Because I Love You (Sequel of Secret Mission) Part 11


image

Author : elhyona

Title : Mission [11] – Because I Love You (Sequel of Secret Mission)

Cast : Cho Kyuhyun, Shin Hyona, Kim Ahyoung, etc

Category : NC21, Romance, Sad, Campus-life, Chapter

Cover : IrizaArt

Ngerjainnya ngebut, jadi maaf kalau ada typo yaa 

Hyona menepuk-nepukkan tangannya setelah meletakkan kantung sampah besar yang ia bawa dari aula ke tumpukan-tumpukan sampah lain di sekolah itu. Hyona hendak kembali ke aula, menyelesaikan pekerjaan bersih-bersih mereka ketika matanya menangkap sebuah gambar di atas tumpukan sampah itu; poster yang tadi ia sebarkan untuk menarik penonton dengan gambar Kyuhyun di dalamnya. Hyona mengambil kertas itu. Meluruskan sambil membersihkan permukaannya. “Aku tidak bisa melihat wajah Kyuhyun dimasukkan ke tempat sampah,” gumam Hyona. Melipat poster itu dengan rapi dan memasukkannya ke dalam saku celana jeans. Berharap orang-orang yang menerima poster itu merawatnya dengan baik. Kalaupun dibuang, Hyona berharap bisa menemukannya dan merawat ‘wajah Kyuhyun’ yang ada di dalam poster itu dengan baik. Yang mungkin bisa Hyona tempel di kamarnya ketika pulang ke Seoul nanti.

Setelah memastikan poster itu aman di dalam kantong celananya, Hyona berjalan kembali ke dalam aula. Namun langkahnya lagi-lagi terhenti ketika mendengar suara Kyuhyun yang terdengar marah di koridor.

“Jangan menggangguku, noona! Aku sedang sibuk.”

Hyona mengernyit. Merasa ingin menarik telinga Kyuhyun yang dengan kasarnya membentak siapa pun yang bicara dengan pria itu di telepon. Mungkin itu kakaknya, karena Hyona sempat mendengar kata ‘noona’ yang diucapkan Kyuhyun. Gadis itu berbalik, tidak berniat mencuri pembicaraan orang lain ketika kalimat lain yang Kyuhyun ucapkan kembali menghentikan langkahnya.

“Aku tidak peduli. Jika aku pulang, aku hanya segera ditunangkan dengan Kim Ahyoung.”

Hyona tertegun. Kyuhyun… ditunangkan?

Sungguh. Shin Hyona sama sekali tidak berniat menguping pembicaraan orang lain seperti pencuri. Tapi kalimat itu seolah memaku kakinya untuk tetap berdiri di tempat.

“Noona, kau tahu sendiri seberapa otoriternya harabeoji. Pulang sama saja mempercepat tanggal pertunanganku dengan Kim Ahyoung. Apa noona tahu siapa Kim Ahyoung itu? Dia sahabat kekasihku. Apa yang akan terjadi pada Shin Hyona jika tahu aku ternyata dijodohkan dengan sahabatnya sendiri?”

Detik itu juga Hyona merasa seperti ada seseorang yang menamparnya dengan keras. Berkali-kali.

“Jadi, noona—“

Siapa pun tolong katakan bahwa pendengaran Hyona salah.

“Aku tidak peduli! Blokir saja semuanya. Aku juga tidak keberatan jika tidak mendapatkan kursi CEO Marvelous. Toh aku juga tidak menginginkannya.”

Ya Tuhan, apa lagi ini? Apa maksud Kyuhyun dengan ucapannya baru saja?

“Aku hanya tidak ingin menyakiti Hyona. Mengertilah, noona. Jika saat ini aku tidak memilikinya, mungkin aku akan diam saja harabeoji mengaturku lagi. Toh selama ini memang sudah seperti itu. Aku hanya tidak bisa membayangkan, bagaimana perasaan Hyona jika tahu aku akan dijodohkan dengan sahabatnya?”

“Sudahlah, noona. Berhenti memaksaku karena aku tidak akan pulang. Jika harabeoji ingin memblokir semua kartuku, blokir saja. Jika harabeoji ingin menghapusku dari daftar keluarga dan pewaris Marvelous Corp, lakukan saja. Aku akan memulai hidupku dari awal.”

Hyona masih tak mampu bergerak bahkan ketika Kyuhyun sudah menutup telepon dan pergi. Sebelah tangan gadis itu terangkat menutupi mulutnya yang menganga. Matanya memanas. Dan yang Hyona sadari berikutnya adalah tiba-tiba pipinya basah oleh air mata.

Cho Kyuhyun… akan dijodohkan?

Air mata itu turun lagi menjawab pertanyaan yang terlintas di kepala Hyona. Cho Kyuhyunnya akan dijodohkan dengan gadis lain? Dan gadis itu adalah Kim Ahyoung. Sahabatnya. Sahabatnya yang juga mencintai Kyuhyun setengah mati.

Kepala Hyona berdenyut. Hatinya nyeri. Kakinya lemas. Tenggorokannya bahkan terasa sakit, terlalu sulit bahkan untuk sekedar bernapas. Dan rasa sakit itu bertambah berlipat-lipat ketika teringat dengan ucapan Ahyoung ketika mereka makan bersama.

“Bagaimana orangnya? Apakah dia tampan?”

