Just Because Part 7


 

Author             : KeyNana

Tittle               : Just Because …

Category         : NC17, Romance, Drama, Chapter

Cast                 :

  • Kim Ki Bum a.k.a Key
  • Choi Na Ri
  • Park Jin Young

Other Cast :

  • Other Shinee Member
  • Kim Tae Hyung
  • Park Ji Min

 

Happy Reading ..
I hope you like this …:)

 

Monday, 23 January 2017 13.45 KST
Myeongji University, Seoul-South Korea

 

Setelah menyelesaikan mata kuliah pertama semua mahasiswa satu persatu meninggalkan kelas untuk beristirahat termasuk Choi Na Ri yang memilih keluar bersama Kim Ye Na sementara Park Jin Young dengan santi mematikan laptop dan menutup buku-buku tebalnya. Dia mahasiswa terakhir yang keluar dari kelas, seorang diri. Park Jin Young tak memiliki banyak teman mungkin bahkan dia tidak membutuhkannya karena pada nyatanya semua yang lebih membutuhkan dia.

 

“Park Jin Young-ssi”Seorang pria berjas mendekati Park Jin Young sementara pria dingin ini hanya menatapnya intens, dia tidak menganalnya.

“Apa kau yang bernama Park Jin Young dari jurusan Kedokteran?” Dia kembali bertanya untuk memastikan.

“Iya, saya Park Jin Young.”

Ah … bisakah kita berbicara?” Park Jin Young mengerutkan dahinya. “Ada sesuatu yang harus aku bicarakan denganmu.”

“Maafkan aku ahjussi sepertinya aku tidak bisa, permisi.” Tanpa berfikir panjang Park Jin Young langsung pergi begitu saja.

Pria ini menghembuskan nafasnya kasar namun beberapa detik kemudian dia kembali mengejar Park Jin Young. “Tunggu Park Jin Young-ssi.

Park Jin Young menatapnya kasar, dia sangat tidak menyukai suasana seperti ini dimana dia merasa terganggu dengan kehadiran orang asing. “Aku mohon luangkan waktumu 10 Ah … tidak 5 menit. 5 menit saja, aku mohon.” Park Jin Young kembali menatap pria yang lebih tua darinya sedang memohong padanya.

“Baiklah, kita bisa bicara dikantin.”

“Terima kasih Park Jin Young-ssi.” Dia terlihat begitu senang sementara Park Jin Young hanya menggerakkan bibirnya seperti tersenyum tetapi tidak.

 

Mereka masuk kedalam kantin bersama dan mencari tempat duduk.

“Apa kau ingin minum sesuatu?” Tawar Park Jin Young sebelum dirinya benar-benar duduk.

Ahh … tidak, kita langsung bicara saja karena aku yakin kau lebih menyukainya.” Park Jin Young terdiam dan langsung duduk berhadapan dengannya.

“Namamu Park Jin Young dari jurusan Kedokteran, kau salah satu mahasiswa terpintar disini. Wah … mengapa kau bisa memiliki segalanya, Park Jin Young-ssi

Park Jin Young menatapnya tak suka. “Bukankah kau seharusnya memperkenalkan dirimu terlebih dahulu?”

Ahh .. benar. Perkenalkan namaku Yoo Young Jin aku perwakilan dari SM”

Park Jin Young kembali mengerutkan dahinya. “SM. Apa maksudmu SM Entertainment?”

“Benar sekali, SM Entertainment Agensi terbesar di Seoul.” Dia terlihat begitu bangga tetapi tidak dengan Park Jin Young dia hanya memberi tatapan tak suka.

“Untuk apa kau datang menemuiku atas nama SM?”

“Ketika skandalmu bersama kekasih Key Shinee tersebar, Direktur memintaku untuk mengamatimu dan hari ini dia memintaku untuk memintamu menemuinya.”

“Untuk apa dia menemuiku. Apakah dia akan memarahiku, aku rasa skandal itu sudah jelas jika aku bukan selingkuhan Choi Na Ri.”

“Tidak seperti itu. Direktur memintamu untuk bergabung dengan SM”

Park Jin Young membesarkan kedua matanya tentu saja dia terkejut. “Kalian menginginkan aku untuk menjadi seorang idola?”

“Ya seperti itu.”

“Apakah kalian yakin. Saat ini aku hanya seorang mahasiswa biasa tetapi sudah memiliki skandal terlebih lagi aku bermasalah dengan idolamu, apakah itu akan baik-baik saja?” Kali ini Yoo Young Jin terdiam sementara Park Jin Young hanya tersenyum. “Dan satu lagi, aku bukan seseorang yang bisa tersenyum pada semua orang dan kau menginginkan aku menjadi idola yang harus selalu tersenyum didepan semua orang dan membungkuk didepan semua penggemar yang bahkan usianya lebih muda dariku. Heh aku tidak menyukai hal seperti itu dan tidak akan pernah melakukannya.” Dengan tegas Park Jin Young menolak tawaran dari SM.

“Aku rasa ini sudah lebih dari 5 menit, kalau begitu aku permisi.” Park Jin Young hanya menundukkan kepalanya cepat lalu pergi begitu saja.

“Park Jin Young-ssi …” Hanya helaan nafas kasarnya yang terdengar.

 

 

“Aku harus bekerja dengan SM itu artinya aku harus membungkuk seperti orang bodoh setiap bertemu Key.” Park Jin Young menatap keluar jendela mengingat pertemuannya dengan perwakilan SM tadi siang. Dia tidak mungkin setuju bekerja disatu perusahaan dengan Key terlebih lagi dia menjadi hoobae.

Hyung …” Park Ji Min datang mendekati sang Kakak yang kali ini memilih untuk duduk.

“Siapa Ahjussi yang mencari hyung tadi?” Park Ji Min duduk bersama Park Jin Young

“Dia dari SM.”

Kedua mata Park Ji Min terbuka lebar, tak percaya. “Untuk apa mereka datang menemuimu, apakah ini karena skandalmu dengan Key yang merebutkan Na Ri nuna?” Pertanyaan Park Ji Min berhasil membuat Park Jin Young menatapnya namun hanya sesaat sebelum dia kembali menatap layar ponselnya.

“Tidak. Mereka ingin menjadikanku idola” Kali ini Park Ji Min lebih terkejut.

“Benarkah, lalu apa jawabanmu?”

“Tentu saja aku menolaknya.”

Yak … mengapa kau menolak tawaran luar biasa itu. Kau tahu SM, dia adalah agensi terbesar di Seoul. Idola-idola yang berada disana pasti sukses, kau tidak tahu TVXQ, Super Junior, SNSD, SHINee, EXO kau tidak tahu dan satu lagi yang penting SM selalu mengincar Idola dengan visual terbaik jika mereka mencarimu maka sudah pasti mereka tak meragukan visualmu.” Park Ji Min terdengar begitu mendukung Park Jin Young untuk bergabung dengan SM Entertainment.

“Tunggu, tadi dia menghela nafas setelah melihatku. Apakah dia pikir aku tidak tampan Ahh …  ini merusak harga diriku.” Kesal Park Ji Min

Yak … percuma memiliki visual tetapi tidak memiliki bakat.”

“Kau memilikinya. Aku pernah mendengarmu bernyanyi dan suaramu bagus meskipun aku lebih bagus darimu.”

“Hentikan memprovokasiku karena aku tidak akan menjadi seorang idola. Lebih baik kau belajar.” Park Jin Young meninggalkan Park Ji Min masuk kedalam kamarnya sementara Park Ji Min hanya terdiam menghela nafasnya.

 

 

 

 

Beberapa hari ini tepatnya sudah 4 hari Park Jin Young maupun Choi Na R memiliki waktu yang sulit hanya untuk sekedar istirahat. Keduanya sama-sama disibukkan dengan tugas kuliah yang setiap hari selalu bertambah bahkan keduanya selalu pulang malam. Choi Na Ri bershyukur karena Park Jin Young berada disampingnya ketika dirinya pulangmalam, setidaknya dia merasa nyaman jika berada dengan seorang pria dimalam hari.

