Trapped to You Part 2


 

Author : elhyona

Title : Trapped to You [Part 2]

Cast : Cho Kyuhyun, Shin Hyona, etc

Category : NC21, Romance, Sad, Chapter

Cover : Clairvoyant @Art World

 

Hari sudah hampir sore ketika Hyona bangun. Gadis itu membuka matanya perlahan. Dan kali ini sudah tidak terkejut lagi melihat tubuh Kyuhyun. Kepalanya masih bersandar di lengan kokok lelaki itu. Sedangkan wajahnya menempel pada dada bidangnya yang mengagumkan. Apakah Kyuhyun memeluknya seperti itu terus selama Hyona tidur tadi? Karena dapat Hyona rasakan tak ada satu kain pun yang menghalangi menempelnya tubuh mereka. Kyuhyun pasti tidak mau melepas pelukannya hanya sekedar untuk memakai baju. Juga tidak mau repot-repot memakaikan Hyona baju.

“Sayang, kau sudah bangun?”

Hyona tidak menjawab sapaan Kyuhyun dan justru memejamkan mata. Tangan Kyuhyun bergerak mengelus rambut panjangnya. “Kepalamu sakit, hm? Ayo kita makan. Sekarang hampir jam empat sore dan kita sama sekali belum makan.” Lelaki itu terkekeh sendiri. “Aku lapar sebenarnya.”

Hyona tidak merespons. Matanya masih terpejam. Diam-diam ia menikmati apa yang saat ini terjadi; berada di pelukan hangat Cho Kyuhyun. Sudah berapa lama ia tidak pernah lagi menikmati pelukan ini? Sepertinya sudah satu tahun lebih, sejak mereka putus tahun lalu. Jujur, Hyona merindukan Cho Kyuhyun. Sikap dinginnya yang selalu membuatnya penasaran. Sikap manjanya yang terkadang muncul dan membuat Hyona gemas. Suaranya yang membuatnya meleleh. Lengannya yang kokoh. Pelukannya yang hangat. Detak jantungnya yang damai. Dan aromanya yang memabukkan. Diam-diam Hyona menikmati semua yang tak pernah Hyona rasakan lagi. Ia tidak mau berbohong, bahwa dirinya masih mencintai Kyuhyun. Sangat. Tapi Hyona juga tak menampik bahwa kini nama Kyuhyun tak hanya disandingkan dengan segala kehangatannya, tapi juga rasa sakit. Ia… masih sangat kecewa.

“Sayang, kau tidur lagi?”

Oh tidak, jangan ‘sayang’ lagi. Hyona tidak sanggup mendengarnya.

“Ya sudah, tidak apa-apa. Tidurlah lagi. Aku akan memelukmu sampai kau bangun nanti.”

Hyona bergetar ketika Kyuhyun menempelkan bibir di keningnya. Ya Tuhan, jangan lagi. Rasanya Hyona ingin menangis lagi. Ia harus segera pergi dari sini sebelum pertahanannya hancur.

Dengan perlahan tapi pasti Hyona melepaskan pelukan Kyuhyun. Ia duduk, membiasakan diri dengan kepalanya yang berdenyut sebelum akhirnya turun dari ranjang.

Kyuhyun tersenyum melihat tubuh polos Hyona bagian belakang. “Ambil baju di lemariku saja, tidak usah pakai yang tadi,” ujarnya. Mengingatkan bahwa Hyona masih memiliki beberapa potong baju yang ditinggalnya di sini. Gadis itu belum sempat membereskan semua barang-barangnya saat putus dari Kyuhyun dulu.

Kyuhyun masih mengekori Hyona. Dan alisnya langsung tertaut melihat gadis itu tidak menuju lemari, tapi menuju ke keranjang baju kotor dan mengambil dressnya. Firasat Kyuhyun tidak baik. Ia buru-buru bangun dan menghampiri Hyona. Menahan gadis itu yang baru saja hendak memasang bra. “Kenapa kau memakai pakaian kotor? Pakai bajumu yang di lemari saja. Atau pakai punyaku.”

Hyona tidak menjawab. Gadis itu menepis pelan tangan Kyuhyun yang menahannya, dan kembali memasang branya.

