Sekretaris Park menggerutu pada dirinya sendiri setelah melihat wajah Yun ji yang kembali datar seperti biasanya bahkan sekarang terlihat lebih miris lagi tidak ada senyuman manis lagi yang terlihat. Tidak ada balasan dari permintaan maaf sekretaris Park. Yun ji kembali fokus dengan pemandangan yang ia lewati.

 

 

Yun ji turun dari mobil semua pelayan menunduk kepadanya, Yun jitidak membalasnya atau pun berucap sepata kata pun dengan langkah tenangnya ia berjalan menuju kamarnya. Sekretaris Park yang mengekori Yun ji di belakang hanya bisa diam ia tidak tahu akan mulai berbicara apa. Ia sudah melakukan kesalahan besar. Nona mudanya sekarang terlihat semakin dingin.

 

 

Sudah 2 hari tapi Yun ji masih betah di kamarnya. Ia  sama sekali tidak memiliki tenaga untuk berdiri dari benda empuk yang ada di kamarnya. Sejak mengetahui jika Kyuhyun sudah memiliki istri entah kenapa membuatnya sangat sedih, ia sama sekali tidak memiliki semangat. Bahkan ia mengejek ulang profil Kyuhyun berharap jika yang ia dengar dari sekretaris Park adalah kebohongan atau hanya kesalahan saja. Namun semuanya ternyata adalah benar Kyuhyun benar-benar sudah menikah dengan salah satu artis yang cukup terkenal.

 

 

“Hahaha. Kenapa rasanya sangat sakit?” Tawa Yun ji mengema di kamarnya.

 

 

“Nona!” Terdengar suara sekretaris Park dibalik pintu. Yun ji yang mendengarnya menatap tajam pintu tersebut.

 

 

“Brak!” Yun ji melempar pintu mengunakan handphonenya dengan sangat keras. Membuat benda tersebut berserakan di lantai.

 

 

Sekretaris Park yang mendengar suara tersebut, kembali mengetuk pintu kamar Yun ji berkali-kali dan juga memanggil nama nona mudanya. Yun ji yang sudah sangat kesal, kini kembali berteriak dengan keras. “Menjauh dari kamarku. Kau sangat berisik.”

 

 

Sekretaris Park yang mendengar ucapan kasar nona mudnaya pun segera berlalu pergi. Yun ji pasti sangat marah kepadanya. Ini pertama kalinya Yun ji bertindak kasar kepadanya setelah ia sudah bisa mengendalikan emosinya. Setelah cukup lama membiarkan nona mudanya menenangkan pikirannya. Sekretaris Park kembali mengetuk pintu kamar dan memanggil nonanya.

 

 

“Nona!”

 

 

“Ya.”

 

 

Walaupun dengan suara yang sangat kecil ia bisa mendengar suara Yun ji yang menjawab panggilannya. Membuatnya kembali tersenyum karena dari jawaban tersebut sekretaris Park bisa mengetahui jika nona mudanya sudah tidak marah lagi kepadanya.

 

 

“Nona. maafkan aku karena menganggu. Ada beberapa dokumen yang harus ditandatangani.” Ucap sekretaris Park dengan pelan.

 

 

“Buka pintunya, aku tidak menguncinya.”

 

 

Sekretaris Park yang masuk ke dalam kamar Yun ji mengembangkan senyumnya setelah melihat keadaan Yun ji yang baik-baik saja tidak berantakkan sama sekali begitu pun dengan kamarnya. Ia mengira kamar Yun ji mungkin akan seperti kapal pecah namun ternyata semuanya  masih sangat rapi kecuali tempat tidurnya yang sangat berantakkan bahkan seprei sudah meninggalkan tempatnya.

 

 

“Bawakan semua dokumen yang harus kuperiksa.” Ucap Yun ji yang sibuk menandatangani beberapa berkas. Ia tahu betul akibat absennya selama 2 hari membuat beberapa dokumen menumpuk di rungannya.

 

 

“Baik nona.”

 

 

“Nona!” Sekretaris Park kembali memanggil Yun ji setelah ia hendak keluar.

 

 

“Ada apa lagi?” Tanpa melihat wajah sekretaris Park Yun ji membalas ucapannya wanita tersebut.

 

 

“Apa anda baik-baik saja?”