“Ya, dia sangat tampan. Tapi sayang, dia sangat dingin padaku. Sepertinya dia tidak menyukai perjodohan ini.”

Hyona memejamkan mata. Terekam jelas di kepalanya betapa frustrasinya Ahyoung ketika mengatakan itu dulu. Ahyoung bahkan mengatakannya sambil menatap Kyuhyun. Dan Hyona masih ingat Kyuhyun yang mencoba mengalihkan pembicaraan mereka. Bodohnya Hyona yang tak terlalu memedulikan sinyal semacam itu.

Hyona juga teringat malam ketika mereka berangkat ke Busan. Wajah Kyuhyun terlihat kacau meski ditutupi senyum cerah yang ia miliki. Apakah itu juga karena masalah perjodohannya? Seharusnya malam itu Hyona bertanya. Bukannya terlena dengan kebahagiaan mereka hingga membuatnya lupa untuk bertanya hingga detik ini.

Hyona merasa kakinya semakin lemas dan selanjutnya ia merosot ke lantai koridor yang dingin. Berjongkok dengan sebelah tangan menutupi mulutnya yang terisak. Sebelah tangannya lagi menekan dadanya yang kini terasa nyeri. Teramat sakit bahkan hanya untuk bernapas. Kenapa Kyuhyun harus dijodohkan? Kenapa Kyuhyun dijodohkan dengan Ahyoung yang jelas-jelas juga mencintai lelaki itu? Dan yang paling menyedihkan, kenapa dirinya harus tahu dengan cara seperti ini?

Apa yang harus Hyona lakukan? Haruskah ia mengatakan pada Kyuhyun agar menolak perjodohan itu? Tapi bagaimana dengan Kim Ahyoung? Bukankah dengan adanya perjodohan ini menunjukkan bahwa Kyuhyun memang berjodoh dengan Ahyoung? Bukan Hyona. Dan apa yang terjadi pada Kyuhyun jika menolaknya? Kyuhyun akan didepak dari posisinya menjadi calon CEO. Lelaki itu bahkan akan dihapus namanya dari daftar keluarga. Tegakah Hyona menghancurkan kehidupan Kyuhyun dengan dalih bahwa ia mencintai pria itu?

Atau haruskah Hyona melepaskan Kyuhyun saja? Dengan begitu, semuanya akan baik-baik saja.

Tapi benarkah semuanya akan baik-baik saja? Sudut hati Hyona berteriak. Apakah dirinya akan baik-baik saja begitu Kyuhyun pergi? Apakah dirinya sanggup hidup tanpa Kyuhyun di sisinya?

Tentu saja ia sanggup, akal Hyona mengambil alih. Ia sudah hidup dua puluh tahun lebih tanpa Kyuhyun. Usia hubungan mereka juga masih sangat kecil. Jadi bukan masalah besar jika dirinya harus berpisah dari Kyuhyun.

Tapi aku mencintainya. Aku tidak ingin berpisah darinya.

Tangis Hyona semakin menjadi-jadi. Ia bahkan harus membekap mulutnya erat, menahan agar suaranya tidak terdengar siapa pun. Sakit. Hatinya terasa sakit dihadapkan pada fakta seperti ini. Dan yang lebih menyakitkan bahwa ia sama sekali tidak pernah memikirkan hal seperti ini akan terjadi pada kisah cintanya dengan Cho Kyuhyun. Mereka masih baru saja saling mengenal. Cinta mereka baru saja tumbuh. Haruskah semua ini terjadi begitu cepat tanpa mereka diberi kesempatan untuk bahagia dengan hubungan mereka?

***

Aula itu sudah rapi, kembali seperti sedia kala dan semua orang yang telah menyelesaikan tugas bersih-bersih itu mendesah lega. Cho Kyuhyun merenggangkan ototnya. Merasa cukup lelah setelah konser dadakan barusan. Ia ingin secepatnya kembali ke hotel, mandi dan tidur. Lelaki itu mengedarkan pandangannya ke sekeliling, mencari Hyona ketika menyadari bahwa gadis itu tidak ada di aula.

“Ada yang tahu di mana Shin Hyona?” tanya Kyuhyun.

Anak-anak itu hanya mengangkat bahu. Hanya Jessica yang menjawab setelah beberapa saat berpikir, “Tadi sepertinya Hyona eonni membuang sampah.”

Kyuhyun mengangguk sekali. Setelah mengucapkan terima kasih, lelaki itu berjalan hendak keluar aula. Namun belum sampai di pintu, sosok yang dicarinya muncul. Berjalan dengan langkah kaki diseret dan wajah yang tertunduk dalam. Terlihat tidak seperti Shin Hyona yang ceria.

“Hyona?” panggil Kyuhyun. Dan sepertinya gadis itu melamun karena hanya dengan panggilan kecil itu ia sudah kaget. “Dari mana saja kau?”

“A-aku baru saja membuang sampah,” jawab Hyona sambil tersenyum tipis.

Kyuhyun mengerutkan kening. Merasa ada yang aneh dari Hyona. Suaranya terdengar sedikit parau. Matanya juga terlihat sedikit bengkak seperti habis menangis. Kyuhyun ingin bertanya, karena sepertinya Hyona tidak sedang baik-baik saja. Maka segera saja Kyuhyun pamit pada anak-anak yang kini sibuk memerhatikan mereka.

