Just Because Part 6


 

Author              : KeyNana

Tittle                : Just Because …

Category           : NC19, Romance, Drama, Chapter

Cast                 :

  • Kim Ki Bum a.k.a Key
  • Choi Na Ri
  • Park Jin Young

Other Cast :

  • Other Shinee Member
  • Kim Tae Hyung
  • Park Ji Min

 

Happy Reading ..
I hope you like this …:)

 

 

Park Jin Young masih penasaran dengan Kim Tae Hyung yang menemui Choi Na Ri. Sedari tadi dia hanya memandang keluar dari luar jendela kamarnya yang memperlihatkan dunia. Kepalanya menoleh ketika suara pintu terbuka ‘Park Ji Min pulang’ tanpa berfikir lagi dirinya langsung keluar dari kamar dan benar itu adalah Park Ji Min yang baru pulang. Bukankah dia pulang terlalu malam untuk anak SMA dan berani sekali dia pulang malam saat dia tinggal bersama Park Jin Young.

“Mengapa kau baru pulang, darimana kau?” Park Jin Young menatapnya tajam.

Meski melihat tatapan Park Jin Young yang menyeramkan nampaknya tak membuat Park Ji Min ketakutan. “Maafkan aku hyung, tadi aku pulang kerumah untuk mengambil barang-barangku dan Ibu memintaku untuk menunggunya dia memasakkan makanan untuk kita.” Pantas saja dia tidak ketakutan.

Park Jin Young hanya diam, tak ada alasan untuk memarahi Park Ji Min. “Aku sudah mengatakan pada Ibu jika aku akan tinggal disini dan ternyata kau sudah mengatakan itu pada Ayah, terimakasih hyung. tolong jaga aku dengan baik.” Dirinya membungkuk 90 derajat.

“Jangan banyak bicara, siapkan makanan.” Park Jin Young berjalan menuju meja makan sementara Park Ji Min hanya tersenyum dan mengikutinya.

“Ibu meminta kita untuk datang setiap minggu dan kau tahu hyung ketika aku pergi Ibu seperti ingin menangis.”

“Jika kau melihatnya menangis kenapa kau masih pergi, bodoh.” Park Ji Min tak memperdulikan ucapan Park Jin Young, dia hanya fokus untuk menyiapkan makanan.

“Park Ji Min, bagaimana sifat temanmu itu?” Park Ji Min mengernyitkan dahinya mendengar pertanyaan sang kakak, matanya seolah bertanya ‘Teman, siapa?’. “Temanmu yang waktu itu, bagaimana sifatnya?”

Aaaa… Kim Tae Hyung maksudmu, hyung?” Park Jin Young menganggukkan kepalanya

“Dia orang yang aneh.” Park Jin Young memekik terkejut mendengar penjelasan Park Ji Min mengenai Kim Tae Hyung.

 

-Chapter 6-

 

“Maksudmu dia gila?” Park Ji Min terkekeh mendengar pertanyaan konyol sang kakak. “Bukan itu yang aku maksud hyung. Aneh yang aku maksud itu bukan gila yang kau pikirkan.”

Park Jin Young mengernyitkan dahinya kembali. “Lalu, mengapa kau mengatakan dia aneh?”

“Karena dia memang aneh, panggilannya adalah alien.” Park Jin Young masih tak mengerti, Park Ji Min tersenyum lalu duduk. “Kim Tae Hyung sebenarnya dia orang yang baik, dia selalu membantu orang-orang yang membutuhkannya tetapi terkadang dia melakukan hal-hal konyol yang tak seharusnya dia lakukan, walaupun aku tahu itu ia lakukan itu semata-mata untuk memberikan kesenangan mungkin karena dia selalu melakukan hal konyol itu yang membuatnya terlihat aneh dan dipanggil alien.” Park Jin Young terdiam, dia mengerti kata ‘aneh’ untuk Kim Tae Hyung bukan gila yang semula dia pikirkan tetapi hanya karena sikap Kim Tae Hyung yang konyol.

“Dia itu yang bisa merubah suasana kelas menjadi lebih ramai, ekspresi wajahnya tidak pernah berubah jika tidak senyum ya tertawa jika tidak dia akan menunjukkan wajah idiotnya.” Park Ji Min menjelaskan detailnya.

“Dan kau mencoba menurutinya dirumah?”

Park Ji Min terkekeh. “Tapi, mengapa tiba-tiba kau menayankan Kim Tae Hyung?”

Park Jin Yong berpaling dari Park Ji Min dan mengambil sumpitnya. “Ayo kita makan.”

Park Ji Min mengernyitkan dahinya curiga. “Kau aneh hyung.”

Park Jin Young tak mendengarkannya dan mulai makan lalu diikuti sang adik.

 

***

 

Sudah 5 hari ini Park Jin Young tidak berbicara dengan Choi Na Ri. Dia hanya akan menjawab ketika Choi Na Ri bertanya selebihnya dia akan tetap menjadi si Park Jin Young yang dingin. Melihat perubahan sikap Park Jin Young membuat Choi Na Ri bertanya-tanya, sejak awal memang benar jika gadis ini mengkhawatirkan teman prianya tetapi Choi Na Ri tidak ingin ikut campur dengan masalah pribadi orang lain sehingga dirinya memilih untuk diam.

Seperti yang sudah ia janjikan kepada Kim Tae Hyung bahwa dirinya akan membantunya lulus dari SMA. Sore ini dia keluar dari apartemennya dengan membawa buku-buku ditangannya. Langkahnya terhenti ketika melihat Park Jin Young datang berlawanan arah dengannya, Choi Na Ri terdiam menatap Park Jin Young yang menundukkan kepalanya melihat jalanan yang beraspal sebelum mengetahui kehadiran Choi Na Ri.

Mereka terdiam saling bertatap namun sedetik kemudian Park Jin Young mengalihkan perhatiannya dari gadis yang kini melangkah mendekatinya. “Apa kau habis belanja?”

Eoh” Dengan begitu dinginnya Park Jin Young melangkah pergi meninggalkan Choi Na Ri yang tetapi berdiri disana.

Yak.. Park Jin Young.” Panggilan Choi Na Ri yang terdengar kasar menghentikan langkah Park Jin Young tanpa menoleh kebelakang dan Choi Na Ri membalikkan badannya dan kembali untuk berhadapan dengan Park Jin Young.

“Ada apa?”

“Kau… ikut aku.” Tanpa basa-basi Choi Na Ri menarik pergelangan tanga Park Jin Young yang membuat pria yang juga memiliki perasaan padanya membuat terkejut dan terus menatap tangan Choi Na Ri yang melingkar di pergelangan tangannya lalu mengikuti langkah gadis ini.

 

Choi Na Ri membawanya ketaman bermain, taman yang sering mereka kunjungi untuk bersenang-senang. Setelah sampai disana Choi Na Ri melepas cekalannya dari pergelangan tangan Park Jin Young, pria ini hanya menatapnya pilu setelah itu dia merenggangkan jari-jari tangannya seolah dirinya masih ingin digenggam.

“Ada apa?”

“Park Jin Young, ada apa denganmu sebenarnya. Apa kau ada masalah?” Choi Na Ri bertanya karena dirinya tak bisa menahan lagi.

“Apa maksudmu?” Dengan begitu tenang Park Jin Young bertanya

“Kau tak lagi bicara denganku, sikapmu begitu dingin seolah kau membenciku.”

Park Jin Young menatap Choi Na Ri ketika nada suara gadis ini terdengar menyedihkan ditelinganya namun sesaat kemudian dia kembali mengalihkan pandangannya. “Bukankah kau sudah tahu jika aku adalah pria yang dingin.”

“Aku tahu tetapi kau berbeda. Kali ini kau seolah menghindariku, mengapa kau menghindariku?”

“Apa maksudmu?”

