Trapped to You Part 3


 

Author : elhyona

Title : Trapped to You [Part 3]

Cast : Cho Kyuhyun, Shin Hyona, etc

Category : NC21, Romance, Sad, Chapter

Cover : Clairvoyant @Art World

 

“Aku Jung Sohee.”

“Tuan tidak pernah mengatakan bahwa beliau memiliki Putri secantik dirimu.”

Shin Hyona tertegun mendengar kalimat Kyuhyun. Meski ia telah membaca naskah dan tahu dialog seperti ini akan keluar, tapi ketika Kyuhyun benar-benar melakukannya, semua terasa berbeda. Shin Hyona tersipu. Bukan karena dialog yang Baek Jino katakan untuk merayu Jung Sohee, tapi karena ingatan Hyona kembali pada masa lalu lagi. Ketika dirinya dan Kyuhyun tak sengaja bertemu di pesta yang diadakan salah satu produser.

“Kau sangat cantik malam ini, Shin Hyona,” kata Kyuhyun waktu itu.

“Terima kasih, Cho Kyuhyun. Kau juga begitu tampan malam ini.”

“Kalau begitu, mau berdansa denganku?”

Hyona menerima uluran tangan Kyuhyun. “Tentu.” Dan malam itu menjadi awal kedekatan dan hubungan mereka yang semakin serius.

Ya Tuhan, kenapa Hyona terus teringat kenangan masa lalu mereka di tengah-tengah proses shooting?

***

“Hyona! Shin Hyona!”

Hyona terus berjalan cepat. Sama sekali tak mengacuhkan Kyuhyun yang terus memanggil dan mengejarnya dari belakang. Ia tidak mau, sama sekali tidak mau berhadapan dengan Cho Kyuhyun selain dalam proses shooting. Bahkan jika bisa, shooting pun Hyona juga tidak mau berhadapan dengan Cho Kyuhyun.

“Hyona! Berhenti di situ!” Kyuhyun mempercepat langkahnya. Ketika hampir menyamai langkah Hyona yang terburu-buru, Kyuhyun segera menarik siku gadis itu dan membuatnya berbalik menghadap Kyuhyun. Tapi sepertinya perjuangan Kyuhyun mengejar Hyona tak bisa berhenti di situ saja. Karena begitu Hyona berbalik, gadis itu langsung menghempaskan tangannya hingga pegangan Kyuhyun lepas, kemudian pergi lagi.

Namun Kyuhyun juga bergerak cepat. Sebelum Hyona semakin menjauh, lelaki itu segera menarik tangan Hyona lagi. Kali ini Kyuhyun tak hanya membuat Hyona berbalik menghadapnya, tapi juga menarik gadis itu hingga menimpa dadanya. Kemudian menguncinya dengan sebuah pelukan erat.

“Lepaskan aku!” Hyona memberontak, berusaha melepaskan dirinya dari pelukan Kyuhyun,namun sepertinya usaha Hyonasia-sia. Kyuhyun justru memeluknya semakin erat.

“Kumohon dengarkan aku dulu, Hyona,” pinta Kyuhyun dengan sungguh-sungguh.

Hyona masih berusaha melepaskan diri. Memukuli dada Kyuhyun yang terasa seperti baja. Benar-benar tidak bergerak sedikit pun. Keduanya seolah sedang memainkan drama mereka sendiri. Sama sekali tak menghiraukan bahwa mereka masih berada di lokasi shooting, dengan banyak pasang mata menatap mereka.

“Hyona, kumohon dengarkan aku. Ada yang ingin kusampaikan padamu.”

Hyona menghembuskan napas panjang, menyerah. Tidak ada gunanya melawan Kyuhyun menggunakan tenaga, tentu tenaga pria itu lebih besar. “Baiklah. Tapi lepaskan aku dulu!”

Kyuhyun tersenyum tipis. Ia melepaskan pelukannya dan menatap Hyona dengan penuh terima kasih.

“Kuberi kau waktu dua menit dari sekarang,” kata Hyona tajam. Matanya menatap Kyuhyun dengan tidak suka.

Sungguh, Kyuhyun benci tatapan Hyona yang seperti itu. Seolah-olah Kyuhyun adalah kuman menjijikkan yang harus dijauhi. Kyuhyun menyukai tatapan Hyona saat shooting tadi, di mana gadis itu menatapnya dengan penuh cinta dan kekaguman. Bisakah Kyuhyun mendapatkan itu lagi selain dalam proses shooting?