Mereka pulang. Kecurigaan Kyuhyun pun semakin memuncak ketika dalam perjalanan ke hotel Hyona hanya diam. Gadis itu melamun. Bahkan beberapa kali Kyuhyun harus menahan tubuh Hyona yang hampir terjatuh karena tersandung.

“Hyona?” panggil Kyuhyun ketika mereka hampir sampai di hotel. “Kenapa melamun? Apa yang terjadi padamu?”

Hyona terdiam sesaat. Kemudian ia menatap Kyuhyun yang ada di sampingnya dan bergumam pelan, “Tidak apa-apa. Aku hanya lelah.”

Alis Kyuhyun terangkat. “Kau menangis?”

Hyona tertegun. Langkah kakinya bahkan terhenti dan sejenak ia tidak tahu harus menjawab apa. Ia menatap Kyuhyun yang kini mengambil tempat di hadapannya dengan kening berkerut.

“Apa terjadi sesuatu padamu?” tanya pria itu lagi.

Hyona masih terdiam. Ia tak tahu harus menjawab apa. Isi kepalanya terlalu kacau jika dipaksa untuk mencari kebohongan. Tapi di sisi lain Hyona juga tidak bisa berkata jujur tentang apa yang baru saja terjadi padanya.

Kyuhyun memajukan kakinya satu langkah. Menepis jarak di antara mereka dan memegang kedua bahu Hyona. “Hey, ada apa denganmu? Kau bisa mengatakannya padaku?” tanya Kyuhyun dengan lembut lagi.

Hyona mengangkat wajah. Kemudian tanpa ia sadari bibirnya mulai berucap, “Aku… hanya memikirkanmu.”

“Memikirkanku?”

“Aku terharu melihat kau di panggung tadi. Aku jadi teringat kisahmu.” Hyona menggigit bibir bagian dalamnya. Dalam hati mengutuk dirinya sendiri yang berbohong pada Kyuhyun. Sambil terus mengucap maaf. “Aku senang sekali melihatmu tersenyum saat menyanyi. Kau terlihat begitu hidup. Karena itu aku tadi sempat menangis.”

Kyuhyun terdiam sesaat. “Benarkah?”

Tidak.

“Hm.” Hyona mengangkat kedua tangannya, membelai wajah prianya dengan penuh sayang. Ya, setidaknya untuk saat ini Cho Kyuhyun masih prianya. Miliknya.

Kyuhyun menurunkan pegangannya di bahu Hyona menuju pinggang gadis itu. Melingkar di sana. “Ada sesuatu yang ingin kau sampaikan padaku?”

Jangan tinggalkan aku. Tetaplah di sisiku.

“Kerja bagus, Cho Kyuhyun.”

Kyuhyun terkekeh. “Hanya itu?”

“Hm.”

Seulas senyum tersungging di bibir Kyuhyun. Lelaki itu mengangkat sebelah tangannya, menangkap tengkuk Hyona. “Terima kasih karena membantuku melakukannya. Malam ini adalah malam terindah dalam hidupku.”

Hyona ikut tersenyum tipis, dengan mata berkaca-kaca.

“Aku mencintaimu, Hyona.”

Hyona menggigit bibir bawahnya sebelum berkata dengan susah payah karena bongkahan pahit itu mulai mengganggu tenggorokannya lagi. “Aku juga.”

***

Kyuhyun dan Hyona sampai di kamar hotel mereka lewat dari tengah malam dengan suasana hati yang berbeda. Meski sempat kesal dengan telepon kakaknya, Kyuhyun berusaha melenyapkan itu dan memilih fokus pada apa yang terjadi saat ini. Bahagia karena bisa mewujudkan mimpinya meski hanya secuil; menyanyi di atas panggung. Berbeda dengan Hyona. Kebahagiaan memberi Kyuhyun panggung malam ini tak mampu mengalihkan pikirannya dari apa yang telah gadis itu dengar secara tidak sengaja dari Kyuhyun. Berita itu terlalu mengejutkan. Menyita seluruh perhatiannya hingga dirinya tak mampu memikirkan hal lain lagi seperti kegiatan menyenangkan apa lagi yang bisa mereka berdua lakukan esok hari.

Dan omong-omong, bisakah mereka melakukan kegiatan menyenangkan lain esok hari?

“Shin Hyona, kau benar-benar terlalu banyak melamun malam ini.” Kyuhyun mencubit hidung Hyona pelan. Gadis yang terbaring nyaman di sampingnya itu mendongak, menatap wajah Kyuhyun dengan tatapan kosong.

“Berhentilah melamun.” Kyuhyun menyelipkan sebelah tangannya di bawah kepala Hyona dan menarik gadis itu agar berbaring di pelukannya. Tidak sulit melakukan itu. Karena Hyona juga dengan suka rela langsung melingkarkan lengannya di perut Kyuhyun.

“Aku tidak melamun,” lirih gadis itu.

Kyuhyun mendengus. “Kau jelas melamun. Apa yang kau lamunkan? Jika itu tentang aku dan kehidupanku, maka hentikanlah. Sudah kubilang aku sudah melepas mimpi itu sejak lama. Jadi tidak apa-apa jika aku tidak menjadi penyanyi. Jangan khawatir.”

Hyona memejamkan matanya. Biarlah Kyuhyun salah paham dengan apa yang sedang ia lamunkan. Toh Hyona juga tak mungkin akan mengatakan yang sesungguhnya. “Aku ingin kau bahagia, Kyuhyun. Aku ingin kau bisa bahagia dengan mimpimu.”

