Become Each Other’s Tears


image

Author     : minachan

Tittle        : Become Each Other’s Tears

Category  : NC 21, Yadong, Sad, Oneshoot

Cast          : Oh hye rim (oc)

                    Oh sehun

                    Masaki

                    lee taemin

Fanfic pertama saya yang saya post disini. Terimakasih semoga menikmati cerita dari saya.

Biarkan waktu mengikis semua yang telah terjadi, termasuk tentang cinta, cinta yang datang tak akan mudah di hapus.

Terdengar suara bantingan pintu di sebuah ruangan. Terlihat dua pria yang sedang berpandangan seakan bertanya kenapa dia membanting pintu. “Hentiakan. Perbuatan bejad kalian ini. Aku sudah tidak tahan dengan perbuatan kalian aku selama ini aku mencoba untuk sabar dan terbiasa tapi kalian tak bisa memahami ku” ucap wanita itu dari balik pintu. “Hyerim..ayolah apa kau akan seperti ini?kau tak ingin melihat aku bahagia huh?” Ucap pria yang di sebut dengan sehun ini. “Kenapa kau lakukan ini degan masaki? Kenapa harus dia?” Ucap hyerim dengam air matanya “biasanya kau tidak pernah mempermasalahkan aku bersamanya. Ada apa sebenarnya antara kalian ini huh? Atau jangan jangan kalian berhubungan di belakang ku? Memang benar Dari dulu kau hanya memikirkan dirimu sediri. Kau selalu inginkan apa yang aku punya kau ambil masaki dari ku dan kau sirik pada ku juga keluargaku iya kan karena  Ayah mu hanya anak pungut.” Ucap sehun  *brakk*.hyerim membuka pintu dengan paksa. Ia mendekati sehun *plak* sebuah tamparan mendarat di pipi kiri sehun. “Harusnya kau malu. Selama ini siapa yang mengurusmu setelah paman meninggal? Ibu dan ayah. Bisa bisanya kau-” ucapan nya terhenti oleh masaki “sudah hyerim sudah.. biarkan sehun sendiri dulu. Ayo kita pergi ayo..” sehun hanya menunduk masaki membawa hyerim pergi.

Mereka berbua sudah ada di luar rumah. Mereka bertiga tinggal bersama di rumah atap. ” masaki kenapa? Kau hianati aku ? Kau sudah tau perasaan ku kan? Kenapa kau hianati aku lagi masaki.” Hyerim memukul mukul masaki. Masaki memeluk hyerim “sttt sudah. Maafkan aku aku salah” “kau berjanji padaku waktu itu kan tak akan mengulangi masalalu mu kan?” “Untuk kali ini aku tidak bisa hyerim. Tapi aku akan berikan apapun yang kau minta.”

Flashback

Sehun kecil dan hyerim kecil bermain sersama di sebuah taman. Mereka bermain petak umpet “baik sehun aku yang jaga” hyerim menghitung mundur. Dari kejauhan ada seorang pria mengintai mereka. “Satuu… sehun kau dimana? Sehunn??”  Hyerim mencari kemana mana. Di sebuah gudang dekat taman itu hyerim memdengar sesuatu “lepaskan akuu… ahhhhhh….awwwwhhhh ommmmaaaa saaakkkkkiiittt” teriak sehu.hyerim melihat semua itu dari belakang pintu yang terbuka sedikit. “Ommmaaaa tolong aku.” Seakan tubuhnya tak bisa bergerak. Hyerim hanya bisa melangkah mundur dengan airmatanya. Lalu ia terjatu. Dan bayangan itu hilang. Hyerim bermimpi lagi kejadia itu. Ia sangat merasa bersalah pada sehun. Ia tidak bisa membantunya waktu itu ia hanya bisa menangis dan menunggu pria itu kabur. Dan ia melihat sehun tergelatak. Semua bayangan itu tidak bisa ia hilankan.

Hari ini hari pertama masuk sekolah kelas 4 sd. Sehun terpukul karena ibu dan ayahnya meninggal. Apalagi ia tidak bisa tinggal di rumah lamanya. Ya, ibu dan ayah sehun kaya. Sedangkan paman angkatnya hanya punya kedai ramen, dan sialnya di dalam surat warisan sehun tidak bisa mengakui hartanya. Karena belum cukup umur. Dan pamannya juga tidakbisa berbuat apa apa selain menunggu sehun besar. Dan semua perusahaan di kelola oleh adik dari ibunya sehun. Namun pamanya itu tak ingin sehun tinggal bersamanya. Dengan kata lain dia di buang pamanya demi harta.

Dan disini sehun sekarang bersama hyerim anak dari paman angkatnya. Memang dari kecil sehun selalu bermain dengan hyerim jadi dia tak canggung lagi dengan hyerim. Saat hyerimelihat sehun ia teringat kejadian 5 tahun lalu itu. Ia merasa bersalah dengan ia tetap diam dan tidak bercerita pada siapapun. Dan itu juga keinginan sehun sendiri. Menurutnya itu sebuah aib yang harus ia rahasiakan. “Sehun ayo kita berangkat.” Hyerim menggandeng sehun, sehun hanya melihat hyerim dengan tatapan  yang tidak bisa di artikan. Lalu sehun membentuk bulan sabit di bibirnya. Ternyata ia sangat senang dengan adanya hyerim di sisinya itu.

Namun saat itu hyerim baru menyadari sesuatu. Saat melihat sehun melihat temanya tae min sehun seperti jatuh cinta pada anak laki laki itu. Di rumah sehun dan hyerim satu kamar. “Sehun apa kau menyukai tae min?” Tanya hyerim yang sibuk dengan seragamnya. “Kau bicara apa? Kau pikir aku suka laki laki?” “Sehun maafkan aku tapi tatapan mu berbeda padanya.” “Sudah lah hyerim jangan di bahas lagi.” Sehun pergi dan menuju dapur.

Hyerim pov

Saat ini kami menginjak bangku smp. Tingkah laku sehun semakin menunjukan bahwa ia punya ketertarikan pada pria. “Sehun… hari ini apa bisa kita makan malam bersama?” Tanya ji hyun. Sehun hanya tersenyum dan berkata “maaf aku sudah punya janji dengan hyerim untuk belajar bersama” sontak aku yang ada di sampingnya menoleh padanya dan menunjukan ekspresi terkejutku. Memang sehun terkenal di kalangan anak perempuan. “Atau kita belajar bersama?” Tanya ji hyun lagi. “Maaf ji hyun kau bukan tipe ku. Permisi kami akan pulang” sehun memegang tangan ku dan beranjak dari sana. Semua orang di sana melihat kami karena bersama. Di jalan menuju pulang “ahhhh… hyerim kau tau tadi tae min melihat ku. Aku gugup…” ucap sehun. Sejak satu bulan lalu sehun mulai terbuka pada ku. Aku tersenyum melihat lagi senyuman yang pernah hilang. Aku juga merasa tidak terlalu bersalah karena kejadian dulu. “Oh sehun bukanya itu tae min?” Tanya ku “wanita itu siapa? Kenapa ia bersama tae min?” Ucap sehun. Ekspresi sehun berubah “ayo kita cepat pulang hyerim.” Sehun nampaknya ia sangat kecewa. Aku tahu itu aku melihat jelas.

Setibanya di rumah. “Kami pulang” ucapku dan melihat omma sedang di dapur. “Kalian ganti baju dan makan” “baik omma. Tapi menu masakan sekarang apa?” Ucapku. Sehun langsung pergi ke kamarnya. “Hyerim sehun kenapa?” “Ah dia sedang sedih bu. Ia patah hati, orang yang di sukainya bersama orang lain” “ohh.. sekarang hibur dia. Cepat sana!” “Omma kan tau jika kesal dia tidak ingin di ganggu” “sekarng kau coba dulu sana, sekalian saja ajak dia untuk makan” “baik omma.”

Aku sudah ada di kamar kami. Ya karena rumah ini kecil jadi kami masih satu kamar. Ku lihat dia berbaring dengan selimut menutupi seluruh badanya. “Oh sehun… kita makan? Omma sudah masakan makanan” ucapku yang mulai mengganti pakaian ku. Aku tak malu di depan sehun karena kami di besarkan bersama sama sudah seperti kakak beradik. “Aku tidak napsu” “ayolah jangan sedih lagi. Ayolah sehun” aku mengguncangkan badan sehun. Akhirnya ia tak tahan ia bangun ku lihat dia menangis “sudah jangan menangis ok.” Ku usap air matanya. Ia melihat ku lalu ia memeluku dan menangis sejadi jadinya “sudah jangan menangis lagi.” Aku menepuk punggungnya.

Saat makan ayah sudah pulang “oh iya ayah baru saja mengurus kepindahan kedai ramen kita. Tapi jauh dari sini. Jadi ayah berencana akan pindah.” Ucap ayah. “Ayolah ayah aku tak ingin pindah” protesku pada ayah “tenang saja kau dan sehun akan tinggal disini. Omma dan appa akan pindah kebetulan di kedai baru ada tempat yang bisa di tinggali. Kami akan beres beres mulai besok dan akan menempatinya minggu depan. Dan kau hyerim mulai minggu depan tidur si kamar kami. Jadi sehun bisa tidur sendiri.” Penjelasan ayah panjang lebar. Dan aku hanya mengangguk saja. “Soal makan. Bahan makanan omma akan sediakan kalian cukup memasak. Bisa kan?” ” baiklah omma aku mengerti.” Ucapku “sehun kau tidak apa apa kan?” “Ah aku tak apa apa omma” sehun menjawab dengan muka sedih sudah terlihat jelas ia sangat sedih.

Hyerim pov end

Seminggu kemudian. Sehun dan hyerim mengantar ayah ibunya pindahan “ya sudah ibu kami pulang dulu. Aku sudah lelah” ucap hyerim pada ibunya itu. “Yasudah pulang saja.” ucap ibunya. “Yasudah ibu kami pulang” ucap sehun. Mereka berjalan beriringan, dari arah berlawanan ada seorang pria membawa dua koper dan ransel besar pria itu menghampiri mereka. “Permisi saya ingin bertanya dimana saya bisa mencari kamar sewa sekitar sini.” Ucap pria itu bahasanya agak formal “anda dari jepang?” Ucap hyerim “iya nama saya masaki” pria itu memperkenalkan diri “ohh.. ada. Kebetulan di rumah kami ada kamar kosong dan kau bisa menyewanya” ucap hyerim “tunggu hyerim apa ibu akan mengijinkan?” Tanya sehun “tenang saja sehun bukanya bagus kita punya uang tambahan tiap bulan. Tenang saja aku akan bicara pada omma.” “Baiklah terserah kau saja.”.

Mereka sampai di rumah “ini kamarmu masaki. Masukan saja pakaian mu di lemari, kalau boleh tau kau sekolah disini?” Tanya hyerim “iya aku sekolah smp disini. Di smp taewon” “itu juga smp ku. Jadi sangat kebetulan.” “Hyerim omma telpon!” Seru sehun ” baik aku akan kesana.” Hyerim pun berbicara dengan ibunya. “Ne omma..?” “Kau menyewakan kamar mu?” “Iya. Lagi pula omma tidak akan tinggal disini lagi kan?” “Baiklah.. terserah kau saja. Tapi dia orang baik baik kan?” “Tentu omma dia murid smp. Dia satu sekolah dengan ku.” “Baiklah. Omma akan datang besok ke sana mengecek okk” “terserah omma saja” sambungan telpon ini terputus.

Di kamar masaki ia sedang memasukan pakaian ke lemari di bantu oleh sehun “benarkah? Aku tidak berpikir begitu hahaha” ucap sehun dan tertawa riang hyerim melihat mereka dari balik pintu. ‘Akhirnya ia bisa tersenyum kembali’ batinya. “Tada sudah selesai. Mari kita makan aku akan masak untuk mu masaki” ucap sehun dan menarik tangan masaki “berhenti sehun lepaskan tangan mu dari masaki” ucap hyerim “cih… baiklah…” sehun pergi ke dapur dan mulai memasak. Sedangkan hyerim dan masaki sedang mengobrol.

