My Husband is Gay Part 3


 

Author: Vivi

Title: My Husband Is Gay Part 3

Category: NC21, Yadong, Romance, Chapter

Cast:

Oh Sehun

Kim Hana

Support Cast:

Ren

Kris Wu

Note   : Anyeong, makasih banget buat para admin yg udah mau post ff ini, ff ini bener bener murni pemikiran aku sendiri walaupun tak sebagus dan sekeren ff milik author author lain tapi tetep mohon dukunganya yah. Dan maaf juga untuk keprontalan sekaligus ke Vulgaran ceritanya ff ini juga udah pernah aku post di wp dan sedikit aku ubah dari dua chapter di satuin dibikin satu Fart. Thenk’s banget semuanya

 

“Happy reading”

 

“Soory for typo”

 

o0o

 

Sunyi. Ya,ruangan itu terasa sunyi walaupun pada kenyataanya ada empat orang cucu Adam yg tengah duduk di atas Sopa.

 

 

Sejak tadi, tidak ada yg mau membuka mulut, baik itu Tuan rumah ataupun Tamu yg baru datang. Keheningan dan kecanggungan menyeliputi mereka.

 

 

“Ekhem, Aku rasa aku harus pergi sebentar!” Ucap Hana ketika merasa kondisi di sini kurang nyaman. Ya, ia mengerti kenapa semua orang memilih diam. Mungkin karena ada dirinya.

 

 

disini, Hana merasa menjadi pengganggu.

 

 

Dan masalahnya juga, di sini ada Kekasih Sehun. Ia yakin dengan itu, bahkan Pria cantik itu terus menatap sengit kearahnya.

 

 

Yah, sepertinya Pria itu tidak menyukainya. Oh, Ayolah memang siapa yg menyukai seseorang yg pengganggu hubungan. Dan Hana masuk kategori itu, walaupun bukan atas kemauanya.

 

 

Baru saja Hana akan melangkahkan kakinya, sebuah suara sukses membuat kakinya terdiam kaku.

“Sebenarnya apa yg kau inginkan dari kekasihku?” Dan Hana mendengar selanjutnya pria itu tertawa di belakangnya. “Harta benarkan, Wanita miskin tanpa harga diri sepertimu pasti memiliki tujuan tertentu hingga mau menikahi seorang gay”

 

 

Sungguh Hana rasanya ingin sekali mencakar wajah pria yg baru saja berbicara itu. Walaupun pada kenyataanya itu memang benar tapi ia memiliki alasan melakukanya. Sungguh pria itu berbicara seakan ia sangat rendahan. Hana juga tidak akan mau melakukan ini jika ibunya tidak sakit keparat.

 

 

“Ren, dia…”

 

 

“Diamlah Kris, Sehun juga pasti setuju dengan ucapanku. Jika dia menjijikan Benarkan sayang”

 

 

Pria bernama Kris yg duduk di samping Pria cantik bernama Ren itu hanya bisa menghela nafas. Ia tidak menduga jika Ren akan sejauh ini. Dan ia juga terlalu bodoh karena baru mengetahui jika Sehun sudah menikah. Setidaknya jika ia sudah tau ia bisa menghalangi Ren untuk kesini. Yah, walaupun pada dasarnya ia memang baru kembali kemarin dari Kanada.

 

 

Hana menahan nafasnya menunggu respon Sehun tentang dirinya. Entahlah ia sedikit berharap Sehun membelanya. Karena jujur hatinya tidak terima dengan ucapan Pria itu. Pria yg namanya Sehun desahan saat mereka bercinta. Tapi Ia rasa ia tidak semenyedihkan itu, kondisi yg memaksanya.

 

 

“Itu…mungkin saja”

 

 

DEG.

 

 

Dan Hana terhenyak setelahnya. Kenapa ia merasa sesak yg teramat. Jadi selama ini Sehun menganggapnya begitu?

 

 

Dengan sedikit susah payah Hana   menghapus air matanya menatap kosong kearah pintu apartement yg berada tak jauh di depanya berdiri.

 

 

“Asal kalian tau saja, aku tidak semenyedihkan itu”  Ucap Hana final sebelum akhirnya berlari pergi.

 

 

Sehun yg melihat punggung Hana yg menghilang di balik pintu hanya bisa menghela nafas. Ia adalah seorang lelaki yg bisa dikatakan peka, Dan ia tahu Hana sangat sakit hati mendengar hinaan itu. Begitupun dengan dirinya yg awalnya tidak setuju dengan apa yg diucapkan Ren. Tapi ia juga bingung, apalagi ketika Ren menatapnya dengan penuh harap saat Pria Cantik itu bertanya. Hingga kata yg berbeda dari kata hatinya keluar. Ya, ia hanya tidak ingin Ren marah terhadapnya.

 

 

Tapi Hana, kenapa ia sangat merasa bersalah.

 

 

Setelah lama berperang dengan hatinya akhirnya Oh Sehun berdiri dari duduknya, menatap kearah dua orang kakak beradik itu yg tengah duduk di Sopa yg berada di hadapanya.

 

 

“Aku harus pergi, ada sedikit keperluan di kantor.” Tanpa menunggu jawaban keduanya yg masih menatapnya dengan terkejut, Sehun pergi melangkahkan kakinya keluar pintu.

 

 

“Gege, kau lihat. Dia berubah gara gara wanita itu, dia sudah tidak mencintaiku lagi”

 

 

Kris merengkuh tubuh adiknya itu, mengelus elus punggung Ren saat isakan terdengar pilu dari bibirnya.