“Aku sudah bahagia. Selama kau ada di sisiku, aku pasti bahagia.”

Hyona tertegun. Hatinya merasa berbunga dan hancur di saat yang bersamaan. Ya Tuhan…

Ia mencintai Kyuhyun. Ia ingin bersama Kyuhyun. Apakah permintaannya terlalu sulit untuk dikabulkan?

Hyona mengangkat kepalanya dari dada Kyuhyun. Dengan hati-hati ia mendekatkan wajah mereka hingga bibir mereka menyatu. Hyona melumat bibir Kyuhyun yang disambut lelaki itu dengan senang hati. Kyuhyun bahkan mulai mengubah posisi mereka hingga dirinya berada di atas tubuh Hyona sekarang.

Hyona memejamkan mata, menikmati ciuman Kyuhyun yang memabukkan. Meresapi tekstur yang ia favoritkan yang mungkin sebentar lagi tak bisa dirasakannya lagi. Kyuhyun akan dijodohkan dengan sahabatnya sendiri. Dan itu artinya ia dan Kyuhyun akan segera berpisah. Betapa nyeri hatinya memikirkan fakta itu. Padahal Hyona masih punya rencana untuk masa depan hubungan mereka yang masih panjang. Padahal diam-diam Hyona sudah memikirkan segala celetukan Kyuhyun mengenai hubungan mereka, bahwa keduanya akan menikah. Hyona bahkan sudah memikirkan akan seperti apa pernikahan mereka nanti, berapa anak yang diinginkannya, Hyona bahkan sudah menyiapkan sebuah nama untuk anak mereka. Cho Hyunji.

Mata Hyona memanas memikirkan segala masa depan indah yang ia rencanakan gagal.
Tapi ia tidak boleh menangis. Tidak ketika mereka masih diberi waktu untuk menikmati kebersamaan.

Hyona mengalungkan lengannya di leher Kyuhyun. Membalas lumatan Kyuhyun di saat pria itu mulai mengurangi intensitas ciuman mereka untuk berhenti. Tapi Hyona menahannya. Melarang Kyuhyun menjauhkan bibir mereka hingga ciuman itu berubah menjadi lebih panas lagi.

Hyona tidak peduli jika esok hari Cho Kyuhyun mungkin sudah bukan menjadi miliknya lagi. Tapi malam ini gadis itu ingin egois. Ia ingin memiliki prianya secara utuh tanpa memikirkan apa pun.

“Hyona, cukup. Kontrolku bisa lepas jika kita terus melanjutkan ini,” bisik Kyuhyun ketika ciuman panas mereka terlepas setelah beberapa saat. Pria itu teringat permintaan Hyona yang tidak ingin terus-terusan bercinta dan ingin menjalani hubungan mereka pelan-pelan. Kyuhyun berniat bangkit dari atas tubuh Hyona sebelum dirinya tidak bisa lagi menahan diri. Namun Hyona menahannya. Gadis itu menarik kepala Kyuhyun dan memagut bibirnya lagi dengan menggebu. Ia menginginkan Kyuhyun. Ingin menikmati waktu yang tersisa di antara mereka tanpa peduli hal lain.

Cho Kyuhyun miliknya malam ini.

Hyona mengelus telinga Kyuhyun dengan sengaja karena ia tahu itu adalah salah satu titik sensitif Kyuhyun. Dan benar saja. Lelaki itu perlahan mulai membalas Hyona dan mendominasi.

Ini aneh. Kyuhyun tahu ada yang tidak beres dengan gadisnya.

Tiba-tiba saja Hyona mendorong Kyuhyun, mendudukkannya, dan ia sendiri duduk mengangkang di pangkuan pria itu. Tangan Hyona mengelus di setiap sisi wajah Kyuhyun. Menyalurkan cintanya, juga gairah yang terlihat dengan amat jelas ketika dengan sengaja Hyona menyentuh bibir Kyuhyun dengan ibu jarinya. Gadis itu menunduk, hendak memagut material memabukkan itu lagi ketika Kyuhyun justru menahan wajahnya.

“Aku ingin menciummu,” cicit Hyona, kecewa.

“Kenapa kau berubah agresif malam ini?” tanya Kyuhyun. “Seingatku, kau bilang tidak ada seks.”

“Memang tidak ada seks,” bisik Hyona. Mengalungkan sebelah tangannya di bahu Kyuhyun dan sebelah tangannya lagi membelai wajah pria itu. Dengan sengaja memainkan jarinya di bibir Kyuhyun yang sedikit terbuka. “Tapi tidak ada larangan untuk ‘bercinta’. Dan aku ingin bercinta denganmu. Sekarang.”

Kali ini Hyona berhasil mempertemukan bibir mereka. Dengan berani ia mencium liar bibir prianya. Memasukkan lidahnya ke dalam mulut Kyuhyun dan menari di sana. Membuat Kyuhyun yang sebenarnya memang sudah terpancing sejak awal kini mulai membalas.

Hyona menginginkannya dan ia sendiri juga menginginkan Hyona. Tidak ada yang salah dari itu. Maka Kyuhyun memutuskan untuk mengikuti permainan Hyona. Menganggap bahwa ini sebagai salah satu pelengkap kebahagiaannya malam ini.

“Boleh aku melepaskan bajumu?” tanya Kyuhyun. Hyona langsung mengangkat kedua tangannya ke atas, memberi akses Kyuhyun untuk melepas bajunya hingga kini tubuh bagian atasnya hanya terbalut bra.