Keesokan harinya mereka berangkat bersama. “Hey kalian bertiga kita berangakat bersama” sontak mereka menoleh ke sumber suara “tae min..” ucap sehun “aku kemarin baru pindah” mereka berempat berjalan beriringan “Hyerim kau tau aku kemarin sangat senang.” Ucap tae min dan menggandeng hyerim, sehun pun terdiam dan menatap mereka ia melihat tangannya ia berpikir andai dia ada di posisi hyerim . Masaki melihat kesedihan sehun “ada apa sehun kau iri dengan mereka? Ya sudah aku akan menggandeng mu” masaki menggandeng sehun dengan erat sehun melihat masaki dengan tatapan kagum dan ia tersenyum.Sejak saat itu sehun mulai menganggap masaki bukan teman tapi seorang ia sukai.

Suatu hari “sehun masaki aku akan pulang terlambat karena aku menjadi anggota osis” ucap hyerim “ya tapi jangan terlalu larut ibu pasti hawatir” ucap sehun yang sedang memasak sarapan “uhh saudara ku ini sangat perhatian sekali” “ini demi dirimu juga jangan terlalu cape” “baiklah aku berangkat duluan” “hyerim tunggu sarapan mu ini makan dulu ” sehun membawa roti bakar menuju hyerim yang sedang memakai sepatu “setidaknya kau makan dahulu buka mulut mu” sehun menyuapi hyerim dan masaki membawa segelas susu “tunggu kau harus minum ini juga” ucap masaki “iyaa aku akan terlambat jika kalian memberiku ini.” hyerim pun berangkat. Masaki dan sehun saling bertatapan dan saling melempar senyuman “akhirnya aku memiliki dirimu masaki” ucap sehun dan ia mendekatkan wajahnya pada masaki dan mencium nya “kiss morning” ucap masaki dan memeluk sehun “kumohon jangan tinggalkna aku masaki” “tidak akan masaki hanya untuk sehun”.

Beberapa hari hyerim pulang larut. Kebetulan ia pulang bersama tae min karena ia juga ikut osis juga. Mereka berjalan bersama “hyerim… !” Ucap tae min “hmm?mwo?” Tiba tiba tae min mencium bibir hyerim,hyerim mendorong tae min “apa yana kau lakukan?” “Aku menyukaimu..”  *plak* sebuah tamparan berhasil mendarat di pipi kiri tae min “kau… aku membemcimu. Dari awal ku bertemu dengan mu aku membencimu.” Hyerim lari menuju rumah nya ia membuka pintu. Ia tidak melihat sehun dan masaki di ruang tengah. Terdengar bemda jatuh di kamar masaki. Hyerim membuka pintu itu. Betapa terkejutnya ia melihat apa yang di lakukan sehun dan masaki di sana. Persetubuhan sejenis. “Apa yang kalian lakukan??!!!!!” Teriak hyerim sontak mereka berdua berhenti dan mulai melihat hyerim. Hyerim pergi ke kamarnya dan menguncinya. “Hyerim buka pintunya. Cepat..!!!” Teriak sehun “jangan memperlihatkan tampang mu lagi di hadapanku.” Hyerim menangis sejadi jadinya.

Hyerim mengemasi beberapa bajunya. Ia pun pergi dari kamarnya “hyerim kau mau kemana?” Tanya masaki” buka urusan mu “ayolah kita bicarakan lagi tentang hal ini” ucap sehun.”kau penghianat masaki… kau tau kan semuanya kenapa kau melalukan hal itu padaku.” Masaki terdiam. Hyerim menuju pintu dan pergi. Hyerim ia sudah ada di depan kedai ramen ayah ibunya “hyerim sedang apa disini?” “Omma appa.. aku merindukan kalian aku ingin menginap disini.” “Kau tak ajak sehun?” “Sehun besama masaki mereka bisa tinggal untuk jaga rumah. Aku merindukanmu ibu.” Hyerim menangis di pelukan ibunya. “Hey ada apa ini? Ada masalah tolong ceritakan pada ibu.?” “Aku baik baik saja ibu. Aku hanya merindukan mu.” “Ya sudah sekarang kau makan dulu ibu akan buatkan ramen untuk mu sayang ” hyerim duduk di bangku ujung.

Ia melihat sepasang kekasih di dekat jendela. “Kenapa mereka lakukan ini?” Gumamnya hyerim mengusap mukanya. *kting* lonceng pintu kedai berbunyi tanda ada tamu baru datang. “Taemin.. dia bersama perempuan?” Gumam hyerim. Ia merasa terkejut apalagi pria itu menyatakan perasaanya beberapa jam yang lalu. Hyerim memutuskan untuk pulang ke rumahnya lagi “omma aku akan pulang lagi. Aku lupa harus mengerjakan tugas ku.” Ucap hyerim.” Tunggu. Ambil ini. Setidaknya kalian bertiga harus makan kan?” “Baiklah omma aku pergi. Salam pada appa juga ya.” Hyerim memuju pintu. Kebetulan tae min melihat hyerim “hyerim…” ucapnya, ia hanya melirik jijik pada taemin ia melanjutkan menuju pintu.

Di rumah. “Aku pulang”ucap hyerim dan menuju dapur. “Kau dari mana saja hyerim? Kenapa kau tak jawab telpon ku?” Sehun mecercanya dengan beberapa pertanyaan “apa aku harus bicarkan ini dengan mu?” Hyerim menuju ruang tengah dan mulai memakan ramen “hyerim kau dari mana?aku khawatir dengan mu” ucap masaki. Hyerim tersenyum pada masaki “aku pergi ke tempat omma. Dan omma buatkan ramer untuk kalian. Sekarang makan sama sama. Ayo.” Sehun hanya membuang napas kasar. Bagaimana tidak ia tidak emosi. Ia di acuhkan hyerim sedangkan masaki, hyerim lebih lembut pada masaki. Masaki menuju dapur “sudah jangan kesal seperti itu. Ayo kita makan” masaki menuangkan ke mangkuk. Mereka bertiga makan tanpa ada percakapan di antara mereka berbeda dengan sebelum “maafkan aku hyerim tapi aku tidak bisa menahan ini” ucap sehun mulai membuka percakapan hyerim menghela napas dan tersenyum “ya tidak apa apa. Kalian bisa lakukan sesuka kalian” sehun dan masaki pun menoleh pada hyerim. “Hyerim apa kau tidak marah?” Tanya masaki “aku tidak berhak menghalangi cinta kasih kalian.aku tau diri. Aku menyayangi kalian, jadi aku ingin kalian bahagia” hyerim menunduk dan memakan lagi ramen miliknya “hyerim. Ini benar benar bukan dirimu?” Ucap sehun dan pergi dari sana menuju kamarnya “sehun!!” Ucap masaki “sudahlah. Makan saja ramenya. Enak bukan, ini buatan ibuku”

Malam semakin larut hyerim menuju kamarnya ia melihat sehun sedang berbaring. “sehun maafkan aku” gumamnya dan mengusap rambut sehun. Hyerim pun berbaring di dekat sehun mereka saling membelakangi. Ia melihat bingkai yang ada di atas meja. Potonya dengan sehun saat kecil. Ia teringat saat di taman kejadian yang tak akan pernah terlupakan olehnya. Kebodohannya itu membuat sehun seperti ini. Di yang buat sehun seperti ini. Ia pun terlelap, “sehun tidak… jangan sehun” gumam hyerin di balik pintu itu dan menutup mulutnya “awwwwwhhhhh…. ommmmmaaaaaa tolong akuu” teriak sehun “tidak ada yang bisa menolongmu anak kecil” “ohhh seehhhuunn tidakkk” hyerim berteriak ia bermimpi buruk lagi. “Hyerim kau tidak apa apa?” Sehun menenangkan hyerim, hyerim memeluk sehun dan menangis sejadi jadinya “jangan menangis lagi, aku disini aku tidak apa apa.” Ucap sehun menenangkan hyerim “maafkan aku oh sehun, aku mohon maafkan aku” hyerim berkali kali meminta maaf pada sehun “iya.. sekarang tidur kembali dan tenangkan dirimu” sehun terus memeluk hyerim.

Pagi pun tiba. Mereka berangkat seperti biasa, hyerim ingin melupakan kejadian kemarin karena ini salahnya dulu.
“Masaki kau akan pergi ke les piano hari ini?” Tanya sehun “tentu, dan kau?bukanya kemarin kau mendaftarkan dirimu di les matematika?” Tanya masaki dan mulai merangkul sehun dan menatap mata sehun “what the hell…kalian ini, kita sekarang di tempat umum. Kita lanjutkan di rumah saja” ucap hyerim “oh hyerim kau ikut les atau semacamnya?” Tanya masaki “aku belum memikirkannya. Aku berencana akan keluar dari osis dan mulai belajar.” Ucapnya dan mulai berjalan sendiri di depan sehun dan masaki. Setibanya di sekolah semua anak perempuan melihat ke tampanan sehun dan masaki mereka saling berbisik. “Mengganggu sekali” gumam hyerim dan mulai bejalan dengan cepat “hyerim tunggu aku” ucap masaki yang satu kelas dengan hyerim, sedangkan sehun berbeda kelas.

Mereka sekarang mengijak tingkat dua di smp itu. Saat makan siang pun mereka tetap bersama. Di kantin sekolah sedang ribut tentang pertarungan antara hae min dan joonha mereka merebutkan seorang wanita. Mereka bertiga tak menghiraukan nya samasekali. “Aku merasa terganggu dengan mereka” ucap hyerim dan menyematkan handfree ke telinganya dan mulai makan. Tiba tiba tiga orang pria datang tak kalah tampan dari sehun, mereka menumpahkan sayur pada baju sehun. “Maafkan aku. Ku pikir kau tempat sampah” ucapnya dan mulai menjauh masaki berdiri”harusnya kau minta maaf pada sehun,” “wah wah.. pasangan guy ini” ucap ji hoon asal “diam kalian jaga ucapan kalian” ucap masaki lagi “kalau bukan guy kenapa kalian bersama terus?ah aku tau. Kan ada seorang wanita di antara kalian atau janga jangan secar bergantian kalian menyetubuhinya.” “Hentikan.. mulut kalian ini seperti wanita. Penggosip” ucap sehun dan berdiri mulai membersihka  bajunya yang basah. Ia menuju ji hoon “lain kali hati hati bung. Aku bukan tempat sampah” sehun tersenyum sinis dan mulai menjauh dari jihoon “berhenti kau!” Dan tiba tiba *bukk* sebuah tonjokan mendarat di pipi mulusnya itu kemudia ia langsung tersungkur, masaki menuju sehun yang tersungkur itu “sehun kau tidak apa apa?”. *brakk* tiba tiba hyerim menggebrak bangku “hentikan hoon” ucapnya dan *bukk bukk* tonjokan berhasil mendarat di rahang dan hidung mancung jihoon.

Sekarang bagian jihoon yang tersungkur “kau… awwwhhh… hidungku” keluh jihoon hyerim membawa tray nya dan menumpahkan sayur ke baju jihoon sampai ke mukanya ” ahh maaf ku kira kau penampungan tempat sampah” hyerim menautkan lagi handsfree nya dan mulai meninggalkan mereka. Semua murid yang tadinya memngerumuni hae min dan joonha. Mereka malah mengerumuni sehun dan jihoon.

Keesokan harinya. “Hoon maafkan aku..” ucap hyerim dengan muka dinginya “bu lihat dia tidak tulus meminta maaf padaku” protes jihoon pada gurunya itu. “Kekanak kanakan. Seharusnya dia yang di hukum dia yang memulai nya dengan menggagu sehun” ucap hyerim datar “iya tapi kau juga salah hyerim ” “aku sudah meminta maaf padanya sudah cukup kan?. Sudah bu guru aku pergi, urusanya kan sudah selesai” hyerim meninggalkan ruang BK itu. Di luar sudah ada sehun dan masaki “bagaimana?” Tanya masaki hyerim tersenyum “aku baik baik saja” hyerim meninggalkan mereka berdua.

Hyerim menyusuri lorong, para murid melihatnya dengan berbisik satusama lainnya, Ia pun mulai terganggu dengan itu Ia menggunakan handsfree kesayangan nya itu ia mulai melangkahkan kakinya di lorong itu.ia mulai mengikuti pelajaran seperti biasa. Ia di jauhi para anak perempuan lainya karena mungkin hyerim aneh. Masaki yang ada di sampinya memengang tangan hyerim dan bebisik “terimakasih sudah menjaga sehun ku” “menjijikan sekali” ucap hyerim.

