PO Novel Per As Pera Ad Astra


image

Annyeonghaseyo  ^_^

Sebelumnya saya ucapkan terima kasih banyak buat admin FNC yang lagi-lagi bersedia memposting novel saya di sini ^_^

Di postingan kali ini saya membawa novel terbaru saya, masih dengan cast si Raja FF, Cho Kyuhyun ^_^ yang pastinya dengan cerita dan karakter yang berbeda dari sebelumnya, kalian bakal bertemu dengan Kyuhyun yang dingin tapi romantis, Soo Hee yang gigih dan penuh keyakinan untuk menyelesaikan misinya membuat Kyuhyun mau bekerja sama dengannya.

So, jangan ketinggalan untuk dapetin novelnya ya ^_^

Sinopsis

Cho Kyu Hyun, pria yang dalam hidupnya tidak pernah merasa membutuhkan siapa pun

kecuali keluarganya dipertemukan dengan seorang gadis yang tiba-tiba saja meminta agar ia berduet dengannya untuk mengisi sebuah acara Dies Natalis, sejak saat itu ia merasa hidupnya selalu mendapatkan gangguan. Lebih dari itu, sang gadis yang setiap hari mengganggunya perlahan menarik perhatian Kyu Hyun, dan takdir membuat KyuHyun tak bisa lagi mundur saat hati pria itu semakin jatuh untuk mengetahui lebih jauh

tentang kehidupan gadis itu yang jauh dari kata bahagia.

Takdir seolah menjungkir balikkan hidup Soo Hee selama bertahun-tahun, tentang kehidupannya bersama keluarganya sekarang, ayahnya yang menjadikannya mesin pencetak uang dan selalu bersikap semena-mena padanya, ia yang harus bekerja keras untuk membiayai sekolah adiknya dan juga perawatan ibunya, seolah belum cukup dengan semua itu ia harus kembali menelan pil pahit tentang kenangan yang sejak lama berusaha ia lupakan tentang siapa dirinya sebenarnya.

Saat takdir mempersatukan keduanya, mampukah Kyu Hyun menjadi perisai Soo Hee dari rasa sakit yang gadis itu rasakan selama bertahun-tahun, mampukah ia memberikan kebahagiaan pada gadis yang tanpa sadar telah membuat ia merasakan artinya takut kehilangan. Dan saat takdir kembali menguji mereka tentang kepercayaan, mampukah Kyu Hyun tetap mempercayai Soo Hee, mempertahankan gadis itu atau

melepaskannya?

Judul Buku : Per As Pera Ad Astra

Book 1 : Find A Love

Book 2 : Way Back Into Love         

Penulis: Hee_Yuzuki

Category: Sad, Hurt, Romance,

Harga: Book 1 : Rp 75.000 (belum termasuk ongkir)

Book 2 : Rp 80.000 (belum termasuk ongkir)

Format pemesanan seperti di bawah ini :

Nama :

Alamat Lengkap: (Jln, No. Rumah RT/RW, Kelurahan, Kecamatan, Kota/Kabupaten, Kode Pos)

Nomor HP:

Jumlah Pemesanan :

Kirim format pemesanan ke (Salah satu saja)

