Let Me See (Sequel of Secret Mission) Part 12


image

Author : elhyona

Title : Mission [12] – Let Me See (Sequel of Secret Mission)

Cast : Cho Kyuhyun, Shin Hyona, Kim Ahyoung, etc

Category : NC21, Romance, Sad, Campus-life, Chapter

Cover : IrizaArt

Hyona terbangun dari tidurnya dan ingatan tentang semua kejadian semalam kembali menyerang kepalanya. Konser dadakan Kyuhyun, perjodohan Kyuhyun, malam panas mereka yang malah berujung dengan tangisan Hyona. Gadis itu mengutuk dirinya sendiri yang terlihat begitu bodoh dan rapuh semalam. Menjadi agresif, memaksa Kyuhyun untuk terus menyentuhnya karena tak tahu harus berbuat apa. Yang ada di kepalanya semalam hanya ketidak inginannya berpisah dari Kyuhyun. Karena ia mencintai pria itu.

Hyona mendongakkan kepala, menatap Kyuhyun yang masih terlelap kemudian kembali meringkuk nyaman di lekukan leher lelaki itu. Dalam hati Hyona mengucapkan maaf berulang kali karena telah membuat Kyuhyun bingung. Kyuhyun pasti sudah sadar bahwa terjadi sesuatu padanya dan itu bukan sekedar perasaan terharu melihat Kyuhyun bisa menyanyi di atas panggung. Pria itu pasti menyadari bahwa telah terjadi sesuatu yang lain. Dan yang Hyona pikirkan sekarang adalah bagaimana caranya menanggapi pertanyaan-pertanyaan Kyuhyun nanti. Haruskah ia jujur bahwa dirinya sudah mengetahui perjodohan itu?

Kepala Hyona mulai bertanya-tanya, bagaimana bisa tiba-tiba Kyuhyun dijodohkah dengan Kim Ahyoung, sahabatnya? Kapan itu? Mengapa ia baru tahu sekarang? Dan yang paling penting, bagaimana bisa? Apakah mereka memang sudah saling mengenal sejak lama?

“Aku dijodohkan dengan cucu sahabat kakekku.”

Ah! Hyona ingat. Ahyoung pernah mengatakan akan dijodohkan dengan cucu sahabat kakeknya. Hyona juga tahu bahwa Ahyoung berasal dari keluarga chaebol. Kyuhyun juga jelas-jelas memiliki kekayaan yang bahkan tak sanggup Hyona bayangkan. Yah, mungkin kakek kedua orang yang sangat penting dalam hidupnya itu menginginkan pasangan yang terbaik untuk cucu mereka. Dan yah, Hyona harus akui, bahwa Kim Ahyoung dan Cho Kyuhyun adalah orang yang baik.

Diam-diam gadis itu memikirkan sesuatu yang belum pernah ia pikirkan seumur hidup; membandingkan dirinya dengan Kim Ahyoung. Hyona dan Ahyoung sama-sama memiliki wajah cantik. Dan kali ini ia boleh besar kepala karena faktanya banyak yang mengakui jika dirinya lebih cantik dari Ahyoung. Lagi-lagi ini adalah hal baru. Tak pernah sekali pun selama mereka bersahabat Hyona merasakan perasaan bangga yang tidak pada tempatnya seperti ini.

Kim Ahyoung adalah gadis yang baik. Tapi di sini Hyona juga bukan orang jahat. Ia bahkan rela membantu Ahyoung menjebak Kyuhyun dulu. Meskipun pada akhirnya Hyona sendiri yang justru terjebak oleh pesona Kyuhyun.

Keduanya sama-sama pintar. Nilai-nilai mereka sebelas dua belas dan tidak ada yang perlu dipermasalahkan tentang itu. Memang Kim Ahyoung lebih kaya dibanding dirinya. Tapi Hyona juga bukan berasal dari keluarga miskin yang tak mampu membiayai hidup. Keluarganya berkecukupan dan Hyona tak pernah merasa tidak bersyukur dengan keluarga damai yang dimilikinya.

Hanya saja, mungkin Ahyoung lebih beruntung karena kakeknya bersahabat dengan kakek Kyuhyun sehingga perjodohan itu ada. Keluarga mereka saling mengenal, sedangkan keluarga Hyona tidak. Haruskah dirinya menyerah hanya karena perbedaan itu?

Hyona memeluk Kyuhyun lebih erat. Tidak. Ia tidak ingin melepaskan Cho Kyuhyun hanya karena kakek mereka tidak saling kenal dan Hyona bukan berasal dari keluarga chaebol. Ia mencintai Kyuhyun. Apakah alasan itu belum cukup untuk membiarkan mereka tetap bersama?