Ah … hari ini aku benar-benar lelah. Mengapa Profesor menyiksa kita seperti ini?” Keluhan Chio Na Ri setelah turun dari bus dan berjalan meninggalkan halte.

“Sepertinya kita akan terus pulang malam apakah kau baik-baik saja?” Pertanyaan Park Jin Young membuat Choi Na Ri hanya menatapnya heran, ia tak mengerti mengapa Park Jin Young mengkhawatirkannya sementara dirinya juga mengalaminya.

“Maksudku tentang lesmu bersama Kim Tae Hyung.”

“Mungkin aku akan lelah tetapi mau bagaimana lagi aku sudah berjanji padanya.” Choi Na Ri tersenyum menatap kedepan.

Ah … Park Jin Young. Sudah lama aku ingin menyanakan ini padamu,” Park Jin Young menatapnya penasaran. “Ahjussi yang datang waktu itu, bukankah dia dari SM?”

Park Jin Young hanya terdiam menatap udara. “Benarkan, untuk aap dia menemuimu? Apakah ini karena berita kita?”

“Bukan, kau tak perlu mengkhawatirkannya.” Park Jin Young tersenyum menoleh kearah Choi Na Ri, hanya Na Ri yang bisa melihat senyuman menawan dari seorang Park Jin Young.

“Benarkah?”

Hmm.

 

Hyung … Nuna” Entah malam ataupun siang Park Ji Min selalu ada diluar rumah tetapi kali ini dia tidak sendiri ada Kim Tae Hyung disampingnya.

“Selamat malam Hyung, Nuna” Sapa Kim Tae Hyung dengan sopan membungkukkan tubuhnya 30°.

“Kalian sedang apa disini, buknakah ini sudah malam?” Kali ini Choi Na Ri yang bertanya sementara Park Jin Young hanya memilih diam namun kedua matanya menatap tak suka pada kedua remaja ini.

“Kita akan pergi karaoke” Park Ji Min menjawab dengan santai menghiraukan tatapan tajama dari sang kakak.

Ahh … bagaimana kalau hyung dan nuna bergabung dengan kita, itu akan lebih menyenangkan.” Ajak Kim Tae Hyung .

“Dimana otak klaian semua, ini sudah malam dan klaian berada dikelas akhir. Kalian tidak akan belajar? Klaian tidak ingin lulus?!” Keuda remaja ini mendapatkan kemarahan dari Park Jin Young kembali.

“Apa yang dikatakan Park Jin Young benar, ini sudah malam tidak baik laian berada diluar lebih baik kalian pulang dan buka buku kalian.” Choi Na Ri menambahkannya.

“Kami sudah belajar dan sekarang baru jam 8, belu waktunya kita tidur.” Park Ji Min Menjawab.

“Ayo nuna kita tak banyak waktu lagi. Ayo kita bersenang-senang.” Tanpa berfikir panjang lagi Kim Tae Hyung langsung menarik lengan Choi Na Ri membawanya lari menjauh dari apartemen.

Yak … Kim Tae Hyung apa yang kau lakukan. Lepaskan aku.” Meskipun Choi Na Ri berusaha untuk melepas cekalan Kim Tae Hyung dilengannya tetapi tetap saja dia adalah seorang pria yang lebih kuat dari seorang wanita.

“Ayo hyung kita pergi.” Kali ini Park Ji Min mencekal lengan sang kakak sementara Park Jin Young hanya diam kali ini karena tujuannya hanya satu yaitu Choi Na Ri yang sudah pergi bersama paksaan dari Kim Tae Hyun.

 

 

Pada akhirnya Park Jin Young dan Choi Na Ri pergi bersama kedua remaja yang selalu memiliki ribuan alasan ketika dipinta untuk belajar. Bahkan Kim Ye Na datang untuk bergabung, Choi Na Ri menghubunginya ketika sampai ditempat karaoke. Kim Ye Na yang tak jauh dari tempat karaokepun langsung menyusul mengingat beberapa hari yang lalu dia sempat mengajak Choi Na Ri untuk pergi karaoke.

 

Kini semua menjadi gila setelah berada disana, suara Park Ji Min dan Kim Tae Hyung memenuhi setiap sudut ruangan itu sementara Kim Ye Na dan Choi Na Ri menari tak terkendali. Disini hanya Park Jin Young yang duduk disudut kursi dengan tatapan tak sukanya namun sesekali tersenyum melihat tingkah Choi Na Ri yang tak terkendali.

“BANG BANG BANG … BANGA … BANGA …. BANGA …”

Mereka terlihat begitu menikmati lagu yang banyak disukai ini. Bahkan mereka dapat menarikannya dengan baik seperti pemiliknya, Big Bang.

 

Drrtt….. Drrtt…. Drrttt…
Getaran ponsel milik Choi Na Ri menghentikannya menari. Dia mengambil ponselnya dari saku jaektnya, dia terkejut melihat nama ‘Key Oppa’ terpampang jelas dilayar ponselnya. Dia berdehem pelan lalu berjalan keluar dari ruangan. Park Jin Young hanya meantapnya penasaran sementara yang lain tetap menikmati musik yang tak ada habisnya.

“Halo Oppa” Setelah menghirup nafasnya dalam baru dia mengangkat panggilannya.

 

“…”

 

“Oppa di apartemen, bukankah Oppa masih di Osaka?”

 

“…”

 

“Benarkah? Ah … mengapa kau selalu pulang tanpa memberitahuku.”

 

“…”

 

“Aku … ah .. Oppa, aku ada ditempat karaoke dekat apartemen, kau tahu ‘kan?” Dengan takut Choi Na Ri mengatakannya dan hanya omelan kekhawatirkan yang dia dengarkan saat ini. “Untuk apa kau ada disana malam – malam seperti ini, dengan siapa?” Yah … seperti itulah pertanyaannya.

“Dengan teman-temanku. Jika kau mau datanglah keisini atau aku akan pulang ah .. aku akan pulang jadi tunggu aku.”

 

“…”

 

“Benarkah, Kau akan datang kesini?” Choi Na Ri terlihat bahagia terlihat mendengar Key akan datang untuknya.

 

“…”

 

“Ya Oppa

Choi Na Ri tersenyum karena Key yang sangat mengkhawatirkannya dan juga peduli padanya. Dia kembali masuk kedalam ruangan kembali bergabung dengan mereka. Tak seperti tadi kini dia lebih memilih untuk duduk dan hanya melihat saja.

“Na Ri-ah, kau darimana?” Kim Ye Na bergabung dengan Choi Na Ri dan Park Jin Young.

“Key Oppa menelponku dan dia akan datang. Tidak apa-apa ‘kan?” Choi Na Ri menatap Kim Ye Na dan juga Park Jin Young meminta izin.

“Benarkah, Wah .. itu bagus. Seorang idola besar akan bergabung dengan kita dan sudah lama aku tidak bertemu dengannya.” Kim Ye Na sanga antusias dengan kedatangan Key membuat Choi Na Ri tersenyum lega sementara Park Jin Young tetap memilih untuk diam.

 

Tak lama kemudian, seorang pria lengkap dengan pakaian serba hitam masuk kedalam ruangan membuat semua menghentikan aktifitasnya untuk melihat pria itu. Dia menurunkan kudung hodie-nya lalu melepas topinya semua terkejut menatapnya kecuali Choi Na Ri dia tersenyum seraya berjalan mendekatinya.

Oppa, Kau sudah datang.” Choi Na Ri tersenyum lebar, matanya terlihat berbunga menatap Key menunjukkan rasa rindunya. Key tersenyum seraya mengelus kepala gadisnya lembut.

Key menatap satu persatu orang yang berada didalam ruangan ini, dia menatap tajam kearah Park Jin Young yang hanya diam masih ditempatnya lalu kedua matanya menatap lama kearah Kim Tae Hyung yang juga membalas tatapan tak sukanya.

Sadar kearah mana Key melihat denga segera Choi Na Ri merengkuh lengan Key untuk mengalihkan tatapan Key yang kini sudah telah teralih karena tangan Choi Na Ri yang melingkar dilengannya.

Ah … semuanya, aku minta maaf karena membawa Key Oppa tanpa persetujuan kalian.”