 

 

“Tidak Ren, apa kau tidak dengar Sehun ada keperluan di kantor makanya dia meninggalkanmu. Dia juga masih mencintaimu, percayalah”

 

 

“Aku harap begitu”

 

 

Kris sendiri mengerti seberapa takutnya adiknya itu kehilangan Sehun. Pria mungil itu memang sangat mencintai kekasihnya yg sudah 5 tahun menemaninya. Apalagi semenjak kejadian perselingkuhan kekasihnya yg dulu di masa lalu, Ren menjadi sedikit sensitif.

 

 

0o0

 

 

Hana menghela nafasnya kasar. Tanganya sesekali meraih gelas kecil berair alkohol itu menuju bibirnya. Ya, Hana sudah hampir berjam jam duduk di kedai kecil ini, Membuat Gadis di depanya hanya bisa menatap jengah.

 

 

“Teloransimu terhadap alkohol rendah, berhentilah meminumnya. Kau seperti orang gila jika sedang mabuk dan aku tidak ingin repot” Semprotnya yg hanya dijawab kekehan kecil oleh Hana yg mulai mabuk.

 

 

“Aku memang sudah gila dari dulu Kyunghae”

 

 

Gadis yg di panggil Kyunghae itu menghela nafasnya berat. Uhh, ingin rasanya ia menceburkan gadis itu kedalam Danau. Ya, walaupun Kyunghae mengerti tentang penderitaan temanya itu tapi tetap saja, ia tidak suka Hana mabuk. Gadis itu bisa jadi gila  jika sedang mabuk.

 

 

Hingga ia sedikit terlonjak kaget ketika Hana berdiri sebari menggebrak meja. Kyunghae melirik apa yg membuat Hana yg setengah sadar seperti itu, dan seketika matanya membola.

 

 

Ia tahu siapa pria yg tengah berciuman dengan wanita di pintu masuk itu, jika tidak salah Kim jongin, Kekasih Hana. Tapi apa yg dia lakukan dengan wanita itu.

 

 

Byurrr…

 

 

Hana menyiram kedua orang itu dengan jus milik Kyunghae. Menatap tajam kedua orang yg menatap kaget kearahnya.

 

 

“Kau brengsek Kim jongin”

 

 

“Hana, aku… bisa jelaskan!”

 

 

“Tidak ada lagi yg perlu dijelaskan, Semuanya sudah jelas kita berakhir” Bentak Hana final sebelum akhirnya berlari dengan air mata menggenang. Sedangkan Jongin hanya bisa menghela nafas. Ia memang brengsek, Tapi Jongin juga bingung.

 

 

0o0

 

 

Sehun menatap kosong jalanan aspal di depanya. Sekarang sudah malam, dan ia bingung. Bayangkan saja Sehun sudah mencari Hana kemana mana tapi Nihil gadis itu seakan hilang di telan bumi. Hingga akhirnya Sehun memutuskan pulang dengan rasa sangat kwatirnya.

.

Khwatir?, Ia juga tidak mengerti. Ia hanya merasa cemas setengah mati saat ini. Hingga Mata Sehun menyipit sempurnah dengan bayangan putih di tengah jalan.

 

 

Gadis itu terlihat acak acakan, tanganya terangkat seakan sudah menunggu kematin. Hingga tepat saat jarak gadis itu dengan mobilnya sudah dekat Sehun baru menyadari siapa orang itu.

 

 

Kim Hana?

 

 

Cekidd..

 

 

“OUII, JALANKAN SAJA MOBILNYA. DAN TOLONG LINDAS AKU!”

 

 

Sehun mengercitkan keningnya bingung mendengar teriakan parau gadis itu.

 

 

Apa gadis itu berniat bunuh diri? Oh tidak.

 

 

“APA KAU BERNIAT MEMPERKOSAKU DULU SIALAHKAN!”

 

 

Dan matanya seketika membulat ketika Hana membuka kancing kemejanya. Dengan cepat Sehun turun dari mobilnya menghampiri Hana yg masih bersusah payang membuka kancing kemejanya.

 

 

“Kau gila!” Bentak Sehun yg malah di jawab kikikan oleh gadis itu

 

 

“Aku iya, Ajhussi, aku bukan perawan lagi karena si Gay sialan itu sudah meniduriku. Tak apa kan?” Tanyanya dengan suara manja,  Dan Sehun kembali mendengus kesal. Tanganya mengguncang kedua pundak Hana mencoba menyadarkanya. Dan ia baru tahu ketika bau alkohol menyeruak dari mulut Hana.

 

 

“Bagaimana bisa kau mabuk?”

 

 

“Aku tidak mabuk bodoh, Aku masih kuat jika untuk bercinta”

 

 

Uhh, rasanya Sehun ingin sekali membenturkan kepala Hana kedingding. Ia bahkan tak habis pikir kadar kemesuman gadis ini. Hingga saat mabukpun masih saja memikirkan bercinta.

 

 

Dan Sehun kembali membulatkan kepala ketika Hana hendak menurunkan rok pendeknya membuat Sehun buru buru menahanya lalu menariknya kedalam mobil. Untung saja jalanan malam ini sepi.

 

 

Dengan menggoda Hana duduk kepangkuan Sehun. Menggoyang goyang pinggulnya hingga milik mereka bergesekan dan Sehun mengerang setelahnya.

