Next Mission (Sequel of Secret Mission) Part 13 End


image

Author : elhyona

Title : Mission [13] – Next Mission (Sequel of Secret Mission)

Cast : Cho Kyuhyun, Shin Hyona, Kim Ahyoung, etc

Category : NC21, Romance, Sad, Campus-life, Chapter

Cover : IrizaArt

Kyuhyun menatap pantulan dirinya melalui cermin. Tuksedo yang ia gunakan tentu membuat sosoknya semakin terlihat tampan dan gagah. Hanya saja wajah pria itu terlalu kaku. Rahangnya mengeras, sorot matanya tajam, dan tak ada senyum sama sekali yang tercetak di sana.

Ekspresinya tidak terlihat seperti pria yang akan melangsungkan pernikahan.

Sejujurnya, Kyuhyun sendiri tidak yakin dengan apa yang akan ia lakukan. Apakah ia benar-benar akan menikah hari ini? Usianya bahkan masih sangat muda. Terlalu muda untuk mulai membina sebuah rumah tangga. Seriuskah Kyuhyun dengan keputusan yang diambilnya? Bagaimana jika nanti semua tidak berjalan lancar?

Bagaimana jika nanti rencananya gagal?

Sebuah ketukan pintu membuyarkan pikiran Kyuhyun, selanjutnya disusul seorang wanita masuk.

“Kyuhyun-aa, kau sudah siap?”

Kyuhyun tersenyum tipis pada pantulan wajah ibunya di cermin. “Kupikir, ya.”

Wanita itu berdiri di kiri belakang Kyuhyun. Memegang bahu putra kesayangannya, memerhatikan wajah tampannya, dan bertanya dalam hati apakah cermin itu menipu penglihatannya atau tidak. Tapi sepertinya putra bungsunya memang memiliki paras semempesona itu.

“Kyuhyun-aa.”

“Hm?”

“Apa kau yakin dengan keputusanmu?” tanya Cho Hanna lembut. “Kau yakin dengan apa yang kau lakukan?”

Kyuhyun menarik napas pelan. “Kenapa eomma baru bertanya di saat-saat seperti sekarang?”

“Kau belum terlambat, nak. Jika kau tidak yakin, kau bisa—“

“Eomma,” potong Kyuhyun. Lelaki itu berbalik menghadap ibunya. Memegang kedua pundak sang ibu dan berkata dengan yakin, “Eomma sangat mengenalku, kan? Aku bukan tipe pria yang akan mengubah-ubah keputusanku seenaknya.”

“Eomma tahu. Eomma hanya berpikir, apa tidak terlalu cepat menikah di umurmu sekarang? Kau bahkan belum menyelesaikan kuliahmu. Kau masih terlalu muda, Kyuhyun-aa. Eomma takut keputusan yang kau buat dengan sangat buru-buru ini akan membuatmu menyesal nantinya .Eomma benar-benar ingin yang terbaik untukmu. Pernikahan bukanlah sesuatu yang bisa dimainkan seenaknya.”

Kyuhyun menatap bola mata ibunya dengan yakin. “Aku tidak sedang mempermainkan sebuah pernikahan, eomma. Percayalah padaku. Aku tidak akan membuat eomma malu ataupun kecewa.”

“Kau memang tidak pernah membuat eomma malu atau kecewa.”

Kyuhyun tersenyum. Ia memeluk tubuh ibunya dengan erat. “Terima kasih telah mendidikku dengan baik, eomma. Juga terima kasih telah membantuku mempersiapkan semuanya.”

Tak lama kemudian pintu kembali terbuka. Kali ini Cho Junghoon masuk, lengkap dengan wajah semringahnya. Kyuhyun melepas pelukannya dengan sang ibu dan membungkuk pada kakeknya.

“Astaga, cucuku!” Pria itu memeluk Kyuhyun dengan bangga. “Akhirnya kau akan menikah juga.”

Kyuhyun tidak menjawab. Hanya pasrah saja menerima pelukan dan beberapa tepukan di pundaknya.

“Seandainya dari awal kau langsung menyetujui perjodohan ini. Harabeoji tidak perlu repot-repot membuatmu sulit dengan memblokir akses keuanganmu.” Junghoon melepas pelukannya dan menatap Kyuhyun dengan mata berbinar.

Kyuhyun tersenyum kecut. Sedangkan Cho Hanna menatap mereka dengan tangan gemetar.

