My Husband is Gay Part 2


 

Author: Vivi

Title: My Husband Is Gay Part 2

Category: NC21, Yadong, Romance, Chapter

Cast:

Oh Sehun

Kim Hana

Support Cast:

Ren

Kris Wu

Note   : Anyeong, makasih banget buat para admin yg udah mau post ff ini, ff ini bener bener murni pemikiran aku sendiri walaupun tak sebagus dan sekeren ff milik author author lain tapi tetep mohon dukunganya yah. Dan maaf juga untuk keprontalan sekaligus ke Vulgaran ceritanya ff ini juga udah pernah aku post di wp dan sedikit aku ubah dari dua chapter di satuin dibikin satu Fart. Thenk’s banget semuanya

 

 

“Sorry For Typo”

 

 

“Heppy reading”

 

 

 

0o0

 

 

 

Langit sepertinya sedang senang saat ini, hingga dengan tiba tibanya menyiram bumi dengan air surga.

 

 

Tak terkecuali dengan jalanan Seoul di malam hari. Hana menghela nafasnya berat sebari menatap jalanan aspal di Halte tempatnya duduk.

 

 

Uhh, kalau bukan karena pekerjaanya paruh waktunya sebagai penjaga Toko malam. Ia pasti tidak akan pulang serarut ini.

 

 

Sebenarnya Hana sudah memaksa Bosnya untuk menempatkan dirinya untuk jaga Toko saat siang saja. Tapi ya, sepertinya si gendut cerewet itu harus diracuni racun tikus dulu.

 

 

Tanganya Hana buat agar memeluk dirinya sendiri. Setidaknya mengurangi rasa dingin yg menyeruak, ditambah ia hanya memakai Kemeja tipis dan rok selutut.

 

 

Aishhh, ia benar benar tidak bisa mentoleri keterlambatan datangnya bis. Menyebalkan!.

 

 

Hana menatap miris jam tanganya yg sudah menunjuk angka 9. rencananya bisa gagal total jika Bis tidak kunjung datang.

 

 

Ahh, kenapa hidupnya menjadi sial semenjak menikahi Si Gay sialan itu.

Entah kenapa Hana selalu ingin mencekiknya sampai mati. Uhh, itu pasti menyenangkan?

 

 

Hingga Kakinya replek berdiri dengan mata membulat, ketika ekor matanya menangkap bayangan yg cukup membuat pernapasanya berhenti.

 

 

“Kim Jongin..”

 

 

0o0

 

 

“Kapan kau akan kesini?”

 

 

“Akan aku usahakan besok. Hari ini aku merasa lelah sayang”

 

 

“Tapi Sehun, aku sudah sangat merindukanmu!”

 

 

“Kau pikir aku tidak?, aku berjanji besok Ren!”

 

 

Pria di ujung sana terdengar mendengus kasar, sebelum akhirnya mengiyakan dan panggilan terputus. Sehun sendiri merasa bingung dengan dirinya. Biasanya dia akan langsung melesat pergi jika kekasih manisnya itu mengatakan rindu tapi ia malah ingin segera pulang.

 

 

Entah ada apa denganya?

 

 

Ia rasa moodnya sedikit hancur gara gara membicarakan pasal Vagina dan anus dengan si Park dobi itu.

 

 

Sungguh, ia penasaran. tapi di sisi lain ia juga takut, Ada trauma tersendiri entah kenapa ketika matanya menatap tubuh wanita. Itu selalu mengingatkanya pada suatu masalah di masa lalu. Sebuah hal penyebab kegayaanya.

 

 

Uhh, salahkan saja wanita agresif sialan itu. Ia bahkan terus bertanya apa ibunya memungutnya dari sebuah Bar.

Jika ia bukankah keterlaluan.

 

 

Wanita itu bahkan lebih agresif dari Singa betina yg kelaparan.

 

 

Kim Hana, ya, wanita agresif yg menggoda. Sehun tidak bisa berbohong tentang itu.

 

 

Hingga ekor mata Sehun menyipit. Ia menatap bingung gadis yg menangis sebari duduk di Halte Bis. Dan seketika ia merasa merinding

 

 

Oh jangan bodoh lihat kakinya yg menapak jika ia menganggap itu Hantu. Entah dorongan dari mana, Sehun melangkahkan kakinya keluar dari mobil, lalu menghampiri gadis yg masih menunduk dalam itu.

 

 

Oh sehun merasa iba, Oh ayolah itu sangat bukan dirinya.

 

 

“Nona, kau baik baik saja?”

 

 

Gadis itu masih diam.