“Hyona…”

Gadis itu mengedarkan pandangannya ke sekitar ranjang, menemukan celana dalamnya teronggok mengenaskan di lantai dekat ranjang king size itu. Hyona menghampirinya. Berniat akan memakainya lagi ketika sadar sesuatu. Sial. Kyuhyun sudah merobek celana dalamnya.

“Hyona, kau mau ke mana?”

Hyona memejamkan mata sesaat. Ingin rasanya ia memaki Kyuhyun yang dengan seenaknya merobek celana dalamnya, juga memperkosanya. Tapi Hyona memilih untuk menelan kembali makian itu. Ia tidak ingin menangis lagi. Sudah cukup ia menangis karena pria ini. Akhirnya gadis itu memilih langsung memakai dressnya tanpa celana dalam. Cho Kyuhyun benar-benar sialan!

“Hyo—“

“Mana tasku?” tanya Hyona memotong ucapan Kyuhyun.

Lelaki itu menggeleng. “Ada pada Chaerin. Aku tidak membawanya saat membawamu kemari.”

Ya Tuhan, kalau begini caranya bagaimana Hyona bisa pulang? Ia tidak membawa ponsel maupun uang. Dan ia tidak sudi untuk sekedar meminjam pada lelaki di hadapannya.

“Hyona, kenapa kau seperti ini? Kita sudah baik-baik saja, kan?” desak Kyuhyun. Sepertinya lelaki itu jaga kalut dengan diamnya Hyona. Tadi gadis itu sudah mau sedikit terbuka dan menerimanya. Kenapa tiba-tiba seperti ini?

“Aku mau pulang.” Hyona berkata pendek. Gadis itu berbalik menghampiri pintu, tapi Kyuhyun menahannya.

“Kau mau pulang dengan keadaan seperti ini? Kau tidak membawa apa pun. Kau mau pulang dengan apa? Kau bahkan tidak memakai celana dalammu.”

Hyona menggeram dalam hati. Semua itu salahmu, bodoh! Siapa suruh kau membawa Hyona kemari dan menimbulkan semua masalah ini? Siapa suruh kau merobek celana dalam Hyona dan memperkosanya?

“Makanlah dulu. Aku akan mengantarmu nanti,” tawar Kyuhyun lembut. Ia sudah banyak membuat gadis ini menangis. Jadi ia berusaha untuk tidak membuatnya menangis lagi.

“Tidak perlu. Aku bisa pulang sendiri.” Hyona melepaskan tangan Kyuhyun yang memegang lengannya. Namun ketika ia berbalik, Kyuhyun lagi-lagi menarik sikunya.

“Kau gila? Kau mau pulang sendiri dengan keadaan seperti ini? Kau lupa bahwa kau seorang aktris terkenal? Orang-orang bisa mengenalimu. Bagaimana kalau mereka tiba-tiba menculikmu? Atau bahkan… memperkosamu?” kata Kyuhyun panjang lebar. Ia khawatir, tentu saja. Mana mungkin ia tega membiarkan gadisnya pulang sendiri?

“Di sini aku juga sudah kau perkosa. Lalu apa bedanya jika orang lain memperkosaku?” sembur Hyona tajam. Ia sudah tidak tahan lagi. Melihat Kyuhyun membuatnya merasakan rindu dan sakit secara bersamaan. Membuatnya tersiksa. Yang Hyona inginkan hanya menghilang dari hadapan lelaki ini sekarang juga. Karena melihatnya lama-lama membuat luka di hati Hyona semakin menganga. Apakah keinginannya sulit untuk dikabulkan?

Kyuhyun sendiri terkejut mendengar kalimat Hyona. Ia tersadar. Ya, tadi ia menyuruh Hyona melayaninya dengan paksa. Memperkosanya. Jadi apa bedanya ia dengan pria brengsek di luar sana? Oh Tuhan, hukum ia sekarang juga.

“Kumohon, biarkan aku pergi, Kyuhyun,” pintanya dengan sungguh-sungguh. Ia tidak yakin air matanya bisa bertahan lebih lama lagi.

“Kenapa, Hyona? Bukankah kita sudah baik-baik saja? Kau sudah menjadi milikku lagi,” ujar Kyuhyun dalam. Sungguh. Ia tidak ingin Shin Hyona pergi lagi darinya. Apalagi dalam keadaan seperti ini. Kyuhyun sadar, ia terlalu mencintai gadis ini.