Yak … apa yang kau bicarakan, kita semua senang karena bisa bertemu dengan idola besar sepertiny. Senang bertemu denganmu Key-ssi” Sapa hangat dari Kim Ye Na

“Benar nuna, ini kali pertama aku bertemu dengannya. Sejujurnya aku sangat menyukai Shinee.” Park Ji Min menambahkan rasa sukanya atas kedatangan Key sementara Park Jin Young dan Kim Tae Hyung memilih untuk diam, mereka jelas tidak menyukainya.

“Ayo duduk Oppa” Key tersenyum simpul lalu dudk bersama Choi Na Ri.

“Kalian lanjutkan saja bernyanyi, tak perlu pedulikan aku” Key bersuara untuk pertama kalinya.

“Bagaimana bisa kita bernyanyi didepan seorang idoa, ini akan terasa memalukan.” Park Ji Min tersenyum malu membuat Key terkekeh.

“Bernyanyilah, aku akan tetap menikmatinya.”

Ah … bagaimana kalau kau yang bernyanyi untuk kami?” Tiba-tiba saja Kim Ye Na mengusulkan Key untuk bernyanyi.

“Benar, aku akan sangat berterimakasih jika kau mau melakukannya.” Park Ji Min menyetujuinya, lagi.

Key menatap Choi Na Ri yang hanya tersenyum padanya seraya menaikkan kedua alisnya terlihat begitu menantikan penampilan Key.

Ahh … baiklah aku akan bernyanyi.” Semua senang mendengar Key akan bernyanyi ahh … ralat, tidak semua. Park Jin Young dan Kim Tae Hyung hanya diam dengan kekesalannya.

Assa … kau ingin menyanyikan lagu siapa, apakah lagumu sendiri?” Tanya Park Ji Min ketika Key beranjak dari tempat duduk dan maju kedepan.

“Tidak, aku ingin menyanyikan sebuah lagu dari sunbae-ku Super Junior.” Key mencari lagunya sendiri setelah ketemu dia langsung memainkannya.

 

“Sayang, bisakah kau berdiri disampingku. Lagu ini untukmu.” Pinta Key mengulurkan tangan kanannya dengan malu-malu Choi Na Ri menerimanya membuat suasana semakin ramai karena teriakan tak terduga dari Kim Ye Na.

Oppa, jangan membuatku malu.” Bisik Choi Na Ri

“Kau yang pertama membuatku kesal. Jadi dengarkan saja” Balas Key membuat Choi Na Ri terdiam.

Detunan suara lembut mulai terdengar semua terkejut dengan lagu yang dipilih Key. Super Junior – Marry U.

 

Love oh baby my girl

Geudaen naui juhnbu nunbushige areumdawoon

Naui shinbu shini jushin suhnmul

Haengbokhangayo geudaeui ggaman

Nunesuh nunmuri hereujyo

Ggaman muhri pappuri dwel ddaeggajido

Naui sarang naui geudeu saranghal guhseul na

Maengsehalgeyo.

 

Geudaereul saranghandaneun mal

Pyuhngsaeng maeil haejugo shipuh

Would you marry me? Nuhl

Saranghago akkimyuh saragago shipuh

 

Geudaega jami deul ddaemada nae

Par jaewuhjugo shipuh

Would you marry me? Iruhn naui

Maeum huhrakhaejullae?

Pyuhngsaeng gyuhte isseulge (i do)

Nuhl saranghananeun guhl ( i do)

Nuhreul jikhyuhjulge (My Love)

Naega geudae ege deuril guhseun

Sarangbakke uhbjyo

Geujuh geuppuninguhl bojalguhtuhbjyo

Suhtulluhboigo anhi bukokhaedo naui sarang

Naui geudeu jikhyuhjulgeyo

Hongajiman yakskhaejullae? Museunil issudo

Roori suhro saranghagiro geuppuniya

Nawa gyuhrhonhaejullae? I do

 

Suara tepuk tangan dan teriakan kencang mengakhiri lagu Key sementara Choi Na Ri tak henti-hentinya menatap Key penuh kebahagiaan. Tangannya tak lepas dari tangan kanan Key yang juga menggenggam erat jemari-jemari kecil gadisnya.

Oppa … terimakasih.” Key tersenyum seraya mengelus lembut pipi mulusnya jika disini tidak banyak orang mungkin Key sudah mencium bibi Choi Na Ri.

Ah … Choi Na Ri kau sangat beruntung mendapatkan Key.” Teriak Kim Ye Na.

Park Ji Min memilih untuk diam, dia menatap kearah Park Jin Young dan Kim Tae Hyung yang tak memiliki ekspresi apapun. Tidak, Park Jin Young bisa menyembunyikan kecemburuannya tetapi tidak dengan Kim Tae Hyung, remaja yang sedang jatuh cinta ini begitu kasar menatap Key memperlihatkan ketidaksukaannya pada idola ini.

Didetik selanjutnya Kim Tae Hyung berdiri. “Aku ingin bernyanyi”

Choi Na Ri dan Key melihatnya sedikit terkejut. “Oh baiklah, silahkan.” Key mempersilahkan Kim Tae Hyung bernyanyi sementara dirinya memilih kembali duduk membawa Choi Na Ri.

 

Dengan penuh kekesalan Kim Tae Hyung menyanyikan lagu dari idola kesukaanya Big Bang yang berjudul FXXK IT. Suara besarnya begitu kuat memenuhi ruangan ini, membuat beberapa orang tak nyaman dengan suara kerasnya, sebut saja Park Jin Young dan Key.

“Na Ri-ah, bisakah kita pulang sekarang. Aku sangat lelah” Key berbisik pada Choi Na Ri sementara wanita ini melihat Key mempercayai jika pria ini memang lelah.

“Baiklah, ayo kita pulang” Choi Na Ri menyetujuinya lalu Key kembali memakai topinya dan menutupinya dengan kudung hodie-nya.

“Ye Na-ah, kita pulang dulu. Sampai bertemu besok.” Pamit Choi Na Ri

“Kau mau pulang sekarang?” Kim Ye Na enggan membiarkan Choi Na Ri pergi.

Oppa sangat lelah dan aku juga butuh istirahat.”

Ah .. baiklah kalau begitu, hati-hati. Terimakasih Key-ssi sudah menghibur kami” Key hanya menundukkan kepalanya sopan.

“Jin Young-ah, aku pulang. sampai bertemu besok” Choi Na Ri tak melupakan Park Jin Young. Dia pergi setelah berpamitan padanya sementara Park Jin Young hanya tersenyum.

 

Kim Tae Hyung tampak kecewa melihat Choi Na Ri pergi dengan Key. “Aku tidak ingin bernyanyi lagi” Ucapnya lesu lalu kembali duduk.

“Kalau begitu biarkan aku yang melanjutkannya” Park Ji Min kembali maju kedepan dan mengambil mix

“ERA MORAEGETTA … I LOVE YOU ERA MORAEGETTA MORAEGETTA MORAEGAETTA AAAA…”

 

 

Setelah sampai diapartment Choi Na Ri, Key tak langsung pergi tidur melainkan duduk diruang tengah melepas Jaket serta hodie hitamnya menyisakan kaos putih ditubuhnya.

Oppa, apa tadi kau mencoba melamarku?” Iseng, Choi Na Ri bertanya seraya membuka kulkasnya mengambil dua kaleng soda lalu menghampiri Key.

“Tidak, aku hanya memberitahu mereka jika kau kekasihku.” Jawaban Key membuat kerutan didahi Choi Na Ri tak mengerti.

Key mengambil minuman soda ditangan Choi Na Ri dan segera membukanya untuk ia minum.

Yak .. bagaimana bisa kau keluar dengan mereka. Disana ada Park Jin Young dan Kim Tae Hyung, kau mau mengujiku?” Setelah sedari tadi ia menahan kekesalannya akhirnya kini dia bisa meluapkannya.

Choi Na Ri duduk disampingnya malas, dia tahu bahwa Key akan menanyakan hal ini padanya. “Aku tidak sengaja mengikuti kemauan mereka. Ketika aku pulang bersama Park Jin Young tiba-tiba Tae Hyung dan Ji Min memaksa kami untuk pergi. Lagi pula disana bukan hanya aku yang seorang wanita, aku langsung menghubungi Ye Na dan memintanya untuk segera datang.”