“Hyona, maafkan aku,” ujar Kyuhyun sungguh-sungguh. Dan sialnya permintaan maafnya justru mendapat sebuah dengusan dari Hyona.

“Kau repot-repot mengejarku seperti ini hanya untuk mengatakan itu?” sinisnya. “Kau sudah terlalu banyak mengatakannya, Cho. Tapi maaf, aku tidak bisa memaafkanmu.”

“Apa yang bisa kulakukan agar kau memaafkanku?” tanya Kyuhyun, sama sekali tidak mau menyerah.

“Kalau begitu enyahlah dari kehidupanku!” seru Hyona kesal. “Melihatmu ada di depan mataku membuatku muak. Dan itu membuatku semakin tidak bisa memaafkanmu.”

“Tidak,” tolak Kyuhyun tegas. “Setelah satu tahun, tapi kau masih saja merasa sakit saat melihatku. Itu artinya perasaanmu untukku masih ada. Kau tidak melupakanku sepenuhnya. Kau masih mencintaiku.”

Hyona menutup kedua telinganya dan menggeleng frustrasi. Seolah sedang menangkal ucapan-ucapan Kyuhyun yang berusaha masuk ke telinganya. Tidak. Hyona tidak mau dengar. Ia tidak mau ada orang yang memperjelas bahwa dirinya masih menyimpan perasaan pada Kyuhyun, apalagi pria itu sendiri.

“Berhentilah menyiksa dirimu sendiri, Hyona. Aku tahu ini semua adalah salahku, dan aku menyesal. Kumohon maafkan aku, Hyona. Kita bisa kembali seperti dulu lagi.” Demi Tuhan, Kyuhyun telah berusaha keras menekan rasa malunya dengan memohon seperti ini di depan banyak orang. Kyuhyun tidak peduli, bahkan jika nanti muncul berita tidak mengenakkan tentang dirinya. Asalkan Hyona mau memberinya maaf, Kyuhyun rela melakukan apa pun. Termasuk menghancurkan image keartisannya yang dingin dan tak tersentuh, yang bertahun-tahun telah Kyuhyun bangun.

“Lalu apa yang akan kuperoleh jika aku memaafkanmu? Perselingkuhan lagi?” tanya Hyona sinis.

“Demi Tuhan, aku menyesal, Hyona. Aku tidak akan pernah mengulanginya lagi,” jawab Kyuhyun, frustrasi.

Hyona mendengus. “Kau dulu juga mengatakan hal yang sama. Kau selalu mengatakan hanya aku satu-satunya. Aku percaya padamu, Kyuhyun. Tapi apa yang kudapat?” Gadis itu memejamkan matanya sejenak dan menghembuskan napas. Mengatur emosinya agar ia tidak perlu berteriak. Atau mereka benar-benar akan menjadi tontonan gratis. Setelah emosinya terkontrol lagi, Hyona baru membuka mata dan melanjutkan kalimatnya, “Aku dulu sangat percaya padamu, Kyuhyun. Sampai rasanya semua rasa percaya yang kupunya hanya tercurah padamu. Aku mengorbankan semua yang kupunya untukmu, hanya karena aku sangat percaya padamu. Tapi setelah kau mengkhianatiku, kepercayaan itu hilang begitu saja. Dan rasanya sekarang aku sudah tidak memiliki sisa rasa percaya yang bisa kuberikan padamu meski hanya secuil.”

Cho Kyuhyun terdiam. Seolah dirinya baru saja ditampar oleh kalimat panjang Hyona. Ia tak tahu harus berkata apa. Setiap kata yang Hyona ucapkan terasa begitu menyakitkan bagi Kyuhyun. Dan ia tahu bahwa ini semua tentu lebih menyakitkan untuk Hyona sendiri.

Gadis itu berbalik dan berjalan menjauh. Kyuhyun menatap punggungnya dengan nanar. Ya Tuhan, sebegitu parahkah kesalahannya dulu? Sebegitu bencikah Hyona padanya? Bagaimana Kyuhyun bisa hidup jika gadis yang sangat ia cintai membencinya seperti ini? Bagaimana Kyuhyun harus hidup jika setiap detik hidupnya selalu diliputi rasa bersalah?