“Angkat tanganmu juga,” perintah Hyona halus.

Kyuhyun terkekeh. “Kenapa kau agresif sekali malam ini?” Meskipun begitu, ia tetap menaikkan tangan, membiarkan Hyona melepas penutup tubuh bagian atasnya.

Hyona langsung membelai kedua sisi kepala Kyuhyun. “Kenapa kau justru terlihat tidak berpengalaman malam ini?” desahnya, menciumi pipi Kiri Kyuhyun dan merambat hingga ke tengkuknya.

Kyuhyun memejamkan mata. “Karena aku takut tiba-tiba kau menarik diri, saat aku benar-benar sudah lepas kontrol. Aku tidak lupa dengan permintaanmu sebelumnya, sayang. Aku hanya mencoba menghargaimu.”

Hyona menghentikan kecupannya di bawah telinga Kyuhyun. Ia ingat, amat sangat ingat dengan permintaannya untuk menjalin hubungan secara wajar. Hyona terharu, hatinya menghangat mengetahui Kyuhyun berusaha keras mengabulkan keinginannya. Di saat kondisi pria itu sendiri terdesak oleh sebuah perjodohan. Ya Tuhan…

Hyona memejamkan mata sesaat, masih menempelkan bibirnya di tengkuk Kyuhyun tanpa melakukan apa-apa. Kenapa tiba-tiba rasanya Hyona ingin menangis? Tidak bisakah Cho Kyuhyun tetap menjadi miliknya saja?

Perlahan Hyona menggerakkan lagi bibirnya menyesap cuping telinga Kyuhyun. Tidak. Ia tidak boleh menangis sekarang. Kyuhyunnya sedang bahagia, dan ia tidak ingin merusak kebahagiaan pria itu dengan air mata.

“Kau bisa menyentuhku sepuas yang kau inginkan malam ini,” Hyona menjalankan ciumannya menuju bibir Kyuhyun dan mendesah. “Aku milikmu malam ini.”

Dan untuk selamanya, kuharap.

Kyuhyun menyeringai. “Kau tahu, kau tidak bisa menarik kata-katamu lagi.” Detik berikutnya Kyuhyun mulai menjelajahi bibir, tengkuk, telinga, dan leher Hyona menggunakan bibir juga lidahnya. Gadis itu juga tak segan memberikan akses bagi penjelajahan Kyuhyun. Memejamkan mata, mendesah pelan untuk pria itu. Merekam detail yang Kyuhyun lakukan pada tubuhnya, menyimpannya dengan baik sebagai memori indah mereka. Hyona akan mengenang malam ini dengan baik.

Kyuhyun melepaskan bra Hyona. Memandangi dua benda yang berada tepat di depan wajahnya itu dengan memuja. Lelaki itu berniat menyentuhnya. Namun belum sempat tangannya bergerak, tiba-tiba Hyona sudah lebih dulu membusungkan dadanya, menarik kepala Kyuhyun untuk tenggelam di sana.

Shin Hyona terlalu agresif. Sial.

“Malam ini kau sungguh di luar dugaanku, sayang,” gumam Kyuhyun yang begitu sibuk menghisap payudara kanan gadisnya.

Hyona tidak menjawab. Hanya membiarkan Kyuhyun melakukan apa yang pria itu mau pada kedua dadanya. Tangannya bergerak mengelus rambut Kyuhyun yang terasa sedikit lebih lebat dibanding terakhir kali mereka bercinta waktu itu.

Setelah cukup puas dengan payudara Hyona, Kyuhyun melumat sekilas bibir gadis itu sebelum bergumam, “Aku sempat berpikir tidak akan bisa menyentuhmu lagi sebelum kita menikah.”

Hyona menggigit bibir bawahnya. Bisakah… mereka menikah? Bisakah hubungan keduanya bertahan sampai ke tahap itu?

Hyona merasa pandangannya sedikit mengabur. Sial! Sial! Jangan menangis sekarang, Shin Hyona!

“Kau sedang menyentuhku,” kata Hyona, menahan matanya untuk tidak memproduksi air lagi. “Apakah kau ingin lebih?”

Kyuhyun menaikkan alis. “Lebih?” ulangnya.

Hyona hanya tersenyum penuh arti sebelum turun dari pangkuan Kyuhyun. Dengan cekatan ia melepaskan celana Kyuhyun sebelum akhirnya berjongkok di depan lelaki itu. Membuat Kyuhyun terkejut.

“Hyona, jangan bilang kau ak—“

Ucapan Kyuhyun terhenti ketika gadis itu sudah melingkupi pusat tubuh Kyuhyun yang mengeras dengan telapak tangan kanannya. Mengurutnya pelan sambil membentuk gerakan naik turun. Jantung Hyona berdegup kencang. Ia gugup sebenarnya. Belum pernah sebelumnya gadis itu mencoba memuaskan Kyuhyun. Ia selalu pasif, membiarkan Kyuhyun mencari kepuasannya sendiri dengan tubuhnya. Tapi malam ini Hyona ingin lebih. Ia tidak ingin terus-terusan menjadi pasif dan membuat Kyuhyun tidak puas. Hyona juga ingin bisa menyenangkan Kyuhyun. Setidaknya, jika mereka benar-benar terpisah nanti, mereka punya kenangan ini dan Kyuhyun bisa mengingatnya sebagai gadis yang cukup mampu memuaskan pria itu.