 

 

“Eunggg”

 

 

“Ooh, desahanmu sangat sexy aku menyukainya” Ucap Hana sumringah. Sedangkan Sehun hanya bisa merem melek ketika Hana malah meremas kejantananya yg masih terlindung kain celana.

 

 

“Woww, punyamu besar sekali ajhussi dan panjang aku…”

.

“Aku tidak menyukainya, Sekarang turun dari pangkuanku…Shhh!” Sehun kembali mendesah ketika Hana menciumi jakunya. Dan menekan nekan kewanitaanya tepat di kejantanan Sehun yg Bagaimana bisa menegang?

 

 

“Aku menyukai ini, dan tidak ingin berhenti” Ucap Hana tegas. Tanganya menurunkan sleting celana Sehun memainkan kejantanan yg sudah menegang itu lalu melahapnya cepat. Lalu menarik ulur dimulutnya dengan cepat.

 

 

Sehun yg sudah terangsang hanya bisa memejamkan mata, mencoba membayangkan jika matanya sedang ditutup, masalahnya ia sudah terangsang dan tidak ingin ingatan masa lalu itu datang saat ini. Ia tidak mengerti kenapa tubuhnya bisa bereaksi secepat ini hanya dengan sentuhan orang mabuk.

 

 

Hana melepaskan kejantanan Sehun, Melepas celananya serta celana dalamnya cepat sebelum akhirnya mengangkangi Sehun memegang kejantanan pria itu, sebelum akhirnya mengarahkan vaginanya untuk melahap Penis Sehun.

 

 

Jleb…

“Akhhh” Ringis Hana ketika rasa perih menyeliputi kewanitaanya.

Dan Sehun mengerang pelan ketika Vagina Hana menyedot Kejantananya.

 

 

Dengan cepat Hana mulai bergerak menarik turunkan pinggulnya. Mendesah nikmat ketika Ujung penis Sehun mengenai Gospotnya. Begitupun Sehun yg hanya bisa mendesah nikmat walaupun dengan mata yg susah payah ia terus pejamkan. Dan desahanpun tidak bisa terterori sepanjang malam di dalam mobil sempit itu.

 

 

0o0

 

 

Hana membuka matanya ketika cahaya masuk ke celah celah gorden kamarnya. Keningnya mengerut ketika rasa pegal menyambutnya tiba tiba. Dan ia baru menyadari sesuatu, bukankah ia ada di kedai, tapi bagaimana bisa sekarang berada di kamarnya.

 

 

Dengan sedikit susah payah Hana merubah posisinya menjadi duduk hingga selimut yg menutupi tubuhnya melorot. Dan berakhir dengan Hana yg terkejut ketika ia melihat tubuh telanjangnya ditemani bekas keunguan di mana mana.

 

 

Jangan bilang, ada lelaki hidung belang yg memperkosanya saat ia mabuk. “Tidakkkk!”

 

 

“Bisakah kau diam aku masih mengantuk!”

 

 

Oh bahkan Hana tidak menyadari ada orang di sebelah ranjangnya.

 

 

“Tubuhku, apa yg terjadi kenapa telanjang apa semalam ada yg memperkosaku?”

 

 

Sehun yg mendengar suara Hana mengerutkan kening sebelum otaknya dapat memproses yg dimaksud gadis itu. Ouh dia sepertinya benar benar tidak mengingatnya.

 

 

“Yg benar itu kau yg telah memperkosaku di dalam mobil Byuntae!”

.

“Apa, bagaimana bisa….. Dan aku tidak Byuntae!”

 

 

Hana menatap Sehun kaget dengan semburat merah merona di pipi gadis itu. Sumpah Hana tidak bisa membayangkanya itu pasti memalukan, harusnya ia mendengarkan nasihat Kyunghae. Oh tidak harus di taruh di mana mukanya.

 

 

Sehun yg melihat Hana mulai malu tersenyum kecil. “Aku sedikit ragu menceritakanya”

 

 

“Cepat katakan!”

 

 

“Baiklah pertama saat aku naik mobil aku melihatmu berniat bunuh diri dan memaksaku melindasmu, yg kedua kau memerkosaku dengan bruntal di jok mobil yg sempit. dan yg terakhir… Saat tiba Apartement kau mengelilingi apartement sepanjang malam dengan tubuh telanjang dan goyangan Exsotis…Uhh, apa setiap kau mabuk kau selalu seperti itu?” Ucap Sehun dengan senyuman mengejeknya.

 

 

Sedangkan Hana hanya membulatkan matanya dengan pipi semerah tomat. “A-aku..itu tidak aku tidak mungkin melakukan hal yg memalukan seperti itu kau mengerti!”

 

 

Brugg.. Pintu kamar mandi tertutup meninggalkan Sehun yg tertawa puas setelahnya. Entahlah ia hanya merasa nyaman sekaligus menggemaskan.

 

 

0o0

 

 

Hana menatap tanpa minat kesegala arah di dalam toko kue ini. Sungguh ia bosan, Entahlah toko sedang sepi hari ini. matanya menatap jarum jam di tanganya, sudah jam sembilan malam tapi entah kenapa ia sangat malas untuk pulang.

 

 

Malu ah, sangat.

 

 

Ia benar benar tidak tau harus menaruh dimana wajahnya jika bertemu pria albino itu. Bahkan tadi pagi ia sengaja mandi lama agar saat keluar pria itu sudah pergi. Jadi ia sudah membuat rencana untuk pulang sedikit terlambat.