“Jika harabeoji tidak melakukannya, mungkin aku juga tidak akan setuju untuk menikah. Harabeojitahu aku tidak bisa hidup tanpa uang,” gumam Kyuhyun dingin.

“Sudahlah. Yang penting kau sudah setuju menikah dengan Kim Ahyoung.” Junghoon menepuk bahu Kyuhyun dua kali. “Bersiaplah. Harabeoji menunggumu di depan.” Kemudian pria itu pergi.

Cho Hanna menatap putranya sekali lagi. “Kyuhyun-aa?”

Kyuhyun tersenyum tipis pada ibunya. “Eomma tenang saja. Semua akan baik-baik saja.”

***

Kyuhyun sudah berdiri di altar. Menatap pintu yang masih tertutup di hadapannya dengan dada bergemuruh. Sesekali matanya melirih ke arah sang kakek yang duduk bersebelahan dengan kakek Kim Ahyoung. Intensitas jantung Kyuhyun sama sekali tak bisa mereda melihatnya, juga melihat pintu gereja. Hanya benda itu yang mampu menjawab semua, berhasil atau gagalnya pernikahan ini.

Pintu yang telah berhasil meremas jantung Kyuhyun itu akhirnya terbuka. Semua menoleh ke belakang, ke arah pengantin wanita yang berjalan bersama sang ayah. Cho Junghoon juga menoleh ke belakang. Dan ketakutan Kyuhyun akhirnya terjadi, ketika melihat kakeknya langsung berdiri dari tempat duduknya dengan pandangan kaget, marah, tak percaya.

Wanita itu bukan Kim Ahyoung. Siapa dia? Apa yang sedang terjadi?

Baru saja Junghoon hendak mengutarakan kemarahannya, namun siku pria itu ditahan oleh kakek Ahyoung.

“Duduklah. Jangan rusak hari bahagia cucumu.”

Jantung Kyuhyun semakin berdetak tak karuan melihat kakeknya melayangkan tatapan membunuh padanya. Kyuhyun sama sekali tidak memerhatikan betapa cantiknya Hyona yang masih berjalan menghampirinya, yang juga sama gugupnya dengan Kyuhyun. Seluruh konsentrasi Kyuhyun hanya tercurahkan pada Cho Junghoon dan kemungkinan pernikahan ini akan gagal total karena kemarahannya.

Tapi Kyuhyun segera merasakan lega luar biasa ketika melihat Junghoon duduk kembali, meski tatapan membunuh itu belum juga hilang. Semua ketakutan Kyuhyun berubah menjadi pertanyaan heran. Kenapa kakeknya tidak marah? Kenapa kakeknya diam saja? Apakah ini berarti Kyuhyun direstui?

Pertanyaan itu belum sempat terjawab ketika Hyona dan ayahnya sudah sampai di altar. Perhatian Kyuhyun berhasil teralihkan. Dan tatapan terpesona yang seharusnya Kyuhyun tunjukkan ketika pintu terbuka tadi akhirnya muncul juga.

Gadisnya, dan jika misi ini berhasil, akan berubah menjadi istrinya.

***

Dengan recehan yang tersisa di dompet Kyuhyun, lelaki itu berhasil membawa Hyona ke Jepang untuk bertemu orang tua gadis itu yang masih berada di sana. Mereka terbang ke Jepang tepat setelah Kyuhyun berhasil menggagalkan rencana kabur gadisnya saat di Busan.

Di hadapan kedua orang tua Hyona, Kyuhyun meminta izin untuk menikahi anak gadis mereka. Lelaki itu kira semuanya akan berjalan dengan sangat mudah. Tapi hari itu, untuk pertama kali dalam hidupnya, Kyuhyun merasa terintimidasi. Dan ayah Shin Hyonalah pelaku utamanya. Pria paruh baya itu bertanya sejuta pertanyaan pada Kyuhyun dengan wajah tak bersahabatnya. Awalnya Kyuhyun lolos dengan mudah melewati pertanyaan latar belakang, pendidikan, dan pertanyaan lain yang selalu membuatnya menjadi calon suami idaman. Tapi rasanya Kyuhyun ingin mati saja ketika ditanyai alasannya menikahi Hyona. Karena ayah gadis itu dengan cerdasnya memojokkan Kyuhyun hingga jawaban ‘cinta’ saja tidak cukup.