 

 

“Apa ahjumma tidak melihatku sekarang?Aku masih sangat sehat. Aku hanya perlu istirahat saja untuk beberapa hari.” Ucapan ketus keluar dari mulut Yun ji. Sekratris Park yang mendengar penuturan nona mudanya pun segera berlalu dengan senyum yang tidak kunjung lepas dari sudut bibirnya walaupun ucapan Yun ji sangat ketus tapi ia memakluminya Yun ji terlihat kesal karena ia bertanya terus.

 

 

 

*****

 

 

Eomma!”

 

 

“Appa!

 

 

“Eomma! Appa!

 

 

“Maafkan aku.”

 

 

Untuk kesekian kalinya Yun ji terbangun akibat mimpinya. Napasnya tidak beraturan ia tidak bisa berteriak, ia tidak ingin membuat sekretaris Park semakin khawatir akan keadaannya. Tangisannya kembali pecah.

 

 

“Eomma! Appa! Maafkan aku.” Yun ji kembali bergumam diselah-selah tangisannya. Entah mengapa sejak mengetahui jika Kyuhyun sudah menikah 2 hari ini bukan hanya semangatnya yang hilang tapi kejadian 10 tahun yang lalu sampai terbawa ke mimpinya seperti pada saat ia berumur 8 tahun lalu.

 

 

Matahri sudah terlihat namun gadis yang sudah sedari tadi bangun tersebut tidak kunjung bergerak dari kursi yang teletak di balkon kamarnya. Matanya masih terbuka dengan jelas menatap cahaya yang tengah menyinarinya. Ia bisa mendengar seseorang tengah membuka pintu kamarnya, namun tetap saja tidak membuatnya untuk bergerak.

 

 

Sekretarsi Park masuk kedalam kamar Yun ji hendak melihat apa nonanya sudah bangun atau tidak. Setelah ia melirik ke atas kasur, ia sama sekali tidak meliat siluet gads yang ia tengah cari. “Nona!” Panggil sekretaris Park setelah melihat ke meja kerja nona mudanya namun tidak mendapatkannya juga di sana. Tiba-tiba sekretaris Park melihat pintu balkon yang terbuka lebar membuat udara pagi dengan leluasa masuk kedalam kamar Yun ji.

 

 

“Nona! panggil kembali sekretrais Park setelah melihat Yun ji tengah meringkuk di kursi sambil melihat ke arah matahari. Karena tidak ada jawaban  sekretaris Park akhirnya memutuskan untuk menyentuh tangan Yun ji. namun, apa yang ia dapatkan hanyalah seperti biasanya dari nona mudanya.

 

 

“Kau tidak harus menyentuhku sekretaris Park.” Yun ji berucap dengan suara dinginnya membuat sekretretaris Park terkejut. Yun ji kemarin baik-baik saja dengannya walaupun ia memasang wajah yang datar namun ia tidak berbicara kepadanya dengan suara dinginnya.

 

 

“Maaf nona. Aku kira nona tidak mendengarku.” Ucap sekretaris Pak dengan suara takutnya.

 

 

“Pergilah.” Satu kata tersebut keluar dari mulut Yun ji yang membuat sekretaris Park mengurungkan niatnya untuk bertanya apakah hari ini nonanya sudah ingin berangkat ke kantor.

 

 

Kepergian sekretaris Park dari kamarnya, tidak membuat Yun ji meninggalkan tempatnya. Pikirannya masih berkutat dengan fakta bahwa Kyuhyun sudah menikah. 2 hari ini hanya itulah di otaknya dan mungkin karena itulah ia kembali memimpikan kejadian yang sangat menyakitkan untuk ia ingat.

 

 

“Aku ingin memilikinya. Ia seolah obat bagiku. Aku bahkan masih bertanya-tanya kenapa rasa hangat itu bisa aku rasakan darinya? Kenapa kehangatan itu tidak dari kakek? Apa aku harus memilikinya?” Berbagai pertanyaan melayang di otaknya entah apa yang ia harus pilih namun sekarang ia masih sangat pusing sampai ia tidak sadar jika hari sudah siang dan sekretaris Park kembali kekamarnya untuk menemuinya.

 

 

“Nona.” Ucap sekretaris Park setelah jam sudah menunjukkan waktu untuk makan siang, dan ia masuk ke kamarYun ji yang ternyata masih duduk di tempat ia duduk pagi tadi.