 

 

Lagipun ia masih kesal kepada pasangan gay itu dengan perihal kemarin sore. Itu menyakitkan sungguh.

 

 

Hingga pandangan Hana tertuju pada mobil yg berhenti di depan tokonya. Tapi ia rasa ia mengenal mobil itu.

 

 

Jangan jangan Oh sehun.

 

 

Dan tepat sekali Sehun keluar dari mobilnya. Sebenarnya ia sudah tau Hana pasti akan menghindarinya, makanya ia sengaja menjemput gadis itu.

 

 

“Minji-ah, bisa tolong aku?”

 

 

Minji yg merupakam kasir di toko itu mengerutkan kening sebelum tertanya “Apa?”

 

 

“Bolehkah aku bersembunyi disana?”

 

 

“Tapi…”

 

 

Belum sempat Minji bicara Hana lebih dulu mendorong gadis itu sedangkan Hana bersembunyi di balik meja kasir.

 

 

“Jika ada yg mencariku bilang aku sudah pulamg oke!”

 

 

“Eh?” Minji kembali mengerutkan kening sebelum matanya teralih pada pangeran tampan yg masuk kedalam toko. Membuat Minji terpesona.

 

 

“Selamat datang, kue apa yg ada cari?”

 

 

Sehun menatap sekeliling lalu mengerutkan kening bingung saat tak melihat istrinya.

 

 

“Kim Hana, bukankah dia bekerja disini?” Tanya Sehun ragu. Wanita dengan kuncir dua plus kacamata bulatnya itu terlihat berpikir sebelum kembali menatap Sehun.

 

 

“Ya, tapi tadi Hana menyuruhku untuk bilang jika ia sudah pulang jika ada yg mencarinya?”

 

 

Sehun mengerutkan kening sedikit bingung dengan ucapan gadis itu hingga kepalanya mengangguk mengerti sebelum kembali menatap penjaga kasir itu “Jadi sekarang Hana sudah pulang?”

 

 

“Belum, dia sekarang berada di balik meja kasir”

 

 

Gotcha!, Sehun tersenyum kecil sudah dibilangkan Sehun itu pria peka. Dan gadis ini sedikit bodoh mungkin.

 

 

Hana yg mendengar percakapan itu hanya bisa mendengus sebal. Seharusnya ia sudah bisa menebaknya akan begini, Dasar Minji Idiot!. Dengan cepat Hana keluar dari sembunyianya menatap Sehun nyalang.

 

 

“Ada apa mencariku?”

 

 

Sehun yg melihat Hana hanya tersenyum.

 

 

“Pulang bersama, Tentu saja” Hana mendelik tidak suka ketika Sehun berbicara dengan lantang. Oh, bukankah ia berjanji akan merahasiakan pernikahan ini dari tempat kerjanya.

 

 

” Wah Hana jadi pria tampan ini pacarmu, kau benar benar…”

 

 

“Diamlah Minji dia hanya temanku, ayo pergi”

 

 

Dan Hana menarik Sehun dengan paksa keluar toko.

 

 

0o0

 

 

“Sebenarnya apa maumu?” Hardik Hana ketika mereka sudah berada di dalam mobil.

 

 

“Tentu saja pulang bersama. Walaupun yah, aku sedikit trauma dengan pemerkosakan kemarin malam”

 

 

“Yak kau..” Belum sempat Hana melanjutkan ucapanya, ponsel Sehun berdering menandakan pesan masuk membuat pria itu mengambilnya. dan bersamaan dengan itu raut wajah Sehun berubah.

 

 

“Kau oke?” Tanya Hana ragu. Sehun terlihat menatap Hana dengan penuh rasa bersalah.

 

 

“Maafkan aku tapi sepertinya kita tidak bisa pulang bersama. Ada masalah di kantor yg harus aku selesaikan sekarang” Ucap Sehun penuh penyesalan. Dan Hana mengangguk.

 

 

“Tidak apa apa, aku bisa naik Bis” Jawabnya sebelum akhirnya hendak membuka pintu mobil yg sudah terhenti. Namun aktivitas Hana terhenti ketika Sehun meraih salah satu tanganya membuat Hana menatap pria itu bingung.

 

 

“Sehun..”

 

 

Cup

 

 

Deg

 

 

“Maafkan aku”

 

 

Keduanya terdiam canggung dengan Hana yg mengangguk pelan “Ya, kalau begitu aku pergi” Ucap Hana sebelum akhirnya benar benar pergi.

 

 

Sebenarnya Sehun tidak tega melihat Hana berdiri di pinggir jalan menunggu Bis seperti itu. Hanya saja ada satu hal yg penting. Sehun mengingat kembali apa yg tertulis di pesan yg dikirim kekasihnya ‘Aku tidak mau tahu, Apapun yg terjadi kau harus datang kerumahku sekarang. Atau aku bunuh diri.’ Ya, selalu seperti itu. Sesuatu yg membuatnya muak sekaligus…..Cemas.

 

 

Sehun menghela nafasnya kasar sebelum akhirnya menjalankan mobilnya, meninggalkan Hana yg berdiri di pinggir jalan.

 

 

Hana mengeratkan pelukanya ketika hawa dingin menyeruak kedalam tubuhnya yg hanya dilapisi kaos kerjanya. Ya, Hana sekarang berdiri di bawah lampu jalan yg sepi. Matanya sedikit menyipit ketika ada bayangan yg berjalan kearahnya. Penerangan yg minim cukup mempersulit Hana melihat secara jelas.