“Sudahlah, noona. Berhenti memaksaku karena aku tidak akan pulang. Jika harabeoji ingin memblokir semua kartuku, blokir saja. Jika harabeoji ingin menghapusku dari daftar keluarga dan pewaris Marvelous Corp, lakukan saja. Aku akan memulai hidupku dari awal.”

Shin Hyona tertegun ketika kalimat yang tak sengaja ia dengar semalam kembali terngiang di kepalanya. Pikirannya yang lebih tenang sekarang membuatnya tersadar akan sesuatu. Apakah perjalanan mereka kini adalah pelarian Kyuhyun dari rumah? Kyuhyun juga rela melepaskan segalanya demi bersama dirinya.

Hati Hyona menghangat namun juga tersayat di saat yang bersamaan. Betapa manisnya Kyuhyun mempertahankan hubungan mereka. Namun Hyona juga merasa menjadi orang jahat yang merusak hidup Kyuhyun jika lelaki itu tetap berada di sisinya.

Haruskah Hyona egois? Atau haruskah Hyona menyerah saja? Ia sudah pernah egois satu kali ketika pertama kali Ahyoung tahu mengetahui hubungan mereka. Haruskah Hyona tetap egois bahkan ketika Tuhan kembali mempertemukan Kyuhyun dan Ahyoung melalui perjodohan itu? Dan haruskah hidup Kyuhyun yang sudah sempurna hancur hanya karena dirinya?

Berapa banyak orang yang akan terluka jika dirinya egois lagi? Tidak hanya Ahyoung yang kehilangan kesempatan hidup bersama pria yang dicintainya. Ibu Kyuhyun, kakak perempuan Kyuhyun, keluarganya akan kehilangan lelaki itu. Dan Cho Kyuhyun sendiri juga akan kehilangan masa depannya. Tegakah Hyona menghancurkan banyak pihak?

Haruskah ia menyerah saja? Jika Hyona menyerah, mungkin hanya dirinya yang akan merasa sakit. Kyuhyun nanti pasti akan bahagia karena Hyona tahu, Ahyoung mencintai kekasihnya itu begitu tulus. Jika dibandingkan, mungkin pilihan menyerah akan lebih baik.

Tapi bagaimana dengan hatinya?

Pandangan Hyona mengabur oleh air mata lagi, padahal kepalanya saja masih berat akibat terlalu lama menangis. Gadis itu berusaha mencari pembenaran. Tidak apa-apa jika dirinya merasa sakit. Setelah putus dari Kyuhyun nanti, Hyona bisa menerima salah satu dari pria yang mengaku suka padanya. Choi Siwon mungkin. Dan setelah itu Hyona bisa memulai hubungan baru dengan pria baru tanpa repot-repot merasa bersalah. Toh Kyuhyun juga akan memiliki Ahyoung yang mencintainya. Seiring berjalannya waktu, Kyuhyun pasti jatuh cinta pada Ahyoung.

Ya, seperti itu saja. Nanti setelah Kyuhyun bangun, Hyona akan mengatakan segalanya pada Kyuhyun dan mengakhiri hubungan mereka. Demi pria itu sendiri.

Tapi apa Hyona sanggup meninggalkan Kyuhyun jika pria itu bangun nanti?

Setelah cukup lama berdebat dengan dirinya sendiri, akhirnya Shin Hyona memilih pergi saat itu juga. Ia mengemas seluruh barang-barangnya dengan menahan sekuat tenaga air matanya yang memaksa keluar lagi. Setelah semua selesai, Hyona berdiri di samping ranjang. Memandang wajah Kyuhyun yang masih terlelap, mengingat semua kenangan manis yang telah mereka lalui bersama. Malam panjang pertama mereka, ketika Kyuhyun membelanya di hadapan Lee Hyukjae, ketika Kyuhyun menciumnya di depan teman-teman mereka, ketika mereka makan malam bersama, pesta barbeque, konser sederhana Kyuhyun, semuanya.

Gadis itu melangkah mendekati Kyuhyun. Membelai wajahnya pelan. Kemudian dengan gerakan perlahan, dengan mata terpejam, Hyona mendekatkan bibirnya ke bibir Kyuhyun. Mengecupnya penuh cinta.

Hyona bahagia bisa mengenal Kyuhyun. Ia akan menganggap bahwa Kyuhyun adalah salah satu sumber kebahagiaan yang Tuhan berikan untuknya.