Hyerim memutuskan untuk mengikuti latihan taekondo. Setiap hari dia menuju tempat latihanya, “kita kedatangan murid baru” ucap pelatih song itu “kenalkan dirimu” lanjutnya “hay namaku oh hyerim mohon bantuanya semua” “silakan bergabung dengan yang lain” ucap pelati itu. “Wahh anggota baru lagi.. kenalkan namaku jimin” kata seorang pria “namaku sooah” ucap seorang wanita dengan perawakan mungil “hayy namaku hany aku anggota tertua. Aku sudah sma. Kau bisa panggil aku unni saja” setelah memperkelakan diri hyerim duduk di antara mereka “mana yang lainya?” Ucap hyerim “mereka mengikuti turnamen” ucap hany. Pelatih song sudah bersiap untuk melatih.

Latihan selesai hyerim dan hany pulang bersama karena jalanya searah ” hyerim kau nampaknya mempunyai beban yang berat? Ku lihat dari raut wajahmu” ucap hany “ahh unni ini.. aku tidak apa apa” “jangan berbohong” “tidak unni aku baik baik saja” “ya sudah kita berpisah disini, jika ada masalah jangan sungkan bercerita dengan ku” “baiklah unni..” mereka berpisah di persimpangan jalan.

Sampai di rumah, “aku pulang” ucap hyerim. Hyerim rak lihat siapa siapa, ia membuka pintu kamarnya ada sehun yang sedang tidur pulas “sehun apa kau sudah makan?” Sehun tak menjawab. Hyerim berganti baju dan mulai ke dapur memasak untuk dirinya sendiri “kau masak apa?” Seseorang menganggetkan hyerim “apa kau mau?” “Tentu. Aku lapar tapi aku malas untuk bergelut di dapur” ucap sehun “mana masaki?” Tanya hyerim “dia belum pulang, tadi dia sempat pulang dulu tapi dia pergi karena ia masuk les” “ohh.. ayo kkita makan” ” iya..”. Sehun hendak duduk tapi ia nampak kesakitan “kau kenapa?” Tanya hyerim “ah tidak aku hanya-” ucapannya terhenti “aku tau kau sudah melakukan itu dengan masaki kan? Sejauh itukah sehun?menjijikan sekali” “aku tidak ingin ribut dengan mu, ini keinginan ku, aku mencintainya begitu pula dia” “terserah kau saja” hyerim makan dengan muka masam.

Beberapa bulan telah berlalu. “Unni ada yang mencari mu” ucap hyerim pada hany yang sudah siap untuk pulang “dia pria. Apa itu pacarmu huh?” Lanjut hyerim dan mulai membawa tas nya “dia pacar kakak ku” ucap nya enteng “wait… bukankah kakak mu laki-laki?” “Dia pasangan gay nya, yasudah adau pulang dulu, atau kau mau ikut pulang bersama?” “Ah ani… aku pulang sendiri saja” “yasudah aku pulang duluan dahh” hyerim melihat mereka berdua, pria itu merangkul hany tapi hany tidak mau. “Hyerim..” seseorang melambaikan tangan kepada hyerim “masaki. Kenapa dia ada disin?” Gumamnya dan menuju masaki “aku menjemputmu. Sehun bilang dia akan masak makanan untuk kita berdua” masaki memegang tangan hyerim nampaknya masaki tak ingin kehilangan hyerim. Pegangan nya begitu erat.

Setibanya dirumah “kami pulang” sehun audah menunggu di depan meja makan yang sudah tersedia berbagai macam makanan “waw.. dalam rangka apa kau memasak sebanyak ini sehun?” Tanya hyerim dan  duduk. “Mari kita makan” mereka makan dengan lahap. Tak lupa canda tawa mereka. Sebenarnya hyerim tidak ingin ini berakhir tapi suatu saat dia harus merubah mereka berdua namaun ia tak pernah sanggup.

Keesokanharinya , “hyerim kau mau menginap di rumahku satu malam saja hari ini saja, kakak ku tidak ada” ajak hany “baiklah unni, aku menghubungi sehun dulu” mereka berjalan beriringa “oh ya kemarin yang menjemputmu siapa?” Tanya hany “ohh unni melihatnya?” “Tentu apa dia pacarmu?” “Ah ani unni, aku dengan nya satu rumah, ia menyewa kamar di rumah ku kebetulan ia ingin menjemputku karena sepupuku sedang memasak untuk kami” “oh begitu”. Setibanya di rumah hany “duduk aku akan abilkan camilan” ucap hany dan pergi menuju dapur. Tiba tiba pintu rumah terbuka “kami pulang” hyerim hanya melongo melihat dua laki laki itu benar mereka sangat tampan “kau siapa?” Ucap salah satu dari pria itu “mungkin dia temanya hany kemarin aku melihatnya di tempat latiha hany” ucap pria yang menjemput hany kemarin “kenapa kalian pulang?” Tanya hany dengan muka kesal “kenapa memangnya kakakmu ini tidak boleh pulang?” Ucap pria berambut coklat itu “cih.. sekalian saja jangan kembali ke rumah ini, ayo hyerim kita masuk kamarku saja” ucap hany mengajak hyerim “heyy kau tidak sopan pada kakakmu ini huh, biar ku beri pelajaran” hany pergi bersama hyerim.

Mereka tiba di kamar hany, dari awal masuk rumah pun sangat mewah. Apalagi kamarnya sangat indah “duduklah. Maafkan aku, kau melihat pertengkaran kami” ucap hany dan duduk di sebela hyerim “kau tau unni, aku sepertimu. Pada awalnya kau bercanda tentang kakakmu itu. Keadaan dirumah ku sama sepertimu” hyerim mulai terbuka pada hany “maksudmu apa?” “Aku tinggal dengan pasangan gay juga.” “Mwoo!! Ceritakan padaku.” “Aku punya sepupu angkat namanya sehun dari dulu ia tertarik pada seorang pria. Dan saat kami kedatangan masaki mereka sama sama penyuka pria. Dan mereka pacaran.” ” kau tau hyerim, sejatinya para pria butuh kehamgatam seorang wanita. Apa kau pernah melihat mereka bercinta?” “Aku hanya melihat mereka berciuman saja” ucap hyerim polos “hahah kau polos sekali, saat mereka mulai permainanya mereka memcari payudara. Kau tau sejatinya seorang pria punya dada rata bukan? Saat mereka memengang kemaluan satusama lain, kemaluan mereka samasekali tidak akan cepat menegang. kau tau kan?” “Hah? Aku..” hyerim menggaruk tengkuknya “maafkan aku bukan aku meracuni pikiran mu tapi itu kebenaran yang harus kau tau.” “Baiklah unni ceritakan padaku” “saat saling besentuhan punya mereka tidak tegang secepat orang normal melihat tubuh seorang wanita. Mereka akan tegang ketika mereka sudah masuk mulut” “itu menjijikan” “kau tau sejatinya mereka membutuhkan seorang wanita, apa enaknya anus seorang pria bukan? Mereka para manusia bodoh tuhan menciptaka lubang yang lebi baik dari pada anus pria bukan.” “wow pengetahuanmu itu luas juga unni, aku ingin merubah mereka, aku sangat menyayangi mereka unni.” “mungkin karena aku sudah biasa melihat mereka bercinta, peluang mu sangat kecil hyerim, lihat dadamu agak rata, tubuhmu tinngi. Mereka akan memandangmu bukan wanita malah mereka mengaggap mu seorang wanita berbentuk pria” “apa kau tidak jijik? Benarkah unni, semoga suatu saat aku bisa metubahnya ” “Aku hanya bisa diam, mungkin karena aku tidak bisa berbuat apa apa. Apalagi kakaku itu sangat pemarah, iya ku harap kau bisa merubah mereka” “mmmmpp unni karena kakakmu sudah datang aku akan pulang saja, aku tidak enak padanya” “maafkan aku kau jadi tidak enak dengan nya” “tidak apa apa unni.” Hyerim berjalan menuju rumahnya ia berpikir keras tentang ucapan hany.

Satu tahun kemudian, “omma tidak bisa seperti itu, aku tidak mau berasekolah di sekolah khusus wanita. Itu sangat menjenkelkan omma, aku akan susah mencari teman” hyerim terus protes dan memohon agar ia tidak masuk sekolah khusus wanita. “Kau tau kan kata kata omma tidak bisa di cabut kambali, besok omma akan mengantarmu ke asrama ok, jangan sampai terlambat, omma pulang dulu” ommanya itu tidak bisa di ajak kompromi. “Arggghhhh aku mulai frustasi” ucap hyerim “sudahlah hyerim janga  kau menentang ibumu” ucap sehun “ayolah sehun aku tidak iblngin terjebak bersama para wanita monster itu, aku takut di bully. Kau tau kan para wanita itu” “mungkin tidak semua kan hyerim” ucap masaki dari dapur “lebih baik kau coba saja dahulu. Jika kau tidak nyaman pindah, mudah kan?” Ucap sehun. Keesokan harinya hyerim memasuki gerbang sma khusus wanita, terlihat para murid melihatnya dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.

Sehun dan masaki juga masuk sekolah. Mereka berjalan berdua seperti biasa “semua orang melihat kita dengan tatapan aneh” ucap masaki “heyy pasangan gay tidak malu apa kalian datang ke sekolah… hahaha” “jaga bicaramu” ucap masaki denga nada emosi “sudah jangan di ladeni lagi kita masuk kelas saja” ucap sehun dan mulai meninggalkan mereka “kenapa mereka bisa tau” masaki “pasti gara gara si tae min yang menyebarkannya” ucap sehun dengan nada setengah marah “iya aku lupa, ia melihat kita waktu itu,” ucap masaki. Mereka mulai mengikuti pelajaran sehun dan masaki beda kelas jadi mereka tidak terlalu di curigai.

Di sekolah hyerim. Entah kenapa disini ia tidak nyaman, tatapan mata mereka berbeda pada hyerim, bahkan tidak pernah bisa di artikan. Bahkan ia ingin keluar dari sekolah ini. Hari pertama pun ingin ia lewati dengan tenang tapi. “Hey anak kelas satu, kesini kau!” Seru seorang wanita pada hyerim, ia melangkah menuju orang itu “aku suka gelangmu itu, boleh aku minta?” Ujar kakak kelas hyerim itu “maaf unni aku tidak bisa berikan ini, ini punya kenangan tersendiri, maafkan aku, aku permisi dulu” hyerim pergi, wanita itu bernapas kasar dan menujukan wajah kesal nya “hey diam disana.. memangnya berapa sih harganya,? Dasar” “jika memang unni kaya jangan meminta beli saja dengan uang mu.” Ucap hyerim dengan nada dinginnya.

Hari berat juga di alami oleh oh sehun “hahah terus pukuli dia, dasar pria lembek..” sehun di pukuli oleh kakak kelasnya ia tidak bisa apa apa. “Hey hentikan atau kalian ku keluarkan dari sekolah.” Seorang wanita datang, semuanya bubar “ya ampun sehun kau baik baik saja?” Ucap hany ” kau kenal aku?” “Tentu kau sepupu dari hyerim kan?” “Kenapa kau tau dengan hyerim?” “Dia teman ku di tempat latihan” “ohh.. terimakasih” “apa ku antar ke uks?” “Ah tidak usah aku tidak apa apa” “yasudah aku pergi, hati hati ok” hany pergi, sehun menatap punggung hany yang mulai menjauh ‘dimana saja kau, janjimu tak pernah kau ingkari hyerim, kau selalu melindungiku’ ucap sehun di dalam hatinya.

Hari hari berat juga di alami oleh hyerim *brak* hyerim terpojokan di antara lemari loker “mana airnya” seorang wanita membawa air dengan terburu buru. Ia memberikan pada wanita yang meminta tadi “baiklah kita mulai”  *byurr* air itu berhasil mengenai seluruh tubuhnya “hahah.. ayo kita pergi” mereka pergi, yang tersisa hanya hyerim yang sedang duduk di lantai dengan baju basah “omma, kau jahat padaku” hyerim tidak bisa bertindak apapun apa lagi dia tidak ingin mencoreng reputasinya sebagai anak baik baik. Ia berlari, mungkin  ia tak pernah berpikir untuk kabur dari tempat ini atau tepatnya neraka.

Satu tahun telah berlalu. “Lempar dia dengan balon air ini” beberapa siswa melempari sehun dengan itu. Ia tetap bertahan dengan perlakuan teman teman yang menurutnya ini perlakuan manisia pada hewan, ia tidak tau benar apa kesalah yang ia perbuat, selain air. Mereka melemprinya dengan terigu. Masaki ingin menolong sehun “tunggu, kau ingin mereka menyangka kau benar benar pasangan gay huh?” Ucap salah satu temannya.