 

 

“Nona?” Cicitnya ragu. Namun ia malah terlonjak kaget ketika gadis itu malam memeluknya erat sebari terus menangis terisak.

 

 

“A-ajhussi…” Oh yatuhan apa ia terlihat setua itu? ” Tolong…. Perawani aku!”

 

 

WHAT The___

 

 

“Aku ingin segera hamil dan terbebas dari pernikahan pembawa sial ini…. Persetan dengan si Gay sialan itu. Aku mohon ajhussi!”

 

 

“….”

 

 

Hana mengerutkan keningnya ketika tidak ada respon sama sekali dari Ajhussi yg dipeluknya. Ya, ini memang memalukan, tapi masa bodo, Hatinya terlalu sakit dengan apa yg ia lihat barusan.

 

 

Pacarnya Kim jongin berhujan hujanan bersama dengan seorang wanita. Yah, kecurigaanya terbukti jelas sekarang. Dan semua masalah yg datang padanya akhir akhir ini, ia yakin penyebabnya pernikahan bodoh ini.

 

 

Mungkin Tuhan menghukumnya karena sudah bermain main dengan sebuah pernikahan. Itulah mengapa ia ingin segera hamil dan hidup kembali dengan normal walaupun dengan cara tidak senonoh seperti ini.

 

 

“Ajhussi?” Cicit Hana ragu

Hingga suara dingin familiar itu malah terdengar, membuat Hana reflek membulatkan mata.

 

 

“Pertama berhentilah memanggilku Ajhussi!”

 

 

Oh ya Tuhan, jangan bilang orang ini……

 

 

“OH SEHUN KAU!” Teriak Hana kaget setelah melepaskan pelukanya. Keduanya sontak menatap kaget satu sama lain.

 

 

Ahh, kepala Sehun terasa pening sekarang. Jadi gadis itu Hana, Kim Hana istri agresifnya?. lalu apa maksud Perawani aku, hamil, Pernikahan pembawa sial, Si Gay sialan…..? dirinya?

 

 

Ckk, benar benar….

 

 

Uhh, ia sangat ingin menyumpali mulut mungil itu dengan kejantananya. Eh?

 

 

Tidak, tidak. Maksudnya celana dalamnya.

 

 

“Bagaimana bisa kau ada disini?” Cicit Hana ragu. Ayolah, Apa yg sudah ia katakan barusan di depan Oh sehun. Ia benar benar ingin ditelan hidup hidup sekarang juga. Bahkan ia hampir saja membocorkan rahasia penting itu. Dasar Bodoh.

 

 

Sehun menatap tajam gadis yg menundukan kepala dalam itu. Oh, ayolah mereka bahkan belum genap satu minggu bertemu, tapi gadis itu sudah berani menghinanya DIDEPANYA pula.

 

 

“Jujur aku rasa kata Gay sialan terdengar terlalu kasar Nona Kim!”

 

 

Hana semakin menunduk.

 

 

“Dan aku rasa kau wajib memperjelakan padaku kata Perawani aku, Hamil, dan Pernikahan pembawa sial….”

 

 

Cup

 

 

Deg

 

 

“Aku pergi suamiku. Bye, nanti kita bertemu lagi di rumah ibumu!”

 

 

Brug… pintu Bis tertutup. Berjalan meninggalkan Sehun yg masih terdiam cengo.

 

 

Tanpa sadar tanganya terulur kearah bibirnya, dan mengusapnya pelan.

 

 

Entahlah ia merasa ada setrum kuat tadi saat bibir mereka bersentuhan kilat. Entahlah ia tidak tau kenapa.

 

 

Tanganya kembali terjulur kearah detak jantungnya. Bahkan jantungnyapun ikut tersetrum hingga berdetak dengan cepat.

 

 

Ada apa dengan dirinya?.

 

 

Namun bagai ditampar dengan kesadaran, Sehun membulatkan matanya dengan tangan mengepal ketika melihat Bis sudah menjauh.

 

 

“YAKK SINGA BETINA KEPARAT!”

 

 

Setidaknya Hana juga harus memiliki nama julukan bukan?.

 

 

0o0

 

 

Hufttt… Entah untuk yg keberapa kalinya Hana menghela nafas. Tanganya sesekali mengusap tetesan air mata yg keluar begitu saja dari ujung matanya. Kim jongin dia…

 

 

Hana masih tak dapat mempercayainya.

 

 

Tangan Hana mengetuk pintu berkali kali dengan emosi. Akhhh, Bagaimana bisa bayangan lelaki itu terus saja berputar putar di otaknya layaknya video rusak.