***

Kyuhyun menahan diri untuk tetap berpura-pura tidur. Diam-diam mengintip dari balik bulu matanya, Hyona yang sedang memasukkan barang-barang ke dalam tas. Ini semakin memperkuat kecurigaan Kyuhyun. Hyona yang secara terang-terangan meminta bercinta dengannya saja sudah mencurigakan, ditambah apa yang gadis itu lakukan di tengah malam seperti ini. Sial! Apa yang terjadi? Apa Hyona sedang mencoba lari darinya? Kenapa? Sekuat tenaga Kyuhyun menahan kelopak matanya untuk tetap terpejam meski rasanya ia gatal sekali ingin melontarkan seribu satu pertanyaan untuk Hyona.

Perlahan gadis itu menaiki ranjang. Membelai wajah Kyuhyun, mengecup bibirnya untuk beberapa saat. Dan Kyuhyun tertegun ketika setetes air menjatuhi pipinya. Apakah Shin Hyona sedang menangis?

Cukup sudah. Kyuhyun tidak tahan lagi. Ia butuh penjelasan panjang dari Hyona sekarang juga. Maka ketika gadis itu turun dari ranjang, Kyuhyun langsung membuka mata dan berkata dengan dingin, “Mau ke mana kau?”

Bisa Kyuhyun tebak bahwa Hyona pasti terkejut. Terlihat jelas dari bahu gadis itu yang menegang di tempatnya berdiri. Kyuhyun berharap, hati kecilnya berteriak agar Hyona berbalik dan segera mengatakan bahwa yang dilakukannya hanyalah perbuatan jahil. Tapi nyatanya gadis itu diam saja. Tidak menyahut, tidak bergerak sedikit pun.

Kyuhyun duduk di tengah ranjang. Masih menatap punggung Hyona dengan tajam. “Kau tidak sedang diam-diam meninggalkanku, kan?” Tangan lelaki itu mengepal, tenggelam di atas ranjang. Kyuhyun tidak tahu apa yang terjadi atau kesalahan apa yang ia lakukan yang tidak diketahuinya hingga membuat gadis itu berniat menyelinap pergi di pagi buta seperti ini. Tapi firasat Kyuhyun mengatakan bahwa terjadi sesuatu yang buruk di antara hubungan mereka. Biasanya firasat Kyuhyun selalu benar. Dan pembenaran firasat itu terbukti ketika perlahan Hyona berbalik menghadapnya. Kedua bola mata Hyona memerah, menahan tangis. Kendatipun bibirnya menyunggingkan seulas senyum. Tapi Kyuhyun tahu senyum itu hanyalah senyum yang dipaksakan.

“Kau… sudah bangun?” suara Hyona terdengar tidak seperti suaranya di telinganya sendiri. Tangannya mencengkeram tas yang ia bawa dengan erat. Sebisa mungkin gadis itu menahan diri untuk tidak menangis detik itu juga. Kemudian dengan gugup ia menunjuk pintu dengan sebelah tangannya yang bebas sambil bergumam, “A-aku ingin ke pan—“

“Ke pantai? Dengan tas sebesar itu?” potong Kyuhyun dingin, membuat Hyona bungkam seketika. Lelaki itu bangkit, berdiri tepat di hadapan Hyona masih dengan tatapan tajam penuh tanya. “Sekarang katakan padaku, kau mau ke mana?”

Bola mata Hyona bergerak gelisah. Merasa takut, gugup dan khawatir di saat yang bersamaan. “A-aku… aku…”

“Kau mau meninggalkanku?”

Hyona tertegun. Matanya menatap kaki mereka dengan gamang. Ia memang berniat meninggalkan Kyuhyun, tapi kenapa ketika mendengar pernyataan itu langsung dari mulut Kyuhyun membuat hati Hyona terasa sakit?

“Jawab ketika ada orang yang bertanya padamu, Shin Hyona! Apa kau mau meninggalkanku? Kau kira kau sedang syuting drama?”

Hyona terlonjak kaget ketika tiba-tiba Kyuhyun membentaknya. Dan tanpa diperintah dua kali, air mata gadis itu jatuh lagi.

“Jawab aku, Hyona. Kenapa kau malah menangis?” tanya Kyuhyun yang mulai frustrasi.

Hyona meletakkan tasnya di lantai dan menghapus air matanya sendiri, meski apa yang ia lakukan sia-sia karena air mata itu terus jatuh. “Aku juga heran. Mengapa aku menjadi cengeng akhir-akhir ini?”

Kyuhyun memajukan langkah. Menarik Hyona ke dalam pelukannya dan mengelus rambut gadis itu dengan lembut. “Kau bisa mengatakannya padaku,” gumam Kyuhyun. “Berbagilah denganku dan aku akan membantumu kembali ceria seperti biasa.”