Shin Youngjin awalnya tidak setuju karena kepelikan keluarga Kyuhyun dan misi gila yang Kyuhyun dan Hyona rencanakan. Youngjin juga hampir memukul Kyuhyun ketika tahu lelaki itu pernah tidur dengan putrinya. Tapi akhirnya Youngjin luluh ketika mendengar permohonan Hyona, yang mengatakan bahwa mereka memang saling mencintai dan sanggup menerima risiko apa pun yang menanti.

Setelah mengantongi restu dari Youngjin dan Jina, Kyuhyun kembali ke Korea bersama Hyona. Tempat pertama yang mereka tuju begitu menginjakkan kaki di Korea adalah kediaman Kim Ahyoung.

“Aku merindukanmu,” kata Hyona ketika keduanya berpelukan di ruang tamu rumah Ahyoung.

“Aku juga merindukanmu,” balas Ahyoung. “Maaf akhir-akhir ini aku tidak pernah menghubungimu. Aku terlalu pusing dengan semua yang terjadi.”

“Aku lebih jahat. Aku bahkan bersenang-senang sedangkan kau harus menanggung semua ini sendirian.” Air mata Hyona menetes beberapa butir ketika mengatakannya. Gadis itu sadar betul, persahabatan yang selama ini mereka bangun rusak hanya karena seorang pria. Pria yang saat ini tengah menatap keduanya dengan pandangan yang tak bisa dibaca.

Mereka bertiga duduk di sofa cokelat ruang tamu Ahyoung. Masih terdapat sedikit kecanggungan yang menyelimuti, namun Hyona maupun Ahyoung sama-sama berusaha untuk tenang.

“Apa yang sebenarnya terjadi? Kakek Kyuhyun marah sekali karena tahu Kyuhyun kabur. Jadi selama ini dia bersamamu?” tanya Ahyoung pada Hyona. Sebenarnya ia bisa bertanya langsung pada Kyuhyun yang juga duduk di hadapannya. Tapi gadis itu merasa lebih nyaman dengan bertanya pada Shin Hyona saja.

“Ya, kami berlibur ke Busan.” Hyona melirik ke arah Kyuhyun sekilas sebelum melanjutkan, “Aku bahkan tidak tahu dia sedang dalam pelarian sampai beberapa hari yang lalu.”

“Tapi syukurlah kau akhirnya tahu,” gumam Ahyoung. Merasa lega karena tidak harus menyembunyikan apa pun lagi dari Hyona. Gadis itu kemudian juga teringat hal yang lebih penting yang Hyona juga harus tahu. “Aku sudah mengatakan bahwa aku menolak perjodohan itu. Kakekku menerima keputusanku. Hanya saja kakek Kyuhyun masih bersikeras. Aku bingung harus mengatakan apa lagi.”

“Untuk itu aku ingin meminta bantuanmu,” kata lelaki yang sedari tadi hanya diam menyimak. Kedua gadis itu langsung menatap Kyuhyun, sedangkan Kyuhyun sendiri hanya fokus pada Ahyoung. “Aku minta tolong padamu agar kau mengatakan pada kakekku bahwa kau menerima perjodohan kita.”

Ahyoung tertegun. Bola mata gadis itu bergerak gelisah, melihat Kyuhyun yang masih fokus padanya, dan Hyona yang menatap Kyuhyun dengan tatapan yang sulit Ahyoung artikan. Gadis itu tidak yakin dengan pendengarannya sendiri. Ia terlalu terkejut. Namun detik itu juga, ketika Kyuhyun mengatakan hal itu, Ahyoung bisa merasakan sudut hatinya menolak tegas. Tidak seperti kegundahannya ketika mendapat penolakan dulu, kali ini justru hatinya yang menolak. Seolah Ahyoung telah mendapat sebuah pencerahan bahwa memang persahabatannya dengan Hyonalah yang lebih penting.

“Aku tidak mengerti maksudmu,” gumam Ahyoung pada akhirnya. “Apa baru saja kau mengatakan bahwa kau menyerah? Kau bilang kau mencintai Hyona.”

“Aku memang mencintai Hyona,” sahut Kyuhyun cepat. “Untuk itu aku meminta kau mengatakan pada kakekku bahwa kau menerima perjodohan itu. Agar aku bisa menikah dengan Hyona.”

Alis Ahyoung berkerut. “Aku tidak mengerti.”