 

 

Dan mertuanya, bagaimata wanita tua itu tidak kunjung membuka pintu, setidaknya walaupun ia menantu sementara tetap saja wanita itu harus membukakan pintu.

 

 

Oh penderitaan seorang Kim Hana benar benar sempurnah.

 

 

Yah, mereka hanya menginap satu malam di hotel. Rencananya mereka berdua akan tinggal di sini dulu sebelum besok pindah keapartement Sehun.

 

 

Tapi masalahnya sekarang Hana benar benar ingin segera mengunci diri di kamar mandi sebelum…

 

 

“Ibuku belum membukakan pintu?”

 

 

Gawat!.

 

 

Oh sehun, Hana menggeleng lemah. Hingga gadis itu sontak melangkah mundur ketika pria didepanya berjalan maju kearahnya dengan tatapan tajam.

 

 

Matilah kau Kim Hana.

 

 

Sehun semakin melangkahkan kakinya hingga langkah Hana terhenti dengan dinding di belakangnya.

 

 

Oh ya Tuhan, apa selain gay Sehun juga Pesikopat.

 

 

Hana menggelengkan kepala ia belum siap mati. Bahkan ia belum melihat uang 100 juta won itu.

 

 

Sehun mengurung Hana dengan tanganya di kiri kanan kepala gadis itu. Mereka bertatapan cukup lama hingga.

“Tolong jelaskan kata perawani aku!”

 

 

“Itu a-aku mmhfff…”

 

 

Cup.

 

 

Sehun semakin memperdalam ciuman mereka. Entahlah, tapi ia semakin penasaran dan ingin merasakan getaran setrum tadi lagi.

 

 

Tapi nyatanya banyak hal selain rasa penasaran yg membuatnya malah semakin melumat kedua bibir itu seakan ingin memakanya. Ini manis, dan lembut. Dengan sengaja Ia menggigit bibir bawah Hana hingga wanita itu mengerang tertahan.

 

 

Sehun menelusupkan lidahnya mengocok seluruh isi dalam mulut Hana. Membuat gadis itu tampa sadar menikmatinya dan balas mencium dengan melingkarkan kedua tanganya di leher Sehun.

 

 

Entah sadar atau tidak salah satu tangan Sehun sudah masuk kedalam kemeja Hana meremas Dada wanita itu dari balik Branya membuat Hana mendesah karenanya.

 

 

“Aghhh…Uhhh”

 

 

Tangan satu lagi milik Sehun sudah masuk kedalam rok Hana. Mengelus Kewanitaanya yg masih tertutup celana dalam. Membuat gadis itu memejamkan matanya nikmat.

 

 

“Akhhh…uhhh..ouhhh”

 

 

Dan desahan Hana semakin menjadi ketika salah satu tangan pria itu memasuki celana dalamnya, mengusap, mencubit kritosnya dan Hana merasa melayang menahan nikmat sekaligus geli.

 

 

Ia baru tahu sentuhan seorang Gay mampuh membuatnya merem melek.

 

 

Sehun masih asik mencumbu lehernya, hingga pria itu menggeram tertahan ketika dengan sengaja Hana meremas kenjantananya yg sudah mengeras dibalik celana.

 

 

Yeassss, ia rasa ia sebentar lagi akan berhasil.

 

 

Tapi “Akhhh”

Hana menjerit tertahan ketika Tiga jari pria itu sudah masuk kedalam Vaginanya itu perih. Dan Pria itu mengeluar masukan tanganya dengan cepat. Tapi beakhir nikmat.

 

 

“Fasterrr…Sehun-ahh…ouhh”

 

 

BRAKK…

 

 

“YA TUHAN BAGAIMANA BISA KALIAN BERCINTA DI TERAS RUMAHKU!”

 

 

0o0

 

 

“Akhh, sial!!” Sehun mengacak rambutnya kasar.

 

 

Matanya menatap pantulan dirinya yg tengah bertelanjang dada dengan Hanya memakai handuk di bayangan cermin.

 

 

Bagaimana bisa?

 

 

Sepertinya hanya itu yg ada di otaknya. Ia tidak mengerti bagaimana bisa ia melakukan itu pada si singa betina itu.

 

 

Semuanya seakan berjalan dengan sendirinya. Tubuhnya benar benar melawan otaknya yg berkata tidak. Uhh, sebenarnya racun apa yg Hana berikan kepadanya.

 

 

Ia yakin gadis itu tidak membawa setruman apapun saat bersamanya. Tapi kenapa setiap mereka bersentuhan ia merasa tersetrum hingga jantungnya berdetak di atas rata rata.