“Tapi tetap saja, ini sudah terlalu malam untukmu pergi berkaraoke. Kau seorang gadis, bukan?”

“Tidak, kau melupakan jika beberapa hari yang lalu kau telah mengambilnya?” Dengan cepat Choi Na Ri membatah ucapan Key yang mengatakan dirinya seorang gadis membuat pria ini terdiam dalam seribu bahasa.

Oppa, aku mohon padamu berhenti cemburu. Kecemburuanmu benar-benar tak ada gunanya bahkan itu memuakan.” Key menatapnya tak suka, apakah itu aneh jika dia tidak menyukai kekasihnya didekati banyak lelaki?

“Kau sudah mendapatkan segalanya dariku. Cinta dan juga tubuhku, bukankah itu cukup agar kau tak cemburu lagi?” Tubuhnya yang begitu lelah ditambah kecemburuan Key memicu kemarahan Choi Na Ri malam ini.

“Na Ri – ah …” Key tak percaya jika kata-kata itu dikeluarkan dari mulut kekasihnya, kata-kata yang sedikit membuatnya terlihat buruk. Choi Na Ri sadar akan perkataannya dan dia tahu jika itu membuat Key tersinggung tetapi dia sudah terlanjur mengatakannya dia tidak bisa menarik kembali atau mengulang itu lagi. Dia hanya menghembuskan nafas kasarnya dan mengalihkan tatapannya dari Key.

“Apa aku terlihat seburuk itu?” Tanya Key yang kembali mendapat tatapan Choi Na Ri

“Apa aku salah, bukankah itu benar. Kau mengambil sesuatu yang sudah aku jaga selama 23 tahun. Aku menjaganya dengan baik, sangat baik selama 23 tahun dan hanya dalam sekejap mata hanya dalam beberapa jam aku membiarkanmu mengambilnya begitu saja.” Key menatap Choi Na Ri dengan mulut terbuka, dia benar-benar terlihat seperti pria brengsek.

“Mengapa kau bisa mengatakan ini padaku, bukankah malam itu adalah permintaanmu?” Key membalasnya mengingat bahwa malam itu dia sudah memilih untuk pergi dan tidur diluar tetapi Choi Na Ri mencegah dia dan membiarkan Key menyentuhnya.

“Benar, kau memang benar tetapi kau tidak harus memasukkannya ‘kan? Kau tak harus mengambilnya.” Perkataan Choi Na Ri semakin tak dimengerti oleh Key. Pria ini tidak tahu jika kecemburuannya bisa membuat Choi Na Ri begitu marah.

“Choi Na Ri, ada apa denganmu?”

Choi Na Ri kembali menghirup nafas beratnya. “Berhentilah cemburu Oppa, aku mohon.Park Jin Young dia temanku tak lebih dan Kim Tae Hyung dia hanya seorang bocah dimataku, aku hanya menganggapnya sebagai adik lelaki.” Choi Na Ri menatap Key dengan tatapan sayu penuh memohon.

“Apakah aku menyakitimu?”

“Hmm … aku takut, aku benar-benar takut. Setelah kau mendapatkanku seutuhnya aku takut kau hanya datang sesaat.” Key mengerutkan dahinya tak mengerti, sesaat kemudian Choi Na Ri kembali menatap kedua mata Key yang menunggu penjelasan selanjutnya.

“Aku takut jika kau datang hanya untuk tubuhku bukan karena kau merindukanku, aku takut ketika kau sudah puas denganku maka kau akan pergi dariku.” Key terlihat begitu terkejut dengan ketakutan Choi Na Ri  akan dirinya. Dia tidak tahu jika wanita ini bisa berfikiran sejauh ini.

“Na Ri-ah, mengapa kau mengatakan seperti itu kau membuatku seperti pria brengsek. Apakah aku seliar itu? Aku bukan pria brengsek yang kau pikirkan ah aku tak percaya kau bisa menganggapku seperti itu. Ya … jika aku tahu keadaannya akan seperti ini maka malam itu aku tak akan menyentuhmu.” Key terlihat begitu kecewa bahkan dia langsung berdiri terdiam kesal sesekali mengacak rambutnya kasar sementara gadis ini hanya tertunduk.

“Ini sudah malam, lebih baik kau tidur. Aku akan pergi.” Ucap Key begitu dingin seraya memakai kembali hoodie hitam miliknya.

Choi Na Ri mengangkat kepalanya melihat Key yang tak melihatnya sedikitpun. “Kau tidak akan tidur disini?” Choi Na Ri bertanya dengan pelan.

“Tidak, aku takut jika aku tidur denganmu aku akan kehilangan akalku dan kembali menjadi pria brengsek yang kau pikirkan.” Balas Key tanpa menatap kearah Na Ri.

Oppa …”

“Lebih baik kau tidur sekarang. Selama malam.” Key pergi begitu saja meninggalkan Choi Na Ri yang berusaha memanggilnya untuk mencegah Key pulang namun sepertinya Key terlanjur terluka dengan kata-kata Choi Na Ri yang menyakiti hati dia sehingga Key hanya berlalu pergi menghiraukan Choi Na Ri yang mengejarnya.

 

Choi Na Ri kembali menghembuskan nafas kasarnya. Dia menarik rambut depannya kebelakang. “Apa yang harus aku lakukan, sepertinya Oppa benar-benar marah.”

 

 

Seorang pria membuka pintu dengan kasar begitu pula ketika dia menutup kembali pintu itu sembarang arah. Dia berjalan kedepan tanpa memperdulikan seseorang bertanya, wajah merahnya serta raut wajah yang menahan sebuah kemarahan membuat beberapa orang yang berkumpul disana penasaran dan juga takut.

 

Setelah berdebat dengan Na Ri, Key memilih kembali ke asrama. Dia tak bisa lagi menyembunyikan kemarahan, dia tak memperdulikan beberapa kali rekan satu grup-nya memanggil untuk sekedar bertanya apa yang terjadi dengannya. Dia tak bisa menjawab bahkan dia tidak ingin menjawabnya.

 

Dengan kasar dia melepas jaket-nya dan membanting keatas kasur keras. Beberapa kali dia mengacak rambutnya kasar, hembusan nafas kasarnya tak bisa dihitung lagi beberapa kali dia menghembuskan nafasnya kasar. Perkataan yang Na Ri lontarkan tak bisa dia terima begitu saja, dia terluka sungguh merasa terluka.

 

Perkataan Na Ri membuatnya terlihat sebagai pria brengsek yang haus akan sex itu melukai harga dirinya. Bagaimana bisa Na Ri berfikiran hal sekotor itu untuknya?

Drrttt….drrttt…
Getaran smartphone membuatnya kembali tersadar dari semua lamunannya. Key mengambil ponsel pintar yang bergetar disaku celana dia. Key tak mengatakan apapun dia hanya melihat nama “Choi Na Ri <3” jelas dilayar ponsel pintarnya. Matanya malas hanya untuk melihat nama itu ada diponselnya apalagi untuk mendengar suaranya. Dengan acuh Key hanya melemparkan ponsel pintar itu keranjang dan membiarkannya terus bergetar sampai getaran itu mati.

Hembusan kasar kembali terdengar. Selama 2 tahun dia menjalin hubungan ini kali pertama dia pergi meninggalkan Na Ri tepat dihadapannya membiarkan gadis itu sendiri. Key benar-benar tak bisa terima semua yang sudah Na Ri katakan pada dia, semua kata-kata itu menyakitinya. Tak ada sedikitpun dia berniat atau berfikir memperlakukan Na Ri seperti yang wanita itu pikirkan. Memang dia menginginkan memiliki seutuhnya Na Ri tetapi memanfaatkan tubuhnya hanya untuk nafsu birahi tak ada sedikitpun terlintas dalam benaknya.