Email : hee.yuzuki@gmail.com

Inbox Fb : Hee Yuzuki

WA : 083863949912

Untuk novel lainnya juga bisa di order ya ^^

Beautiful Wound : Rp 80.000

I, You and Her : Rp 85.000

PO dibuka mulai tanggal 5 Agustus – 15 September 2017

Pembayaran terakhir tanggal 15 September 2017

Untuk yang ingin membayar lebih dari tanggal tercantum, silahkan hubungi aku

Pengiriman dilakukan 3-4 Minggu setelah tutup PO

Pembayaran dilakukan via transfer atm/setor tunai ke bank

****

Random Part

Jantung gadis itu berpacu dengan cepat saat dosen dari ruangan C 4.5.5 keluar diikuti mahasiswa yang lain, ruangan di mana Rae In dan Kyuhyun baru saja menyelesaikan kelasnya, Soohee berdiri dengan perasaan campur aduk, kenapa bertemu dengan Kyuhyun rasanya bertemu dengan Shawn Mendes yang ia sukai itu. saat retina matanya menangkap sosok wajah Kyuhyun yang baru beberapa saat lalu ia ketahui rupanya dari foto yang dikirimkan Rae In, ia langsung menatap intens sang pemilik wajah dewa-dewa yunani itu, rahangnya yang kokoh membuat Soohee ingin memegangnya dan membelainya, bibirnya yang tebal dan pink yang terasa begitu menggoda serta jakunnya yang juga terlihat sialan sexy membuat pikiran liarnya menguasai otaknya. Astaga Song Soohee hentikan pikiran mesummu, sejak kapan kau tertarik memperhatikan seorang pria . Soohee membatin dan dengan langkah pelan-pelan ia mendekat ke arah Kyuhyun yang sama sekali acuh dengan kehadirannya.

“Permisi …” Soohee menahan lengan Kyuhyun saat pria itu berjalan begitu saja melewatinya, membuat Kyuhyun menatapnya tajam dan menghempaskan tangan Soohee begitu saja dan pergi meninggalkan Soohee yang masih menatapnya dengan tatapan terkejut. “Hei, aku memanggilmu.” Soohee tidak menyerah, ia mengejar Kyuhyun dan mencoba mengimbangi langkah pria itu yang terasa begitu panjang untuknya. “Astaga! Apa pendengaranmu bermasalah? Aku memanggilmu Tuan.!” Soohee sedikit menaikkan nada suaranya, membuat Kyuhyun menghentikan langkahnya dan menatap Soohee dengan tatapan tajam yang menghunus.

“Pergi dari hadapanku sekarang juga.” Desis pria itu dengan rahang mengeras membuat Soohee sedikit takut, namun saat bisikan menyerah menghantuinya ia segera menggeleng, tidak ia tidak ingin menyerah, jika menyerah sama saja menyerahkan diri ke neraka karena ia yakin ada hukuman lebih berat yang sudah disiapkan oleh teman-teman satu organisasinya itu.

“Tapi ada yang ingin aku katakan padamu …” Cicit Soohee dengan suara lemah, dan menatap Kyuhyun dengan tatapan memohon berharap pria itu luluh dengan tatapannya, biasanya jika ia melakukan itu pada semua orang maka tidak ada yang kuasa untuk menolak permintaannya.

“Aku tidak peduli apa urusanmu denganku. Pergi sekarang!” Kyuhyun kembali meninggalkan Soohee yang sudah mendesah frustasi, namun gadis itu kembali mengejar Kyuhyun bahkan mengikuti pria itu hingga tempat parkir.

“Lima menit, tidak tiga menit, aku hanya ingin mengatakan sesuatu yang penting.” Soohee masih berusaha saat Kyuhyun sudah mencapai mobilnya dan akan masuk, namun Soohee kembali menahan pria itu, menutup pintu kemudi yang sebelumnya telah dibuka oleh Kyuhyun dengan sedikit keras, walau ada ketakutan dirinya melihat tatapan Kyuhyun namun ia mencoba menyembunyikan ketakutan itu dengan baik.

“Perkenalkan. Aku Song Soohee dari Departement of Classical Music. Kau dan aku akan menjadi guest star di acara dies natalies kampus kita, kau bisa’kan?” Tanya Soohee dengan setengah memohon, Kyuhyun masih menatapnya tajam, memejamkan matanya lama dan mendorong Soohee tanpa perasaan untuk menyingkir dari mobilnya membuat gadis itu terhuyung hampir jatuh. Dan tanpa mengatakan apapun pria itu menjalankan mobilnya meninggalkan Soohee yang masih mematung melihat pertama kalinya manusia yang tidak memiliki sifat kemanusiaan.

“Hei bagaimana?” Suara seseorang menyentak dirinya dari kekesalannya karena Kyuhyun, ia membalikkan tubuhnya dan melihat Rae In yang menatapnya dengan tatapan menunggu jawaban. “Bagaimana dengan Kyuhyun? Kau berhasil membujuknya?” Tanya Rae In antusias.

“Dia bukan manusia.” Ujar Soohee singkat dan meninggalkan Rae In yang masih tercengang dengan jawaban Soohee.

***

Soohee langsung beranjak dan menghampiri Kyuhyun yang berjalan santai dengan tas hitam di bahu kanannya, ia merentangkan tangannya agar Kyuhyun berhenti, membuat pria itu langsung menatap tajam ke arahnya.