“Aku tidak mengatakan hubungan kita kembali seperti dulu lagi, Kyuhyun.”

“Tapi aku mencintaimu, Hyona. Kumohon jangan tinggalkan aku lagi,” ucap Kyuhyun sungguh-sungguh. Ia tidak yakin, jika Hyona terus seperti ini, mungkin dirinya juga akan ikut menangis.

Gadis itu menatap Kyuhyun dengan mata bengkaknya. “Aku juga masih mencintaimu, Kyuhyun. Sangat. Aku bahkan merasa hampir gila karena perasaanku.”

“Lalu kenapa kau seperti ini? Kita bisa memulainya lagi dari awal, sayang.”

“Tapi semuanya tidak akan sama lagi.” Hyona memukul dadanya sendiri. Seolah sedang menunjukkan bagian tubuhnya yang terluka parah akibat pria itu. “Di sini. Di sini rasanya sakit sekali, Kyuhyun. Setiap melihatmu, aku selalu teringat perselingkuhan yang kau lakukan dengan Song Jihye. Kau tahu, sakit sekali melihat pria yang sangat kau cintai bercinta dengan orang lain. Aku ingin memelukmu, Kyuhyun. Tapi aku juga ingin membunuhmu di waktu yang sama.” Pertahanan Hyona hancur lagi. Entah berapa lama ia menangis hari ini. Ia hanya ingin Kyuhyun tahu, betapa tersiksanya ia dengan perasaan bodoh ini. “Jadi, katakan padaku, apa yang harus kulakukan dengan perasaan seperti itu?”

Kyuhyun terdiam. Ia ingin membalas, tapi ia tak tahu harus mengatakan apa. Semua yang dikatakan Hyona benar, bahwa ia memang bermain api di belakang. Jadi Kyuhyun tak tahu harus membela diri dengan cara apa. Kyuhyun tahu Hyona sakit hati, tapi ia tidak tahu rasa sakitnya akan sedalam dan semenyiksa itu. Lalu apa yang harus Kyuhyun lakukan sekarang? Pantaskah ia meminta Hyona kembali padanya? Kyuhyun bahkan sempat Memperkosanya tadi.

Astaga, betapa besar luka yang Kyuhyun torehkan pada gadis ini? Apa yang harus ia lakukan untuk menebusnya? Kyuhyun bersumpah, akan melakukan apa pun untuk membayar kesalahannya. Agar Shin Hyona memaafkannya. Agar Shin Hyona kembali ke pelukannya.

“Jadi, Kyuhyun. Kumohon biarkan aku pergi.” Hyona berbalik. Dan untuk ke sekian kali, Kyuhyun menahannya.

“Baiklah. Aku akan mengantarmu sekarang.”

***

Shin Hyona masuk ke dalam apartemennya dan menutup pintu tanpa mengatakan sepatah kata pun. Meninggalkan Cho Kyuhyun yang masih berdiri di depan pintu. Lelaki itu menunduk, menatap sepatunya sendiri dengan miris.

Hyona membencinya. Adakah hal lain yang lebih buruk dari itu? Seandainya Kyuhyun bisa memutar waktu, ia tidak akan mengulang kesalahan yang ia lakukan. Berselingkuh dengan gadis lain. Mengkhianati Shin Hyona, pelengkap jiwanya. Kyuhyun akui dirinya memang bodoh. Kenapa saat itu ia mencoba mencari kenyamanan bersama gadis lain? Padahal jelas-jelas Shin Hyona sudah memberikan semua yang ia butuhkan. Kenapa baru sekarang Kyuhyun sadar bahwa ia tidak butuh gadis lain selain Hyona?

Ya Tuhan, penyesalan memang selalu datang terakhir.

***

Kaki Hyona lemas. Rasanya ia sudah tak sanggup berdiri lagi. Dan setelah menutup pintu apartemen, gadis itu langsung merosot ke lantai dan menangis. Lagi.

Sekujur tubuh Hyona bergetar. Selain karena tangis, perutnya juga belum terisi apa pun sejak pagi. Tubuhnya lemas, tapi ia sama sekali tidak merasa lapar. Bagaimana bisa tubuhnya merespons rasa lapar jika yang mendominasi dirinya saat ini hanyalah rasa sakit yang bercampur aduk?