Untuk ketiga kalinya smartphone-nya bergetar menganggu dia, bukan getaran tetapi siapa yang menghubunginya. Merasa tak tahan lagi lagi dengan getaran yang selalu bergetar dengan cepat dia mengambil ponsel pintar dan langsung membantingnya kearah tembok kamar membuat ponsel pintar yang berharga puluhan juta menjadi barang yang tak bisa digunakan lagi, ponselnya benar-benar hancur berkeping-keping diatas lantai.

Suara bantingan ternyata terdengar sampai diluar mengganggu seseorang yang berada diluar. Mereka masuk kedalam kamar Key begitu saja. Semua mata terkejut melihat kepingan ponsel yang berserakan dilantai.

“Ada apa denganmu. Masalah apa lagi sekarang?” Sang Leader Onew bertanya, tak ada jawaban apapun dari Key. Dia hanya duduk tertunduk ditepi ranjangnya.

“Kim Ki Bum.” Onew meninggikan suaranya berharap kali ini Key akan menjawab pertanyaan dia.

“Keluar, tolong  keluar. Aku mohon keluar, tinggalkan aku sendiri.” Pinta Key yang terdengar bukan sebuah hanya permintaan tetapi perintah.

“Bagaimana bisa kita keluar meninggalkanmu seperti ini, ada apa denganmu?” Onew tak bisa pergi meninggalkan Key yang terlihat terpuruk saat ini, tentu saja dia khawatir.

“Aku mohon keluar, biarkan aku sendiri.” Key menatap sayu kearah teman-temannya yang sudah seperti keluarga bagi dia.

“Tapi …” Sentuhan Minho menghentikan suara Onew membuat dia menatap heran pada Minho sementara pria yang dikenal dengan visualnya ini hanya menggelengkan kepala pelan mengintrupsi biarkan Key sendiri.

“Baiklah jika kau memang ingin sendiri tapi jangan melakukan apapun, mengerti.” Onew begitu terlihat mengkhawatirkannya sama seperti yang lain meskipun mereka terdiam tetapi tatapan mereka seolah merasakan kesedihan yang Key rasakan saat ini.

Perlahan mereka keluar satu persatu meninggalkan Key seorang diri. Pria ini hanya tertunduk tak memejamkan kedua matanya berharap ada ketenangan yang bisa menenangkan pikiran dan emosinya.

 

 

Suara langkah kaki terdengar menggema di lorong apartemen ini, seorang wanita keluar dari pintu lift dan melangkah perlahan dengan sebuah bingkisan yang berada ditangan kirinya. Raut wajah yang terlihat lemah tak bisa menghilangkan paras cantik wanita ini.

Ini masih terlalu pagi untuk wanita ini bertamu tetapi dia tidak bisa menahannya lagi, dia hanya ingin segera menemui kekasihnya dan memperbaiki kesalahan yang sudah ia buat semalam membuat mereka bertengkar sampai pada akhirnya dia ditinggalkan.

Kini Choi Na Ri telah berdiri tegak disalah satu apartemen yang berada di Apgujeong-dong, Gangnam, Seoul. Sebuah apartemen mewah milik SM Entertainment yang diberikan kepada Shinee menjadi asrama mereka.

Personil termuda Shinee yang membuka-kan pintu untuknya. Dia berdiri ditempat kedua matanya mencari seseorang yang menjadi satu-satunya alasan dia datang kemari tetapi nihil Key tidak ada disini, dia hanya bisa bertemu dengan 4 personil Shinee.

“Key masih tidur dikamarnya, tunggu disini aku akan membangunkannya” Taemin mengetahui dengan jelas jika Na Ri mencari Key.

Ah … Oppa, bolehkah aku yang membangunkannya?” Mohon Na Ri.

“Baiklah.” Taemin mengalah membiarkan Na Ri membangunkan kekasihnya tetapi sebuah suara tiba-tiba menghentikan pergerakannya bahkan dia sama sekali belum melangkah.

“Tunggu.” Sang Leader menginterupsi. “Na Ri-ssi, aku tak bermaksud untuk ikut campur masalah hubungan kalian tetapi sikap Key semalam membuatku tak bisa hanya diam begitu saja.” Na Ri terdiam siap mendengar kalimat selanjutnya dari Onew.

“Ini kali pertama aku melihat Key benar-benar marah bahkan dia membanting ponselnya.” Kedua mata Na Ri membesar seketika mendengar Key membanting ponselnya menandakan bahwa Key benar-benar marah. “Jika kau masih mencintainya tolong tetap disampingnya, mengerti pekerjaannya tetapi jika kau sudah lelah mencintai dia yang tak selalu bisa disampingmu tolong tinggalkan dia. Aku benar-benar tidak bisa melihat Key terpuruk seperti semalam, kau tahu maksudku ‘kan?”

“Maafkan aku.” Hanya sebuah kata maaf dan tundukkan rasa penyeselannya yang bisa diucapkan Na Ri.

“Temui dia dan bicara baik-baik dengannya.” Na Ri hanya menganggukkan kepalanya ketika dia sudah mendapat izin untuk bertemu dengan Key.

 

Pintu kamar Key tak terkunci memudahkan Na Ri untuk masuk kedalam setelah mengetuk pintu beberapa kali.  Na Ri menatap Key pilu yang tidur dengan posisi yang salah, dia tidur setengah dari badan atasnya ia baringkan keatas kasur sementara kedua kakinya tetap menyentuh lantai. Perlahan Na Ri menutup kembali pintu kamar berusaha untuk tak menimbulkan bunyi yang sewaktu-waktu bisa membangunkan pria didalam.

Na Ri berjalan mendekati Key, wajah sedih dan rasa penyesalan yang dia rasakan saat ini tak bisa ia sembunyikan lagi setelah melihat keadaan Key dan juga kamar ini. Pecahan ponsel milik Key masih berserakan dilantai, jaket dan hoodie terbuang sembarang dilantai memperlihatkan bahwa semalam Key membanting apapun yang ada dihadapannya.

Na Ri meletakkan bingkisan yang berisi makanan yang ia buat untuk sarapan Key di nakas samping tempat tidur Key dengan perlahan agar tak membangunkan Key begitu pula ketika dia mengambil jaket dan hoodie yang berada dilantai serta kepingan ponsel Key, dia membersihkan kamar Key.

 

30 Menit sudah Na Ri berada dikamar Key menunggu pria ini bangun dan bicara padanya. Dia menatap kearah jendela kamar Key yang memperlihatkan langsung jalanan raya yang selalu ramai dengan berbagai macam transportasi serta orang-orang yang berjalan disekitar trotoar.

Dia menghembuskan nafas beratnya sekali lagi sebelum dia membalikkan badannya kembali melihat Key. Tanpa ia sadari jika sedari tadi Key sudah bangun dan memperhatikannya. Dia tersenyum mendekat namun dengan cepat Key memalingkan wajah dinginnya memperlihatkan dia masih marah.

Oppa kau sudah bangun.” Tak ada jawaban dari Key

Na Ri tersenyum simpul lalu duduk disamping Key perlahan tangan kirinya berusaha untuk menyentuh tangan kanan Key namun dia hanya melayangkan keudara dan mengurungkan niatnya untuk menyentuh Key. Dia takut jika Key akan menolaknya.

Oppa .. maafkan aku, aku mengaku salah. Maafkan aku, aku mohon.” Na Ri menundukkan kepalanya merasa bersalah.

“Pergilah, temui pria yang baik-baik diluar sana jangan temui aku lagi, bukankah aku pria brengsek?” Setiap kata yang keluar dari mulut Key ada penekanan didalamnya.

Oppa … tolong maafkan aku, aku sungguh tidak bermaksud mengatakannya. Semalam aku hanya lelah dan …

Ah … jadi kau menyalahkan tubuhmu yang lelah, lalu bagaimana denganku? Aku juga lelah tetapi aku merindukanmu dan tetap datang menemuimu meskipun manajer menyuruhku untuk istirahat, aku pikir setelah aku menemuimu aku bisa menghilangan rasa lelahku tetapi apa yang aku dapat hanya sebuah penghinaan.” Key meluapkan semua yang ingin ia katakan pada Na Ri, menatap wanita itu dengan tajam.