 

 

“Nona. Apa yang Anda lakukan? Ini sudah siang, nona bisa sakit? Kakek nona bisa khawatir jika mengetahui nona sakit.”

 

 

Yun ji yang tahu kedatangan sekrtaris Park dan mendengar semua ucapannya. Akhirnya berdiri dari tempatnya ketika sekretaris Park menyebut nama kakeknya.

 

 

“Letakkan saja di atas meja, aku akan memakannya. Jadi pergilah.” Ucap lagi Yun ji dengan suara yang sangat kecil. Ia sangat lemah mungkin karena sudah setengah hari sudah berada pada terik matahari  dan ia belum memakan apapun.

 

 

Sekretaris Park tadinya tidak ingin pergi, akhirnya harus mengikuti kemauan nona mudanya saat mata Yun ji menatap tajam ke arahnya. Walaupun ia sudah sangat lama tinggal dengan Yun ji dan merawatnya bagaikan anak sendiri. Tapi etap saja Yun ji adalah majikannya jadi ia harus menuruti semua yang diperintahkan kepadanya.

 

 

Yun ji sudah terduduk di depan meja dengan makanan di hadapannya. Nafsu makannnya sama sekali tidak ada.  Lagi-lagi yang ada dipikirannya hanya Kyuhyun.

 

 

“Aku tidak bisa lagi menahannya. Aku harus memilikinya.Pernikahan itu bisa berakhir.” Yun ji berucap dengan nada suara kecilnya namun terdengar sangat menyakinkan. Ia pun berdiri dari kursinya tanpa menyentuh sedikit pun makanan yang disiapkan oleh sekretaris Park. Kunci mobil sudah di tangannya. Sudah sangat lama ia tidak menyetir namun jika ia menyuruh suruh sopir atau sekretaris Park mengantarnya pasti akan sia-sia saja, sekretaris Park tidak akan mengizinkannya. Akhirnya ia memutuskan untuk menyetir sediri walaupun ia takut sesuatu terjadi.

 

 

“Tutup gerbangnya cepat.” Teriak Sekretaris Park kepada salah satu pengawal yang tengah menjaga gerbang. Setelah mendapat informasi jika mobil Yun ji tengah melaju keluar. Sekretaris Park yang mendengarnya, segera keluar dan ternyata benar ia bisa melihat Yun ji mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh.

 

 

“Cepat ambil mobil. Kita harus menyusul nona.”

 

 

Dengan kecepatan penuh Yun ji menyusuri kota seoul. Ia tidak peduli dengan sekretaris Park yang mengejarnya, yang ada dalam pikirannya hanyalah keinginan untuk merasakan pelukan hangat  Kyuhyun. Ia harus ke kantor Kyuhyun, Yun ji segera membanting pintu mobilnya dan segera keluar setelah sampai di depan gedung kantor Kyuhyun. Ia sama tidak peduli dengan satpam kantor Kyuhyun yang berteriak akibat ia memarkir begitu saja mobilnya.

 

 

“Sial.” Ucap Yun ji setelah melihat kebelakang dan melihat sekretaris Park dan pengawalnya telah sampai dan bahkan ia semakin sialnya karena satpam perusahaan Kyuhyun juga mengejarnya.

 

 

Yun ji membuka pintu sekuat tenaganya membuat semua orang melihat ke arahnya, yang seolah menatap aneh ke arahnya karena penampilannya yang sangat tidak masuk akal jika ingin masuk ke gedung yang sangat besar tersebut.

 

 

 

Yun ji mencoba mengabaikan berbagai bisikan dan tatapan dari para karyawan Kyuhyun. Matanya kini sibuk mencari sosok yang sangat ia sentuh. Ia tidak bisa lagi berlari sejauh mungkin dan sekretaris Park juga akan segera menyusulnya. Apa yang harus ia lakukan agar ia bisa sampai kerungan Kyuhyun? jika ia memikirkannya dengan tubuh sekarang ini sangat mustahil jika ia bisa sampai sebelum sekretaris Park mendapatkannya.

 

 

Tiba-tiba senyumnya mengembang setelah melihat ke salah satu lift yang terbuka dan memperlihatkan seorang laki-laki yang ia cari-cari yang dengan anggkuhnya berjalan keluar dengan beberapa orang di sampingnya. Yun ji langsung berlari setelah melihat Kyuhyun dengan senyuman yang masih mengembang di sudut bibirnya.