Cho Kyuhyun membuatnya hancur. Karena cinta, namun juga karena rasa sakit yang diberikan pria itu. Astaga, bagaimana caranya ia menghadapi Kyuhyun nanti? Mereka akan bekerja untuk sebuah film yang sama. Mereka akan menjadi pasangan di film itu, dan otomatis mereka akan sering berinteraksi. Lalu bagaimana caranya Hyona berakting nanti? Apakah ia bisa menatap Kyuhyun dengan penuh cinta sesuai dengan skenario jika setiap melihat pria itu dari jarak yang cukup jauh saja sudah membuat Hyona ingin menangis? Oh Tuhan, apakah ini akan berjalan sulit nanti? Apakah Hyona bisa menghadapinya?

Gadis itu menangkup wajahnya dengan telapak tangan. Membiarkan air mata merembes melalui sela jarinya. Seharusnya tadi ia senang menerima pengakuan cinta Kyuhyun lagi, karena cinta Hyona untuk lelaki itu juga masih ada. Tapi kenapa Hyona tidak merasa senang? Kenapa hatinya justru merasa kacau dengan pernyataan cinta itu?

Rasanya Hyona sudah tidak bisa melihat Kyuhyun dengan cara yang sama lagi. Ia memang masih mencintai Kyuhyun. Tapi Hyona merasa cinta itu belum cukup untuk menjadikan alasan mereka bersatu kembali. Hatinya sudah terlanjur sakit. Bayangan ketika Kyuhyun bercinta dengan Jihye tak pernah mau pergi dari kepala Hyona, bahkan sesekali menghantui mimpinya. Juga ketika Kyuhyun mengaku dengan jelas padanya bahwa pria itu mencintai Song Jihye, membuat cinta yang Hyona rasakan juga ditumbuhi rasa benci.Betapa ia sangat mencintai pria itu, hingga sama sekali tak pernah membuatnya berpikir bahwa kebencian bisa tumbuh kapan saja.

Ingatan Hyona kembali lagi di malam ketika ia memergoki Kyuhyun sedang bercinta. Jantung Hyona terasa seperti dihentikan secara paksa saat itu. Ia tidak bisa bergerak dari tempatnya berdiri. Menatap Kyuhyun yang terus bergerak menggagahi Song Jihye, gadis yang Hyona tahu saat itu sedang memainkan drama yang sama dengan Kyuhyun. Kyuhyun tetap tidak berhenti bergerak, bahkan ketika barang-barang yang ada di tangan Hyona jatuh menimbulkan suara yang cukup keras. Jihye pun juga menoleh pada Hyona. Wajah penuh kenikmatannya seolah mengejek Hyona. Gadis itu bahkan mendesah lebih keras lagi. Memeluk punggung kokoh Kyuhyun dengan begitu posesif, sambil bibir keduanya saling melumat.

Kyuhyun baru menoleh pada Hyona ketika mereka mendapatkan sebuah orgasme. Pria itu menatap Hyona dengan datar, seolah mereka bukan siapa-siapa.

“Kyuhyun, apa yang kau lakukan?” tanya Hyona saat itu dengan suara gemetar. Air matanya sudah mengalir membasahi wajah cantiknya, tapi gadis itu dengan bodohnya tetap berdiri di sana. Ia menginginkan penjelasan. Meski hatinya remuk, ada sebuah harapan di sudut terkecil hati Hyona yang menginginkan bahwa Kyuhyun sedang mabuk. Bahwa pria itu melakukan semuanya tanpa kesadaran penuh.

Tapi harapannya yang memang hanya secuil itu luntur ketika dengan kejamnya Kyuhyun berkata, “Tentu saja bercinta. Dengan kekasihku. Kau melihatnya sendiri, kan?”

Dengan kekasihnya? “Tapi… tapi kekasihmu… a-aku…”

“Shin Hyona, maafkan aku. Sebenarnya sejak satu bulan yang lalu, aku sudah tidak menganggapmu sebagai pacarku lagi. Maaf jika kau harus tahu dengan cara seperti ini. Tapi aku sudah tidak mencintaimu lagi. Aku mencintai Song Jihye.”