Kyuhyun akhirnya menjelaskan seluruh misinya. Mereka akan memberitahu Cho Junghoon bahwa perjodohan itu akan terjadi, tanpa Junghoon tahu bahwa calon pengantin wanita sebenarnya adalah Shin Hyona. Ahyoung bersedia membantu mereka, meski awalnya gadis itu menolak dan mengatakan bahwa misi mereka terlalu berisiko. Gadis itu ingin setidaknya sekali ini saja melakukan sesuatu yang berguna bagi sahabatnya yang selama ini selalu memprioritaskannya -setidaknya sebelum Cho Kyuhyun muncul dalam kehidupan mereka.

Langkah selanjutnya yang Kyuhyun dan Hyona ambil adalah membujuk Cho Hanna dan Ahra untuk membantu mempersiapkan misi pernikahan mereka. Meski Hanna masih diliputi rasa khawatir yang membuncah, tapi Kyuhyun selalu mengatakan bahwa semua akan baik-baik saja. Dan betapa lelaki itu berterima kasih pada Ahra yang sangat menggebu membantu adiknya sejak awal. Karena Ahra ingin Kyuhyun bahagia tanpa harus terus menerus menjadi boneka keluarga.

Persiapan pernikahan itu hanya memakan waktu dua minggu. Sangat cepat, teramat cepat dan mendadak. Tapi Kyuhyun tidak ingin mengulur waktu dan membuat kakeknya tahu seluruh rencananya dan melakukan sesuatu untuk menggagalkannya. Kyuhyun yakin, amat sangat yakin bahwa nanti sang kakek pasti akan murka padanya. Tapi biarlah, asalkan Kyuhyun bisa tetap memiliki Hyona di sisinya.

***

Kyuhyun tersungkur di lantai setelah menerima sebuah pukulan keras dan Cho Junghoon. Meski keriput menyelimuti tubuhnya, tapi pria itu masih cukup sehat untuk berdiri tegak, dan masih cukup kuat melayangkan sebuah tinju pada cucunya yang kini diam tak bergerak. Tak melawan.

“Kyuhyun-aa,” seru Hanna panik, ikut berjongkok di depan Kyuhyun. Memeriksa putranya.

“KAU PIKIR APA YANG SEDANG KAU LAKUKAN?!” teriak Junghoon berapi-api. Memenuhi koridor gereja sepi itu dengan amarahnya yang memuncak. Ia marah. Ia kecewa dengan Kyuhyun yang dengan kurang ajarnya menipu Junghoon. “KAU PIKIR AKU MEMBESARKANMU SELAMA INI AGAR KAU BISA MELAWANKU HANYA KARENA SEORANG WANITA?!”

“Harabeoji!” Ahra berseru, menengahi. “Harabeoji, tenanglah. Malu jika keluarga Hyona mendengarnya.”

“Keluarga siapa? Aku tidak mengenal mereka!” sahut Junghoon tajam. “Apa jangan-jangan kau ikut merencanakan semua ini?”

“Ya,” jawab Ahra tegas. “Aku dengan sangat senang hati membantunya. Eomma juga. Karena kami mencintai Kyuhyun. Bahkan Kim Ahyoung juga membantu mereka, karena Ahyoung juga mencintai Hyona sebagai sahabatnya. Kami semua ingin mereka bahagia.”

Junghoon mendengus. “Justru jika kalian mencintai sialan ini, kalian tidak mungkin membantunya.”

“Tapi kami lebih tidak ingin memperlakukan Kyuhyun seperti boneka sama seperti harabeoji memperlakukannya.”

Junghoon mengepalkan tangannya. Marah dengan kalimat kurang ajar yang Ahra ucapkan. Tapi pria itu lebih memilih meledakkan amarahnya pada Kyuhyun. Karena Kyuhyunlah pusat kekesalannya saat ini.

“Dengar, karena aku diam saja tadi bukan berarti aku membiarkan perbuatanmu. Aku tidak peduli, kau harus menceraikan wanita sialan itu secepat mungkin sebelum aku melakukan hal yang tidak-tidak padanya.”

Cho Hanna yang sejak tadi diam saja menenangkan Kyuhyun kini tidak sanggup menahan diri lagi. Ia berdiri, meski tidak dengan nada tinggi seperti yang dipakai Junghoon maupun Ahra, wanita itu berkata dengan cukup tenang namun tegas. “Maafkan kelancanganku, abeonim, tapi kumohon, jangan rusak kebahagiaan putraku sekali ini saja. Sudah cukup kita mengaturnya selama ini. Sekali saja, sebagai seorang ibu, aku ingin anakku bahagia dengan keputusan yang dia ambil sendiri, tanpa campur tangan orang tua dengan embel-embel martabat keluarga.”