“Kita harus bicara untuk membahas lagu yang akan kita bawakan di acara dies natalis, kapan kau mempunyai waktu?” Tanya Soohee membuat Kyuhyun menatapnya semakin tajam.

“Aku tidak akan ikut acara bodoh itu dan tidak tertarik membahas apapun bersamamu.” Kyuhyun mendorong tubuh Soohee membuat gadis itu terhuyung namun dengan cepat Soohee menahan pergelangan tangan Kyuhyun.

“Kau tetap harus melakukannya suka atau tidak suka.” Ujar Soohee tegas dan menatap Kyuhyun dengan tatapan keharusan, keharusan jika pria itu tidak boleh membantah ucapannya. Kyuhyun balik mencengkram tangan Soohee membuat gadis itu meringis, ringisan Soohee menarik Kyuhyun untuk menatap lengan Soohee yang terlihat lebam keunguan, Soohee yang menyadari itu berusaha melepaskan tangannya, hari ini dirinya hanya menggunakan kemeja polkadot tiga perempat yang tidak menutupi seluruh lengannya, ia lupa kapan luka itu ia dapatkan dari Ji Soo.

“Kau tidak berhak mengaturku Nona, pergi baik-baik sebelum kesabaranku hilang.” Kyuhyun mencengkram rahang Soohee membuat masker gadis itu sedikit turun dan lagi-lagi Kyuhyun tertegun dengan lebam di wajah gadis itu serta kening gadis itu yang terluka. namun cepat-cepat ia menguasai dirinya dan menghempaskan Soohee begitu saja, meninggalkan gadis yang masih mematung setelah perlakuannya.

Soohee memegangi dadanya yang berdetak tidak beraturan saat Kyuhyun menatapnya begitu dekat bahkan ia bisa merasakan hembusan napas Kyuhyun yang beraroma mint dan kini dirinya seperti orang bodoh yang lupa daratan hanya karena Cho Kyuhyun.

Kyuhyun menolehkan kepalanya sekali lagi, menatap gadis yang tadi menghalangi jalannya masih mematung di tempatnya. Pikirannya terus berspekulasi apa yang terjadi dengan gadis itu, dan entah sejak kapan ia tertarik dengan kehidupan orang lain, namun tatapan Soohee yang terlihat lelah dan rapuh membuat pikiran-pikiran itu tidak mau menghilang dari benak Kyuhyun.

***

Soohee dengan cepat berlari menuju rumahnya, ia membuka pintu dengan kencang dan pemandangan pertama yang ia lihat adalah rumah yang berantakan dan beberapa perabotan yang telah pecah menjadi serpihan-serpihan kaca, dari pintu depan ia bisa mendengar teriakan ayahnya yang terus menggedor-gedor pintu kamar Hye Eun, dengan cepat ia berlari menghampiri ayahnya.

“Appa. Berhenti!” Teriakan Soohee membuat perhatian Ji Soo teralihkan padanya, dan seringai tajam langsung muncul di wajah pria paruh baya itu.

“Ooh mesin pencetak uangku telah kembali, kemari kau.” Soohee sudah mengeratkan genggaman tangannya pada tas selempang berwarna tosca miliknya.

“Aku tidak punya uang appa, bukankah kemarin kau sudah mengambil semuanya.” Ujar Soohee lantang walau nada suaranya terdengar bergetar, Ji Soo melangkah mendekati anaknya itu dan mencengkram kasar dagu Soohee sebelum menghempaskan gadis itu begitu saja hingga membentur sudut meja.

“Siapa yang mengajarimu untuk berteriak pada orang tua hah?” Ji Soo menatapnya nyalang.

“Appa yang mengajariku, appa lupa jika selalu berteriak di dalam rumah, tidak pernah mengajarkanku hal-hal baik.” Soohee masih melawan membuat tangan ringan Ji Soo menampar wajahnya kuat setelah itu menjambak kasar rambut Soohee.

“Sudah berani melawanku rupanya anak sialan?” Ji Soo kembali membenturkan kepala Soohee pada meja kaca di ruang tamu itu, Soohee tidak meringis atau apapun, baginya semua itu sudah menjadi makanan sehari-harinya asal adik dan ibunya tidak mendapatkan kekerasan ayahnya ia rela melakukan ini.