Tidak. Ia tidak bisa hidup seperti itu. Kyuhyun harus melakukan sesuatu. Akhirnya pria itu bergerak lagi. Menyusul Hyona dan kembali menghalangi jalannya.

“Apa lagi?” sembur Hyona marah. “Dua menitmu sudah habis. Menyingkir dari hadapanku!”

“Aku akan melakukan apa pun. Aku akan membuktikan padamu jika aku telah berubah, dan kupastikan aku akan mendapatkan kepercayaanmu lagi.” Jeda sesaat. Kyuhyun menatap manik mata Hyona dengan dalam, sama sekali tak memberikan kesempatan gadis itu melihat ke arah lain selain matanya. “Termasuk dirimu. Kupastikan aku akan mendapatkannya juga.”

***

Shin Hyona sampai di taman, tempat pertama shooting pagi ini dilakukan. Taman itu tampak ramai. Selain karena banyaknya anggota tim produksi, ada beberapa penggemar yang juga ada di sana. Melihat dari jauh sambil membidik beberapa artis yang terlihat menggunakan kamera ponsel.

Hyona menyapa beberapa orang tim produksi yang ia lewati sebelum menghampiri Kwon Yuri yang duduk di salah satu bangku sambil membaca naskah. “Annyeong, Yuri-ya,” sapa Hyona. Duduk di samping temannya itu.

Yuri tersenyum pada Hyona. “Annyeong, Jung Sohee,” balasnya, memanggil nama yang Hyona perankan.

“Kau sudah lama sampai di sini?”

Yuri menggeleng. Ia kembali menatap naskah yang ada di pangkuannyasambil menjawab, “Tidak. Mungkin baru lima menit yang lalu.”

Hyona ber-oh ria. Gadis itu memerhatikan sekeliling, pada kru-kru yang sibuk dengan tugasnya masing-masing. Sepertinya shooting dimulai masih cukup lama. Mungkin ia bisa membaca-baca naskah dulu untuk menunggu. Tapi naskahnya ada pada tas yang dibawa Ahn Chaerin. Dan omong-omong Chaerin, ke mana perginya manajernya itu? Tiba-tiba sosoknya hilang begitu saja ketika sampai di sini.

Perhatian Hyona kemudian beralih pada sebuah mobil van yang baru saja datang. Beberapa penggemar segera mengerubungi mobil itu, membuat Hyona berpikir mungkin yang datang adalah pemain laki-laki. Biasanya entertainer pria memang mendapat perhatian yang sedikit lebih istimewa dari penggemarnya. Diam-diam Hyona jadi ikut memerhatikan mobil itu. Kira-kira siapa yang datang, ya? Lee Donghae kah? Atau…

Belum sempat Hyona menebak lagi kemungkinan siapa yang keluar, tiba-tiba pintu mobil terbuka dan menampilkan satu-satunya orang di dunia ini yang tidak ingin ia lihat. Cho Kyuhyun, tentu saja. Tumben lelaki itu tidak memakai masker, batin Hyona. Wajahnya terlihat cerah, bahkan sempat melemparkan seulas senyum pada penggemar sebelum akhirnya digiring oleh sang manajer pergi.

Shin Hyona mendengus. Cih, sok ramah. Padahal biasanya Kyuhyun jarang tersenyum kalau tidak sedang di atas panggung atau sedang berakting. Sepertinya mereka harus memeriksakan diri ke dokter karena bisa-bisanya mengidolakan pria seperti Cho Kyuhyun. Seperti tidak ada idola lain saja.

Gadis itu mengalihkan pandangan ke arah lain. Mencoba mencari perhatian lain dan tiba-tiba saja teringat sesuatu. Tadi pagi ia menemukan sebuah kertas terselip di bawah pintu apartemennya. Mungkin dari fans. Hyona belum sempat membuka isi kertas itu karena Ahn Chaerin ingin mereka cepat-cepat berangkat ke lokasi shooting. Hyona membuka tas selempangnya, berniat membaca surat itu. Terkadang dia memang sering mendapat hadiah atau surat-surat dari penggemar di pintunya. Mungkin hari ini ia mendapatkannya lagi.

Hyona membaca surat itu sambil tersenyum.

Selamat pagi.’