Hyona balas memeluk Kyuhyun. Menyerah. “Bagaimana caranya kau membantuku jika yang menjadi pusat rasa sakitku adalah dirimu?”

“Apa yang telah kulakukan?”

“Kenapa kau tidak mengatakan padaku kalau kau dijodohkan? Kenapa kau merelakan dirimu dihapus dari daftar keluarga hanya karena aku?”

Kyuhyun menegang mendengar jawaban Hyona. Bagaimana Shin Hyona bisa tahu tentang perjodohannya? Tentang dirinya akan dihapus dari daftar keluarga. Lelaki itu masih membeku di tempat, bahkan ketika Hyona melepaskan pelukan mereka.

“Kenapa kau tidak jujur padaku?”

“Bagaimana kau tahu?” Kyuhyun balas bertanya, mengabaikan pertanyaan Hyona. “Aku tidak merasa pernah memberitahumu sebelumnya.”

“Karena itu, kenapa kau menyembunyikannya dariku?”

“Apa Kim Ahyoung yang mengatakannya padamu?”

“Jawab aku, Cho Kyuhyun!” paksa Hyona. “Kenapa kau menyembunyikan hal sepenting itu dariku dan menganggapku seperti orang bodoh?”

“Aku tidak mengatakannya padamu karena aku tahu kau akan seperti ini,” aku Kyuhyun. “Aku tidak ingin kau terluka.”

Hyona menunduk, mengusap wajahnya dengan telapak tangan. “Aku lebih terluka karena tidak tahu apa-apa sejak awal.”

“Maafkan aku.” Kyuhyun menarik Hyona ke dalam pelukannya lagi. “Maaf karena tidak jujur padamu. Aku hanya tidak ingin kehilanganmu. Itu saja.”

***

Pantai itu masih cukup sepi ketika Kyuhyun dan Hyona berjalan-jalan di sana. Matahari belum muncul, dan udara masih membuat orang-orang betah berlama-lama di atas ranjang. Tapi kedua orang itu sudah duduk di tepi pantai. Menanti matahari yang perlahan muncul dari persembunyiannya.

“Jadi itu alasan kau menjadi begitu agresif semalam?” tanya Kyuhyun memecah keheningan.

Hyona menoleh sekilas, dan kembali menatap matahari. “Kupikir hari ini aku sudah tidak bisa bersamamu lagi.”

“Kenapa kau berpikir meninggalkanku adalah pilihan terbaik?”

Hyona mengangkat bahu. “Kau terlalu berharga untuk meninggalkan masa depanmu yang cerah hanya demi aku.”

Kyuhyun menatap Hyona yang ada di sampingnya. “Kau pikir masa depanku cerah tanpa ada dirimu?”

Senyum tipis Hyona perlahan terbit. “Tapi aku tidak bisa memberimu posisi CEO jika kau terus bersamaku.”

“Tapi kau memberiku sebuah panggung yang hebat.”

Hyona mendengus. “Hanya panggung palsu yang konyol.”

“Itu bukan sekedar panggung palsu yang konyol untukku,” balas Kyuhyun tegas. “Meski sederhana, meskipun hanya palsu, panggung konyol yang kau sebutkan itu adalah hidupku. Dan kau berhasil memberikannya padaku.”

Hyona menolehkan kepalanya ke samping, dan matanya bertemu dengan bola mata Kyuhyun yang memancarkan kesungguhan. Hyona bahkan tak tahu harus menjawab dengan apa.

“Bahkan jika aku harus memilih. Aku akan memilih panggung palsu konyol itu daripada kursi direktur utama dengan segala kemewahan di dalamnya,” lanjut Kyuhyun. “Manusia tanpa mimpi ibarat burung kehilangan sayap. Kau tahu betul bagaimana sayap itu patah dari tubuhku. Jadi kumohon, jadilah sayap itu. Meski aku harus kehilangan mimpiku, paling tidak jadilah alasan bagiku untuk tetap bisa berdiri tegak.”

Mata Hyona berkaca-kaca. Namun kali ini ia bukan ingin mengeluarkan air mata sedih. Gadis itu tersentuh. “Kau tahu, kau tidak bisa menarik kata-katamu lagi karena tetap memilih bersamaku.”

Kyuhyun menyunggingkan seulas senyum. “Aku belajar untuk tidak menyesali keputusan yang telah kubuat.”

Setetes air mata bahagia jatuh di pipi Hyona. “Bahkan jika aku tetap tidak mau memanggilmu ‘oppa’?”