Kyuhyun ikut berdiri. Ia menarik Hanna ke belakang tubuhnya dan berkata dengan dingin pada Junghoon. “Jika harabeoji melakukan sesuatu pada Hyona, detik itu juga harabeoji telah kehilangan aku sebagai seorang cucu.”

***

Kyuhyun meraba ranjang sebelah kirinya dan langsung membuka mata karena sadar bahwa tempat itu kosong. Ke mana perginya Hyona? Untuk sedetik Kyuhyun disergap kekhawatiran, namun segera kembali tenang melihat sosok yang dicarinya sedang berdiri di balkon hotel tempat mereka menginap.

Kyuhyun bangkit. Memakai celana pendeknya yang tergeletak di lantai kemudian menghampiri Hyona. Memeluk gadis itu dari belakang. “Kau harus tidur, sayang. Besok pagi kita harus terbang ke Italia.”

Hyona tersenyum tipis menyambut kecupan selembut bulu yang Kyuhyun torehkan di lehernya. “Sebenarnya kita tidak perlu bulan madu terlalu jauh.”

“Harus,” sahut Kyuhyun. “Kita akan pergi ke sudut dunia mana pun yang kau mau.”

“Aku cukup tersanjung dengan tawaranmu.”

“Aku sangat bahagia kau tersanjung.” Kyuhyun mengeratkan pelukannya dan mengecup pipi kanan Hyona. “Omong-omong, apa yang kau pikirkan?” tanya Kyuhyun. Merasa heran karena Hyona tidak kunjung tidur. Padahal mereka baru saja melangsungkan pernikahan, bahkan tadi Kyuhyun juga masih sempat menambah kelelahan Hyona di atas ranjang. Seharusnya saat ini Hyona tidur pulas, bukannya berdiri memandangi jalanan Gangnam yang cukup sepi.

“Aku tidak memikirkan apa-apa,” gumam gadis itu.

“Bohong. Katakan padaku apa yang mengganggu pikiranmu.”

Hyona menghela napas panjang. Haruskah ia mengatakan kekhawatirannya? Bahwa ia mengkhawatirkan hubungan Kyuhyun dengan kakeknya. Hyona mendengar semua pertengkaran mereka tadi. Gadis itu tidak takut kakek Kyuhyun akan melakukan sesuatu yang buruk padanya, tapi Hyona tidak ingin hubungan keluarga itu hancur karena dirinya. Cho Kyuhyun adalah anak yang baik, Hyona tidak ingin mengubahnya menjadi cucu yang durhaka. Meski tak dipungkiri hati Hyona merasa bahagia luar biasa karena kini telah menyandang marga Cho pada namanya.

“Hey,” gumam Kyuhyun. Pria itu membalik tubuh Hyona agar menghadapnya dan memeluk pinggang gadis itu. “Kenapa melamun?”

Hyona menyunggingkan senyumnya sambil menggeleng pelan.

“Tidak. Tidak. Kau harus mengatakan semuanya padaku. Terakhir kali kau seperti ini, kau berniat meninggalkanku.”

“Aku tidak berniat meninggalkanmu lagi.”

“Maka dari itu katakan padaku ada apa?” tanya Kyuhyun.

Hyona menghela napas panjang. Tidak ada gunanya juga menyembunyikan ini dari Kyuhyun. Setelah semua masalah yang terjadi pada mereka, Hyona belajar untuk bisa lebih jujur agar tidak terus menerus menimbulkan kesalahpahaman.

Hyona menaikkan tangannya menyentuh wajah Kyuhyun. Mengelus rahang kokoh pria yang beberapa jam lalu telah resmi menjadi miliknya di mata Tuhan dan Negara. “Aku tidak ingin kau menjadi cucu kurang ajar,” gumam gadis itu pada akhirnya.

Kyuhyun mengerutkan alisnya. “Tolong jangan katakan kau ingin aku menuruti kemauannya untuk menceraikanmu. Kita baru saja bahagia, Hyona.”

Hyona terkekeh mendengar kekhawatiran Kyuhyun. “Kau pikir aku mau menjadi janda hanya dalam hitungan hari?”