 

 

 

 

TBC

45 thoughts on “You’re My Medicine Part 2

  1. Kasih penjelasan dikit dong, kenapa Yoon ji selalu menyalahkan dirinya sendiri atas kecelakaan yg menimpa kedua ortu nya, emang saat itu Yoon ji ngapain?? Koq traumanya ampe 10 th ga ilang2…ampe ga mau disentuh ama orang lain lg….agak mencurigakan gituu
    Trs skrg Yoon ji jadi terobsesi ama kyuhyun gitu, apa Yoon ji pernah ketemu ama kyuhyun sebelumnya??

    Suka

  2. ii cerita seru banget
    udah jarang ff enak disini sekarang, updat an ny pun jarang
    mungkin admin ny udah mulai sibuk sama kehidupan masing2😅

    Suka

  3. masih blm nangkep alur ceritanya itu kaya gimana:( apa guenya yang lemot apa gmn wkwk wow berarti yun ji masih 18? seumuran gue dong haha /bodoamat/😂
    ohya thor, penulisannya agak sulit dipahami, mungkin karena kalimat nya berbelit belit, diksi nya juga mesti diperbaiki biar sekali baca langsung paham, soalnya harus dibaca dua kali biar paham:( dan tituk koma juga thor, bacanya gaada jeda jadi sulit dipahami, gaada penggalan kalimatnya:(
    gue gatau kalo buat readers lain, tapi menurut gue kayak gitu😂maafin gue ya thorr hehe😘 tapi overall ceritanya menarik bgtt, konfliknya anti mainstream, yun ji nya punya penyakit apa thorrr gue penasaran wkwk good job thorr, semoga kedepannya bisa improve jadi lebih bagus lagi penulisannya, ceritanya udah bagus bgttt💕💕 fightingg thorr, ditunggu next partnyaa💪🏻💕💕

    Suka

  4. Berarti yunjinya masih umur 18 ya???
    Wah kyknya kyuhyun adalah orang yg menenangkan yunji pada saat orangtuanya meninggal, jadi yunji merasakan nyaman sekarang,,, maybe
    Yunji pengen bgt nyentuh kyuhyun jadi keinget webtoon untouchable hahaha
    Seru bgt ceritanya,,, si ceweknya ganas hahaha

    Suka

  5. Kok ngeri ya ngeliat yunji kaya gtuh 😨

    Kan yunji trauma pas umur 8th trus kejadiannya udh 10th yg lalu. Berarti yunji skrng umurnya 18th?? Udh jdi CEO? Apa gk terlalu muda

    Overall, ceritanya menarik sih. Tp ada beberapa kalimat yg harus diperbaiki kayanya^^

    Suka

  6. Uuoooo
    Perempuan yang agresif :3

    Tapi masih penasaran banget sama asal mula traumanya itu kejadi …
    Apa penyebab sebenernya ???
    Kecelakaan apa ?
    Kenapa dia minta maaf ??
    Apa yang dia lakuin sampe ortunya meninggal ??? :/

    Suka

  7. Kenapa Kyu nya mesti sdh nikah, knapa gak baru tunangan aja trus dihianati gitu, biar kesannya yunji bkn gadis perusak rmh tangga org lain n kasian yunji beban hidupnya sdh berat. Heeee maaf thor…..lanjut ya Thor. Mksh

    Suka

  8. Aaa akhirnya di post juga, aku nunggu2 krn penasaran sama plotnya
    Kok feeling kalau yu jin tuh istrinya kyuhyun wkwkwk. Penasaran bgt sm ff satu ini, nexttt

    Suka

  9. Aq penasaran bgt itu sama yun ji,,,,emang dia itu sakit apa sih??ato depresi??
    Trus kenapa harus kyuhyun ?? Kyak kyuhyun itu separuh jiwanya aja,,,hahaha
    Tapi ini bikin penasaran bgt critanya,,,,

    Suka

  10. Kok nanggung bangettttt
    Jangan lama lama ya thorrrr😍
    Ceritanya oke banget feelnya dapet puas banget baca sampek akhir
    Semangart terus yaaaa❤❤❤❤

    Suka

  11. Waaahh seru niihh ceritanya..
    Yunji jdi terobsesi gitu sama kyuhyun..
    Kasihan jg kalau yunji tersiksa gitu.. 😦
    Ditunggu kelanjutannya yaa… 🙂

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s