“Park Jin Young.” Sentakkan Choi Na Ri berhasil membawa Park Jin Young untuk menatapnya kembali. “Aku tidak tahu apa masalahmu padaku tetapi jika aku melakukan kesalahan padamu, aku minta maaf,”

Park Jin Young terdiam mendengarnya. “Tetapi kumohon jangan jauhiku, tetap disisiku. Bukankah kau temanku?” Pertanyaan Choi Na Ri membuat pria ini tak bisa mengatakan apapun, kata ‘teman’ yang ia sebutkan begitu menyakiti hatinya.

Hmm.. bisakah kita seperti dulu?” Choi Na Ri memohon

Ya… kau ini kenapa, siapa yang mencoba menjauhimu” Choi Na Ri terdiam ketika mendengarnya “Tidak ada yang berubah denganku hanya kau saja yang terlalu sensitif dan akhir-akhir ini kulihat kau sangat sibuk jadi aku hanya tak ingin menganggumu.” Park Jin Young tak bisa lagi bersikap dingin pada gadis dihadapannya terlalu lama meskipun dirinya masih ingin menjauhinya.

“Benarkah?”

Eoh.. Aigoo apa kau takut kehilanganku. Apa kau takut kehilangan teman setampanku?” Meski dirinya terluka tetapi dia tetap berusaha untuk merasa senang ketika bersamanya.

Choi Na Ri tersenyum menatapnya sementara Park Jin Young hanya tersenyum simpul. “Kau mau kemana membawa buku-buku … SMA?” Park Jin Young terkejut melihat sampul buku yang dibawa Choi Na Ri.

Aah ini, Yaa.. kau ingat teman adikmu yang makan bersama kita?” Tanya Choi Na Ri

“Ya aku ingat, pria yang sama bodohnya dengan Jimin.”

Aihh … tetapi aku rasa kau salah. Bocah itu memintaku untuk membantunya belajar” Penjelasan Choi Na Ri membuat Park Jin Young mengangkat kedua alisnya tak percaya “Kau terkejut bukan, aku juga terkejut setengah mati ketika dia datang sendiri menemuiku dan memohon untuk bisa membantunya.”

“Lalu, apakah kau menerimanya?”

“Iya, aku rasa dia bersungguh-sungguh dan kau tahu tahun ini dia ingin mendaftar kedokteran di Myongji.” Jelas Choi Na Ri yang kembali mengejutkan Park Jin Young

“Aku senang ketika anak muda seusianya mati-matian belajar agar bisa lulus dan masuk ke universitas seperti kita dulu, bukan?” Choi Na Ri tersenyum mengingat masa sulitnya dahulu sementara Park Jin Young hanay tersenyum simpul. “Aah … aku sudah terlambat, Taehyung pasti sudah menungguku. Aku pergi dan kau jangan mencoba menghindariku lagi, mengerti.”

“Apa yang kau katakan.”

“Aku pergi.” Dengan senyuman Choi Na Ri berlari pergi meninggalkan Park Jin Young yang masih terdiam ditempat.

Wajahnya yang datar dengan kedua matanya yang seolah mengkhawatirkan bersatu dengan rasa penasarannya membuat Park Jin Young hanya diam memandang entah kemana arahnya.

 

 

Setelah sampai di cafe yang telah menjadi perjanjian antara dia dengan Kim Tae Hyung. Choi Na Ri langsung mengajarkan apa yang diminta Kim Tae Hyung ataupun dia akan memprediksikan apa saja yang akan keluar dikertas ujian nanti mengikuti pengalamannya dulu. Ketika gadis ini menjelaskan tentang rumus matematika dan bagaimana penyelesaiannya Kim Tae Hyung tak lepas dari wajah cantik Choi Na Ri, dirinya tersenyum menatap bibir mungil yang terus mengeluarkan angka-angka yang tak membuatnya tertarik nyatanya dia lebih tertarik pada wajah cantiknya. Kim Tae Hyung benar-benar menyukai Choi Na Ri.

 

Merasa jika dia diperhatikan, Choi Na Ri menghentikan penjelasannya dan menoleh kearah Kim Tae Hyung yang kini terlihat salah tingkah. “Apa kau mendengarkanku, Kim Tae Hyung?”

Oh …tentu saja, aku mendengarkanmu nuna” Kim Tae Hyung menatapnya dalam penuh kepolosan namun juga tidak.

“Kau hanya harus berlatih mengerjakannya, matematika hanya perlu latihan jika kau hanya menatap rumus-rumus ini mencari tahu bagaimana rumus ini bekerja. Jika hanya menggunakan logika itu tidak akan berhasil kau harus banyak melatihnya. Ahh..nuna akan membuatkan soal untukmu dan kau bisa mengerjakan dirumah anggap saja ini PR dariku.” Kim Tae Hyung hanya menganggukkan kepalanya mengiyakan segela ucapan Choi Na Ri seolah dirinya mengerti.

Kim Tae Hyung masih tetap menatap kearah Choi Na Ri yang sedang mencari soal untuknya. Bekerja untuknya tentu saja membuat Kim Tae Hyung tersenyum.

 

 

Ketika kembali keapartemen Park Jin Young kembali dibuat kesal oleh adiknya. Dia sangat kesal melihat adiknya yang berada dikelas akhir yang selalu bermain dengan ponselnya dibandingkan membaca buku-bukunya. Park Jin Young mendekatinya dan kembali meraih ponsel milik adiknya. Tak ada penolakan dari Park Ji Min, dia hanya diam.

“Apa kau lupa janjimu?”

“Tidak hyung. Aku akan belajar setelah membalas pesan dari temanku.” Park Jin Young menghelas nafas, adiknya selalu mencari alasan.

“Belajarlah Park Ji Min setidaknya kau harus seperti temanmu itu.” Park Jin Young mulai membandingkannya. Park Ji Min mengerutkan dahinya, lalu duduk disamping sang kakak.

“Siapa yang kau maksud?”

“Kim Tae Hyung. aku pikir dia sama sepertimu, pemalas tetapi mendengar dia meminta Na Ri untuk membantunya belajar aku salah menyamakan dengan bocah sepertimu.”

Park Ji Min mengangakat sebelah alisnya seolah dia tak percaya. “Kim Tae Hyung, Taehyung belajar?”

Cham.. kau sendiripun terkejut.”

Hyung, sejak kapan dia mau belajar. Dia berada dibawahku dan selalu berada dibawahku peringkat kami tidak berubah selalu kedua dari bawah.” Jelas Park Ji Min yang tentu saja membuat Park Jin Young terlihat kesal.

“Dan kau membanggakan peringkat bodohmu itu. Yak … cepatlah belajar.”

“Kim Tae Hyung belajar, apakah dunia sudah terbalik?”

“Setidaknya dia ingin berusaha untuk lulus bahkan dia sudah memilih universitas untuk masa depannya, dia ingin menjadi dokter. Park Ji Min, aku mohon sebagai kakakmu tolong jangan permalukan keluarga hmm … jadilah anak yang berguna.” Park Jin Young mengatakannya penuh dengan tekanan.

“Tunggu hyung, kau mengatakan bahwa Taehyung ingin masuk kedokteran yak.. itu tidak masuk akal. Taehyung memiliki phobia pada suntikan, dia benar-benar takut melihat suntikan bahkan dulu dia pernah pingsan. Apakah itu masuk akal?” Park Jin Young mengerutkan dahinya seraya menatap dalam sang adik begitu pula Park Ji Min yang tidak mengerti dengan temannya.

Yak.. itu bukan urusan kita lebih baik sekarang kau masuk kedalam kamarmu dan belajarlah, bodoh.” Sentak Park Jin Young yang tak bisa dihindari Park Ji Min lagi.

Park Ji Min langsung pergi masuk kedalam kamar seperti yang diperintahkan sang kakak. Sementara itu Park Jin Young tetap terdiam ditempatnya kembali mencari tahu apa maksud dari Kim Tae Hyung ingin belajar bersama Choi Na Ri. Sepertinya dia akan tahu jika Kim Tae Hyung menyukai Choi Na Ri gadis yang ia sukai juga.