Mata Hyona membulat melihat isi surat itu. Bukan karena hanya satu kalimat tanpa nama yang tertulis di sana, namun sebuah foto yang tertempel di bawah tulisan ‘Selamat pagi’ itu.

Foto Cho Kyuhyun sedang mencium keningnya.

 

Sial! Siapa penggemar menyebalkan yang dengan iseng mengirim ini ke apartemennya?

“Ternyata tidak sia-sia aku bangun pagi buta kalau kau membawa kertas itu ke mana-mana.”

Mata bulat Hyona semakin membulat lagi ketika mendengar suara bass yang sangat ia kenal. Dengan perlahan gadis itu mendongakkan kepala, dan terkejut melihat Cho Kyuhyun tiba-tiba sudah ada di depannya. Kapan lelaki ini datang?

“Aku senang. Kukira kau akan langsung membakarnya,” gumam pria itu lagi. Kali ini disertai senyuman. Sejak kapan Cho Kyuhyun menjadi gampang mengumbar senyum?

Shin Hyona mendengus. Berusaha menutupi rasa malunya yang sudah memuncak hingga ke ubun-ubun dengan meremas kertas itu menjadi tak berbentuk. Sial! Jadi pria sialan inilah pengirimnya?

“Kau salah, Tuan,” balas Hyona. Memberanikan diri menatap mata Kyuhyun dan mengacungkan suratnya yang sudah menjadi bola. Kemudian gadis itu melanjutkan kalimatnya dengan sinis,“Aku justru berencana ingin membuang ini di depan matamu.”

Kyuhyun menaikkan alisnya. “Oh ya?”

“Ya. Lihat ini!” seru Hyona. Ia melihat ke kanan kiri, mencari tempat sampah yang tak jauh darinya dan melempar kertas itu ke dalam sana. Bercampur menjadi satu bersama kotoran-kotoran lain. Kemudian Hyona kembali menatap Kyuhyun dengan pandangan menantang. “Kau pikir dengan sebuah surat bisa membuatku luluh? Kau sangat naif, Cho Kyuhyun.” Setelah mengatakan serentetan kalimat itu, Shin Hyona segera pergi. Meninggalkan Kyuhyun yang tetap berdiri, menatap punggung Hyona yang menjauh sambil tersenyum penuh arti.

***

“Aku heran, sepertinya hidupku tak bisa jauh dari seorang mafia.”

Baek Jino terkekeh pelan mendengar ucapan Jung Sohee. Lelaki itu mengeratkan jemarinya yang tertaut dengan gadis cantik di sampingnya. Berjalan beriringan mengelilingi sebuah taman. “Apakah tuan Jung akan memotong jariku jika tahu aku mengencani putrinya?”

Sohee menoleh ke samping, menatap Jino dengan mata berbinar. “Haruskah aku menyiapkan jariku untuk mengganti jarimu yang hilang jika itu terjadi?” candanya.

Jino ikut menoleh ke samping hingga mereka bertatapan. Lelaki itu menghentikan langkahnya, memegang kedua bahu Sohee dan menatapnya dengan sayang. “Lebih baik kepalaku dipenggal dari pada harus melakukannya.”

Jung Sohee tersenyum. Jino terpesona. Oh, bukan hanya ‘Baek Jino’ yang terpesona pada senyum ‘Jung Sohee’, tapi Cho Kyuhyun yang terpesona pada senyum Shin Hyona. Dulu, ketika mereka masih menjadi sepasang kekasih, Kyuhyun pasti akan langsung mengecup bibirnya jika Hyona tersenyum dengan begitu memesona seperti ini. Dan melihatnya tersenyum sekarang -meskipun hanya akting-, membuat Kyuhyun ingin mengecupnya lagi.

Dan sepertinya pria itu sedang beruntung karena dalam naskah, mereka memang harus melakukan sebuah ciuman di adegan kali ini. Betapa Kyuhyun sangat ingin berterima kasih pada sang penulisskenario.

Perlahan Kyuhyun menurunkan wajahnya mendekati wajah Hyona. Meski hanya dalam proses shooting, Kyuhyun senang sekali bisa mendapatkan kesempatan mencium gadis ini lagi. Mata Hyona juga terpejam,seperti sedang menunggu bibir Kyuhyun menyapanya. Sekali lagi, Kyuhyun merasa begitu bahagia. Meski hanya dalam proses shooting, Hyona tetap menunjukkan reaksi sama seperti yang ada di otak asli Kyuhyun.