***

Soohee baru saja akan memejamkan matanya setelah Eun Ra pergi, namun gebrakan pintu yang begitu kasar membuatnya tersentak dan ia melihat Ji Soo menatapnya dengan tatapan nyalang.

“Apa yang kau lakukan dengan tidur-tiduran di rumah hah?! Jadi begini kelakuanmu?! Bermalas-malasan iya?! Kau memang harus diberi pelajaran, dasar anak tidak tau diuntung. Ikut aku!!.” Ji Soo menyeret Soohee dengan kasar, Soohee hanya bisa meringis saat Ji Soo menyeretnya menuju kamar mandi, Soohee menggeleng keras.

“Appa jangan lakukan ini, apa salahku?” Soohee berteriak saat Ji Soo semakin menyeretnya dan tanpa aba-aba meneggelamkan kepala Soohee ke bath-up dan menahannya agar tetap tenggelam, begitu Ji Soo mengangkat kepala Soohee dengan menjambak rambut gadis itu Soohee menarik napasnya dalam, namun belum selesai ia mengambil napas Ji Soo sudah mendorong kepala gadis itu kembali tenggelam dalam air, berkali-kali ia melakukannya, membuat Soohee kembali lagi teringat dengan luka lama itu, membuat tubuhnya bergetar.

“Appa, ampuni aku, ampuni aku.” Soohee menunggumam dengan tubuh yang bergetar karena ketakutan, Ji Soo kini menyeretnya dan membanting tubuh gadis itu ke dinding.

“Kau tanya apa salahmu? Salahmu adalah kau hadir dalam keluargaku dan membawa kutukan nasib buruk. Itu salahmu. Itu salahmu Song Soohee!!!.” Teriak Ji Soo murka dan langsung meninggalkan Soohee begitu saja.

Di lantai kamar mandi yang dingin itu Soohee menangis pilu, tubuhnya semakin memanas, kenangan pahit masa lalunya menyeruak, mimpi buruk yang semalam ia rasakan kinis eolah kembali terasa nyata, luka itu semakin dalam menusuk jantungnya. Ia teringat dengan pertengkaran kedua orang tuanya yang mengatakan jika ia adalah gadis pembaa kutukan, ingat saat sang ayah tanpa perasaan menyiksanya dan mengurungnya di ruang gelap, dan hari ini ia merasa semuanya terulang, dengan tubuh yang sudah basah kuyup itu, Soohee meringkuk di lantai kamar mandi seperti bayi dalam kandungan.

“Ampuni aku appa, aku bukan pembawa kutukan, ampun aku, ampuni aku appa.” Soohee terisak dan terus mengigau entah sudah berapa lama, hingga samar-samar ia mendengar pintu kamar mandi yang di dobrak dan teriakan cemas Eun ra dan Hye Eun.

“Astaga Soohee-ya, apa yang terjadi?!” Eun Ra menangis melihat bagaimana keadaan Soohee yang begitu mengenaskan, perasaannya sudah tidak enak melihat pintu rumah yang terbuka lebar dan tidak mendapati Soohee di ranjang, dan hanya satu yang dipikirkan Eun Ra jika Ji Soo pulang dan melakukan sesuatu yang buruk pada Soohee, dan benar saja ia melihat bagaimana mengenaskannya Soohee yang terkapar di lantai kamar mandi.

Kyuhyun yang membuka pintu kamar mandi pertama kali langsung membatu melihat bagaimana Soohee yang terus mengigau dengan wajah pucat pasi. Ia segera menghampiri tubuh ringkih itu dengan hati yang terasa diremas-remas.

“Appa jangan tinggalkan aku, aku takut, di sini gelap, ampuni aku appa, umohon jangan tinggalkan aku.” Igauan Soohee yang lirih namun masih bisa terdengar Kyuhyun sekali lagi menghentakkan  Kyuhyun padarasa sakit, dengan pelan direngkuhnya tubuh yang terasa sangat panas itu dalam dekapannya. Tubuh yang terus bergetar karena rasa takut dan juga igauan yang terdengar di telinga Kyuhyun, bahkan napas Soohee terasa sangat panas di dada Kyuhyun, saat pria itu membawa Soohee dalam dekapannya.

***

One thought on “PO Novel Per As Pera Ad Astra

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s