 

 

Setelah 2 jam mereka belajar kini sudah waktunya untuk mereka pulang. Kim Tae Hyung terus memohon kepada Choi Na Ri untuk mengantarnya pulang membuat gadis ini tak bisa menolaknya lagi dan pada akhirnya Kim Tae Hyung menemani Choi Na Ri berjalan menuju apartemen miliknya. Sesampainya mereka disana sebuah mobilpun datang, Choi Na Ri tahu siapa pemilik mobil itu yang kini berhenti tepat didepan apartemen miliknya.

Sang pemilik mobil keluar dengan begitu kerennya membuat Choi Na Ri maupun Kim Tae Hyung menghentikan langkahnya. Tidak dengan Kim Tae Hyung, Choi Na Ri berjalan dengan cepat menghampiri pria yang juga menatapnya itu adalah Key.

Oppa” Choi Na Ri tak ragu memanggilnya yang terdengar manis, namun nampaknya Key lebih tertarik kepada Kim Tae Hyung yang terus memandangnya tidak suka.

Choi Na Ri sadar kearah mana kekasihnya ini melihat. “Taehyung-ah, kemarilah.”

Pandangan Kim Tae Hyung teralih karena Choi Na Ri memanggilnya, dengan berjalan santai dia mendekat. “Oppa kenalkan ini Taehyung dan Taehyung … kau sudah tahu bukan dia siapa.” Dengan malu Choi Na Ri saling memperkenalkan mereka.

Aah … aku sudah tahu dia Key Shinee bukan. Wah.. awalnya aku tidak percaya jika nuna kekasihnya tetapi setelah melihat dia ada disini, aku percaya.” Kim Tae Hyung tersenyum.

“Siapa dia?”

“Dia Kim Tae Hyung yang kemarin aku ceritakan.”

Aaa … Bocah SMA itu” Kim Tae Hyung terlihat merengut ketika mendengar Key menyebutnya ‘Bocah SMA’.

“Kita baru saja selesai belajar.”

A … jika sudah selesai mengapa kau tidak pulang, anak kecil” Kim Tae Hyung semakin tidak menyukai Key

“Ya.. kau pulanglah sekarang. Jangan lupa kerjakan PR-mu besok nuna akan memeriksanya.”

“Baiklah nuna. Sampai jumpa besok, tidurlah yang nyenyak.” Kim Tae Hyung tersenyum seraya membungkukkan badannya tepat hanya pada Choi Na Ri dia tidak memperdulikan Key yang berada disampingnya. Key tetap memandangnya tak suka.

“Ayo Oppa masuk” Choi Na Ri menggandeng Key untuk masuk kedalam.

“Aku tidak menyukai anak itu.” Terang-terangan Key mengatakan itu kepada Choi Na Ri

“Kenapa, dia sangat menggemaskan.”

Yaakk..

“Baiklah baiklah.. kau ini sangat pemarah.”

 

 

Kehadiran Kim Tae Hyung dalam hidup Choi Na Ri membat Key semakin mekhawatirkan gadisnya ini. Dirinya masih belum bisa menerima Park Jin Young sebagai teman pria kekasihnya dan sekarang bertambah satu orang entah darimana tiba-tiba datang mendekati Choi Na Ri. Membuatnya tak bisa meninggalkan Choi Na Ri.  Kecemburuan Key membuat pria yang juga bermarga Kim sama seperti Taehyung ini kabur dari asramanya hanya demi menemui Choi Na Ri. Key mengetahui dengan jelas jika dia datang ke Seoul hanya untuk menandatangani kontrak dengan salah satu majalah dan manajer memintanya untuk diam diasrama setelah selesai bertemu dengan pihak majalah karena besok pagi dirinya harus kembali ke Jepang untuk mempersiapkan konser mereka disana. Tetapi Key menghiraukannya dan tetap keluar dari Asrama tanpa sepengetahuan manajernya.

Dan kini dirinya berbaring disamping kekasih yang amat ia rindukan. Key terus memeluk Choi Na Ri meskipun gadisnya tak membalasnya. “Bagaimana kalau besok kau dimarahi?”Tanya Choi Na Ri tanpa memandang Key , dia hanya memandang atap kamarnya.

“Aku tidak peduli.”

“Aku tidak ingin kau dimarahi apalagi ini karena kau menemuiku”

“Apa kau mengkhawatirkanku?”

“Tentu saja” Key mengeratkan pelukannya di perut rata gadisnya dan menyembunyikan wajahnya diperpotongan leher Choi Na Ri tersenyum.

“Aku tidak menyangka jika malam ini kau ada disini, aku pikir akan sebulan lagi aku bisa bertemu denganmu.”

“Kau merindukanku?” hanya anggukan kecil menjawab pertanyaan Key.

Yak  … jangan dekat-dekat dengan anak ingusan itu.”

“Taehyung? Kenapa, kupikir dia bocah yang manis dan menggemaskan.” Key mengangkat sebelah alisnya dan mengangkat kepalanya menatap tajam mata coklat milik Choi Na Ri dan sedikit merenggangkan pelukannya. Choi Na Ri tersenyum lalu menarik tangan Key untuk kembali memeluknya erat.

“Apa kau cemburu lagi? Aaisssh … kau tak seharusnya cemburu dengannya, dia hanya anak SMA.” Kini tangan Choi Na Ri tak diam, dia mengangkat tangan kanan Key yang sebelumnya memeluk perutnya dan asyik memainkan jemari-jemari Key.

“Dia bukan hanya anak SMA biasa.”

Aigoo… kau lucu Oppa.” Choi Na Ri gemas pada kekasihnya ini yang selalu cemburu dan terus memainkan jemari milik Key namun tiba-tiba Key bergerak dan membuatnya kehilangan keseimbangan ditangannya dan membuat tangan Key terjatuh mengenai dadanya.

Tangan kanan Key manangkup penuh pada payudara kiri mlik Cho Na Ri yang membuat mereka terdiam dengan jantung yang berdetak begitu cepat. Ini kali pertama Key menyentuhnya.

O… Oppa” Choi Na Ri bergetar ketika memanggilnya namun entah disengaja atau tidak ketika Choi Na Ri memanggilnya, Key meremas payudaranya dan membuat gadisnya mengerang. “Eunghh….” matanya spontan terpejam dengan nafas yang tak lagi teratur.

Erangan yang dikeluarkan Choi Na Ru untuk pertama kali membuat Key penasaran sekaligus membuat libidonya naik sehingga dengan memberanikan dirinya Key meremas payudara Choi Na Ri berulang kali membuat Choi Na Ri terus memanggil namanya dengan desahanannya.

Entah kapan itu dimulai, kini Key berada diatas tubuh Choi Na Ri dengan tangannya tak lepas dari payudara Choi Na Ri. Perlahan Key mendekatkan wajahnya pada Cho Na Ri dan dalam hitungan detik Key sudah merasakan bibir manis milik Choi Na Ri yang terbuka sedari tadi. Key melumatnya tanpa henti, ciuman panas telah terjadi diranjang Choi Na Ri melupakan perjanjian mereka untuk tidak melakukan itu diatas ranjang. Namun kini Key melakukannya bahkan Choi Na Ri mulai menikmatinya entah itu ciuman panas dari Key ataupun remasan Key pada payudarannya.

Choi Na Ri terus mendesah memanggilnya “Oppa” ketika ciuman Key mulai turun menuju lehernya. Akal sehat Choi Na Ri masih berfungsi, tangannya menahan dada Key memintanya untuk segera menghetikannya.

Oppa… apa yang kau lakukan?”Choi Na Ri berhasil menghetikan Key mencumbunya dan tangannya-pun ia jauhkan dari payudara Choi Na Ri. Nafasnya berderu menatap Choi Na Ri, dirinya seperti tersadar tetapi dirinya enggan untuk bangun dari atas tubuh Choi Na Ri.