Masaki tau benar yang mengetuai pembulian ini adalah tae min. Entah kenapa ia sangat benci pada sehun dan lebih parahnya lagi hany sudah lulus dari sekolah ini. “Hentikan semua ini,dasar manusia tidak punya otak kalian tidak punya akal sehat” seorang menghalangi mereka yang melempari sehun, wanita berambut pendek dan hampir menyerupai laki laki namun ia memakai rok sekolah wanita. “Jadi kau dalang semua ini taemin??” *bukk* kaki wanita itu melayang ke muka tae min itu , dan tae min tersungkur “kalian masih berani,? Sudah satu tahun aku tidak menghajar orang” seru wanita itu.

Sehun tak tau yang menolongnya itu siapa lagi. Tapi ia tak perduli dengan hal tersebut ia hanya ingin membersihkan dirinya saja. “Oh sehun bangun lahh” ucap wanita itu lirih. “Hyerim.. oh hyerim lagi lagi kau menyelamatkan aku” sehun menatap manik manik hyerim, “ayo kita bersihkan ini” hyerim membawa sehun ke toilet. Hyerim berbeda dengan yang dulu. Ia sudah pindah ke sekolah ini sekitar 1 minggu, ia tidur sementara bersama ibunya, alasan ia pindah ia mengadu pada sang ibu bahwa ia telah menjadi korban bullying apalagi rambut indah tebalnya itu harus habis di pangkas karena diberi lem oleh teman temanya. Ia pun memangkas habis rambutnya itu. Tapi ia tetap cantik denga  penampilan ini. “Hyerim. Kau disini bersama kami” masaki datang dan memeluk hyerim erat.” Kemana rambut mu?” “Aku terkena bullying, seluruh rambutku diberi lem” sehun keluar dari toilet. Ia tersenyum cerah menuju hyerim yang sedang berbincang dengan masaki “dari mana saja kau?” Sehun memeluk juga hyerim, pelukan saudara itu sangat hangat “kenapa kau tidak bisa menjaga dirimu huh?” Hyerim menjitak sehun “aku senang kau ada disini” mereka bertiga pun bisa bersama lagi.

Semenjak hyerim berada di sisi mereka tak ada lagi pembullian di sekolah. Mereka bebas, dan semuanya sudah menganggap sehun sebagai teman, dan menerima sehun tanpa ada kata kata gay lagi, meski di kehidupan di rumah masaki dan sehun masih menjalin hubungan. Dan akhirnya hyerim tinggal bersama sehun dan masaki lagi. Ibu pun tidak pernah lagi memaksakan kehendaknya lagi. Ia cukup senang melihat anak anaknya bahagia. Dengan kebersamaan.

Suatu hari, sehun mengikuti les matematika dan masaki mengikuti les piano, hyerim masih senanga berkutat di televisi nya itu, musim dingin telah tiba. Apalagi sekarang jam 9 malam akan ada badai salju menyelimuti daerah tempat hyerim tinggal, ponsel hyerim mengangkat telpon dari masaki itu, “yeobseo..hyerim aku akan pulang terlambat malam ini karema akan ada badai salju.” ucap masaki di sebrang sana “baiklah, tapi sehun menghubungi mu tidak?” “Setahu ku ia sudah pulang  bersama teman temannya ia bilang akan pulang jam 7, benarkah dia belum pulang?” “Ia belum datang, sekarang sudah jam 8 lewat tapi ia belum pulang, aku akan coba telpon dia” hyerim menutup telpon dari masaki itu ia menghubungi sehu tapi tidak di angkat.

Kesekian kalinya ia menelpon sehun dan akhirnya sehun mengangkatnya “sehun kau dimana??”  Hyerim bertanya denga  nada kawatir “ahh.. akuu.. entahlahh.. hahahah aku akan pulang sekarang sayang, aku akan menyerangmu, puaskan aku sayang malam ini” sehun ternyata mabuk, hyerim semakin kawatir apalagi tiba tiba sambungan telpon itu terputus, dan usahanya untuk menelpon lagi sehun sia sia, pria mabuk itu tidak akan mengangkat nya. Sekarang jam juga sudah menunjukan jam 9 malam “argghhh sehun kau dimana,” hyerim mulai frustasi.

Akhirnya hyerim membawa mantenya, ia berniat keluar rumah tapi *brakk* pintu rumahnya terbuka “sayangg kau dimana??” Sehun berjalan dengan sempoyongan “yaampun kau mabuk, ada apa sehun” hyerim memdekati sehun tapi sehun mendorong hyerim ke dinding rumah “kau sangat mengiaurkan sayang” sehun mulai gila “sehun sadarlah” hyerim mulai takut dengan sehun “kau harus memuaskan ku sayang, kita sudah lama tidak seperti ini bukan?” Sehun berbicara tak karuan “sehun sadarmmmmpppp” sehun mencium hyerim, ciumannya sangat menuntut dan intens hyerim coba menolak dan meronta namun ia tidak bisa, saat mabuk sehun sangat kuat , biasanya ia sangat lembek.

Hyerim coba menolak namun pertahananya ambruk. Ia tidak bisa menahan lagi ia tidak bisa menahan lebih lama lagi. Sesungguhnya ia sangat mencintai pria di depanya ini , sejak ia remaja cinta pertama nya adalah oh sehun sepupunya sendiri bahkan masaki juga tau tentang hal ini. Sudah cukup ia memendam rasa itu. Ia harus bisa memiliki pria impiannya ini. Bahkan saat hyerim tau bahwa sehun itu tertarik pada tae min, ia sangat benci pada tae min. Menurutnya ia adalah penyebab sehun dan ia agak renggang.

Hyerim membalas perlakuan sehun ia membalas ciauman menuntut sehun “sayang tak biasanya bibirmu semanis ini” sehun melumat lagi bibir hyerim, sehun mengangkat kedua kaki hyerim agar meingkar di pinggangnya, dan mengangkat tubuh kecil hyerim “apa ini epek alkohol aku merasa kau sangat ringan sayang” ucap sehun dan mencium lagi hyerim yang tengah menikmati remasan di bokongnya. Dan sehun membaringkan hyerim di tempat tidur, sehun nelusupkan kepalanha ke laher hyerim menandai kepemilikanya di tubuh sepupunya itu. Ia mulai menjalar ke dada hyerim “kenapa dadamu jadi terasa kenyal sayang,?? Apa epek alkohol juga?? Aku gila.. tapi ini sangat nikmat” hyerim merasa bersalah ia menangis di selela kenikmatan yang sehun berikan pandanya. *strrr* denga  satu tarian baju hyerim di robek oleh oh sehun “tunggu kenenapa kau mamakai bra? Kau mau coba? Ahh iyaa..tapi aku tidak bisa membukanya. Aku robek saja” lagi lagi bra hyerim di robek. Terlihat gundukan kembar itu sehun mengerutkan keningnya. ” ahhh.. sejak kapan dadamu tumbuh sayang??” Sehun meremas keduanya dan memilin nya “ahh…” akhirnya terdenga suara desahaan hyerim yang sehun tunggu tunggu “sebut namaku sayang” sehun  pun mulai memberika  servisnya lagi “ouhhhh.. sehunnnn aaahhhh” sehun pun menjilati dua gundukan itu ia merasa ini sangat nikmat di bandingakan biasanga ia menyedot keduanya bergantian seperti bayi menyusu pada ibunya.

Tangan hyerim yang sejak tadi berada di kepala sehun mulai di tarik oleh sehun menuju ke selangkangannya yang sudah menegang itu. “Sekarang puaskan aku sayang” sehun membuka seluruh bajunga dengan paksa. “Sentuhlah jangan ragu” hyerim dengan ragu memegangnya “ahhh…” menurut sehun sentuhan ini sangat nikmat di bandingakan biasanya. “Kenapa diam saja ?ini buka  pertama   kalinya kan untukmu” sehun pun membimbing hyerim menggerakan tangan dan mengocok nya “seperti ituhh… ahhh.. sangat nikmat..” merancau tak karuan ” sayang masukan pada mulutmu” dengan ragu hyerim menuruti perkataan sehun, “ahh lebihhh dalamm lebihh cepat sayang akhhhh…” tak berapa lama sehun mengerang ” sudahh.. aku akan ledakan di dalam mu saja” sehun membuka celana hyerim “wait. Apa ini kemana kebanggaan mu sayang, hanya ada dua lubang. Apa kau operasi, ahh aku luapa aku sedang mabuk, aku akan coba lubang atas saja,?” Sehun menyentuh milik hyerim “akhhh…” desahan kembali terdengar “akkhh jadi ini kelemahan mu” sehun terus mengocok klitoris hyerim, sang empu hanya bisa berteriak ke enakan “sudah aku akan masukan ini” sehu  meulai memasukanya perlahan “kenapa tidak bisa ??” Denga  sekuat tenaga sehun mamasukan miliknya “ommmmmaaaaaa sakiiiittt” hyerim berteriak denga  kencang “sayanga kau baik baik saja kan” hyerim menangis dan mukanya mulai pucat pasi “apa aku hentikan saja?” Sehun hendak mengeluarkan lagi miliknya hyerim manahannya.

Sehun menggerakan miliknya “ouhhhh… ini sangat nikmat ahhhhhh” rancaunya “ohh sehunn” hyerim mulai mendesah tak karuan sehun membungkam hyerim dengan mencium bibirnya dan memainkan gunduka indah milik hyerim, kenikmatan yang tiada dua di rasakan oleh hyerim, ia di setubuhi pertama kalinya oleh pria yang sangat ia cintai. “Aouhhhh… aku ingin keluar” sehun berteriak tak karuan dan *byurr* ia menumpahkan cairanya di dalam tubuh hyerim. Hyerim terlunglai lemah. Sedankan sehun memeluknya erat. Sangat erat, “aku sangat menikmatinya terimakasih sayang” sehun mengecup lagi bibir hyerim. Sehun pun tertidur.

Masaki masuk rumah *brak* ia melihat hyerim keluar dari kamar nya denga  pakaia  yang robek dan tidak bisa di pakai lagi ia hanya memakai celana dalam dan baju robek itu di pakai untuk menutupi bagian tubuh atasnya saja. Masaki membulatkan matanya “hyerim” ucapnya lirih dan mulai mendekati hyerim, hyerim terduduk lesu mukanya pucat matanya terus mengeluarkan airmata “masakii….” masaki tau situasi ini, ia memeluk hyerim “maafkan aku.. kumohon maafkan aku” .” Dia melakukanya padaku, dia melakukanya tanpa sadar. Ia menyentuku tanpa berpikir aku ada di sisinya. Hanya ada dirimu di pikiriranya. Aku sangat memcintainya. Tapi ia tak pernah menerimaku” hyerim menangis sejadi jadinya. “Maafka aku.. aku bersalah padamu” masaki terus meminta maaf kepada hyerim “kau tau  ingun sekali aku menyentuhnya lagi dan di sentuhnya. Tapi itu hanya akan jadi mimpi bagi ku ini.” Masaki melihat manik manik hyerim yang terus mengeluarkan air mata. “Tatap aku” masaki mendekatkan wajahnya pada hyerim *chup* hyerim di cium oleh masaki “mulai dari sekarang anggaplah aku sebagai sehun kau boleh memonta apapun dariku. Asal aku tidak berpisah dengan sehun. Aku akan bisa menjadi pengganti sehun di sisimu sebagai kekasih yang kau inginkan” masaki memeluk lagi hyerim.

Masaki menuntun hyerim ke kamarnya “beristirahatlah, pakai baju mu lagi.” Masaki menutup pintu kamar hyerim ia membuatkan air hangat untuk hyerim “kau sudah selesai memakai baju, boleh aku masuk?” Masaki masuk tanpa ada jawaban dari hyerim ia melihat hyerim memeluk lutunya airmatanya terus mengalir, harusnya ia senang dengan ini, karena ia telah melakukan itu dengan orang yang sangat ia cintai. “Hyerim..” masaki mendekat hyerim “masaki… ” lagi lagi tatapan sedih itu lagi. “Sekarang kau sudah memiliki ku. Kau harus anggap aku sebagai sehun mu. Aku tidak ingin kau merasa sakit lagi” masaki memeluk hyerim sangat erat. Hyerim menatap masaki dan mengecup bibi masaki pelan “oh sehun” ucapnya dan memeluk lagi masaki.