 

 

Brakkk…

 

 

“SUAMIKU SAYANG, BAGAIMANA JIKA KITA MELANJUTKAN YG TADI, KATAKAN KAU LEBIH SUKA DOGY STYL ATAU 69?”

 

 

Cekrek… pintu terkunci.

 

 

Rencana kedua Hana yakin 100℅ berhasil. Apalagi semenjak kejadian yg tadi, Hana yakin Sehun sudah mulai menyukai tubuhnya. Dan ia bersyukur ia tengah dalam masa subur.

 

 

Oh, sebentar lagi ia bebas. Selamat tinggal dunia keparat, selamat datang 100 juta won.

‘Ibu aku datang!’

 

 

Tapi nyatanya semuanya tak sesuai yg Hana harapkan…..

 

 

Si Gay sialan itu….

 

 

o0o

 

 

“Woah…Apa ini Apartementmu?”

 

 

Hana memperhatikan sekelilingnya dengan histeris. Sumpah, ini Apartement yg sangat mewah dan besar. Ia yakin harganya pasti sangat mahal.

 

 

Ya, jika kau lupa siapa yg kau nikahi Kim Hana. Ceo’Oh grup. Tanpa sadar Hana terkikih geli.

 

 

Sedangkan Sehun, yg tengah duduk di sopa hanya memutar matanya jengah dengan kelakuan Singa betina itu.

 

 

Yah, mereka baru saja pindah tadi pagi, setelah pindah dari rumah ibunya yg menghardik mereka habis habisan gara gara acara bercumbu di teras rumahnya.

 

 

Yang, Uhmm, diluar kontrolnya, entahlah Sehun juga merasa saat itu otaknya sedang sedikit bergeser, yg membuatnya tidak bisa tidur semalaman.

 

 

” Apa kau baru melihat tempat seperti ini?. Ckk, Benar benar mengenaskan!”

 

 

Hana mendelik tidak suka kearah pria itu. Benar benar pria yg sangat menyebalkan. Uhh, ingin rasanya Hana meracuni pria itu dengan racun serangga.

 

 

Bahkan setelah kejadian di kamar mandi kemarin, pria itu tidak terlihat merasa bersalah sama sekali. Oh, Ayolah. Tentang di kamar mandi itu, Hana benar benar merasa kesal.

 

 

Coba kalian bayangkan, bagaimana bisa saat ia kembali mengajak mahluk Gay itu bercinta dengan kepercayaan keberhasilan 100℅. Ketika ia mendekati, gunung es itu malah tiba tiba saja mendorongnya dan berlari keluar seakan baru saja ingin di perkosa. membuat kakinya menjadi korban KDRT.

 

 

Yah, Kaki kananya terkilir setelah terpeleset gara gara Sehun mendorongnya. Hingga ia harus merasakan kesakitan apalagi ketika seorang Dokter mengobatinya. Uhh, Setiap Hana mengingat kejadian itu ia jadi semakin bernafsu membuat Sehun membenamkan wajahnya di selengkakanya, liat saja nanti!

 

 

Hana melangkahkan kakinya hendak duduk di salah satu sopa di samping Sehun. Namun langkahnya terhenti dengan ringisan sakit di bibirnya ketika kaki kananya tidak sengaja menabrak ujung meja. Meja sialan.

 

 

“Akhhh, Aishh” Hana terduduk di lantai yg tertutup karpet. Matanya sudah berkaca kaca sebari memijit kakinya pelan.

 

 

Oh kenapa Hana selalu sial.

 

 

Sehun yg melihat itu replek menghampiri Hana, menatapnya dengan cemas.

 

 

Tunggu cemas? Tidak, tidak, tidak. Sehun meyakini itu ia hanya iba.

 

 

“Dasar ceroboh, Setidaknya gunakan juga matamu untuk melihat jika kakimu sedang berjalan bodoh!” Cercak Sehun sebelum menggendong Hana arah kamar.

 

 

“Diamlah, ini sakit Sehun, dan ini juga gara gara kau, mungkin kita sudah bercinta dengan penuh gairah jika kau tidak mendorongku !”

 

 

Sehun membaringkan Hana di ranjang. Memijit betis gadis itu mencoba meredakan rasa sakit di kaki mulus Hana yg bengkak.

 

 

“Salahmu sendiri, bukankah aku sudah bilang. Aku tidak menyukai tubuh wanita”

 

 

“Dan aku juga sudah bilang akan membuatmu menyukai Vagina!, sampai menginginkanya setiap saat, Camkan itu!”