Bibir mereka akhirnya menempel, dan detik itu Kyuhyun merasa tangan Hyona meremas kain di depan dadanya dengan kencang. Apakah… Shin Hyona merasa gugup?

Sebuah kamera merekam kepala mereka dengan sangat jelas. Sesuai naskah yang tidak menginginkan ciuman itu hanya sebatas menempel saja -juga termasuk keinginan Kyuhyun sendiri-, akhirnya bibir pria itu bergerak melumat bibir Hyona dengan lembut. Sangat lembut, penuh dengan cinta.

Tubuh Hyona menegang. Meski ini semua hanya akting, tapi ciuman ini bukan sekedar ‘pura-pura’ belaka. Dirinya benar-benar harus berciuman dengan Cho Kyuhyun. Astaga, bisakah adegan-adegan seperti ini dihilangkan saja? Atau paling tidak, bisakah waktu berjalan dengan lebih cepat? Mana suara Park Jongsuk? Kenapa sutradara itu tak juga mengatakan ‘cut’?

Bibir Kyuhyun semakin intens melumat bibir Hyona. Meski yang sedang berciuman sekarang adalah ‘Baek Jino dan Jung Sohee’, tapi Hyona tak bisa menipu pikirannya sendiri bahwa bibir yang sedang melumat bibirnya sekarang adalah bibir milik Cho Kyuhyun. Lelaki brengsek yang merampas semua hati Hyona kemudian menghancurkannya hingga berkeping-keping.

Ya Tuhan, Hyona sudah tidak bisa berkonsentrasi lagi. Ia lupa dengan naskah, ia lupa dengan apa yang harus ia lakukan. Ia ingin melepaskan ciuman ini sekarang juga.

Cut!”

Sepertinya Tuhan mendengarkan doa Hyona karena Park Jongsuk segera berseru. Hyona sama sekali tak menyia-nyiakan kesempatan itu. Dengan sekuat tenaga ia mendorong tubuh Kyuhyun hingga ciuman bibir mereka terlepas. Kemudian gadis itu berlari pergi. Membuat semua orang yang ada di sana menatapnya sambil bertanya-tanya dalam hati. Ada apa dengan Shin Hyona?

***

Ahn Chaerin yang sibuk memainkan ponselnya selama shooting berlangsung terkejut ketika melihat Shin Hyona tiba-tiba berlari dari lokasi shooting tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Semua orang melihatnya. Chaerin yang merasa khawatir dengan aktrisnya pun ikut berlari menyusul. Ada apa dengan Hyona? Bukankah sebelum ini dia baik-baik saja?

Chaerin terus mengikuti Hyona yang ternyata gadis itu masuk ke mobil mereka. Chaerin masuk ke jok belakang, di samping Hyona yang saat ini tengah menutupi wajahnya menggunakan kedua telapak tangan. Apa gadis itu sedang menangis?

Chaerin mengulurkan tangannya, menyentuh sebelah bahu Hyona dengan lembut. “Hyona, kau kenapa?”

Hening sesaat. Tidak ada jawaban maupun perubahan posisi dari Hyona, membuat Chaerin diliputi khawatir, bingung, dan iba di waktu yang bersamaan. Meski tidak tahu apa tepatnya yang membuat Hyona seperti ini, tapi Chaerin bisa menebak jika ini semua ada hubungannya dengan Cho Kyuhyun. Shin Hyona tidak pernah seperti ini ketika shooting drama atau film sebelumnya.

Beberapa saat kemudian akhirnya Hyona menyingkirkan tangan dari wajahnya. Chaerin salah, ternyata Hyona tidak menangis. Tapi wajah gadis itu menyiratkan rasa sakit yang amat kental, membuat Chaerin lebih tidak tega lagi melihatnya.

“Apa yang harus kulakukan, eonnie?” tanya Hyona, suaranya terdengar frustrasi. “Dia tidak hanya menghancurkan hatiku. Kurasa sebentar lagi dia juga akan menghancurkan karirku.”

Chaerin tidak menjawab. Hanya mengelus bahu Hyona berkali-kali dengan lembut. Meski ia tak bisa memberi jalan keluar untuk masalah yang dihadapi Hyona, setidaknya Chaerin ingin membuat aktrisnya itu tenang.