“Kita tidak bisa melakukannya, bukankah kau sudah berjanji?”

“Aku tahu, tetapi aku tidak ingin menghentikannya.”

Oppa ...”

“Kau juga menikmatinya, bukan?” Choi Na Ri terdiam. “Apa kau tidak ingin menjadi yang pertama untukku?”

“Dulu kau pernah bertanya apa aku pernah melakukannya? Belum, aku belum pernah melakukannya pada wanita manapun jadi maukah kau menjadi yang pertama untukku?” Key terdengar memohon

Oppa… tapi…

“Baiklah” Key bangun dan duduk diranjang “Kau tidurlah disini, aku akan tidur diluar. Jika aku tetap disini aku takut aku akan memaksamu.” Key beranjak dari ranjang besar milik Choi Na Ri.

Choi Na Ri yang melihatnya akan melangkah keluar pergi dari kamarnya langsung beranjak dari tempat tidurnya  dan langsung memeluk Key dari belakang membuat pria ini tersentak. “Jangan pergi” Lirih Choi Na Ri yang perlahan memaksa Key untuk membalikan badannya untuk menghadapnya entah setan apa yang merasukinya, Choi Na Ri langsung menyambar bibir Key, dia menciumnya sementara Key hanya terdiam terkejut.

“Kau tahu jika aku menikmatinya lalu mengapa kau mau pergi meninggalkanku membiarkanku tidur sendiri, kau jahat.”

Gadis ini membuat Key mengerutkan dahinya dengan mengangkat sebelah alisnya. “Lalu kau mau apa?”

“Lanjutkan apa yang mau kau lakukan padaku tadi. Sentuh aku karena aku juga menginginkannya.” Jawaban Choi Na Ri membuat pria yang ada dihadapannya ini tersentak.

“Choi Na Ri.”

Gadis ini hanya tersenyum dan mendekatkan kembali tubuhnya membuat pria ini terdiam. Entah keberanian darimana Choi Na Ri mengangkat kaos Key dan memaksa Key untuk melepaskannya.

Yak…” Key menyentaknya namun lagi-lagi gadis ini hanya tersenyum dan langsung mencium bibir Key kembali.

Key yang begitu terkejut hanya diam terpaku sementara Choi Na Ri terus melumat bibir Key dengan lapar membuat Key menggebu kembali dia melepas ciuman Choi Na Ri. “Kau yang memintnya jadi jangan melarangku untuk menghentikannya.” Key mengancamnya dan kembali mencium Choi Na Ri lebih agresif dari sebelumnya.

Dan akhirnya ciuman panas terjadi kembali diantaara mereka bahkan kali ini lebih panas dari sebelumnya. Saling mencium menyentuh bahkan hanya suara desahan mereka yang memenuhi kamar Choi Na Ri. Gadis ini benar-benar menyerahkan mahkotanya kepada Key dluar pernikahan begitu pula dengan Key. Ini kali pertama untuk keduanya.

 

 

Drrtt….drrttt…
suara getaran ponsel milik Key berhasil membangunakannya. Dengan malas pria yang masih bertelanjang dada ini meraih ponsel yang berada dimeja kecil samping tempat tidur. Tanpa mengetahui siapa yang menghubunginya, Key langsung mengangkatnya.

“Siapa?”

“……”

Aa … manajer Go”

“…..”

Hmmm… aku akan segera pulang”

“…..”

“Hmm

Key menyimpan kembali ponselnya yang membuat gadisnya yang berada dalam pelukannya terusik karena gerakannya. Key tersenyum ketika kekasihnya ini mengeratkan pelukannya. Disisir rambut panjang nan halus milik Choi Na Ri dengan jari-jari panjang milik Key, dirinya tersenyum bahagia karena dalam satu malam gadis ini sudah benar-benar miliknya.

Eunggh…” Choi Na Ri mulai bersuara seraya mengerjapkan kedua matanya.

“Kau sudah bangun?” Tanya Key ketika Choi Na Ri mendongakkan kepalanya menatapnya namun hanya sesaat sebelum dia kembali memnyembunyikan wajahnya diperpotongan leher sang kekasih.

“Aku mencintaimu.” Key mempererat pelukannya

“Bukankah kau harus pergi?” suaranya begitu lirih namun itu terdengar jelas karna dia bersuara tepat dibawah telingaku.

Hmm ... tapi bagaimana aku bisa pergi jika kau terus memelukku sepertinya” Pria ini menggodanya

“Kau membuatku hangat”

“Aku ingin seperti ini lebih lama tetapi jika aku tidak pergi sekarang mungkin manajerku akan membunuhku.”

“Aku mengerti”

Perlahan Choi Na Ri melepaskan kontak fisik diantara merea, dia membenarkan selimutnya untuk menutupi tubuh telanjangnya. Sementara Key yang hanya menggunakan celana pendek langsung beranjak dari tempat tidur. “Aku mandi dulu.” Hanya anggukan manis dari Choi Na Ri.

Oppa.. bisakah kau ambilkan handuk kimonoku?”

“Tentu saja.”

Key tersenyum sebelum masuk kedalam kamar mandi tak cukup lama hanya beberapa detik Key keluar dengan handuk kimono ditangannya. “Ini handuknya, mau aku pakaikan sekalian?” Goda Key pada Choi Na Ri yang masih terbaring diranjang.

Yaa…” Key tersenyum puas melihat raut wajah kelas dari gadisnya ini Aahh.. lebih tepatnya wanitanya.

“Tidurlah lagi, kau masih terlihat ngantuk.” Choi Na Ri hanya tersenyum melihat Key masuk kedalam kamar mandi.

Tak lama kemudian dia bangun dan langsung memakai handuk kimononya untuk menutupi tubuhnya yang telanjang. Dirinya berdiri perlahan karena selangkangannya masih terasa nyeri bahkan bagian kewanitaannya masih begitu perih membuatnya merintih kesakitan ketika bergerak. Choi Na Ri menarik selimut tebalnya, bantal dan gulingnya kelantai setelah itu ia tarik sprei tiba-tiba dirinya terdiam seketika melihat noda darah yang ada dispreinya yang berwarna pink muda.

Ahh…semalam aku benar-benar melakukannya, Key mengambilnya.” Raut wajahnya terlihat begitu sedih namun bibirnya tersenyum. Apakah dia menyesal? Sudah terlambat untuk menyesalinya.

Ditarik sprei itu dari ranjangnya ia menyatukan semuanya dilantai, perlahan dia melangkah menuju lemari dan mengambil seperangkat bed cover. Dia menatanya dengan rapi setelah itu dia membawa baju dan juga sprei dan lainnya kedapur untuk ia masukan keranjang kotoran yang berada didekat mesin cuci, dia akan mencucinya nanti.

Choi Na Ri mengambil gelas berukuran besar dan mengambil satu kotak dirak lemari tempat dirinya menyimpan barang-barangnnya. Dia mengambil sekotak susu putih, dia akan membuatkan susu untuk Key. Choi Na Ri kembali masuk kedalam kamar dengan segelas susu putih hangat ditangannya.

Saat dirinya masuk, dia melihat Key yang sedang mengeringkan rambutnya yang basah dengan berkaca. Choi Na Ri menghampirinya. “Oppa ini minumlah.”

“Terimakasih.” Key terlihat begitu senang meneguk susu hangat itu setelah meniupnya beberapa kali. Choi Na Ri mengambil handuk kecil yang ada dikepala Key dan mulai mengeringkan rambut Key tentu saja pria ini menyukainya.

“Kau cantik.” Key tersenyum melihat wajah kekasihnya yang muncul di kaca sementara wanita ini hanya tersenyum simpul dan terus mengeringkan rambut basahnya.