Kalimat panjang Kyuhyun terasa bagaikan kilatan petir yang menyambar tubuh Hyona yang sudah gemetaran.Ia bukan gadis yang akan sok kuat dihadapkan pada kenyataan menyakitkan seperti ini. Air matanya sudah tumpah. Ia menangis, bersamaan dengan hatinya yang hancur berkeping-keping. Rasanya saat itu Hyona sudah tidak kuat berdiri lagi. Kakinya lemas seperti agar-agar. Tapi Hyona tahu dirinya tidak boleh jatuh. Tidak akan ada yang bersedia mengangkatnya pergi dari apartemen Kyuhyun jika sampai Hyona jatuh. Maka dengan sekuat tenaga Shin Hyona menyeret kakinya keluar, meninggalkan lelaki yang sangat-sangat dicintainya sampai gila kembali melanjutkan aktivitas ranjangnya dengan gadis lain.

“Aaaaarrrghhhh!” Hyona berteriak frustrasi sambil menjambak rambutnya sendiri. Seolah berusaha menyingkirkan kenangan terpahit dalam hidupnya itu dari otaknya.

Ya Tuhan, kenapa ia harus dipertemukan dengan Cho Kyuhyun jika harus mengalami rasa yang begitu menyesakkan seperti itu? Dan sekarang, di saat perlahan Hyona sudah mulai menata hati dan hidupnya, kenapa ia harus dipertemukan dengan pria itu lagi?Rasa sakit yang Kyuhyun berikan satu tahun lalu belum bisa menghilang sepenuhnya. Dan kini dengan melihatnya lagi, membuat rasa sakit itu semakin menjadi-jadi. Ditambah dengan kejadian yang ia alami baru saja.

Bangun tidur berada di kamar Cho Kyuhyun, dan berujung dengan percintaan paksa yang Kyuhyun lakukan padanya. Astaga, Hyona bahkan pulang tanpa mengenakan celana dalam. Mau ditaruh mana wajahnya, Tuhan? Apakah belum cukup rasa sakit yang ia rasakan selama ini hingga kejadian tadi harus menimpanya juga? Kenapa dirinya tidak mati saja?

Hyona masih menangis sesenggukan di pintu apartemennya. Untuk beberapa jam ke depan, ia tidak ingin diganggu oleh siapa pun. Hyona ingin menangis sepuasnya. Menumpahkan segala rasa sakit yang ia rasakan tanpa memedulikan hal lain. Ia hanya ingin menangis. Berharap sakit yang ia rasakan ikut melebur bersama air mata yang ia jatuhkan.

***

Cho Kyuhyun berdiri di belakang sutradara. Memerhatikan seorang gadis yang sedang menunjukkan bakat aktingnya di depan kamera. Gadis itu sedang tertawa lepas, membuat Kyuhyun harus menahan napasnya sejenak karena terpesona oleh tawa renyah gadis itu. Astaga, ini bahkan hanya akting. Tapi tetap saja. Melihat tawa gadis itu tetap membuat Kyuhyun terpesona. Sejenak Kyuhyun lupa bahwa gadis yang sedang tertawa begitu cantik itu telah ia buat menangis beberapa hari yang lalu.

Rasa sesal Kyuhyun membuncah lagi. Berharap Hyona akan memberinya satu kesempatan untuk menunjukkan pada gadis itu bahwa Kyuhyun ingin berubah dan memperbaiki hubungan mereka. Seandainya gadis itu memaafkannya.

“Cut!” teriakan sutradara membuyarkan lamunan Kyuhyun. “Seperti biasa, kau benar-benar luar biasa, Shin Hyona.”

Hyona hanya tersenyum mendengar pujian Park Jongsuk. Ia berniat menghampiri sutradara itu dan melihat hasil pengambilan gambarnya. Tapi niat Hyona terurungkan melihat Cho Kyuhyun yang berdiri di belakang Jongsuk. Laki-laki itu melihat ke arahnya. Membuat Hyona lebih memilih berbalik dan melangkah ke arah lain.

“Kita break lima belas menit, setelah itu lanjut ke scene selanjutnya,” kata Park Jongsuk memberi perintah. Ia mematikan layar di hadapannya, kemudian beralih ke belakang, menemukan aktor utamanya berdiri di sana seperti patung. Pria itu tahu, dari tadi Kyuhyun diam di sana memerhatikan Shin Hyona.