Kyuhyun menghela napas selega-leganya. Pria itu bahkan tidak sadar telah menahan napas. Ia benar-benar takut, amat sangat takut jika Hyona masih memikirkan hal lain lagi selain fakta bahwa mereka bahagia jika bersama. “Tidak perlu khawatir, sayang. Selama kau ada di sampingku, semuanya akan baik-baik saja.”

“Aku tahu.”

Kyuhyun menarik Hyona ke dalam pelukannya yang hangat. “Tidak perlu khawatir pada kakekku juga. Kau tahu, beliau bukan tipe orang yang akan betah mendiamkanku lebih dari tiga hari.”

“Benarkah?” Hyona menggosokkan hidungnya di dada telanjang Kyuhyun. Menghirup aroma maskulinnya yang memabukkan.

Kyuhyun mengangguk dan mengecup puncak kepala Hyona. “Ya. Tunggu saja. Dalam beberapa hari, harabeoji pasti akan mengajakku memancing.”

“Haruskah aku menyiapkan bekal untuk kalian nanti?”

“Tentu saja. Kau juga boleh ikut.”

Hyona tersenyum tipis. Kepalanya sibuk memikirkan hal-hal yang bisa ia lakukan pada kakek Kyuhyun. Ia belum mengantongi restu pria itu, tapi ia juga tidak ingin berpisah dari Kyuhyun. Untuk itu, satu-satunya cara yang bisa Hyona lakukan adalah membuat Cho Junghoon menyukai dan merestuinya.

“Kembali ke ranjang?” tanya Kyuhyun.

Hyona mengangguk satu kali, Kyuhyun pun segera menggendong istrinya menuju ranjang.

***

“Hati-hati di jalan, sayang. Selamat berbulan madu.” Shin Jina memeluk putri kesayangannya dengan sayang.

Hyona mengangguk. Kemudian memeluk ayahnya, ibu Kyuhyun, dan Ahra secara bergantian tepat sebelum panggilan keberangkatan pesawat mereka berbunyi. Hyona berniat menggandeng Kyuhyun untuk segera pergi, namun gerakannya terhenti melihat suaminya diam tanpa suara menatap ke arah lain.

Kakeknya, yang duduk acuh tak acuh di kursi bandara.

Meski tak mengucapkan selamat jalan padanya, sejak saat di mana Kyuhyun tahu Junghoon ikut ke bandara, detik itu juga Kyuhyun tahu kakeknya telah sedikit luluh. Meski tak mengatakannya secara langsung, meski hanya diam di kursi, tapi Kyuhyun tahu Junghoon kemari untuk menghantarkannya pergi. Di saat kakeknya memiliki opsi untuk tidur di rumah, pria itu memilih repot-repot datang kemari.

“Sepertinya kita juga harus pamit pada kakekmu.” Suara Hyona membuyarkan lamunan Kyuhyun.

Lelaki itu menoleh pada istrinya. “Kau bersedia?”

“Kenapa tidak?” tanya Hyona balik dan gadis itu berjalan mendahului Kyuhyun untuk menghampiri Cho Junghoon. Setelah membungkuk hormat, Hyona tersenyum dan mulai menyapa. “Selamat pagi, harabeonim.”

Junghoon menengadahkan kepalanya, menatap wajah Hyona yang tersenyum lembut padanya. Jika diingat-ingat, ini adalah kali pertama Junghoon bertatapan secara langsung pada istri cucunya. Wanita yang dicintai Kyuhyun setengah mati. Meski dengan berat hati, harus Junghoon akui istri Kyuhyun memang sangat cantik. Memiliki senyum cerah ceria, yang mengingatkan Junghoon pada mendiang istrinya.

“Harabeoji,” panggil Kyuhyun yang entah sejak kapan sudah berdiri di sisi Hyona. Menggenggam tangan Hyona erat. “Kami pamit bulan madu. Jangan blokir akses keuanganku lagi. Jika harabeojimelakukannya, aku tidak akan bisa kembali ke Korea Selatan dan harabeoji akan kehilangan teman memancingmu yang paling setia.”

Diam-diam Junghoon mendengus mendengar kalimat Kyuhyun, meski sama sekali tak memberikan tanggapan.

Panggilan terakhir pesawat mereka berbunyi. Kyuhyun dan Hyona sekali lagi berpamitan pada Junghoon yang masih tak ditanggapi. Namun ketika keduanya berbalik, tiba-tiba Junghoon memanggil nama Hyona. Gadis itu kembali menatap Junghoon dengan gugup.