Key berdiri dan berhadapan dengan Choi Na Ri, mereka kembali bertemu dalam tatapan hangat. “Terimakasih” Key mengecup sekali bibir mungil Choi Na Ri.

“Berhentilah mengatakan itu, aku sudah bosan mendengarnya. Sudah puluhan kali semalam kau mengatakan itu.”

“Benarkah. Itu karena aku bahagia.” Key terkekeh.

“Apa sebahagia itu kau, Oppa?”

Key menganggukkan kepalanya manis. “Aahh… aku yakin semua wanita akan iri dan membenciku saat ini karena aku sudah mendapatkan segalanya dari seorang Key.”

“Aku benar-benar tidak percaya dengan apa yang kau lakukan semalam. Aku tidak tahu jika gadis lembut sepertimu bisa begitu menyeramkan saat diranjang.” Key menggodanya membuat Choi Na Ri memerah.

Yak.. apa yang kau bicarakan. Berhenti menggodaku dan segeralah pergi sebelum menajermu memarahimu kembali.”

Hmm..” Key hanya tersenyum lalu kembali mengecup kening Choi Na Ri dengan lembut sebelum dia bersiap-siap untuk pergi.

 

 

Seperti kebanyakan anak muda diluar sana ketika hari libur selalu digunakan untuk bersenang-senang yang juga dilakukan oleh dua sahabat ini. Park Ji Min datang ke apartemen milik Kim Tae Hyung, temannya. Kim Tae Hyung tinggal seorang diri disebuah apartemen didaerah Gangnam sementara orang tuanya berada diluar negeri untuk urusan bisnis. Taehyung tinggal bersama bibi yang dibayar untuk merawat Kim Tae Hyung. Hanya satu tahun sekali kiranya dia bisa bertemu dengan kedua orangtuanya, entah dia pergi kesana untuk berlibur ataupun orang tuanya yang datang untuk menemuinya.

Minggu, siang ini Kim Tae Hyung meminta Park Ji Min untuk datang dan bermain diapartemennya. Hanya Park Ji Min teman yang sering datang keapartemennya sampai dia memberikan kode pintu apartemen kepada Park Ji Min. Mereka memang dekat satu sama lain.

“Taehyung, kau tidak memiliki soda?” Park Ji Min mengeluh ketika membuka lemari pendingin milik Kim Tae Hyung dan tidak mendapatkan apa yang dia cari.

Ahh … aku lupa, aku belum membelinya.”

Aisshh.. seharusnya kau mengatakan padaku tadi. Aku bisa membelinya ketika datang kesini.” Park Ji Min kembali dengan tangan kosong.

Ya.. kau ingin menonton apa?” Kim Tae Hyung memilih DVD yang ia miliki.

“Apa kau memiliki blue film?” Kim Tae Hyung mengernyitkan dahinya menatap Park Ji Min dengan tatapan tajam. “Mengapa kau menatapku?”

“Kau serius ingin melihat blue film. Aku belum pernah melihatnya.”

“Bagaimana kalau kita coba?”

Ahh… aku takut.”

“Apa yang kau takutkan. Itu bukan film horor.”

“Tetap saja… itu tidak baik, Park Ji Min.” Polosnya Kim Tae Hyung

Aigoo… kau seorang bocah, Taehyung.”

“Aku ingin mencobanya daripada hanya melihatnya ha ha ha” Kim Tae Hyung mengeluarkan tawa khasnya.

Yak.. kau ini.” Park Ji Min hanya mengangkat kepalanya hendak menoyor kepala Kim Tae Hyung gemas.

Yak.. bantu aku memilih.”

“Aku tidak mau, aku tamu disini.” Park Ji Min tak peduli dan tetap tidur berbaring disofa panjang Kim Tae Hyung dengan memainkan ponselnya.

Ahh… benar. Apa kau ingin masuk kedokteran? Aku dengar kau meminta bantuan pada Nari nuna, apa itu benar?” Park Ji Min menoleh kearah Kim Tae Hyung penasaran.

Eoh itu memang benar?”

Yak.. bukankah kau phobia dengan suntikan?”

“Memang, aku ingin sembuh dari phobia bodoh itu makanya aku ingin belajar kedokteran dan untungnya Nari nuna mau membantuku.” Kim Tae Hyung tak lepas tersenyum ketika menyebutkan nama Choi Na Ri.

Park Ji Min mengangkat kedua alisnya heran. “Kim Tae Hyung. Apa kau menyukai Nari nuna?”

Kim Tae Hyung menatap Park Ji Min tajam. “Bagaimana kau tahu?”

Park Ji Min terkejut sampai dia bangun dari tidurnya dan langsung merangkak kebawah mendekati temannya. “Kau benar-benar menyukainya?” hanya anggukan polos yang diberikan Kim Tae Hyung.

“Cinta pertama yang kau maksud kemarin itu Nari nuna?”

Yak.. Park Ji Min kau memata-mataiku, mengapa kau bisa tahu semua itu?” Kim Tae Hyung memekik terkejut sedangkan Park Ji Min hanya diam tak percaya.

Kim Tae Hyung tak peduli lagi dan tetap memilih DVD koleksinya. “Haruskah kita menonton Train To Busan lagi? Ahh.. itu akan membuatku tidak bisa tidur lagi.”

“Kau meminta Nari nuna untuk membantumu belajar itu hanya alibimu agar bisa bertemu dengannya?”

Yak.. Park Ji Min berhenti mencaritahu tentangku, kau membuatku takut sekarang.”

“Apa kau tahu jika Nari nuna kekasih Key Shinee?” Park Ji Min tetap bertanya

Waah.. waktu aku tahu itu aku tidak percaya, bagaimana bisa si Key itu mendapatkan Nari nuna. Pria jelek itu tidak pantas untuk gadis secantik Nari nuna. Bukankah aku lebih baik dari Key?” Park Ji Min mengernyitkan kembali dahinya.

“Kim Tae Hyung…
Kau serius menyukai Nari nuna?” Park Ji Min masih tak percaya semua yang dikatakan Kim Tae Hyung.

“Apakah aku terlihat bercanda?”

“Selama ini kau hanya bercanda.” Park Ji Min memalingkan pandangannya.

Kim Tae Hyung menghela nafasnya. “Terserah apa katamu tetapi satu hal yang pasti aku tidak pernah bercanda jika masalah perasaanku.”

Park Ji Min kembali menatap Kim Tae Hyung dengan seksama, dia mencoba mencari kebohongan kedua matanya tetapi hanya dengan cepat dia menggelengkan kepalanya. Kim Tae Hyung termasuk orang yang sulit untuk ditebak dan hanya bisa membuat Park Ji Min frustasi.

Yak… apa kau sudah pernah melihat Mood Of The Day?” Park Ji Min hanya menggelengkan kepalanya “Kau harus melihatnya, filmnya begitu romantis menceritakan tentang sebuah cinta satu malam.” Kim Tae Hyung tersenyum lebar dengan kedua matanya yang tertutup seperti biasanya.

“Aku tidak ingin melihat film romance.”

Kim Tae Hyung kembali menghela nafas. “Kalau begitu pilih saja sendiri.” Pria ini kesal dan melempar DVD-nya begitu saja lalu mundur dan bersandar diatas sofa.

“Aku tidak ingin menonton. Kita keluar saja.”

Kim Tae Hyung mengangkat kepalanya menatap Park Ji Min yang juga menoleh kearahnya. “Bagaimana kita pergi karaoke?” Park Ji Min memberikan ide yang berhasil membuat kedua matanya terbuka lebar menandakan bahwa dirinya menyukainya.

“Oke kalau begitu, ayo pergi.” Tanpa basa-basi lagi, Kim Tae Hyung langsung berdiri lalu diikuti oleh Park Ji Min.

Pada akhirnya dua anak muda ini memutuskan untuk bersenang-senang diluar rumah. Mungkin akan lebih menyenangkan dibandingkan hanya menonton didalam rumah.