Jongsuk menepuk bahu Kyuhyun, membuat lelaki itu terpaksa menolehkan kepalanya. “Setelah ini adegan pertamamu dengannya. Meski aku tidak tahu masalah apa yang terjadi, kuharap kalian berdua tetap bisa bekerja secara profesional.”

***

Jung Sohee, seorang gadis yang diperankan oleh Shin Hyona memiliki ayah seorang bos mafia. Sohee sangat menyayangi ayahnya. Dia ingin ayahnya yang berumur lebih dari setengah abad itu berhenti dari pekerjaannya. Dan akhirnya demi Sohee, sang ayah menurunkan posisinya pada bawahannya yang paling ia percayai, Baek Jino.

Ini saatnya pengambilan gambar di mana Jung Sohee melihat Baek Jinountuk yang pertama kali, dan langsung jatuh cinta saat itu juga. Shooting dilakukan di sebuah rumah. Hyona telah bersiap-siap di lantai dua. Ia hanya perlu berakting mengintip ayahnya dan Cho Kyuhyun -oh tidak, Baek Jino- yang sedang berbincang-bincang. Hyona bersyukur adegan kali ini belum ada percakapan apa pun antara Jung Sohee dan Baek Jino. Yang itu artinya Hyona belum harus berinteraksi dengan Kyuhyun sekarang.

Shooting dimulai. Sesuai dengan script, Hyona berdiri di ujung tangga lantai dua memerhatikan Kyuhyun yang duduk di ruang tamu. Hyona harus memasang wajah terpesona, seperti remaja yang jatuh cinta pada pandangan pertama. Ini adegan mudah. Amat sangat mudah sebenarnya. Tapi entah mengapa Hyona merasa seperti melakukan adegan melawan singa dengan wajah merona. Oh, tunggu, bukankah berhadapan dengan Cho Kyuhyun juga terasa seperti berhadapan dengan singa? Singa yang menghancurkan hatinya. Sialan.

“Kamera siap?”

Fokus, Shin Hyona. Fokuslah. Sekarang bukan saatnya kau memikirkan perasaanmu pada Cho Kyuhyun. Kau harus profesional. Meski Baek Jinoadalah sosok yang sama dengan pria yang menghancurkan hatimu, kau harus tetap menatapnya dengan penuh cinta. Kau harus bisa berubah menjadi Jung Sohee sepenuhnya.

Action!”

Hyona melakukannya. Hyona mengerahkan seluruh kemampuan aktingnya dan berubah menjadi Jung Sohee. Berniat menuruni tangga, namun berhenti di ujung tangga dan memerhatikan ayahnya yang sedang bicara dengan wajah serius di bawah.

Appa bicara dengan siapa?” gumamnya. Sibuk memata-matai dua pria yang ada di bawah.

Sohee terus diam pada posisinya. Hingga tiba-tiba lelaki yang bicara dengan ayahnya itu melirik ke atas. Tepat ke arah Sohee. Jantung Sohee berpacu. Tatapan lelaki itu tajam, namun penuh karisma dan sedikit menggoda. Membuat Sohee tetap tak mampu mengalihkan pandangannya ke arah lain meski sudah ketahuan mengintip.

Pria itu tampan. Kulitnya putih. Matanya indah dan mengagumkan. Pahatan hidungnya begitu sempurna. Ditambah dengan bibirnya yang sedikit tebal dan menggiurkan.Wajah tampannya bahkan lebih cocok menjadi seorang ilmuwan dari pada seorang mafia. Jung Sohee terpesona. Apalagi ketika pria itu menarik sebelah sudut bibirnya ke atas, membentuk seringai yang begitu membuat Sohee terpana. Gadis itu tahu, bahwa dirinya telah terkena sindrom menggelikan, jatuh cinta pada pandangan pertama.

Sebuah kamera mengambil gambar wajah Shin Hyona yang terlihat berbinar. Park Jongsuk yang memerhatikan wajah Hyona dari layar di hadapannya tersenyum puas. Ekspresi Hyona benar-benar luar biasa. Gadis itu sungguh mampu menunjukkan wajah jatuh cinta, membuat Jongsuk sedikit bertanya dalam hati. Apakah ekspresi itu murni hanya akting atau cerminan dari perasaannya yang asli?

“Cut!” Park Jongsuk berseru ketika merasa sudah cukup dengan pengambilan adegan ini. Maksud dasarnya sudah tertangkap dengan sangat jelas; Jung Sohee jatuh cinta pada pandangan pertama.