 

 

Hingga tepat saat bayangan itu berdiri di depanya ia baru sadar jika ini adalah hal yg harus dihindari.

 

 

“Wah,wah, apa yg dilakukan wanita cantik di jalan sepi sendirian huh!”

 

 

“Jangan menggangguku!” Teriak Hana sebari menutup matanya dengan kedua tangan. Sumpah ia sangat takut hingga tak berani melihat orang di depanya.

 

 

Ia sangat berharap orang didepanya bukan orang jahat. Meskipun sangat mustahil.

 

 

Ohh, ia belum siap mati.

 

 

“Memangnya siapa yg mau mengganggumu, Aku hanya tidak sengaja lewat dan melihatmu berdiri di tempat berbahaya seperti ini sendirian. Butuh tumpangan Nona?” Tanya lelaki itu santai, Hana yg mendengar penuturan orang didepanya bernafas lega, Ia menurunkan kedua tanganya dari wajahnya, mencoba mencari tahu siapa orang itu. Dan berakhir dengan keduanya yg saling menatap terkejut.

 

 

“Nona, Kim Hana. Bukankah kau istri Oh sehun?”

 

 

“Dan kau orang yg kemarin sore datang keApartement benarkan?”

 

 

“Ah, iya. Aku tidak menyangka bisa bertemu denganmu disini Nona kim”

 

 

“A-aku juga”

 

 

Dan keduanya sama sama menggaruk tengkuk canggung.  Biar bagaimanapun awal petemuan mereka cukup buruk.

 

 

0o0

 

 

“Tidurlah, aku akan menemanimu!”

 

 

“Baiklah, tapi kau harus berjanji harus menginap disini malam ini!”

 

 

“Baiklah, sekarang tutup matamu!”

 

 

Ren yg tengah dalam pelukan

Sehun mengangguk pelan, sebelum akhirnya memejamkan mata.

 

 

Sehun sendiri entah mengapa merasa cemas sedari tadi, masalahnya pikiranya terus saja memikirkan Hana. Apakah Gadis itu sudah pulang dengan selamat? Sekarang diluar hujan deras.

 

 

Ia bingung kenapa ia bisa begitu cemas seperti ini.

 

 

Matanya tertuju pada laki laki cantik berambut sebahu itu. Ren adalah orang yg mengidap gangguan kejiwaan Fesikolog. Dimasa lalu bahkan pria itu sudah pernah masuk rumah sakit jiwa, karena mencoba beberapa kali bunuh diri. Itu alasanya kenapa ia begitu cemas dengan ancaman Pria itu. Ren tidak boleh depresi.

 

 

Namun tanpa Sehun sadari Ren tersenyum licik dalam tidurnya.

 

‘Liat apa yg akan terjadi pada orang yg ingin merebut miliku!’

 

 

0o0

 

 

“Trimakasih untuk, tumpanganya…Kris”

 

 

Hana terseyum kecil ketika Kris turun lebih dulu dengan payung di tanganya, dan menghampirinya

 

 

“Sama sama, dan ah, tentang Ren aku minta maaf!”

 

 

“Tidak apa apa, aku mengerti perasaan Ren”  Hana berucap ragu. Karena jujur hatinya tidak mengatakan itu, Hana memiliki sifat pendendam. Hingga sejujurnya ia masih membenci pria itu.

 

 

Biar bagaimanapun ucapan Pria itu terlalu pedas.

 

 

“Dan ah, bisakah kita menjadi teman mulai sekarang?”

 

 

“Tentu saja, kalau begitu aku masuk dulu!”

 

 

Kris menghela nafas ketika punggung Hana sudah menghilang di balik Loby apartement, matanya menatap kearah langit yg menjatuhkan hujan hingga jatuh di atas payungnya ‘Ren aku ragu melakukanya, dia orang yg baik’

 

 

0o0

 

 

Hana menatap horor pemandangan kamarnya di balik selimut. Pegangan tanganya terhadap selimut selalu mengerat ketika petir menyambar dengan suara menggelegar.

 

 

Hana membenci hujan karena ada petir. Ya, ia sangat takut karena suaranya terdengar seperti Bom yg meledak.

 

 

Bodoh memang.

 

 

Hingga bola mata Hana membesar sempurnah ketika pendengaranya mendengar suara berisik di dapur.

 

 

Tapi siapa?

 

 

Tidak mungkin Sehun kan, karena dia pasti belum pulang dari kerjaanya.

 

 

Dengan ragu Hana menurunkan tubuhnya dari ranjang, Tanganya meraih tongkat golf yg ada di dekat remari, dan berjalan mengendap endap kearah dapur.

 

 

Tidak ada siapapun disini, itulah yg Hana lihat. Matanya sudah menyeliaik kesegala arah dapur yg terang karena lampu. Namun..

 

 

“DORRR”

 

 

“YAK, SIALAN. MATI KAU MATI!”

 

 

Plak..Plak…Plakk.

 

 

“Aw, aw. Ini sakit Hana kau ingin membunuhku”

 

 

Mendengar suara yg terasa familiar di telinganya, Hana menghentikan aksinya memukuli orang didepanya dengan tongkat golf.

 

 

“Sehun?, Dasar brengsek. Kenapa kau mengagetkanku huh?” Hana menatap nyalang kearah Sehun tengah terduduk di lantai sebari meringis sakit di tanganya akibat pukulan maut Hana.