 

 

“Kim Tae Hyung, mengapa kau tidak mengerjakan tugasmu” Cho Na Ri menatapnya tajam. Tentu saja dia kecewa, dia sangat mengharapkan Kim Tae Hyung benar-benar ingin belajar tetapi ketika dirinya bertemunya lagi dan ternyata Kim Tae Hyung sama sekali tidak mengerjakan tugas yang ia berikan kemarin

“Aku tidak mengerjakannya, aku hanya tidak sempat mengerjakannya” Kim Tae Hyung mencari alasan.

“Tidak sempat. Benarkah?”

“Semalam aku langsung pergi tidur, nuna

“Lalu, seharian ini apa yang kau lakukan sehingga kau tak sempat mengerjakan PR-mu?”

“Jimin datang kerumah dan mengajakku main.”

Ahh.. jadi sepan-jang hari ini kau hanya bermain?”

“Maafkan aku, nuna. Aku akan mengerjakannya sekarang” Kim Tae Hyung tertunduk

“Disini, sekarang?” Kim Tae Hyung melirik sekilas seraya menganggukkan kepalanya

“Jika kau mengerjakannya disini, itu bukan PR Kim Tae Hyung. Ahh.. aku pikir kau memintaku untuk mengajarimu itu sungguh-sungguh ternyata tidak, apa yang harus aku lakukan sekarang.” Keluhan Choi Na Ri membuat Kim Tae Hyung mengangkat kepalanya.

“Nuna, tolong maafkan aku sekali ini saja. Aku janji ini yang terakhir aku tidak mengerjakan PR darimu, setelah ini aku akan mengerjakannya.” Kim Tae Hyung sungguh takut jika Choi Na Ri tidak akan mengajarinya lagi karena jika itu terjadi tidak ada alasan lagi untuknya bertemu dengan Choi Na Ri.

“Bagaimana bisa aku percaya denganmu?”

Oh…” Kim Tae Hyung terlihat begitu bingung.

Ahh… kau bisa menunjukkannya dengan Ujian tengah semestermu, bukankah tinggal beberapa minggu lagi. Bagaimana?”

“Ya?” Kim Tae Hyung membesarkan kedua matanya.

“Jika hasil ujianmu bagus, aku akan tetap membantumu tetapi jika tidak berarti kau tidak sungguh-sungguh dan aku tidak bisa membantumu lagi.”

Kim Tae Hyung tampak terdiam, dirinya tak yakin jika dirinya bisa mendapatkan nilai bagus.

“Lihat, bahkan kau sendiri ragu bagaimana bisa aku percaya jika kau sungguh-sungguh ingin belajar?”

“Baiklah. Aku berjanji akan mendapatkan nilai yang sempurna untukmu” Kim Tae Hyung mengatakannya begitu lantang dan penuh percaya diri meskipun pikirannya tak selantang ucapannya.

“Baiklah.” Choi Na Ri tersenyum mendengarnya. “Sekarang kerjakan PR-mu”

Kim Tae Hyung hanya menganggukkan kepalanya seraya tersenyum simpul lalu mengambil balpoinnya.

 

“Choi Na Ri eonni.” Suara wanita datang menghampiri Choi Na Ri.

“Benar, kau Na Ri eonni kekasih Key oppa” mendengar nama Key disebut membuat Kim Tae Hyung mengangkat kepalanya.

Ahh.. apakah kalian Shawol?”

“Ya.”

Ahh.. selamat sore. Kalian sedang jalan-jalan?” Choi Na Ri dengan sopan menyapa mereka

“Ya eonni. Aah.. kau lebih cantik dibanding difoto.” Puji mereka membuat Choi Na Ri terlihat malu.

Eonni, siapa pria itu. Apakah dia adikmu?” Choi Na Ri menoleh kearah Kim Tae Hyung yang juga menatapnya.

Ahh.. bilang saja seperti itu.” Kim Tae Hyung terlihat kesal dirinya langsung menundukkan kepalanya menatap buku yang penuh coretan tinta hitam.

“Tampan sekali. Bawa saja dia ke SM aku yakin SM akan merekrutnya untuk menjadi idola”

“Benarkah?” Choi Na Ri terkekeh

Ahh..eonni sepertinya kita harus pergi sekarang.”

Ahh.. ya”

“Kalau begitu, kami permisi eonni.” Mereka membungkuk membuat Choi Na Ri bergegas untuk berdiri dan membungkuk membalas salam mereka.

“Semoga hari kalian menyenangkan. Hati-hati dijalan”

“ Mereka membungkuk membuat Choi Na Ri bergegas untuk berdiri dan membungkuk membalas salam mereka.

“Semoga hari kalian menyenangkan. Hati-hati dijalan”

“Ya eonni” Choi Na Ri tersenyum melihat mereka pergi lalu ia kembali duduk.

Nuna, apakah aku terlihat seperti adikmu?” Choi Na Ri terdiam mendengar pertanyaan Kim Tae Hyung tiba-tiba

“Karena mereka mengatakan itu, aku pikir kau memang adikku.”

Nuna menganggapku sebagai adikmu, sekarang?”

Oh … aku tidak memiliki kakak ataupun adik jadi tak masalah jika sekarang kau menjadi adikku, itu akan menyenagkan.” Choi Na Ri tersenyum lebar tetapi tidak dengan pria didepannya ini. Tatapannya begitu tajam dan sekilas terlihat rasa kecewa menyelimutinya.

“Tidak mau, aku tidak mau menjadi adikmu.” Dengan tegas Kim Tae Hyung mengatakannya

“Kenapa, bukankah itu akan menyenangkan?”

“Aku tidak mau. Jika kau hanya menganggapku sebagai adikmu maka selamanya kau hanya melihatku sebagai anak kecil, aku sudah dewasa. Aku pria dewasa”

“Apa yang kau katakan Kim Tae Hyung, kau memang masih anak-anak. Bagaimana kau bisa dikatakan pria dewasa bahkan kau belum lulus dari sekolah menengahmu.” Tanpa ia ketahui jika perkataannya saat ini sangat menyakiti Kim Tae Hyung.

“Aku tidak mau, berhentilah menganggapku sebagai anak kecil” Tatapan tajam Kim Tae Hyung yang tiba-tiba terlihat meyeramkan untuk Cho Na Ri membuatnya langsung mengalihkan tatapannya dari Kim Tae Hyung.

“Baiklah, baiklah. Aku tidak akan menganggapmu sebagai adikku sekarang kerjakan saja tugasmu, nuna mau ke kamar mandi terlebih dahulu” tanpa mengatakan apapun Kim Tae Hyung membiarkan Choi Na Ri pergi, dia menghela nafasnya panjang tatapannya mengarah kearah luar. Dia masih merasa kesal.

 

 

Drrttt … drrrttt …. drrttt ….

Getaran ponsel Choi Na Ri yang ia tinggalkan membuat Kim Tae Hyung tersadar dari lamunannya. Dia melihat kearah layar ponsel Choi Na Ri ‘Key Oppa’ dia kembali kesal hanya dengan melihat nama itu. Dia menoleh kearah Toilet belu ada tanda-tanda Choi Na Ri sudah keluar dari toilet membuatnya berani untuk mengambil ponsel itu dan langsung mengangkatnya.

“Halo.” Suara kasarnya mengawali panggilan itu.

 

 

Key terkejut mendengar suara lelaki sampai dia menjauhkan ponsel dari telinganya dan melihat kembali apakah benar dia menghubungi kekasihnya, itu benar. Dia kembali menempelkan ponsel itu ditelinganya. “Kau siapa, mengapa kau mengangkat telepon Choi Na Ri?”

 

 

“Aku, Kim Tae Hyung. Aku yakin kau masih mengingatku.”

 

 

Key mengerutkan dahinya kasar “Dimana Choi Na Ri, beraninya kau menyentuh barang-barangnya. Kau pikir kau siapa?”