“Aku sudah tidak sanggup melanjutkan shooting film ini lagi, eonnie.” Hyona mengusap bibirnya menggunakan tangan dengan kasar. Seolah sedang membersihkan bekas ciuman Kyuhyun yang tersisa di bibirnya. “Aku tidak mau melihatnya lagi. Aku ingin berhenti saja.”

“Tenang, Hyona. Tenanglah dulu,” gumam Chaerin. “Aku mengerti perasaanmu.”

Hyona menggeleng. “Tidak, eonnie. Kau tidak mengerti. Rasanya aku benar-benar akan gila.” Gadis itu menutupi wajahnya menggunakan telapak tangan lagi. Menahan perasaannya yang campur aduk.

Tidak, ia tidak menyukai scene ciuman yang baru saja ia lakoni bersama Kyuhyun. Sama sekali tidak suka. Karena ciuman pria itu selalu membuat otaknya buyar. Sama seperti dulu, ia sama sekali tak bisa berpikir setiap Kyuhyun menciumnya. Dan tadi hal itu terjadi lagi. Hyona blank. Ia lupa naskah. Hyona lupa bahwa tadi ia hanyalah seorang ‘Jung Sohee’, dan malah kembali pada sosok dirinya sendiri. Otaknya tidak berpikir akting, justru berpikir tentang masa lalunya bersama Kyuhyun. Semua kebahagiaan juga rasa sakit yang pria itu berikan padanya.

Astaga, Hyona tidak kuat. Bisakah ia berhenti saja dari film ini? Bisakah perannya digantikan orang lain saja? Tapi apa yang akan terjadi pada nasib kariernya nanti jika Hyona memutuskan untuk berhenti di saat proses shooting sudah mulai berjalan?

Cho Kyuhyun tidak hanya ahli menghancurkan hati Hyona, tapi juga menghancurkan karier dan masa depan Hyona jika seperti itu akhirnya.

***

Ternyata mereka sedang makan siang, batin Lee Donghae yang baru saja datang ke lokasi shooting. Pria itu turun dari mobil, kemudian berjalan bersama manajernya menghampiri para pemain dan tim produksi yang sedang menikmati kotak makanan masing-masing yang memang telah disediakan.

“Lee Donghae, kau sudah datang?”

Donghae menoleh ketika mendengar suara Park Jongsuk menyapanya. Lelaki itu tersenyum, menghampiri sutradara itu dan berkata, “Maaf baru sampai. Apa aku terlambat?”

Jongsuk menggeleng. “Scenemu kan masih satu jam lagi. Kau benar-benar tepat waktu. Makanlah dulu. Setelah itu baru siap-siap.”

“Ya.” Donghae menunduk sebelum meninggalkan Jongsuk. Ia sama sekali tidak berniat untuk mengambil makan, karena tadi ia sudah makan siang sebelum kemari. Lelaki itu hanya sedang mencari seseorang. Ke mana Shin Hyona?

Lee Donghae mencari ke beberapa sudut lokasi yang mungkin dipakai Hyona untuk makan, tapi tak juga menemukannya. Ke mana perginya gadis itu? Apa dia belum datang? Tapi tidak mungkin, karena Donghae tahu bahwa Hyona memiliki scene tadi pagi. Apa gadis itu makan siang di luar? Mungkin saja.

Baru saja Donghae ingin menyerah dan mencari tempat untuk menunggu, ketika matanya menangkap seorang gadis yang ia kenal. Ahn Chaerin. Bukankah gadis itu adalah manajer Hyona? Donghae mengurungkan niatnya untuk mencari tempat duduk dan berjalan cepat mendekati Chaerin.

“Ahn Chaerin!” panggil Donghae, membuat gadis itu menghentikan langkahnya dan menoleh.

“Oh, Donghae oppa?”Donghae tersenyum manis saat sudah berdiri di depan Chaerin. “Oppa baru datang? Sepertinya aku baru melihatmu,” ujar Chaerin.

“Ya. Aku baru saja sampai,” jawab Donghae. “Di mana Hyona? Dia tidak makan siang?”

“Aku baru saja ingin mengambilkan Hyona makan siang.”

Alis Donghae terangkat. “Memangnya di mana dia?”