Shin Hyona menatap Kyuhyun, ingin melihat reaksi prianya. Dan senyum di bibir tipis Hyona mengembang melihat Kyuhyun begitu rileks. Kedua telapak tangan Kyuhyun bertumpu di ranjang, kepalanya menengadah, matanya terpejam dengan bibir yang sedikit terbuka mengeluarkan desahan halus. Sangat halus, seperti tarikan napas yang pendek-pendek.

Hyona akan merekam pemandangan indah ini dengan baik di memori otaknya.

Perlahan Hyona menurunkan kepala, mengecup kejantanan Kyuhyun dan membuat lelaki itu membuka matanya. “Hyona, kau tidak benar-benar akan me—“ Lagi-lagi kalimat Kyuhyun harus terpotong karena dengan cepat Hyona memasukkan ujung kejantanannya ke mulut gadis itu. Menjilatinya, menghisapnya, membuat Kyuhyun harus menahan diri untuk tidak mengerang.

Sial! Dari mana Shin Hyona belajar semua ini?

“Cukup, Hyona, cukup,” desis Kyuhyun, menarik Hyona yang masih begitu asyik mengulum pusat tubuhnya. “Aku tidak ingin keluar di mulutmu. Tetaplah menjadi gadis yang manis. Oke?” Kyuhyun membimbing Hyona kembali duduk di atas pangkuannya dan mulai berciuman panas.

“Tapi kau suka?” tanya Hyona di sela pagutannya.

Kyuhyun menghisap lidah Hyona gemas, membuat gadis itu mengerang. “Apa yang tidak kusuka darimu?” Kyuhyun balas bertanya. Hyona tersenyum. Berdiri sejenak untuk melepas kain terakhir yang terpasang di tubuhnya dan kembali duduk di pangkuan Kyuhyun. “Kau luar biasa, Shin Hyona.”

Hyona menahan kepala Kyuhyun yang hendak mencium bibirnya lagi. “Kau lebih dari luar biasa, Mr. Cho.” Bibir mereka tertaut. Ciuman yang begitu panas, menggebu, namun juga penuh dengan cinta.

Hyona sedikit mengangkat tubuhnya, memosisikan diri sebelum menurunkan diri kembali. Menyatukan pusat tubuh mereka. Mata Kyuhyun terlihat begitu menyala melihat Hyona mendesah atas kelakuan gadis itu sendiri. Terutama ketika Hyona mulai bergerak pelan dan teratur.

“Apa kau memang berniat memimpin malam ini?” tanya Kyuhyun, memerhatikan tubuh Hyona yang bergerak di atasnya. Memuaskannya.

“Aku… ingin memuaskanmu…” jawab Hyona. Terengah-engah.

Kyuhyun memagut bibir Hyona yang terbuka. Membungkam desahannya. Kedua tangan Kyuhyun ia gunakan untuk membantu menaik-turunkan pinggang Hyona. Cepat dan lebih cepat lagi hingga akhirnya gadis itu memekik penuh nikmat. Semakin membasahi pusat tubuh Kyuhyun dengan cintanya.

“Kau keluar,” goda Kyuhyun. Menyesap beberapa titik leher Hyona seperti vampir.

“Karenamu. Untukmu,” balas Hyona, lirih.

Kyuhyun menangkup wajah Hyona. “Hanya aku. Kau harus memastikan itu.”

Hyona hanya tersenyum tipis sebelum menyatukan bibir mereka lagi. Tangan keduanya saling memeluk, saling membelai, menyalurkan cinta satu sama lain. Bibir Kyuhyun perlahan juga turun, menyesap dada Hyona dan meremas sebelahnya. Menikmati bagian tubuh favoritnya yang selalu membuat Hyona mendesahkan namanya setiap kali ia sentuh.

Setelah puas berkutat pada payudara Hyona, perlahan Kyuhyun membalikkan tubuh Hyona. Membuat gadis itu menungging. Kyuhyun memeluk Hyona dari belakang sambil tangannya sibuk meremas dadanya yang menggantung. “Kau ingat kita pernah melakukan posisi ini?” tanya Kyuhyun sambil menciumi leher bagian belakang Hyona.

Dan tentu saja gadis itu ingat. Di ranjang pertama mereka, ketika Hyona bahkan masih membenci Kyuhyun habis-habisan. Mereka melakukannya berkali-kali hingga hampir pagi, sampai Hyona merasa tak mampu bergerak dan hampir pingsan saking lelahnya. Bahkan keesokan harinya kemaluannya terluka, membuatnya terpaksa harus absen kuliah berhari-hari. Hyona tentu tidak akan melupakan malam itu. Titik di mana hubungan mereka menjadi semakin dekat. Hingga sekarang. Titik di mana perasaan itu mulai tumbuh. Meski berawal dari obat perangsang, segalanya berubah. Cinta itu datang.

Dan Shin Hyona sama sekali tak merasa menyesal sama sekali telah melakukan misi konyol malam itu.

“Ya. Aku ingat…” gumam Hyona di sela desahannya yang tak bisa ditahan. Tangan besar Kyuhyun terlalu nikmat menjelajahi dadanya.

“Kurasa aku ingin mengulanginya malam ini.” Kyuhyun berlutut di hadapan pantat Hyona yang begitu menantang. Meremas kedua bongkahan sintal itu dengan gemas. “Boleh?”