 

 

“Key-ssi, jangan kasar. Kau seorang idola bukan, jika aku merekam suara kasarmu ini aku yakin kau akan mendapatkan masalah.” Kim Tae Hyung menunjukkan senyum sinisnya.

 

 

“Yak… bocah, aku sering mendapatkan perhatian jadi aku tidak peduli dengan leluconmu itu. Kau pikir aku seorang idola yang takut media?” Key tertawa sinis membuat Kim Tae Hyung semakin geram dan kesal.

 

 

“Lebih baik kau urus saja konsermu dan aku akan menjaga nuna

 

 

“Yak … kau pikir kau siapa menjaga siapa?” Key semakin meninggikan suaranya.

 

 

Ahh …nuna sudah datang, lebih baik kau jangan menelponnya lagi karena saat ini dia sedang bekerja untukku.” Kim Tae Hyung melihat Choi Na Ri keluar dari toilet langsung mematikan teleponnya dengan kata-kata yang pasti akan membuata Key semakin tidak menyukainya.

Kim Tae Hyung meletakkan kembali ponsel Choi Na Ri pada tempatnnya semula.

“Kau sudah selesai?” Choi Na Ri duduk kembali ditempat duduknya.

“Belum nuna. Ini sangat susah. Aku tidak bisa mengerjakannya sendiri” Kim Tae Hyung kembali menjadi seorang anak kecil jika dihadapan Choi Na Ri.

Choi Na Ri menatapnya kesal sementara Kim Tae Hyung hanya tersenyum manis. “Baiklah kita kerjakan bersama.” Kim Tae Hyung semakin bersemangat karena ini yang dia inginkan.

 

 

 

 

Sunday, 22 January 2017 – 18.45 JST
The Ritz Carlton, Osaka.

 

 

Key menggertakan kedua rahangnya kasar, tatapannya tak jelas kemana arah yang ia tatap. Raut wajahnya tak bisa digambarkan lagi, rasa marah dan juga kekhawatiran membuatnya frustasi. Dia hanya duduk didalam kamarnya.

Hyung, apa yang kau lakukan. Mengapa kau belum mengganti bajumu?” Taemin keluar dari dalam kamar mandi, mereka dalam satu kamar.

Key menatap Taemin sekilas sebelum dirinya beranjak dari tempat duduknya.

“Apa yang kau pikirkan hyung?” Taemin bertanya seraya mulai merias wajahnya sendiri.

“Tidak ada.” Key acuh seraya melepas kaosnya.

Aissh… kau jangan berbohong. Aku bisa melihat wajahmu yang susah itu.” Taemin mendekat sementara Key tetap diam.

“Tunggu .. Hyung darimana kau mendapatkan luka ini?” Mata Taemin memang sangat jeli. Dia bisa melihat ekspresi kesal dari Key dan sekarang luka dipunggungnya juga ia temukan.

Eoh … ini seperti cakaran. Siapa yang mencakar punggungmu”

“Apa yang kau katakan, siapa yang mencakar …” Key terdiam, dirinya teringat apa yang sudah terjadi semalam dengan Choi Na Ri.

Bayangan semalam kembali teringat dalam benaknya.

Aah… oppa… sakit. Pelan-pelan … aahh ..” Choi Na Ri terus mendesah meskipun dirinya kesakitan dan tanpa sadar dia juga melukai punggung Key dengan kuku dijari lentiknya.

Tak ada rasa perih yang Key rasakan. Dia hanya menikmati malam pertamanya bersama Choi Na Ri.

Key tersenyum mendengarnya.

“Kau aneh hyung. aku tidak ingin menanyakan ini tetapi sepertinya aku memang harus menanyakan ini padamu sebelum Onew hyung mengetahuinya.” Key mengernyitkan dahinya.

“Benar, kau melakukannya?” Taemin semakin bersemangat membuat Key hanya terkekeh seraya mengangcingkan kemeja kotak-kotaknya.

“Benarkah, kau benar-benar melakukannya. Benar-benar melakukannya.”

“Berhenti bertanya jika kau sudah mengetahui jawabannya.” Meski tak langsung menjawabnya tetapi perkataannya sudah menjadi sebuah jawaban.

Waah… Luar biasa, aku tidak bisa percaya ini. Kerja bagus, hyung” Taemin tak berhenti tertawa

Yak … apa maksudmu kerja bagus. Aku baru saja menodai seorang gadis.”

“Tapi bukankah Choi Na Ri sudah benar-benar menjadi milikmu. Kau pasti bahagia karena itu, benar?” Hanya senyuman lebar menjadi jawaban pertanyaan Taemin.

Waah… akhirnya. Bagaimana hyung, kau suka?” Taemin tetap menggodanya.

“Apa maksudmu?”

“Bagaimana Choi Na Ri, selama ini aku hanya tahu dia dengan berpakaian bagaimana dia ketika …”

Ya… apa yang kau katakan. Berhentilah mengatakan hal konyol.” Key terdengar malu saat ini.

“Aku rasa dia memiliki tubuh sempurna, bentuk tubuhnya ideal dan kulitnyapun putih. Aku yakin, kau pasti puas.”

Yak… Lee Taemin jangan coba-coba kau membayangkan tubuh Choi Na Ri, apa kau mau mati?” sebuah ancaman Key lontarkan pada Taemin yang tidak berhenti menggodanya sementara Taemin hanya tersenyum.

“Tapi hyung, ada apa dengan ekpresimu tadi. Apakah Jinyoung – Jinyoung itu mengganggu pikiranmu lagi?”

Key kembali terdiam sejenak. “Kali ini bukan Jinyoung”

“Bukan Jinyoung, lalu siapa. Apakah ada pria lain lagi yang mendekati Choi Na Ri selain Jinyoung. Wah… kekasihmu benar-benar luar biasa hyung” Taemin takjub

“Aku juga tidak mengerti mengapa semua pria mendekatinya”

“Dia memang cantik, kecantiknya benar-benar natural jika saja aku yang pertama bertemu dengannya sudah pasti aku akan memacarinya terlebih dahulu.” Tanpa sadar Key memperhatikan Taemin “Tapi, kali ini siapa yang mendekatinya. Apakah seorang Tentara, Polisi, Pengacara?” Taemin kembali menoleh kearah Key.

“Dia masih anak SMA kelas akhir.”

Taemin mengerutkan alisnya. “Apa kau sedang cemburu pada anak SMA, seorang bocah?”

“Dia bukan hanya sekedar bocah. Aku bisa lihat matanya yang tajam yang haus akan cinta. Aku khawatir dimasa depan dia akan membuat masalah”

“Itu tidak akan terjadi hyung, Choi Na Ri-pun tidak akan pernah melihatnya sebagai seorang pria, aku yakin itu. Apalagi setelah dia memberikan segalanya padamu, hanya kau yang ia cintai.” Taemin kembali menenangkan Key.

“Apa yang kalian bicarakan. Semua orang sudah menunggu kalian.” Suara yang sangat ia kenali membuat mereka langsung terdiam dan dengan cepat Key memakai Jass abu-abunya.

Ahh …hyung, aku sudah siap.” Taeminpun berdiri dan menghampiri Onew bersama personil lainnya.

“Aku juga” Key bergabung

“Jika semua sudah siap, ayo keluar. Manajer sudah menunggu dimobil”

Mereka keluar dari kamar Hotel Key dan Taemin untuk menghadiri pemotretan untuk sebuah majalah di Jepang.

 

 

Monday, 23 January 2017 13.58 KST
Myeongji University, Seoul-South Korea

 

Dengan makanan yang berada ditangannya, Choi Na Ri duduk dikantin bersama Kim Ye Na. Dengan begitu tenang mereka melahap makan siang terkadang muncul perbincagan – perbicangan kecil yang mungkin hanya terjadi ketika mereka sedang makan seperti mengingat masa lalu mereka atau hal – hal kecil yang seharusnya tak mereka bahas.