“Di mobil.”

“Kenapa di mobil? Tumben sekali,” komentar Donghae. Mengingat saat dulu ia mendapat peran drama bersama Hyona, gadis itu lebih suka menghabiskan waktu istirahatnya bersama para kru dan pemain lain. “Aku akan menyusulnya.”

Donghae hampir melangkah ketika tangan Chaerin tiba-tiba menahan lengannya. Gadis itu menggeleng, menatap Donghae dengan pandangan memohon. “Hyona sedang tidak ingin diganggu, oppa,” gumam Chaerin sedih. Teringat dengan aktrisnya yang terlihat begitu tertekan dengan situasi yang dialaminya.

Donghae mengembalikan posisinya menghadap Chaerin. “Memangnya kenapa? Hyona sakit?”

Chaerin menggeleng. “Dia… hanya sedang stres.”

Wajah Donghae berubah serius mendengar ucapan Chaerin. Ada apa dengan Shin Hyona? Kenapa dia stres? Apa yang membuatnya tertekan?

“Kenapa?” tanya lelaki itu singkat, namun penuh kekhawatiran. “Apa aku tidak boleh menemuinya?”

“Bukan seperti itu,” sahut Chaerin menenangkan. Ia cukup tahu bahwa selama ini Lee Donghae menaruh perhatian yang lebih pada Shin Hyona. Meski Chaerin belum bisa menarik kesimpulan apa pun tentang apa yang ia lihat, juga belum adanya pengakuan yang jelas dari Donghae sendiri, tapi Chaerin tahu bahwa pria itu menyayangi aktrisnya. Entah sebagai teman sesama profesi, sahabat, atau yang lain. “Hyona hanya sedang ingin sendiri,” lanjut Chaerin dengan raut menyesal karena telah melarang Donghae menemui Hyona.

Donghae terdiam sesaat. Namun kemudian ia menghela napas. “Baiklah, tidak apa-apa. Aku mengerti.” Lelaki itu tersenyum tipis dan melanjutkan lagi, “Semoga Hyona cepat membaik.”

***

Lee Donghae memang menepati ucapannya untuk tidak mengganggu Hyona. Tapi lelaki itu tetap tak bisa menahan diri untuk tidak melihat gadis itu dan memastikannya baik-baik saja. Paling tidak dari jauh. Dan di sinilah ia sekarang. Berdiri tak jauh dari mobil Hyona dan memerhatikannya dalam diam. Untung kaca mobil itu tidak terlalu gelap, jadi Donghae masih bisa melihatnya meski hanya sebatas siluetnya saja.

Shin Hyona sendirian di dalam sana. Dan entah apa yang ada di pikiran gadis itu karena dari tadi tak sadar jika ada orang yang memerhatikannya. Ahn Chaerin benar, bahwa Hyona sedang stres. Terlihat dari siluetnya yang beberapa kali menjedukkan kepala ke jok mobil. Gadis itu juga mengusap-usap bibirnya beberapa kali, membuat Donghae bertanya dalam hati sebenarnya ada apa dengan bibirnya?

“Selamat atas pekerjaan barumu.”

Sebuah suara yang muncul tanpa adanya tanda sebelumnya mengagetkan Donghae. Tapi pria itu tak menunjukkan keterkejutan dengan begitu jelas di wajah tampannya. Ia hanya menoleh, menemukan Cho Kyuhyun yang entah sejak kapan sudah berdiri tepat di sampingnya.

“Maksudmu?” tanya Donghae atas ucapan Kyuhyun baru saja.

Cho Kyuhyun tidak menoleh. Matanya menatap lurus ke depan, pada seorang gadis yang berada di dalam mobil. Objek yang sama dengan apa yang Donghae perhatikan. Kemudian pria itu membalas, “Menguntit seseorang. Aku baru tahu ternyata kau ahli untuk itu.”

Kali ini Donghae paham dengan maksud Kyuhyun. Pria itu membicarakan Shin Hyona. Donghae kembali memutar kepalanya menghadap ke depan. “Kupikir itu bukan urusanmu,” sahutnya.

“Kau memang bukan urusanku. Tapi apa pun yang melibatkan Shin Hyona akan menjadi urusanku.”