 

 

Namun Hana sedikit terlonjak kaget ketika Sehun malah menarik tanganya Hingga keduanya terbaring di lantai dengan Hana yg berada di atas tubuh Sehun.

 

 

“Lepaskan, apa kau ingin aku memperkosamu lagi huh?” Teriak Hana kesal. Sehun yg mendengarnya hanya terkekeh kecil. “Wow bahasamu sangat frontal Nona!” Dengan Sengaja Sehun mengeratkan pelukanya, yang membuat Hana memekik kaget

 

 

“Sehun ini se…hmpttt”

 

 

Cup.

 

 

Dan Hana hanya bisa membulatkan matanya ketika bibir Sehun mulai melumat bibirnya. Tidak lama, Sehun melepaskan ciumanya.

 

 

Mereka bertatapan cukup lama. Mengabaikan detak jantung yg berdetak dengan cepat dari keduanya.

sebelum akhirnya Sehun membalik posisi mereka hingga Sehun yg berada di atas tubuh Hana.

 

 

“Kau tau aku rasa aku mulai menyukai Vagina” Hana menatap Pria di atasnya tidak percaya.

 

 

Itu berarti Sehun sudah___Mulai Normal?.

 

 

Entah kenapa Hana merasa senang. Padahal dalam surat kontraknya tidak ada perjanjian untuk merubah kegayanya. Tapi Hana malah berharap ia bisa merubah Sehun menjadi normal.

 

 

“Bagaimana jika kita melakukanya malam ini?” Ucap Hana antusias, Sehun terlihat berpikir sebelum akhirnya mengangguk. Dan Hana tersenyum setelahnya.

 

 

“Menungginglah!” Ucap Sehun spontan. Hana terlihat mengerutkan kening. Apa Sehun akan langsung memasukanya?

 

 

Tanpa foreplay?

 

 

Uhh, itu pasti sangat menyakitkan.

 

 

Namun pada akhirnya Hana memutuskan untuk menuruti kemauan pria itu. Dengan Sehun yg langsung menyikab keatas rok Hana dan menurunkan celana dalam hitam milik Hana.

.

“Tapi Sehun…Shh” Hana mendesah pasrah ketika yg ia kenali lidah Sehun bermain di Kewanitaanya dan sedikit mengerutkan kening ketika rasa nikmat bercampur dingin merasuki Vaginanya.

 

 

“A-apa..Ouh..yanggg..kau lakukannn?” Tanya Hana susah payah ketika ia merasa lidah Sehun sudah berganti dengan jari tangan Sehun memasuki Vaginanya dan mengeluarkanya lagi.

 

 

Sehun kembali memasang celana dalam Hana lalu membenarkan letak roknya.

 

 

Membuat Hana bingung setengah mati.

 

 

“Selesai, aku baru saja mengoleskan salp pereda nyeri di Vaginamu. Aku tahu Kewanitaanmu masih perih karena semalam. jadi Singa betina, berhentilan berpikiran mesum” Dan Sehun berlalu begitu saja, Meninggalkan Hana yg masih terdiam cengo. Sebelum kesadaran menampar wajahnya dengan emosi.

 

 

“YAKK, BAGAIMANA BISA KAU MENGERJAIKU. AKU SUDAH TERANGSANG BODOH”

 

 

Dan terdengar kekehan tawa dari dalam kamar. “LAKUKAN SAJA SENDIRI DI KAMAR MANDI!”

 

 

“BRENGSEK!”

 

 

0o0

 

 

1 bulan, ya, pernihahan Hana dan Sehun tanpa terasa sudah menginjak Satu bulan.

 

 

Dan Hana merasa Oh Sehun mulai normal. Terbukti dari pria itu yg sudah beberapa kali menidurinya walaupun dengan mata tertutup.

 

 

Walaupun Hana tidak pernah tahu alasan Sehun menakuti tubuh wanita.

 

 

Dan juga, entah kenapa Hana merasa kehidupanya sekarang terasa nyaman dan menyenangkan. Ibunya juga sudah tidak pernah kabur lagi dari rumah sakit jiwa seperti dulu, jadi ia selalu menyempatkan datang seminggu sekali.

 

 

Dan ah, tentang kekasih Sehun. Hana tidak tau. Tapi ia yakin jika mereka masih berhubungan. Sedangkan Kris sendiri mulai dekat denganya.

 

 

Menurut Hana Kris orang yg baik.

 

 

Tentang Kim jongin, Ya, Hana sudah melupakanya.

 

 

Dan tentang perasaanya terhadap Sehun. Hana sebenarnya sudah tahu jika ia mencintai pria itu. Hanya saja Hana selalu menampik perasaan itu sebisanya.

 

 

Kenyataanya Perasaanya hanya akan berakhir membunuhnya. Dan mendorongnya kelubang kesakitan.

 

 

Dan  Hana tidak ingin itu terjadi.

 

 

Tapi nyatanya ia tidak bisa membohongi hatinya.

 

 

Bahkan ia bisa merasakan sakit yg teramat saat ini.

 

 

“Apa sebenarnya kau mandul huh?, bagaimana bisa sudah satu bulan usia pernikahan kalian tapi kau belum hamil juga. Bukankah tadi kau bilang kalian sering melakukanya.”

 

 

“Maafkan aku Nyonya, aku akan lebih berusaha!”

 

 

Hana menunduk kecil ketika wanita didepanya menatapnya penuh emosi. Ya, Nyona Oh ibu Sehun mengajaknya bertemu minggu ini. Menanyakan tentang apakah ia sudah hamil, dan Hana hanya bisa menggeleng.