“Aku hanya akan datang untuk menyentuhmu wah … aku tak seliar itu. Jika aku tahu ini akan terjadi waktu itu seharusnya aku pergi dan menghiraukan pelukan dan ciumanmu yang memintaku untuk membiarkan menyentuhmu, kau tidak melupakan hal itu. Bukan?” Ini kali pertama Na Ri mendapatkan kata-kata sinis dari seorang Key yang selalu bersikap romantis padanya.

Oppa … aku tahu salah, aku tahu tak seharusnya aku mengatakan kata-kata itu semalam, itu semua diluar kendaliku. Aku hanya tak mau kau cemburu lagi …”

“Dan sekarang kau menyalahkanku, kau menyalahkan aku yang khawatir denganmu. Apa salah jika aku tak menyukai kau dekat denga pria lain yak  … semalam kau pergi dengan 3 pria salah satu pria pernah terlibat skandal denganmu dan 2 bocah SMA yang seharusnya berada dirumah mereka, belajar.” Key memotong pembicaraan Na Ri, lagi.

“Aku mengaku salah. Tapi benar jika permasalahan kita ketika kau cemburu, apa kau lupa kita sering bertengkar karena kecemburuanmu itu, sudah berapa kali kita melakukan itu.” Key terdiam menatap datar kearah depan. “Oppa, bisakah kau tak cemburu lagi dan percaya padaku. Semalam aku hanya ingin memberitahumu jika aku sudah seutuhnya milikmu. Kau cinta pertamaku, kau ciuman pertamaku dan kau yang pertama menyentuhku.” Ucap Na Ri begitu hati-hati dia tak ingin melakukan kesalahan untukkedua kali karena mulut kasarnya tetapi perlahan Key kembali menatap Na Ri.

“Kau tahu, selama itu kau aku tidak apa-apa. Selama kau yang menyentuhku aku akan baik-baik saja karena aku mencintaimu, karena aku juga menginginkanmu. Seperti kau yang menginginkan aku seutuhnya akupun sama, aku juga ingin merasakan tubuhmu berada didalam tubuhku bersatu karena cinta.” Key tak bisa mengatakan apapun lagi dirinya lagi – lagi terdiam karena ucapan Na Ri, bukan kata – kata kasar namun manis.

“Maafkan aku. Aku yang bodoh karena tak bisa melihat kekhawatiranmu, aku yang bodoh karena membuatmu terluka, aku yang bodoh karena selalu saja dekat dengan pria yang jelas membuatmu marah, aku yang bod…”

Untuk ketiga kalinya Key memotong pembicaraan Na Ri namun kali ini bukan dengan kata-kata melainkan dengan bibirnya. Key hanya menempelkan bibirnya pada bibir ranum milik Na Ri lalu melepasnya perlahan. Na Ri membuka kedua matanya hanya tatapan lembut dari Key dihadapannya, jarak mereka tak berubah, tetap dekat bahkan masing-masing bisa merasakan hembusan nafas keduanya.

Lama mereka hanya saling bertatap muka sekilas Key kembali melirik bibir Na Ri yang masih terbuka sedikit dan sedetik kemudian Key kembali menyatukan bibirnya kembali pada wanita yang tak bisa membuatnya marah terlalu lama, dia terlalu menyayang Na Ri. Kali ini bukan hanya sekedar menempelkan tetapi secara bergantian Key melumat bibir atas dan bawah milik Na Ri.

Na Ri hanya memejamkan kedua matanya sama seperti Key, dia menggenggam erat pinggang Key menarik kaosnya untuk ia remas sementara Key semakin menarik tengkuk Na Ri alih-alih untuk memperdalam ciumannya.

 

 

Setelah menyelesaikan masalah dengan baik-baik, kini Na Ri bisa bernafas lega karena kesalahan yang dia perbuat telah dimaafkan Key. Dengan mimik wajah yang jauh lebih baik dibanding sebelumnya Na Ri menyiapkan sarapan yang dia buat khusus untuk Key di meja makan sambil menunggu Key selesai mandi.

“Apakah sekarang semuanya sudah baik-baik saja?” Seseorang datang dan duduk disalah satu meja seraya mengambil buah apel dan mengginggitnya, Taemin.

“Hehe … maafkan aku Oppa sudah membuat kalian khawatir.” Kembali Na Ri mengucapkan kata maafnya.

“Sebenarnya apa masalah kalian kali ini bukankah yang terakhir berjalan dengan lancar?” Taemin tak bisa menahan rasa penasarannya yang sudah ia tahan sejak malam ketika Key pulang dengan wajah memerah.

“Berhenti selalu ingin tahu masalah orang lain.” Suara pria datang mengurungkan niat Na Ri untuk bicara.

Dengan santai Key duduk dimeja untuk segera menyantap sarapan pagi yang sudah ia lupakan beberapa jam yang lalu.

“Katakan padaku atau aku akan membongkar rahasia terbersar kalian!” Kali ini Taemin mengancam mereka dengan rahasia yang dia tahu tentang hubungan mereka, sebuah rahasia yang JANGAN SAMPAI tersebar ke publik.

“Rahasia besar. Rahasia besar apa yang Oppa maksud?” Na Ri mengernyitkan sebelah alisnya was was.

“Rahasia kalian yang bisa mengejutkan dunia ahh .. mungkin tidak tetapi yang pasti rahasia ini bisa membuat manajer kami memarahi Key hyung.” Meskipun Taemin tidak menjawab secara langsung namun kata-kata yang keluar dari mulutnya sudah jelas mengarah pada rahasia besar mereka, tidur bersama.

Oppa, apa kau memberitahunya?” Bisik Na Ri pada Key memastikan jika dugaan dia benar.

“Itu terjadi begitu saja.” Tanpa mengelak apapun Key mengiyakan pertanyaannya membuat Na Ri mengangkat kedua alisnya dan menatap tajam kearah Taemin yang hanya tersenyum menang.

“Dia melihat cakaranmu dipunggungku jadi aku tak bisa mengelak lagi.” Jelas Key

Ahh … apa kau mau cerita sekarang?” Taemin tersenyum licik kearah pasangan yang menatapnya kesal.

“Lebih baik kau pergi. Aku bahkan sama sekali belum sarapan.” Key tak bisa mmenceritakan apa yang terjadi sebelumnya pada Taemin sekarang.

“Tapi nanti, nanti kau harus menceritakannya padaku kalau tidak aku akan mengatakan semua pada Onew hyung.” Taemin mengancamnya, lagi. Sepertinya personil termuda ini bisa menguasai Key dengan rahasia besar Key dan Na Ri yang sudah ia ketahui membuat Key mengangkat sebelah alisnya bibirnya mengerut memperlihatkan dirinya sedang kesal.

“Nikmati sarapan hyung-ku tersayang. Kita akan bicara nanti, annyeong.” Taemin pergi meninggalkan smirk evil-nya meembuat Key semakin kesal.

Aisshh … kenapa harus bocah itu yang tahu. Dia tidak akan membiarkanku begitu saja.” Gerutu Key

“Biarkan Oppa, Taemin oppa tidak akan memberitahu siapapun apalagi ke publik jika dia melakukannya nama Shinee juga akaan terlibat, jadi kau tenang saja.” Na Ri menenangkan Key seraya duduk disamping Key.

“Aku hanya takut jika dia mengatakan itu pada Onew hyung, jika hyung mengetahuinya aku bisa mati ditangannya.” Ancaman Taemin berhasil membuat dia ketakutan.

“Benarkah, aku pikir Onew oppa tidak akan bisa membunuh orang, wajah tampan seperti malaikat tidak mungkin bisa membunuh orang bahkan aku yakin semutpun akan dia lindungi.” Na Ri kembali berusaha untuk menenangkan Key yang kali ini hanya menatap kearahnya, tatapan yang seolah bertanya “Benarkah?”.

“Kau tak perlu khawatir dan sekarang makanlah ini. Aku sudah menyiapkan sejak pagi tadi untukmu” Pinta Na Ri seraya menyentuh piring yang sudah berisi makanan berat untuk Key.

Key hanya tersenyum dan mulai menyantap sarapan paginya sementara Na Ri hanya menatapnya penuh sayang dan tak lepas dari senyuman manis wanita ini.