Donghae terkekeh mendengar kalimat Kyuhyun yang terdengar tajam, seolah tak terbantahkan. “Sejak kapan Shin Hyona menjadi urusanmu lagi? Kurasa kau sudah tidak berhak apa pun atas dirinya sejak kau mengkhianatinya.”

Tangan Kyuhyun mengepal di kedua sisi tubuhnya. Rasanya ia ingin memberi pelajaran pada mulut Lee Donghae yang dengan lancang berkata seperti itu. Tapi niatnya terurungkan karena faktanya apa yang pria itu katakan memang benar. Sialan!

“Mulai saat ini aku berhak atasnya lagi.”

Donghae tidak terlalu terkejut dengan ucapan Kyuhyun baru saja. Meski tidak terlalu kenal dengan pria ini, tapi Hyona sering cerita padanya bahwa terkadang Kyuhyun memang pemaksa. Dan Donghae berusaha menghilangkan bagian ketika gadis itu mengatakan suka sifat pemaksa Kyuhyun yang terkadang terasa romantis. “Ternyata Shin Hyona benar. Kau cukup arogan.”

Kali ini Kyuhyun menoleh. Ia menatap Donghae dengan tidak suka. Apa Hyona mengatakan pada pria sialan itu bahwa dirinya arogan?

“Aku tidak tahu apa yang membuatnya terlihat frustrasi seperti itu. Tapi kuharap, kau tidak akan menyakitinya lagi,” ujar Donghae sebelum pergi meninggalkan Kyuhyun yang masih berdiri mematung di tempatnya. Menatap punggung Lee Donghae yang menjauh dengan penuh kebencian.

***

TBC

34 thoughts on “Trapped to You Part 3

  1. Emang susah sih mengembalikan ke percayaan yg udah hancur supaya utuh lagi itu bagaikan telor yg udah pecah gk akan bisa kembali utuh,,

    Suka

  2. Walaupun hyona masih mencintaimu kyu tpi lo udah nykitin hyona. Seberapa keras kauberusaha jg susah kalo udah sakit hatiny ya ausah. So selamat berjuang aja deh buat maskyuh

    Suka

  3. Bagaimanapun kalau cast utama nya kyuhyun, ujung2 nya ya sama kyuhyun juga.
    ” Memaafkan bukan berarti harus memiliki kembali.
    Semangat eonnie👍

    Suka

  4. Hahaha..
    Bagus hyona tidak smudah itu untuk kmbali sperti smudah itu ingin pergi, berkencan lah dngan donghae agar kyuhyun tau bagaimana itu sakitnya melihat orang yg kita cintai memadu kasih bersama dngan orang lain

    Suka

  5. Apa semenyakitkan dikhianati cho kyu hyona???? Sampai” susah bgt buat maafin dia, beri chokyu kesempatan lagi dong. Kak author buat scene chokyu keliatan mengenaskan diabaikan hyona

    Suka

  6. Kyuhyun yang pemaksa, Hyiina yang keras kepala dan ga cepet luluh, donghae yang baik. Bagus karakternya bagus. Penggambaran setuap karakter melalui tindakan juga bagus. Mungkin next part agak panjangan dikit lagi yaaa hehehe.

    Suka

  7. Bagus saya suka karakter hyona disini nggak mudah luluh walau pun ia masih mencintai kyu,sakit bangetlah pastinya kekasih kau cintai berkhianat dan sampai ke tahap bercinta pula….penasaran apa penyebab kyu sadar akan cintanya pd hyona,tp saya salut karakter kyu pantang menyerah,klu ia memang cinta yah harus di perjuangkan walau hasilnya mengecewakan,kyy protektiv banget pd hyona asalkan jangan sampai obsesi saja….

    Suka

  8. Hah,,,, hyona harus jadian sma donghae dulu,,, baru nanti balik lgi sma kyuhyun,,, biar impas…
    Aq gk rela kalau kyuhyun di maafin gitu aja,,, meskipun dia udah nyesel… Tpi aq juga gk rela, kalau mereka gk bersatu lagi…,
    Semangat thor,,,

    Suka

  9. entah kenapa aku suka banget sama alur nya, suka gimana sikap hyonna ke kyuhyun yg terkesan dingin, nunjukin kalau cewek jangan mudah percaya sama cowok apalagi setelah dikhianati, wkwkwk aku jadi baper begini
    ditunggu next part nya yaaa :)))

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s