Seketika wajah Hyona berubah kembali seperti sedia kala begitu mendengar mantra sutradara. Gadis itu langsung berbalik memunggungi tangga dan mengembuskan napas lega.

“Hyona, kau baik-baik saja?” tanya Ahn Chaerin yang datang menghampirinya sambil memberikan sebotol air mineral.

Hyona menatap manajernya dengan ngeri. Ahn Chaerin adalah salah satu dari segelintir orang di dunia ini yang tahu mengenai masalahnya bersama Cho Kyuhyun. Dan menjadi satu-satunya orang yang tahu betapa menderitanya Shin Hyona selama ini. Jadi Hyona tak perlu repot-repot menunjukkan wajah baik-baik sajanya pada Chaerin. “Kau tahu, rasanya aku ingin muntah,” bisik Hyona.

Chaerin tertawa. Ia menepuk bahu Hyona, berniat mengatakan sesuatu ketika tiba-tiba suara sutradara menginterupsi mereka. Chaerin lebih memilih mendengar Park Jongsuk lebih dulu.

“Kita langsung ke adegan selanjutnya. Shin Hyona, silakan ganti baju terlebih dahulu,” kata pria itu sambil memandang Hyona, yang dibalas Hyona dengan anggukan kepala. Kemudian Park Jongsuk beralih menatap Kyuhyun yang entah sejak kapan sudah ikut naik ke lantai dua. “Dan Cho Kyuhyun, kau akan diberi make-up luka terlebih dahulu. Lalu yang lain segera lakukan tugas masing-masing.”

Begitu Park Jongsuk menyelesaikan omongannya, Chaerin berniat mengatakan kalimatnya yang sempat tertunda. Tapi kali ini lagi-lagi Chaerin harus menunda ucapannya karena Hyona memegang tangannya dengan erat, seolah memberi sinyal. Dan Chaerin langsung tahu maksud aktrisnya. Di dekat mereka ada Cho Kyuhyun, sedang melihat ke arah Hyona. Lelaki itu mempunyai bola mata seolah hanya digunakan untuk memerhatikan Hyona.

“Ayo, eonnie.” Hyona menarik tangan Chaerin pergi dari sana menuju ruang ganti.

Ahn Chaerin menurut. Setelah dirasa cukup jauh dari Kyuhyun, gadis itu berkomentar, “Ddaebak! Dia terus saja memperhatikanmu setiap kali punya kesempatan.”

“Maka dari itu. Aku kesal sekali, eonnie,” balas Hyona. Mereka telah memasuki ruang ganti dan Hyona duduk di kursi yang berada di sudut ruangan. Berjaga-jaga agar tidak ada yang menguping pembicaraan mereka. “Apa yang harus kulakukan? Rasanya aku ingin mencongkel matanya itu.”

Ahn Chaerin menarik sebuah kursi dan duduk di depan Hyona. “Tapi, Hyona, sepertinya dia memang tulus ingin minta maaf padamu.”

“Lalu apa aku harus memaafkannya begitu saja? Aku bukan Tuhan, eonnie. Dan aku bukan orang sebaik itu.” Kemudian Hyona menambahkan dengan suara yang sangat pelan, seolah bicara pada dirinya sendiri. “Apalagi setelah dia berani memperkosaku.”

“Tapi kupikir dia melakukan itu karena tidak tahu harus melakukan apa agar kau memaafkannya. Kau tahu, Hyona, terkadang pemikiran pria dan wanita berbeda. Mungkin dia berpikir dengan kalian tidur bersama lagi, hubungan kalian akan membaik.”

Hyona mendengus. “Membaik apanya? Dia justru membuat hubungan ini semakin rumit.”

***

Kali ini tantangan Hyona semakin berat. Tidak hanya memerhatikan Kyuhyun dari jauh, tapi ia harus membantu mengobati luka pria itu. Sial. Itu artinya mereka akan saling berinteraksi. Dan lebih sialnya lagi, Hyona masih harus menunjukkan wajah ‘jatuh cinta’nya.

Gadis itu menghembuskan napas berat. Semangat, Shin Hyona. Kau harus bisa melewati semua ini. Jangan sampai mengecewakan semua orang. Kau juga harus bisa menunjukkan pada Cho Kyuhyun bahwa ia masih bisa berakting dengan baik bersama pria itu.