 

Drrrttt….drrrttt….
Ponsel pintar Na Ri bergetar diatas meja memalingkan pandangannya dari Key, dia melirik kelayar menampilkan nama ‘Kim Tae Hyung’ disana, sekilas Na Ri melirik Key sebelum dia mengambil ponsel pintarnya dan mengangkat telepon dari Taehyung didepan Key yang tidak tahu jika Tae Hyung menghubungi kekasihnya.

Eoh .. Tae Hyung, ada apa?” Key menoleh kearah Na Ri ketika telinganya dengan jelas mendengar nama ‘Tae Hyung’ diucapkan oleh wanitanya.

Ahh … Maaf Tae Hyung, sepertinya hari ini kita bisa belajar bersama ada sesuatu yang harus aku lakukan.” Tanpa mengkhawatirkan apapun Na Ri hanya berbicara dengan santai pada Tae Hyung meskipun Key mengawasinya.

“Kau belajar sendiri dirumah besok kita bertemu, mengerti?”

Tanpa mengatakan apapun lagi Na Ri mengakhiri panggilan itu dan kembali fokus pada pria tampan dihadapannya setelah menyimpan ponsel pintar dia dimeja.

“Mengapa kau tak bisa menemuinya hari ini, apa kau ada janji lain?” Key penasaranpun bertanya.

Eoh, ada.”

“Dengan siapa?”

“Denganmu.” Key mengernyitkan dahinya

“Hari ini kau juga libur bukan. Jadi, maukah kau berkencan denganku hari ini?” Pinta Na Ri yang membuat Key tak bisa menyembunyikan rasa bahagianya.

“Ada apa ini, mengapa tiba-tiba kau mengajakku keluar?”

“Apakah ini sebagai permintaan maafmu?” Goda Key

“Bilang saja seperti itu.”

Na Ri tersenyum memamerkan deretan gigi putih dan rapi membuat Key tak bisa memalingkan wajahnya sedikitpun, senyuman itu lebih membuatnya kenyang dibanding dengan makanan berat yang dia santap.

“Terima kasih, sudah memaafkanku.”

Key tersenyum sebelum dia mengecup bibir Na Ri sekilas.

“Terima kasih sudah datang”

Na Ri kembali tersenyum secara perlahan tangan kirinya menyentuh wajah tampan Key membuat pria ini tak bisa lagi memalingkan tatapan dia kemanapun kecuali pada wanita yang berada disamping dia.

“Aku mencintaimu, Oppa. Sangat mencintaimu.”

Ucapan tulus Na Ri dapat terlihat jelas melalui sorot matanya.

Key kembali tersenyum lalu mendekatkan wajahnya tepat pada telinga kanan Na Ri.

“Jangan menggodaku seperti ini, aku takut aku akan menciummu lagi. Kau tahu kita ada dimana, bukan?”

Bisikkan Key berhasil membuat Na Ri terkekeh perlahan lalu menjauhkan kembali tangannya pada wajah Key.

“Cepat habiskan sarapanmu, aku akan kekamar mandi dulu.”

Key hanya menganggukkan kepala membiarkan Na Ri pergi meninggalkannya sendiri dan kembali melanjutkan sarapan pagi yang baru ia sentuh beberapa kali.

 

 

Kedua pasangan ini tak pernah berhenti tersenyum saling memandang satu sama lain seolah  baru hari ini mereka berkencan.Mereka masih berada dimobil pribadi milik Key. Mereka masih memikirkan kemana mereka akan pergi.

Sebenarnya untuk Na Ri, dia ingin pergi ke Departement Store. Dia ingin jalan – jalan disana, membeli pakaian dengan bergandengan tangan  bersenda gurau seraya menikmati ice cream setelah itu pergi nonton film dan terakhir makan bersama. Na Ri sangat menginginkan semua itu bisa ia lakukan bersama Key karena selama menjalin hubungan dengan Key dia belum pernah pergi ke Department Store seperti pasangan normal lainnya.

Na Ri sadar hal itu tidak mungkin ia lakukan meskipun mungkin itu akan sulit dan membuatnya tak tenang mengingat dengan siapa dirinya berkencan saat ini. Seorang idola yang memiliki ribuan penggemar dari seluruh negara membuatnya harus berhati-hati.

“Kau ingin pergi kemana?”

Akhirnya Key bertanya setelah mereka sudah pergi cukup jauh dari asrama.

“Terserah oppa.”

Na Ri tak akan pernah mau mengatakan kemana dia ingin pergi yang sebenarnya karena dia tahu itu akan mengganggu Key. Bukan karena Key akan menolak tetapi dia tak ingin membebani Key disana.

“Bagaimana bisa kau mengatakan itu, kau mengajakku keluar, bukan? Jadi pasti ada tempat yang ingin kau kunjungi, kan?”

Key bertanya sekilas melirik Na Ri yang hanya menatap kedepan memikirkan apa yang harus ia katakan.

“Kau ingin kemana, bicaralah.”

Na Ri yang tak kunjung bicara membuat Key bertanya lagi

“Terserah oppa, hari ini aku akan pergi kemanapun kau membawaku”

Senyuman yang terlihat manis itu membuatnya seolah itu adalah jawaban dia yang sebenarnya namun sekilas sorot kedua matanya meragu, ada hal lain yang ingin dikatakan.

“Benarkah? Kau tidak ingin pergi kesuatu tempat. Aku kira kau ingin pergi ke Departement Store.”

Mendengar Key mengatakan Departement Store membuat Na Ri langsung menoleh kearahnya, tertarik.

“Kau ingin pergi kesana?”

Key bertanya kembali

Ahh  … bagaimana jika ada yang mengenalimu, kau akan kesulitan nanti.”

Na Ri tetap tak bisa mengatakan apa yang ingin ia katakan

“Kau benar. Baiklah, kita akan pergi ketempat biasa.”

Key tersenyum yakin sementara Na Ri hanya tersimpul. Tempat biasa yang dia maksud adalah hanya sebuah restoran mahal dan mewah yang tak banyak pengunjung itu akan membosankan untuknya.

 

 

Hanya berselang beberapa menit Key memakirkan mobil dia disebuah gedung mewah yang menjulang tinggi. Dengan santai dia melepas sabuk pengaman sementara Na Ri menatapnya tak percaya.

Oppa, ini …”

“Kita sudah sampai, ayo keluar.”

Key tak memperdulikan Na Ri yang masih tercengang.

“Tapi oppa, ini Departemen Store. Bukankah kita …”

“Na Ri-ah …

Key memanggilnya membuat Na Ri terdiam dan tetap menatap Key.

“Aku tahu kau ingin pergi kesini. Berkencan seperti teman-temanmu yang lain. Maafkan aku karena terlambat membawamu kesini.”

“Tidak oppa, aku tidak apa-apa. Lebih baik kita pergi makan ditempat biasa itu lebih membuatmu nyaman.”

“Bukan tempat yang membuatku nyaman tapi kau. Aku tak peduli dimana kita berkencan asalkan itu kau, aku tidak apa-apa.”

“Tidak oppa, aku ingin berkencan denganmu dengan santai dan juga nyaman tidak terburu-buru. Jika penggemarmu melihatmu itu akan menjadi ricuh.”

“Aku tak peduli itu, Na Ri. Lebih baik kita keluar lalu masuk. Hari ini kita harus bersenang-senang disini, ada banyak hal yang ingin aku lakukan bersamamu.” Ucap Key seraya melepas sabuk pengaman yang masih terpasang ditubuh Na Ri.

“Tapi oppa

“Ayo masuk.”

Terlihat begitu yakin, Key keluar dari dalam mobil lalu berjalan mengeliling mobil depannya hanya untuk membuka-kan pintu mobil Na Ri.

Oppa ..

Na Ri masih tak yakin untuk keluar meskipun dalam hatinya dia ingin.

“Ayo keluar, kita tak punya banyak waktu.”

Na Ri menghembuskan nafasnya lalu turun dari mobil membuat Key tersenyum sementara gadis ini hanya diam.