 

 

Ia sendiri entah kenapa tidak pernah mengharapkan ia hamil. Karena Hana tahu, Hamil sama saja dengan berpisah dengan Sehun. Dan entah kenapa Hana merasa tidak pernah ingin.

 

 

Berbanding balik dengan di awal. Mungkin karena ia sudah jatuh terlalu dalam pada pesona pria itu.

 

 

“Persetan dengan ucapanmu, jika kau tidak kunjung Hamil dalam waktu dua bulan, Tinggalkan Anakku. Aku akan mencari gadis lain sebagai penggantimu”

 

 

Wanita paruh bayah itu pergi, meninggalkan Hana yg terisak di meja Cafe itu.

 

 

“Kau oke?” Hana mengalihkan pandanganya pada pria yg bertanya itu. Dengan buru buru Hana menghapus air matanya ketika tau Siapa pria itu.

 

 

“Tentu, duduklah Kris!”

 

 

Kris tersenyum sebelum akhirnya mendudukan pantatnya di kursi yg berada di depan Hana. Kris tau gadis itu tidak baik baik saja.

 

 

Hanya saja Hana adalah orang yg selalu menyimpan masalahnya sendiri. Dan entahlah Kris sendiri selalu merasa nyaman berdekatan dengan gadis di depanya itu.

 

 

“Nanti malam, kau punya waktu?.” Kris bertanya ragu yg dijawab Anggukan oleh Hana.

 

 

“Memangnya kenapa?”

 

 

“Bagaimana jika makan malam bersama, Ada sesuatu yg penting”

 

 

“Baiklah” Keduanya tersenyum sebelum memanggil pelayan untuk memesan. Tanpa Hana sadari, sedari tadi Kris sudah berkali kali menghela nafas terlihat gusar.

 

 

0o0

 

 

“Kau hanya perlu menentukan, pilih aku atau dia. Bukankah itu mudah, sudah cukup aku bersabar kau harus sesegera mungkin menceraikanya!”

 

 

“Tapi Ren…”

 

 

“Kenapa?, Apa karena kau tidak mencintaiku lagi, klau begitu aku mati saja?”

 

 

“Bukan, bukan begitu.”

Sehun menghela nafasnya kasar ketika Ren terus saja memojokanya dengan pertanyaan yg entah kenapa terasa sulit.

 

 

“Kau tau kan ibuku sedikit sulit. Dan pernikahan ini ibuku yg merencanakan, dia bisa saja mencabut namaku dari keluarga jika aku membangkang. Jadi bersabarlah sebentar lagi Ren!”

 

 

Ren tersenyum kecil mendengar jawaban Sehun, lalu memeluk pria itu dengan erat. Yang entah kenapa membuat Sehun tidak nyaman.

 

 

Tidak biasanya.

 

 

Dan Sehun sendiri merasa bingung. Sebenarnya apa yg dia ucapkan sangat tidak sesuai dengan ucapan hatinya yg mengatakan jika Sehun sebenarnya sangat tidak ingin kehilangan Hana.

 

 

Entah karena apa.

 

 

Hingga pandangan Sehun tertuju pada ponselnya yg menampilkan pesan masuk. Sehun meraih ponsel itu dari atas meja restoran yg mereka tempati untuk makan. Dan entah karena apa Sehun tersenyum ketika melihat tulisan yg terpangpang disana ‘ Cepatlah jemput aku di Cafe dekat tempatku bekerja. Tadi aku tidak sengaja melihat Video yadong milik temanku dan miliku sudah basah sekarang. Tidak ada penolakan Oh Sehun, beli penutup mata!”

 

 

Ren yg melihat perubahan raut wajah Sehun hanya bisa meredam emosi, apalagi ketika ia melihat siapa id pengirimnya tadi sialan.

 

 

Namun Ren tersenyum kecil setelahnya. Setelah rencananya ini hubungan Sehun dan wanita sialan itu pasti hancur berantakan.

 

 

0o0

 

 

Hana menghela nafasnya kesal ketika Sehun belum juga memunculkan batang hidungnya. Ayolah, ini sudah satu jam ia menunggu.

 

 

Dan Hana tahu jika ini masih termasuk jam makan siang di kantor Sehun. Uhh, lihat saja nanti, ia akan membuat pria itu tersiksa.

 

 

Tid..tid..

 

 

Hingga pandangan Hana tertuju pada mobil mewah yg berhenti di depanya.

 

 

“Masuklah, aku tidak mempunyai waktu banyak!” Ucap Sehun ketika kaca mobil sudah terbuka.

 

 

Hana sendiri mendengus sebal sebelum akhirnya masuk kedalam mobil.

 

 

“Asal kau tau, aku sudah lumutan menunggumu menjemputku!” Hardik Hana kesal, Sehun yg mendengarnya Hanya tersenyum kecil. Ya, masalahnya tadi ia harus mengantar Ren, Dan pria itu juga terus saja menahanya pergi.

 

 

“Ah, Mobil ini tidak tembus pandang dari luar kan?”

 

 

“Lalu?” Sehun menaikan sebelah alisnya pura pura tidak mengerti. Walaupun ya, ia paham betul apa pemikiran si singa betina ini.

 

 

Dan yg benar Saja setelah Hana menaikan kaca mobil keduanya gadis itu naik kepangkuan Sehun.