Masaki keluar dari kamar hyerim, karena hyerim ingin beristirahat, lalu ia pun masuk ke kamarnya yang sudah berantakan itu, terlihat sehun tidur dengan nyenyak. Jelas dari muka sehin ia sangat senang, mukanya pun masih terlihat merah karena epek alkohol. Masaki mengganti bajunya dan ikut tidur di samping sehun ia memeluk sehun erat “rasa apa ini,?aku rasa ia sudah mulai berbeda. Kemana  rasa itu” masaki bergumam.”arghhh” sehun mengerang “ah… masaki. Aku ingin memelukmu sayang” sehun memeluk masaki erat. Masaki merubah posisinya menjadi terlentang dan melepaskan pelukanya. Ia hanya melihat langit langit dengan ekspresi sendunya itu. Di sisilain ia ingin bersama sehun tapi di sisilain ia ingin berusaha membahagiakan hyerim yang selama ini masaki telah mengambil orang yang paling hyerim cintai. Ia melihat sehun yang tengah memeluknya erat seperti tidak ingin kahilanganya. “Sehun…” masaki bergumam “hmmmpp?” Sehun menjawab, ternyata ia belum tidur “aku sangat mencintaimu” ucap masaki dan memandang sehun “aku juga sangat mencintaimu, jangan tinggalkn aku” sehun semakin erat memeluk masaki. Sedangkandi kamar sebelah herim masih tetap menangis. Ia sangat sedih dengan apa yang sehun pikirkan saat mereka bercinta tadi hanya masaki lah di pikiranya.

Kesokan harinya, “hoamm” sehun bangun ia melihat masaki di sisinya. Ia tersenyum bahagia apalagi mengingat tadi malam sehun mengecup bibir masaki “morning kiss” ucapnya dan masaki terbangun dan tersenyum “kau mengambil ciuman pagi hariku” ucap masaki dan mendekatkan wajahnya dan mmencuim sehun gemas.”aku mandi duluan” Masaki berlari menuju kamar mandi ia terburu buru karena ingin buang air. Pintu kamar mandi pun tidak di kunci.

Masaki membelalakan mata “hyerim” sontak hyerim yang sedang mandi berterik tapi masaki membungkam hyerim dengan mencium hyerim, hyerim membelalakan mata “kita mandi bersama” masaki menjauhkan mukanya. Dan buang air ” akhirnya keluar juga, aku menhanya dari tadi” masaki mulai membuka bajunya. Hyerim masih menggosok rambutnya dan membelakangi masaki “kenapa kau masuk..” ucap hyerim kesal “kenapa memangnya?” Masaki mengguyur badanya dan memberi sabun di seluruh badannya. Begitu juga hyerim “ayo menghadap pada ku” masaki memegang pundak hyerim dan memutarkan badanya agar saling berhadapan “tenang saja aku tidak tergoda dengan badan mu” masaki mengguyur lagi badannya agar bersih, berhubung gayung disana hanya ada satu masaki iseng memgguyur hyerim juga” dingin masaki bodoh” hyerim menjerit “jangan terlalu berisik sehun akan dengar nanti” masaki membungkam lagi hyerim memakai tangannya.

Mereka sudah bersih sekarang “wah ini buatan sehun” masaki menujuk pada kissmark yang ada di leher dan dada hyerim “memangnya kenapa” hyerim hendak mengambil handuk tapi masaki malah menghalangi dan menyudutkanya di tembok “mau apa kau” hyerim gugup “aku ingin buat satu di sini boleh?” Masaku menunjuk payudara hyerim “kau bercanda, tidak boleh” tapi tanpa persetujuan masaki sudah memegang gundukan itu dan membuat kissmark disana “ahh…” desahan hyerim terdengar indah “ahh jadi sensitip wanita disini” masaki sudah selelsai dengan tugasnya. Ia menjauh. Hyerim melihat kepunyaan masaki dan memang benar itu tegang, tidak seperti sehun kemarin,  “masaki tunggu” masaki berbalik dan *grep* ia memengang punya masaki “apa apan kau ini” masaki menjuhkan diri dari hyerim , tapi hyerim malah menyudutkan masaki “apa benar kau tidak tertarik dengan tubuhku ini” hyerim mulai memengang dan mengerakanya “sudah hentikan aku mau sekolah hyerim” “memangnya kenapa? Bukanya kau tidak suka tubuh wanita”.

Sehun sudah ada di luar. “Masaki kau sudah mandi aku ingin buang air tau.” Sehun mengeluh di luar sontak hyerim menjauhkan tanganya “sehun tolong kau ambilkan handuk unruk ku aku lupa” masaki berteriak “kau ini selalj lupa” sehun pun pergi. Masaki pun keluar bahkan dengan handuk melingkar di badannya “kau bilang kau butuh handuk dan ini kau memakainya” sehun bingung “ah ini milik hyerim, iya hyerim, dia baru saja masuk kamar mandi katanya ia ingin buang air” sehun mengerutkan dahinya. “Ah sudahlah buatkan aku sarapan buatanmu ya sayang” masaki pun mulai masuk kamarnya dengan sehun yang m terkejut dengan kecupan manis di bibirnya barusan ia tersenyum dan mulai ke dapur. Dan kamar mandi pun terbuka hyerim keluar dari sana.Entah mereka sangat canggung sekali.

Saat menuju sekolahpun hyerim tidak pernah lepas dari masaki dan membuat sehun kesal “kau bisa lepaskan dari masaki huh” sehun bersuara karena kesal “memangnya kenapa?” Mereka berdua hendak bertengkar tapi masaki memisahkan mereka. Tidak hanya di perjalanan di sekolahpun tingkah hyerim yang jadi dekat dengan masaki pun membuat sehun geram tapi ini sekolah jadi ia tidak bisa apa apa. Di rumah pun begitu “masaki aku akan masak untuk mu” ucap sehun “tidak usah aku sidah masak untuk mu masaki ” hyerim membawakan makanan buatannya “cicipilah” sehun mengeram kesal “masita” masaki pun menghabiskan makananya. Saat malam pun hyerim tidur di tengah ” hey kenapa kau ada di sini” sehun sangat kesal “aku ingin dengan masaki” hyerim puntidur. Sehun pun membelakangi hyerim. Pagi harinya masaki terbagun ia tersenyum melihat sehun dan hyerim berpelukan. “Apa kalian tidak akan bangun?” Masaki sudah bangun dan berdacak pinggang mengekpresikan ketidak sukaannya “hoamm” sehun sadar “haaaaahhhh apa apaan kau ini” sehun mendorong hyerim  “awww, bisa pelan atau tidak dasar bodoh” hyerim pergi tanpa kata kata lagi “sayang aku bisa jelaskan padamu ku pikir itu kau” sehun meminta maaf pada masaki. “Sekarang cepan mandi” masaki keluar kamar dan membuat sarapan.

Hari ini adalah hari kelulusan mereka di sma, karena masaki dan hyerim satu kelas jadi acara perpisahan kelas mereka sudah berakhir dan mereka sudah tiba di rumah. Masaki dan hyerim hanya berdua di rumah karena sehun tidak pulang karena dia merayakan di rumah salah satu temanya. “masaki..” hyerim berdiri tepat di belakang masaki yang akan masuk kamarnya, hyerim menyeret masaki masuk ke kamar hyerim “puaskan aku sekarang, kau menganggap dirimu oh sehun kan, aku akan menganggapmu oh sehun juga” hyerim menyudutkan masaki dan mulai menciumnya menuntut “ohh sehun” gumamnya saat masaki mengimbanginya dengan menelusupkan kepalanya ke leher hyerim “ternyata seenak ini tubuh wanita” masaki bergumam dan mulai mengangkat tubuh hyerim menuju kasur “aku akan coba menjadi sehun mu” masaki mulai melucuti semua baju yang melekat di tubuh hyerim dan mencuimi seluruh badan hyerim ,hyerim hanya memdesah dan ia mulai membuka kancing baju masaki di sela sela cumbuan masi di bibirnya itu “aku akan membuatmu minikmato malam ini sehun” ucap hyerim pada masaki dan mengubah posisi mereka, hyerim ada di atas masaki “oh sehun.ahhh” hyerim mulai membuka celana sekolah masaki dan memperlihatkan milik masaki anehnya tidak menegang “kenapa susah sekali bangun?” Hyerim menyentuh dan mengocoknya pelan “ouhhhhh, sehunn lebih cepat lagi” ya masaki juga menganggap hyerim sebagai oh sehun jadi mereka saling melampiaskan satusama lain. Hyerim suka dengan ekspresi masaki dan ia mengulum milik masaki, sang empuh pun mengerang tak  karuan “sudah sehun… aku ingin di dalam” masaki mengangkat hyerim dan sekarang ada di bawahnya, masaki memengang milik hyerim “ouhhhh… sehhuunnn sentuhh lagi ku mohonn” masaki terus mengocok klotoris hyerim “ternyata senikmat ini” masaki pun mulai membuat ancang ancang “aku akan masukan milik ku oh sehun, kau harus tahan” masaki mulai memasukan miliknya itu “sehuuunnnn….ahhhhh” masaki sudah berhasil memasuki milik hyerim, dan mulai mengerakanya.

Semakin lama gerakan mereka semakin cepat “ohhhh…. inihhhh… nikmatthhhh sekalllliiii ohhhh sehuuuunnn” rancau masaki “sehunnn… lebihhh dalammm ahhuhhh… lebihhh dalam…. ouhhh sehuuunnn” desahan hyerim terdengar ke seluruh penjuru rumah. “Sehunn aku akan ledakan di dalam” masaki merancau “lakukan saja semaumu” hyerim sudah tak punya tenaga lagi. *byur* masaki mengaluarkan cairan di dalam rahim hyerim membuat hyerim mendesah hebat.

Hyerim dan masaki tersenyum  “sehun aku menikmatinya” ucap masaki dengan mengatur napasnya “gumawo oh sehun” hyerim memeluk masaki. Tak berapa lama masaki memakai lagi bajunya. “Aku akan kesini lagi.” Ucapnya dan mengecup hyerim di kening. Masaki keluar kamar hyerim, “aku pulang..” masaki kaget dengan kedatangan sehun. “Kenapa ekspersimu seperti itu sayang” ucap sehun dan memeluk masaki “aku merindukan mu, tadi semua teman membawa pasangan, hanya aku yang tidak.” Ucapnya lagi. Masaki mencium sehun dan membawanya duduk di depan televisi, ciuman mereka sangat intens “apa malam ini kau inginkan aku?” Tanya sehun “iya..” masaki mengangkat sehun ke pangkuannya. Dan mulai membuka kemeja mereka.

Flashback end

Hyerim memeluk masaki saat itu, ia ingin melepasakn semua kekesalanya pada sehun dengan menangis sejadi jadinya di pelukan masaki. Sekarang mereka ada di tepi jalan yang menunjukan betapa indahnya kota seol di malam hari. Masaki membawa dua kaleng minuman soda “maafkan aku.” Masaki duduk di samping hyerim, *drttt* ponsel masaki berbunyi tanda ada panggilan masuk  “iya ibu ada apa?” Yang menelpon itu adalah ibunya masaki di jepang “ayolah ibu aku tidak akan pulang ke jepang, aku sudah dapat beasiswa di sini” ucap masaki “tidak ibu sudah daftarkan mu di sini masaki, ini tidak bisa di batalkan.” “Aku tidak mau” masaki hendak menutup telpon ibunya itu “aku akan menggantikan mu masaki, di jepang aku akan ke sana dan mengambil beasiswamu” ucap hyerim serius, ya hyerim tau bahwa dari seminggu lalu ibunya sudah memaksa masaki pulang dan beralasan sayang jika beasiswa itu tidak di ambil olehnya. Masaki pun berbicar lagi “ibu temaku hyerim yang akan menggantikanku nanti di sana” ucap masaki “baiklah. Ibu senang apalagi hyerim yang datang” sambungan terputus.

Ibu masaki memang mengenal hyerim karena dulu dia pernah datang ke seol, kebetulan juga ibu masaki itu asli busan. “Kau yakin akan menggantikan ku?,bagaimana dengan impianmu tentang sehun?” Masaki memandang hyerim sengan tatapan sendu. “Aku akan datang kesini lagi nanti saat aku sukses” hyerim berkata dengan penuh keyakinan. Apa yang akan hyerim lakukan itu sebuah tindakan yang beresiko besar tak kala ibunya yang hanya berdangang ramen saja. Namun ia yakin pasti iya akan sukses dengan semua itu. “Tapi aku belum punya uang untuk pergi ke jepang” keluh hyerim “soal masalah itu tenang saja, aku punya cukup banyak uang, apalagi ibu akan mengurusmu dengan baik, karena ibuku berhutang budi pada ibumu yang selalu mengurusku selama di korea.” Jelas masaki panjang lebar.