Hyona mengangguk. Meletakkan kepalanya di atas bantal, menghadap ke kiri. “Lakukan semaumu. Sentuh aku sesukamu.”

Kyuhyun menyeringai. Dengan tidak sabar ia mendekatkan wajahnya di kemaluan Hyona dan mulai menjilatinya dengan rakus. Menyapukan lidahnya di seluruh permukaan vagina Hyona, menggoda klitorisnya. Kyuhyun bahkan tak ragu-ragu memasukkan kedua jarinya ke dalam tubuh Hyona dan mengoyaknya dengan cepat.

Hanya butuh tiga menit bagi Hyona untuk bertahan sebelum meledak untuk kedua kalinya. Tubuhnya menggeliat. Pantatnya bergerak seolah menantang Kyuhyun untuk terus melakukan lebih. Dan Kyuhyun yang sudah tak mampu berpikir lagi pun segera memasukkan kejantanannya ke tubuh Hyona. Membuat gadis itu menjeritkan namanya karena kenikmatan berlipat-lipat yang Kyuhyun berikan ketika memompanya dengan kuat.

“Lebih cepaathhh…”

“Tunggu. Jangan tinggalkan akuuhh.” Napas Kyuhyun semakin memburu di sela gerakannya yang mulai menggila. Namun sayangnya Hyona lebih dulu keluar dan Kyuhyun harus berhenti sejenak. Sebenarnya Kyuhyun ingin tetap bergerak, tapi wajah kelelahan Hyona membuatnya tidak tega.

Setelah diam beberapa saat, Kyuhyun melepaskan penyatuan tubuh mereka dan berbaring terlentang. Membawa Hyona tidur di dadanya. “Terima kasih. Telah mempercayaiku untuk melakukannya lagi,” bisik Kyuhyun. Menunggu agar napas Hyona sedikit lebih stabil.

Hyona memejamkan matanya sambil mengangguk pelan. Tubuhnya terasa begitu rileks setelah melakukan aktivitas panjang mereka. Berharap ini bukan menjadi percintaan terakhir mereka. Berharap Kyuhyun hanya menunjukkan bakatnya di atas ranjang hanya pada Hyona. Bukan untuk gadis lain, terutama Kim Ahyoung.

Astaga. Mengingat nama itu membuat mata Hyona perlahan berair lagi. Teringat berita sialan yang merusak kebahagiaan Hyona malam ini. “Kyuhyun-aa, sentuh aku lagi.”

Bantu aku mengalihkan pikiran dari perjodohanmu.

“Apa?” Kyuhyun terkejut mendengar permintaan Hyona. Ia memang masih berencana memasuki Hyona lagi karena dirinya belum lepas. Tapi ia sama sekali tidak menyangka jika Hyona sendiri yang akan meminta.

Belum sempat Kyuhyun bertanya lagi, tiba-tiba Hyona sudah bangkit dan menindih tubuhnya. Menyatukan bibir mereka dan melumat Kyuhyun dengan begitu rakus.

Kyuhyun membiarkannya. Meski kini kepalanya justru dipenuhi dengan pertanyaan; mengapa Shin Hyona berubah aneh malam ini? Gadis yang sedang menindihnya ini adalah Shin Hyona kekasihnya, kan? Shin Hyona yang selalu mengatai Kyuhyun mesum dan Shin Hyona yang menginginkan sebuah hubungan klasik seperti orang lain.

Kenapa Kyuhyun merasa Shin Hyonanya malam ini berubah?

Tidak. Pasti ada sesuatu yang tidak beres. Ia harus bertanya sekarang juga. Harus.

Kyuhyun melepaskan tautan bibir mereka. Namun belum sempat ia bertanya, Hyona lebih cekatan menjilati dadanya. Tangan gadis itu bahkan mulai nakal menggerayangi kejantanannya. Meremasnya dengan nafsu.

Kalimat yang hampir terlontar itu menghilang entah ke mana. Biar bagaimanapun ia hanyalah pria normal yang bisa kalah oleh godaan besar seperti ini. Baiklah. Segera selesaikan ini dan ia harus bertanya pada Hyona.

Kyuhyun pun membalik tubuh gadisnya. Menindihnya, memagut bibir Hyona dan langsung memasukkan kejantanannya ke tubuh Hyona. Kyuhyun tidak ingin mengulur waktu. Ia tak bisa menahan diri melihat Hyona berubah aneh seperti ini, bahkan sejak di sekolah tadi.

Desahan dan jeritan Hyona mulai terdengar lagi. Tubuhnya terguncang oleh dorongan tubuh Kyuhyun yang menindihnya. Gadis itu meledak lagi. Namun kali ini Kyuhyun tak mau repot-repot menunggu Hyona mengatur napas karena ia sama sekali tak menghentikan gerakannya. Berusaha meraih puncak kenikmatannya sendiri.

Hingga akhirnya Kyuhyun melepaskan cintanya di dalam rahim gadis yang terkulai lemas di bawah tubuhnya. Mereka diam sesaat. Saling memeluk sambil sibuk mengatur napas.

“Kyuhyun-aa, bergeraklah lagi,” lirih Hyona.