 

 

“Aku yakin kau sudah membacanya, aku sudah basah Oh sehun!”

 

 

“Lalu?”

 

 

Oh ya Tuhan, ingin rasanya Hana mencakar wajah menyebalkan Sehun. Oh ayolah dimana Sehun si peka. Kecuali jika Pria ini memang sengaja mengerjainya.

 

 

Dengan kasar Hana menarik Dasi Pria itu hingga terlepas, lalu memasangkanya untuk menutupi mata Sehun.

 

 

“Ini parkiran jika hmfttt”

 

 

Tanpa mau mendengar kelanjutan ucapan Sehun. Hana membuka resleting  celana Sehun cepat, menainkan kejantanan pria itu. Sedangkan kedua tangan Sehun sudah bermain di dada Hana.

 

 

“Ouhh..ahhh…”

 

 

Mulut Hana sudah menggantikan tangan gadis itu mengulum milik Sehun dan menyesapnya kuat membuat Sehun hanya bisa mendesah pasrah. “Ahhh….Hanahhh…terusss”

 

 

Hingga tepat saat tangan Sehun hendak menarik kaos kerja Hana, gadis itu menahan tangan Sehun cepat. Matanya menatap kesal kearah jam yg hampir mendekati kearah satu.

 

 

“Langsung ke inti saja, sebentar lagi jam kerja” Ucap Hana sebari menyingkabkan keatas rok kerjanya, menurunkan celana dalamnya. Lalu memegang penis Sehun yg sudah menegang.

 

 

Hana mengarahkan Vaginanya kearah penis Sehun memasukanya secara perlahan.

“Ouhhhh….”

 

 

Jleb

 

 

“Akhhh”

 

 

Dengan Gaya seksual, Hana menggerakan naik turun pinggulnya dibantu dengan tangan Sehun yg memegang pinggul gadis itu. Dan desahanpun tidak terlewatkan dari keduanya.

 

 

“Ouhhh…aghhh, Fasterrrr”

 

 

“Sehunnnhh…ouhhh..aghhh..Ini nikmathhh”

 

 

Tok…Tok..Tok.

 

 

Aktivitas keduanya terhenti ketika Seorang lelaki lengkap dengan baju satpamnya mengetuk kaca mobil.

 

 

“Permisi mobil ini terus bergerak gerak apa ada masalah di dalam?”

 

 

“Tidak kami hanya sedang dalam proses membuat anak jadi jangan mengganggu!”

 

 

“Eh?”

 

 

Dan keduanya tertawa setelahnya. Mengabaikan raut bingung dari Satpam yg dapat terlihat dari kaca mobil dalam.

 

 

Namun tanpa mereka berdua sadari seorang pria dengan rambut panjangnya menatap kearah mobil dengan tangan terkepal emosi.

 

 

“Kim Hana, kita lihat apakah kau bisa tersenyum setelah ini. Karena Oh sehun hanya miliku!”

 

 

Tbc

 

Thenk’s yg udah mau baca mohon dukunganya yah ^^

75 thoughts on “My Husband is Gay Part 3

  1. huhu aku penasaran banget, mulai dari kenapa Sehun seakan fobia dengan tubuh wanita sampai apa rencana Ren…
    Fighting, author! ditunggu kelanjutannya! 😉

    Suka

  2. akhirnya hana mutusin jongin..
    ish hana mabuknya parah, untung ketemunya sehun.
    si ren nakutin ya. gila.
    banyak ancaman di dalam hubungan hana dan sehun, seperti ibu sehun, ren bahkan mungkin kris.
    next.
    semangat !!
    😊

    Suka

  3. Author nim, kpn ff ini di update lg? Hampir mau sebulan loh, dan aku tetep menunggu. Bahkan hampir tiap hari ngecek terus :’)

    Semangat terus ya thor!! 💕

    Suka

  4. Author apa kabar? Sibuk kah? huhu semoga kesibukan author dapat cepat terselesaikan agar aku dan para pembaca lain bisa baca lanjutan ff author

    Suka

  5. Sudah 16 hari 😦 dari terakhir update. Aku penasaran Ren bakal ngapain Hana 😦
    Thanks for the great work, thor. I’m waiting for the next update! 🙂

    Suka

  6. ah sehum makin manis aja sama hana, hati-hati lo hun falling in love sama hana.
    semoga sehun cepet normal dan sesegera mungkin ninggalin si ren itu.
    ibunya sehun juga kenapa sih mudah bnget mo ganti posisi hana kalo hana gak hamil, emang istri itu barang gitu ya bisa dipindah²in.
    satu lagi nih masih penasaran sama sehun kenapa dia itu trauma bnget kalo ngeliat tubuh yeoja.
    oke itu aja, ditunggu kelanjutannya yo ~

    Suka

  7. Si ren nya mungkin mau ngebom mobil si sehun kali hahaha
    This ff makes me can’t stop laughing 😂😂
    What the hell hana , cabul 😂😂
    Lanjut thor , bagus bgt .

    Suka

  8. Gregett bangett si hana proses pmbuatan bayix ga knal wktu n t4 hahha…
    Kyakx si kris nnti jtuh cnta sma hana, pnsaran mw lhat gmna nnti sehun cmburu..
    Smngat thorr dtnggu eps slnjutx seru bnget smpah

    Suka

  9. lama ditunggu akhirnya muncul juga…
    ahh..tapi aku benci orang ketiga..
    kenapa ren harus muncul sih..?
    bikin penasaran aja..😊😊

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s