Keesokan harinya hyerim dan masaki sudah ada di bandara. Ibunya hanya bisa membekali seadanya untuk hyerim. “Semoga kau sukses nanti, tapi kau tidak berpamitan pada sehun” ucap masaki, “aku merasa bersalah telah menamparnya,aku tak punya muka lagi untuk bisa bertemu denganya lagi” hyerim berekspresi sendu lagi “hati hati disana jaga dirimu, ingat jangan pernah dekati pria lain selain aku dan sehun ok!” Masaki mengancam hyerim “baiklah,” hyerim mengecup masaki kilat, masaki hanya tersenyum dan melambaikan tangan pada hyerim.

7 tahun telah berlalu, “iya aku akan segera kesana, kenapa harus mendadak seperti ini huh?” Hyerim sedang membereskan kertas kertas yang berisi coretan design produuk sebuah makanan, ia sekarang bekerja sebagai designer kemasan produk dan iklan. Dia memang sukses sekarang apalagi dengan kecerdasan yang dimilikinya ia bisa buat perusahaan jasa design, tapi dia masih ragu dengan hal ini. “Ibu aku harus pergi kerja sekarang” ucap hyerim pada ibu masaki “tunggu setidaknya kau harus sarapan dulu” ucap ibu masaki.

Iya ibu masaki sangat bahagia ada hyerim di rumah ini karena ia hanya punya dua putra ia mendambakan seorang putri dan hyerim datang ke rumah ini dan membuatnya sangat bahagia, ternyata rumah masaki sangat mewah.iya, masaki ternyata orang kaya, mengingat ayahnya punya perusahaan meterial kain. Tapi kenapa masaki memilih tinggal di rumah atap bersama sehun dan hyerim, entahlah hanya masaki yang tau alasanya. “Baiklah ibu..” hyerim membawa roti bakar  uatan ibu masaki dan meminum susu. “Aku berangkat bu”.

Hyerim sudah tiba di kantornya “kenapa kau mengganggu cuti ku huh” ucap hyerim “maafkan aku, kau kemarin kenapa susah sekali di hubungi” ucap temanya itu “bahkan kau memprotes masa cuti ku” hyerim memutar lagi ingatan tadi malam, ia menepuk keningnya, karena tadi malam ia minum soju bersama masaki di atap rumah masaki dan mereka berakhir di ranjang, dan hyerim juga lupa memberi tau masaki untuk sarapan dan membangunkanya. Mengingat tadi malam masaki ingin berlibur bersama hyerim.

Iya masaki pulang ke jepang selama 2 bulan, karena ada pekerjaan yang harus di kerjakan di jepang, masaki bekerja sebagai komposer sebuah label musik di korea, karena akan ada konser di osaka 1 bulan lagi ia bertugas mengatur acara disana. Dan kebetulan ia orang jepang ia bisa memepersiapkan segalnya sebelum acara itu berlangsung. “Hoammm…jam berapa ini” masaki melihat jam dinding “apa sudah jam 10, kenapa hyerim tidak membangunkanku” serutunya dan mulai mandi “ibu.. mana hyerim?” Masaki memakai baju kasualnya “dia sudah pergi tadi pagi pagi sekali katanya ada pekerjaan mendadak” jelas ibu masaki santai “anak itu, harusnya dia membangunkan ku, kan kita ada acara bersama dengan oh sehun” gumam masaki, “hah oh sehun? Bukanya tadi malam dia kemari ?” “Apa maksud ibu?” “Tadi malam saat ibu masak makan malam sehun datang dan ibu bilang kalian di atas, tidak lama dia kembali, dan beralasan bahwa ia harus pergi karena sekertarisnya menelpon nya” jelas ibu masaki “yaampun anak itu, yasudah ibu akan pergi dulu” masaki hendak membuka pintu “tunggu.. jadi kapan kau akan menikahi hyerim huh?” “Ibu ini bicara apa, aku tidak akan menikah dengan hyerim kami hanya….” ucapanya tertahan masaki menelan ludahnya ” bagaimana bisa kalian harus menikah, bagaimana jika hyerim hamil, selama ini memangnya ibu tidak tau?, ibu sangat mendukung kalian, ibu harap hyerim segera hamil anak mu” ibu masaki terlalu berhayal. ‘Aku tidak pernah berpikir ke sana, iya bagaimana jika dia hamil’ masaki pun keluar rumah, ia menelpon sehun “sayang kau dimana!” Masaki mengendarai mobilnya. “Aku sedang di hotel, kau akan kesini masaki?” Ucap sehun di sebrang sana “kenapa kau tak menghubungi ku jika kau sudah ada di jepang” “aku ingin memberi kau kejutan, jadi kau dan hyerim senang” masaki sangat kesal dengan jawaban santai sehun yang seakan mengejek dirinya. “Sudah aku akan kesana” masaki menutup telpon.

Hyerim terbelalak melihat pria di depanya “sudah lama tidak bertemu dengan mu hyerim, kau tidak banyak berubah sekarang” ucap pria itu ” tae min, ia ternyata kolega perusahaannya “diam kau” ucap hyerim ketus “tae min adalah kolega kami sekarang” ucap salah satu stap disana “kalian sudah berkenalan?” Tanya teman hyerim “tentu kami adalah teman satu smp dan sma dulu” hyerim pun segera mempresentasikan karyana. Tanpa bertelele ia ingi segera menyelsaikn pekerjaanya. “Cukup menarik desain mu, sedikit banyak kau membantu, jadi kami akan menggunakan desain mu” hyerim hanya memutarkan bola matanya “kau bisa cepat tidak, aku ada pertemuan dengan-” omongan hyerim terpotong “yayaya baiklah, kita rapat lagi besok” hyerim segera meninggalkan tempat itu.

Hyerim menggerutu sambil mengemdarai mobilnya. “Kenapa harus dia?, dasar bodoh” hyerim pun menelpon masaki “hallo masaki kau diman?” Tanya hyerim “aku sedang di hotel tempat sehun berada” sambingan telpon berakhir. Dan hyerim sampai di sebuah restoran di hotel itu, tak lama sehun dan masaki datang “selamat siang hyerim, sudah lama kita tidak bertemu” sehun duduk di depan hyerim mereka berpandangan tajam seakan ingin memakan satusama lain, masaki sudah merasakan atmosfer kemarahan antara mereka. “Kau mau makan apa masaki”ucap sehun, hyerim hanya menghela napas dan tersenyum. “Cukup oh sehun jangan seperti ini lagi, usiamu sudah tua, seharusnya kau memandang masadepan mu, kau harus punya anak dan istri” ucap hyerim kesal “anak? Aku akan dapat anak, aku dan masaki akan membuat bay tabung, kami hanya perlu menyumbangkan sperma kami bukan? Dan abu bisa beli wanita untuk jadi ibu dari anak ku bukan?” Sehun sudah tak tahan lagi “tidak semudah itu oh sehun, kau tau ibu mungkin akan sangat terpukul dengan ini.” “Kau tau aku sudah dapatkan lagi perusahaan ayahku dari si keparat itu, jadi bisa dibilang aku sudah kaya sekarang” hyerim semakin kesal dengan sehun “terserah kau saja, masaki aku pergi.” Hyerim pergi meninggalkan sehun dan sehun.

Masaki sedang sibuk dengan pekerjaanya memyiapkan komposisi misik dalam konser, hyerim duduk bersama ibu masaki dan adiknya “onechan, katanya kau akan menikah dengan onichan” ucap misaki “menurutmu hubungan kami apa?” Ucap hyerim “pacaran” ucapnya enteng “ibu mendukung kalian, setelah acara masaki selesai ibu akan pergi ke korea dan melamar dirimu nanti” ucap ibu masaki “ibu kami hanya,” telpon hyerim berbunyi, ia pun bangkit dari tempat ia duduk dan meraih poselnya tapi tiba tiba *oekkk* mual dan ia buru buru pergi ke kamar mandi.

Ibu masaki segera membawa hyerim ke rumah sakit, “selamat nona, anda hamil 7 minggu” hyerim membelalakan mata “ahhh akhirnya aku punya cucu” ucap ibu masaki hyerim dan ibu masaki sudah ada di rumah sekarang “kita harus rayakan ini” ibu masaki cepat menelpon ayah masaki dan ayah nyapun sangat senang dengan berita besar ini “hyerim selamat ya” ucap ayah masaki “terimakasih ayah” “ayah akan adakan pesta pernikahan kalian dengan meriah” “tidak perlu ayah, aku hanya ingin upacara sederhana saja” ucap hyerim. ‘Kenapa aku bisa hamil’ batin hyerim, “ibu apa masaki akan menerima anak ini?” Tanya hyerim “tentu saja, dia akan senang”.

Keesokan harinya, masaki sudah pulang dari osaka “aku pulang” di rumah sangat sepi, ia pun masuk kamarnya juga kamar hyerim, ya hyerim dan masaki satu kamar, hyerim duduk di tepian ranjang masaki datang dan memhecup kening hyerim “kau kenapa diam saja” hyerim menjauh masaki aneh dengan sikap hyerim ini. “Ada apa hyerim?” Hyerim menatap tajam masaki “aku hamil, aku hamil anak mu masaki” ucapnya lirih “apa..” masaki membelalakan matanya “iya.. kau pasti tidak akan setuju dengan ini kan, biarkan aku gugurkan saja anak ini” ucap hyerim frustasi “apa yang kau katakan aku sangat senang dengan kehamilan mu, jangan pernah kau katakan lagi tentang mengugurkanya” ucap masaki dan memeluk hyerim yang mulai menangis “apa kau akan menikahi ku?” “Tentu saja..” masaki pun mengambil kopernya “kau mau kemana masaki” tanya hyerim “aku akan pergi ke korea dulu, aku akan urusi benerapa hal, dan mengatakan hal bahagia ini pada ibumu, dan soal rencana pernikahan kita.” Ucap masaki dan mulai mengemasi pakaiannya “sehun bagaimana?” Masaki menghela napas dan tersenyum “aku akan bicara tentang ini padanya, tapi kau harus bersabar” hyerim mengangguk paham.

Masaki pulang ke korea, setibanya di bandara sehun telah menunggu masaki, “aku sudah lama menunggumu.” Sehun membawakan salahsatu tas masaki “ya aku sangat merindukan mu” ucap masaki dan sehun hanya tersenyum dengan perkataan manis masaki.

Mereka sudah ada di mobil sehun sekarang “bagaimana hubunganmu dengan hyerim?” Sehun mulai membuka suara “apa maksudmu sehun” masaki mengerutkan keningmu, sehun menepikan mobilnya. “Kau pikir aku tidak tau apa yang kalian lakukan di belakangku selama kalian di jepang huh” sehun berteriak membuat masaki memejamkan matanya “maafkan aku”. “Selain di jepang, dari dulu aku sudah tau tentang kalian berdua, apa aku sebodoh itu hah, kalian terlalu memperlihatkan kemesraan kalian.” Sehun semakin meluapkan kemarahannya masaki hanya diam “tapi oh sehun..” masaki tidak pernah punya kesempatan untuk percaya. “Kau tau saat kau dan hyeim bercinta aku selalu meihatnya, aku sudah tal tahan lagi” sehun sudah meluapkan emosinya yang ia pendam selama bertahu tahun “tapi sehun, hyerim sangat mencintaimu, bahkan ia rela melihat orang yang ia cintai bahagia dengan orang lain” ucapan masaki membuat sehun membeku, ia tidak pwrnah tau tentang hal ini. “Apa!”, “kau tau saat kau mabuk untuk pertama kalinya?, yang kau setubuhi bukan aku tapi hyerim sepupumu sendiri, dari saat itu aku membuat perjanjian dengan nya jika dia boleh menganggap aku sebagai kau, saat kami bercinta pun hanya namamu yang kami sebutkan di sela desahan kami” “apa…!!” Sehun teringat saat itu, ia mersakan kenikmatan tiada tara saat bercinta dengan hyerim, “benar sekali, kami lakuakn ini karena fantasi kami sehun, aku sudah jatuh cinta dengan tubuh wanita dan dia sangat menginginkan tubuh lelaki untuk menjadi pelampiasan hasratnya karenamu.”