Kyuhyun yang masih mengatur napas segera mengangkat wajahnya dari ceruk leher Hyona dan memandang wajah gadis itu dengan tak percaya. Hyona. Memintanya. Lagi? Sial! Gadis itu sendiri bahkan terlihat begitu kelelahan dan masih terengah-engah. Mungkin bisa saja Hyona langsung tertidur dalam hitungan menit dengan kondisinya sekarang.

Perlahan Hyona membuka kelopak matanya yang terasa berat dan dengan lemas menarik kepala Kyuhyun untuk menyatukan bibir mereka lagi. Namun kali ini dengan tegas Kyuhyun menghindar. Melepaskan tangan Hyona dari wajahnya, juga melepaskan penyatuan mereka meski dirinya tak beranjak dari atas tubuh Hyona.

“Kyuhyun-aa, masukkan lagi.”

“Apa kau sedang diracuni?” tanya Kyuhyun tegas. Ia menahan dagu Hyona agar menatap matanya. “Jawab aku! Ada apa denganmu? Kenapa kau menjadi aneh malam ini? Seperti bukan Shin Hyonaku.”

Hyona tidak menjawab. Ia menatap mata gelap Kyuhyun dengan perasaan campur aduk. Seperti bukan Shin Hyonaku. Bukan Shin Hyonaku . Kenapa kalimat itu terasa memiliki makna lain di penangkapan Hyona?

“Hyona?” tegur Kyuhyun karena Hyona hanya diam. “Kenapa? Apa yang terjadi?”

Kau akan ditunangkan dengan sahabatku. Kau akan meninggalkanku.

“Aku tidak diracuni,” lirih Hyona. “Aku hanya ingin bercinta denganmu.”

“Bohong,” sahut Kyuhyun tegas. “Pasti ada alasan kenapa kau ingin bercinta terus-terusan denganku malam ini.”

Karena kita mungkin tidak akan bisa melakukannya lagi.

“Karena aku menginginkanmu.”

Kyuhyun mendengus. Terasa lebih aneh. Hyona yang biasanya tidak akan dengan mudah mengungkapkan apa yang dirasakannya dengan gamblang seperti itu. Terutama tentang seks. “Bukankah kau sudah mendapatkannya? Apa yang tadi belum cukup?”

Tidak akan pernah cukup denganmu.

“Shin Hyona, jawab aku!” ujar Kyuhyun dengan menaikkan sedikit nada suaranya. Ia gusar. Perasaannya mengatakan bahwa ada sesuatu yang tidak benar terjadi. Ia harus mencari tahu. Bagaimanapun caranya.

Kyuhyun menangkup wajah Hyona dengan sebelah tangan yang tidak ia gunakan untuk tumpuan. Kemudian bertanya dengan lebih lembut. “Ceritakan padaku. Apa yang terjadi padamu, hm?”

Kumohon jangan seperti ini, Kyuhyun.

Perlahan Hyona melepaskan tangan Kyuhyun yang menangkup wajahnya. Mata gadis itu sudah berkaca-kaca dan ia sendiri bahkan tidak yakin apakah ia mampu bertahan tanpa menangis lagi. Dan sialnya kali ini Cho Kyuhyun ada di depan matanya.

“Shin Hyona, kau menangis?” Kyuhyun bertanya dengan panik ketika air mata itu mulai mengalir. Pria itu bangkit dari atas tubuh Hyona. Berniat untuk duduk ketika tiba-tiba Hyona justru menarik Kyuhyun agar berbaring dan gadis itu langsung menghambur ke pelukannya.

Menangis.

Kyuhyun tertegun. Terlalu syok dengan tangis Hyona yang muncul secara tiba-tiba dan tidak bisa Kyuhyun perkirakan sebabnya. Lelaki itu bahkan tak tahu harus melakukan apa. Yang ia sadari hanya suara tangisan Hyona yang semakin menjadi-jadi, juga dadanya yang basah oleh air mata.

“Hyo—“

“Aku mencintaimu, Kyuhyun-aa,” gumam Hyona di sela isak tangisnya. Memeluk tubuh Kyuhyun lebih erat, seerat yang ia bisa. “Aku mencintaimu. Aku sangat mencintaimu.”

Perlahan Kyuhyun mengangkat tangannya, mulai mengelus kepala Hyona. “Aku juga mencintaimu. Sangat.” Ya Tuhan, apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa firasat buruk Kyuhyun mengatakan bahwa… Tidak. Tidak mungkin.

“Aku mencintamu, Kyuhyun. Aku mencintaimu. Aku mencintaimu.”

Shin Hyona terus mengucapkan kalimat itu berulang-ulang di sela tangisnya hingga akhirnya tertidur karena kelelahan.

***

TBC

69 thoughts on “Because I Love You (Sequel of Secret Mission) Part 11

  1. Ya ampuuuuun part ini sedih banget. Semoga mereka ga berpisah😣
    Makin kesel sama kakek nakaaaal😬
    Harusnya kyu jujur aja sama hyona. Jd hyona jg bakal cerita. Kenapa kalian saling menyiksa diri😭

    Suka

  2. Kasian hyonaㅜㅜ pasti sakit bgtt,harusnya mereka omongin baik baik masalahnyaa… biar ga jadi kayak giniii. Lagian nyebelin bgtt sihh kakeknyaa kyuhyun

    Suka

  3. Adegannya hot,, tapi ikut alurnya dan rasanya sedih yah..
    Hyona knpa harus nyimpan itu semua akan lebih baik klau hyona mau jujur dan kyuhyun jg..
    Hwaiting thor

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s