 

 

Sehun memutar bola matanya malas mendengar ucapan Prontal istrinya itu. Walaupun ia tidak bisa bohong ia sempat tergoda, tapi Sehun buru buru menampiknya jika itu hanya rasa penasaran. Yah, dan ia tidak ingin melakukan lagi.

 

 

Sungguh ia terlalu trauma.

 

 

Jika boleh jujur, Sehun juga merasa bersalah, Ia hanya terlalu takut kemarin. Yah, Kejadian dimasa lalu itu terasa berputar bak video rusak di kepalanya.

Hingga membuatnya tidak sengaja mendorong Gadis itu hingga jatuh terpeleset.

 

 

Salahkan juga gadis itu yg terlalu ganas.

 

 

Lagi pula ia sekarang sudah memijitnya bukan. Dan ia juga sengaja tidak bekerja. Ya, gara gara paksaan ibunya.

 

 

“Sakitnya bukan disitu tapi di sini!” Ucap Hana sebari menarik jemari Sehun kepahanya yg paling atas. Dan Sehun sempat ngerutkan kening, sebelum merasa tidak perduli dan mulai kembali memijitnya.

 

 

“Ouhhh…yahhh…ahhh…Lebihhh……Keatassshhh” Desah Hana ketika rasa geli bercampur nikmat itu ia rasakan, apalagi ketika jari Sehun tidak sengaja mengenai kewanitaanya yg tertutup celana dalam. Karena ia Hanya memakai kemeja kebesaran Sehun tanpa celana. Ya, ia belum sempat mengubrak abrik kopernya yg terbengkalai itu makanya ia meminjamnya walau dihadiahi dengusan kesal dari Sehun.

 

 

Sehun sendiri terdiam, mendengar ringisan Hana yg menurutnya terdengar seperti desahan jika ia tidak salah dengar. Sebelum akhirnya menuruti keinginan Hana. Daripada wanita itu mengadu yg bukan bukan kepada ibunya. Dengan ragu Sehun menaikan jarinya dan sempat kaget ketika jari Hana meraih jari tanganya menempatkanya tepat di PUSAT paha Hana Lalu menggerakan jari Sehun seakan tengah mengusap usapnya. Dengan Sehun yg membulatkan mata.

 

 

“Ouhh…Ahhh..Sehunnn…Remassshh”

 

 

Sehun masih terdiam cengo namun seoalah terhipnotos pria itu menggerakan jari tanganya meremas vagina Hana yg masih tertutup celana dalam berwarna hitam lalu menekan nekan lubangnya pelan. Dan Hana merem melek menahan nikmat.

 

 

Ia juga tidak mengerti, tubuhnya seakan menghianati pikiranya. Melihat Hana mendesah seperti itu seakan hiburan tersendiri untuknya yg membuat libidonya naik dalam sekejap. Ia sudah tergoda?, Tidak, Sehun yakin ini hanya rasa penasaran yg sialnya entah karena apa kejantananya malah mengeras. Sial apa yg sebenarnya terjadi kenapa ia bisa terangsang?. Tidak biasanya.

 

 

Sedangkan Hana bersorak dalam hati. Yah, Sehun terangsang, lihat gundukan menonjol itu. Benar benar tidak di percaya, Gay medium tingkat darurat seperti itu bisa terangsang dengan mendengar desahanya. Yeah, sepertinya saran Google tentang terus menggodanya mulai bereaksi.

 

 

“Ouhhh…Yahhh…Sehunnn..seperti..ituhh…”

Hana kembali menggelinjang ketika Sehun menarik celana dalamnya lalu memainkan kritosnya dengan mencubitnya. Dengan sengaja Hana membuka lebar lebar Pahanya lalu menekukan kakinya membuat vagina mulusnya terpangpang jelas.

 

 

Sehun yg melihat itu entah kenapa menengguk ludahnya kelu. Apa yg terjadi kepada dirinya?, sepertinya Hanya itu yg ia pikirkan. Hingga Hana menangkap kebingungan di mata pria itu ketika gerakan tanganya terhenti dan Sehun menjauhkan tanganya dari milik Hana seakan tersadar sesuatu. Yah, Sehun bingung dengan dirinya sendiri, Ia merasa sebuah hasrat sarat akan nafsu saat ini dan ia bingung karena biasanya ia tidak seperti ini walaupun ia memesan pelacur wanita ia hanya menatap tanpa minat milik mereka dan berakhir pergi mencari pelacur pria manis yg mampuh menarik libidonya. Tapi untuk pertama kalinya saat melihat wanita ia seperti ini.