Kamera menyala. Begitu sutradara berteriak “Action!”, Hyona yang dari tadi sudah duduk di sofa ruang tengah langsung memasang wajah santai sambil membolak-balikkan majalah. Tak lama kemudian aktivitasnya membaca terinterupsi oleh suara bel pintu. Gadis itu bangkit, membuka pintu utama rumahnya hinggatiba-tiba seorang pria ambruk menimpa tubuhnya.

“Astaga!” pekik gadis itu kaget, menahan tubuh Kyuhyun yang menimpakan beban tubuhnya pada Hyona agar mereka tidak sama-sama jatuh.

Hyona memapah Kyuhyun menuju ruang tamu dan mendudukkannya di sofa. Sesuai naskah, Hyona memasang wajah khawatirnya melihat wajah tampan Kyuhyun penuh luka. Meski dalam hati gadis itu berharap seandainya luka buatan itu nyata dan dirinyalah yang menorehkan luka itu.

Gadis itu mengambil kotak obat, mengobati luka di wajah Kyuhyun dengan lembut. Tetap mempertahankan ekspresi ‘Jung Sohee’ yang khawatir melihat pria yang ia sukai terluka. “Kenapa kau bisa sampai terluka seperti ini?” ucap Hyona, sesuai dengan naskah yang ia hafalkan.

Sesuai naskah juga, Kyuhyun tidak menjawab. Ia hanya perlu menatap Hyona dengan tajam, namun juga penuh minat. Sepertinya Kyuhyun tak terlalu sulit menciptakan ekspresi itu, karena selain matanya memang sudah tajam, gadis yang kini sedang berakting mengobati lukanya ini juga menarik minat Kyuhyun.

“Apa kau kemari mencari appa?” tanya Hyona.

Kali ini Kyuhyun menjawab, dengan sedikit rintihan menahan sakit, “Di mana appamu?”

Hyona menggeleng. “Appa sedang tidak ada di rumah. Kenapa kau bisa terluka seperti ini?”

Kyuhyun bisa merasakan nada khawatir dari suara Hyona. Bisakah jika itu tidak hanya akting? Pria itu mengerang dalam hati. Apakah Shin Hyona yang asli juga akan bersikap seperti ini jika Kyuhyun terluka?

“Siapa namamu?” tanya Kyuhyun dengan suara rendah.

Tadinya Hyona sempat takut tak bisa menunjukkan wajah merona ketika Kyuhyun menanyakan namanya. Tapi tiba-tiba saja gadis itu teringat saat pertama kali mereka berkenalan dulu. Saat itu Hyona datang ke konser musik Kyuhyun. Karena selain berprofesi sebagai aktor, Cho Kyuhyun juga memiliki suara emas yang layak dijual. Shin Hyona yang saat itu belum seterkenal sekarang, merasa sangat senang bisa menghadiri konser aktor dan penyanyi besar seperti Cho Kyuhyun. Dan lebih senang lagi ketika mendapat kesempatan bertemu langsung dengan pria itu di belakang panggung.

Saat itu Cho Kyuhyun menanyakan namanya, seperti yang dilakukan pria itu saat mengucapkan dialognya sekarang. Saat itu, meski bibir Kyuhyun membentuk sebuah senyuman, tapi matanya menatap Hyona tajam dan penuh minat. Membuat Hyona merona. Seperti saat ini, meski hanya menjadi ‘Baek Jino’ yang tanpa senyuman, tapi matanya sama seperti dulu. Menatap Hyona tajam dan penuh minat. Dan berkat tatapan sialan itulah yang membuat Hyona tiba-tiba teringat masa lalu dan pipinya merona secara alami. Entah itu Cho Kyuhyun maupun Baek Jino, semuanya sama-sama sialan.

Sekuat tenaga Hyona menahan diri agar tidak larut dalam pikirannya. Ia harus fokus. Dan sesuai perintah naskah, Hyona menggigit bibir sejenak sebelum menjawab dengan gugup, “Aku Jung Sohee.”

“Tuan tidak pernah mengatakan bahwa beliau memiliki Putri secantik dirimu.”

***

TBC

53 thoughts on “Trapped to You Part 2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s