“Na Ri-ah, bagaimana kalau kita pergi karaoke. Sudah sangat lama bukan?” Tiba – tiba Kim Ye Na mengajak Choi Na Ri untuk pergi karaoke ketika tugas sudah menumpuk didepan mereka.

Yak … apakah kita memiliki banyak waktu untuk melakukan hal itu”

“Justru karena itu aku ingin pergi. Aku lelah dengan tugas dan aku butuh hiburan, kaupun pasti sama.”

“Tidak karena aku sudah memiliki penyemangatku.” Choi Na Ri tersenyum manis membuat Kim Ye Na hanya mencibirkan bibirnya.

“Tapi penyemangatmu tidak ada disini, bahkan dia luar Seoul.”

“Benarkah, lalu semalam siapa yang datang menemuiku?” Kembali Choi Na Ri memamerkan keromantisan kekasihnya, Key.

“Semalam Key datang, benarkah?” dengan anggukan bahagia Choi Na Ri sebagai jawaban.

Waa … kau memang beruntung Na Ri-ah. Key benar-benar pria yang romantis. Ah … aku iri”

Choi Na Ri hanya tersenyum lalu kembali menyuap nasi serta lauknya.

Ya … Ya … bukankah itu Park Jin Young” Tanpa sengaja Kim Ye Na melihat Park Jin Young bersama seorang Lelaki berjas masuk ke kantin dan duduk bersama.

“Dengan siapa dia berbicara, mereka terlihat serius.” Kim Ye Na penasaran sementara Choi Na Ri hanya melihat dengan fokus.

Ahjussi itu, sepertinya aku pernah melihatnya tapi dimana aku melihatnya?” Choi Na Ri hanya fokus pada lelaki berjas itu.

“Benarkah, apakah itu Ayah-nya?”

“Bukan, aku belum pernah bertemu dengan Ayah. Aku benar-benar pernah melihat Ahjussi itu, aku yakin.” Choi Na Ri mengerutkan alisnya mencoba untuk mengingatnya.

“Percuma kau penah melihatnya tetapi tidak ingat siapa dia.”

“Lebih baik kita ke perpustakaan sebelum masuk.” Kim Ye Na berdiri terlebih dahulu selanjutnya Choi Na Ri mengikutinya.

Mereka pergi meninggalkan Kantin dan rasa penasaran mereka dengan siapa yang ditemui Park Jin Young di kantin tetapi perhatian Choi Na Ri terus fokus pada lelaki berjas itu sedari tadi terus berbicara lebih banyak dibanding Park Jin Young. Choi Na Ri yakin jika dirinya pernah bertemu dengan lelaki itu. Dia hanya menggeleng kepalanya lembut lalu keluar dari Kantin.

 

 

 

Meskipun Park Jin Young memutuskan untuk tidak menghindar dari Choi Na Ri tetapi tetap saja tak ada pembicaraan diantara mereka. Mereka terlihat canggung satu sama lain selama perjalanan pulang tetapi tanpa mereka ketahui entah itu Park Jin Young atau Choi Na Ri sesekali melirik satu sama lain. Meskipun bibir mereka tak berbicara tetapi mata mereka saling berbicara.

Emm … Jin Young-ah” Setelah mengumpulkan keberaniannya akhirnya Choi Na Ri memanggil Park Jin Young yang hanya menatapnya.

“Sebenarnya tadi siang aku lihat kau berbicara dengan seorang Ahjussi, kalau boleh tahu siapa dia?” Rasa penasaran Choi Na Ri tak bisa dihentikan.

“Mengapa kau ingin tahu, itu bukan urusanmu”

Choi Na Ri memanyunkan bibirnya kesal atas sikap Park Jin Young yang selalu saja dingin, nafas beratnya menjadi bukti bahwa dirinya kesal saat ini.

Hyung …” Park Ji Min datang berlari menghampiri mereka.

Park Jin Young hanya menatap dingin sang adik, dia melakukannya lagi. Apakah dia tidak bisa bicara?

“Ada seseorang yang ingin bertemu denganmu.” Kali ini tatapan Park Jin Young terlihat begitu penasaran tetapi tak lama kemudian tatapannya tertuju pada seorang pria yang berada dibelakang Park Ji Min, pria yang sama menemuinya tadi siang.

Oh …aku yakin aku pernah melihatnya disuatu tempat.” Gumam Choi Na Ri menatap pria yang kini berada dihadapan Park Jin Young.

“Selamat sore Park Jin Young-ssi.”

Wah … bahkan kau datang ketempat tinggalku, apakah selanjutnya kau juga akan datang menemui kedua orang tuaku?” Park Jin Young terlihat tak begitu menyukai pria itu, membuat suasana semakin menarik untuk Park Ji Min ataupun Choi Na Ri.

“Kalau itu perlu, akan aku lakukan.”

“Apapun yang akan kau lakukan aku tidak peduli.”

“Tolonglah datang satu kali saja setelah itu aku tidak akan menganggumu lagi.” Pria yang tak lagi muda ini penuh harap pada Park Jin Young.

“Untuk apa aku datang, itu akan membuang waktuku. Aku tidak ingin menyia-nyiakan waktuku hanya untuk hal yang tak berguna meskipun hanya untuk satuk detik. Permisi.” Park Jin Young menundukkan kepalanya begitu dingin lalu pergi begitu saja

“Park Jin Young-ssi .. tolong datang aku yakin kau akan berubah pikiran. Park Jin Young-ssi.” Pria ini tak menyerah.

“Permisi Ahjussi, sebenarnya kau ini siapa. Mengapa kau menginginkan hyung?” Park Ji Min bertanya penasaran.

Pria ini menatap Park Ji Min dari bawah sampai atas namun hanya helaan nafas beratnya yang ia keluarkan. “Ahh … apa yang harus aku katakan pada Lee Soo Man Daepyo-nim.” Gumamnya kesal namun kedua mata Choi Na Ri membesar ketika dirinya mendengar nama Lee Soo Man disebut oleh pria ini.

Ahh … SM. Aku ingat aku pernah bertemu dengannya, dia pernah melatih vocal Key Oppa” Choi Na Ri menatap kearah pria itu yang juga menatap Choi Na Ri terkejut.

Ahh … benar kau kekasih Key. Kalau begitu aku pergi” Pria ini hanya menundukkan kepalanya kepada Choi Na Ri lalu pergi begitu saja.

Sementara Choi Na Ri masih terdiam dengan rasa penasarannya begitu pula dengan Park Ji Min yang berdiri tanpa mengetahui apapun. “Untuk apa mereka menemui Park Jin Young. Mungkinkah?”

 

 

Bersambung …

10 thoughts on “Just Because Part 6

  1. Kangen FF ini, key akhirnya bisa dapat nari, ,Yak taehyung kau kan takut jarum suntik kenapa kuliah ambil kedokteran, Aku Tau kau suka nari tp Dia punya key tae

    Suka

  2. Apa taehyung bkalan ngebut nari de key yah…
    kyakx kok semangat bgt n cemburu kalau ada yg dketin nari, termasuk key yg g lain kekasih dr nari sendiri…

    Suka

  3. Huaa akhinya mreka melakukannya juga. Aku punya firasat buruk kalo taehyung punya rencana jahat. Ahh jangan buat emphi jadi antagonis kaka gak rela :(. Semoga gak ada yang ganggu hubungan nari sama key. Dan jangan sampai key ninggalin nari kan kasian narinya nanti udah dikasih segalanya. Ditunggu next chapnya kak 🙂

    Suka

  4. Key akhirnya mendapatkan nari juga,,,,seutuhnya…..
    Klo jinyoung direkrut sm,,,,sekalian nanti taehyung juga….pasti seru itu klo mereka ber 3 disatu panggung,,,,wkwkwk
    Semoga gak perang…
    Bagus kakak,,,,ditnggu kelanjutannya

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s