 

 

Oh sepertinya ia sudah gila.

 

 

“Sehun-ah apa kau tidak pernah ingin normal?”

 

 

Hana bertanya ragu dan Sehun menatapnya sendu. Ada kesedihan di dalam matanya. Dan Hana mendengus ketika pria itu menggelengkan kepalanya pasti.

 

 

Tapi kenapa?, pasti ada alasanya bukan?

 

 

“Aku membenci tubuh telanjang wanita, Kepalaku pusing ketika melihatnya” Sehun berucap lirih. Sejujurnya ia juga ingin menjadi normal, dan menjadi ayah untuk anaknya kelak hanya saja bayang bayang itu membuat kepalanya pusing ketika meningatnya. Itu menakutkan dan Sehun selalu mengingatnya setiap melihat tubuh telanjang wanita.

 

 

Hana yg melihat itu malah beranggapan jika dirinya telah mengganggu Orenteaksi seksual Sehun membuatnya sedikit merasa bersalah. Sebenarnya tidak ada yg salah dengan Homo seksual, selama mereka merasa bahagia dengan keadaan mereka. Dan Hana benar benar merasa bersalah telah memaksa Sehun dari penyimpangan Seksualnya, yg dapat dilihat mengganggu pikiran Sehun dan juga bisa mengganggu kejiwaanya. Tapi sayangnya Hana juga tidak bisa berhenti. Ia membutuhkan Sperma pria itu untuk menanan janin di perutnya. Dan___ mendapatkan uang itu untuk ibunya yg tengah di rawat.

 

 

Kecuali jika pria itu mau memberikanya tanpa harus merubah orenteaksi seksualnya.

 

 

Ya, ia mengerti sekarang.

 

 

“Sehun-Ssi, bisakah kau mengabulkan satu permintaanku. Dan aku berjanji tidak akan menggodamu lagi setelah ini”

 

 

Sehun menatap kearah Hana yg tersenyum. Entah kenapa ia merasa tidak suka.

“Tolong buat aku Hamil, dan aku berjanji tidak akan menggodamu lagi. A-aku sangat menginginkan anak Sehun!”

 

 

“Tapi pernikahan kita baru…”

 

 

“Aku mohon… tunggu sebentar”

 

 

Hana turun dari ranjang, Sedangkan Sehun hanya mengerutkan kening, bukankah memiliki anak terlalu cepat? mereka bahkan baru menikah kemarin.

 

 

Hana kembali dengan sebuah kain panjang hitam di tanganya. Yg membuat Sehun tambah bingung. Wanita itu menyerahkan kepadanya “Tutup matamu dengan ini!”

 

 

“Tapi…”

 

 

“Jangan banyak bicara, kau bilang tidak menyukai saat melihat tubuh wanitu. Jadi aku beri kemudahan, bercinta dengan mata tertutup dan anggap aku pria”

 

 

Sehun masih belum bergeming. Hingga akhirnya Hana menaik kain itu paksa dan memasangkanya sebagai penutup mata Sehun. Uhh, jika respon Sehun seperti ini terus Hana bisa pastikan Celana dalamnyalah yg ia jadikan penutup mata pria ini.

 

 

“Kenapa tanganku juga?” Tanya Sehun ketika Hana juga mengikat tanganya keatas kepala. Uhh, Sehun merasa seperti korban pemerkosaan.

 

 

“Hanya memastikan badanku tidak terluka, kau bisa saja mendorongku hingga jatuh kelantai” Jawab Hana sebari mendorong Sehun hingga tertidur. Yah, Hana tau ini sedikit keterlaluan, tapi ia takut jika Sehun mendoronya atau bahkan mencekiknya ditengah acara.

 

 

“Jika kau ingin tau aku tidak suka digagahi, aku ini jantan aku yg menggagahi” Hardik Sehun yg matanya sudah tertutup kain. Hana memutar matanya jengah.

 

 

“Terserah kau saja, pria jantan tidak akan memasukan penisnya kelubang pria. Sudahlah lebih baik kau diam dan nikmati saja. Anggap aku kekasih Gaymu”

 

 

Hana merangkak keatas Selangkakan Sehun. Mendudukan miliknya tepat di milik Sehun yg masih mengeras. Dan keduanya mengerang ketika Hana sengaja menggesekan milik mereka.

 

 

“Ouhhh…Akhhh”

 

 

Kedua tangan Hana memegang rahang Sehun sebelum akhirnya menempelkan kedua bibir itu. Hana melumat bibi Sehun ganas dan ia bersorak ketika Sehun membalas lumatanya. Lidah mereka berperang saling membelit hingga air slavia mengalir di ujung bibir masing masing.