Selain dulu, saat di rumah masaki pun sehun melihat hyerim dam masaki bercinta, dan mereka hanya memangil satu nama, yaitu namanya. Sehun semakin merasa bersalah? Ia berteriak dan memukul stirnya “sudah hentikan perkataan mu itu.” Ucapnya dan mulai mengemdarai lagi mobil audi nya itu “kau tau, aku dan hyerim akan menikah, dia tengah hamil sekarang” sehun menghela napas dan mulai menwtralkan rasa marahnya itu “baiklah, aku akan terima ini asalkan kau dan hyerim harus ke korea dan tinggal bersamaku.

Setibanya di rumah sehun dan masaki masuk, ibu hyerim sudah menyambut mereka berdua “masaki bagaimana keadaan hyerim?” Tanya ibu hyerim “sangat baik, bu. Aku ingin menikahi hyerim” ucap masaki membuat ibu hyerim terdiam dan tersenyum “alasanya?” Tanya ibu “dia tengah hamil anak ku bu” “apa…yasudah kalian segeralah menikah” ucap ibu hyerim dan mulai menyiapka  makanan untuk mereka. Nampak ada segurat keraguan di mata ibu hyerim entah apa itu. Masaki dan sehun pergi ke kamar mereka “masaki, bisa tidak jika kau tidak menikahi hyerim” ucap sehun dengan ekspreai dinginnya “kenapa memangnya?” Ucap masaki “memangnya kalian saling mencintai?sudah jelas kalian berdua itu sama sama mencintaiku bukan saling mencintai!” “Sudahlah sehun aku menikahinya buka karena cinta, tapi ada anak di antara kita” masaki meluapkan isi hatinya “aku mencintaimu begitupun dia, bahkan jika di bandingkan cintanya dan cintaku sama besarnya padamu, kau harus tau itu sayang” sehun bangkit dari duduknya dan merengkuh tengkuk masaki, mereka berciuman sangat intens, bahkan bisa di bilang seperti meluapkan kasihsayang antara mereka.

Di jepang, “kau yakin akan menikahinya hyerim” seorang pria berdiri di dekatnya dan meminum wine nya “entahlah” hyerim masih diam di dekat jendela apartemen pria itu, “bukanya mereka itu gay hyerim?” Pria itu selalu saja mengungkit hal itu “iya memang kenapa?” Pria itu menyimpan winenya dan mulai mendekati hyerim, ia merengkuh tengkuk hyerim dan hendak menciumnya “hey dasar bodoh,” hyerim berteriak di muka pria itu “heh janga  jangan itu anak ku” ucap pria itu dengan heboh, “aku di sentuhmu juga tidak” ucap hyerim dan mulai masuk ke kasur big size itu dan menggulung badanya dengan selimut “kau tidak ingat?” “Terserah kau saja aku ingin tidur, aku sudah bosan menghadapi mu bodoh, dan ku tekankan sekali lagi ini bukan anak mu, iya aku sudah seperti lacur di setubuhi oleh pria idiot sepertimu, namun itu dulu sebelum masaki datang, toh mereka berpikir ini memang anak masaki?”  Hyerim mengoceh di dalam selimut itu.

Pria itu adalah tae min, ia memang dekat dengan hyerim, mereka bersama saling memuaskan diri, entahlah mereka sama sama melampiaskan hasrat mereka satu samalainnya. “Kenapa kau tidak pulang, obu mertuamu tidak akan marah, dan mencari mu” ucapnya dan memeluk hyerim “dasar bodoh, mana mingkin aku pulang dengan keadaan aku sedang hamil apalagi di luar sangat dingin.” “Kan aku bisa memgantarmu” “kau gila ibu ku akan marah jika yang mengantarku seorang pria sepertimu” “huh jadi alasan kau bisa menginap apa” “menyelesaikan pekerjaan di rumah mitsuki” “kau pintar berbohong ternyata” tae min memeluk erat hyerim dari belakang dan mengelus perut rata hyerim “jika ini anak ku, aku akan sangat bahagia.” Ucap taemin dan mulai tertidur.

Masaki dan sehun terbangun dari tidurnya “sayang apa kau tidak akan berangkat ke kantor huh!” Masaki membangunkan sehun yang memeluknya sangat erat.”tidak aku hanya ingin bersama mu saja” ucap sehun dan mulai mengecup kening masaki “baiklah, sehun maafkan aku membuatmu sedih” sehun malah memeluknya lebih erat lagi. “Tidak perlu minta maaf”. Mereka sarapan bersama, ibu hyerim dan ayahnya ada di sana. “Rencana pernikahan mu kapan masaki?” Tanya ayah hyerim “secepatnya ayah” ucap masaki dan mulai memakan sarapanya itu. Masaki dan sehun pun pergi kerja bersama “aku duluan sayang.” Masaki dan mencium sehun. “Baiklah, aku akan jemput lagi nanti” masaki pun masuk ke gedung itu. Dan sehun melajukan mobilnya.

Hyerim terbangun dari tidurnya, ia melihat tae min sudah siap berangkat kerja, “sepagi ini?” Hyerim pun bangun dan pergi ke kamar mandi, ia mandi dan pamit akan pulang, “aku akan pergi,” tae min menahanya. “Sebentar aku ingin mencium anak ki dulu.” Ucap taemin, “sudah ku bilang ini bukan anak mu bodoh” hyerim membawa mentelnya dan pergi. Taemin hanya tersenyum melihat tingkah hyerim itu, bahkan jika memang itu anaknya ia yang akan menikahi hyerim. Sekarang ia memiliki segalanya, jadi ia tidak ragu untuk menikahi siapapun.

Kedekatan masaki dan sehun semakin erat, bahkan mereka kemana mana selalu bersama, ini adalah hari dimana huerim pulang ke korea untuk mengurus pernikahanya dengan masaki. Ponselnya berbunyi, “ya ada apa?” Ucap hyerim dingin dan mulai melangkah dari bandara “aku ada di delakangmu” ucap taemin yang sedang menelpon hyerim “ada apa kai disinj?” Tanya hyerim dan mulai melangkah lagi, “ayolah salah ya jika aku memjemput mi dan anak kita” ucap taemin asal “berhenti menyebut ini anakmu” “memang benarkan?” “Ini bukan anak mu” hyerim pun mulai memberhentikan taksi “mau kemana kau?” “Aku akan pulang” “pulang bersama dengan ku saja” “sudah ku bilang aku tidak mau” hyerim memberhentikan salahsatu taksi dan masuk, taemin hanya menghela napas.

Seminggu kemudian, hyerim duduk di kamarnya, ia ikut tinggal di rumah sehun “hyerim!” Seru ibunya dan memandang hyerim sendu “aku tau perasaan ibu, ku mohon biarkan aku menikah dengan masaki” ucap hyerim setengah memohon, “tapi ini permintaan bibimu sebelum ia meninggal kau dan sehun harus menikah”  hyerim memalingkan wajahnya yang tadi menatap sang ibu “kenapa? Ibu sangat maksakan itu, bu dia, sehun mu bu tidak pernah mencintai ku dan ia tidak pernah menganggap aku seorang wanita bu” tangsan hyerim pecah “sebesar apapun cintaku padanya akhir cerita aku tidak akan pernah bersama denganya” hyerim pergi dari hadapan ibunya yang sedang menagis juga.

Hyerim menunggu sehun di halte bus “kau menunggu ku?” Ucap sehun dingin “iya.” Mereka melangkah bersama “maafkan aku” satu kata yang di ucapkan hyerim setelah lama mereka berjalan “untuk apa?” Sehun memandang hyerim “semuanya, dan satu lagi, aku mencintai mu” hyerim terdiam “kata itu yang ku tunggu selama ini, kata kata yang hanya orang orang yang memgatakan nya bahwa kau memcintaiku dan sekarang aku mendengarnya langsung dari mulutmu” hyerim menunduk diam “karrena hari ini aku mulai bisa melupakan ambisiku untuk memilikimu” “tapi kenapa? Kenapa kau tidaak pernah menyatakanya, dan anak ini? Kenapa harus ada anak ini, mungkin jika dia tidak hadir sebagai anak dari masaki, aku akan menyiruhmu mengugurkannya” “hah semudah itu,kau bilang akan menerima anak masaki? Terakhir kau bilang begitu pada masaki kan?” “Semudah itu kau mempercayai bahwa aku akan terima anak masaki dari mu” mereka terus berdebat, dari seberang masaki melambaikan tangan.

Tepat sekali hyerim dan sehun melihat masaki di tempat penyebrangan mereka berdua tersenyum lampu lalulintas sudah menunjukan lampu hijau untuk para pejala kaki. Masaki segera menyebrang, tapi *ckittt* *brakk* masaki tertabrak oleh mobil yang tidak terkendali, mobil yang berisi seorang perampok yang sedang di kejar polisi itu berhasil menabrak masaki dan tiang listrik, sehun berteriak, dn hyerim hanya bisa diam tak ada yang ia lakukan ia hanya membulatkan mata melihat kejadian itu, sehun berlari ke tempat masaki berada “kau harus bertahan, masaki tidak masaki” sehun memegang pipi masaki yang penuh dengan darah itu, hyerim melangkah perlahan menuju masaki berada ia hanya bisa jongkok, dan melihat calon suaminya itu penuh dengan darah.

Hyerim hanya memperlihatkan mata sendunya, airmatanya seakan sudah habis, ia tidak bisa mentihkan airmata lagi, “seehuuun, akuu minta maaf, aku.. akuu..  tidak bisa menjadi yang kauuu minta” masaki berbicara terbata bata “sudah jangan bicara,” sehun membentak masaki dengan airmata yang mengalor deras. “Kuuu ingin kauu menikahi hyerim, dan jadi ayahhh darii anak ku, aku mohon” masaki berucap lagi sehun hanya mengangguk paham “hyerim maafkan aku, telah mengambil orang yang paling kau cintai, maafkan aku” masaki pun menghembuskan napas terakhirnya “masaki bangun jangan bercanda bodoh,” hyerim menggucangkan badan masaki “sayang ku mohon bangun” sehun berbisik dan memeluk masaki erat.

Di rumah sakit, di kamar mayat ibu dan ayah juga adik masaki datang, hyerim melihat tubuh masaki yang sudah kaku “kau benar benar meninggalkan ku kau jahat” hyerim mengguncangkan lagi badan masaki “kau jangan bercanda ” hyerim pun menangis disana, sedari tadi ia tak menangis akhirnya ia menangis sejadi jadinya “bangun.. kumohon bangun, kau kira aku sanggup mengurus anakmu ini huh?” Hyerim berteriak di depan tubuh yang sudah kaku ini. “Aku hanya ingin kita membangun keluarga dan anak kita bisa tau siapa ayahnya bodoh. Bangun ku mohon bangun” hyerim terduduk di bawah kasur masaki. Ia masih memukul mukul masaki.ia benar benar ter tekan. Sehun melihat kejadian itu “hyerim sudah” sehun memeluk hyerim, pelukan yang hilang selama 8 tahun kebelakang. Hyerim menangis dengan keras.

Di tempat penghormatan terahir, hyerim sudah memakai baju hitam, ia duduk di dekat peti mati masaki, ia hanya memandang dingin kearah depan denga mata sendunya itu, air matanya tak kunjung berhenti. Hanya ada hyerim disana. Ibu masaki di rawat di rumah sakit karena serangan jatunya. Semua orang membujuk hyerim agar bangkit dari duduknya, apalagi dia sedang mengandung. Saat kremasi pun hyerim sempat memukul mukul kaca tempat melihat pengkremasian. Ia pun tak sanggup lagi menhan berat badanya, akhirnya ia ambruk, dan terduduk, lagi lagi ia menangis lagi. Ia sangat terpukul dengan kematian masaki, bukan karena ia sudah mencintai pria asal jepang itu, tapi ia tidak bisadi tinggalkan dengan keadaan kehamilanya, dan ia tidak ingin anaknya menanyakan ayahnya kemana.