Kyuhyun terkekeh. Pria itu mengulurkan tangan, menghapus air mata gadisnya. “Aku akan memberimu hukuman lain untuk itu.”

Hyona memberengut. “Aku tidak suka hukuman, omong-omong.”

Kyuhyun hanya tertawa menanggapinya. Ia merangkul Hyona dan meletakkan kepala gadis itu di bahunya. “Kau ingat ketika pertama kali aku datang ke rumahmu?”

Hyona mengangguk dua kali. “Itu adalah hari paling bodoh dari seluruh hariku dalam hidup.”

“Ya, kau memang sangat bodoh.” Kyuhyun mengelus kepala Hyona dan melanjutkan, “Kau tahu, sebenarnya sejak awal saat itu aku sudah merasa seperti dijebak. Tapi rasanya tidak benar jika pergi begitu saja tanpa tahu jebakan apa yang sudah kau persiapkan untukku.”

“Mungkin malaikat pelindungmu sedang menunjukkan bahwa kau akan bertemu pujaan hatimu,” balas Hyona percaya diri.

Kyuhyun tertawa pelan. “Kau benar. Aku tidak akan jatuh cinta padamu jika malam itu tidak pernah ada.”

Pipi Hyona merona mengingat malam panjang pertama mereka. Dengan gugup gadis itu bergumam, “Kupikir kau akan langsung pergi meninggalkanku terluka saat itu.”

“Aku juga tidak percaya bahwa aku mengobati pusat tubuhmu saat itu.”

“Tapi kau mengobatiku.” Hyona tersenyum mengingatnya. “Ternyata kau tidak sedingin yang orang-orang katakan.”

“Aku hanya dingin pada orang yang tidak kukenal.”

Hyona mengangguk. “Aku tahu.”

Keduanya terdiam. Memerhatikan matahari terbit yang begitu cantik. Ingin rasanya Hyona mengambil kameranya yang tertinggal di hotel. Namun bangkit dari rangkulan Kyuhyun terdengar sama dengan opsi menanggalkan jaket di musim dingin. Dan Hyona tidak ingin kedinginan. Jadi lebih baik untuk merekam pemandangan matahari terbit itu dengan baik di memori otaknya sambil merasakan kehangatan yang Kyuhyun berikan.

“Kyuhyun?”

“Hm?”

“Omong-omong, bagaimana selanjutnya?” tanya Hyona.

“Selanjutnya?”

“Hm. Selanjutnya.” Hyona menarik napas dalam. “Bagaimana caranya kau menghadapi keluargamu?”

***

Satu minggu setelah pelarian itu akhirnya Kyuhyun kembali ke Seoul. Pria itu tidak menunggu dua kali untuk langsung mendatangi kediaman kakeknya.

“Sudah menyerah hidup tanpa sepeser pun uang?” kalimat sinis Cho Junghoon menyambut Kyuhyun begitu lelaki itu sampai di ruangan kakeknya. Junghoon tidak main-main dengan ucapannya, omong-omong. Pria itu sudah memblokir semua kartu debit dan kredit yang Kyuhyun bawa. “Bukankah kau sudah memilih untuk keluar dari keluarga Cho?”

“Harabeoji tidak menginginkan aku kembali?” tanya Kyuhyun sinis. “Kupikir aku masih begitu penting untuk Marvelous.”

“Untuk apa kau kembali jika tetap tidak ingin mengubah keputusanmu?”

“Baiklah. Aku akan menuruti permintaan harabeoji.” Satu kalimat yang terlontar dengan lugas dari mulut Kyuhyun itu menyedot seluruh perhatian Cho Junghoon. “Aku bahkan tidak keberatan untuk langsung menikah tanpa pertunangan terlebih dahulu.”

***

TBC

80 thoughts on “Let Me See (Sequel of Secret Mission) Part 12

  1. What?! Kyuhyun ga nolak u/ dinikahin? Sama hyona kan😉
    Akhirnya kalian saling terbuka juga😊 saling terbuka saling percaya itu penting.
    Ayoooo cepet nikah ya kyuna🙌

    Suka

  2. Kyuhyun mahh pasti mau nikahnya sama hyonaa..atau mungkin nikah sama ahyoung tapi selingkuh sama hyona..hahahaha
    Emmmmm kalo dipikir” si ahyoung itu kasihan juga lhooo tp ada di posisi hyonaa juga gak enakkk…

    Suka

  3. What.?? Ada apa dengan kyuhyun…??? Masa nyerah gitu aja… pasti ada batu di balik udang kekekek… ditunggu part srlanjutnya ya…. semangat…

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s