 

 

Ciuman Hana beralih kearah leher Sehun. Menyesapnya membuat Sehun menggelinjang.

 

 

“Ouhhh..”

Kedua tangan Hana bekerja, yg satu membuka kemeja putih Sehun dan yg satu lagi menekan nekan Vaginanya sendiri. Mencoba mencari kenikmatan.

 

 

Semuanya memang terasa gelap tapi Sehun tidak bisa membohongi Sentuhan Gadis ini memabukan. Diam diam Sehun terus berusaha melepas tanganya.

 

 

Hana menatap takjup kulit putih berabs Sehun. Sebelum akhirnya menyesapnya disetiap permukaan.

 

 

Dan salah satu tangan Hana memegang kejantanan laki laki itu yg masih tertutup celana jins. Sebelum akhirnya meremasnya pelan. Dan Sehun tidak bisa berhenti mendesah.

 

 

“Ouhhh…Terusss…shhh”

 

 

Dengan tidak sabaran Hana membuka celana Sehun dan melemparkanya sembarangan beserta dalamanya. kembali menatap takjub kejantanan pria itu yg sangat panjang dan besar. Ouh, ia bahkan tidak yakin ini bisa muat di vagina mulusnya.

 

 

Dengan tidak sabaran Hana memegangnya mengocoknya dengan cepat membuat Sehun menggelinjang.

 

 

“Ouhhh…Uhhh… Fasterrrr…Hanaahhh”

 

 

Mulut Hana menggantikan tugas tanganya mengulum dan dengan Sengaja menekan nekan lubang kecil di ujung penis Sehun. Uhh, mereka bahkan mengabaikan rasa panas bercinta disiang bolong.

 

 

“Akhhh” Dan Hana meringis pelan ketika sperma Sehun menyemprot tenggorokanya hingga ia tersedak dan terbatuk batuk.

 

 

“Yakk, Seharusnya kau mengeluarkanya di rahimku, bukanya di mulutku”  Bentak Hana tidak terima, namun ia tersentak kaget ketika Sehun membalik posisi merek hingga Hana yg berada di bawah.

Hana bahkan kaget sejak kapan ikatan tangan pria itu terlepas.

 

 

Matanya menatap Mata Sehun yg masih tertutup. Hingga ia sedikit kaget ketika pria itu melumat bibirnya kasar. Bibir Sehun berpindah ke leher mulus Hana menyesapnya kuat hingga muncul bercak merah keunguan. Dan Hana terus mendesah setelahnya.

 

 

“Ouhhhh….Sehunahhh”

 

 

Kedua tangan Sehun berpindah meremas dua gundukan kenyal yg pas di tanganya. Sebelum merobek kemeja Hana dan melemparnya sembarangan. Terlihatlah dua gundukan kenyal yg terlihat sangat menggoda walaupun pada kenyataanya Sehun sama sekali tidak bisa melihatnya. Ya, Hana memang sengaja tidak memakai bra.

 

 

Entah belajar dan mengetahui darimana Sehun meremas dan melumat punting payudara berwarna merah muda itu. Dengan Hana yg terus mengerang keenakan.

 

 

“Ouhhh…Ahhhh..Lebihh dalammm”

 

 

Entahlah menurutnya sentuhan Sehun adalah candunya.

 

 

Bahkan ia terus berpikir bagaimana Sehun bisa melakukan ini.

 

 

Bosan dengan dua bola besar itu, Sehun menurunkan tubuhnya, mencium Tubuh bagian dalam Hana membuat Hana Mendesah pasrah.

 

 

“Ouhhh….Ahhhh..Sehunn”

 

 

Lidah Sehun menusuk nusuk Vagina Hana melumat kewanitaan gadis itu seakan ingin memakanya hingga akhirnya “Akhhhh” Hana Orgasme.

 

 

Hana menatap Lemah Sehun yg berada di atasnya.

 

 

“Setelah ini apa yg harus aku lakukan?”

 

 

Dan Hana menghela nafas

“Tentu saja memasukanya apa lagi?”

 

 

Dan Hana mengerang ketika telapak tangan Sehun mengelus kewanitaanya.

 

 

“Ada dua lubang di sini, mana yg harus aku masuki?”