“Ne, harabeonim?”

Sebenarnya Junghoon masih tidak yakin. Ia masih kesal karena Kyuhyun dengan kurang ajar memainkannya. Namun ketika teringat perkataan Cho Hanna kemarin, Junghoon merasa tidak sanggup berbuat terlalu jauh.

Menantu kesayangannya yang selama ini penurut, untuk pertama kalinya memohon pada Junghoon untuk merestui Kyuhyun dan membiarkan Kyuhyun bahagia. Hati Junghoon tertohok mendengar permintaan Hanna. Membuat Junghoon teringat almarhum putranya, yang jika sekarang masih hidup mungkin juga akan berdiri di kubu yang bertentangan dengan Junghoon.

“Jaga cucu kesayanganku baik-baik,” ujar Junghoon pada akhirnya. “Aku tidak akan memaafkanmu jika sampai terjadi sesuatu dengannya.”

***

EPILOG

Begitu mobil Kyuhyun berhenti, Hyona melakukan gerakan cepat merapikan tasnya dan membuka pintu. Namun belum sempat gadis itu mengangkat pantat, Kyuhyun lebih dulu menahan lengannya.

“Kenapa buru-buru sekali?”

Hyona menunjukkan cengiran polosnya pada Kyuhyun. “Aku mau ke kantor BEM dulu. Teman-temanku berkumpul di sana.” Dan kali ini Hyona berhasil keluar tanpa bisa Kyuhyun cegah. Mau tidak mau Kyuhyun yang harus cepat mengikuti Hyona.

Teman-teman Hyona langsung menyambutnya begitu gadis itu masuk, mengucapkan selamat dan cemburu atas pernikahannya. Kyuhyun juga bisa melihat Ahyoung di sana. Siwon, dan beberapa orang yang tidak Kyuhyun ketahui namanya. Ah, si sialan Hyukjae ternyata juga ada.

Hyona tersenyum sumringah pada mereka. Memeluk orang-orang itu satu persatu, membuat mata Kyuhyun membulat. Dan detik itu Kyuhyun baru ingat, bahwa dirinya menikahi salah satu gadis populer di kampus. Oke, Kyuhyun memang populer juga. Tapi lelaki itu bisa bersikap cuek pada semua gadis yang menggilainya. Tapi Hyona? Gadis itu tersenyum begitu manis pada pria-pria sialan itu. Dan tentu saja membuat Kyuhyun cemburu.

Astaga! Ini Korea Selatan, bukan Amerika. Bisakah Hyona menghentikan kebiasaannya memeluk sembarangan orang? Baiklah, sepertinya Kyuhyun berlebihan. Bukan sembarangan, tapi teman-temannya. Namun di mata Kyuhyun mereka semua tetaplah orang sembarangan. Dan pria-pria itu, Ya Tuhan, kenapa mereka bisa-bisanya memeluk Hyona sesantai itu di saat mereka juga tahu bahwa gadis yang dipeluknya sudah berstatus sebagai istri orang.

Tepat sebelum Hyona sempat memeluk Lee Hyukjae, dengan cekatan Kyuhyun menahan lengan istrinya.

“Apa?” tanya gadis itu polos.

Kyuhyun mendelik. “Bisakah kau tidak memeluk mereka?” desis pria itu, sama sekali tak berpengaruh dengan cekikikan teman-teman Hyona yang memandangi keduanya.

Hyona yang sadar bahwa Kyuhyun sedang cemburu pun justru tersenyum lebih lebar lagi. Dengan gemas ia memeluk lengan suaminya dan berkata pada teman-temannya. “Perkenalkan, ini suamiku. Cho Si Pencemburu Kyuhyun.”

***

THE END

59 thoughts on “Next Mission (Sequel of Secret Mission) Part 13 End

  1. Yaaaaah kurang panjang part ini kkkk.
    Syukurlah kakek nakal merestui hubungan kyuna jg.
    Kereeeen semuanya bersekongkol dalam rencana pernikaha kyuhyun
    Wajib bgt sequel ini mah. Gimana kehidupan pernikahan kyuna & bagaimana hubungannya dengan kakek nakal.
    Terus kasih ahyoung jodoh dong biar dia terobati & merasa dicintai♥
    Ga sabar nunggu kyuna junior😆

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s