Na Ri tidak tahu harus senang atau menyesal. Dirinya benar-benar tidak menyangka jika Key membawanya ke Gangnam Departement Store. Memang ini adalah keinginan dia tetapi dia mengkhawatirkan Key yang seorang idola yang akan sangat tidak nyaman jika penggemarnya mengikuti kemanapun dia pergi atau bahkan mereka akan membuat kericuhan demi berfoto dengan Key.

 

Key berjalan dengan santai masuk kedalam Departement Store berbbeda dengan Na Ri yang terlihat begitu cemas.

Ahh … sudah lama sekali aku tidak bermain kesini. Dulu waktu aku masih jadi trainee aku sering datang bersama Min Seok.”

Mendengar bagaimana dia menceritakan masa lalunya sudah dapat dipastikan bahwa dia memang nyaman.

“Min Seok, siapa dia? Teman SMA-mu?” Key lebih memilih tertawa dibanding menjawab pertanyaan Na Ri, wanita ini mengernyitkan dahinya tak mengerti apa yang membuat Key menertawainya.

“Kau tidak tahu Min Seok?”

Hanya gelengan kepala Na Ri yang kembali membuat Key terkekeh.

“Tapi kau tahu Xiumin, kan?”

Kali ini Na Ri menganggukkan kepala “Xiumin EXO?”

“Min Seok, Kim Min Seok itu nama asli dia”

Na Ri tak bisa menyembunyikan keterkejutannya.

“Benarkah, bukankah dia orang china?”

“Bukan, dia orang korea hanya saja dia bergabung sebagai EXO-M maka dari itu nama panggung-nya Xiumin” Jelas Key yang mendapatkan anggukan manis dari Na Ri, mengerti.

“Apa kau benar-benar tidak tahu tentang Idola?”

“Bukankah kau sudah tahu aku dengan baik jika aku tidak terlalu tertarik dengan Idola. Dulu saat aku masih SMP, aku sempat menyukai Super Junior bahkan aku sempat datang untuk melihat konsernya tetapi setelah aku masuk SMA aku tidak lagi menyukainya. Tugasku lebih banyak dibanding harus fangirling mereka.” Jelas Na Ri

“Benarkah, aku baru tahu jika kau menyukai Super Junior”

“Sekarang sudah tidak”

“Tapi sekarang, kau menyukai Shinee bukan?” Key merangkul Na Ri yakin.

“Tidak, aku tidak menyukai Shinee. Aku hanya terperangkap oleh salah satu personilnya.”

Key mengangkat sebelah alisnya seraya menatapnya. “Apa ini?”

“Memang benar. Shinee bagus tetapi aku tidak tertarik aku hanya tertarik dengan satu personil yang berhasil mendapatkan segalanya dariku.”

“Apa kau bersungguh-sungguh?” Key masih tak percaya jika Na Ri bisa mengatakan hal itu padanya, personil Shinee.

Hanya anggukan kejujuran yang didapatkan Key dari wanita ini.

Wah … aku merasa kesal sekarang.” Key menghembuskan nafasnya dan melepas rangkulannya dari pundak Na Ri.

“Lalu, mengapa kau bisa menyukai Super Junior?”

“Hanya dulu mereka sangat terkenal, semua temanmu menggilai mereka jadi aku terbawa dan aku tidak bisa berbohong mereka keren.”

Key hanya menggaruk pelipisnya yang tak gatal, dia terlihat kesal.

Ahh … oppa. Ayo ikut aku.” Seperti tak peduli betapa kesalnya Key saat ini, wanita ini menarik tangan Key membawanya pergi mengikuti langkah kakinya.

 

Na Ri membawa Key untuk melihat ponsel. Key menatapnya tajam sebuah tatapan jelas yang menggambarkan sebuah pertanyaan “Untuk apa kau membawa kesini, kau tidak mungkin membelikanku ponsel baru, ‘kan?”.

Ponselmu rusak bukan? Aku akan membelikan yang baru untukmu.”

Key mendapat jawaban atas pertanyaan yang tak ia utarakan.

“Na Ri”

“Pilihlah satu, karena aku oppa merusak ponselmu. Maafkan aku. Jadi, kerusakkan ponselmu aku yang akan bertanggung jawab.”

“Kau tidak perlu melakukan hal ini. Aku bisa meminta manajerku untuk membelikannya untukku dan lagipula aku masih memiliki ponsel lainnya.”

“Aku tahu, tapi tetap saja aku harus membelikannya untukmu. Jadi, pilihlah …”

“Na Ri …

Key membawa Na Ri untuk menghadap kearahnya membuat wanita ini menegang, dia melihat kesekitar orang-orang sedang memperhatikan mereka bahkan pelayan tersenyum melihat mereka membuat Na Ri memerah karena malu.

“Dengarkan aku. Kau tidak perlu membelikanku sebuah ponsel, aku bisa membelinya sendiri daripada uangmu kau gunakan untukku lebih baik simpan dan pakai untuk kuliahmu, mengerti.”

“Tapi …

Hmm … lebih baik kita pergi, bukankah kau ingin menonton?”

Na Ri terkejut sementara Key hanya tersenyum.

“Mengapa kau tahu itu, oppa?”

Key hanya tersenyum lalu menggenggam tangannya dan pergi dari tempat itu.

Wahh … bukankah itu Key Shinee. Ah … dia benar-benar pria yang manis.”

“Wanita itu beruntung mendapatkan pria sepertinya, ahh aku sungguh iri.”

Pelayan disana melontarkan kata-kata iri mereka setelah melihat perlakuan manis Key pada Na Ri.

 

 

Setelah seharian bersama kini mereka sudah berada di depan apartemen mengantar Na Ri pulang kerumah. Na Ri tak bisa menyembunyikan perasaan bahagia saat ini, jantungnya terus berdebar seolah sewaktu-waktu akan meloncat keluar. Wajah cantik dia selalu berseri menatap pria yang berada dihadapan dia.

“Terimakasih dan maafkan aku.”

“Berhenti mengatakan maaf, aku mulai bosan mendengarnya.”

Key mengelus wajah Na Ri sesaat, kembali Na Ri hanya tersenyum.

“Masuklah, tidur yang nyenyak.”

Hmm …

“Masuklah ..”

“Aku ingin melihatmu pergi.”

“Aku akan pergi setelah melihatmu masuk.”

“Baiklah, hati-hati. Terimakasih untuk hari ini.”

Key hanya menganggukkan kepalanya manis.

“Selamat malam.”

Na Ri membalikkan badannya untuk masuk tetapi langkahnya terhenti ketika Key memanggilnya.

“Na Ri-ah …

Na Ri membalikkan badannya dan saat itulah Key melangkah satu langkah untuk mendekat. Menangkup wajah Na Ri dengan kedua tangannya, dengan begitu lembut Key mencium kening Na Ri lama sementara wanita ini hanya memejamkan kedua matanya.

“Aku mencintaimu”

Key melepaskan ciumannya dan melayangkan kata-kata manis itu yang tak bisa mengontrol jantung Na Ri lagi. Wanita ini hanya tersenyum seraya menganggukkan kepalanya bahagia.

“Sekarang masuklah.”

Hmm …

Na Ri tersenyum untuk terakhir kalinya pada Key sebelum dia benar-benar masuk kedalam apartemen.

Key hanya tersenyum menatap punggung Na Ri yang semakin menjauh dan tidak terlihat lagi. Setelah itu dia masuk kedalam mobilnya dan pergi.

 

 

“Kim Tae Hyung … kau baik-baik saja?”

Park Ji Min menepuk pundak Tae Hyung ketika pria muda ini tak bisa melepaskan tatapan tajamnya pada sebuah mobil yang baru saja pergi.

“Aku pulang.”

Pamit Tae Hyung begitu terlihat bahkan terdengar dingin. Dia hanya melangkah kaki pergi meninggalkan Ji Min yang masih berdiri tak tahu apa yang harus ia lakukan.

 

 

Bersambung …

18 thoughts on “Just Because Part 7

  1. uuuuu key so sweet banget sih cemburuan tapi so sweet aaa suka suka, awalnya aku ga begitu suka sama key tapi di part ini jadi suka bangetttttt😍😍😍😍

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s