 

 

Dasar bodoh, Hana mengumpat dalam hati sebelum akhirnya  mengerti jika mata Sehun tertutup tentu saja Pria itu tidak melihat tapi tetap saja ia kesal jika Gairah sudah di puncak dan hilang dalam seketika. Dengan sedikit kesal Hana merubah posisi menjadi yg di atas Sehun. Sedikit berjongkok tepat di selengkakan pria itu. Tanganya memegang batang kejantanan Sehun mengarahkan bokongnya kearah kejantanan Sehun yg berdiri tegak.

 

 

Penis Sehun mulai masuk dan Hana merintih kesakitan ketika rasa perih menyerang Vaginanya.

.

Sedikit lagi…..

.

Jleb…

.

“Akhhh”

.

Hana bersumpah ini benar benar sakit bahkan air matanya menetes begitu saja. Matanya membelalak ketika darah keluar dari sana. Ya, ia sudah bukan perawan lagi. Keperawananya sudah direnggut oleh seorang gay. Menyedihkan sekali.

 

 

Baru saja Hana hendak menggerakanya Sehun sudah lebih dulu membalik posisi hingga Hana kembali berada di bawah bersama penyatuan mereka.

 

 

“Aku tau ini pertama bagimu. Kau akan sangat kesakitan dengan posisi itu.”

 

 

Sehun berucap lembut sebelum akhirnya menggerakan penyatuan mereka dengan pelan. Entahlah ia hanya merasa tidak ingin menyakiti Hana.

 

 

“Ouhhh…Sehunnn…akhhh..fasterrrr” Desah Hana, Sehun semakin menggenjot Hana dengan cepat membuat keduanya mendesah nikmat.

 

 

“Ouhhh…Rennn…Ini..nikmatt….Ouhh..Kau ..sempitt”

 

 

Sehun semakin gencar memaju munjur tubuhnya hingga pelepasan keduanya datang. Sperma menyembur ke rahim Hana rasanya hangat dan menyenangkan.

 

 

Sehun berpindah ke samping Hana setelah melepaskan penyatuan mereka. Menarik selimut untuk mereka berdua lalu memejamkan mata sebari memeluk Hana. Berbeda dengan Hana yg hanya bisa menangis tanpa suara.

 

 

Kenapa hatinya sakit mendengar Sehun menyebutkan nama orang lain ketika mereka bercinta.

 

 

Seharusnya Hana tau ia bukan siapa siapa disini bagi seorang Oh sehun….

 

 

Dan bukankah ia juga menganggap begitu. Jadi kenapa ia harus menangis. Ya, Seharusnya ia senang rencananya sudah berhasil dan ia berharap ia segera Hamil dan meninggalkan neraka dunia ini.

 

 

0o0

 

 

Sehun menatap jengah gadis yg tengah bulak balik mengantarkan makanan keatas meja itu. Ia hanya merasa gadis itu terlihat lain. dan ia tidak suka didiamkan seperti ini. Setidaknya jika gadis itu marah karena ia merebut keperawananya gadis itu bisa bicara bukan seperti ini.

 

 

“Tunggu sebentar, kau tidak makan sore?” Tanya Sehun menahan tangan Hana ketika Hana hendak melangkah pergi.

 

 

“Aku sudah makan lebih dulu tadi” Jawab Hana dingin. Sehun menghela nafas sebelum akhirnya menarik Hana hingga jatuh kepangkuanya.

 

 

Mereka berdua bertatapan cukup lama. Entah dorongan dari mana Sehun mendekatkan wajahnya kewajah Hana. Hana menutup matanya ketika Bibir mereka hampir bersentuhan namun..

 

 

Ting..tong…

 

 

Dengan cepat Hana turun dari pangkuan Sehun menatap malu kearah pria itu sebelum akhirnya melangkah pergi. Sehun yg melihat Semburat merah merona di pipi gadis itu hanya bisa tersenyum kecil. Itu menggemaskan.

 

 

Hana membuka pintu apartement mereka dan mengerutkan kening bingung menatap Laki laki tinggi yg tengah berdiri di depanya yg juga menatapnya bingung.

 

 

“Apa kau kekasih Sehun?”

 

 

Laki laki itu terlihat mengerutkan kening sebelum akhirnya tertawa.

 

 

“Astaga, aku ini normal Nona, dan aku masih menyukai Vagina wanita. Apa kau tidak lihat jika aku ini pria tulen” Hana ikut tertawa ia bisa bernapas lega namun pandanganya terarah kearah pria cantik yg baru saja datang, dan menatap Hana tajam

 

 

“Jika aku kekasih Oh sehun, Apa maumu?”

TBC

Mohon maaf atas keProntalan ucapanya. Dan mohon dukunganya ya guys ^^

51 thoughts on “My Husband is Gay Part 2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s