Hari pernikahan yang sudah di rencanakan semakin dekat, tapi hyerim tetap tidak bisa di ajak komunikasi, ia hanya mengurung di kamarnya. Begitu juga sehun, amanat masaki ingin ia lakukan tapi, ia tak sanggu menatap hyerim yang sedang mengandung anak kekasihnya sendiri. Sehun memaksakan dirinya keluar kamar, dan mengetuk kamar hyerim, namun tak ada jawaban. “Bukalah aku ingin bicara padamu” hyerim tidak mengubris teriakan sehun itu, “setidaknya kau harus makan, kau sedang mengandung hyerim ayolah.”

Akhirnya pintu pun terbuka, hyerim keluar tanpa menoleh pada sehun. Ia langsung menuju kulkas dan memakan buah apel. “Kenapa kau sesedih itu hah? Apa kau mulai mencintai masaki? Karena kau memberikan tubuhmu padanya?” Sehun memandang hyerim dengan dingin, “kau? Alasanya kau karena kau masaki menginginkan anak ini untuk mu, ia ingin kau dan dia punya anak. Dan ia ingin saat anak ini lahir akan kalian urus bersama.” Hyerim mulai menagis lagi. “Kau tau? Dia teramat mencintaimu, tapi kenapa kau ingin anak ini mati? Aku hanya tau jika masaki sangat bahagia dengan kelahiran anak ini nantinya, dan ia ingin menghadiahkan anak ini untukmu, tapi kau membemcinya, sudah lah sehun batalkan pernikahan kita, aku akan mengirus anak ini sendirian jangan harap kau bisa menyentuhnya.” Lanjut hyerim dan mulai pergi dari hadapan sehun yang sesama mematung.

Sebuah pelukan di rasakan oleh nyerim, aehun memeluk hyerim dari belakang “ku mohon jangan batalkan pernikahan ini, ini amanat masaki, juga ibuku bukan? Aku tidak bisa memgingkari wasiat dari kedua orang yang paling aku cintai” hyerim berbalik dan memeluk balik sehun, “kau akan menerima anak ini sehun?”  Sehun mengangguk, “maafkan aku saat itu aku tidal sadar mengambil kesucian mu, dan sebenarnya aku tau jika itu kau, aku tau tapi entahlah aku tidak bisa berhenti” hyerim mendonggak dan tersenyum, “sejak itu masaki merasa bersalah padaku.” Hyerim memeluk lagi laki laki yang sangat ia cintai itu. Entah kenapa pelukan hangat itu datang lagi.

Hari pernikahan hyerim dan oh sehun di gelar sangat meriah, di hadiri oleh berbagai pimpinan perusahan dan termasuk taemin , ia mengepalkan tangannya melihat pernikahan ini entah kenapa ia ingin sekali memgorak abrik pesta ini, tapi ia telah berjanji tidak akan pernah bertindak bodoh lagi. Ahirnya hyerim dan sehun sudah resmi jadi sepasang suami istri, tampak mereka sangat bahagia, tapi berbeda dengan keadaan hari mereka. Sehun melirik taemin yang nampak menahan emosinya.

Malam tiba, sehun meminum teh di balkon rumah, sedangkan hyerim masih berkutat di dalam kamar mandi, entah sudah berapa lama ia memandangi tubuhnya di kaca besar, ia teringat saat dirinya dan masaki menghabiskan malam di sebuah kamar mandi di jepang, “apa yang aku pikirkan” hyerim keluar dan masuk ke dalam selimut, ia menatap langit langit, “hyerim” sehun ikut masuk ke selimut dan merbaring di dekat hyerim “hyerim” sehun bergumam “hmmm” sehun mendekatkan dirinya “kau tau? Aku sangat memyukai wangi mu ini,dari dulu” sehun memeluk hyerim dan mengelus perut rata hyerim “ini anak ku sekarang aku akan menjaganya” hyerim menoleh “seseorang mengatakan padaku, cinta seorang gay itu tidak abadi” hyerim pun memejamkan matanya.

Lima tahun telah berlalu, “ommaa….” seorang anak perempuan berlari menuju hyerim dan memeluknya, hyerim menggendong anaknya itu. “ya ampun hyemi, kenapa kau tidak pakai payung” protes hyemi pada anaknya itu “ayah sehun membawanya, tapi ayah taemin melarang ku untuk pakai payung, katanya ini tidak hujan hanya salju” hyerim mencubit pipi anaknya itu, entah kenapa wajah hyemi sangat mirip dengan oh sehun bahkan bisa di bilang kembar “lalu mana kedua ayah mu huh?” Hyemi menoleh ke belakangnya “itu appa,” sehun dan taemin berjalan bersama, sehun memegang tangan taemin dan memasukan ke mantel nya “hey kalian kenapa membuat anak ku kedinginan”hyerim memarahi sepasang gay itu “hey hey, memang kenapa? Bukanya anak ku harus belajar bereksplorasi?” Ucap taemin “sudahlah hyerim kita masuk ke rumah saja” sehun mengambil hyemi ke pangkuannya “appa, teman temanku bilang aku sangat mirip dirimu” ucap hyemi “woah, benarkah? Appa jadi penasaran apa saja yang kau pelajari di sekolah” sehun membawa hyemi ke dalam rumah, hyerim dan taemin saling berpandangan mereka saling melemparkan pandangan tidak bersahabat mereka “dasar bodoh kenapa kau membiarkan anak ku kedinginan” hyerim protes pada taemin “ah sudahlah aku pusing, lalu bagaimana hasilnya?”  Hyerim memyodorkan tiga amplop “lebih baik kita masuk saja”hyerim pun melangkah meninggalkan taemin.

Sehun sedang berda di depan perapian berasama hyerim,  sedangkan hyerim dan taemin berada di dapur “aku juga tidak percaya jika hyemi anak sehun, seingatku aku tidak pernah melakukan itu dengan sehun, hanya kau dan masaki saja” hyerim duduk “benarkah, apa penjelasa dokter?” Taemin membaca kembali kertas itu “dia bilang bisa saja masuk lewat benda yang keluar masuk juga, ah entahlah, aku tidak mengerti.” “Ya sudahlah sekarang kan hyemi bersama ku dan sehun lagi pula aku sudah menganggapnya sebagai anak kandungku, bukankah dia itu sangat lucu” “jelas itu anak ku, dan seharusnya aku ada di sisinya sebagai ibu, dan sayangnya kau merebut suamiku” “kenapa memangnya? Bukannya kau lebih suka seperti ini?” “Iya iya, aku tidak ingin berdebat dengan mu.”

Keesokan harinya “hyemi, ibu harus pergi ke jepang lagi, kau baik baik bersama kedua ayahmu, juga nenek dan kakek mu arra?” Hyerim pergi lagi ke jepang, karena ia tidak anggup melihat sehun dan taemin bersama, meski ia dan sehun tidak pernah bercerai. “Baik omma” hyerim menirunkan hyemi “jaga anak ku sehun.” Sehun menggendong hyemi “baiklah sampai jumpa” sehun memeluk hyerim singkat “yasudah aku pergi dulu. Bye”. Hyerim pun melangkah menuju pesawat , hyemi dan sehun melihat dari kejauhan.

Fin.

Epilog

Saat sehun menerima insiden saat kecil bukan hanya dia yang mengalami, tapi taemin jugamerasakan apa yang di rakasakn sehun saat itu, memang mereka satu lingkunga rumah, tapi sehun dan hyerim tidak pernah menyadarinya, saat sehun pindah ke rumah hyerim, taemin pun ikut pindah karena pekerjaan ayahnya pindah.

Saat itu sehun menyuruh taemin menemuinya di atap sekolah, waktu itu taemin dan sehun masih dusuk di kelas 1 smp, “lee taemin aku..aku..aku menyukai mu” sehun menyodorkan sebuah kotak coklat. Taemin hanya diam dan terkejut. “Apa?” Hanya kata kata itu yang keluar. “Ah sial, pasti kau membenciku kan karena aku suka pada laki laki.” Sehun membanting kotak coklat itu dan berlari. Dan sejak saat itu ia melihat tae min bersama perempuan lain. Dan saat taemin mencium hyerim ia ingin merasakan rasanya berciuman berasama wanita.

Saat sehun selalu bersama masaki, saat itu mereka sudah sma,  taemin selalu membuli sehun, tapi suatu saat ia terlalu kesal dan menyeret sehun ke belakang sekolah dan membanting sehun ke tembok “kenapa kau selalu bersama masaki?” Taemin berteriak dan menyudutkan sehun “kau kenapa huh? Dia kekasihku sedang kau, hanya melihatku jijik benarkan?” Sehun membentak lagi taemin “aku tidak pernah bilang padamu jika aku menolakmu sehun” taeim bertriak lagi  dan *chup* taemin mencium sehun, taemin menggerakan bibirnya, sehun yang tadinya diam malah menilmatinya, tapi ia sadar ini tidak benar? Sehun pun mendorong taemin sampai ia teraungkur. Sejak saat itu sehun dan taemin canggung untuk bicara.

Saat malam kelulusan sma dulu, sehun pulang oleh taemin, dan mereka pun berciuman lagi. Saat itu memang sehun dan taemin memadu kasih di belakang masaki dan hyerim. Sehun pun masuk rumah tapi ia memdengar sebuah desahan di kamarnya dan hyerim , ia membuka sedikit kamar nya betapa terkejutnya ia melihat masaki dan hyerim sedang menyatukan tubuh mereka, lebih parahnya sehun mendengar masaki dan hyerim memanggil namanya. Ia pun keluar rumah lagi, saat itu sehun mengejar lagi taemin, di lorong gelap dan sempit itu sehun menyudutkan taemin “ada apa sehun?” Taemin coba bertanya *chup* sehun malah mencium taemin, ciumanpun semakin menuntut.

Taemin memutuskan sekolah di jepang, bahkan ia tidak tau jika hyerim juga sekolah disana, selama 4 tahun taemin lulus dan ia bekerja di perusahaan ayahnya, kebetulan juga ia bertemu dengan hyerim, ia menceritakan semua persaannya teehadap sehun. Dan sejak saat itu hyerim menjadi alat pelampiasan dirinya pada sehun. Begitu juga hyerim terhadap sehun. Mereka pun saling melampiaskan hasrat. Suatu hari taemin bertemu kembali dengan sehun, dan saat itu juga sehun melihat hyerim dan masaki bercinta, ia sangat sedih dan mencari taemin, mereka pun memadu kasih, sampai sehun dan hyerim menikah, saat itu hubunga  pernikahan hanya bertahan 1 tahun, setelah itu taemin masuk ke kehidupan hyerim dan sehun, sudah tak tahan hyerim pun memutuskan untuk ke jepang lagi dan anaknya di urus oleh pasangan gay itu.

Terimakasih, akhirnya fanfic panjang ini selesai, maaf banya typo nya, silahkan tinggalkan komentar anda dan masukan anda tentang fanfic saya ini.

10 thoughts on “Become Each Other’s Tears

  1. Bagus kok ide ceritanya author-nim. Tapi, penempatan kata, typo, dan penggunaan kata-kata nya hal yang pertama yang harus diperhatiin, itu aja sih menurut aku, idenya sipp, di tunggu yaa next story dengan perbaikan yang interesting tentunya. Fighting author-nim!!!

    Suka

  2. Hello author,
    Aku sangat menghargai karyamu. Tetapi banyak yang kurang mulai dr cara penulisan, typo, penggunaan kata dll.
    Karena ini ff pertamamu, aku sarankan untuk cari jalan cerita yang lebih ringan. Seperti bermain game pasti mulai dari lvl. 1 atau beginner 😊
    Semakin berlatih dan sering menulis, pasti akan tembus ke lvl advance.
    Jadi kusarankan untuk menulis yang ringan dahulu agar pembaca juga relax dan dapat feelnya saat membaca

    Suka

  3. Terimakasih atas dukunganya saya hargai masukan kalian. Terimakasihh. Gak ada feel nya ya… mmppp mungkin saya akan buat sequelnya yang lebih bagus.. saya sedih, akhirnya di post jugan makasih mimin

    Disukai oleh 1 orang

  4. Aku hargai ide ceritanya. Tapi kalau boleh aku mau berpendapat bahwa feelnya aku gak dapet sama, aku agak bingung dg ceritanya. Tapi udah aku coba buat paham kok… tetep semangat buat berkarya. Mungkin di next story lebih bagus kisahnya… dan banyak yang suka.

    Keep writing

    Suka

  5. Maaf yaa author. Kalo bisa percakapannya jgn di satuin dlm 1 paragraf yaa.
    Jd rada susah bacanya walaupun ada tanda kutipnya. Itu aajaaa sip💞💕

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s